News Komoditi & Global ( Rabu, 8 Juli 2026 )

News  Komoditi  &  Global

                                     (  Rabu,   8  Juli  2026  )

Harga Emas Global Turun di Tengah Ketegangan AS–Iran yang Meningkat Kembali

 

Harga Emas (XAU/USD) melemah ke sekitar $4.100 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Logam mulia menghadapi tekanan jual baru setelah AS berjanji akan merespons Iran menyusul laporan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak di dalam dan sekitar Selat Hormuz. Para pedagang menunggu rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan Juni yang akan dirilis pada hari Rabu.

"Pasukan Komando Pusat AS telah mulai melancarkan serangkaian serangan kuat terhadap Iran untuk memberikan balasan yang berat atas penargetan dan serangan terhadap awak kapal komersial yang terdiri dari warga sipil tak bersalah di jalur perairan internasional," kata Centcom pada hari Selasa.

Militer AS menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz.

Pembaruan ketegangan mengancam untuk lebih mendestabilisasi hubungan antara Washington dan Tehran setelah kedua negara menandatangani kesepakatan damai interim bulan lalu yang mengakhiri pertempuran di semua front dan membuka kembali selat. Hal ini, pada gilirannya, dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi yang didorong oleh energi dan membebani logam kuning yang tidak berimbal hasil ini.

Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS bulan Juni yang mengecewakan telah mendorong para pedagang untuk mengurangi prakiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang mungkin membantu membatasi penurunan logam kuning yang tidak berimbal hasil ini. Data minggu lalu menunjukkan ekonomi AS menambah 57 ribu lapangan pekerjaan pada bulan Juni, lebih sedikit dari 129 ribu yang direvisi lebih rendah pada bulan Mei dan lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 110 ribu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga Minyak Dunia  Melonjak Setelah Serangan Udara AS Terbaru ke Iran

 

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terus naik setelah mencatat kenaikan hampir 5% pada hari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $72,20 per barel selama perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Harga minyak mentah global melonjak setelah militer AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran dan mencabut pengecualian sanksi yang memungkinkan negara tersebut menjual minyak secara internasional.

Eskalasai ini terjadi setelah serangkaian serangan Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial di jalur perairan vital Selat Hormuz, termasuk kapal LNG Qatar dan kapal tanker minyak Saudi. Pembaruan ketegangan ini secara langsung mengancam kesepakatan damai interim yang rapuh antara AS dan Iran serta meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global yang parah karena para pemilik kapal dan produsen regional yang waspada menghindari rute tersebut.

Ketidakstabilan mendadak ini menandai pembalikan tajam dari prakiraan pasar sebelumnya tentang kelebihan pasokan, yang sebelumnya diprakirakan setelah OPEC+ menaikkan kuota produksi dan produsen-produsen Timur Tengah bersiap untuk meningkatkan output.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wall Street Ditutup Lesu, Micron dan Saham Chip Tekan Nasdaq

 

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (7/7//2026). Indeks Nasdaq mencatat penurunan terdalam setelah aksi jual saham-saham semikonduktor meningkat di tengah kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan reli saham yang didorong tren kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI).  Mengutip Reuters, Nasdaq Composite ditutup melemah 1,16% ke level 25.818,69. Sementara itu, S&P 500 turun 0,45% ke 7.503,85, sedangkan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,25% ke 52.925,15 setelah sempat menyentuh rekor tertinggi intraday. Tekanan utama datang dari sektor semikonduktor. Saham Micron Technology turun 4,7%, sedangkan Sandisk merosot 7,3%. Pelemahan tersebut menyeret indeks PHLX Semiconductor anjlok 4,65%, meski sepanjang 2026 indeks tersebut masih membukukan kenaikan sekitar 74%. Sentimen negatif muncul setelah laporan laba Samsung Electronics yang melonjak tajam gagal memenuhi ekspektasi investor yang sudah sangat tinggi terhadap prospek industri chip AI. Baca Juga: Intip Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Reli 5 Hari Beruntun, Selasa (7/7) Kekhawatiran pasar juga bertambah setelah Reuters melaporkan perusahaan rintisan asal China, DeepSeek, tengah mengembangkan chip AI sendiri. Langkah tersebut dinilai berpotensi mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap chip buatan Nvidia maupun Huawei. Kepala Manajemen Portofolio Horizon Investments, Zachary Hill, mengatakan aksi jual pada saham-saham AI mencerminkan rotasi sektor setelah reli yang sangat kuat dalam beberapa waktu terakhir. "Cerita pasar saat ini sama seperti beberapa pekan terakhir, yaitu rotasi setelah reli luar biasa pada saham AI, semikonduktor, dan memori. Ekspektasi terhadap perusahaan-perusahaan tersebut kini menjadi sangat tinggi dan semakin sulit dipenuhi," ujarnya. Pelaku pasar juga akan mencermati pencatatan saham SK Hynix di Nasdaq pada Jumat (10/7), yang dinilai menjadi ujian berikutnya terhadap minat investor pada sektor semikonduktor. Sementara itu, saham SpaceX milik Elon Musk turun hampir 7% pada hari pertama diperdagangkan sebagai anggota indeks Nasdaq 100, setelah sejumlah perusahaan sekuritas mulai memberikan cakupan riset terhadap saham tersebut.

Wall Street Dibuka Beragam, Nasdaq Tertekan oleh Pelemahan Saham Chip AI Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, sebanyak delapan sektor ditutup di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor industri yang turun 3,41%, disusul sektor material yang melemah 2,45%. Meski demikian, jumlah saham yang naik di indeks S&P 500 masih lebih banyak dibandingkan saham yang turun dengan rasio sekitar 1,3 banding 1. Di sisi lain, harga minyak menguat setelah muncul laporan mengenai serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz, yang kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi global. Saham Fiserv naik 1,8% setelah media melaporkan perusahaan tersebut berdiskusi dengan sejumlah bank besar AS, termasuk JPMorgan dan Bank of America, terkait rencana penjualan bisnis infrastruktur pembayaran kartu debit. Fokus investor selanjutnya tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis Rabu (8/7). Dokumen tersebut menjadi risalah pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh dan diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Amerika Serikat Kembali Serang Iran

 

Militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sebagai respons atas dugaan serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran mengecam langkah Washington dan menegaskan akan mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya telah memulai "serangkaian serangan kuat" terhadap Iran. Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan memberikan "biaya yang mahal" kepada Iran atas dugaan penargetan kapal-kapal dagang yang diawaki warga sipil di perairan internasional.

serangan AS dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Washington menilai tindakan tersebut tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa Teheran akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk menjaga kepentingan serta keamanan nasionalnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di wilayah selatan Iran. Kantor berita Fars melaporkan asap hitam terlihat di belakang pasar ikan di Bandar Abbas setelah proyektil menghantam dermaga perikanan dan membakar beberapa kapal nelayan.

Media-media Iran juga melaporkan ledakan di sejumlah lokasi, termasuk di sekitar Sirik, Pulau Qeshm, dan Bandar Abbas. Televisi pemerintah Iran menyebut sedikitnya enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, pulau terbesar di sekitar Selat Hormuz yang memiliki posisi strategis dalam pengawasan jalur pelayaran tersebut.

Selain itu, sedikitnya tujuh ledakan dilaporkan terjadi di kawasan Pelabuhan Sirik yang juga berada di jalur strategis Selat Hormuz. Media pemerintah Iran menyebut proyektil menghantam dermaga komersial di Sirik, dermaga perikanan di Desa Ziyarat, serta memicu beberapa ledakan di area pelabuhan.

Situasi di Selat Hormuz dilaporkan kembali memanas setelah sebelumnya hanya terjadi konfrontasi terbatas pascapenandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan kawasan tersebut.

Di sisi diplomatik, Kementerian Luar Negeri Iran menuduh Amerika Serikat melanggar Pasal 10 dalam MoU setelah mencabut pengecualian sementara terhadap sanksi penjualan minyak Iran. Dalam pernyataannya, Teheran menyebut keputusan Departemen Keuangan AS sebagai pelanggaran nyata terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani pada 18 Juni.

Iran menilai pencabutan kebijakan tersebut, yang dilakukan kurang dari 20 hari setelah penandatanganan MoU, menunjukkan itikad tidak baik Washington dan menjadi bukti bahwa pemerintah AS tidak dapat dipercaya. Teheran juga menuduh AS berulang kali melanggar isi nota kesepahaman, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui tindakan Israel di Lebanon.

Sementara itu, Iran juga membantah tuduhan Qatar terkait dugaan serangan terhadap kapal pengangkut LNG yang berafiliasi dengan Qatar di Selat Hormuz. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut tuduhan tersebut membingungkan dan menegaskan Iran tetap berkomitmen menjaga keselamatan pelayaran di jalur strategis tersebut sesuai ketentuan dalam nota kesepahaman.

Sebelumnya, Qatar memanggil wakil duta besar Iran dan menyampaikan nota protes resmi atas dugaan penargetan kapal LNG Qatar di dekat Selat Hormuz.

Kecaman juga datang dari Bahrain. Pemerintah Bahrain mengecam dugaan serangan Iran terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi dan Qatar yang melintasi Selat Hormuz. Manama menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta ancaman bagi keamanan maritim dan pasokan energi global.

Kementerian Luar Negeri Bahrain menyatakan solidaritas kepada Arab Saudi dan Qatar serta mendesak masyarakat internasional mengambil langkah untuk melindungi kebebasan navigasi dan mencegah insiden serupa.

Hingga kini, Iran belum secara tegas membenarkan maupun membantah tuduhan melakukan serangan di sekitar Selat Hormuz. Teheran justru menegaskan haknya mengelola jalur pelayaran tersebut berdasarkan nota kesepahaman yang berlaku.

Iran juga meminta seluruh kapal yang melintasi rute yang telah ditentukan untuk berkoordinasi dengan otoritas Iran. Pernyataan serupa sebelumnya juga disampaikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang menegaskan setiap pelayaran di Selat Hormuz harus mendapat koordinasi dengan Iran.

Serangan militer AS terjadi tidak lama setelah Washington mencabut pengecualian sementara terhadap sanksi minyak Iran, sehingga meningkatkan tekanan terhadap Teheran di tengah proses perundingan kedua negara mengenai penyelesaian konflik. Pada Selasa, Departemen Keuangan AS membatalkan lisensi yang sebelumnya diumumkan pada Juni dan mengizinkan Iran memproduksi, menjual, serta mengirim minyak mentah hingga 21 Agustus.

Selat Hormuz

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan upaya Amerika Serikat membangun jalur alternatif di Selat Hormuz hanya akan menggagalkan perundingan antara kedua negara.

"Sudah sangat jelas bahwa Amerika Serikat akan membawa perundingan dengan Iran menuju kegagalan," kata Rezaei kepada televisi pemerintah Iran.

Rezaei, yang juga anggota Dewan Kemaslahatan Iran, turut menyerukan penarikan pasukan Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah serta menuntut pembalasan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terbunuhnya mantan pemimpin Iran.

 

 

 

 

 

Kanada Makin Jauh dari AS, F-35 Terancam Digeser Gripen?

 

Pemerintah Kanada semakin menunjukkan sinyal mengurangi ketergantungan pada industri pertahanan Amerika Serikat (AS). Setelah memutuskan memilih perusahaan Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), untuk membangun hingga 12 kapal selam baru, Ottawa kini juga terus mengkaji ulang rencana pembelian jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin, di tengah menguatnya tawaran Gripen E dari Saab Swedia.

Keputusan memilih TKMS dinilai bukan sekadar proyek pengadaan kapal selam, melainkan bagian dari perubahan strategi pertahanan pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney yang menekankan diversifikasi pemasok persenjataan sekaligus memperkuat industri pertahanan domestik.

Berbicara dalam konferensi pers di Halifax sebelum bertolak menghadiri KTT NATO di Turki pada Senin (6/7), Carney menegaskan penguatan kemampuan pertahanan menjadi prioritas di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

"Dalam dunia yang semakin berbahaya dan terpecah, Kanada harus berbuat lebih banyak untuk mempertahankan diri, menjaga kedaulatan, dan mendukung para sekutu," kata Carney, seperti dikutip Reuters, Senin (6/7).

Arah kebijakan tersebut dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan proyek pengadaan pesawat tempur Kanada yang kini sedang dievaluasi. Semula Ottawa berkomitmen membeli 88 jet tempur F-35A, tetapi kini pemerintah membuka peluang mengurangi jumlah pembelian sekaligus mempertimbangkan Gripen E yang ditawarkan Saab dengan skema transfer teknologi penuh dan produksi di Kanada.

Perubahan orientasi itu semakin terlihat setelah pemerintah Kanada pada Mei lalu memilih pesawat peringatan dini GlobalEye buatan Saab, mengalahkan dua proposal dari Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai keputusan tersebut menjadi langkah awal membangun ekosistem industri Saab di Kanada yang dapat membuka jalan bagi produksi Gripen di dalam negeri.

Dalam skenario yang tengah dibahas, pemerintah Kanada tidak hanya menilai kemampuan tempur pesawat, tetapi juga manfaat ekonomi jangka panjang. Saab menawarkan perakitan Gripen di Kanada, transfer teknologi, akses terhadap sistem misi, serta hak pemeliharaan dan pengembangan secara mandiri. Sebaliknya, F-35 tetap diproduksi di Fort Worth, Texas, sementara perusahaan-perusahaan Kanada berpartisipasi sebagai bagian dari rantai pasok global Lockheed Martin.

Dengan demikian, persaingan F-35 dan Gripen tidak lagi semata ditentukan oleh kemampuan di medan tempur. Pemerintahan Carney juga mempertimbangkan sejauh mana masing-masing proposal mampu memperkuat kedaulatan industri, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan Kanada terhadap industri pertahanan AS.

Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Carney sebelumnya saat berkunjung ke London pada Maret 2025. Dalam wawancara yang dikutip Reuters, ia menegaskan hubungan keamanan Kanada selama ini terlalu bergantung pada Amerika Serikat sehingga perlu diperluas.

"Sudah jelas bahwa hubungan keamanan kita terlalu terfokus pada Amerika Serikat. Kita harus melakukan diversifikasi," ujar Carney.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Kanada David McGuinty memastikan pemerintah belum mengambil keputusan final mengenai masa depan pengadaan F-35. Berbicara dalam sidang Komite Pertahanan Senat yang dikutip Reuters pada 27 April 2026, ia mengatakan proses evaluasi masih berlangsung.

"Peninjauan pembelian F-35 masih terus berlangsung," kata McGuinty. "Kemungkinan mempertimbangkan pesawat tempur lain dari negara lain juga menjadi bagian dari opsi yang sedang dikaji."

Optimisme datang dari pihak Saab. Dalam paparan kepada investor yang dilaporkan Breaking Defense pada 5 Februari 2026, CEO Saab Micael Johansson mengatakan perusahaannya telah menyampaikan seluruh rincian proposal kepada pemerintah Kanada, termasuk transfer teknologi dan peluang membangun fasilitas produksi Gripen di dalam negeri.

"Kami telah memberikan seluruh informasi rinci yang mereka perlukan untuk memahami proposal kami," ujar Johansson.

Dari dalam kabinet Kanada sendiri, tuntutan agar pengadaan pesawat tempur memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar juga menguat. Menteri Perindustrian Mélanie Joly mengatakan Kanada belum memperoleh keuntungan industri yang memadai dari program F-35.

"Saya meyakini Kanada belum mendapatkan manfaat yang cukup dari kontrak F-35," kata Joly kepada wartawan di Parliament Hill, Ottawa, seperti diberitakan The Canadian Press melalui Halifax CityNews pada 18 November 2025.

"Manfaat industrinya masih belum memadai. Kontrak F-35 harus mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi warga Kanada," ujarnya.

Perdebatan mengenai pengadaan pesawat tempur itu pun kini telah melampaui persoalan memilih platform terbaik. Pemerintah Kanada tengah dihadapkan pada pilihan strategis antara tetap mengandalkan F-35 buatan Amerika Serikat, membangun Gripen di dalam negeri melalui transfer teknologi Saab, atau mengoperasikan armada campuran yang menggabungkan keduanya.

Dalam konteks tersebut, isu kedaulatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasok nasional kini menjadi pertimbangan yang sama pentingnya dengan kemampuan tempur pesawat itu sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Trump Klaim Perdamaian Rusia-Ukraina Makin Dekat, Isu Ini Akan Dibahas di KTT NATO

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, penyelesaian perang Rusia-Ukraina semakin mendekati titik terang setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Meski demikian, serangan Rusia ke Ukraina masih terus berlangsung. Mengutip Reuters, Selasa (7/7/2026), Trump menyatakan konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu "lebih dekat untuk diselesaikan daripada yang disadari banyak orang". Baca Juga: Inflasi Filipina Melambat Jadi 6,4% pada Juni, di Bawah Ekspektasi Pasar Ia mengatakan isu tersebut akan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki pekan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah berbicara melalui sambungan telepon dengan Putin dan Zelenskiy pada akhir pekan lalu. Namun, ia tidak menjelaskan alasan spesifik yang mendasari keyakinannya bahwa penyelesaian konflik sudah semakin dekat. Di saat yang sama, Rusia kembali melancarkan serangan rudal dan drone ke Kyiv serta wilayah sekitarnya pada Senin malam. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 28 orang. Baca Juga: Harga Emas Spot Kembali Melemah Selasa (7/7), Semua Mata Tertuju pada Risalah The Fed "Ini adalah salah satu konflik yang menurut saya penyelesaiannya jauh lebih dekat daripada yang dibayangkan banyak orang. Presiden Putin ingin perang ini berakhir," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih. Trump mengatakan percakapannya dengan Putin pada libur Hari Kemerdekaan AS, 4 Juli, berlangsung dengan baik. Menurut Kremlin, pembicaraan yang berlangsung sekitar 85 menit itu juga membahas berbagai upaya untuk mendorong proses perdamaian. Trump juga menyebut Zelenskiy kini menginginkan perang segera berakhir. "Presiden Zelenskiy juga ingin mengakhiri perang ini sekarang. Kami akan menghadiri KTT NATO dan membahas hal tersebut. Saya pikir kami akan berhasil mengakhirinya. Ini adalah situasi yang sangat buruk," ujarnya. Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Tipis Selasa (7/7) Pagi, Brent ke US$ 72,29 per Barel Trump dijadwalkan bertemu Zelenskiy di sela-sela KTT NATO di Ankara pada Rabu (8/7). Seorang pejabat AS mengatakan pertemuan itu bertujuan menghidupkan kembali upaya diplomatik guna mengakhiri perang. Pejabat yang sama menyebut Trump kemungkinan akan kembali menghubungi Putin setelah bertemu Zelenskiy. Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia menilai sikap Trump terhadap konflik Ukraina tidak berubah. "Presiden Trump memiliki sikap yang cukup konsisten. Semua spekulasi bahwa pandangannya berubah-ubah tentu tidak benar," kata Peskov kepada wartawan. Menurutnya, Putin dan Trump sepakat untuk melanjutkan komunikasi dalam waktu dekat. Di sisi lain, Zelenskiy dalam wawancara dengan Financial Times juga menggambarkan percakapannya dengan Trump berlangsung sangat baik. Baca Juga: Yen Kembali Dekati Level Terendah 40 Tahun, Pasar Uji Kesabaran Jepang Ia menilai Presiden AS tersebut mulai memandang konflik Ukraina dari perspektif yang berbeda setelah melihat sejumlah keberhasilan militer Ukraina, terutama serangan drone jarak jauh terhadap fasilitas industri minyak Rusia yang memicu gangguan pasokan bahan bakar di negara tersebut. "Presiden Trump ingin berada di pihak yang meraih keberhasilan," kata Zelenskiy seperti dikutip Financial Times. Ia menambahkan, pandangan Trump dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika politik domestik AS menjelang pemilu paruh waktu serta keyakinannya mengenai cara terbaik untuk mengakhiri perang. Hubungan Trump dan Zelenskiy sempat memanas setelah pertemuan di Gedung Putih tahun lalu berakhir dengan adu argumen. Namun sejak itu, kedua pemimpin berupaya memperbaiki hubungan melalui sejumlah pertemuan diplomatik. Dalam pernyataan terbarunya, Trump tidak lagi menyinggung pernyataan sebelumnya yang mendesak Zelenskiy segera menyepakati perundingan dengan Rusia karena dinilai tidak memiliki posisi tawar yang kuat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

China dan Jepang Saling Klaim Insiden di Sekitar Kepulauan Senkaku

 

 China dan Jepang menyampaikan versi yang saling bertentangan terkait insiden yang melibatkan kapal penjaga pantai kedua negara dan sebuah kapal nelayan Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku yang disengketakan pada Selasa (7/7/2026). Perairan di sekitar Kepulauan Senkaku, yang oleh China disebut sebagai Kepulauan Diaoyu, telah lama menjadi sumber ketegangan antara Beijing dan Tokyo. Kedua negara sama-sama mengklaim kedaulatan atas gugusan pulau di Laut China Timur tersebut. Selama bertahun-tahun, kedua pihak secara rutin mengerahkan kapal patroli ke wilayah itu sambil saling mendesak agar pihak lawan meninggalkan kawasan yang mereka klaim. Penjaga Pantai China pada Selasa menyatakan telah mengusir sebuah kapal nelayan Jepang yang disebut "secara ilegal memasuki perairan teritorial" salah satu pulau yang menjadi bagian dari gugusan pulau yang disengketakan di Laut China Timur. Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Turun 2%, Terseret Aksi Jual Saham Produsen Chip Namun, Penjaga Pantai Jepang memberikan keterangan yang berbeda. Dalam pernyataannya, otoritas Jepang menyebut telah mencegat dan mengusir dua kapal Penjaga Pantai China pada Selasa pagi ketika kapal-kapal tersebut mendekati sebuah kapal nelayan Jepang yang diawaki dua orang. Pemerintah Jepang menegaskan bahwa kehadiran kapal-kapal China yang mengklaim wilayah perairan di sekitar Kepulauan Senkaku sebagai bagian dari yurisdiksi Beijing merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Jepang juga menyatakan akan terus merespons situasi tersebut "dengan tenang dan tegas" sesuai dengan hukum internasional maupun peraturan domestik yang berlaku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AS Tersingkir dari Piala Dunia, Kontroversi Trump dan FIFA Jadi Sorotan

 

Tim nasional Amerika Serikat tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah telak 1-4 dari Belgia pada laga babak 16 besar, Senin (6/7/2026). Kekalahan tersebut dibayangi kontroversi besar terkait dugaan campur tangan politik Presiden AS Donald Trump dalam kasus kartu merah penyerang Folarin Balogun. Balogun sebelumnya dijatuhi larangan bermain satu pertandingan akibat kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Namun, larangan tersebut ditangguhkan FIFA sehingga sang striker dapat tampil melawan Belgia setelah Trump meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau ulang keputusan tersebut. Trump menyebut penangguhan hukuman itu sebagai “keputusan yang sangat brilian”, tetapi langkah tersebut memicu kemarahan kubu Belgia, kritik dari berbagai federasi sepak bola, hingga menjadi isu utama sepanjang turnamen. Belgia Menang Meyakinkan Meski Balogun akhirnya dimainkan dan mendapat dukungan penuh suporter tuan rumah di Stadion Seattle, Amerika Serikat tetap tak mampu membendung permainan Belgia. Striker Belgia Charles De Ketelaere mencetak dua gol, termasuk gol pembuka dalam 10 menit pertama, yang membungkam teriakan “U-S-A!” dari mayoritas penonton yang memadati stadion dengan warna merah, putih, dan biru bendera Amerika Serikat. Kemenangan 4-1 membawa Belgia melaju ke perempat final Piala Dunia. UEFA dan Belgia Kecam FIFA Keputusan FIFA menangguhkan hukuman Balogun menuai kecaman dari UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, serta sejumlah asosiasi sepak bola lainnya. “Kami menyatakan ketidakpercayaan kami atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan ini,” kata UEFA. “Keputusan kemarin telah melewati garis merah. Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi menjadi dirusak,” tambahnya. Federasi Sepak Bola Swiss juga menyatakan keputusan tersebut “tidak dapat dipahami” dan menimbulkan ketidakpastian mengenai kewenangan keputusan wasit, terutama ketika teknologi VAR terlibat. Trump: Sangat Tidak Adil Trump membela Balogun dan mengkritik larangan bermain yang sempat dijatuhkan kepada penyerang tersebut. “Dia (Balogun) tidak melakukan kesalahan apa pun dan dia adalah pemain terbaik kami,” ujar Trump kepada wartawan di Oval Office. “Ketika mereka mengambil pemain terbaik Anda dan berkata ‘Anda tidak boleh bermain’, itu sangat tidak adil,” terangnya.  “Saya pikir mereka (FIFA) membuat keputusan yang sangat brilian,” kata Trump. “Saya meminta peninjauan ulang. Jika mereka tidak mengizinkan pemain top bermain, saya pikir Piala Dunia akan mendapat noda besar. Saya menyampaikan perasaan itu,” tambahnya. Trump juga mempertanyakan kualitas kepemimpinan wasit asal Brasil, Raphael Claus, yang sebelumnya mengusir Balogun. Baca Juga: Indeks KOSPI Ambruk, Terseret Saham Samsung yang Merosot Akibat Kekhawatiran AI “Sedikit mencurigakan jika melihat rekam jejaknya,” ujar Trump tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Federasi Sepak Bola Brasil menolak segala insinuasi terkait integritas wasit tersebut. “Dia adalah profesional teladan, yang kariernya didukung penuh oleh penilaian teknis, performa yang konsisten, dan kepercayaan dari kompetisi nasional maupun internasional terkemuka,” kata federasi Brasil. FIFA Tegaskan Proses Independen Gianni Infantino mengakui adanya percakapan dengan Trump, tetapi menegaskan bahwa badan peradilan FIFA bekerja secara independen. “Dalam percakapan kami, saya menjelaskan bahwa ada proses hukum yang sedang berlangsung yang melibatkan badan peradilan independen FIFA dan kasus tersebut akan diputuskan pada waktunya oleh badan yang berwenang,” kata Infantino. “Begitulah sistem FIFA bekerja, dan itu adalah prinsip yang akan selalu saya junjung,” ungkapnya. Komite Disiplin FIFA menyatakan memiliki kewenangan menangguhkan larangan satu pertandingan tersebut dan juga menjatuhkan denda US$40.000 kepada Balogun karena masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan bersama rekan setim setelah sebelumnya diusir. “Menangguhkan dampak kartu merah berdasarkan ketentuan eksplisit dalam regulasi yang berlaku adalah langkah yang jauh lebih seimbang,” ujar ketua Komite Disiplin FIFA. Kritik dari Klopp hingga Blatter Kontroversi ini juga memancing reaksi keras dari tokoh-tokoh sepak bola dunia. Mantan pelatih Liverpool Juergen Klopp menyebut keterlibatan Trump dan Infantino sebagai sesuatu yang “gila”. Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Turun 2%, Terseret Aksi Jual Saham Produsen Chip “Ini olahraga kami, bukan milik mereka,” kata Klopp. “Jika Donald Trump dan Gianni Infantino benar-benar menyelesaikan ini di antara mereka sendiri, itu kegilaan; itu membuat semuanya dipertanyakan. Dua orang ini, yang tidak tahu apa-apa tentang sepak bola, seharusnya sama sekali tidak terlibat dalam hal ini,” tambahnya. Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter juga ikut mengkritik. “Kartu merah tidak dibatalkan oleh telepon politik. Kartu merah dibatalkan oleh aturan, bukti, dan badan independen,” ujar Blatter. “Jika seorang Presiden AS campur tangan kepada Presiden FIFA — dan seorang pemain tiba-tiba dinyatakan boleh bermain sebelum laga gugur Piala Dunia — maka pertanyaannya tak terelakkan: ke mana arah FIFA? Sepak bola tidak boleh menjadi arena permainan kekuasaan politik,” katanya.

 

 

 

 

 

 

 

ADNOC Distribution Akuisisi Bisnis Hilir Shell di Afrika Selatan Senilai US$ 1 Miliar

 

ADNOC Distribution mengatakan telah setuju untuk membeli bisnis hilir Shell di Afrika Selatan dengan nilai perusahaan tersirat sekitar US$ 1 miliar. Ini menandai akuisisi luar negeri terbesar bagi ADNOC Distribution hingga saat ini seiring ekspansinya di luar Teluk. Akuisisi Shell Downstream South Africa (SDSA), yang mencakup 580 stasiun bahan bakar serta operasi grosir bahan bakar, penerbangan, dan pelumas, akan memperluas jaringan ADNOC Distribution sebesar 55% menjadi sekitar 1.600 lokasi dan meningkatkan volume bahan bakar sebesar 20%. Afrika Selatan akan menjadi pasar keempat ADNOC Distribution setelah Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir, dan merupakan langkah menuju ambisinya untuk menjadi operator ritel bahan bakar dan toko serba ada global. CEO ADNOC Distribution Bader Saeed Al Lamki mengatakan, perusahaan "masih haus akan pertumbuhan", menambahkan bahwa Afrika dan Asia Tenggara termasuk di antara wilayah targetnya. Baca Juga: Indeks KOSPI Ambruk, Terseret Saham Samsung yang Merosot Akibat Kekhawatiran AI Perusahaan mengharapkan, kesepakatan ini akan meningkatkan laba per saham sebesar 6% dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi sekitar 13% pada tahun penuh pertama setelah penutupan. Kesepakatan ini dapat menghasilkan pembayaran dividen yang lebih tinggi bagi pemegang saham, kata Al Lamki. Kebijakan dividen ADNOC Distribution hingga tahun 2030 menjamin minimal $700 juta per tahun, atau 75% dari laba bersih jika lebih tinggi. ADNOC Distribution memasuki pasar ritel bahan bakar Afrika Selatan yang telah mengalami konsolidasi pesat di sekitar pemilik yang didukung oleh pedagang komoditas. Vivo Energy milik Vitol menjadi pemimpin pasar setelah membeli sebagian besar saham Engen dari Petronas Malaysia pada tahun 2024, sementara Glencore telah mengelola jaringan terbesar kedua di negara itu sejak mendukung akuisisi stasiun Caltex milik Chevron pada tahun 2018. Saham 28% di SDSA akan dijual kepada mitra lokal dan rencana opsi saham karyawan setelah penutupan, sesuai dengan undang-undang Pemberdayaan Ekonomi Kulit Hitam Berbasis Luas Afrika Selatan, sehingga ADNOC Distribution akan memiliki mayoritas 72%, katanya. SDSA memiliki volume bahan bakar sekitar 3,5 miliar liter dan mengoperasikan 360 toko swalayan pada tahun 2025. ADNOC Distribution mengatakan kerangka penetapan harga bahan bakar yang diatur di Afrika Selatan menawarkan margin kotor per liter yang sebanding dengan UEA, melindungi keuntungan dari inflasi dan volatilitas mata uang. Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Turun 2%, Terseret Aksi Jual Saham Produsen Chip Sebelum perang AS-Israel dengan Iran, sekitar 60% dari permintaan produk olahan negara itu dipenuhi oleh impor, sebagian besar dari Teluk. "Kami, pertama dan terutama, adalah perusahaan 'kenyamanan dan ritel'," kata Al Lamki ketika ditanya apakah perusahaannya akan berinvestasi dalam penyulingan, menambahkan bahwa mereka akan fokus pada jaringan ritel, toko serba ada, penerbangan, B2B, dan pelumas. ADNOC Distribution akan mempertahankan merek Shell untuk bisnis SPBU ritel dan pelumas berdasarkan perjanjian lisensi jangka panjang. "Shell telah berada di Afrika Selatan selama lebih dari 120 tahun. Pelanggan sudah terbiasa dengannya," kata Al Lamki. "Kami percaya ada nilai dalam mempertahankan merek ini."

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Australia dan Kepulauan Solomon Pererat Hubungan di Tengah Ketegangan Pasifik

 

Australia dan Kepulauan Solomon sepakat mempererat hubungan bilateral di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan Pasifik setelah uji coba rudal balistik China dari kapal selam nuklir menuai kecaman sejumlah negara. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan Canberra tidak ingin melihat tindakan apa pun yang berpotensi mengganggu perdamaian dan keamanan di Pasifik. Ia menyebut uji coba rudal China itu sebagai langkah provokatif yang bisa memicu ketegangan baru di kawasan. Baca Juga: Kebakaran Kilang Minyak Australia Perburuk Krisis BBM di Tengah Konflik Iran “Tidak ada keraguan ini tindakan provokatif dari China, dan itu mengganggu stabilitas kawasan,” kata Albanese dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Solomon Islands Matthew Wale di Honiara, Selasa (7/7/2026). Albanese juga menyoroti bahwa China disebut tidak memberi pemberitahuan 48 jam sebelumnya sesuai prosedur. Namun, menurut dia, perhatian utama justru terletak pada fakta bahwa rudal itu ditembakkan dari kapal selam bertenaga nuklir. Berdasarkan laporan kantor berita Xinhua, kapal selam nuklir milik Angkatan Laut China melepaskan rudal dengan hulu ledak tiruan ke arah perairan internasional di Pasifik pada Senin pukul 12.01 waktu setempat. Rudal itu disebut jatuh di wilayah yang telah ditentukan, meski lokasi pastinya tidak dijelaskan. Aksi China itu langsung memancing kritik dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, Selandia Baru, dan Taiwan. Kementerian Luar Negeri China sendiri meminta negara-negara lain tidak membesar-besarkan peristiwa tersebut. Baca Juga: Diduga Membocorkan Informasi Rahasia, Otoritas Australia Periksa Mitra KPMG Di balik ketegangan itu, Australia dan Kepulauan Solomon tetap mendorong hubungan yang lebih erat. Keduanya sepakat melanjutkan perundingan menuju perjanjian komprehensif baru, sejalan dengan langkah Australia yang belakangan juga memperkuat kerja sama keamanan dengan Fiji dan Vanuatu. “Kami ingin proses ini dipercepat, tentu dengan tetap menjaga kualitas,” ujar Albanese.  Wale, yang mulai menjabat pada Mei lalu, menegaskan China memang mitra penting bagi negaranya, tetapi bukan berarti bebas melakukan hal yang mengancam keamanan kawasan. “Kami tidak ingin negara mana pun, China, Amerika, siapa pun, menguji rudal balistik antarbenua di kawasan Kepulauan Pasifik,” kata Wale.  Baca Juga: Ini Daftar Negara yang Repatriasi Warganya Akibat Terjebak Konflik di Timur Tengah Kepulauan Solomon selama ini dipandang sebagai negara Pasifik dengan hubungan paling dekat ke Beijing, terutama setelah meneken pakta keamanan dengan China pada 2022. Kesepakatan itu sempat memicu kekhawatiran di Amerika Serikat dan mendorong Australia memperkuat diplomasi keamanan di kawasan. Sementara itu, pejabat Taiwan Joseph Wu ikut melontarkan kritik. Lewat unggahan di media sosial, ia menyebut China kembali menunjukkan diri sebagai pihak yang suka menekan negara lain. Langkah Australia dan Kepulauan Solomon ini menandai upaya menjaga keseimbangan di tengah perebutan pengaruh yang makin tajam di Pasifik, saat isu keamanan, aliansi, dan kehadiran militer besar menjadi sorotan utama.

 

 

Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich

 

 Sudah 10 negara Barat yang melarang dua menteri Israel, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, memasuki wilayah mereka. Itu diungkap Kementerian Luar Negeri Zionis Israel. Ben-Gvir adalah Menteri Keamanan Nasional. Sedangkan Smotrich adalah Menteri Keuangan. Keduanya merupakan menteri dari kubu sayap kanan yang kerap dijuluki sebagai menteri ekstremis karena menganut ideologi ekstrem. Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York Ben-Gvir dan Smotrich telah menghadapi kritik luas atas pernyataan mereka yang menganjurkan pemusnahan rakyat Palestina. Dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Middle East Monitor, kementerian tersebut mengatakan sedang memantau perkembangan diplomatik dan mendesak 10 negara tersebut untuk mempertimbangkan kembali apa yang digambarkannya sebagai keputusan yang "tidak beralasan". Ke-10 negara Barat tersebut adalah Inggris, Kanada, Australia, Belanda, Spanyol, Belgia, Norwegia, Irlandia, Selandia Baru, dan Prancis. Ben-Gvir sudah dilarang masuk ke Prancis dan Irlandia pada akhir Mei setelah menerbitkan video yang menunjukkan para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF)—armada bantuan yang menuju Gaza—dipaksa bersujud dengan tangan terikat di belakang punggung mereka setelah kapal mereka dicegat di laut. Para aktivis tersebut kemudian ditahan di Israel selatan, yang memicu kecaman dunia internasional. Beberapa negara, termasuk Prancis, Spanyol, dan Italia, telah menyerukan sanksi Eropa terhadap Ben-Gvir. Otoritas peradilan di Prancis dan Italia juga telah membuka penyelidikan atas tuduhan bahwa dia bertanggung jawab atas penyiksaan para aktivis. Pada hari Selasa (7/7/2026), Ben-Gvir membatalkan rencana perjalanannya ke New York untuk menghadiri KTT Kepala Kepolisian PBB di tengah kekhawatiran atas rencana protes oleh kelompok hak asasi manusia (HAM), serta meningkatnya seruan untuk penangkapan dan penyelidikannya. Hind Rajab Foundation sebelumnya telah meminta Departemen Kehakiman AS untuk meluncurkan penyelidikan kriminal mendesak terhadap Ben-Gvir dan menangkapnya jika tiba di New York. Permintaan hukum tersebut didukung oleh berkas kasus yang luas yang disiapkan oleh organisasi pro-hak Palestina, yang mengatakan bahwa mereka mengajukan kasus tersebut kepada otoritas peradilan AS sebagai ujian komitmen Washington untuk menegakkan hukum internasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza

 

Hamas mengatakan pembubaran komite darurat pemerintah Gaza adalah bagian dari pengaturan untuk mentransfer tanggung jawab administratif ke Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). Mereka memperingatkan Israel sedang mencoba menciptakan “kekosongan administratif” di wilayah tersebut. Kelompok tersebut mengatakan mereka tetap “sepenuhnya berkomitmen” menerapkan semua ketentuan perjanjian gencatan senjata Gaza dan akan terus mematuhinya sampai administrasi wilayah tersebut sepenuhnya dialihkan ke Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.

Hamas mengatakan pembubaran komite darurat dan pengunduran diri ketuanya, Mohammed Abdel Khaleq Al-Farra, yang juga menjabat sebagai kepala sementara Komite Pengawasan Pemerintah, adalah bagian dari persiapan administratif dan hukum yang diperlukan untuk mentransfer tanggung jawab ke komite nasional. Kelompok tersebut menuduh Israel berupaya menghalangi pelaksanaan perjanjian gencatan senjata dan menciptakan "kekosongan administratif" di Gaza. Hamas mengatakan tujuan Israel adalah untuk memperdalam penderitaan warga Palestina dan melemahkan upaya memulihkan kehidupan normal di wilayah tersebut. Mereka menyerukan kepada para mediator dan negara-negara penjamin untuk mengambil tindakan mendesak dan menekan Israel menghentikan apa yang mereka sebut sebagai upaya menghalangi perjanjian tersebut dan mengizinkan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza memasuki Gaza dan memulai pekerjaannya. Pengumuman ini disampaikan saat pembicaraan terus berlanjut di Kairo untuk menyelesaikan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata, dengan putaran pertemuan terakhir telah berlangsung pada 30 Juni 2026.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes

 

China telah menguji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) dari kapal selam bertenaga nuklir di Samudra Pasifik pada hari Senin. Manuver ICBM yang mampu membawa hulu ledak nuklir tersebut telah diprotes enam negara di kawasan Pasifik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs web resmi pemerintah, mengatakan: "Uji peluncuran tersebut merupakan bagian rutin dari pelatihan militer tahunan China, sesuai dengan hukum dan praktik internasional, dan tidak ditujukan terhadap negara atau target tertentu." ADVERTISEMENT Baca Juga: AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua “Negara-negara terkait telah diberitahu sebelumnya, dan hal itu sesuai dengan hukum dan praktik internasional. Aktivitas peluncuran dilakukan dengan aman, sistematis, dan profesional. Kami berharap negara-negara terkait tidak akan menafsirkannya secara berlebihan," katanya. Beijing tidak menyebutkan jenis rudal apa yang diuji coba. Sekadar diketahui, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengoperasikan dua jenis rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam, yaitu JL-2 dan JL-3. Menurut para pakar rudal, JL-3 memiliki jangkauan yang cukup untuk mencapai daratan Amerika Serikat dari perairan lepas pantai China, termasuk Laut China Selatan. Kapal selam rudal balistik utama China adalah Type 094, juga dikenal sebagai kelas Jin, yang dioperasikan sebanyak enam unit. Beijing jarang melaporkan uji coba rudalnya, tetapi menurut Missile Defense Project di Center for Strategic and International Studies (CSIS), JL-3 pertama kali diuji pada tahun 2018 dan kemudian sekali lagi setahun kemudian. Meski China menyatakan tindakannya sebagai latihan rutin, namun ada enam negara yang protes atas manuver ICBM tersebut. 1. Selandia Baru Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan China menembakkan rudal tersebut ke perairan Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan, yang didirikan pada tahun 1986 oleh Perjanjian Rarotonga. China menandatangani protokol II dan III dari pakta tersebut pada tahun 1987. Protokol II menyerukan kepada para penandatangan untuk tidak menggunakan atau mengancam untuk menggunakan senjata nuklir terhadap negara lain atau wilayah mereka di dalam zona tersebut. Protokol III melarang uji coba nuklir di zona tersebut. “Hari ini, China memberi tahu kami tentang rencananya untuk meluncurkan rudal balistik jarak jauh ke Pasifik Selatan,” kata Peters pada hari Senin, yang dikutip CNN, Selasa (7/7/2026). “Selandia Baru menganggap ini sebagai perkembangan yang tidak diinginkan dan mengkhawatirkan. Kami, seperti tetangga kami di negara-negara Pasifik lainnya, tidak tertarik pada China yang menggunakan Pasifik Selatan sebagai lokasi uji coba kemampuan rudal,” kata Peters. “Kita sebagai kawasan tidak boleh hanya duduk diam dan membiarkan uji coba semacam itu menjadi hal yang biasa atau rutin,” imbuh Peters. 2. Australia Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengatakan uji coba senjata China di Pasifik berisiko memicu proliferasi nuklir yang berbahaya, dengan ICBM yang ditembakkan pada hari Senin mampu menyebabkan "kerusakan yang cukup besar" jika dilengkapi hulu ledak. Berbicara selama kunjungan ke Kepulauan Solomon, pemimpin Australia itu mengatakan dia prihatin bahwa uji coba itu, yang dilakukan setelah aliansi perjanjian Pasifik baru dibentuk, dapat merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut. “Fakta bahwa ini adalah uji coba rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir, yang ditembakkan dari kapal selam bertenaga nuklir, itu benar-benar mengkhawatirkan,” katanya. “Yang kita butuhkan adalah senjata nuklir yang lebih sedikit, tentu bukan lebih banyak," imbuh dia. “Sebagian dari kekhawatiran yang akan kami sampaikan adalah sifat senjata yang diuji yang jelas memiliki kemampuan untuk mencapai jarak jauh dan menyebabkan kerusakan yang sangat besar jika dilengkapi hulu ledak," paparnya. 3. Kepulauan Solomon Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Wale menggambarkan manuver rudal China tersebut sebagai "bukti lebih lanjut akan perlunya" pakta keamanan regional baru karena Beijing berupaya memperluas pengaruhnya di seluruh Pasifik. Wale mengatakan dia telah menyampaikan protes keras langsung kepada duta besar China dalam perannya sebagai ketua Forum Kepulauan Pasifik. “China adalah teman baik Kepulauan Solomon. Tetapi ini bukanlah sesuatu yang dilakukan oleh seorang teman," katanya. “Kami tidak ingin melihat negara lain—China, Amerika, siapa pun—menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) mereka di wilayah Kepulauan Pasifik. Intinya adalah, jadilah teman kami tetapi jangan mengancam kami," paparnya. 4. Jepang Pemerintah Jepang, dalam sebuah pernyataan, ikut prihatin dengan manuver rudal China. "Jepang menyatakan kekhawatiran serius mengenai aktivitas militer China yang semakin aktif," katanya. Tokyo mendesak Beijing untuk mempertimbangkan kembali uji coba rudal balistik. 5. Taiwan Taiwan, pulau yang memerintah sendiri selama puluhan tahun tapi masih diklaim China sebagai wilayahnya, juga mengkritik peluncuran ICBM dari kapal selam bertenaga nuklir China. Juru bicara kepresidenan Karen Kuo mengatakan, "Tindakan Beijing telah menyebabkan keresahan di kawasan." Dia lebih lanjut menyoroti ambisi China yang semakin jelas untuk ekspansi di Pasifik Barat. Joseph Wu, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan, mem-posting di media sosial sebuah peta yang diduga menunjukkan jalur rudal yang bergerak ke arah tenggara China, melewati Mikronesia dan Palau, dan mendarat di selatan Nauru. “Ini adalah provokasi yang menggoyahkan Indo-Pasifik. China baru saja membuktikan dirinya lagi sebagai pengganggu di kawasan ini,” tulisnya. 6. Amerika Serikat Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyuarakan keprihatinan atas uji ICBM dari kapal selam bertenaga nuklir China di Samudra Pasifik. "Pada saat Amerika Serikat bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mencegah proliferasi nuklir, China melakukan hal sebaliknya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott. "Peningkatan senjata nuklir Beijing yang cepat dan tidak transparan sangat mengkhawatirkan bagi kawasan dan dunia," lanjut Pigott. Amerika Serikat pada bulan Februari membiarkan berakhirnya New START, pakta pengendalian senjata utama terakhir dengan Rusia, karena bersikeras pada perjanjian baru yang juga mencakup China. Upaya tersebut telah ditolak oleh China, yang persenjataan nuklirnya jauh lebih kecil daripada Rusia tetapi telah berkembang pesat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post