News Komoditi & Global ( Senin, 16 Februari 2026 )
News Komoditi & Global
( Senin, 16 Februari 2026 )
Harga Emas Global Menguat setelah Data Inflasi AS Memicu Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed
Harga Emas (XAU/USD) melakukan pembalikan arah pada hari Jumat dan memangkas beberapa penurunan Kamis, naik hampir 2% setelah rilis laporan inflasi yang lebih lemah dari yang diprakirakan di AS, yang meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat menurunkan suku bunga. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di atas tonggak $5.000.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Januari turun di bawah estimasi 2,5%, menjadi 2,4% YoY, turun dari 2,7% di bulan Desember. Awalnya, angka ini adalah kabar baik bagi ekonomi, tetapi IHK inti tetap kaku di 2,5% YoY, juga sejalan dengan prakiraan dan di bawah sebelumnya 2,6%.
Awalnya, Bullion bergerak menuju $5.000 sebelum berbalik arah, tetapi para pembeli muncul dan membeli saat turun di sekitar $4.950 sebelum logam kuning rally menuju puncak harian.
Namun, data ekonomi AS yang luas yang terungkap selama minggu ini solid. Laporan Nonfarm Payrolls yang luar biasa menunjukkan penciptaan lebih dari 130 ribu pekerjaan di bulan Januari dan penurunan Tingkat Pengangguran menjadi 4,3% meredakan tekanan pada bank sentral AS, terkait dengan pasar tenaga kerja.
Pertanyaannya muncul: akankah The Fed menurunkan suku bunga? Mereka biasanya berusaha untuk mendapatkan data lebih lanjut yang mengonfirmasi dimulainya proses disinflasi. Setelah mencapai puncaknya tahun lalu di 3% pada bulan September, tiga data terakhir adalah 2,7% pada bulan November dan Desember tahun lalu, dan 2,4% pada bulan Januari. Oleh karena itu, jalan telah dibuka, tetapi sikap sebagian besar pejabat Federal Reserve saat ini, yang dipimpin oleh Jerome Powell, mengindikasikan bahwa mereka akan tetap menahan sampai Kevin Warsh menggantikan Powell pada bulan Mei.
Pasar uang telah meningkatkan peluang pemotongan suku bunga di bulan Juni, dengan peluang berdiri di 55% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, menurut data Prime Market Terminal.
Sementara itu, imbal hasil obligasi Pemerintah AS terus merosot selama minggu ini, mendukung kenaikan Bullion. Obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun merosot hampir tiga setengah basis poin dalam sehari, 14 bp dalam seminggu, turun menjadi 4,06%.
Dolar AS diprakirakan akan mengakhiri minggu dengan penurunan sebesar 0,85%, menurut Indeks Dolar AS (DXY). DXY, yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang enam mata uang, turun 0,07% dalam sehari, di 96,84.
Wall Street Ditutup Menguat Tipis, Imbal Hasil Obligasi AS Turun
Indeks-indeks utama Wall Street ditutup sebagian besar menguat tipis, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) turun pada Jumat (13/2), seiring investor mencerna data inflasi Januari yang lebih rendah dari perkiraan.
Data ini dinilai beberapa analis dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga AS di masa mendatang.
Dolar AS nyaris datar terhadap mata uang utama lainnya. Laporan resmi menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 2,4% secara tahunan, sedikit di bawah estimasi 2,5% menurut survei ekonom Reuters. Data ini meningkatkan prediksi bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan melakukan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga tahun ini.
Data inflasi tersebut mengikuti laporan ketenagakerjaan AS yang mengejutkan kuat pada Rabu lalu. Pada Januari, The Fed mempertahankan suku bunga acuan semalam di kisaran 3,50%-3,75%.
Tim Holland, Chief Investment Officer di Orion, mengatakan bahwa CPI AS kini lebih mendekati target inflasi jangka panjang The Fed sebesar 2% dibandingkan 3%.
"Kami bertanya-tanya apakah para pelaku pasar mungkin akan menyesuaikan kembali ekspektasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga 2026, sementara kami berharap harga bensin dan mobil yang turun dapat meningkatkan daya beli konsumen AS. Bagaimanapun, ini adalah sedikit kabar baik menjelang liburan panjang," ujar Holland.
Di Wall Street, Dow Jones dan S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi meski mengalami sesi yang bergejolak, sementara Nasdaq melemah, dipengaruhi sektor teknologi yang turun 0,5%. Kekhawatiran terkait potensi gangguan akibat kecerdasan buatan (AI) di sektor teknologi tetap menjadi perhatian investor.
Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 48,95 poin atau 0,10% menjadi 49.500,93.
S&P 500 naik 3,41 poin atau 0,05% menjadi 6.836,17.
Nasdaq Composite turun 50,48 poin atau 0,22% menjadi 22.546,67.
Meski demikian, ketiga indeks utama mencatatkan kerugian tipis selama minggu ini. Indeks MSCI global untuk saham dunia turun 2,47 poin atau 0,24% menjadi 1.042,75.
Saham Eropa juga berakhir sedikit melemah seiring kekhawatiran AI. Indeks STOXX 600 pan-Eropa ditutup turun 0,13% menjadi 617,7 poin, meski menutup minggu yang bergejolak dengan kenaikan tipis 0,09%.
Sementara dolar AS relatif stabil, bitcoin mencatat kenaikan signifikan 4,94% menjadi $69.049,69 pada sore hari. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, turun tipis 0,03% menjadi 96,90, dengan euro turun 0,01% di $1,1869. Terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,01% menjadi 152,75.
Imbal hasil obligasi AS 10-tahun acuan turun 5,6 basis poin menjadi 4,048%, dari 4,104% pada Kamis sore.
Di pasar komoditas, harga aluminium sempat menyentuh level terendah dalam satu minggu sebelum memangkas kerugian, tertekan laporan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana mengurangi beberapa tarif untuk produk baja dan aluminium. Harga minyak naik tipis, sementara emas menguat didukung harapan pemotongan suku bunga oleh The Fed akibat data inflasi yang lembut.
Brent crude naik 23 sen menjadi $67,75 per barel.
West Texas Intermediate (WTI) naik 5 sen menjadi $62,89 per barel.
AS Tingkatkan Aset Militer di Timur Tengah, Trump Tekan Iran Soal Nuklir
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengisyaratkan penguatan kehadiran militer Negeri Paman Sam di kawasan Timur Tengah di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan dengan Iran.
Melalui platform Truth Social pada Kamis (waktu setempat), Trump membagikan artikel dari The Wall Street Journal berjudul “Pentagon Prepares Second Aircraft Carrier to Deploy to the Middle East” tanpa komentar tambahan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Pentagon memerintahkan persiapan satu gugus tempur kapal induk tambahan untuk dikerahkan ke kawasan tersebut.
Menurut pejabat AS yang dikutip media tersebut, gugus tempur itu akan bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah lebih dulu berada di Timur Tengah.
Seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut juga mengatakan kepada The Associated Press bahwa kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, diperintahkan berlayar dari Laut Karibia menuju Timur Tengah. Pengerahan ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.
Dengan langkah ini, AS akan menempatkan dua kapal induk beserta kapal perang pengawalnya di kawasan tersebut. Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari strategi Trump untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran agar menyepakati kesepakatan baru terkait program nuklirnya.
Sebelumnya, USS Abraham Lincoln bersama tiga kapal perusak berpeluru kendali tiba di Timur Tengah lebih dari dua pekan lalu.
Laporan penguatan militer ini muncul hanya beberapa jam setelah Trump menjamu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih. Netanyahu dikenal mendorong kebijakan garis keras terhadap Teheran.
Usai pertemuan tersebut, Trump menegaskan bahwa belum ada keputusan final selain komitmennya agar negosiasi dengan Iran tetap berlanjut.
“Tidak ada yang diputuskan secara definitif selain saya menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran harus terus berlanjut untuk melihat apakah sebuah kesepakatan dapat tercapai,” tulis Trump.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan diplomatik tetap menjadi opsi utama, namun tidak menutup kemungkinan langkah lain jika perundingan gagal.
Pekan lalu, AS dan Iran menggelar putaran pertama pembicaraan tidak langsung di Oman, yang merupakan dialog pertama sejak tahun lalu. Kedua pihak menyatakan komitmen melanjutkan jalur diplomasi, meski jadwal pertemuan lanjutan belum diumumkan secara publik.
Di sisi lain, Teheran memperingatkan Washington agar tidak membiarkan Israel menggagalkan proses diplomatik yang sedang berlangsung. Penasihat keamanan Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa pembicaraan dilakukan secara eksklusif dengan AS, bukan dengan Israel.
Trump membantah bahwa Netanyahu melobi dirinya untuk menghentikan dialog dengan Iran. Ia bahkan menyatakan bahwa kesepakatan bisa dicapai secepatnya, mungkin dalam waktu satu bulan, seraya mendesak Teheran agar bertindak cepat.
Trump menegaskan bahwa ia menginginkan perjanjian yang memastikan Iran “tidak memiliki senjata nuklir” dan “tidak memiliki rudal”. Namun, Iran secara konsisten membantah ambisi memiliki senjata nuklir.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa program rudal merupakan isu pertahanan yang “tidak pernah dapat dinegosiasikan”.
Ketegangan kedua negara meningkat sejak konflik terbuka tahun lalu. Israel melancarkan ofensif militer terhadap Iran pada Juni tahun lalu, menewaskan sejumlah pejabat militer senior, ilmuwan nuklir, serta ratusan warga sipil. Iran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal ke wilayah Israel, sebagian di antaranya menembus sistem pertahanan udara.
AS kemudian turut serta dalam kampanye militer tersebut dengan membombardir tiga fasilitas nuklir Iran sebelum akhirnya tercapai gencatan senjata. Trump mengklaim serangan AS telah “menghancurkan” program nuklir Iran, meski nasib cadangan uranium yang diperkaya tinggi masih belum jelas.
Teheran tetap bersikeras bahwa pengayaan uranium adalah haknya dan tidak melanggar komitmen dalam Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Dalam kunjungan Netanyahu sebelumnya ke AS pada Desember lalu, Trump memperingatkan Iran agar tidak membangun kembali program nuklir atau rudalnya.
Beberapa hari setelah pernyataan tersebut, gelombang protes anti pemerintah pecah di Iran. Trump secara terbuka mendukung para demonstran dan mendorong mereka mengambil alih institusi pemerintahan.
Namun, pemerintah Iran dengan cepat meredam aksi tersebut melalui pengetatan keamanan. Otoritas Teheran menuding adanya upaya yang didukung AS untuk menyerang institusi sipil dan aparat pemerintah.
Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa AS menyelundupkan sekitar 6.000 perangkat internet satelit Starlink ke Iran setelah pemerintah setempat memutus akses internet guna membatasi penyebaran protes bulan lalu.
Penguatan militer AS di Timur Tengah di tengah jalur diplomasi yang masih terbuka menandakan strategi tekanan ganda Washington terhadap Teheran: menjaga opsi negosiasi tetap hidup, sembari memperkuat posisi tawar melalui kekuatan militer.
Pengacara Terkemuka Goldman Sachs Mundur Usai Pengungkapan Dokumen Epstein
Chief Legal Officer Goldman Sachs, Kathy Ruemmler, mengundurkan diri dari jabatannya setelah dokumen terbaru yang dirilis U.S. Department of Justice (DoJ) mengungkap hubungan komunikasinya dengan terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
CEO Goldman Sachs, David Solomon, dalam pernyataannya pada Kamis (12/2) menyampaikan bahwa dirinya telah menerima pengunduran diri Ruemmler dan menghormati keputusan tersebut.
“Sebagai salah satu profesional paling berprestasi di bidangnya, Kathy juga menjadi mentor dan sahabat bagi banyak orang di perusahaan kami, dan ia akan dirindukan,” ujar Solomon.
Pengunduran diri Ruemmler menjadi salah satu kepergian pejabat bank paling menonjol setelah DoJ merilis dokumen terbaru terkait Epstein bulan lalu. Keputusan tersebut akan efektif per 30 Juni, menurut sumber yang mengetahui langsung persoalan ini.
Dokumen yang dirilis DoJ menunjukkan bahwa Ruemmler menerima sejumlah hadiah dari Epstein, termasuk anggur dan tas tangan. Ia juga disebut memberikan nasihat kepada Epstein mengenai cara merespons pertanyaan media terkait dugaan perlakuan hukum khusus yang diterimanya karena koneksi yang dimiliki.
Dalam pernyataannya kepada Financial Times, Ruemmler menyebut perhatian media terhadap dirinya, yang berkaitan dengan pekerjaannya terdahulu sebagai pengacara pembela, telah menjadi distraksi.
Sebelum bergabung dengan Goldman Sachs, Ruemmler menjabat sebagai global chair praktik pembelaan white-collar dan investigasi di firma hukum Latham & Watkins LLP. Ia juga pernah menjadi penasihat Gedung Putih pada era pemerintahan Presiden Barack Obama.
Dokumen tersebut mengungkap Ruemmler memiliki banyak komunikasi dengan Epstein dalam kurun 2014 hingga 2019, bahkan setelah Epstein mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan merekrut anak di bawah umur untuk prostitusi.
Dalam email yang terungkap, Ruemmler menyebut Epstein sebagai “Uncle Jeffrey”. Ia juga menerima sejumlah hadiah, termasuk aksesori Apple Watch bermerek Hermes. Pada 2019, ia kembali mengucapkan terima kasih atas hadiah yang diterimanya.
Epstein sendiri ditangkap pada Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks. Ia ditemukan meninggal dunia di sel penjara Manhattan sebulan kemudian. Kepala pemeriksa medis Kota New York menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri.
Catatan terpisah dari Federal Bureau of Investigation (FBI) menunjukkan bahwa pada hari penangkapannya, Epstein sempat menanyakan kepada aparat penegak hukum, “Apakah ini tentang perdagangan seks? Apakah ini tentang anak di bawah umur?” serta mengucapkan, “Ini buruk, ini sangat buruk.”
Pengungkapan dokumen terbaru juga menyeret sejumlah institusi keuangan besar lainnya. Dokumen menunjukkan bahwa UBS membuka rekening bagi Ghislaine Maxwell—rekan Epstein—pada 2014, hanya beberapa bulan setelah JPMorgan Chase mengakhiri hubungan bisnisnya dengan Epstein.
Rilis dokumen ini kembali menyoroti luasnya jaringan relasi Epstein di kalangan tokoh politik, keuangan, dan akademisi, baik sebelum maupun sesudah pengakuan bersalahnya pada 2008.
Dalam pernyataan sebelumnya kepada Reuters, Ruemmler menegaskan bahwa hubungannya dengan Epstein murni dalam kapasitas profesional sebagai pengacara pembela. “Saya tidak memiliki pengetahuan tentang tindak kriminal yang sedang berlangsung dan tidak mengenalnya sebagai sosok mengerikan seperti yang kemudian terungkap,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa email pribadi yang kini menjadi sorotan media tidak memiliki kaitan dengan pekerjaannya di Goldman Sachs.
Kasus ini kembali memicu perhatian publik terhadap tata kelola, reputasi, dan standar etika di industri perbankan global, terutama menyangkut relasi dengan klien berisiko tinggi.
Jepang Tangkap Kapal Ikan China, Ketegangan dengan Beijing Memanas
Jepang menahan sebuah kapal ikan asal China yang mencoba melarikan diri saat diperintahkan untuk berhenti dalam inspeksi, memicu potensi ketegangan baru dengan Beijing.
Kapal itu berada di zona ekonomi eksklusif Jepang di lepas pantai Prefektur Nagasaki, barat daya negara itu, ketika pihak berwenang mencegatnya pada Kamis lalu. Kapten kapal ditangkap, menurut keterangan Badan Perikanan Jepang.
“Kapten kapal diperintahkan untuk berhenti guna inspeksi oleh petugas perikanan, tetapi kapal tidak mematuhi dan mencoba melarikan diri,” jelas badan tersebut.
Kapal ini merupakan kapal tangkap tiger net dengan kapasitas besar, yang membawa 11 orang termasuk kapten berusia 47 tahun, warga negara China.
Sejak 2022, ini merupakan pertama kalinya Badan Perikanan Jepang menahan kapal ikan China. Hingga kini, China belum menanggapi pernyataan Jepang.
Juru Bicara Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menegaskan, pihaknya akan terus mengambil tindakan tegas untuk mencegah dan menindak operasi penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing.
Insiden ini terjadi di tengah hubungan bilateral yang tegang. Pada November 2025, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, membuat marah China dengan menyatakan Jepang bisa campur tangan secara militer jika Beijing mencoba mengambil alih Taiwan dengan paksa.
China menegaskan Taiwan adalah wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk penyatuan Kembali.
Menanggapi pernyataan Takaichi, Kementerian Luar Negeri China menyebutnya sangat seriusdan memanggil duta besar Jepang, sambil memperingatkan warga China agar meninjau ulang rencana perjalanan dan studi di Jepang.
Dampaknya langsung terlihat: kunjungan wisatawan China ke Jepang turun drastis, memukul saham-saham sektor pariwisata dan ritel Jepang.
Selain itu, artis Jepang yang sedang tur di China mengalami pembatalan pertunjukan, rilis film populer Jepang ditunda, dan dua panda terakhir Jepang dikembalikan ke China bulan lalu.
Ketegangan ini menunjukkan hubungan Tokyo-Beijing masih rapuh dan setiap insiden di laut dapat memperburuk situasi diplomatik.
Surplus Dagang Uni Eropa Tertekan Tarif AS dan Persaingan China
Surplus perdagangan Uni Eropa terus menyusut, seiring tarif Amerika Serikat membebani ekspor dan meningkatnya impor dari China yang menekan produksi domestik.
Data terbaru yang dirilis Jumat (13/2/2026) menegaskan, tekanan struktural terhadap model ekonomi blok tersebut.
Hubungan dagang dan politik yang berubah dengan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia Amerika Serikat (AS) dan China telah menekan Eropa selama beberapa tahun terakhir.
Para pemimpin Eropa kembali bertemu pada Kamis untuk membahas strategi menghadapi rivalitas ekonomi yang semakin agresif dari kedua negara tersebut.
Data menunjukkan surplus perdagangan Uni Eropa turun menjadi 12,9 miliar euro pada Desember, dari 13,9 miliar euro pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini terutama dipicu melemahnya penjualan mesin dan kendaraan yang selama ini menjadi motor pertumbuhan ekspor serta turunnya ekspor produk kimia.
Ekspor ke AS, pasar ekspor terbesar Uni Eropa, merosot 12,6% secara tahunan.
Dampaknya, surplus perdagangan dengan AS menyusut sepertiga menjadi 9,3 miliar euro. Sebaliknya, defisit perdagangan dengan China melebar menjadi 26,8 miliar euro dari sebelumnya 24,5 miliar euro.
Sejak Washington mengumumkan serangkaian tarif pada awal 2025, kinerja ekspor Eropa cenderung bergejolak.
Namun jika dirata-ratakan, tren menunjukkan penurunan signifikan karena kenaikan harga membuat importir AS mengurangi pembelian atau mencari pemasok alternatif.
Para ekonom memperkirakan Eropa membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk merebut kembali pangsa pasar yang hilang.
Padahal, ekspor bersih selama ini menjadi pilar utama pertumbuhan kawasan. Zona euro kini diproyeksikan menghadapi periode pertumbuhan yang hanya sedikit di atas 1% per tahun.
Meski tekanan eksternal meningkat, ekonomi domestik kawasan untuk sementara dinilai masih cukup tangguh.
Investasi terkait kecerdasan buatan (AI) dan konsumsi domestik mulai meningkat, membantu menjaga pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada tingkat moderat.
Menurut data terpisah dari Eurostat, ekonomi Zona Euro tumbuh 0,3% pada kuartal IV-2025, sejalan dengan estimasi awal. Lapangan kerja juga naik 0,2% dibanding kuartal sebelumnya, relatif stabil dalam tiga bulan terakhir.
Optimisme juga muncul dari peningkatan belanja domestik, terutama di Jerman, di mana pemerintah memperbesar investasi di sektor pertahanan dan infrastruktur dua bidang yang lama terabaikan.
Meski dampaknya belum sepenuhnya terasa, belanja ini diperkirakan mulai mendorong pertumbuhan pada kuartal kedua dan mencapai kecepatan penuh menjelang akhir tahun.
Di sisi lain, tantangan eksternal dapat menjadi katalis reformasi internal yang selama ini tertunda.
Bank Sentral Eropa memperkirakan penghapusan hambatan internal di pasar tunggal dapat membantu mengimbangi sebagian kerugian perdagangan akibat tarif AS.
Dengan tekanan dari luar yang terus meningkat, Uni Eropa kini menghadapi ujian besar untuk menyesuaikan model ekonominya agar tetap kompetitif di tengah dinamika global yang berubah cepat.
AS–Taiwan Sepakati Tarif 15%, Investasi dan Impor Energi Naik Tajam
Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump menandatangani perjanjian dagang timbal balik (reciprocal trade agreement) final dengan Taiwan yang menetapkan tarif impor sebesar 15% untuk produk asal Taiwan.
Di sisi lain, Taiwan berkomitmen untuk menghapus atau menurunkan tarif atas hampir seluruh barang asal AS secara bertahap.
Dokumen yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Dagang AS atau Office of the United States Trade Representative pada Kamis (12/2/2026) tersebut juga mengatur peningkatan signifikan pembelian barang-barang asal AS oleh Taiwan sepanjang 2025 hingga 2029.
Dalam perjanjian tersebut, Taiwan berkomitmen meningkatkan impor dari AS, termasuk:
US$ 44,4 miliar untuk gas alam cair (LNG) dan minyak mentah
US$ 15,2 miliar untuk pesawat sipil dan mesin
US$ 25,2 miliar untuk peralatan jaringan listrik, generator, peralatan kelautan, dan industri baja
Kesepakatan ini melengkapi kerangka kerja perdagangan yang telah disepakati pada Januari lalu, yang memangkas tarif atas produk Taiwan—termasuk dari industri semikonduktor andalannya—menjadi 15% dari sebelumnya 20% yang diberlakukan pemerintahan Trump.
Dengan tarif 15%, posisi Taiwan kini sejajar dengan para pesaing ekspor terdekatnya di Asia, yakni Korea Selatan dan Jepang.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menyebut kesepakatan ini sebagai momentum penting bagi transformasi ekonomi Taiwan.
“Ini adalah momen penting bagi ekonomi dan industri Taiwan untuk mengikuti arus perubahan dan menjalani transformasi besar,” tulis Lai di akun Facebook resminya.
Ia menambahkan, perjanjian tersebut akan mengoptimalkan kerangka kerja ekonomi dan perdagangan Taiwan–AS, membangun rantai pasok industri yang tepercaya, serta membentuk kemitraan strategis teknologi tinggi antara kedua pihak.
Taiwan juga memperoleh pengecualian tarif timbal balik untuk lebih dari 2.000 item produk yang diekspor ke AS. Dengan kebijakan ini, rata-rata tarif atas ekspor AS turun menjadi 12,33%, menurut Lai.
Meski demikian, perjanjian ini masih memerlukan persetujuan parlemen Taiwan, di mana partai oposisi saat ini memegang mayoritas kursi.
Dalam kesepakatan Januari, Taiwan berjanji bahwa perusahaan-perusahaannya akan berinvestasi hingga US$ 250 miliar untuk meningkatkan produksi semikonduktor, energi, dan kecerdasan buatan (AI) di AS. Dari jumlah tersebut, US$ 100 miliar telah lebih dahulu dikomitmenkan oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa pemerintah Taiwan juga akan menjamin tambahan investasi senilai US$ 250 miliar di AS.
Dalam naskah final, tidak dijabarkan rincian tambahan mengenai investasi tersebut. Namun, disebutkan bahwa kantor perwakilan Taiwan di AS akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memfasilitasi investasi baru, baik greenfield maupun brownfield, di sektor manufaktur teknologi strategis seperti AI, semikonduktor, dan elektronik canggih.
Perjanjian ini juga menghapus tarif Taiwan hingga 26% untuk sejumlah produk pertanian AS, termasuk daging sapi, produk susu, dan jagung. Namun, beberapa tarif tetap diberlakukan, seperti tarif 40% untuk pork belly dan 32% untuk ham, yang hanya akan diturunkan menjadi 10%.
Selain itu, Taiwan sepakat menghapus hambatan non-tarif untuk kendaraan bermotor dan menerima standar keselamatan otomotif AS, termasuk standar untuk alat kesehatan dan produk farmasi.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa kesepakatan ini akan membuka peluang ekspor lebih besar bagi petani, peternak, nelayan, pekerja, dan produsen AS.
Menurutnya, perjanjian ini juga memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan jangka panjang antara kedua negara, serta meningkatkan ketahanan rantai pasok, khususnya di sektor teknologi tinggi.
Data U.S. Census Bureau menunjukkan bahwa selama 11 bulan pertama 2025, defisit perdagangan AS dengan Taiwan melonjak menjadi US$ 126,9 miliar, dibandingkan US$ 73,7 miliar sepanjang 2024.
Lonjakan defisit tersebut terutama dipicu peningkatan besar impor chip kecerdasan buatan (AI) kelas atas dari Taiwan, yang kini menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global industri semikonduktor.
Dengan kesepakatan final ini, pemerintah AS berharap dapat menyeimbangkan hubungan dagang sekaligus memperdalam kemitraan strategis di tengah meningkatnya persaingan teknologi global.
Permintaan AI Dorong Taiwan Revisi Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi 2026
Taiwan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonominya untuk 2026, terdorong oleh permintaan global yang kuat terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI).
Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik Taiwan (DGBAS) menyatakan Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan tumbuh 7,71% tahun ini, jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 3,54% yang diumumkan November lalu.
Taiwan memegang peran penting dalam rantai pasok AI dunia, termasuk bagi perusahaan seperti Nvidia dan Apple. Posisi strategis ini diperkuat oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip terbesar untuk aplikasi AI di dunia.
Selain itu, DGBAS juga merevisi pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 sedikit turun menjadi 12,65% dari pembacaan awal 12,68%.
Sementara pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 direvisi naik menjadi 8,68% dari laporan awal 8,63%, menandai laju tercepat dalam 15 tahun terakhir.
Kenaikan proyeksi ini menegaskan bahwa sektor teknologi, terutama chip AI, tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi Taiwan di tengah permintaan global yang terus meningkat.
Regulator China Perintahkan Produsen Rokok Elektrik Hentikan Pembangunan Pabrik Baru
Administrasi Monopoli Tembakau Negara China mengeluarkan pemberitahuan yang bertujuan untuk mengekang perang harga di industri rokok elektrik, mengarahkan produsen untuk mengatasi kelebihan kapasitas dengan menangguhkan proyek investasi dan pembangunan pabrik produksi baru.
"Tingkat pemanfaatan kapasitas berada pada 'tingkat tinggi'," demikian bunyi pemberitahuan tersebut, yang dilansir Reuters Jumat (13/2/2026).
Lembaga itu juga memperingatkan para pembuat rokok elektrik agar tidak mencoba menghindari instruksi tersebut dengan membangun fasilitas baru yang seolah-olah untuk produksi produk lain yang sebenarnya adalah pembuatan rokok elektrik.
Berikut rincian pemberitahuan administrator Monopoli China untuk produsen rokok:
1. Produsen hanya boleh berinvestasi dalam proyek baru dan meningkatkan kapasitas produksi jika benar-benar diperlukan dan/atau dapat membuktikan bahwa fokusnya adalah pada pembuatan rokok elektrik untuk ekspor.
2. Pemberitahuan ini melarang produsen rokok elektrik untuk mengalihkan kuota pasokan ke perusahaan tidak berlisensi lainnya dan memperluas kapasitas produksi dengan mencari investasi baru untuk membuat produk lain guna menyamarkan produksi rokok elektrik.
3. Produsen rokok elektrik diperbolehkan untuk mengatur ulang kapasitas produksi mereka melalui penggabungan.
4. Lini produksi dan kapasitas produksi rokok elektrik yang disetujui harus dibedakan secara ketat dari rokok elektrik dan alat-alat merokok.
Investasi Jepang US$550 Miliar Siap Guyur AS, Ini Sektor Kuncinya!
Pemerintah Jepang mulai menyiapkan instrumen konkret untuk mengamankan komitmen investasi jumbo dalam kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat. Kementerian Keuangan Jepang, Jumat (13/2) menyatakan akan membentuk fasilitas investasi baru di bank pembangunan milik negara guna mendukung paket investasi senilai US$ 550 miliar yang telah disepakati Tokyo dan Washington.
Reuters (13/2) melaporkan, langkah ini menjadi penegasan bahwa kesepakatan dagang kedua negara tak berhenti di atas kertas. Jepang dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang merinci fokus investasi pada sektor-sektor strategis, seperti semikonduktor, logam, farmasi, energi, dan perkapalan. Seluruh komitmen tersebut ditargetkan terealisasi hingga Januari 2029, bertepatan dengan akhir masa jabatan Presiden AS Donald Trump.
Paket investasi tersebut tidak semata berupa aliran dana langsung. Skemanya mencakup penyertaan modal (equity), pinjaman, hingga jaminan pinjaman yang akan disalurkan melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Nippon Export and Investment Insurance (NEXI). Artinya, pemerintah Jepang siap menanggung risiko lebih besar demi memastikan perusahaan-perusahaannya agresif berekspansi.
Fasilitas baru di JBIC dirancang untuk menopang ekspansi global korporasi Jepang, khususnya di industri yang dinilai krusial bagi keamanan ekonomi nasional. Di tengah rivalitas teknologi dan rantai pasok global yang kian terfragmentasi, Jepang tampak tak ingin tertinggal dalam mengamankan posisi di sektor strategis.
Tak berhenti di situ, Kementerian Keuangan juga merevisi regulasi JBIC. Jika sebelumnya ruang investasi di negara maju lebih dibatasi dibandingkan negara berkembang, kini cakupannya diperluas, termasuk untuk industri otomotif dan farmasi. Revisi ini menunjukkan perubahan sikap, negara maju pun kini dipandang sebagai medan kompetisi strategis yang membutuhkan dukungan negara.
Namun, komitmen sebesar US$ 550 miliar jelas bukan angka kecil. Tantangannya bukan hanya pada ketersediaan dana, tetapi pada efektivitas realisasi investasi di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika kebijakan AS yang bisa berubah seiring siklus politik.
Dengan membentuk fasilitas khusus dan melonggarkan aturan, Jepang mengirim sinyal tegas bahwa perang dagang dan proteksionisme tak bisa dihadapi dengan sikap pasif. Negara harus hadir langsung, bukan sekadar sebagai regulator, melainkan sebagai penopang utama ekspansi korporasi nasional di panggung global.
Skandal McDonald's India Pakai Minyak Tak Layak dan Tomat Busuk
Otoritas keamanan pangan India memberi peringatan keras kepada gerai McDonald's di Jaipur setelah inspeksi menemukan minyak goreng tak layak konsumsi dan tomat busuk di ruang penyimpanan. Temuan ini mencoreng reputasi salah satu jaringan restoran global terbesar di pasar India yang tengah tumbuh pesat.
Mengutip Reuters (13/2), inspeksi yang dilakukan pada Senin di Jaipur, kota wisata utama di negara bagian Rajasthan, mendapati sekitar 40 liter minyak yang digunakan berulang kali hingga tidak layak pakai. Pejabat keamanan pangan setempat, Sushil Chotwani mengatakan, praktik tersebut melanggar standar keamanan pangan. Petugas pun langsung menyita sampel minyak untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.
Peringatan resmi telah dilayangkan kepada pengelola gerai. Manajemen diberi waktu 14 hari untuk memperbaiki praktik operasional, atau menghadapi tindakan lanjutan yang lebih tegas. Otoritas juga memastikan inspeksi akan diperluas ke gerai-gerai lain di kota tersebut. Langkah ini memberi sinyal bahwa regulator tidak ingin kasus serupa terulang, apalagi melibatkan merek global.
Di sisi lain, pemegang waralaba McDonald’s untuk India Utara dan Timur, Connaught Plaza Restaurants menyatakan, kooperatif dan menegaskan telah mengikuti standar global McDonald’s yang ketat. Namun, temuan di lapangan menimbulkan pertanyaan, seberapa konsisten standar global itu dijalankan di tingkat operasional?
Kasus ini muncul di tengah sorotan terhadap praktik keamanan pangan di India. Pelanggaran dan pemalsuan bahan pangan kerap terjadi, tetapi insiden pada merek multinasional papan atas relatif jarang. Karena itu, kasus di Jaipur berpotensi memicu pengawasan lebih luas dan menekan reputasi McDonald’s di pasar yang menjadi salah satu motor pertumbuhan konsumen global.
Bagi investor dan pelaku industri, insiden ini menjadi pengingat bahwa ekspansi agresif di pasar berkembang harus dibarengi pengawasan kualitas yang ketat. Di tengah persaingan industri restoran cepat saji yang semakin sengit, satu celah kecil dalam standar operasional bisa berdampak besar pada kepercayaan publik.
Tekan Iran, Kapal Induk AS USS Gerald Ford Bertolak ke Timur Tengah
Kapal induk Amerika Serikat (USS) Gerald R Ford dan kapal pengawalnya, yang dikerahkan di Karibia, sekarang akan dikirim ke Timur Tengah. Pengiriman kapal induk tambahan ini menyusul masih buntunya perundingan AS-Iran.
Kapal induk itu diperkirakan baru akan kembali ke pelabuhan asal mereka pada akhir April atau awal Mei, kata para pejabat AS kepada New York Times. Awak kapal diberitahu tentang keputusan tersebut pada hari Kamis, menurut empat pejabat AS yang berbicara tanpa menyebut nama karena mereka tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka tentang keputusan tersebut.
Berdasarkan pesanan baru, kelompok kapal induk USS Gerald R Ford akan bergabung dengan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari menguatnya kembali kampanye tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.
Awal pekan ini, Trump mengindikasikan bahwa ia ingin mengirim kapal induk kedua ke wilayah tersebut, meskipun baik ia maupun Angkatan Laut belum secara terbuka mengidentifikasi kapal tersebut pada saat itu.
Pengerahan luar biasa Ford dimulai pada 24 Juni, ketika meninggalkan pelabuhan di Norfolk, Virginia. Misi tersebut awalnya dimaksudkan sebagai pelayaran Eropa tetapi dialihkan ke Karibia sebagai bagian dari kampanye tekanan Presiden Trump terhadap Venezuela.
Pesawat tempur kapal induk berpartisipasi dalam serangan 3 Januari di Caracas yang menyebabkan pasukan AS menculik Presiden Nicolás Maduro.
Pengerahan kelompok penyerang saat ini telah diperpanjang satu kali, dan para pelaut diperkirakan akan kembali ke negaranya pada awal Maret. Keputusan terbaru ini semakin memperpanjang misi tersebut.
Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, menyatakan dalam sebuah wawancara pada hari Kamis bahwa angkatan laut Teheran “secara tepat” memantau semua gerakan permusuhan di wilayah tersebut, menyoroti kemampuan pencegahan negara yang semakin meningkat dan menyatakan bahwa menjaga keamanan nasional dan kepentingan maritim tetap menjadi prioritas utama.
Laporan soal bertolaknya USS Ford muncul beberapa jam setelah Trump menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang telah mendorong kebijakan keras terhadap Teheran, di Gedung Putih dan menegaskan kembali preferensinya terhadap kesepakatan diplomatik dengan Iran.
“Tidak ada kepastian yang dicapai selain saya bersikeras bahwa negosiasi dengan Iran terus dilakukan untuk melihat apakah kesepakatan dapat diwujudkan atau tidak,” tulis Trump setelah pertemuan dengan Netanyahu.
"Jika bisa, saya memberitahu Perdana Menteri bahwa itu akan menjadi pilihan. Jika tidak bisa, kita lihat saja hasilnya."
Pekan lalu, AS dan Iran mengadakan perundingan tidak langsung putaran pertama sejak tahun lalu di Oman. Baik Washington maupun Teheran mengatakan mereka akan melanjutkan jalur diplomatik, namun belum ada pembicaraan lebih lanjut yang dijadwalkan secara terbuka.
Teheran telah memperingatkan Washington agar tidak membiarkan Netanyahu merusak upaya diplomatik yang sedang berlangsung.
“Negosiasi kami secara eksklusif dilakukan dengan Amerika Serikat – kami tidak terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Israel,” kata kepala keamanan Iran Ali Larijani kepada Aljazirah pada Rabu.
“Namun, Israel telah memasukkan dirinya ke dalam proses ini, dengan niat mereka untuk melemahkan dan menyabotase perundingan ini.”
Pada Kamis, Trump membantah bahwa Netanyahu melobi dia untuk menentang pembicaraan dengan Iran. “Saya akan berbicara dengan mereka selama saya mau, dan kita lihat saja apakah kami bisa mencapai kesepakatan dengan mereka,” katanya kepada wartawan.
Presiden AS menambahkan bahwa kesepakatan dengan Iran dapat dicapai bulan depan, dan menekankan bahwa Teheran harus menyetujui kesepakatan tersebut “secepatnya”. Trump mengatakan bahwa dia sedang mencari kesepakatan yang akan memastikan bahwa Iran “tidak memiliki senjata nuklir” dan “tidak ada rudal”.
Namun Iran, yang menyangkal berusaha membuat senjata nuklir, telah mengesampingkan konsesi apa pun atas persenjataan rudalnya. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan kepada Aljazirah pekan lalu bahwa program rudal adalah masalah pertahanan yang “tidak pernah bisa dinegosiasikan”.
Trump telah berulang kali memperingatkan akan melakukan serangan baru terhadap Iran jika negosiasi gagal.
Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada bulan Juni tahun lalu, menewaskan pejabat tinggi militer negara itu, beberapa ilmuwan nuklir, dan ratusan warga sipil.
Teheran merespons dengan menembakkan ratusan rudal ke Israel, puluhan di antaranya menembus pertahanan udara negara tersebut. AS bergabung dengan kampanye Israel dan mengebom tiga fasilitas nuklir Iran sebelum gencatan senjata tercapai.
AS Siapkan Kekuatan Nuklir di Pesawat Pengebom Strategis B-52
Komando Serangan Global Angkatan Udara Amerika Serikat (AFGSC) siap mengembalikan kemampuan nuklir pada seluruh pesawat pengebom strategis B-52 AS jika diperintahkan. Pernyataan itu ditegaskan menyusul berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START).
Pernyataan tersebut dilaporkan oleh The War Zone (TWZ) pada Kamis (11/2), seiring berakhirnya Perjanjian New START antara Rusia dan AS berakhir pada 5 Februari lalu.
Pada tanggal sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington seharusnya menugaskan para ahli nuklirnya untuk menyusun perjanjian baru yang lebih baik dan modern yang dapat berlaku dalam jangka panjang.
Ia menggambarkan New START sebagai kesepakatan yang dinegosiasikan dengan buruk oleh AS. Saat ini, sebanyak 30 dari 76 pengebom strategis hanya mampu membawa amunisi konvensional, yang membantu AS memenuhi kewajibannya di bawah New START.
Saat iini, Angkatan Udara AS bersedia untuk mengubah seluruh armada B-52 sebagai platform serangan jarak jauh berkategori ganda jika diperintahkan presiden, serta memuat lebih banyak jumlah hulu ledak pada rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III, yang berjumlah 400 unit.
Namun, tidak jelas berapa banyak waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan hulu ledak baru tersebut.
Selain itu, tidak jelas pula apakah tersedia cukup hulu ledak yang sesuai, serta berapa banyak yang dapat dipasang pada Minuteman III. TWZ juga melaporkan bahwa pemerintah AS belum mengajukan rencana spesifik untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya atau mengubah struktur kekuatan nuklirnya.
“Berakhirnya New START memungkinkan kami memfokuskan kembali perhatian dan mendedikasikan lebih banyak sumber daya pada misi inti kami: memastikan penangkal nuklir yang aman, terjamin, dan efektif. Transisi yang terkelola ini meningkatkan kesiapan operasional kami dan kemampuan kami untuk merespons panggilan negara,” kata juru bicara AFGSC.
Adapun pada September lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia siap untuk terus mematuhi pembatasan New START selama satu tahun setelah 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah untuk mematuhi pembatasan perjanjian tersebut akan efektif jika Amerika Serikat melakukan hal yang sama. Namun, AS tidak mengeluarkan tanggapan resmi, sehingga pakta nuklir tersebut berakhir.