News Komoditi & Global ( Jumat, 8 Agustus 2025 )

News  Komoditi & Global

                                   (  Jum’at,   8  Agustus  2025  )

Harga Emas Global Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan didorong oleh Meningkatnya Permintaan Aset Safe Haven 

 

Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan pada Kamis (7/8/2025), didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven setelah tarif baru Presiden AS Donald Trump mulai berlaku dan data tenaga kerja AS memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,7% ke level US$ 3.392,65 per troi ons pada pukul 14.02 waktu New York atau 18.02 GMT, setelah sempat menyentuh titik tertinggi sejak 23 Juli. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup naik 0,6% di level US$ 3.453,70 per ons.

"Ketegangan dagang yang terus berlanjut serta meningkatnya ketegangan geopolitik terus menopang pasar emas melalui minat terhadap aset lindung nilai," ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Analis Logam Senior di Zaner Metals.

Tarif baru yang dikenakan Trump terhadap impor dari berbagai negara mulai berlaku pada Kamis, memicu kegelisahan di antara sejumlah mitra dagang utama seperti Swiss, Brasil, dan India yang kini berusaha menegosiasikan kesepakatan baru.

Di tengah meningkatnya risiko global, pernyataan terbaru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Israel berniat mengambil kendali militer atas seluruh wilayah Gaza menambah tekanan geopolitik yang mendorong permintaan terhadap emas.

Data terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mingguan naik ke level tertinggi dalam sebulan, menandakan mulai melonggarnya pasar tenaga kerja AS. Tren ini memperkuat keyakinan bahwa The Fed dapat segera memangkas suku bunga.

"Data ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga," tambah Grant.

Pekan lalu, data payroll yang lemah juga telah memicu lonjakan spekulasi pemangkasan suku bunga, dengan probabilitas penurunan sebesar 25 basis poin pada September kini mencapai lebih dari 91% berdasarkan CME FedWatch Tool.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan bahwa Gubernur The Fed Christopher Waller muncul sebagai kandidat kuat untuk menjadi Ketua The Fed berikutnya, menggantikan Jerome Powell yang kerap dikritik Trump karena enggan menurunkan suku bunga.

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mencatatkan kenaikan. Perak naik 0,7% ke US$ 38,11 per troi ons, tertinggi sejak 25 Juli. Palladium melonjak 1,7% ke US$ 1.151,31, sementara platinum bergerak stabil di level US$ 1.333,93.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga Minyak Dunia Melemah Merespon Kabar bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan segera bertemu dengan Presiden AS Donald Trump

 

Harga minyak dunia kembali melemah pada Kamis (7/8/2025), memperpanjang penurunan untuk hari keenam berturut-turut.

Pasar merespons kabar bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan segera bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, yang memunculkan harapan akan tercapainya solusi diplomatik untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Melansir Reuters, Harga Brent crude turun 46 sen atau 0,7% ke level US$ 66,43 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 47 sen atau 0,7% menjadi US$ 63,88 per barel.

Kedua acuan harga minyak ini sempat menyentuh titik terendah delapan minggu pada Rabu, setelah komentar Trump yang menyiratkan kemajuan dalam pembicaraan dengan Moskow.

Penasihat Kremlin Yuri Ushakov menyatakan bahwa Trump dan Putin akan bertemu dalam beberapa hari ke depan, menjadi pertemuan bilateral pertama sejak 2021.

Pejabat Gedung Putih sebelumnya menyebutkan pertemuan tersebut bisa terjadi paling cepat pekan depan.

Namun di sisi lain, AS tetap melanjutkan persiapan sanksi sekunder terhadap negara-negara pembeli energi Rusia, guna menekan Moskow agar mengakhiri invasi ke Ukraina. Rusia sendiri merupakan produsen minyak terbesar kedua dunia setelah AS.

Dalam perkembangan lain, Trump mengumumkan tarif tambahan sebesar 25% terhadap produk impor dari India, efektif mulai 28 Agustus.

Keputusan ini dikaitkan dengan keberlanjutan pembelian minyak Rusia oleh India yang kini menjadi pembeli terbesar kedua setelah China. Trump juga menyatakan bahwa tarif terhadap China bisa diumumkan dalam waktu dekat.

Selama sepekan terakhir, harga minyak global telah terkoreksi lebih dari 9%.

"Tambahan pasokan dari OPEC masih menjadi sentimen negatif utama, sementara ketidakpastian tarif menjadi argumen kuat bagi harga yang lebih rendah," tulis analis dari Ritterbusch and Associates dalam catatannya.

Penurunan harga pada Kamis tidak sedalam sebelumnya, berkat beberapa faktor pendukung seperti penurunan stok minyak mentah AS, kenaikan harga jual minyak Arab Saudi untuk Asia, dan impor minyak mentah China yang tetap solid secara tahunan.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa stok minyak mentah turun 3 juta barel menjadi 423,7 juta barel per 1 Agustus, jauh melampaui perkiraan penurunan 591.000 barel dalam jajak pendapat Reuters.

Di China, impor minyak pada Juli turun 5,4% dari Juni, namun masih naik 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Analis memperkirakan aktivitas kilang tetap tinggi dalam waktu dekat.

Sementara itu, Arab Saudi kembali menaikkan harga jual resmi (OSP) minyaknya untuk Asia pada September, kenaikan dua bulan berturut-turut di tengah pasokan ketat dan permintaan yang solid.

 

 

 

 

 

 

 

 

Wall Street :  S&P 500 Terseret Saham Eli Lilly, Nasdaq Cetak Rekor Baru

 

Indeks S&P 500 dan Dow Jones ditutup melemah pada perdagangan Kamis (7/8), terseret oleh penurunan tajam saham Eli Lilly setelah data uji klinis obat penurun berat badan terbarunya mengecewakan.

Di sisi lain, Nasdaq justru berhasil mencatatkan rekor penutupan tertinggi.

Melansir Reuters, Indeks Nasdaq menguat 0,35% ke 21.242,70. Sementara itu, S&P 500 turun tipis 0,08% ke 6.340,00 dan Dow Jones merosot 0,51% ke 43.968,64.

Sepanjang 2025, Nasdaq telah mencetak 17 rekor penutupan, sementara S&P 500 mencatatkan 15 rekor.

Menjelang akhir sesi, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pencalonan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Stephen Miran sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed menggantikan Adriana Kugler. Masa jabatan ini akan berlangsung hingga 31 Januari 2026.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa Gubernur The Fed Christopher Waller menjadi kandidat teratas Trump untuk posisi Ketua The Fed, menggantikan Jerome Powell yang kerap dikritiknya karena lambat memangkas suku bunga.

Saham Eli Lilly anjlok 14,1% meskipun perusahaan menaikkan proyeksi laba dan penjualan tahunannya.

Penurunan terjadi setelah data uji coba obat oral orforglipron untuk penurunan berat badan dianggap tidak memenuhi ekspektasi.

Saham Fortinet, perusahaan keamanan siber, juga terjun 22% setelah proyeksi pendapatannya berada di bawah perkiraan pasar.

"Reli pasar mulai terlihat kelelahan. Kita sempat naik karena kinerja laba, sementara pasar mengabaikan banyak berita soal tarif," ujar Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities, New York.

Pemerintahan Trump resmi memberlakukan tarif impor baru terhadap puluhan negara pada Kamis, menjadikan tarif impor rata-rata AS tertinggi dalam satu abad terakhir.

Saham Intel turun 3,1% setelah Trump menyerukan pengunduran diri CEO baru Intel, Lip-Bu Tan, yang disebut "sangat memiliki konflik kepentingan" karena hubungan bisnisnya dengan perusahaan China.

Sebaliknya, saham Apple naik 3,2% dan turut mendorong Nasdaq ke level penutupan tertinggi.

Trump menyatakan tarif 100% atas impor semikonduktor tidak akan berlaku bagi perusahaan yang memproduksi di AS atau telah berkomitmen membangun fasilitas domestik.

Dari sisi makro, data menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mingguan naik 7.000 menjadi 226.000, sedikit di atas ekspektasi. Meski demikian, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September tetap tinggi.

Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas pasar untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan depan berada di angka 93,2%, sedikit turun dari 94,6% sehari sebelumnya, namun jauh lebih tinggi dibandingkan 37,7% pada pekan lalu.

 

 

 

 

 

Bank Sentral China Perpanjang Pembelian Emas di Juli, Nilainya jadi US$243,99 miliar

 

Bank Sentral China kembali menambahkan emas ke cadangannya pada Juli 2025. Ini menjadi bulan kesembilan berturut-turut pembelian yang dilakukan.

Data dari People's Bank of China (PBOC) menunjukkan cadangan emas China naik menjadi 73,96 juta ons troi pada akhir Juli dari 73,90 juta ons pada akhir Juni. Secara nilai, cadangan emas tersebut nilainya naik dari US$ 242,93 miliar di Juni menjadi US$ 243,99 miliar di Juli.

"Pembelian yang berkelanjutan oleh salah satu bank sentral terbesar di dunia menandakan permintaan emas yang kuat," kata Zain Vawda, analis di MarketPulse by OANDA sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (7/8/2025).

"Ini memperkuat gagasan bahwa ini adalah keputusan kebijakan jangka panjang dan strategis," tambah Vawda.

PBOC memulai kembali melanjutkan pembelian emas pada November 2024 setelah sempat terhenti selama 6 bulan.

Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai selama masa ketidakpastian, mencapai rekor tertinggi awal tahun ini di tengah kekhawatiran atas kebijakan tarif, ketegangan geopolitik, dan pembelian bank sentral.

Sebuah jajak pendapat Reuters pada bulan Juli menunjukkan bahwa kekhawatiran atas perdagangan global dan utang fiskal mendorong investor ke aset yang lebih aman. Jajak pendapat terhadap 40 analis dan pedagang mengembalikan perkiraan median US$ 3.220 per troy ounce emas untuk tahun ini, naik dari US$ 3.065 dalam jajak pendapat sebelumnya.

Mengutip Trading Economic, Kamis (7/8/2025) pukul 16.50 wib, harga emas tercatat naik 0,26% ke level US$ 3.377,58 per ons troi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kremlin Sebut Putin dan Trump Akan Bertemu dalam Waktu Dekat, Bahas Perang Ukraina

 

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan akan mengadakan pertemuan bilateral dalam beberapa hari mendatang.

Hal ini disampaikan oleh ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, pada Kamis (7/8), dan akan menjadi pertemuan puncak pertama antara kedua tokoh sejak 2021.

Pengumuman tersebut muncul sehari setelah utusan Trump, Steve Witkoff, mengadakan pembicaraan dengan Putin guna mencari jalan keluar untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Trump sebelumnya mengancam akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada Rusia dan negara-negara yang tetap mengimpor ekspor Rusia jika tidak tercapai kesepakatan damai.

"Atas usulan pihak Amerika, secara prinsip telah disepakati untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Vladimir Putin dan Donald Trump dalam waktu dekat," ujar Ushakov, seperti dikutip kantor berita Interfax.

Ia menambahkan bahwa lokasi pertemuan telah disepakati, namun belum diumumkan secara resmi.

Putin sendiri dijadwalkan bertemu Presiden Uni Emirat Arab pada hari yang sama, yang oleh beberapa sumber disebut-sebut sebagai tempat potensial pelaksanaan pertemuan tersebut.

Pasar keuangan Rusia merespons positif kabar ini. Indeks saham MOEX melonjak lebih dari 5% dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Sementara itu, nilai tukar rubel menguat terhadap dolar AS dan yuan Tiongkok.

Pertemuan ini akan menjadi pertemuan tingkat tinggi pertama antara pemimpin Rusia dan AS sejak Presiden Joe Biden bertemu dengan Putin di Jenewa pada Juni 2021. Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 telah memperburuk hubungan diplomatik kedua negara secara drastis.

Trump diketahui berusaha memperbaiki hubungan AS-Rusia dan berkomitmen untuk mengakhiri konflik Ukraina. Meski begitu, dalam pernyataan publiknya, ia kerap menunjukkan sikap ambigu terhadap Putin, antara kekaguman dan kritik tajam.

Usulan Pertemuan Tiga Pihak

Menurut Ushakov, dalam pertemuan dengan Putin, Witkoff sempat mengusulkan pertemuan tiga pihak antara Trump, Putin, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Namun, Rusia menolak menanggapi usulan tersebut.

"Kami mengusulkan agar fokus diarahkan pada persiapan pertemuan bilateral antara Putin dan Trump. Kami yakin, yang terpenting adalah memastikan pertemuan tersebut berjalan sukses dan produktif," kata Ushakov.

Ia juga menyebut bahwa pertemuan antara Putin dan Witkoff berlangsung dalam suasana bisnis dan konstruktif.

"Ditekankan bahwa hubungan Rusia-Amerika dapat dikembangkan melalui pendekatan yang sepenuhnya baru dan saling menguntungkan, sangat berbeda dari dinamika hubungan dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Blogger pro-Kremlin, Yuri Podolyaka, menyebut Putin memainkan "permainan diplomatik yang sangat hebat". Menurutnya, Putin berhasil memanfaatkan Trump dalam "korsel negosiasi", tulisnya di blog pribadinya yang memiliki lebih dari 3 juta pengikut.

Sementara itu, Trump pada hari Rabu mengumumkan penerapan tarif tambahan sebesar 25% terhadap barang-barang asal India yang mulai berlaku pada 28 Agustus, sebagai respons atas keputusan New Delhi yang tetap mengimpor minyak dari Rusia. Langkah ini memperburuk ketegangan antara AS dan India.

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan penerapan tarif serupa terhadap produk asal China, yang juga merupakan salah satu importir utama minyak Rusia.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval, pada Kamis. Dalam pertemuan tersebut, Shoigu menegaskan komitmen Moskow untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan India.

Menurut Interfax, Doval menyampaikan bahwa Presiden Putin dijadwalkan akan mengunjungi India pada akhir Agustus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Korea Selatan: Samsung dan SK Hynix Tidak Akan Kena Tarif Chip 100% dari AS

 

Pemerintah Korea Selatan memastikan bahwa dua raksasa chip negara itu, Samsung Electronics dan SK Hynix, tidak akan terdampak oleh rencana tarif 100% yang akan dikenakan Amerika Serikat terhadap impor semikonduktor.

Utusan dagang utama Korsel, Yeo Han-koo, menyampaikan dalam wawancara radio pada Kamis (7/8/2025) bahwa Korea Selatan akan mendapat perlakuan tarif paling menguntungkan dari AS di bawah kesepakatan dagang antara kedua negara.

Namun, Yeo tidak merinci lebih lanjut mengenai rincian tarif atau mekanisme pengecualian tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif sekitar 100% terhadap chip yang diimpor dari negara-negara yang tidak memproduksi di AS atau tidak memiliki rencana produksi di sana.

Tarif ini tidak akan diberlakukan bagi perusahaan yang telah berkomitmen membangun fasilitas produksi di AS atau sedang dalam proses melakukannya.

Pernyataan Trump belum merupakan pengumuman resmi, dan banyak detail teknis masih belum jelas.

Samsung saat ini telah membangun dua pabrik fabrikasi chip di Austin dan Taylor, Texas.

Sementara itu, SK Hynix telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik advanced packaging dan pusat R&D untuk produk kecerdasan buatan di negara bagian Indiana.

Meski demikian, analis Yuanta Securities Baik Gil-hyun menilai bahwa belum jelas apakah investasi SK Hynix dalam fasilitas packaging saja cukup untuk memenuhi syarat pengecualian tarif.

"Samsung tampaknya lebih diuntungkan, tidak hanya karena investasinya di AS, tetapi juga karena masuknya mereka ke dalam rantai pasok Apple," jelas Baik.

Apple mengonfirmasi bahwa Samsung akan memasok chip dari pabriknya di Texas untuk produk Apple, termasuk iPhone.

Seiring kabar tersebut, saham Samsung Electronics menguat 2,6%, sementara SK Hynix naik tipis 0,6%, sejalan dengan pergerakan pasar saham secara umum.

Kedua perusahaan menolak memberikan komentar terkait pernyataan Presiden Trump.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengapa Mobil Amerika Gagal Menarik Hati Konsumen Jepang dan Eropa

 

Donald Trump sering mengkritik Jepang dan negara-negara Eropa karena dianggap enggan membeli mobil buatan Amerika Serikat, padahal mobil-mobil dari Asia dan Eropa justru laris di pasar AS.

Meski dalam berbagai perjanjian dagang terbaru tarif dan pengujian keselamatan mulai dilonggarkan untuk mobil AS, penjualan kendaraan asal Detroit tetap tertinggal jauh — dan penyebabnya bukan semata-mata soal hambatan dagang.

Di banyak kota di Jepang dan Eropa, jalan-jalan sempit dan tempat parkir yang terbatas membuat mobil-mobil besar seperti Ford F-150 dan Cadillac Escalade tidak praktis. Sementara konsumen lokal lebih memilih kendaraan ramping dan irit seperti Toyota Corolla, Honda Civic, Volkswagen Golf, dan Renault Clio.

“Mobil Amerika didesain untuk jalan lebar dan berkendara di jalan bebas hambatan. Mengemudikannya di jalan sempit Jepang butuh teknik tersendiri,” kata Yumihito Yasue, Presiden Johnan Jeep Petit di Tokyo, yang mengimpor dan memperbaiki mobil-mobil vintage asal AS.

Yasue, yang mewarisi bisnis keluarganya, hanya menjual sekitar 20 mobil Amerika per tahun. Ia menyebut desain sebagai keunggulan utama: “Bentuk bodi mobil Amerika lebih indah dibanding mobil Jepang atau Jerman, terutama garis belakang dan fender-nya.”

Namun, data penjualan menunjukkan kenyataan yang kurang menggembirakan. Dari 3,7 juta mobil baru yang terjual di Jepang tahun lalu, hanya 6% berasal dari merek asing. Dari jumlah itu, hanya sekitar 570 unit Chevrolet, 450 Cadillac, dan 120 Dodge yang berhasil terjual.

Ford bahkan telah keluar dari pasar Jepang sejak hampir satu dekade lalu. Sementara Tesla, meskipun masih tergolong baru, mulai mendapat tempat karena desainnya yang ramping dan modern.

Di Eropa, mobil-mobil kecil buatan lokal seperti Ford Puma dan Fiesta sempat populer. Namun dalam dua dekade terakhir, fokus Ford dan GM beralih ke kendaraan besar seperti pickup dan SUV yang kurang cocok dengan kebutuhan konsumen Eropa.

Penjualan Ford di Eropa anjlok dari 1,26 juta unit pada 2005 menjadi hanya 426.000 pada 2024, menurut data ACEA. Pangsa pasarnya juga turun dari 8,3% menjadi 3,3%.

Sementara itu, General Motors (GM) menjual Opel dan menarik Chevrolet dari Eropa pada 2017. Meskipun GM kembali dengan SUV listrik Cadillac Lyriq, hanya 1.514 unit yang terjual sepanjang tahun lalu.

“Jalanan kami tidak dirancang untuk Ford F-150. Itu bukan yang diinginkan pelanggan kami,” kata Andy Palmer, mantan CEO Aston Martin.

Trump juga mendesak Korea Selatan agar membuka pasarnya untuk mobil Amerika. Namun, data menunjukkan kendaraan impor hanya mencakup kurang dari 20% dari total pasar, dan mobil AS hanya 16% dari segmen tersebut—sisanya dikuasai oleh merek Jerman seperti Mercedes-Benz dan BMW, yang juga kuat di pasar Jepang.

Keberhasilan merek Eropa disebut karena mereka lebih berkomitmen terhadap adaptasi produk dan pemasaran jangka panjang di pasar Asia.

Sebaliknya, produsen Amerika sering diasosiasikan dengan mobil setir kiri, yang tidak praktis di negara-negara dengan sistem kemudi kanan seperti Jepang dan Inggris. Beberapa perusahaan AS mulai berubah: sejak 2021, Chevrolet Corvette hanya diproduksi dalam versi setir kanan untuk pasar luar negeri, dan kini 80% pembelinya adalah pelanggan baru.

Satu-satunya merek Amerika yang cukup sukses di Jepang adalah Jeep, dengan penjualan hampir 10.000 unit tahun lalu. Keberhasilan ini sebagian besar karena Jeep menawarkan model setir kanan dan citra kendaraan yang “outdoorsy” serta berbeda.

Yukimi Nitta, seorang pemilik salon di Jepang, menyukai Jeep Wrangler karena tampilannya yang unik dan memiliki nilai jual kembali yang tinggi. “Orang-orang sering bilang, ‘Wow, mobil asing!’ Tapi begitu mengemudi, rasanya biasa saja,” ujarnya. Ia bahkan sudah dua kali berganti Jeep dan menginspirasi dua temannya untuk ikut membeli Wrangler.

Jeep juga aktif mengadakan acara komunitas dan berkolaborasi dengan budaya pop, termasuk peluncuran Wrangler edisi pink terbatas hasil kerja sama dengan film “Jurassic World.”

Meski Jeep menjadi pengecualian, sebagian besar mobil besar buatan Amerika masih sulit diterima di pasar global seperti Jepang dan Eropa. Selain kendala ukuran dan efisiensi bahan bakar, selera pasar juga mengarah pada mobil yang ramping, hemat energi, dan mudah diparkir.

Daniel Cadwell, seorang warga AS yang tinggal di Tokyo dan mengekspor mobil van Jepang ke AS, menyimpulkan: “Mobil Amerika ukurannya luar biasa besar. Sulit membayangkan kendaraan seperti itu bisa dianggap menarik di Jepang.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Laba Toyota Tertekan, Proyeksi Tahunan Dipangkas 16%

 

Toyota Motor Corp memangkas proyeksi laba operasional untuk tahun fiskal penuh sebesar 16% menjadi 3,2 triliun yen atau sekitar US$ 21,7 miliar.

Keputusan ini diambil menyusul tekanan dari penguatan nilai tukar yen, kenaikan harga material, dan tarif impor Amerika Serikat yang lebih tinggi.

Produsen mobil terbesar di dunia ini sebelumnya memperkirakan laba operasional mencapai 3,8 triliun yen.

Namun, Toyota kini memperkirakan tarif impor AS saja akan memangkas keuntungan sebesar 1,4 triliun yen sepanjang tahun fiskal berjalan.

Sebelumnya, Toyota hanya memperkirakan kerugian sebesar 180 miliar yen akibat tarif untuk periode April dan Mei.

Namun, ini merupakan pertama kalinya perusahaan menyampaikan proyeksi beban tarif untuk setahun penuh.

Meski demikian, Toyota mencatatkan kinerja yang masih lebih baik dari perkiraan analis pada kuartal pertama (April–Juni) tahun fiskal 2025.

Laba operasi tercatat sebesar 1,17 triliun yen, menurun dibandingkan 1,31 triliun yen pada periode yang sama tahun lalu, namun melampaui estimasi rata-rata analis sebesar 902 miliar yen menurut data LSEG.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sony Naikkan Proyeksi Laba, Dampak Perang Dagang AS Dinilai Lebih Ringan

 

Raksasa teknologi dan hiburan Jepang, Sony, menaikkan proyeksi laba operasional tahun fiskal 2025 sebesar 4% menjadi ¥1,33 triliun (US$ 9,01 miliar).

Kenaikan ini mencerminkan ekspektasi bahwa dampak dari perang dagang yang dipicu Presiden AS Donald Trump akan lebih kecil dari perkiraan sebelumnya.

Sony kini memperkirakan dampak tarif hanya sebesar ¥70 miliar, turun dari estimasi sebelumnya sebesar ¥100 miliar pada bulan Mei.

Estimasi ini didasarkan pada tarif yang berlaku per 1 Agustus, meskipun Sony menegaskan bahwa situasinya masih sangat dinamis.

Sejumlah perusahaan Jepang lainnya, seperti Honda Motor, juga memangkas estimasi kerugian akibat tarif setelah tercapainya kesepakatan dagang antara Jepang dan Amerika Serikat pada bulan lalu.

Sony juga menyampaikan bahwa prospek keuntungan unit bisnis gim (games) semakin kuat, ditopang oleh peningkatan penjualan layanan jaringan dan kurs yen yang menguntungkan.

Dulunya dikenal sebagai produsen elektronik konsumen seperti pemutar kaset portabel Walkman, Sony kini menjelma menjadi raksasa hiburan global yang mencakup bisnis gim, film, musik, serta menjadi salah satu produsen sensor gambar terkemuka untuk smartphone.

Perusahaan melaporkan kenaikan laba operasional sebesar 36,5% menjadi ¥340 miliar untuk kuartal April–Juni, melampaui konsensus delapan analis yang disurvei oleh LSEG, yakni sebesar ¥288 miliar.

Saham Sony langsung melonjak 5% usai pengumuman kinerja keuangan yang disampaikan saat jeda perdagangan siang di bursa Tokyo.

Sony mencatat penjualan 2,5 juta unit konsol PlayStation 5 (PS5) pada kuartal pertama, naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba operasional dari bisnis gim lebih dari dua kali lipat menjadi ¥148 miliar, didorong oleh lonjakan penjualan layanan jaringan dan gim pihak ketiga.

Industri konsol sempat diproyeksi mendapat dorongan signifikan dari peluncuran Grand Theft Auto VI (GTA 6) tahun ini. Namun, perilisan gim populer tersebut ditunda hingga 2026.

Penundaan ini membuka peluang bagi pesaing seperti Nintendo, yang pekan lalu melaporkan tingginya permintaan awal untuk perangkat Switch 2 generasi terbaru mereka.

Di lini bisnis lain, Sony tengah bersiap mengurangi kepemilikan sahamnya di unit keuangan menjadi di bawah 20% melalui skema spin-off sebagian. Unit bisnis ini dijadwalkan melantai di Bursa Tokyo pada 29 September mendatang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gencatan Senjata Disepakati, ASEAN Kirim Tim Pengamat ke Perbatasan Thailand-Kamboja

 

Para pejabat tinggi pertahanan dari Thailand dan Kamboja sepakat untuk mengizinkan tim pengamat dari ASEAN memantau wilayah perbatasan yang disengketakan, sebagai langkah untuk mencegah terulangnya konflik bersenjata yang menewaskan puluhan orang dan memaksa ratusan ribu lainnya mengungsi.

Kesepakatan ini muncul setelah kedua negara mengalami konflik paling mematikan dalam lebih dari satu dekade, yang berlangsung selama lima hari hingga akhirnya tercapai gencatan senjata pada akhir Juli.

Pertempuran tersebut mencakup serangan artileri dan pengeboman oleh jet tempur, menewaskan sedikitnya 43 orang dan menyebabkan lebih dari 300.000 penduduk di kedua sisi perbatasan terpaksa mengungsi.

Upaya diplomatik sebelumnya oleh Cina dan Malaysia, selaku ketua ASEAN saat ini, sempat gagal meredakan ketegangan. Namun, menurut laporan eksklusif Reuters, Presiden AS Donald Trump memberikan tekanan dengan menyatakan bahwa negosiasi tarif tidak akan dilanjutkan jika konflik tidak dihentikan.

Tekanan ini mendorong kedua negara untuk segera duduk di meja perundingan.

Tim Pengamat Militer ASEAN Akan Dikerahkan

Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Seiha, dan Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Thailand, Nattaphon Narkphanit, bertemu di markas Angkatan Bersenjata Malaysia di Kuala Lumpur, pada Kamis, untuk merumuskan ketentuan penghentian permanen permusuhan.

“Akan ada tim pengamat yang terdiri dari atase militer negara-negara ASEAN yang berbasis di Thailand dan Kamboja, dipimpin oleh Malaysia,” ujar Nattaphon dalam konferensi pers usai pertemuan.

Ia menegaskan bahwa pengamat asing tidak akan menyeberangi perbatasan, melainkan akan beroperasi dari dalam wilayah masing-masing. "Thailand dan Kamboja adalah negara tetangga yang tidak bisa menjauh satu sama lain... Sebuah resolusi damai akan memungkinkan rakyat kami kembali hidup tenteram," tambahnya.

Jadwal Negosiasi Lanjutan dan Komitmen Jangka Panjang

Dalam pernyataan bersama, kedua negara menyepakati akan menggelar pertemuan lanjutan dalam dua minggu, dan pertemuan lanjutan kedua dalam satu bulan ke depan.

Ketentuan damai ini merupakan hasil dari tiga hari pembicaraan intensif antar pejabat senior di Kuala Lumpur, yang kemudian dirampungkan pada hari keempat, disaksikan oleh pengamat dari Cina dan Amerika Serikat.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, melalui media sosial menyatakan, “Kedua pihak telah sepakat atas pelaksanaan gencatan senjata dan peningkatan komunikasi antara kedua angkatan bersenjata.”

Thailand dan Kamboja telah berselisih selama beberapa dekade mengenai wilayah-wilayah yang belum ditentukan batasnya secara resmi di sepanjang perbatasan darat sepanjang 817 km. Peta awal wilayah tersebut dibuat oleh Prancis pada tahun 1907, ketika Kamboja masih menjadi koloni Prancis, yang menjadi sumber perdebatan batas wilayah hingga hari ini.

 

 

 

 

 

 

Setelah Rugi Tahun Lalu, SoftBank Kantongi Laba Rp 46,8 Triliun di Kuartal I-2025

 

SoftBank Group mencatatkan laba bersih sebesar 421,8 miliar yen atau sekitar US$ 2,87 miliar atau sekitar Rp 46,8 triliun pada kuartal I tahun fiskal 2025 (periode April–Juni), berbalik dari rugi bersih 174,3 miliar yen pada periode yang sama tahun lalu.

Capaian ini juga melampaui estimasi rata-rata tiga analis yang dihimpun LSEG, yakni sebesar 127,6 miliar yen. Kinerja positif ini menjadi laba kuartalan kedua berturut-turut bagi SoftBank, sekaligus memperkuat laporan laba tahunan pertamanya dalam empat tahun terakhir.

Unit investasi Vision Fund mencatatkan laba investasi sebesar 726,8 miliar yen atau US$ 4,94 miliar, berkontribusi besar terhadap kinerja perusahaan. Peningkatan ini didorong oleh kuatnya kinerja saham sektor telekomunikasi dan kenaikan valuasi perusahaan rintisan tahap akhir.

Kinerja tersebut menjadi angin segar bagi investor, di tengah langkah SoftBank yang kembali agresif melakukan investasi besar, terutama di sektor kecerdasan buatan (AI).

Sejak peluncuran Vision Fund pada 2017 dan 2019, inilah fase belanja modal terbesar SoftBank.

Saat ini, investor menanti kejelasan soal skema pembiayaan investasi tersebut, proyeksi pengembalian dana, serta kemungkinan penjualan aset untuk mendanai proyek baru.

Salah satu investasi besar yang sedang berjalan adalah pendanaan senilai US$ 40 miliar untuk OpenAI, produsen teknologi ChatGPT. Dari jumlah tersebut, SoftBank berkomitmen mendanai US$ 22,5 miliar hingga akhir tahun ini, sementara sisanya telah disetor oleh investor lain.

SoftBank juga menjadi pemimpin pendanaan untuk proyek Stargate, sebuah inisiatif senilai US$ 500 miliar yang bertujuan mengembangkan pusat data di Amerika Serikat.

Proyek ini merupakan bagian dari strategi pendiri SoftBank, Masayoshi Son, untuk menjadikan perusahaan sebagai “pengatur industri” di sektor teknologi.

Meski demikian, SoftBank belum mengungkap detail potensi pengembalian dari proyek Stargate. Besaran partisipasi pihak ketiga akan menentukan kebutuhan pembiayaan tambahan seperti pinjaman bank atau penerbitan surat utang.

Sebagai bagian dari strategi pendanaan, pada Juli lalu SoftBank menggalang dana sebesar US$ 4,8 miliar melalui penjualan sebagian kepemilikan di T-Mobile.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini Ketakutan Panglima Militer Israel Jika Zionis Ambil Alih Sepenuhnya Jalur Gaza

 

Panglima militer Israel memperingatkan agar rezim Benjamin Netanyahu tidak mengambil alih sepenuhnya Gaza. Pernyataan Panglima itu dikonfirmasi tiga sumber Israel yang mengetahui diskusi tersebut sebagai dilansir CNN, Rabu (6/8/2025).

Dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi pada Selasa malam, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir memperingatkan bahwa penaklukan penuh Gaza akan menjebak militer di dalam wilayah kantong tersebut. "Ini membahayakan para sandera yang tersisa," kata sumber tersebut.

Langkah seperti itu, kata Zamir, juga akan menambah beban pasukan Israel ketika militer sudah mengalami tingkat atrisi dan kelelahan di antara pasukan cadangan.

Menurut dua sumber, Zamir lebih menyerukan pengepungan Kota Gaza dan permukiman lain tempat para sandera mungkin ditawan. Sementara Netanyahu mendorong operasi yang lebih intrusif ke jantung wilayah tersebut.

Netanyahu akan mendesak pertemuan kabinet keamanan pada Kamis untuk mendukung penaklukan sepenuhnya Jalur Gaza.

Perselisihan terbaru ini menggarisbawahi perselisihan yang semakin besar antara kepemimpinan militer Israel dan eselon politiknya. Militer Israel telah merekomendasikan diplomasi untuk mengakhiri perang. Sementara Netanyahu dan pemerintahannya telah mendorong tujuan perang yang maksimalis.

Militer Israel mengatakan, mereka telah menguasai sekitar 75% wilayah Gaza setelah hampir dua tahun perang yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan memicu krisis kemanusiaan.

Israel menarik diri dari Gaza dua dekade lalu, tetapi Zamir memperingatkan bahwa pendudukan militer penuh dapat menjerat IDF lagi.

Peringatan Zamir sekali lagi membuat panglima militer baru tersebut berselisih dengan partai-partai sayap kanan di pemerintahan Israel. Pemerintahan Netanyahu telah berulang kali menyerukan perluasan pengeboman dan pengepungan Israel atas Gaza untuk menghancurkan Hamas, sesuatu yang tidak dapat dilakukan Israel meskipun telah bertempur selama hampir dua tahun.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir meminta Zamir secara terbuka menyatakan dengan suaranya sendiri bahwa ia akan mengikuti kepemimpinan politik negara. Bahkan jika keputusan itu mengenai penaklukan Gaza

Setelah pertemuan pada Selasa, Kantor Perdana Menteri mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa, "IDF siap untuk melaksanakan keputusan apa pun yang dibuat oleh Kabinet Keamanan."

Pada Rabu, Netanyahu juga bertemu dengan pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, yang kemudian mengeluarkan pernyataan video yang menyebut penaklukan Gaza sebagai ide yang sangat buruk.

"Anda tidak akan melakukan langkah seperti itu kecuali sebagian besar bangsa mendukung Anda," kata Lapid. Rakyat Israel tidak tertarik dengan perang ini - kami akan membayar harganya."

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pada Rabu (6/8/2025), bahwa Zamir berhak untuk menyampaikan pandangannya. Tetapi militer pada akhirnya harus melaksanakan setiap keputusan pemerintah terkait Gaza.

"Adalah hak dan kewajiban Kepala Staf untuk menyatakan posisinya di forum yang tepat, dan setelah keputusan dibuat oleh eselon politik, (militer) akan melaksanakannya dengan tekad dan profesionalisme... hingga tujuan perang tercapai," tulis Katz di X dikutip Al-Arabiya.

"Sebagai menteri pertahanan yang bertanggung jawab atas (militer) atas nama pemerintah, saya harus memastikan bahwa keputusan ini dilaksanakan — dan memang akan demikian," katanya menambahkan.

Jajak pendapat telah berulang kali menunjukkan bahwa mayoritas warga Israel mendukung diakhirinya perang dengan imbalan pembebasan 50 sandera yang tersisa di Gaza.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah kematian tertinggi dalam beberapa pekan pada Rabu, dengan 138 orang tewas dalam 24 jam terakhir. "Lima orang meninggal karena kelaparan dalam 24 jam terakhir," kata Kementerian Kesehatan pada hari Rabu.

Jumlah total korban meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi menjadi 193 orang, termasuk 96 anak-anak.

Hanya 1,5% lahan pertanian Gaza yang dapat diakses dan tidak rusak hingga 28 Juli. Demikian menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

COGAT, badan Israel yang bertanggung jawab untuk membawa bantuan ke Gaza, mengatakan hampir 300 truk memasuki Gaza dan dikumpulkan serta didistribusikan oleh PBB dan organisasi internasional pada Selasa. COGAT menambahkan bahwa 110 palet bantuan telah dijatuhkan melalui udara melalui kerja sama dengan UEA, Mesir, Yordania, Jerman, Kanada, dan Belgia.

Namun, Kantor Media yang dikendalikan Hamas mengatakan bahwa hanya 84 truk yang berhasil memasuki wilayah tersebut pada Selasa. COGAT menambahkan bahwa Jalur Gaza membutuhkan setidaknya 600 truk bantuan dan bahan bakar setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk.

 

 

Israel Dilaporkan Terpecah, Kepala Militer Tolak Duduki Seluruh Gaza, Menhan Memaksa

 

Rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menguasai seluruh Jalur Gaza tidak sepenuhnya didukung militer. Media Israel melaporkan Kepala Staf Militer Eyal Zamir menentang rencana tersebut.

Namuna Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pada Rabu (6/8/2025), bahwa  Zamir berhak untuk menyampaikan pandangannya. Tetapi militer pada akhirnya harus melaksanakan setiap keputusan pemerintah terkait Gaza.

"Adalah hak dan kewajiban Kepala Staf untuk menyatakan posisinya di forum yang tepat, dan setelah keputusan dibuat oleh eselon politik, (militer) akan melaksanakannya dengan tekad dan profesionalisme... hingga tujuan perang tercapai," tulis Katz di X dikutip Al-Arabiya.

"Sebagai menteri pertahanan yang bertanggung jawab atas (militer) atas nama pemerintah, saya harus memastikan bahwa keputusan ini dilaksanakan — dan memang akan demikian," tambahnya.

Kepala Staf Zamir belum membuat pernyataan publik mengenai masalah ini. Tetapi dilaporkan menyatakan penentangannya terhadap pendudukan militer penuh dalam pertemuan terbatas antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para petinggi keamanan pada Selasa.

Sementara itu Ratusan warga Israel berdemonstrasi di dekat kantor pusat Kementerian Pertahanan di Tel Aviv pada Selasa malam, menuntut diakhirinya perang di Gaza dan pembebasan para sandera.

Para demonstran memblokir Jalan Raya Ayalon - yang melewati kementerian - dengan membakar ban mobil, lapor Channel 12 Israel.

Di antara para pengunjuk rasa terdapat keluarga sandera Israel yang ditawan di Gaza, yang bergabung dalam unjuk rasa untuk menyatakan penolakan mereka terhadap keputusan pemerintah untuk melanjutkan perang di Gaza, kata media tersebut.

Aksi protes ini muncul di tengah mandeknya negosiasi gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan Hamas.

Pekan lalu, Israel menarik diri dari perundingan tidak langsung dengan Hamas di Doha karena ketidaksepakatan mengenai isu-isu utama seperti penarikan penuh pasukan dari Gaza, diakhirinya perang, pembebasan tahanan Palestina, dan mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan.

Hamas telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk membebaskan semua sandera Israel sekaligus dengan imbalan gencatan senjata permanen, penarikan penuh Israel, dan pembebasan tahanan Palestina.

Oposisi Israel dan keluarga sandera menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghalangi kesepakatan penuh demi kesepakatan parsial yang memungkinkannya memperpanjang perang.

Langkah ini, menurut keluarga sandera, didorong oleh kepentingan politik, karena khawatir pemerintahannya akan runtuh jika sayap kanan ekstremnya menarik diri demi mengakhiri perang.

Tel Aviv memperkirakan 50 warga Israel masih ditawan di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup. Sementara itu, Israel menahan lebih dari 10.800 tahanan Palestina, banyak di antaranya menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, menurut kelompok hak asasi Palestina dan Israel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post