News Komoditi ( Selasa 8 September 2026 )

News Komoditi

                                     ( Selasa 8 September 2026  )

Harga Emas Naik Karena Lonjakan Yen Melemahkan Dolar; Harga Minyak Dan Taruhan Fed Membatasi Kenaikan

 

Harga emas sedikit lebih tinggi pada hari Selasa karena reli tajam yen Jepang membabani dolar dan meningkatkan permintaan emas, meskipun risiko inflasi energi membatasi kenaikan.

Pada pukul 22:08 ET (02:08 GMT) harga emas naik 0,5% menjadi $4.430,40 per ons, sementara Emas Berjangka sedikit berubah di $4.475,61. Harga perak naik 0,9% menjadi $66,79 per ons, sementara harga platinum menguat 0,8% menjadi $1.838,48. Indeks Dolar AS turun 0,2% ke 98,76.

Yen Jepang memperpanjang reli yang dimulai pekan lalu, yang meningkatkan taruhan bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga. Langkah BoJ membantu melemahkan dolar yang membuat emas yang dihargakan dengan dolar menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Emas mendapatkan dukungan dari pergerakan mata uang, tapi masih berada dalam kisaran yang sempit sejak rebound dari level terendah di dekat $4.000 pada bulan Juli. Kenaikan harga emas dibatasi oleh risiko inflasi yang didorong oleh harga energi karena ketegangan di Selat Hormuz. Ujian terdekat minggu ini adalah data harga konsumen AS yang akan menentukan apakah ekspektasi kenaikan suku bunga akan berlanjut.

Harga Minyak naik Karena Konflik Yang Berkepanjangan Di Timur Tengah Meningkatkan Kekhawatiran Pasokan

 

 

Harga minyak memperpanjang kenaikan pada hari Selasa karena risiko konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran mengancam akan membalas setiap serangan AS tehadap asetnya, yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan.

Minyak mentah Brent berjangka naik 34 sen, atau 0,35%, menjadi US$97, 34 per barel pada pukul 00:00 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate berada di level US$92,63 per barel, naik US$1,15, atau 1,26%. Brent naik ke level tertinggi sejak 24 Juli karena pedagang memperhitungkan premi risiko ke dalam harga di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak mentah global.

Pada hari Sabtu pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran menyusul serangan yang dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Iran terhadap kapal-kapal perang AS yang beroperasi di kawasan itu. Pada hari Senin Iran memperingatkan bahwa infrastruktur energi di Kawasan teluk termasuk kepentingan minyak dan gas AS berada pada posisi rentan.

Share this Post