News Komoditi & Global ( Kamis, 27 November 2025 )

News  Komoditi & Global  (  Kamis,   27  November  2025  )

Harga Emas Global Menguat Dekati Level Tertinggi Sepekan : Peluang Suku Bunga The Fed

 

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,8% menjadi US$4.162,99 per ons troi pada pukul 13.55 waktu AS (01.55 WIB), setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 November pada sesi sebelumnya.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,6% di US$4.165,20 per ounce.

 “Fokus pasar kini bergeser dari pergerakan dolar menuju potensi penurunan suku bunga pada Desember,” kata analis Marex, Edward Meir, menyoroti kenaikan harga emas meski indeks dolar bergerak stabil.

Menurut Meir, spekulasi bahwa pemerintah AS akan segera mengajukan nama ketua The Fed yang baru juga ikut mengangkat sentimen pasar.

Kevin Hassett, kandidat terdepan dan anggota Economic Advisory Committee Presiden, sejalan dengan pandangan Presiden Donald Trump bahwa suku bunga seharusnya lebih rendah dibanding rezim Powell saat ini. Kondisi suku bunga yang rendah menjadi angin segar bagi emas yang tidak menawarkan imbal hasil.

Menurut CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga The Fed bulan depan mencapai 85%, jauh meningkat dibanding perkiraan 30% pada pekan lalu.

Di sisi ekonomi AS, klaim tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu, menandakan tingkat pemutusan hubungan kerja masih rendah.

Namun pasar tenaga kerja masih berjuang menciptakan pekerjaan baru di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kepercayaan konsumen AS juga melemah pada November, seiring meningkatnya kekhawatiran rumah tangga terhadap kondisi pekerjaan dan keuangan mereka.

Serangkaian data tersebut memperkuat komentar bernada dovish dari para pejabat The Fed dalam beberapa pekan terakhir.

Prospek emas tetap positif. Sejumlah bank riset memproyeksikan harga emas bertahan di atas US$4.000 per ons troi hingga 2026.

Deutsche Bank bahkan menaikkan proyeksi emas 2026 menjadi US$4.450 per ons troi dari sebelumnya US$4.000, didorong stabilnya aliran investasi dan permintaan bank sentral.

Di pasar logam berharga lainnya, harga perak naik 3,3% menjadi US$53,12 per ons troi, platinum menguat 1,2% ke US$1.571,80, sementara palladium naik 1% ke US$1.411,50.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga Minyak Dunia Naik karena Didorong Lonjakan Impor Amerika Serikat

 

Melansir Reuters, kontrak minyak mentah Brent ditutup naik 65 sen atau 1,04% ke US$63,13 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 70 sen atau 1,21% menjadi US$58,65 per barel.

Data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 2,8 juta barel menjadi 426,9 juta barel pekan lalu, didorong lonjakan impor.

Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan hanya 55.000 barel.

“Kita jelas menuju kondisi kelebihan pasokan yang cukup besar, dan kenaikan stok ini menjadi indikatornya,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital.

Sementara itu, jumlah rig minyak AS turun 12 unit menjadi 407, level terendah sejak September 2021, menurut Baker Hughes.

Dari sisi pasokan global, tiga sumber OPEC+ mengatakan aliansi produsen kemungkinan mempertahankan level produksi pada pertemuan Minggu mendatang.

Harapan pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember turut memberikan dukungan pada harga minyak karena suku bunga yang lebih rendah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi.

Investor juga menanti kejelasan lebih lanjut terkait pembicaraan damai Rusia-Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan kepada para pemimpin Eropa pada Selasa bahwa ia siap mendorong kerangka kerja yang didukung AS untuk mengakhiri perang, pernyataan yang sempat menekan Brent dan WTI ke posisi terendah satu bulan.

“Masalahnya, belum ada kesepakatan damai, dan akan sulit memenuhi kepentingan semua pihak untuk duduk bersama dan menandatangani perjanjian,” kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menginstruksikan delegasinya untuk bertemu secara terpisah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat Ukraina.

Seorang pejabat Ukraina menyebut Zelenskiy dapat mengunjungi AS dalam beberapa hari ke depan untuk merampungkan kesepakatan.

“Jika disepakati, perjanjian ini bisa mempercepat pencabutan sanksi Barat terhadap ekspor energi Rusia,” kata analis IG Markets Tony Sycamore dalam catatan kepada klien.

Hal itu berpotensi menekan harga WTI menuju sekitar US$55 per barel. “Untuk saat ini pasar menunggu kejelasan, namun risikonya cenderung mendorong harga lebih rendah kecuali pembicaraan menemui hambatan.”

Dalam perkembangan lain, Caspian Pipeline Consortium (CPC) yang menangani sekitar 1,5% pasokan minyak global melanjutkan kembali aktivitas pengapalan setelah sempat dihentikan akibat serangan drone Ukraina awal pekan ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wall Street Reli Rabu (26/11), Saham Teknologi Mendorong Optimisme The Fed 2025

 

Melansir Reuters, Dow Jones naik 314,67 poin (+0,67%) ke 47.427,12, S&P 500 menguat 46,73 poin (+0,69%) ke 6.812,61, dan Nasdaq naik 189,10 poin (+0,82%) ke 23.214,69

Ketiga indeks utama Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq mencatat kenaikan untuk hari keempat berturut-turut.

Kekhawatiran atas valuasi saham teknologi yang sempat menekan pasar pekan lalu mulai mereda setelah Nvidia membukukan kinerja kuartalan yang solid disertai prospek optimistis.

Sentimen semakin diperkuat oleh proyeksi pendapatan kuartal IV dari Dell Technologies yang melampaui ekspektasi.

“Perdagangan hari ini dan setengah hari pada Jumat cenderung lebih ringan, pola yang biasa terjadi menjelang libur Thanksgiving,” ujar Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services.

“Faktor terbesarnya adalah perubahan sentimen Wall Street beberapa hari terakhir yang semakin yakin The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember.”

Menurut survei Reuters, analis memperkirakan indeks S&P 500 dapat naik sekitar 12% hingga akhir 2026, ditopang ekonomi yang tangguh, kekuatan sektor teknologi, serta kebijakan moneter yang lebih longgar.

Laporan Beige Book dari The Fed tidak banyak memengaruhi ekspektasi pasar. Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini menilai ada 84,9% peluang bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga 25 bps pada pertemuan Desember.

Saham sektor maskapai melonjak signifikan pada hari perdagangan tersibuk menjelang liburan, dengan indeks S&P 1500 Airlines naik 3%.

Lalu lintas udara sering dianggap indikator kesehatan konsumen menjelang musim belanja akhir tahun yang dimulai pada Thanksgiving, diikuti Black Friday dan Cyber Monday.

National Retail Federation memproyeksikan penjualan liburan 2025 akan menembus US$ 1 triliun untuk pertama kalinya.

Namun prospek dari ritel besar seperti Walmart dan Target masih bervariasi, mencerminkan tekanan tarif dan gelombang PHK korporasi.

Pesanan barang modal inti AS pada September melampaui perkiraan, menunjukkan belanja korporasi lebih kuat dari ekspektasi meski data tersebut tertunda akibat penutupan pemerintahan.

Namun klaim lanjutan pengangguran terus naik, sejalan dengan survei yang menunjukkan persepsi konsumen terhadap pasar tenaga kerja mulai melemah.

Di sisi korporasi, Dell Technologies melonjak 5,8% setelah melaporkan kinerja lebih baik dari ekspektasi.

Sebaliknya, Workday anjlok 7,9% karena pendapatan langganan kuartal III hanya sesuai konsensus.

Saham Deere, produsen alat berat, turun 5,7% setelah memberikan proyeksi laba tahunan di bawah ekspektasi akibat dampak tarif.

 

 

 

 

 

 

 

 

Menkeu AS Kritik Sistem Kontrol Suku Bunga The Fed: “Terlalu Rumit!”

 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyoroti sistem pengendalian suku bunga Federal Reserve, menyebutnya semakin rumit dan mulai menunjukkan tanda-tanda “kerapuhan”.

Dalam wawancara dengan CNBC, Selasa (25/11/2025), Bessent mengatakan The Fed harus menyederhanakan kerangka kebijakannya.

“Kita sudah sampai pada titik di mana kebijakan moneter jadi sangat rumit,” ujar Bessent.

“The Fed telah membawa kita ke rezim cadangan ample-reserves, dan sekarang terlihat mulai sedikit rapuh.”

Meski tidak merinci apa yang dimaksud “rapuh”, Bessent mengacu pada dinamika pasar uang yang menantang, terkait cara The Fed mengelola neraca senilai US$6,56 triliun serta tingkat likuiditas sistem keuangan.

Pada pertemuan kebijakan terakhir, The Fed mengumumkan akan menghentikan proses pengurangan neraca mulai awal Desember.

Langkah itu diambil setelah kondisi likuiditas mengetat jelang pertemuan Oktober, menyulitkan bank sentral mengendalikan suku bunga federal funds instrumen utama dalam mencapai target inflasi dan lapangan kerja.

Ketegangan tersebut mendorong bank-bank meminjam dana besar melalui Standing Repo Facility (SRF), fasilitas yang berfungsi membatasi lonjakan suku bunga jangka pendek.

Selain itu, arus kas besar masuk ke fasilitas reverse repo The Fed, yang menjadi lantai bagi suku bunga pasar uang.

Bessent sudah lama mengkritik neraca raksasa The Fed, yang dipenuhi obligasi hasil pembelian untuk menstabilkan pasar dan memberi stimulus ekonomi.

Menurut dia, ukuran neraca yang terlalu besar mendistorsi harga obligasi dan kurva imbal hasil.

Kritik itu juga senada dengan pernyataan Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid pada 14 November, yang menilai keberadaan neraca jumbo “mengaburkan batas antara kebijakan moneter dan fiskal”.

Sementara itu, sistem pengelolaan likuiditas saat ini membuat The Fed harus membayar bunga besar kepada institusi keuangan, mengubah kondisi dari lembaga yang biasanya mencetak laba menjadi mencatat kerugian US$240 miliar.

Meski demikian, kerugian itu tidak mempengaruhi kemampuan operasional The Fed.

Namun banyak pejabat The Fed lebih memilih sistem yang ada karena sebagian besar berjalan otomatis dan tidak memerlukan intervensi konstan seperti sebelum krisis finansial 2008.

Upaya kembali ke sistem lama akan sangat menyakitkan: The Fed harus menjual obligasi secara agresif, memicu lonjakan biaya pinjaman riil.

Pasar uang diperkirakan menghadapi volatilitas tinggi menuju akhir tahun—periode yang memang rawan kekeringan likuiditas.

Bill Nelson, ekonom Bank Policy Institute, memperingatkan penyelesaian transaksi obligasi pemerintah AS dalam jumlah besar pada Jumat dan Senin akan menarik likuiditas keluar dari pasar.

Akhir Desember juga berpotensi kacau karena penutupan kuartal dan tahun, ketika institusi keuangan menarik dana atau berebut kas.

SRF, meski mulai digunakan rutin, masih jarang dimanfaatkan optimal karena sebagian pelaku khawatir penggunaan fasilitas itu menandakan kesulitan keuangan.

Pejabat The Fed, termasuk Roberto Perli, menekankan bahwa penggunaan SRF seharusnya dianggap normal bila secara ekonomi masuk akal, dan kini bank sentral sedang mengevaluasi cara agar fasilitas tersebut lebih menarik, termasuk kemungkinan mengintegrasikannya ke mekanisme kliring terpusat.

Ke depan, The Fed diperkirakan perlu kembali menaikkan ukuran neraca untuk memastikan likuiditas pasar tetap memadai, langkah yang kemungkinan bertentangan dengan seruan Bessent agar neraca The Fed dipangkas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Taiwan Kerek Anggaran Militer US$40 Miliar, Tantang Tekanan Beijing

 

 Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan pemerintah akan mengajukan anggaran pertahanan tambahan sebesar US$40 miliar untuk menegaskan komitmen Taiwan mempertahankan diri, termasuk rencana pembelian besar senjata baru dari Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini ia sampaikan dalam tulisan opini di The Washington Post.

Langkah tersebut datang di tengah meningkatnya tekanan militer dan politik dari Tiongkok dalam lima tahun terakhir.

Beijing terus mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya, sementara Taipei menegaskan penolakannya dan memperkuat kemampuan pertahanan.

Di sisi lain, Washington terus mendorong Taiwan meningkatkan belanja militernya sejalan dengan tekanan serupa kepada sekutu Eropa.

Pada Agustus lalu, Lai menargetkan belanja pertahanan Taiwan dapat mencapai 5% dari PDB pada 2030. Ia menegaskan paket anggaran tambahan itu akan mendanai pembelian senjata signifikan dari AS sekaligus memperkuat strategi pertahanan asimetris Taiwan.

“Kami ingin memperkuat daya tangkal dengan menambah biaya dan ketidakpastian dalam perhitungan Beijing atas penggunaan kekuatan militer,” tulis Lai.

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah Taiwan mengusulkan belanja pertahanan sebesar T$949,5 miliar (US$30,25 miliar), atau 3,32% dari PDB, melampaui batas 3% untuk pertama kalinya sejak 2009.

Lai menegaskan Taiwan tetap membuka peluang dialog lintas selat, namun tidak akan berkompromi terhadap demokrasi dan kebebasan.

Ia juga mengutip prinsip “peace through strength” yang ditegakkan mantan Presiden AS Donald Trump dan Ronald Reagan.

AS, meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, secara hukum wajib menyediakan sarana bagi Taiwan untuk mempertahankan diri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

China Borong 10 Kargo Kedelai AS, Sinyal Perdamaian Makin Kencang

 

China membeli setidaknya 10 kargo kedelai asal Amerika Serikat (AS) senilai sekitar US$ 300 juta dalam kontrak yang ditandatangani sejak Selasa (25/11/2025).

Hal tersebut diungkap dua pedagang yang mengetahui kesepakatan tersebut, sehari setelah Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump berbicara melalui telepon.

Pembelian dalam volume yang luar biasa besar ini memperpanjang lonjakan pembelian China setelah mencairnya hubungan dagang AS-China baru-baru ini.

Presiden AS Donald Trump menyebut hubungan dengan China "sangat kuat" setelah panggilan telepon dengan mitranya dari China, Xi Jinping, pada hari Senin (24/11/2025).

Trump mengatakan ia telah mendesak Xi untuk mempercepat dan meningkatkan pembelian barang-barang AS oleh Beijing selama panggilan telepon tersebut, dan bahwa pemimpin China tersebut "kurang lebih setuju".

Seorang pedagang mengatakan Cina membeli sekitar 12 kargo, sementara pedagang lain memperkirakan volumenya mencapai 10-15. Setiap kargo berbobot sekitar 60.000 hingga 65.000 metrik ton.

Semua kargo dijadwalkan untuk pengiriman bulan Januari dari terminal-terminal di Gulf Coast AS dan pelabuhan-pelabuhan di Pacific Northwest, kata sumber tersebut pada hari Rabu.

Pembelian ini terjadi meskipun harga kedelai AS lebih tinggi daripada pasokan Brasil.

China, yang sebagian besar menghindari kedelai AS selama berbulan-bulan di tengah ketegangan perdagangan Washington-Beijing, baru-baru ini meningkatkan pembelian menyusul perundingan akhir Oktober antara para pemimpin kedua negara di Korea Selatan.

Pembeli biji-bijian milik negara, COFCO, telah memimpin pembelian, mencatat hampir 2 juta ton kedelai AS sejak akhir Oktober, menurut data Departemen Pertanian AS.

Kesepakatan terbaru masih jauh di bawah 12 juta ton pembelian yang diumumkan oleh Gedung Putih.

Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada hari Selasa bahwa pembelian kedelai Amerika oleh Tiongkok "tepat waktu," mengutip kesepakatan bagi Beijing untuk membeli 87,5 juta ton produk AS selama tiga setengah tahun ke depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HP PHK 6.000 Karyawan hingga 2028, Fokus Gaspol di AI

 

HP Inc mengumumkan rencana pemangkasan 4.000 hingga 6.000 karyawan secara global hingga tahun fiskal 2028 sebagai bagian dari strategi efisiensi dan percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan produk dan layanan.

CEO HP Enrique Lores mengatakan, pemotongan tersebut akan berdampak pada tim pengembangan produk, operasi internal, serta layanan pelanggan.

 “Kami memperkirakan inisiatif ini akan menciptakan penghematan sebesar US$1 miliar dalam tiga tahun,” ujar Lores dalam sesi pemaparan kepada media, Selasa (25/11/2025).

Pengumuman ini datang setelah HP lebih dulu memangkas 1.000–2.000 pekerja pada Februari lalu melalui program restrukturisasi yang telah berjalan.

Permintaan terhadap PC berbasis AI terus melonjak, mencapai lebih dari 30% dari total pengiriman HP pada kuartal keempat yang berakhir 31 Oktober.

Namun perusahaan juga menghadapi tekanan baru. Harga chip memori global DRAM dan NAND meroket akibat permintaan pusat data yang melonjak, dipicu ekspansi infrastruktur AI oleh perusahaan Big Tech.

Analis Morgan Stanley memperingatkan bahwa lonjakan ini dapat meningkatkan biaya bagi pembuat elektronik seperti HP, Dell, dan Acer.

Lores mengatakan dampaknya kemungkinan mulai terasa pada paruh kedua tahun fiskal 2026, ketika harga chip diperkirakan akan naik lebih tinggi. HP masih memiliki cukup persediaan untuk semester pertama.

“Kami mengambil pendekatan hati-hati untuk panduan paruh kedua, sambil melakukan langkah agresif seperti penggunaan pemasok berbiaya lebih rendah, pengurangan konfigurasi memori, dan penyesuaian harga,” tutur Lores.

HP memproyeksikan laba disesuaikan tahun fiskal 2026 berada di kisaran US$2,90–US$3,20 per saham, di bawah ekspektasi analis sebesar US$3,33 menurut data LSEG.

Untuk kuartal pertama, perusahaan memperkirakan laba di rentang 73–81 sen per saham, dengan titik tengah sedikit di bawah estimasi pasar 79 sen.

Meski demikian, pendapatan kuartal keempat tercatat US$14,64 miliar—melampaui perkiraan analis sebesar US$14,48 miliar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mobil China GWM Pacu Penjualan, Siapkan Pabrik Eropa 300.000 Unit Per Tahun

 

Great Wall Motor (GWM) menargetkan kapasitas produksi 300.000 kendaraan per tahun di Eropa pada 2029.

Target ambisius ini disampaikan saat perusahaan tengah menjajaki lokasi untuk pabrik pertamanya di kawasan tersebut guna menggenjot kembali penjualan yang tengah melemah, kata seorang eksekutif perusahaan.

Melansir Reuters Rabu (26/11/2025), Parker Shi, Presiden GWM International mengatakan bahwa tim GWM sedang mempertimbangkan sejumlah lokasi di Spanyol dan Hungaria, serta beberapa negara lain.

Ini menjadi pembaruan pertama mengenai rencana manufaktur Eropa sejak 2023, ketika Presiden GWM Mu Feng mengungkapkan bahwa perusahaan tengah melakukan proses penjajakan lokasi pabrik.

Reuters melaporkan untuk pertama kalinya bahwa GWM memasang target produksi 300.000 unit per tahun di Eropa.

Shi menuturkan bahwa biaya tenaga kerja serta logistik menjadi variabel kunci dalam penentuan lokasi pabrik.

Di tahap awal, GWM masih harus mengirim komponen dari China ke pasar tujuan untuk kemudian dirakit.

Selain itu, GWM juga mencermati berbagai kebijakan industri Uni Eropa, khususnya terkait iklim investasi dan tarif bea masuk.

 “Semua skenario bisnis harus benar-benar layak,” ujar Shi.

“Jika tidak, akan sangat sulit bagi kami karena ini merupakan investasi jangka panjang yang sangat besar.”

Produsen mobil China semakin agresif memperluas pasar global untuk mengimbangi perang harga berkepanjangan akibat kelebihan kapasitas di pasar domestik.

Namun, langkah ekspansi ke Eropa menghadapi tantangan berupa kenaikan tarif impor kendaraan listrik (EV), segmen di mana merek China paling kompetitif.

Di Eropa, GWM harus bersaing dengan produsen mapan serta rival asal China yang agresif seperti BYD.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa BYD menempatkan Spanyol sebagai kandidat utama untuk pabrik ketiganya di Eropa, setelah fasilitas di Hungaria dan Turki.

Saat ini, GWM memiliki pabrik di Rusia, Thailand, dan Brasil.

Registrasi mobil baru di Eropa untuk merek EV GWM, Ora yang menjadi tulang punggung penjualan GWM di kawasan turun 41% menjadi 3.706 unit tahun lalu, berdasarkan data JATO Dynamics.

Ini berbanding terbalik dengan rekor penjualan luar negeri GWM yang mencapai 453.141 kendaraan.

Dengan target perusahaan mencapai 1 juta unit penjualan luar negeri per tahun pada 2030, Shi menegaskan bahwa strategi Eropa harus dipercepat.

“Karena itu kami mempercepat strategi Eropa,” ujarnya.

“Semua harus bergerak lebih cepat.”

Shi mengatakan Eropa masih memiliki potensi besar untuk merek China di semua jenis kendaraan, dari mesin konvensional hingga listrik penuh.

Pabrik GWM nantinya akan memproduksi berbagai model lintas teknologi tersebut.

GWM menargetkan konsumen arus utama di Eropa melalui model-model baru, termasuk Ora 5 versi multi-powertrain yang direncanakan meluncur pada pertengahan 2026.

Di China, GWM sudah membuka pre-order untuk Ora 5 listrik penuh dengan harga mulai 109.800 yuan (US$15.480). Harga versi Eropa belum diumumkan.

China Hentikan Pembangunan Sejumlah Smelter Tembaga Baru

 

 China menghentikan rencana pembangunan beberapa smelter tembaga baru, sebagai upaya menekan anjloknya biaya pemrosesan (processing fees) yang kini jatuh di bawah nol, kata Wakil Presiden Asosiasi Logam Nonferrous China pada Rabu (26/11/2025).

Ekspansi masif kapasitas peleburan tembaga di China di tengah ketatnya pasokan konsentrat global telah mendorong biaya pemrosesan ke level negatif secara historis.

Artinya, smelter harus membayar penambang untuk mendapatkan konsentrat, kebalikan dari praktik normal di mana penambang membayar smelter untuk memurnikan bijih menjadi logam.

Kelebihan kapasitas ini memaksa smelter di sejumlah negara memangkas produksi dan memicu protes dari beberapa pemerintah.

Chen Xuesen, Wakil Presiden China Nonferrous Metals Industry Association mengatakan, China telah menghentikan pembangunan sekitar 2 juta ton kapasitas smelter yang sebelumnya direncanakan.

Ia menyampaikan hal ini dalam World Copper Conference Asia 2025 di Shanghai.

Pertumbuhan investasi aset tetap di industri tersebut juga anjlok, hanya naik 0,4% per September, jauh turun dari 23% pada awal tahun.

“Investasi berlebihan di industri ini kini berada dalam kendali yang efektif,” kata Chen. “Ke depan, China akan secara ketat membatasi kapasitas smelting baru. Industri pemurnian dan pemrosesan tembaga di China tidak lagi mengejar pertumbuhan kuantitas.”

Negosiasi antara smelter China dan raksasa tambang tembaga Antofagasta terkait biaya pemrosesan untuk kontrak pasokan 2026 mulai berlangsung pekan ini.

Hasil pembicaraan ini akan menjadi tolok ukur bagi biaya pemurnian dan pengolahan konsentrat (TC/RCs) di China, yang secara tradisional dibayarkan penambang kepada smelter.

Chen menegaskan TC/RCs harus tetap berada di atas nol.

“Asosiasi Logam Nonferrous China dengan tegas menolak pemrosesan konsentrat tembaga secara gratis atau bertarif negatif,” ujarnya.

“Kami menyerukan industri tembaga global untuk menghadapi kontradiksi struktural yang tidak berkelanjutan ini.”

Harga tembaga mencapai rekor US$11.200 per ton pada Oktober lalu.

Meski kini sedikit turun, harga yang masih tinggi telah mendorong peningkatan substitusi ke aluminium di berbagai sektor industri China.

“Ada ketidakpastian besar dalam asumsi bahwa intensitas penggunaan tembaga akan terus meningkat dalam jangka panjang,” kata Chen.

Ia mencatat konsumsi tembaga pada kendaraan listrik kini turun menjadi 50–70 kg per unit, dari 60–80 kg pada 2020.

Sementara itu, kandungan tembaga pada unit pendingin udara turun 67% sejak 2020 menjadi sekitar 4 kg per unit.

 

 

 

 

 

 

 

 

Komandan Hizbullah Dibunuh Zionis, Garda Iran akan Beri Balasan Menghancurkan ke Israel

 

Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Senin mengecam pembunuhan panglima militer Hizbullah oleh Israel. Iran mengancam akan memberikan respons yang menghancurkan sebagai balasan.

Seperti dilaporkan Al Arabiya, Haytham Ali Tabtabai terbunuh pada Ahad (25/11/2025) dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut. Ia adalah komandan Hizbullah paling senior yang dibunuh oleh Israel sejak dimulainya gencatan senjata November 2024, yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan selama lebih dari setahun.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah, IRGC mengatakan mengutuk keras kejahatan biadab ini.

"Hizbullah dan seluruh poros perlawanan – Iran dan jaringan kelompok bersenjata yang didukung Teheran – berhak untuk membalas dendam atas Tabtabai," tulis IRGC.

IRGC memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi respons yang menghancurkan pada waktu tepat.

Sebelumnya pada Senin, Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam serangan tersebut. Kemenlu Iran menyebutnya sebagai pelanggaran mencolok terhadap gencatan senjata November 2024 dan tindakan brutal terhadap kedaulatan nasional Lebanon.

Israel telah berulang kali melancarkan serangan di Lebanon sejak gencatan senjata, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan para pejuang Hizbullah dan infrastruktur militer.

Hizbullah sebagai pendukun utama Iran telah melemah secara signifikan akibat konfrontasi terbarunya dengan Israel dan jatuhnya Bashar al-Assad di Suriah, sekutu utama Teheran dan Hizbullah.

Kemunduran ini juga berdampak langsung pada Iran, dengan fasilitas nuklirnya menjadi sasaran serangan Israel dan AS selama perang 12 hari awal tahun ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hamas Ultimatum Pembatalan Gencatan Senjata di Gaza

 

Israel terus mengabaikan gencatan senjata dengan melakukan serangan demi serangan yang menewaskan warga Gaza. Hamas menyatakan pelanggaran-pelanggaran itu bisa membatalkan gencatan.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem menegaskan pada Senin bahwa kehadiran delegasinya di Kairo pada Ahad menunjukkan keseriusan gerakan tersebut dalam bekerja sama dengan mediator untuk menuju tahap kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza.

 “Tahap kedua dari perjanjian ini rumit, dan kami telah melakukan apa yang diminta dari kami, sementara Israel terus melakukan pelanggaran demi pelanggarannya,” kata Qassem dalam pernyataan pers dilansir Palestine Chronicle.

Dia memperingatkan bahwa pelanggaran yang terus dilakukan Israel dapat merusak perjanjian gencatan senjata. “Ini sebuah poin yang disampaikan dengan jelas oleh gerakan kepada para mediator dalam perundingan di Kairo.”

Qassem menekankan bahwa “tugas pasukan internasional harus mencakup perlindungan orang-orang yang tidak bersenjata dari tentara penjajahan, yang terus melakukan agresi tanpa henti.”

Pada Senin,  pasukan Israel telah membunuh sedikitnya empat warga Palestina dan melukai beberapa lainnya di seluruh Gaza selepas diumumkannya gencatan senjata enam minggu enam pekan lalu.

Pada Senin, pasukan Israel menyerang beberapa lokasi di Gaza meskipun ada perjanjian gencatan senjata. Di Gaza utara, serangan udara dan tembakan artileri Israel menghantam Beit Lahiya di luar garis kuning yang membatasi wilayah di bawah kendali militer Israel.

Di selatan, serangan udara Israel dan tembakan dari tank dan helikopter dilaporkan terjadi di timur laut Kota Rafah, serta serangan udara dan tembakan artileri di luar garis kuning di selatan dan timur Khan Younis.

Korban pada Senin termasuk seorang pria Palestina yang syahid dalam serangan pesawat tak berawak di kota selatan Bani Suheila, di daerah yang dikuasai pasukan Israel di luar apa yang disebut “garis kuning”.

Secara terpisah, seorang anak Palestina juga terbunuh di bagian utara Kota Gaza ketika persenjataan yang ditinggalkan oleh pasukan Israel diledakkan, berdasarkan perlindungan sipil wilayah tersebut. Kelompok itu mengatakan beberapa anak lagi terluka, dan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Koresponden Aljazirah melaporkan dari Kota Gaza, mengatakan serangan Israel juga terus berlanjut sepanjang hari, dengan serangan artileri, serangan udara, dan serangan helikopter dilaporkan terjadi di bagian utara dan selatan wilayah kantong tersebut.

Di Beit Lahiya, tembakan Israel menghantam wilayah di luar garis kuning. Di selatan, tank dan helikopter menargetkan wilayah timur laut Rafah dan pinggiran Khan Younis. “Ada serangan besar-besaran Israel di luar garis kuning yang menyebabkan kehancuran sistematis di lingkungan timur Gaza,” kata Aljazirah.

Kesaksian yang dikumpulkan oleh keluarga-keluarga, menambahkan, menunjukkan “upaya sistematis untuk menghancurkan lingkungan Gaza dan menciptakan zona penyangga, menjadikan daerah-daerah tersebut sama sekali tidak dapat mencapai pendidikan, sehingga meningkatkan kepulangan keluarga-keluarga tersebut”.

Di antara korban jiwa, menurut sumber medis di rumah sakit Gaza, adalah Mahmoud Wael al-Rifi, syahid akibat tembakan artileri di daerah Shuja'iyya dekat Jalur Hijau di lingkungan al-Tuffah di timur Kota Gaza.

Korban lainnya, Alaa Mazen Abu Rida, tewas akibat serangan pesawat tak berawak di daerah Armida sebelah timur Khan Younis, di mana dua orang lainnya terluka dalam serangan yang sama.

Sementara itu, Ahmed Abdel Rahim Sahmoud, juga meninggal karena luka yang dideritanya akibat drone Israel di dalam Jalur Hijau di kota Bani Suheila, sebelah timur Khan Younis.

Koresponden WAFA melaporkan bahwa pasukan Israel terus melakukan penembakan artileri di Jalur Gaza selatan dan meledakkan kendaraan bermuatan bahan peledak di lingkungan al-Tuffah di timur Kota Gaza, yang merupakan pelanggaran berkelanjutan terhadap perjanjian gencatan senjata.

Tentara Israel juga melancarkan serangan udara dan melepaskan tembakan dari tank dan helikopter di timur laut Rafah. Sejak perjanjian gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, jumlah korban tewas di Jalur Gaza meningkat menjadi 346 orang, lebih dari 871 orang terluka, dan 574 jenazah berhasil ditemukan.

Kantor berita WAFA melansir, tim penyelamat menemukan delapan jenazah warga Palestina dari bawah reruntuhan rumah yang sebelumnya dihantam oleh pasukan Israel di kamp pengungsi Maghazi di Jalur Gaza tengah. Delapan jenazah warga Palestina dari keluarga Abu Hamda ditemukan dari bawah reruntuhan rumah yang mereka targetkan.

Israel telah melanggar gencatan senjata Gaza yang ditengahi Amerika Serikat setidaknya 500 kali dalam 44 hari, menewaskan ratusan warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober. Sekitar 342 warga sipil syahid dalam serangan tersebut, dengan anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia menjadi korban terbanyak.

“Kami mengutuk keras pelanggaran serius dan sistematis yang terus berlanjut terhadap perjanjian gencatan senjata oleh otoritas pendudukan Israel,” kata  Kantor Media Pemerintah Gaza dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

"Pelanggaran ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional dan protokol kemanusiaan yang tercantum dalam perjanjian. Di antara pelanggaran tersebut, 27 terjadi pada hari ini, Sabtu, yang mengakibatkan 24 orang syahid dan 87 orang luka-luka," tambahnya. Kantor tersebut juga mengatakan Israel bertanggung jawab penuh atas dampak kemanusiaan dan keamanan dari pelanggaran yang dilakukannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Israel Bunuh Seribu Lebih Warga Palestina di Tepi Barat Sejak 7 Oktober

 

 

Pasukan pendudukan Israel membunuh seorang pria Palestina pada Selasa pagi dalam operasi militer di selatan Jenin. Pembunuhan ini menambah panjang daftar warga Palestina di Tepi Barat yang dibunuh Israel sejak 7 Oktober 2023 menjadi lebih dari seribu orang.

Pembunuhan kemarin bertepatan dengan kampanye penangkapan luas yang menargetkan puluhan warga di berbagai kota besar dan kecil di Tepi Barat yang diduduki.

Tentara Israel dan Shin Bet mengumumkan dalam pernyataan bersama pembunuhan pemuda Sultan Abdul Ghani setelah bentrokan bersenjata dengan pasukan khusus di dekat Jenin. Israel menuduhnya bertanggung jawab atas pembunuhan seorang penjaga keamanan di zona industri pemukiman "Bra'on" dekat kota Nablus pada Agustus 2024.

Aljazirah melansir pernyataan tentara Israel mengatakan bahwa unit Duvdevan, bekerja sama dengan Shin Bet, mengepung gedung tempat Abdul Ghani bersembunyi di daerah Marqa selatan Jenin, sebelum menembakkan roket Energa ke arahnya dan melibatkannya dalam bentrokan bersenjata yang berakhir dengan pembunuhannya.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa pasukan menemukan senapan M-16, senjata Carlo, dan alat peledak di dalam gedung.

Koresponden Aljazirah melaporkan bahwa unit pasukan khusus Israel menyusup ke daerah pegunungan antara desa Marka dan Qabatiya, selatan Jenin, pagi ini, di mana mereka mengepung sebuah fasilitas. Bentrokan bersenjata terjadi sebelum pasukan pendudukan mengerahkan bala bantuan, termasuk sebuah helikopter yang melepaskan tembakan dan menembaki daerah tersebut.

Dinas keamanan Israel menambahkan bahwa mereka menangkap lima warga selama operasi tersebut, menuduh mereka membantu Abdul Ghani, dan mencatat bahwa pengejaran intelijen terhadapnya berlanjut dari 18 Agustus 2024 hingga saat pembunuhannya.

Tentara Israel mengumumkan pada Selasa pagi bahwa mereka telah membunuh pemuda Palestina lainnya di provinsi Nablus di Tepi Barat yang diduduki, setelah perburuan selama 18 bulan, menyusul tuduhan bahwa ia melakukan serangan menabrak mobil yang menewaskan dua tentara Israel pada tanggal 29 Mei 2024, di pos pemeriksaan Awarta di timur Nablus.

Menurut sumber lokal, pasukan khusus Israel dari unit "Yamam", tentara, dan Shin Bet melakukan operasi pembunuhan yang ditargetkan terhadap pemuda Abdul Raouf Ishtayeh di Jalan Al-Hisba, sebelah timur Nablus, di mana mereka mengepung gedung tempat dia bersembunyi.

Pasukan pendudukan meluncurkan dua rudal ke lokasi tersebut, yang menyebabkan kebakaran besar terjadi di dalam gedung sebelum pasukan mengumumkan bahwa gedung tersebut telah "dinetralkan" setelah terlihat oleh pesawat tak berawak.

Tepi Barat menyaksikan gelombang penangkapan yang meluas dalam beberapa jam terakhir, dengan Klub Tahanan menyatakan bahwa pasukan pendudukan menangkap sekitar 50 warga dari Senin malam hingga Selasa pagi, terkonsentrasi di Qalqilya dan Jericho, dan meluas ke Betlehem, Ramallah, Nablus dan Hebron.

Klub Tahanan mengkonfirmasi bahwa penangkapan tersebut disertai dengan penghancuran rumah, penyerangan fisik, dan investigasi lapangan, selain menggunakan tahanan sebagai "sandera" untuk memaksa keluarga mereka menyerahkan orang-orang yang dicari, mencatat bahwa jumlah penangkapan sejak dimulainya perang di Gaza telah melebihi 20.500 kasus.

Di Qalqilya, di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki, pasukan pendudukan melancarkan kampanye penangkapan dan penggerebekan di kota Azzun, sebelah timur kota tersebut, di mana mereka menangkap lebih dari 25 pemuda setelah menyerbu beberapa lingkungan dan mengubah rumah menjadi pos militer, bersamaan dengan penutupan jalan dan penempatan pos pemeriksaan.

Di Hebron, pasukan pendudukan menyerbu sekolah-sekolah dan rumah-rumah di kota Beit Ummar, sebelah utara kota, dan menangkap lebih dari 15 warga. Mereka menahan puluhan warga dalam kondisi yang buruk saat cuaca hujan, dan menyerang sekolah dengan gas dan bom suara, menyebabkan kasus sesak napas di kalangan siswa.

Petugas pendudukan juga memanggil semua direktur sekolah negeri dan swasta di kota, menggeledah sekolah, menyita beberapa barang, mengancam akan melarang penggunaan simbol nasional apa pun di dalam sekolah, dan kemudian membebaskan mereka.

Di Betlehem, enam warga ditangkap dari kamp Aida dan Al-Azza, sementara pasukan pendudukan menangkap seorang pemuda dari Madma, selatan Nablus, dan satu lagi dari Ramallah setelah menggerebek rumahnya.

Kota Jericho juga menjadi saksi penggerebekan besar-besaran di kamp Aqbat Jabr dan Ain al-Sultan, yang mengakibatkan penangkapan 10 warga.

Sejak 7 Oktober 2023, serangan di Tepi Barat telah mengakibatkan kematian 1.078 warga Palestina dan melukai sekitar 11.000 lainnya, selain penangkapan lebih dari 20.000 warga, termasuk 1.600 anak-anak, menurut sumber-sumber Palestina.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jepang Pasang Rudal di Pulau Yonaguni, China: Langkah Ini Berbahaya

 

Rencana Jepang untuk menempatkan rudal di dekat Taiwan merupakan upaya memprovokasi konfrontasi militer, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China, Mao Ning di Beijing pada Senin (24/11/2025). The Japan Times mengutip Menhan Jepang Shinjiro Koizumi, melaporkan, Tokyo tetap berkomitmen menempatkan rudal jarak menengah di Pulau Yonaguni.

Pulau di Jepang itu berjarak sekitar 110 kilometer (km) dari Taiwan. Mao Ning dalam jumpa pers, mengatakan, rencana Jepang menempatkan senjata ofensif di pulau dekat Taiwan merupakan upaya yang disengaja untuk meningkatkan ketegangan regional dan memprovokasi konflik militer.

"Mempertimbangkan pernyataan keliru Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan, langkah ini sangat berbahaya dan menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi dari negara-negara tetangga serta komunitas internasional," ucap Mao.

Selain itu, Mao juga menuduh faksi sayap kanan di Jepang berupaya mendorong pengabaian konstitusi pasifis negara itu. Sehingga Jepang semakin meluncur menuju militerisme dan menyeret Tokyo serta kawasan menuju bencana.

China, kata Mao, tidak akan pernah mengizinkan kekuatan sayap kanan Jepang membalikkan sejarah, maupun mentolerir campur tangan asing dalam urusan Taiwan atau kebangkitan militerisme Jepang. "China memiliki tekad dan kemampuan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah nasionalnya," ujarnya dikutip dari Sputnik.

Ketegangan diplomatik meningkat setelah Takaichi pada 7 November 2025, menyatakan bahwa serangan hipotetis China terhadap Taiwan akan menciptakan "situasi yang mengancam kelangsungan hidup," yang akan memaksa Jepang merespons. Pernyataannya memicu kecaman dari China dan juga dari partai oposisi di Jepang.

Menanggapi hal tersebut, Kemenlu China memanggil Duta Besar Jepang untuk China, Kenji Kanasugi. Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri China, Sun Weidong, menyampaikan protes keras atas komentar perdana menteri tersebut mengenai China. China juga meminta warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Jepang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post