News Komoditi & Global ( Rabu, 3 September 2025 )
News Komoditi & Global ( Rabu, 3 September 2025 )
Harga Emas Global Pecah Rekor Harga Tertinggi, 3 Faktor Ini Jadi Pemicunya
Harga emas sentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (2/9/2025).
Melansir Reuters, analis menilai, reli harga emas terbaru dipicu oleh sejumlah faktor.
Pertama, ekspektasi penurunan suku bunga AS. Kedua, kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve. Ketiga, permintaan yang kuat dari investor serta bank sentral.
Ketiga faktor Utama tadi kemungkinan akan mendorong harga ke rekor baru dalam beberapa minggu mendatang.
Analis memperkirakan, harga emas spot yang mencapai rekor tertinggi US$ 3.527,5 pada pukul 17.00 GMT hari Selasa, berada dalam kisaran US$ 3.600-US$ 3.900 dalam jangka pendek hingga menengah, dengan potensi untuk menguji level US$ 4.000 pada tahun 2026 jika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik terus berlanjut.
Harga emas telah menguat lebih dari 34% tahun ini. Menurut jajak pendapat Reuters, para analis secara konsisten meningkatkan proyeksi harga rata-rata mereka untuk tahun 2025 dari US$ 2.756 per ons pada bulan Januari menjadi US$ 3.065 pada bulan April. Dan terakhir menjadi US$ 3.220 pada bulan Juli.
Pengakuan Ketua The Fed, Jerome Powell, tentang meningkatnya risiko ketenagakerjaan telah mendorong pasar keuangan untuk bertaruh pada penurunan suku bunga di bulan September.
"Prospek dolar yang bearish, yang didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, investor yang menjauh dari aset AS, dan ketidakpastian ekonomi terkait tarif, menjadi faktor pendukung emas," kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades.
Dolar telah melemah hampir 11% sejak Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari. Dolar yang lebih lemah membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Sementara itu, kritik Trump terhadap Powell dan upaya untuk menyingkirkan Gubernur Lisa Cook telah meningkatkan kekhawatiran atas independensi The Fed dan memicu pembelian emas lebih lanjut.
"Kartu liar yang paling bullish adalah... potensi campur tangan terhadap Federal Reserve AS dan kekhawatiran tentang status dolar sebagai aset safe haven," kata analis Julius Baer, ...Carsten Menke.
Di antara faktor-faktor lain yang memperkuat daya tarik emas adalah kekhawatiran keamanan yang berasal dari Timur Tengah dan antara Rusia dan Ukraina, serta permintaan bank sentral, terutama dari negara-negara berkembang.
Hal ini termasuk bank sentral Tiongkok yang menambahkan emas ke cadangannya untuk bulan kesembilan berturut-turut di bulan Juli.
Data Dewan Emas Dunia menunjukkan bank sentral berencana untuk meningkatkan kepemilikan emas sebagai bagian dari cadangan mereka, sekaligus mengurangi cadangan dolar selama lima tahun ke depan.
"Kombinasi kenaikan harga emas dan akumulasi bank sentral berarti bahwa porsi emas dalam cadangan telah meningkat tajam bagi beberapa bank sentral," kata Michael Hsueh, analis logam mulia di Deutsche Bank.
Harga Minyak Dunia Menguat, Pasar Cermati Sanksi AS ke Iran dan Rapat OPEC+
Harga minyak global naik setelah AS menjatuhkan sanksi pada jaringan ekspor minyak Iran. Pasar menunggu keputusan OPEC+ terkait produksi minyak.
Harga minyak global terpantau menguat usai AS menjatuhkan sanksi terhadap jaringan ekspor minyak Iran, sementara pasar menanti keputusan OPEC+ akhir pekan ini. Melansir Reuters pada Rabu (3/9/2025), harga minyak jenis Brent naik 99 sen atau 1,45% menjadi US$69,14 per barel, sedangkan minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,58 atau 2,47% menjadi US$65,59 per barel. Perdagangan WTI libur pada Senin waktu setempat karena libur Hari Buruh di AS. Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi pada jaringan perusahaan pelayaran dan kapal yang dipimpin seorang pengusaha Irak-Kittitian karena menyelundupkan minyak Iran yang disamarkan sebagai minyak Irak. Langkah tersebut menjadi bagian dari tekanan berkelanjutan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran di tengah mandeknya perundingan nuklir. Putaran keenam negosiasi sempat ditangguhkan usai pecah perang 12 hari pada Juni lalu. “Penindakan AS terhadap ekspor Iran jelas menopang harga hari ini,” ujar Phil Flynn, analis senior Price Futures Group.
Pasar Cermati Konflik Rusia-Ukraina, Harga Minyak Global Memanas Harga Minyak Melemah Tipis di Awal September, Pasar Waspada Tekanan Geopolitik Harga Pangan Hari Ini 1 September: Beras Premium Mahal, Minyakita Melonjak Investor kini menunggu rapat delapan anggota OPEC dan sekutunya pada 7 September. Analis memperkirakan kelompok tersebut tidak akan segera mencabut pemangkasan produksi sukarela yang diberlakukan Arab Saudi, Rusia, dan anggota lainnya, yang selama ini menopang harga di kisaran US$60 per barel. “OPEC+ kemungkinan akan menunggu data tambahan setelah berakhirnya musim berkendara musim panas di AS sebelum menentukan langkah selanjutnya, mengingat surplus pasokan diperkirakan terjadi pada kuartal IV/2025,” kata analis independen Gaurav Sharma. Sementara itu, Saudi Aramco dan perusahaan minyak negara Irak, SOMO, menghentikan penjualan minyak mentah ke Nayara Energy India menyusul sanksi Uni Eropa pada Juli terhadap kilang tersebut yang didukung Rusia, menurut tiga sumber Reuters. “Pasar mulai khawatir bagaimana dampak pembatasan itu terhadap aliran pasokan. Ada kekhawatiran ketersediaan minyak non-sanksi semakin ketat, karena kesempatan membeli minyak di pasar abu-abu akan makin terbatas jika sanksi diperketat,” ujar John Kilduff, mitra Again Capital. Investor juga memperhatikan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) 2025 pada 31 Agustus–1 September, yang dihadiri Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam forum itu, keduanya mendorong tatanan keamanan dan ekonomi global baru yang lebih mengutamakan negara-negara Global South, menantang dominasi AS. Acara tersebut dihadiri lebih dari 20 pemimpin negara non-Barat, termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan pertamanya ke China setelah tujuh tahun. Kilduff menilai konferensi ini dapat memaksa Trump untuk merespons dan mungkin memicu sanksi sekunder tambahan, terutama terhadap India, yang berpotensi menopang harga minyak. “Ini konferensi penting yang seharusnya lebih banyak mendapat perhatian,” katanya. Di sisi lain, India mengonfirmasi tengah menjajaki perjanjian dagang bilateral dengan AS, setelah Washington menggandakan tarif barang impor dari India sebagai hukuman atas kelanjutan pembelian minyak Rusia. Menurut analis UBS Giovanni Staunovo, ekspektasi penurunan persediaan minyak mentah AS juga memberi dorongan harga. Musim berkendara musim panas di AS—periode permintaan bahan bakar tertinggi—resmi berakhir pada libur Hari Buruh, Senin lalu. Sementara itu, serangan drone Ukraina telah melumpuhkan fasilitas yang mewakili sedikitnya 17% kapasitas pemrosesan minyak Rusia, atau setara 1,1 juta barel per hari. Dari sisi suplai lain, produksi harian minyak mentah Kazakhstan (tidak termasuk kondensat gas) naik menjadi 1,88 juta barel per hari pada Agustus, dibanding 1,84 juta barel per hari pada Juli.
Wall Street Ditutup Turun, Cemas Putusan Pengadilan soal Tarif Trump
Wall Street mengawali September dengan pelemahan tajam setelah putusan pengadilan banding federal menyatakan sebagian besar tarif impor Presiden Donald Trump ilegal.
Meski begitu, pengadilan mengizinkan tarif tersebut tetap berlaku hingga 14 Oktober, sementara Trump menyatakan akan meminta Mahkamah Agung mempercepat proses banding.
Kondisi ini memicu kekhawatiran investor usai libur panjang Labor Day, apalagi September secara historis dikenal sebagai bulan terlemah bagi pasar saham AS. Indeks volatilitas Cboe dikenal sebagai fear gauge Wall Street ikut naik.
Menutup perdagangan Selasa (2/9/20025), Dow Jones Industrial Average turun 249,07 poin (0,55%) ke 45.295,81. S&P 500 melemah 44,72 poin (0,69%) ke 6.415,54, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 175,92 poin (0,82%) ke 21.279,63.
“Pertanyaannya, apakah pemerintah Trump sudah mengasingkan mitra dagang sekaligus kehilangan penerimaan dari tarif? Itulah yang membebani pasar,” ujar Oliver Pursche, Senior VP Wealthspire Advisors.
Namun ia menilai masih terlalu dini menyebutnya sebagai awal koreksi besar, mengingat Agustus–September biasanya memang lebih volatile sebelum reli kuartal IV.
Selain isu tarif, pasar juga menanti laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat (5/9). Data itu akan menunjukkan apakah pelemahan pertumbuhan lapangan kerja berlanjut untuk bulan keempat berturut-turut.
Sementara itu, pelaku pasar hampir pasti memperkirakan The Federal Reserve akan memangkas suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 17 September mendatang.
Real estate menjadi salah satu sektor tertekan, jatuh 1,7%, seiring imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun naik ke level tertinggi sejak pertengahan Juli.
Di sisi korporasi, saham Kraft Heinz anjlok 7% setelah mengumumkan rencana memisah bisnis menjadi dua entitas: produk kebutuhan sehari-hari dan saus/spread.
Sebaliknya, saham PepsiCo naik 1,1% usai Elliott Management mengumumkan kepemilikan saham senilai US$4 miliar dan meluncurkan kampanye aktivis.
Maduro Siap Berperang Jika Pasukan AS Menyerang Venezuela
Presiden Venezuela Nicolás Maduro menuding Amerika Serikat tengah mempersiapkan upaya penggulingan pemerintahannya melalui pengerahan kekuatan militer di Karibia.
Dalam pernyataan yang jarang ia sampaikan secara langsung kepada wartawan, Maduro menegaskan bahwa negaranya siap merespons jika terjadi serangan, bahkan dengan mendeklarasikan “republik bersenjata”.
Venezuela Klaim Hadapi Ancaman Terbesar dalam 100 Tahun
Maduro menilai pengerahan kapal perang dan kapal selam AS merupakan bagian dari strategi perubahan rezim melalui ancaman militer.
“Venezuela menghadapi ancaman terbesar yang pernah dilihat benua kita dalam 100 tahun terakhir,” ujarnya. Ia menambahkan, bila Venezuela diserang, pihaknya akan segera melancarkan perjuangan bersenjata untuk mempertahankan kedaulatan.
Menurut Maduro, AS telah mengerahkan delapan kapal militer dengan 1.200 rudal serta sebuah kapal selam nuklir yang diarahkan ke Venezuela. Kondisi tersebut membuat pemerintahnya meningkatkan status kesiapsiagaan militer maksimum.
Respons Militer Venezuela
Sebagai langkah antisipasi, Maduro mengumumkan penempatan pasukan di sepanjang perbatasan Venezuela serta menyerukan kepada ribuan warga sipil untuk bergabung dalam milisi bersenjata. Langkah ini bertujuan memperkuat pertahanan jika terjadi intervensi asing.
Menurut laporan, Angkatan Laut AS saat ini menempatkan dua kapal perusak berpemandu rudal USS Gravely dan USS Jason Dunham di Karibia. Selain itu, kapal perusak USS Sampson dan kapal penjelajah USS Lake Erie beroperasi di perairan Amerika Latin.
Seorang pejabat AS mengonfirmasi kepada Reuters bahwa kapal selam bertenaga nuklir juga menjadi bagian dari armada tersebut.
Associated Press bahkan melaporkan kekuatan itu dapat diperluas dengan pengerahan kapal serbu amfibi yang membawa sekitar 4.000 pelaut dan Marinir AS. Meski demikian, Washington menyatakan tidak memiliki rencana mengirim pasukan darat ke wilayah Venezuela.
Tuduhan AS terhadap Maduro
Pemerintahan Presiden Donald Trump menuduh Maduro memiliki hubungan erat dengan jaringan narkotika di Amerika Latin. Namun, hingga kini, bukti yang mendukung klaim tersebut belum pernah dipublikasikan.
Bahkan, laporan intelijen internal AS yang bocor tahun ini menyebut tidak ditemukan kaitan langsung Maduro dengan kelompok kriminal Venezuela Tren de Aragua, yang sempat dijadikan alasan untuk mempercepat deportasi warga Venezuela dari AS.
Pada Agustus lalu, AS juga menggandakan hadiah menjadi $50 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang dapat membawa pada penangkapan Maduro.
Selain isu militer, Maduro kembali menegaskan dirinya sebagai pemimpin sah Venezuela setelah memenangkan masa jabatan ketiga dalam pemilu 2024. Namun, oposisi menolak hasil pemilu tersebut dan mengklaim sebagai pemenang yang sebenarnya. AS dan sebagian besar negara kawasan juga tidak mengakui legitimasi kemenangan Maduro.
Trump: India Selama Ini Untung Besar dari Perdagangan dengan AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap hubungan dagang negaranya dengan India.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social pada Senin (1/9), Trump menyebut relasi ekonomi dengan New Delhi sebagai “sangat satu arah” dan menegaskan bahwa India baru-baru ini menawarkan pemangkasan tarif barang asal AS hingga nol persen.
Trump Sebut India Untung Besar dari AS
Trump menilai India selama ini mendapatkan keuntungan besar dari perdagangan dengan Amerika, sementara ekspor AS ke India relatif kecil.
“Sedikit orang yang memahami bahwa kami melakukan sangat sedikit bisnis dengan India, tetapi mereka melakukan bisnis besar dengan kami. Mereka menjual kepada kami dalam jumlah masif, menjadikan kami ‘klien’ terbesar mereka, tetapi kami menjual sangat sedikit kepada mereka,” tulis Trump.
Menurutnya, tawaran India untuk memangkas tarif menjadi nol datang “terlambat” karena seharusnya dilakukan sejak bertahun-tahun lalu.
Tarik Ulur Tarif dan Kritik atas Minyak Rusia
Pernyataan Trump ini datang di tengah meningkatnya ketegangan dagang antara kedua negara. Pemerintah AS sebelumnya telah memberlakukan tarif setinggi 50% terhadap berbagai produk asal India, salah satu yang tertinggi yang diumumkan pemerintahan Trump terhadap negara mitra dagang.
Trump juga menyoroti pembelian minyak dan persenjataan Rusia oleh India. “India membeli sebagian besar minyak dan produk militernya dari Rusia, sangat sedikit dari AS,” kata Trump.
Respon India: Tak Akan Tunduk pada Tekanan
Meski belum ada komentar resmi dari New Delhi terkait pernyataan terbaru Trump, Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal baru-baru ini menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan ekonomi dari luar.
“India tidak akan pernah menunduk atau terlihat lemah dalam hubungan ekonominya dengan negara lain,” ujarnya.
Risiko Strategi Trump
Langkah Trump yang agresif dalam menekan negara-negara mitra dagang dengan dalih hubungan yang “tidak adil” dinilai dapat memicu negara-negara lain mencari alternatif. Banyak analis melihat hal ini berpotensi mendorong negara-negara non-Barat, termasuk India, untuk mempererat kerja sama dengan Tiongkok dan blok ekonomi lainnya.
Pada sebuah KTT yang digagas Tiongkok untuk memperkuat aliansi negara-negara non-Barat, Perdana Menteri India Narendra Modi bahkan menyampaikan komitmennya kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk meningkatkan hubungan bilateral.
Bank of Japan (BOJ) Siap Naikkan Suku Bunga, Tapi Tetap Waspadai Risiko Global
Deputi Gubernur Bank of Japan (BOJ) Ryozo Himino menyatakan bank sentral perlu terus menaikkan suku bunga. Namun, ia menekankan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih tinggi, sehingga langkah tersebut tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa.
Dalam pidato di hadapan kalangan pengusaha di Kushiro, Hokkaido, Selasa (2/9/2025), Himino menilai perjanjian dagang Jepang dengan Amerika Serikat memang membantu meredakan ketidakpastian, tetapi dampak tarif impor AS terhadap ekonomi Jepang belum sepenuhnya jelas.
“Risiko dampak yang lebih besar dari perkiraan patut mendapat perhatian serius. Secara keseluruhan, ekonomi global masih menghadapi tingkat ketidakpastian yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, prospek inflasi Jepang menghadapi risiko ganda. Di satu sisi, pasar tenaga kerja yang ketat berpotensi mendorong kenaikan upah. Namun, perlambatan ekonomi global dan beban tarif AS terhadap Jepang bisa menekan harga.
“Setelah sempat tertahan oleh perlambatan akibat tarif, inflasi inti Jepang diperkirakan akan stabil di kisaran yang sesuai dengan target 2%,” kata Himino. “Jika skenario dasar ini terwujud, maka tepat bagi BOJ untuk terus menaikkan suku bunga sejalan dengan perbaikan ekonomi dan harga.”
Meski demikian, Himino tidak memberi sinyal kapan kenaikan berikutnya akan dilakukan. Ia hanya menegaskan perlunya menilai secara cermat apakah proyeksi BOJ akan terwujud tanpa prasangka.
“Kami harus terus menimbang risiko, baik ke atas maupun ke bawah, serta merespons secara tepat agar dampak deviasi dari skenario dasar tetap terkendali,” ucapnya.
Pernyataan Himino sempat melemahkan yen dan mendorong indeks Nikkei naik singkat, karena pasar menilai sikapnya tidak se-hawkish yang diperkirakan.
BOJ tahun lalu keluar dari program stimulus besar yang berlangsung lebih dari satu dekade, dan pada Januari 2025 menaikkan suku bunga jangka pendek ke level 0,5%, dengan asumsi Jepang hampir mencapai target inflasi 2% secara berkelanjutan.
Meski inflasi konsumen sudah berada di atas target selama lebih dari tiga tahun, Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan akan berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, mengingat dampak tarif AS terhadap ekonomi Jepang belum pasti.
Namun, inflasi pangan yang masih tinggi serta potensi kenaikan upah berkelanjutan membuat sejumlah anggota dewan BOJ mengingatkan risiko putaran kedua kenaikan harga yang bisa memicu pengetatan lebih lanjut.
Hasil survei Reuters pada Agustus menunjukkan hampir dua pertiga ekonom memperkirakan BOJ akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini.
Himino, yang sebelumnya memimpin badan pengawas perbankan Jepang, dikenal kritis terhadap kebijakan moneter ultra-longgar BOJ dan dipandang sebagai salah satu anggota dewan yang lebih agresif dalam mendorong kenaikan suku bunga.
Ia juga menekankan perlunya mengurangi keterlibatan BOJ di pasar obligasi pemerintah Jepang (JGB). Menurutnya, mempertahankan likuiditas berlebihan justru berisiko.
“Lebih bijak jika secara bertahap mengurangi ukuran neraca BOJ, termasuk melepas aset berisiko seperti exchange-traded funds (ETF) dan real estate investment trusts (REIT),” katanya.
“Kami akan memikirkan cara mengelola kepemilikan ETF dan J-REIT, dengan belajar dari pengalaman BOJ saat melepas saham yang pernah dibeli dari lembaga keuangan,” tambah Himino.
Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 1.400 Orang, Ribuan Rumah Hancur
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 yang melanda Afghanistan pada Senin (1/9) tengah malam waktu setempat telah menewaskan lebih dari 1.400 orang dan melukai lebih dari 3.000 lainnya, menurut otoritas setempat.
Bencana ini menjadi gempa terparah yang melanda negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Korban dan Kerusakan Meluas
Juru bicara pemerintahan Taliban, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi bahwa 1.411 orang tewas, 3.124 orang terluka, dan lebih dari 5.400 rumah hancur.
Sementara itu, Palang Merah Afghanistan (ARCS) memperingatkan bahwa jumlah korban masih bisa bertambah karena banyak orang yang diduga terjebak di bawah reruntuhan.
Menurut data PBB, ribuan anak-anak termasuk dalam kelompok paling rentan terdampak bencana ini.
Daerah Terdampak Paling Parah
Gempa terjadi pada kedalaman dangkal, sekitar 10 km, dengan provinsi Kunar dan Nangarhar menjadi wilayah paling terdampak. Desa-desa terpencil di daerah pegunungan timur yang berbatasan dengan Pakistan mengalami kerusakan parah, terutama rumah-rumah yang dibangun dari bata lumpur dan kayu.
Kepala manajemen bencana Kunar, Ehsanullah Ehsan, mengatakan operasi penyelamatan difokuskan pada empat desa yang rusak parah. Namun, medan berat, jalan sempit, dan cuaca buruk memperlambat upaya evakuasi. "Kami tidak bisa memperkirakan berapa banyak korban yang masih terjebak," ujarnya.
Hambatan Evakuasi dan Upaya Penyelamatan
Tim penyelamat menghadapi kesulitan besar dalam menjangkau lokasi bencana. Jalan pegunungan yang rusak menjadi kendala utama, sehingga alat berat didatangkan untuk membersihkan jalur.
Ambulans dan helikopter telah dikerahkan untuk mengirim bantuan serta mengevakuasi korban ke rumah sakit di Kabul dan Nangarhar.
Selain itu, tentara Taliban juga dikerahkan untuk membantu evakuasi, memberikan keamanan, serta mendukung distribusi bantuan.
Bantuan Internasional dan Krisis Sumber Daya
Sejumlah negara mulai menyalurkan bantuan darurat:
Inggris mengalokasikan dana sebesar 1 juta poundsterling untuk mendukung upaya U.N. dan Palang Merah Internasional.
India mengirimkan 1.000 tenda serta 15 ton bahan makanan ke Kunar, dengan tambahan bantuan dalam perjalanan.
China, Uni Emirat Arab, Uni Eropa, Pakistan, dan Iran juga telah menjanjikan bantuan, meski sebagian besar belum tiba.
Namun, keterbatasan sumber daya di Afghanistan semakin terasa setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memangkas pendanaan USAID pada Januari lalu.
Kebijakan pengurangan bantuan dari negara-negara donor, ditambah kebijakan Taliban yang membatasi peran perempuan dan pekerja kemanusiaan, memperburuk krisis kemanusiaan yang tengah dihadapi.
Dampak Kesehatan dan Ancaman Pasca-Gempa
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 12.000 orang terdampak langsung oleh gempa. Kondisi sistem kesehatan Afghanistan yang rapuh sebelum bencana membuat kapasitas lokal kewalahan dan sangat bergantung pada bantuan internasional.
Untuk mencegah penyebaran penyakit, tim kemanusiaan juga berupaya segera memusnahkan bangkai hewan yang tertimbun reruntuhan agar tidak mencemari sumber air.
Banyak keluarga kini terpaksa tinggal di ruang terbuka karena rumah mereka hancur. Rasa takut akan gempa susulan memperparah kondisi, dengan kebutuhan mendesak berupa makanan, tenda, obat-obatan, pakaian hangat, serta perlengkapan sanitasi.
Portofolio Bitcoin El Salvador Anjlok US$22,8 Juta Seiring Volatilitas Pasar Kripto
Portofolio Bitcoin (BTC) milik El Salvador kembali mengalami penurunan signifikan akibat volatilitas pasar kripto.
Aset digital tersebut kehilangan level dukungan penting di US$110.000, sehingga nilai kepemilikan negara itu terkoreksi dalam sepekan terakhir.
Penurunan Nilai Portofolio Bitcoin El Salvador
Berdasarkan data DropsTab per 1 September 2025, portofolio kripto El Salvador menyusut lebih dari US$22,8 juta dalam tujuh hari terakhir. Koreksi ini mencerminkan penurunan harga Bitcoin sebesar 3,25%, yang kini diperdagangkan di kisaran US$108.764 per koin.
Meski demikian, posisi investasi El Salvador secara keseluruhan masih menunjukkan keuntungan besar. Negara tersebut saat ini memegang 6.262 BTC dengan nilai sekitar US$680,77 juta.
Angka ini mewakili kenaikan 126,51% dibanding total investasi awal sebesar US$300,55 juta, sehingga mencatatkan keuntungan belum terealisasi (unrealized profit) sekitar US$380,2 juta.
Strategi Bitcoin El Salvador
Sejak menjadi negara pertama yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran sah pada September 2021, El Salvador menjalankan strategi akumulasi agresif. Pemerintahan Presiden Nayib Bukele secara konsisten membeli Bitcoin, namun tidak pernah menjual, bahkan saat pasar kripto mengalami penurunan panjang.
Portofolio negara ini sempat mencapai puncak sekitar US$774,9 juta, sebelum terkoreksi hampir US$100 juta akibat gejolak pasar terbaru. Strategi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Bukele untuk:
Mengintegrasikan mata uang kripto ke dalam sistem ekonomi nasional,
Menarik investasi asing, serta
Memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke layanan perbankan tradisional.
Pro dan Kontra Kebijakan Kripto
Kebijakan Bitcoin El Salvador terus menuai perdebatan. Kritikus menilai strategi ini terlalu berisiko karena ketergantungan pada aset dengan volatilitas tinggi dapat mengancam stabilitas keuangan negara.
Namun, pendukung berpendapat sebaliknya. Dengan keuntungan di atas US$380 juta yang masih tercatat saat ini, mereka menilai kesabaran pemerintah membuahkan hasil, sekaligus memperkuat posisi El Salvador sebagai pionir dalam adopsi kripto di tingkat negara.
Ekonomi Australia Tumbuh Tipis, Belanja Pemerintah dan Investasi Bisnis Masih Lemah
Perdagangan internasional Australia hanya memberi dorongan tipis pada pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025.
Sementara belanja pemerintah sama sekali tidak berkontribusi, menunjukkan perlunya stimulus kebijakan lebih lanjut.
Data Biro Statistik Australia (ABS) yang dirilis Selasa (2/9/2025) menunjukkan, defisit transaksi berjalan mencatat sebesar AU$13,7 miliar (US$8,90 miliar) pada kuartal Juni, lebih rendah dibandingkan defisit yang direvisi sebesar AU$14,1 miliar pada kuartal sebelumnya.
Defisit ini juga lebih baik dibandingkan perkiraan pasar sebesar AU$16,08 miliar.
Defisit yang menyempit terutama karena investor domestik memperoleh pendapatan lebih dari ekuitas luar negeri, meski surplus perdagangan barang dan jasa menurun akibat impor emas non-moneter dan layanan perjalanan yang kuat.
ABS menyebut, ekspor bersih diperkirakan menyumbang tambahan 0,1 poin persentase terhadap produk domestik bruto (PDB) kuartal II, dibanding ekspektasi analis yang memperkirakan kontribusi datar.
Belanja pemerintah, yang menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi tahun lalu, tetap lemah dan diperkirakan tidak memberikan kontribusi pada pertumbuhan kuartal II, meski para ekonom sebelumnya mengharapkan rebound dari kuartal I.
Kombinasi ini dengan lemahnya investasi bisnis membuat sebagian besar pertumbuhan ditopang konsumsi rumah tangga.
Analis memperkirakan ekonomi tumbuh moderat 0,5% pada kuartal II, yang mengangkat laju pertumbuhan tahunan menjadi 1,6%.
Bank Sentral Australia (RBA) telah memangkas suku bunga tiga kali tahun ini menjadi 3,6% seiring inflasi yang melambat, namun pemulihan ekonomi masih lambat, menambah alasan bagi kemungkinan pelonggaran kebijakan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. RBA memperkirakan ekonomi akan tumbuh hanya 1,7% hingga akhir tahun.
Pasar swap menunjukkan kemungkinan kurang dari 20% RBA akan memangkas suku bunga lagi bulan ini, karena inflasi bulanan masih tinggi dan pasar tenaga kerja tetap tangguh.
Namun, pemangkasan pada November telah sepenuhnya tercermin dalam harga pasar, dengan perkiraan suku bunga jangka pendek akan stabil di sekitar 3,10%.
Penjualan Tesla di India Masih Jauh dari Target
Masuknya Tesla Inc ke pasar India belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pemesanan kendaraan yang rendah memicu keraguan baru terhadap prospek pertumbuhan global perusahaan mobil listrik milik Elon Musk tersebut.
Menurut sumber Bloomberg, sejak penjualan resmi diluncurkan pada pertengahan Juli lalu, Tesla hanya menerima lebih dari 600 pesanan mobil di India, jumlah ini jauh dari ekspektasi internal perusahaan. Sebagai perbandingan, angka tersebut setara dengan jumlah mobil yang dikirimkan Tesla secara global setiap empat jam pada paruh pertama tahun ini.
Tesla kini berencana mengirimkan antara 350 hingga 500 unit kendaraan ke India pada tahun ini. Pengiriman gelombang pertama dari Shanghai dijadwalkan tiba pada awal September, dengan distribusi awal akan difokuskan di kota besar seperti Mumbai, Delhi, Pune, dan Gurugram. Besaran jumlah mobil yang dikapalkan akan bergantung pada pembayaran yang sudah diterima serta kemampuan Tesla menjangkau kota-kota di luar empat wilayah tersebut.
Sebelumnya, Tesla sempat menargetkan untuk menggunakan kuota impor tahunannya sebesar 2.500 unit secara penuh, seperti dilaporkan Bloomberg News.
Namun, sejumlah hambatan membuat ekspansi Tesla di India menjadi tidak semulus yang diharapkan. Mulai dari pajak impor yang tinggi, memburuknya hubungan antara Elon Musk dan Presiden AS, hingga kenyataan pahit bahwa pasar otomotif India sangat sensitif terhadap harga.
Akibat tarif impor yang mencapai 110%, harga model Tesla termurah, Model Y di India diharga lebih dari 6 juta rupee sekitar US$ 68.000. Sangat jauh di atas rata-rata harga kendaraan listrik yang laku di India, yakni sekitar 2,2 juta rupee. Hal ini menempatkan Tesla di luar jangkauan mayoritas konsumen India, di mana mobil listrik saat ini masih menyumbang kurang dari 5% dari total penjualan mobil.
Kinerja yang mengecewakan di India ini mempertegas tantangan global yang dihadapi Tesla, terutama di tengah meningkatnya tekanan di dua pasar terbesarnya China dan Amerika Serikat. Penjualan global Tesla turun 13% pada kuartal terakhir, dan perusahaan kini berada di bawah tekanan untuk mencegah penurunan penjualan dua tahun berturut-turut.
Tesla sebelumnya berharap tarif impor India akan diturunkan melalui kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. Namun, harapan itu pupus setelah Donald Trump memberlakukan tarif 50% pada ekspor India sebagai bentuk sanksi atas pembelian minyak dari Rusia. Di sisi lain, kesepakatan perdagangan bebas antara India dan Uni Eropa dapat membuka jalur impor dari pabrik Tesla di Jerman juga masih belum tercapai.
Meskipun demikian, jumlah pesanan Tesla sebenarnya cukup sesuai dengan ukuran pasar kendaraan listrik mewah di India. Berdasarkan data dari JATO Dynamics, sebanyak 2.800 unit EV dengan harga antara 4,5 juta hingga 7 juta rupee telah terjual di India pada paruh pertama 2025.
Tesla diketahui menarik banyak pengunjung ke ruang pamernya yang mewah, namun konversi pengunjung menjadi pembeli masih jauh dari harapan. Strategi pemasaran Tesla yang minim iklan dan mengandalkan kekuatan merek tampaknya kurang efektif di India, di mana pabrikan otomotif umumnya gencar beriklan.
Kendati demikian, Tesla tetap menunjukkan niat untuk bertahan di pasar India. Perusahaan ini telah membangun fasilitas Supercharger di Mumbai dan Delhi, serta berencana membuka pusat pengalaman (experience center) ketiga di kota besar di India Selatan sebagai bagian dari rencana ekspansi pada 2026.
Sementara itu, pesaing asal China, BYD yang kini menjadi penjual EV terbesar di dunia, telah lebih dahulu membangun pijakan kuat di India. Pada paruh pertama tahun ini, BYD berhasil menjual lebih dari 1.200 unit SUV Sealion 7 dengan harga awal sekitar 4,9 juta rupee meski menghadapi tarif impor yang sama tingginya.
Untuk Kali Pertama Trump Akui Israel Mulai Kehilangan Kekuatan Lobinya di Kongres AS
Presiden Donald Trump mengaku "terkejut" melihat Israel yang pernah memiliki kekuatan lobi sangat kuat di Kongres Amerika Serikat (AS), kini tak lagi memiliki kekuatan itu seiring meningkatnya anggota Kongres baik dari Partai Demokrat dan Republik yang berani mengkritisi aksi militer Israel di Jalur Gaza. Di Kantor Oval di Gedung Putih, Trump dalam wawancara dengan Daily Caller pada Jumat (29/8/2025) yang dipublikasikan Senin (1/9/2025) ini mengatakan, dua dekade lalu, Israel memiliki "lobi terkuat di Kongres atau badan apapun" tapi pengaruh kuat itu telah hilang.
"Israel pernah yang terkuat. Hari ini tidak punya lobi yang kuat. Itu luar biasa," kata Trump.
"Ada masanya saat anda tidak bisa bicara buruk, jika anda ingin menjadi politisi, anda tidak bisa berbicara buruk. Tapi hari ini, anda punya AOC (Alexandria Ocasio-Cortez) tambah tiga, dan adanya juga punya orang-orang gila ini, dan mereka benar-benar, mereka telah mengubahnya (kongres)," kata Trump, merujuk pada anggota kongres progresif yang selama ini kerap mengkritisi dukungan militer AS untuk Israel.
"Israel adalah pelobi terkuat yang pernah saya lihat. Mereka telah mengontrol Kongres, dan sekarang mereka tidak, anda tahu, saya sedikit terkejut melihat hal itu," kata Trump.
Pernyataan Trump itu merespons sebuah pertanyaan merujuk pada polling March Pew yang menunjukkan bahwa 53 persen dari warga dewasa AS sekarang tidak suka dengan Israel, meningkat dari angka 42 persen pada 2022. Pewawancara menyoroti meningkatnya kekuatan blok "America First" dari kalangan pendukung Partai Republik yang skeptis atas dukungan terhadap Israel.
Polling dari Universitas Quinnipiac yang dirilis pekan lalu juga menunjukkan bahwa 60 persen pemilih menentang kebijakan pengiriman senjata tambahan ke Israel, angka oposisi tertinggi sejak serangan 7 Oktober 2023 Hamas terhadap Israel. Separuh dari responden, termasuk 77 persen dari kalangan Demokrat, mengatakan, Israel telah melakukan Genosida di Gaza.
Israel telah membunuh lebih dari 63 ribu warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Kampanye militer Israel telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur Gaza dan memicu bencana kelaparan.
Pada November 2024, Mahkamah Kriminal Internasional menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan melawan kemanusiaan di Gaza. Israel kini juga menghadapi gugatan kasus genosida di Mahkamah Pidana Internasional.
Bocoran Dokumen Rahasia Ungkap 'Operasi Kereta Gideon' di Gaza Gagal di Banyak Front
Sebuah dokumen rahasia milik Angkatan Darat Israel bocor ke media dan terungkap bahwa Operasi Kereta Gideon yang dilancarkan militer Zionis di Gaza sebagian besar gagal di banyak front, termasuk mencapai tujuan utamanya. Diketahui, dua tujuan operasi militer itu adalah untuk mengalahkan Hamas dan membebaskan puluhan sandera yang masih tersisa.
Dokumen itu bocor dan dipublikasikan oleh Channel 12 akhir pekan lalu mengungkapkan bahwa, para pejabat Israel termasuk Kepala Staf Angkata Darat mengkriti Operasi Kereta Gideon dengan menyebut, "Israel telah membuat setiap kesalahan yang memungkinkan".
Meski para menteri saya kanan dan ekstremis Israel memuji operasi itu, sebagian pejabat senior lain yang mengevaluasi temuan mengatakan bahwa mereka meragukan Angkatan Darat mengambil pelajaran dari kegagalan itu untuk melanjutkan Operasi Kereta Gideon II. Para pejabat senior itu juga menuduh Angkatan Darat bertindak "berlawanan dengan doktrin militer mereka sendiri," merujuk pada kesalahan manejemen dan sumber daya dan kelelahan dari para prajuritnya.
Mereka juga menyalahkan Angkata Darat telah "mengikis dukungan internasional," demikian dilaporkan Times of Israel, Senin (1/9/2025).
Dokumen itu menyebutkan bahwa, Israel bergantung pada "logika pencegahan ketimbang kemenangan menentukan," dan menyoroti kegagalan militer untuk membebaskan sandera atau memberantas Hamas. Kegagalan besar lain, menurut dokumen itu, yakni ketidakkompetenan dalam hal perencanaan dan distribusi bantuan. Akibatnya, Hamas mampu membuat kampanye global soal tuduhan Israel telah membuat populasi di Gaza kelaparan.
Kegagalan lainnya, termasuk manuver berulang para tentara di area sama dalam tempo lambat dan gagal mencegah korban tewas dari pihak IDF. Laporan itu menyebut bahwa, Operasi Kereta Gideon telah mengakibatkan tekanan signifikan terhadap para prajurit dan juga berkurangnya perlengkapan perang.
Terungkap juga dari dokumen itu bahwa, persiapan tentara Israel lemah untuk menghadapi perang gerilya, yang mana dinilai sebagai alasan utama dari kegagalan Operasi Kereta Gideon. Namun demikian, dokumen itu memuji operasi militer yang dinilai berhasil menekan Hamas untuk menurunkan tawaran saat bernegosiasi, dan meningkatkan jumlah sandera yang dibebaskan Hamas sebagai bagian dari kesepakatan.
Dikonfirmasi Channel 12, Angkatan Darat Israel telah membantah dokumen rahasia yang bocor itu dan menegaskan tujuan perang di Gaza tetap tercapai. Angkatan Darat Israel juga mengeklaim mereka melanjutkan upaya untuk mencapai semua tujuan perang di Gaza.
"(bocoran dokumen) didistribusikan tanpa izin atau pengecekan dari otoritas yang relevan. Masalah ini sedang diusut."
Meski Israel telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur dan memaksa warga Gaza menungsi, Hamas hingga kini masih eksis dan menahan 49 sandera. Perang yang pecah sejak 2023 sendiri telah mengakibatkan 63 ribu orang terbunuh dan Gaza kini berada dalam krisis kemanusian yang dalam.
Para ahli PBB dan organisasi-organisasi kemanusiaan di dunia telah menyimpulkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza. Kesimpulan itu berdasarkan fakta-fakta di lapangan dan pernyataan-pernyataan dari para pejabat Israel.
Media Rusia Laporkan George Soros di Balik Protes Meletus di Indonesia
Protes meletus di Indonesia, yang memaksa Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan kunjungannya ke China dan melewatkan KTT Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Tianjin. Meskipun kerusuhan tersebut mencerminkan keluhan ekonomi yang nyata, simbol bendera bajak laut "One Piece" yang digunakan para pengunjuk rasa-yang menggemakan taktik di wilayah lain--menunjukkan pengaruh eksternal, ungkap analis geopolitik Angelo Giuliano kepada Sputnik.
Dalam anime Jepang "One Piece," bajak laut mengibarkan bendera hitam bergambar tengkorak dan topi jerami dalam perjuangan mereka melawan "tirani." Pada Juli lalu, simbol tersebut mulai ramai bermunculan di seluruh Indonesia--di dinding, mobil, dan pintu.
Pertama, bisa jadi itu adalah National Endowment for Democracy (NED), yang telah mendanai media Indonesia sejak tahun 1990-an, menurut Giuliano. Kedua, open society foundations milik George Soros, yang aktif sejak tahun 1990-an dengan lebih dari 8 miliar atau sekitar Rp 131 triliun di seluruh dunia dan mendukung kelompok-kelompok seperti TIFA, yang mungkin juga berkontribusi.
Keterlibatan mereka menimbulkan pertanyaan tentang agenda tersembunyi yang patut ditelusuri. Selain itu, "Ini terkait dengan fokus Indo-Pasifik baru-baru ini di tengah ketegangan seperti konflik Kamboja-Thailand, yang mengisyaratkan motif geopolitik," kata Giuliano.
Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedelapan di dunia dalam hal PPP, ekonomi terbesar di ASEAN, dan negara terpadat keempat di dunia. Saat ini, jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa. "Dari sudut pandang imperialisme Barat, semua ini menjadi sasaran empuk bagi Indonesia, target yang sangat layak untuk diserang dengan revolusi warna yang direkayasa Barat," kata pendiri Seek Truth From Facts Foundation, Jeff J. Brown.
Begini Ancaman Buruh Pelabuhan Italia Jika Israel Ganggu Armada Sumud
Serikat buruh pelabuhan Italia mengancam akan memblokade semua pelabuhan Eropa dari pelayaran terkait Israel. Hal ini dilakukan jika pemerintah Israel macam-macam dengan awak Armada Global Sumud yang mulai bertolak mencoba menembus blokade Jalur Gaza lewat laut.
"Jika kami kehilangan kontak dengan kapal kami, dengan rekan-rekan kami, bahkan hanya selama 20 menit, kami akan memblokir seluruh Eropa. Bersama dengan serikat USB kami, bersama dengan semua pekerja pelabuhan, bersama dengan seluruh kota Genoa," ujar perwakilan dari Kolektif Otonom Pekerja Pelabuhan (Calp) dalam pelepasan armada Sumud dari pelabuhan Genoa di Italia, kemarin dilansir Palestine Chronicle.
Pelabuhan Genoa telah berubah menjadi simbol perlawanan dan solidaritas internasional. Media Italia melaporkan bahwa selama berminggu-minggu, para pekerja dermaga asal Genoa telah mengumpulkan bantuan untuk masyarakat Gaza. Pada Sabtu malam mereka memperbarui pesan mereka dengan tegas: jika Global Sumud Flotilla, yang berlayar dengan membawa persediaan makanan, berada dalam bahaya, maka akan terjadi respons yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kapal-kapal di armada itu berangkat dari Genoa pada Ahad. Bersamaan, rangkaian kapal juga dilepas di Barcelona, Spanyol. Mereka nanti akan disusul kapal-kapal dari Tunisia yang akan disertai rombongan kapal-kapal Indonesia. Sebanyak 50 kapal dari 44 negara diperkirakan ikut serta dalam rombongan yang diperkirakan tiba di perairan Gaza pada pertengahan September itu tersebut.
Juru bicara kolektif tersebut menjelaskan bahwa tahap paling sulit akan dimulai “sekitar pertengahan September, ketika kapal-kapal ini akan tiba di dekat pantai Gaza, di zona kritis.”
Selama acara menyalakan obor dukungan di Genoa, para pekerja dermaga menegaskan kembali komitmen mereka. “Anak-anak lelaki dan perempuan kami harus kembali tanpa cedera, dan semua barang kami, milik masyarakat, sampai ke kotak terakhir, harus sampai di tujuan.”
Mereka juga mengingatkan bahwa setiap tahun 13 ribu-14 ribu kontainer meninggalkan pelabuhan Genoa menuju Israel, dan mengeluarkan peringatan keras: "Kami tidak akan membiarkan satu paku pun lepas lagi. Kami akan melancarkan serangan internasional, kami akan memblokir jalan-jalan. Kami akan memblokir semuanya."
Sejauh ini, lebih dari 280 ton bahan makanan telah dikumpulkan dan dikirim berkat upaya bersama para pekerja pelabuhan dan asosiasi Music for Peace.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Pelabuhan Genoa adalah pelabuhan sipil dan bukan pelabuhan perang. Kami ingin mengirimkan sinyal bahwa kami tidak hanya memblokir senjata, tetapi kami juga mengirimkan bantuan secara fisik kepada penduduk Palestina," kata para pekerja pelabuhan tersebut.
“Sala della Compagnia Unica” yang bersejarah telah diubah menjadi gudang perlawanan, tempat tim sukarelawan pekerja pelabuhan mengatur, mengemas, dan memuat bantuan. Tidak hanya tenaga kerja mereka, namun juga kendaraan dan sumber daya mereka, digunakan untuk tujuan yang mereka anggap bukan solidaritas abstrak namun merupakan tugas kelas dan kemanusiaan.
Armada Sumud berangkat dari Genoa tidak hanya sebagai misi kemanusiaan, tetapi juga sebagai tantangan langsung terhadap pengepungan yang tidak manusiawi. Dan para pekerja dermaga telah menegaskan bahwa mereka tidak akan berdiam diri: jika ada yang mencoba menghentikan kapal-kapal tersebut, “kami akan memblokir seluruh Eropa.”
Wartawan Republika Bambang Noroyono dan fotografer Thoudy Badai yang berangkat ke Tunisia melaporkan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunisia berjanji akan memberikan perlindungan bagi seluruh peserta Indonesia Global Peace Convoy (IGPC). Duta Besar Indonesia di Tunis Zuhairi Misrawi mengatakan kanal-kanal diplomasi akan dilakukan demi menjaga keselamatan warga negara Indonesia yang turut ambil bagian dalam konvoi Global Sumud Flotila menembus blokade Gaza dari Zionis Israel.
Zuhairi mengatakan, langkah para relawan dan aktivis kemanusian Indonesia sudah baik untuk turut dalam pelayaran di Laut Mediterania menuju Gaza itu. Meskipun selama ini, ada risiko-risiko keamanan lantaran pelarangan ilegal dari rezim Zionis Israel.
"Jadi kami akan membantu melalui kanal-kanal diplomasi untuk keselamatan seluruh peserta konvoi dari Indonesia Global Peace Convoy. Insya Allah, kami akan memberikan pelayanan yang terbaik," kata Zuhairi saat ditemui di Kantor KBRI Tunisia di Tunis, Senin (1/9/2025). Zuhairi mengatakan, timnya di kedutaan juga akan melaporkan kehadiran peserta IGPC yang sudah tiba di Tunisia ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Dan kata Zuhairi, dirinya juga akan berkoordinasi dengan duta-duta besar Indonesia lainnya di kawasan Tanduk Afrika dan Mediterania lainnya. Karena beberapa wilayah perairan negara yang akan dilewati peserta konvoi juga memiliki perwakilan, seperti di Mesir, Libya, pun Yunani, juga Italia.
"Saya juga akan menyampaikan kepada teman-teman di luar negeri dan kepada teman-teman para duta-duta besar negara yang akan dilalui Indonesia Global Convoy Peace akan berangkat berlayar ke Gaza melalui Tunisia," kata Zuhairi. Ia berharap partisipasi IGPC dalam aksi kampanye akbar internasional menembus blokde Gaza akan semakin membuat tekanan kepada rezim Zionis Israel mengakhiri genosida di Gaza.
Insya Allah, karena niat kita baik, insya Allah perjalanan akan lancar dan suara teman-teman (peserta konvoi) dapat memberikan cahaya kedepan bagi masyarakat Gaza. Semoga blokade Gaza akan berakhir dan segera dibuka. Dan Gaza akan dibangun kembali. Palestina merdeka," kata Zuhairi. Rombongan IGPC sudah tiba di Tunisia sejak 31 Agustus 2025.
Kurang lebih 30 peserta IGPC itu terdiri dari relawan, aktivis kemanusian, tim medis, dan influencer juga para wartawan. Mereka dalam satu misi bersama Sumud Nusantara dan Sumud Global Flotila untuk konvoi berlayar dari Laut Mediterania membuka blokade Gaza pada 4 September 2025 mendatang. Ada ribuan peserta Global Flotila dari perwakilan 50-an negara yang turut serta dalam kampanye akbar laut menembus blokade Gaza itu.
Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menyampaikan rencana menangkap peserta armada 50 kapal dari 44 negara tersebut dengan penangkapan tanpa batas. Ben-Gvir mempresentasikan rencana tersebut pada diskusi pada Ahad mengenai langkah-langkah untuk menghentikan armada tersebut, yang dihadiri oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Katz, Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar, dan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer.
Ben-Gvir menekankan bahwa armada tersebut, meskipun diklaim memiliki tujuan kemanusiaan, akan dianggap sebagai upaya untuk melemahkan kedaulatan Israel dan mendukung Hamas di Gaza. “Rencana yang diusulkan menjabarkan langkah-langkah yang memperkuat posisi teguh Israel dalam menjaga perbatasannya dan menjamin keamanan nasional,” katanya.
Berdasarkan arahan baru yang disarankan, semua aktivis yang ditangkap sehubungan dengan armada tersebut akan ditahan di penjara Ketziot dan Damon Israel, yang digunakan untuk menahan teroris dengan kondisi ketat yang biasanya diperuntukkan bagi tahanan politik.
Para aktivis akan ditahan dalam jangka waktu lama, tidak seperti praktik sebelumnya yang membebaskan tahanan setelah menginap sebentar. Aktivis tidak akan diberi hak istimewa seperti televisi, radio, dan makanan khusus, sebagai upaya untuk memberikan pesan yang jelas bahwa mendukung terorisme tidak akan ditoleransi.
"Kami tidak akan membiarkan individu yang mendukung terorisme hidup dengan nyaman. Mereka akan menghadapi konsekuensi penuh atas tindakan mereka," kata Ben-Gvir.
Dalam upaya untuk mencegah upaya lebih lanjut yang mengganggu keamanan Israel, Ben-Gvir menyarankan agar semua kapal yang berpartisipasi dalam armada tersebut akan disita dan digunakan kembali untuk digunakan oleh aparat Israel. Penyitaan tersebut menurutnya sah, karena pemerintah percaya bahwa armada tersebut bukan hanya tindakan politik tetapi juga upaya ilegal untuk melewati blokade.