News Komoditi & Global ( Rabu, 20 Agustus 2025 )

News  Komoditi & Global

                                   (  Rabu,   20  Agustus  2025  )

 

Harga Emas Global Melemah, Pasar Tunggu Pidato Powell di Jackson Hole

 

Harga emas melemah karena penguatan dolar AS, sementara pasar menanti pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, di simposium Jackson Hole pekan ini.

 Harga emas bergerak melemah seiring dengan penguatan dolar AS, sementara investor menantikan pidato Ketua The Federal Reserve Jerome Powell di simposium tahunan Jackson Hole pekan ini. Melansir Reuters pada Rabu (20/8/2025), harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$3.317,71 per troy ounce setelah sempat menyentuh level terendah sejak 1 Agustus. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,6% ke level US$3.358,7. Indeks dolar AS yang sebelumnya sempat melemah kini stabil, sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun sedikit turun. “Secara umum, pelaku pasar tengah mengambil posisi di kontrak berjangka menjelang pertemuan Jackson Hole… kemungkinan perdagangan akan relatif tenang sampai saat itu,” kata Jim Wyckoff, Senior Analyst Kitco Metals. The Fed dijadwalkan menggelar simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming, dengan Powell dijadwalkan menyampaikan pandangan mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan moneter pada Jumat mendatang. Presiden AS Donald Trump kembali mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga lebih dalam.

Beda Nasib Harga Emas Turun Tipis, Pasar Menanti Pertemuan Trump-Zelensky “Saya memperkirakan Powell mungkin akan sedikit lebih dovish… itu akan positif bagi harga emas dan perak,” tambah Wyckoff. Emas yang tidak memberikan imbal hasil kerap dianggap sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian, dan biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. Menurut CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang 85% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Sementara itu, Trump menyatakan pada Selasa bahwa ia berharap Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil langkah menuju penghentian perang di Ukraina. Dari sisi data, risalah rapat The Fed bulan Juli yang akan dirilis Rabu diperkirakan memberi petunjuk tambahan mengenai prospek ekonomi AS. Di sisi lain, UBS pada Senin menaikkan target harga emas hingga akhir Maret 2026 sebesar US$100 menjadi US$3.600, dengan alasan risiko makroekonomi AS yang berlanjut, penurunan penggunaan dolar, serta tingginya permintaan investasi. Adapun harga spot perak turun 1,8% ke level US$37,34 per troy ounce, platinum melemah 1,1% ke US$1.307,90, dan paladium anjlok 1,6% ke US$1.104,68.

 

 

 

 

 

 

Harga Minyak Dunia  Turun, Pasar Pantau Sentimen Negosiasi Damai Rusia-Ukraina

 

Harga minyak global turun karena spekulasi negosiasi damai Rusia-Ukraina, yang dapat melonggarkan sanksi dan meningkatkan pasokan minyak dunia.

Harga minyak dunia melemah di tengah meningkatnya spekulasi bahwa pembicaraan terkait kesepakatan damai untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina dapat membuka jalan bagi pelonggaran sanksi terhadap minyak mentah Rusia, sehingga menambah pasokan global. Melansir Reuters pada Rabu (20/8/2025), harga minyak berjangka jenis Brent terpantau pada level US$65,79 per barel, turun 81 sen atau 1,22%. Sementara itu, harga minyak berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September, yang akan berakhir pada Rabu, ditutup melemah US$1,07 atau 1,69% ke level US$62,35 per barel. “Bahkan dengan potensi keuntungan dari perdamaian, kami masih mencatat posisi jual pendek terbesar. Karena besarnya posisi ini, pasar bertaruh pada tercapainya gencatan senjata. Jika tidak terwujud, harga bisa saja berbalik naik,” kata Phil Flynn, Senior Analyst Price Futures Group. Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui unggahan di media sosial bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah menggelar pertemuan di Gedung Putih dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan sejumlah pemimpin Eropa. Trump menyebut pihaknya tengah menyiapkan pertemuan langsung antara Putin dan Zelensky yang berpotensi berujung pada KTT trilateral. Menurut Suvro Sarkar, Lead Energy Analyst DBS Bank, sikap Trump yang melunak terkait sanksi sekunder terhadap importir minyak Rusia telah mengurangi risiko gangguan pasokan global, sekaligus sedikit meredakan ketegangan geopolitik.

Harga Minyak Mentah Memanas Dipicu Pertemuan Trump-Zelensky Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Sulit Padam, Pertamina Turun Tangan Di sisi lain, kilang-kilang China dilaporkan membeli 15 kargo minyak Rusia untuk pengiriman Oktober dan November, di tengah merosotnya permintaan India terhadap ekspor energi Moskow. Zelensky menggambarkan pertemuannya dengan Trump sebagai “sangat baik” dan menekankan adanya pembahasan mengenai potensi jaminan keamanan dari AS bagi Ukraina. Trump mengonfirmasi hal tersebut, meski skala dukungan masih belum jelas. Trump mendorong berakhirnya perang paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun terakhir, namun Kyiv dan sekutunya khawatir langkah tersebut dapat berujung pada kesepakatan yang lebih menguntungkan bagi Rusia. “Jika terjadi penurunan ketegangan dan ancaman sanksi sekunder dihapus, harga minyak berpotensi bergerak turun menuju target rata-rata US$58 per barel pada kuartal IV/2025 hingga kuartal I/2026,” tulis Bart Melek, Head of Commodity Strategy TD Securities.

 

 

 

 

 

 

 

 

Wall Street: Nasdaq Anjlok, Kekhawatiran Jackson Hole Memukul Saham Teknologi

 

Indeks utama Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Selasa (19/8/2025), dengan indeks Nasdaq dan S&P 500 anjlok dipicu penurunan saham teknologi. Investor bersiap mencermati pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang arah suku bunga dalam simposium Jackson Hole akhir pekan ini.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 10,45 poin ke level 44.922,27, S&P 500 turun 37,78 poin, atau 0,59% ke level 6.411,37, dan Nasdaq Composite turun 314,82 poin, atau 1,46% ke level 21.314,95.

Namun, enam sektor di S&P 500 menguat. Sektor Real estat memimpin penguatan, naik 1,8%, didorong oleh data perumahan yang lebih baik dari perkiraan.

Di sisi lain, sektor teknologi dan layanan komunikasi masing-masing turun lebih dari 1,9% dan 1,2%.

Indeks Nasdaq melemah seiring melemahnya saham-saham megacap, setelah reli hampir sepanjang tahun. Saham Nvidia anjlok 3,5%, penurunan terbesar dalam hampir empat bulan.

Agenda utama yang dicermati investor minggu ini adalah simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, pada 21-23 Agustus, di mana komentar Powell akan dikaji untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek ekonomi dan kebijakan moneter bank sentral.

"Sepertinya orang-orang sedikit berhati-hati menjelang Jackson Hole, berpikir Powell mungkin lebih hawkish daripada apresiasi pasar saat ini," kata James Cox, Managing Partner di Harris Financial Group.

Beberapa pelaku pasar juga mengungkapkan kekhawatiran tentang saham-saham terkait AI setelah CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan bahwa mereka berada dalam gelembung dalam sebuah wawancara dengan "The Verge" akhir pekan lalu.

Steve Sosnick, kepala strategi di Interactive Brokers, mengatakan beberapa investor mengambil untung dari saham teknologi dan beralih ke sektor lain.

"(Pergerakan ini) meluas ke pasar yang lebih luas karena bobot saham-saham tersebut dalam indeks-indeks utama," tambahnya.

Laba dari Lowe's dan peritel besar Walmart serta Target akhir pekan ini kini menjadi fokus karena investor menunggu lebih banyak wawasan tentang kesehatan konsumen Amerika.

"Konsumen masih belum benar-benar berbelanja dengan kecepatan penuh, mereka agak berhati-hati," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities.

"Mereka menunggu untuk melihat hasil lengkap dari dampak tarif terhadap penjualan liburan mendatang dalam beberapa bulan dari sekarang."

Saham Intel melonjak sekitar 7% setelah produsen cip tersebut mendapatkan suntikan modal sebesar US$ 2 miliar dari SoftBank Group Jepang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Donald Trump Turun ke Level Terendah

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepertinya maskin kehilangan kepercayaan dari warga AS. Terbukti dari tingkat kepuasan publik terhadap Trump yang merosot ke level terendah selama masa jabatannya saat ini.

Hasi jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan, tingkat persetujuan atau kepuasan publik terhadap Presiden Donald Trump bertahan di angka 40% dalam beberapa pekan terakhir, level terendah selama masa jabatan Trump saat ini.

Jajak pendapat dilakukan selama enam hari tersebut dilakukan ketika data ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS dan ketika Trump mengawasi tindakan keras imigrasi yang luas. Sementara pada saat yang sama, Trump telah terlibat dalam diplomasi yang intens untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina.

Tingkat persetujuan Trump tidak berubah dari jajak pendapat Reuters/Ipsos akhir Juli, tetapi telah turun tujuh poin persentase sejak hari-hari pertamanya kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, ketika 47% orang Amerika memberinya acungan jempol.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa kaum Hispanik, kelompok yang condong ke arah Trump dalam pemilihan tahun lalu, juga telah kehilangan dukungan terhadap presiden. Sekitar 32% menyetujui kinerjanya di Gedung Putih, menyamai tingkat persetujuan terendah mereka untuk Trump tahun ini.

Lebih dari separuh responden -- 54%, termasuk satu dari lima Republikan -- mengatakan mereka menganggap Trump terlalu dekat dengan Rusia. Bahkan ketika Trump meningkatkan dorongan untuk menengahi perdamaian antara Moskow dan Kyiv.

Trump tampaknya menerima klaim Rusia bahwa Ukraina harus menyerahkan wilayahnya kepada Rusia agar perang dapat dihentikan. Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada hari Jumat, dan jajak pendapat ditutup tepat sebelum pertemuan presiden pada hari Senin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Hanya 42% responden yang puas dengan kinerja Trump dalam menangani kejahatan dan 43% berpendapat ia melakukan pekerjaan yang baik dalam kebijakan imigrasi. Untuk semua kebijakan, dukungan Trump datang sangat besar dari Partai Republik.

Setelah kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump memerintahkan tindakan keras yang menyeluruh terhadap orang-orang yang tinggal di negara itu secara ilegal, mengerahkan agen bertopeng untuk menangkap dan mendeportasi migran di seluruh negeri.

Kebijakan ini telah memicu protes massal di kota-kota termasuk Los Angeles, di mana sekitar separuh penduduknya mengidentifikasi diri sebagai Latino dan banyak orang memiliki anggota keluarga yang merupakan imigran baru.

Baru-baru ini, Trump memerintahkan agen federal dan pasukan Garda Nasional untuk membantu penegakan hukum di Washington, D.C., dengan alasan bahwa kejahatan merajalela di sana. Statistik menunjukkan bahwa kejahatan dengan kekerasan melonjak pada tahun 2023 tetapi telah menurun dengan cepat sejak saat itu.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos mensurvei 4.446 orang dewasa AS di seluruh negeri dan daring dan memiliki margin kesalahan sekitar 2 poin persentase.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemimpin Korut Kim Jong Un Perintahkan Percepatan Pembangunan Persenjataan Nuklir

 

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyerukan percepatan pembangunan persenjataan nuklir negaranya.

Seruan ini disampaikan di tengah berlangsungnya latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang disebut Kim sebagai “ekspresi jelas dari niat provokasi perang,” menurut laporan media resmi KCNA, Selasa (19/8/2025).

Latihan militer gabungan tahunan bernama Ulchi Freedom Shield resmi dimulai pekan ini. Agenda 11 hari tersebut mencakup simulasi tanggapan terhadap meningkatnya ancaman nuklir Korea Utara.

Pyongyang kerap mengecam latihan ini sebagai persiapan invasi, meski Washington dan Seoul menegaskan latihan hanya bersifat defensif.

Tahun ini, skala latihan relatif sama dengan 2024, namun sekitar 20 dari 40 agenda latihan lapangan dijadwalkan ulang ke September.

Penyesuaian itu dilakukan seiring Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan keinginan untuk menurunkan ketegangan dengan Korea Utara, meski sejumlah analis meragukan respons positif dari Pyongyang.

Dalam kunjungan ke kapal perusak angkatan laut, Kim menegaskan bahwa situasi keamanan terkini menuntut Korea Utara untuk “memperluas dengan cepat” persenjataan nuklirnya.

Ia juga menyoroti bahwa latihan terbaru AS-Korsel mengandung “unsur nuklir” sehingga menunjukkan sikap bermusuhan.

Menurut laporan Federasi Ilmuwan Amerika (Federation of American Scientists), Korea Utara diperkirakan memiliki bahan fisil yang cukup untuk memproduksi hingga 90 hulu ledak nuklir, meski jumlah yang benar-benar telah dirakit diperkirakan mendekati 50 unit.

Selain itu, Korea Utara berencana membangun kapal perusak Choe Hyon-class berkapasitas 5.000 ton ketiga pada Oktober tahun depan. Pyongyang juga tengah menguji coba rudal jelajah dan rudal anti-udara untuk memperkuat armada tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Trump dan Von Der Leyen Bahas Konflik Ukraina, Soroti Penderitaan Anak Akibat Perang

 

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, mereka berbicara tentang anak-anak yang hilang akibat konflik saat Trump menjamu para pemimpin Eropa dan NATO di Washington untuk membahas perang Rusia di Ukraina.

Mengutip Reuters, Selasa (19/8/2025), istri Trump, Melania Trump, mengangkat penderitaan anak-anak di Ukraina dan Rusia dalam sebuah surat pribadi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, ungkap dua pejabat Gedung Putih pada hari Jumat ketika Trump bertemu Putin di sebuah pertemuan puncak di Alaska.

Trump menyerahkan surat itu langsung kepada Putin.

Trump dan pemimpin Eropa "telah membahas masalah besar anak-anak hilang di seluruh dunia," kata presiden AS di media sosial pada Senin malam, tanpa menyebut negara tertentu dalam unggahannya.

"Ini juga merupakan topik besar bagi istri saya, Melania."

Ukraina menyebut penculikan puluhan ribu anak-anaknya yang dibawa ke Rusia atau wilayah yang diduduki Rusia tanpa persetujuan keluarga atau wali sebagai kejahatan perang yang memenuhi definisi genosida dalam perjanjian PBB.

Moskow sebelumnya mengatakan telah melindungi anak-anak yang rentan dari zona perang.

Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan Rusia telah menimbulkan penderitaan pada jutaan anak Ukraina dan melanggar hak-hak mereka sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022.

"Biaya manusia dari perang ini harus diakhiri. Dan itu berarti setiap anak Ukraina yang diculik oleh Rusia harus dikembalikan ke keluarga mereka," kata von der Leyen di X, merujuk pada diskusinya dengan Trump.

Gambaran penderitaan anak-anak selama perang Rusia di Ukraina dan perang Israel di Gaza telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia, termasuk visual anak-anak yang kelaparan di wilayah Palestina tersebut.

Penderitaan anak-anak yang hancur akibat kekerasan bertahun-tahun di Suriah juga telah memicu kemarahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Trump Berjanji AS Akan Membantu Keamanan Ukraina Dalam Kesepakatan Damai

 

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Presiden Volodymyr Zelenskiy bahwa Amerika Serikat akan membantu menjamin keamanan Ukraina dalam kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia, meskipun tingkat bantuan yang dijanjikan belum jelas.

Mengutip Reuters, Selasa (19/8/2025), Trump menyampaikan janji tersebut dalam pertemuan puncak luar biasa di Gedung Putih, di mana ia menjamu Zelenskiy dan sekelompok sekutu Eropa.

Pertemuan itu digelar dua hari setelah Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska dan beberapa bulan setelah pertemuan yang berakhir bencana di Ruang Oval, di mana Trump dan Wakil Presiden JD Vance secara terbuka mengkritik pemimpin Ukraina tersebut.

Namun, kesepakatan damai tampaknya masih jauh dari dekat. Baik Trump maupun Zelenskiy mengatakan mereka berharap pertemuan hari Senin pada akhirnya akan mengarah pada perundingan trilateral dengan Putin.

Kremlin belum secara terbuka menyetujui pertemuan semacam itu, dan masih harus dilihat apakah Putin, yang pasukannya perlahan-lahan bergerak maju di Ukraina timur, siap untuk duduk bersama Zelenskiy atau membuat konsesi yang berarti.

Sementara itu, para pemimpin Eropa—yang bergegas ke Washington untuk mendukung Ukraina—mendesak Trump untuk mendesak Putin menyetujui gencatan senjata sebelum perundingan dapat berlanjut. 
Trump sebelumnya mendukung proposal tersebut tetapi mengubah arahnya setelah bertemu dengan Putin pada hari Jumat, dan malah mengadopsi posisi Moskow bahwa setiap perjanjian damai harus komprehensif.

Trump mengatakan kepada para wartawan di Ruang Oval bahwa ia menyukai konsep gencatan senjata, tetapi kedua belah pihak dapat mengupayakan kesepakatan damai sementara pertempuran masih berlangsung.

"Saya berharap mereka bisa berhenti, saya ingin mereka berhenti," katanya.

"Tetapi secara strategis, hal itu bisa merugikan salah satu pihak."

Kemudian pada hari yang sama, Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sama-sama menyuarakan dukungan untuk gencatan senjata sebagai prasyarat perundingan langsung dengan Rusia.

"Saya tidak dapat membayangkan pertemuan berikutnya akan berlangsung tanpa gencatan senjata," kata Merz, duduk di meja bersama Trump dan para pemimpin lainnya.

"Jadi, mari kita upayakan hal itu dan mari kita coba menekan Rusia."

Macron juga mengatakan bahwa para pemimpin Eropa juga perlu dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya.

"Ketika kita berbicara tentang jaminan keamanan, kita berbicara tentang keamanan seluruh benua Eropa," katanya kepada Trump.

Trump, yang berulang kali mengatakan bahwa ia yakin Putin ingin mengakhiri perang, mengatakan ia telah berbicara dengan Putin pada hari Senin dan akan menghubunginya setelah perundingan.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pada hari Senin bahwa Moskow tidak menganggap pengerahan pasukan NATO di Ukraina sebagai solusi yang layak untuk konflik tersebut.

Nada Ramah

Pertemuan Trump dan Zelenskiy sangat berbeda nadanya dari pertemuan mereka sebelumnya di Ruang Oval pada bulan Februari, yang berakhir ketika Trump dan Vance secara terbuka mencela Zelenskiy karena dianggap tidak cukup berterima kasih.

Kali ini, pertemuan tersebut tampak jauh lebih ramah, terlepas dari adanya pergerakan presiden AS ke Rusia dalam beberapa hari terakhir. Zelenskiy menyampaikan nada hormat, mengucapkan terima kasih setidaknya delapan kali dalam pidato pembukaannya kepada media.

Zelenskiy juga didukung oleh para pemimpin Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Finlandia, Uni Eropa, dan NATO, yang datang ke Washington untuk menunjukkan solidaritas dengan Ukraina dan mendorong jaminan keamanan yang kuat bagi negara tersebut dalam penyelesaian pascaperang.

Trump menyambut Zelenskiy dengan hangat setibanya di luar Gedung Putih, menunjukkan kekagumannya pada setelan hitam Zelenskiy, yang berbeda dari pakaian militernya yang biasa.

Ketika seorang reporter bertanya kepada Trump apa pesannya kepada rakyat Ukraina, ia berkata, "Kami mencintai mereka."

Zelenskiy berterima kasih kepadanya, dan Trump meletakkan tangannya di punggung Zelenskiy sebagai tanda kasih sayang sebelum keduanya masuk ke Ruang Oval.

Setelah diskusi empat mata mereka, Trump dan Zelenskiy mengadakan pembicaraan yang lebih luas dengan para pemimpin Eropa.

Zelenskiy menggambarkan pembicaraan pribadi dengan Trump sebagai "sangat baik" dan mengatakan mereka telah membahas kebutuhan Ukraina akan jaminan keamanan AS.

"Ini sangat penting, bahwa Amerika Serikat memberikan sinyal yang kuat dan siap untuk jaminan keamanan," kata Zelenskiy.

Trump mengatakan ia dan Zelenskiy telah membahas "banyak wilayah" selama diskusi mereka.

"Dalam hal keamanan, akan ada banyak bantuan," kata Trump, seraya menambahkan bahwa negara-negara Eropa akan terlibat. "Mereka adalah garis pertahanan pertama karena mereka ada di sana, tetapi kami akan membantu mereka."

 

 

 

 

 

SoftBank Suntik Investasi US$2 Miliar ke Intel, Jadi Pemegang Saham Top-10

 

SoftBank Group akan menggelontorkan investasi senilai US$2 miliar ke Intel Corp, menurut pernyataan bersama kedua perusahaan pada Senin (18/8/2025).

Langkah ini menandai upaya terbaru untuk memberikan dukungan finansial bagi raksasa chip asal Amerika Serikat yang tengah menghadapi tekanan bisnis.

SoftBank akan membeli saham biasa Intel dengan harga US$23 per lembar. Berdasarkan data LSEG, aksi korporasi ini akan menempatkan SoftBank sebagai pemegang saham terbesar keenam Intel.

Investasi tersebut dilakukan melalui penerbitan saham baru oleh Intel, yang setara dengan kepemilikan kurang dari 2% dari total ekuitas berdasarkan kapitalisasi pasar Intel pada penutupan perdagangan Senin.

Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan untuk membeli hingga 10% saham Intel.

Isu ini mengemuka setelah Presiden AS Donald Trump mendesak CEO Intel Lip-Bu Tan untuk mundur karena dugaan keterkaitan dengan perusahaan-perusahaan asal China.

SoftBank menolak memberikan keterangan lebih lanjut ketika dimintai komentar mengenai investasi ini.

Suntikan dana ke Intel menambah daftar panjang ekspansi SoftBank pada 2025. Sebelumnya, perusahaan asal Jepang ini telah mengumumkan komitmen investasi senilai US$30 miliar ke OpenAI, serta memimpin pendanaan proyek pusat data raksasa Stargate di AS yang bernilai US$500 miliar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menlu Mesir Tolak Konsep Israel Raya dan Pemindahan Warga Gaza, Apa Itu?

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, pada Senin (18/8/2025) menolak pernyataan resmi Israel tentang penerapan konsep “Israel Raya”. Ia menegaskan penolakan rencana pemindahan warga Palestina dari Gaza.

“Kami menolak pemindahan warga Palestina dari Gaza,” ujarnya dalam konferensi pers saat mengunjungi Perlintasan Rafah bersama Perdana Menteri Palestina, Mohammad Mustafa.

Pekan lalu, Kepala Otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan kepada sebuah saluran televisi bahwa dirinya merasa “sangat suka” dengan visi “Israel Raya”.

Ia menyebut dirinya berada dalam “misi historis dan spiritual” bersama “generasi-generasi Yahudi yang bermimpi datang ke sini dan generasi-generasi Yahudi yang akan datang setelah kami”.

“Israel Raya” adalah istilah Alkitab yang digunakan dalam politik Israel untuk merujuk pada gagasan perluasan wilayah hingga mencakup Tepi Barat, Gaza, Dataran Tinggi Golan di Suriah, Semenanjung Sinai di Mesir, dan sebagian Yordania.

Abdelatty juga menyoroti pembatasan Israel terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.

“Mesir siap membanjiri Gaza dengan bantuan kemanusiaan segera setelah pembatasan Israel dicabut,” imbuhnya.

Ia menambahkan, mediator Mesir dan Qatar tengah berupaya mencapai gencatan senjata di Gaza serta kesepakatan pertukaran sandera antara kelompok Palestina Hamas dan Israel, berdasarkan proposal gencatan senjata 60 hari yang diajukan utusan AS, Steve Witkoff.

“Posisi kami terkait isu Palestina tegas dan tidak berubah. Kami menolak segala kebijakan yang bertujuan melikuidasi perjuangan Palestina,” tegasnya.

Abdelatty menyampaikan bahwa Mesir akan menghadiri pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengenai Jalur Gaza yang akan digelar di Jeddah, Arab Saudi.

Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 61.900 warga Palestina di Gaza. Serangan militer itu menghancurkan wilayah kantong tersebut dan membuat warganya berada di ambang kelaparan.

Sebelumnya, pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresinya di wilayah Palestina itu.

 

 

 

 

Amnesty: Israel Sengaja Bunuh Warga Gaza dengan Kelaparan

 

 

Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan kematian lima warga Palestina, termasuk dua anak-anak, dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan kekurangan gizi di Jalur Gaza. Sementara Amnesty International menyimpulkan bahwa kelaparan di Gaza secara sistematik dirancang Israel.

Merujuk kantor berita WAFA, dengan korban terkini, jumlah yang syahid akibat kelaparan di Gaza menjadi 263 orang, termasuk 212 anak-anak. Belakangan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Jalur Gaza terus memburuk akibat blokade dan kekurangan makanan dan pasokan medis.

Sejak 2 Maret 2025, otoritas pendudukan menutup semua penyeberangan dengan Jalur Gaza, menghalangi masuknya sebagian besar makanan dan bantuan medis, sehingga semakin mempercepat penyebaran kelaparan di seluruh wilayah tersebut.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) telah memperingatkan bahwa kekurangan gizi pada anak-anak balita meningkat dua kali lipat antara bulan Maret dan Juni sebagai akibat dari blokade yang sedang berlangsung.

Organisasi Kesehatan Dunia mengkonfirmasi bahwa tingkat kekurangan gizi di Gaza telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, dengan hampir satu dari lima anak balita di Kota Gaza menderita kekurangan gizi akut.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel, sebagai kekuatan pendudukan, telah melakukan genosida di Jalur Gaza, termasuk pembunuhan yang disengaja, kelaparan, penghancuran, dan pemindahan paksa, yang bertentangan dengan seruan dan perintah internasional dari Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.

Amnesty International pada Senin menyimpulkan Israel menerapkan “kebijakan yang disengaja” untuk membuat penduduk Gaza kelaparan. Mereka mengutip kesaksian dari pengungsi Palestina dan petugas medis yang merawat anak-anak yang kekurangan gizi di wilayah tersebut.

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh organisasi tersebut menyatakan bahwa Israel melancarkan kampanye kelaparan yang disengaja di Jalur Gaza yang diduduki, yang secara sistematis menghancurkan kesehatan, kesejahteraan, dan tatanan sosial warga Palestina.

Organisasi tersebut menyerukan penghentian segera transfer senjata ke Israel dan penerapan sanksi terhadapnya. Mereka menyerukan agar UNRWA dan badan-badan PBB diberikan akses yang aman dan tanpa hambatan ke seluruh wilayah Gaza.

Amnesty mengatakan bahwa Israel terus melakukan tindakan kelaparan yang disengaja dan sistematis di Gaza, "dan anak-anak dibiarkan mati kelaparan." Dia menekankan bahwa kesaksian mengenai kelaparan di Gaza adalah “kecaman keras terhadap sistem internasional yang telah memberikan impunitas hampir total kepada Israel selama beberapa dekade.”

Mereka menyerukan pencabutan blokade di Jalur Gaza segera dan tanpa syarat dan “pengenaan gencatan senjata permanen.”

Dengan dukungan AS, Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, termasuk pembunuhan, kelaparan, perusakan, dan pengungsian, mengabaikan seruan dan perintah internasional dari Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.

Genosida Israel menyebabkan 61.944 warga Palestina syahid dan 155.886 orang terluka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan wanita. Lebih dari 9.000 orang hilang, ratusan ribu orang mengungsi, dan kelaparan merenggut nyawa 251 orang, termasuk 110 anak-anak.

Abu Alaa, seorang pengungsi berusia 62 tahun dari kamp pengungsi Jabalia, mengatakan kepada Amnesty bahwa dia bertahan hidup hanya dengan makan sup miju-miju sehari dan roti hanya dibagikan seminggu sekali, sementara dia tidak makan buah apa pun selama berbulan-bulan.

“Saya bisa menahan lapar, tapi anak-anak tidak bisa,” katanya, sambil menggambarkan keterpurukan di lokasi bantuan. "Dulu kita saling mendukung, terutama yang membutuhkan. Bahkan saat awal perang ini. Sekarang masyarakat hanya dipimpin oleh naluri individu untuk bertahan hidup," ujarnya.

Nahed, 66 tahun, mengatakan kepada Amnesty bahwa situasi menyedihkan di dekat lokasi bantuan telah menghilangkan rasa kemanusiaan masyarakat. "Saya harus pergi ke sana karena saya tidak punya siapa pun yang menjaga saya. Saya melihat dengan mata kepala sendiri orang-orang membawa kantong tepung yang berlumuran darah orang-orang yang baru saja ditembak; bahkan teman-teman saya hampir tidak dapat dikenali. Pengalaman kelaparan dan perang telah mengubah Gaza sepenuhnya; hal ini telah mengubah moral kami."

Aziza, 75 tahun, mengatakan kepada Amnesty bahwa dia merasa telah menjadi “beban” bagi keluarganya. "Saat kami mengungsi, mereka harus mendorong saya di kursi roda. Karena antrean toilet yang sangat panjang di kamp tempat kami tinggal, saya memerlukan popok dewasa, yang harganya sangat mahal. Saya memerlukan obat diabetes, tekanan darah, dan penyakit jantung, serta harus meminum obat yang sudah kadaluwarsa," katanya.

"Saya selalu merasa bahwa anak-anak kecil ini, merekalah yang pantas untuk hidup, cucu-cucu saya. Saya merasa menjadi beban bagi mereka, bagi anak saya."

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Begini Rincian Gencatan Senjata yang Disepakati Hamas

 

  Faksi-faksi Palestina dilaporkan telah menyetujui proposal baru untuk gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza dengan imbalan pertukaran sebagian tahanan. Meskipun Israel belum mengumumkan sikapnya, rincian poin-poin kesepakatan itu terungkap.

Menurut Al Jazeera, proposal baru tersebut menyerukan pertukaran 10 tahanan Israel yang masih hidup dan 18 jenazah dengan 1.700 tahanan Palestina. Ini termasuk 45 orang yang menjalani hukuman seumur hidup dan 15 orang yang menjalani hukuman dalam waktu lama.

Dalam perundingan di Kairo tiga hari terakhir, Hamas menekankan  semua faksi ikut serta. Ini untuk menunjukkan kesatuan faksi-faksi Palestina dan menghindari tudingan menggagalkan perundingan dan membuat warga Jalur Gaza terdampak eskalasi militer.

Proposal tersebut menyerukan pembebasan delapan tahanan Israel yang masih hidup pada awal gencatan senjata 60 hari, di mana negosiasi akan diadakan untuk menetapkan gencatan senjata yang komprehensif. Dua tahanan lagi akan dibebaskan pada hari ke-50 gencatan senjata, dan jenazah tentara Israel yang terbunuh juga akan dibebaskan secara bertahap.

Di antara 1.700 tahanan Palestina yang termasuk dalam usulan perjanjian tersebut adalah 1.500 tahanan Gaza yang ditangkap oleh penjajah setelah 7 Oktober 2023. Hamas meminta para mediator untuk mendapatkan persetujuan Israel sebelum mengeluarkan tanggapan Palestina, namun para mediator berjanji kepada Hamas dan faksi lainnya bahwa mereka akan berupaya untuk melanjutkan jalur ini.

Pasukan penjajah dijadwalkan mundur hingga jarak 1.000 meter dari perbatasan dengan Jalur Gaza dan hingga jarak 1.200 meter dari pemukiman penduduk sehingga bantuan yang diperlukan dapat disalurkan ke utara dan selatan Jalur Gaza.

Israel bersikeras untuk tetap berada dalam jarak 1.200 meter dari Jalur Gaza di beberapa daerah, seperti Beit Hanoun dan Shuja'iyya, sebuah posisi yang diterima Hamas untuk melindungi penduduk dari kelaparan.

Para mediator berjanji untuk berupaya mencegah kembalinya perang jika gencatan senjata tidak disepakati selama gencatan senjata dua bulan yang diusulkan, namun klausul ini tidak diatur dalam perjanjian. Sumber melaporkan kepada Al Jazeera bahwa usulan saat ini adalah solusi terbaik untuk menyelamatkan penduduk Jalur Gaza dari eskalasi militer.

Israel belum menerima atau menolak usulan ini. Sementara situs berita Israel Walla mengutip sumber militer yang mengatakan bahwa sekitar 80.000 tentara Israel akan berpartisipasi dalam pengepungan Kota Gaza.

Kelompok Hamas telah memberi tahu para mediator bahwa mereka telah menyetujui proposal gencatan senjata terbaru di Gaza dan siap melanjutkan perundingan untuk membahas penghentian perang Israel di Gaza. Sementara Israel masih melanjutkan upaya pencaplokan Kota Gaza.

“Hamas, bersama dengan faksi-faksi Palestina, menyampaikan penerimaan mereka terhadap proposal yang diajukan kemarin oleh mediator Qatar dan Mesir,” kata Hamas dalam pernyataan singkatnya, Senin. The Times of Israel dan Channel 12 melaporkan bahwa Israel menerima tanggapan Hamas.

Sebuah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada Al Jazeera bahwa proposal tersebut mencakup penghentian sementara operasi militer selama 60 hari. Dalam periode itu tentara Israel akan direlokasi untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan.

Setengah dari 50 tawanan Israel akan ditukar dengan tahanan Palestina dalam jangka waktu yang sama. Sumber tersebut mengatakan proposal baru tersebut “menandai awal jalan menuju solusi komprehensif”.

Pengumuman Hamas muncul setelah Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kairo.

Selama dua tahun terakhir, Hamas telah menerima proposal gencatan senjata dan pembebasan tawanan Israel dan tahanan Palestina, namun Israel menolaknya dan bersikeras melanjutkan perang.

Masalah utama yang dihadapi adalah durasi gencatan senjata. Hamas menginginkan diakhirinya perang secara permanen, namun Israel telah mengupayakan gencatan senjata sementara yang memungkinkan mereka melanjutkan kampanye penghancuran dan pengungsian di Gaza setelah tawanan mereka di wilayah tersebut dibebaskan.

Belakangan, Israel terus melanjutkan rencana untuk merebut Kota Gaza. Mereka membombardir pusat kota dan berencana untuk memaksa ratusan ribu warga Palestina mengungsi ke selatan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia berbicara dengan menteri pertahanan dan kepala staf tentang rencana untuk Kota Gaza “dan penyelesaian misi kami”. Mereka menyimpulkan bahwa “Hamas berada di bawah tekanan”, katanya.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan Hamas “bersedia membahas kesepakatan pembebasan sandera, hanya karena ketakutannya bahwa kami secara serius bermaksud untuk menaklukkan Kota Gaza.”

Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich menyatakan penolakannya terhadap perjanjian gencatan senjata di Gaza.

“Hamas berada di bawah tekanan besar dari pendudukan Gaza karena mereka memahami bahwa hal ini akan menghilangkannya dan mengakhiri cerita,” katanya. "Oleh karena itu, mereka mencoba menghentikannya dengan kembali ke kesepakatan parsial. Justru karena alasan ini, kita tidak boleh menyerah dan memberikan bantuan kepada musuh.

Mediator diharapkan mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai dan menetapkan tanggal dimulainya kembali perundingan. Upaya Qatar dan Mesir untuk menghidupkan kembali perundingan sejauh ini gagal mencapai gencatan senjata yang langgeng dalam perang tersebut.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh mediator Qatar, Mesir dan AS yang mulai berlaku pada bulan Januari, secara sepihak dilanggar oleh Israel pada bulan Maret. Sejak itu, blokade terhadap pasokan bantuan telah menyebabkan kelaparan dan kelaparan. Lebih dari 260 warga Palestina syahid akibat krisis kelaparan yang disebabkan oleh Israel.

Putaran terakhir perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas, yang difasilitasi di Doha oleh mediator, berlangsung selama beberapa minggu sebelum berakhir pada 25 Juli tanpa hasil apa pun.

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, yang mengunjungi perbatasan Rafah dengan Gaza pada hari Senin, mengatakan bahwa perdana menteri Qatar berkunjung “untuk mengkonsolidasikan upaya bersama yang ada guna memberikan tekanan maksimum pada kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan sesegera mungkin”.

Menyinggung kondisi kemanusiaan yang mengerikan bagi lebih dari dua juta orang yang tinggal di Jalur Gaza, dimana badan-badan PBB dan kelompok bantuan telah memperingatkan akan adanya krisis kemanusiaan, Abdelatty menekankan pentingnya mencapai kesepakatan.

“Situasi di lapangan saat ini di luar imajinasi,” katanya. Sebuah pernyataan dari kepresidenan Mesir pada Senin mengatakan el-Sisi menegaskan penolakan mereka terhadap pendudukan kembali Jalur Gaza dan pengungsian warga Palestina dan menekankan pentingnya upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

 

 

 

 

 

 

Blokade oleh Israel Picu Ketiadaan Pangan, Ratusan Warga Gaza Meninggal Kelaparan

 

Kelangkaan pangan semakin mencekik jutaan orang penduduk Jalur Gaza. Wilayah Palestina yang hingga kini terus dikepung pasukan militer Israel (IDF) itu mengalami wabah kelaparan yang mematikan.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, otoritas kesehatan di Jalur Gaza mencatat tujuh kematian akibat kelaparan. Dua orang korban jiwa di antaranya adalah anak-anak.

Secara keseluruhan, total warga setempat yang meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi akut menjadi 251 orang. Sebanyak 110 orang di antaranya adalah anak-anak.

Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk dari jam ke jam, dari hari ke hari. Hal itu disebabkan pengepungan yang diberlakukan Israel sehingga menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan. Blokade juga memicu terjadinya krisis pasokan pangan dan obat-obatan.

Sejak 2 Maret 2025, IDF telah menutup seluruh perbatasan wilayah Jalur Gaza. Militer zionis juga mangadang sebagian besar arus bantuan kemanusiaan, pangan, dan medis. Akibatnya, wabah kelaparan merajalela di wilayah Palestina tersebut.

Lembaga Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan, kasus malnutrisi di kalangan anak-anak berusia 5 tahun ke bawah meningkat dua kali lipat di Jalur Gaza dalam kurun bulan Maret hingga Juni 2025. Itu disebabkan pengepungan oleh Israel yang hingga kini masih terus berlangsung.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperingatkan, tingkat malnutrisi di Jalur Gaza sudah mencapai level yang sangat mengkhawatirkan. Pihaknya mencatat, 1 dari 5 anak balita di sana menderita kekurangan gizi akut.

Sejak awal agresi zionis Israel ke Jaur Gaza pada Oktober 2023, korban tewas di wilayah Palestina tersebut telah mencapai 61.897 orang. Mayoritasnya adalah perempuan dan anak-anak. Selain itu, sedikitnya 155.660 orang lainnya mengalami luka-luka di tengah kian minimnya fasilitas layanan medis setempat.

Data itu diyakini belum lengkap. Sebab, masih sangat banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan dan puing-puing bangunan yang menjadi sasaran serangan udara IDF. Mereka tidak dapat terjangkau oleh ambulans dan tim penyelamat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Trump Kembali Serang Powell, Sebut The Fed Rugikan Industri Perumahan AS

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melancarkan kritik pedas kepada Ketua The Fed Jerome Powell.

Trump menuduh Powell telah merugikan industri perumahan "sangat parah" karena mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga menyulitkan masyarakat memperoleh kredit pemilikan rumah (KPR).

 “Bisakah seseorang memberi tahu Jerome ‘Terlalu Lambat’ Powell bahwa ia sangat merugikan industri perumahan? Orang-orang tidak bisa mendapatkan KPR karena dia. Tidak ada inflasi, dan semua tanda menunjukkan perlunya pemangkasan besar suku bunga,” tulis Trump di platform Truth Social, Selasa (19/8/2025).

Komentar terbaru Trump ini muncul jelang pidato Powell di simposium bank sentral tahunan di Jackson Hole, Jumat mendatang.

Investor akan mencermati arah pandangan Powell terhadap ekonomi dan kemungkinan penurunan suku bunga acuan jangka pendek.

The Fed dijadwalkan menggelar rapat kebijakan berikutnya pada 16-17 September. Saat ini, para investor dan ekonom memperkirakan bank sentral hanya akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan, dengan potensi pemangkasan lanjutan yang serupa pada akhir tahun.

Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan desakan Trump yang meminta pemangkasan beberapa persen.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan sempat mendorong pemangkasan hingga 50 basis poin pada September.

The Fed terakhir kali memangkas suku bunga sebanyak 50 basis poin pada September tahun lalu, menjelang pemilihan presiden.

Dua kali pemangkasan tambahan dilakukan setelah Trump kembali terpilih, namun sepanjang tahun ini suku bunga ditahan di kisaran 4,25%–4,50%.

Kekhawatiran inflasi yang berpotensi dipicu tarif impor Trump serta kondisi pasar tenaga kerja yang masih kuat menjadi alasan The Fed menahan diri.

Inflasi Masih Campuran

Data terbaru menunjukkan inflasi masih belum kembali ke target The Fed di 2%. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,2% pada Juli, dengan inflasi tahunan stabil di 2,7%.

Sementara itu, inflasi inti (Core CPI) meningkat 3,1% secara tahunan. Indikator inflasi lain, Personal Consumption Expenditures (PCE) inti, diperkirakan naik 0,3% di bulan Juli sehingga inflasi tahunan mencapai 3%.

Kenaikan harga produsen dan impor juga menandakan adanya risiko dorongan harga lebih tinggi di level konsumen.

Sementara pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda pelemahan dengan penurunan penciptaan lapangan kerja bulanan, tingkat pengangguran tetap rendah di 4,2%.

KPR Jadi Sorotan

Trump menyoroti dampak suku bunga tinggi terhadap pasar KPR. Suku bunga acuan The Fed memang mempengaruhi suku bunga jangka pendek, namun suku bunga hipotek lebih erat terkait imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.

Meski belakangan suku bunga KPR 30 tahun sedikit menurun, levelnya masih bertahan di sekitar 6,7%, jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum lonjakan inflasi pascapandemi dan kampanye kenaikan suku bunga The Fed sejak 2022.

Tingginya bunga kredit ditambah harga rumah yang terus melambung akibat minimnya pasokan menjadi beban berat bagi calon pembeli rumah di AS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post