News Komoditi & Global ( Rabu, 3 Desember 2025 )

News  Komoditi & Global

                                 (  Rabu,   3 Desember  2025  )

Harga Emas Global Menguat sementara Pelaku Pasar menunggu Rilis Data Ekonomi Amerika Serikat

 

 Harga emas bergerak stabil pada Rabu (3/12/2025) setelah turun 1% pada sesi sebelumnya.

Rebound pasar saham dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih menahan pergerakan emas, sementara pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Melansir Reuters, harga emas spot tercatat tidak berubah di level US$4.207,43 per ons troi pada pukul 00.28 GMT.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,5% menjadi US$4.239,50 per ons troi

Ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter semakin menguat. Futures suku bunga AS kini memproyeksikan peluang 89% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan 10 Desember, menurut CME FedWatch.

Serangkaian data ekonomi AS terbaru menunjukkan tanda-tanda perlambatan, sehingga mendorong taruhan bahwa The Fed akan segera menurunkan suku bunga—suatu kondisi yang biasanya menguntungkan emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Investor kini menanti sejumlah data penting AS pekan ini, antara lain: ADP Employment untuk November yang dirilis Rabu, serta Indeks Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) September, indikator inflasi favorit The Fed, yang dijadwalkan keluar Jumat.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan rencana untuk mengumumkan calon pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed awal tahun depan.

Pada pasar obligasi, yield Treasury AS bergerak datar hingga sedikit melemah, setelah sempat menyentuh level tinggi pada sesi sebelumnya.

Sementara itu, saham global menguat, dan pasar kripto maupun obligasi pemerintah dunia stabil usai tekanan jual sehari sebelumnya.

Dari sisi permintaan fisik, bank sentral dunia membeli 53 ton emas pada Oktober, naik 36% dibanding bulan sebelumnya dan menjadi permintaan bulanan terbesar sejak awal 2025, berdasarkan data World Gold Council.

Untuk logam mulia lainnya: perak turun 0,2% menjadi US$58,32 per ons troi, platinum melemah 0,4% ke US$1.631,10, dan palladium turun 0,6% ke US$1.458,83.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga Minyak Dunia Melemah, Harapan Damai Rusia-Ukraina Meredup

 

 Harga minyak turun sekitar 1% pada Selasa (2/12/2025) karena pasar menimbang memudarnya harapan perdamaian Rusia-Ukraina di tengah kecemasan akan kelebihan pasokan global.

Melansir Reuters, harga minyak Brent ditutup melemah 72 sen atau 1,14% menjadi US$62,45 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 68 sen atau 1,15% ke US$58,64 per barel.

Kedua harga acuan tersebut sebelumnya naik lebih dari 1% pada Senin (1/12/2025).

Fokus investor kini tertuju pada pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner, di Kremlin pada Selasa.

“Harga minyak tertahan karena ekspektasi terobosan dalam pembicaraan damai Ukraina yang berpotensi melonggarkan pembatasan atas pasokan Rusia. Namun harapan itu kemungkinan pupus, dan pasar bisa menghadapi lebih banyak risiko gangguan pasokan,” kata Clayton Seigle, Senior Fellow di Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Menjelang pertemuan tersebut, Putin memperingatkan negara-negara Eropa bahwa jika mereka memulai perang dengan Rusia, Moskow siap bertempur.

Ia juga mengancam akan memutus akses Ukraina ke laut sebagai respons atas serangan drone terhadap kapal tanker dalam “shadow fleet” Rusia di Laut Hitam.

Putin dijadwalkan memulai kunjungan dua hari ke India pada Kamis, dengan agenda menawarkan lebih banyak penjualan minyak, sistem rudal, dan jet tempur demi memulihkan hubungan energi dan pertahanan yang tergerus akibat tekanan AS terhadap New Delhi.

“Retorika yang campur aduk ini membuat harga minyak sempat bergejolak. Awalnya pasar melihat keyakinan bahwa Rusia akan terus memasok minyak ke India,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

“Namun komentar Putin mengindikasikan kesepakatan damai mungkin tidak sedekat yang diharapkan pasar.”

Kekhawatiran oversupply yang menekan harga akhir-akhir ini sebagian diimbangi oleh: serangan terhadap infrastruktur energi Rusia pada akhir pekan, meningkatnya ketegangan AS–Venezuela, dan gangguan pengiriman minyak di Laut Hitam.

Pada Senin, Caspian Pipeline Consortium menyatakan telah melanjutkan pengiriman minyak dari salah satu titik tambat di terminal Laut Hitam setelah serangan drone Ukraina pada Sabtu.

Sementara itu, sebuah tanker berbendera Rusia yang mengangkut minyak bunga matahari melaporkan serangan drone di lepas pantai Turki pada Selasa.

Ketidakpastian juga muncul setelah Trump mengatakan selama akhir pekan bahwa wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela “harus dianggap tertutup”, memicu kekhawatiran baru mengingat Venezuela merupakan produsen minyak besar.

Sementara itu, OPEC+ pada Minggu sepakat mempertahankan level produksi untuk kuartal pertama 2026, ketika kelompok tersebut menahan diri dari upaya agresif merebut kembali pangsa pasar di tengah kekhawatiran akan potensi kelebihan pasokan global.

 

 

 

 

 

Wall Street Ditutup Naik : Saham Teknologi & Boeing Dorong Pasar AS

 

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (2/12/2025), mencatat kenaikan keenam dalam tujuh sesi terakhir.

Pergerakan terjadi dalam perdagangan yang cenderung sepi, didorong oleh saham teknologi, sementara ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga minggu depan semakin menguat.

Melansir Reuters, Dow Jones naik 185,13 poin (0,39%) menjadi 47.474,46, S&P 500 naik 16,74 poin (0,25%) menjadi 6.829,37, dan Nasdaq Composite naik 137,75 poin (0,59%) menjadi 23.413,67.

Saham Boeing melesat 10,1%, menjadi penopang terbesar bagi Dow Jones memberi kontribusi sekitar 117 poin setelah perusahaan memproyeksikan peningkatan pengiriman pesawat 737 dan 787 tahun depan.

Lonjakan Boeing juga mengangkat indeks sektor industri S&P 500 sebesar 0,9%, menjadi sektor dengan kinerja terbaik hari itu.

Sektor teknologi juga menguat 0,8%, ditopang kenaikan saham-saham megacap seperti Apple, Nvidia, dan Microsoft, yang masing-masing naik sekitar 1%. Saham Intel juga menguat.

Pada sesi sebelumnya, Wall Street melemah akibat data manufaktur yang lesu, lonjakan imbal hasil obligasi AS setelah yield obligasi Jepang naik, serta penurunan bitcoin dan saham-saham kripto.

Namun minimnya rilis data ekonomi pada Selasa membuat tekanan mereda: imbal hasil obligasi turun dan harga bitcoin rebound, membantu pemulihan pasar menjelang keputusan The Fed.

“Dua faktor itu mungkin menambah sedikit volatilitas pada pasar di saat tidak ada katalis besar sampai The Fed mengumumkan keputusan,” kata Ross Mayfield, Investment Strategist di Baird, Louisville, Kentucky.

“Di sisi lain, data konsumsi pada Black Friday dan Cyber Monday memberi sinyal positif. Saya lebih senang melihat kekuatan konsumen dibandingkan dinamika yield dan bitcoin. Hal-hal itu sifatnya sementara.”

Serangkaian data terbaru menunjukkan ekonomi AS mulai mendingin secara bertahap.

Meski sejumlah pejabat The Fed sebelumnya mengingatkan agar berhati-hati dalam memangkas suku bunga, pernyataan beberapa pejabat baru-baru ini mendorong lonjakan ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember.

Ekspektasi pemangkasan 25 basis poin kini berada di 89,2%, menurut CME FedWatch Tool, naik signifikan dari 63% sebulan lalu.

Pasar juga menantikan rilis indeks PCE pada Jumat, ukuran inflasi favorit The Fed yang berpotensi memperkuat keyakinan atas keputusan The Fed pekan depan.

Selain itu, investor mencermati sosok yang kemungkinan menggantikan Ketua The Fed Jerome Powell ketika masa jabatannya berakhir tahun depan.

Laporan menyebut penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, sebagai kandidat terkuat. Presiden Trump mengatakan akan mengumumkan pilihannya awal tahun mendatang.

Saham Lain: P&G Turun, Warner Bros dan Saham Kripto Naik

Procter & Gamble turun 1,1% setelah memperingatkan dampak negatif dari penutupan pemerintahan AS.

Warner Bros Discovery naik 2,8% setelah laporan bahwa perusahaan menerima putaran kedua penawaran akuisisi, termasuk dari Netflix.

Saham kripto menguat seiring rebound bitcoin, dengan Strategy naik 5,8% dan Coinbase naik 1,3%.

Ekspor Solar dan Gasoil Rusia Naik 3% di November Meski Dihantam Sanksi Barat

 

Ekspor solar dan gasoil Rusia melalui jalur laut meningkat 3% pada November dibandingkan Oktober, mencapai sekitar 2,37 juta ton metrik, menurut data dari sumber pasar dan LSEG. Kenaikan ini terjadi meski Rusia menghadapi sanksi baru dari Amerika Serikat serta kerusakan infrastruktur akibat serangan drone.

Ekspor diesel ultra-low-sulphur melalui Primorsk, pelabuhan utama Rusia untuk produk diesel melonjak 39,3% secara bulanan menjadi 1,221 juta ton. Sumber pasar menyebutkan kenaikan ini terjadi setelah produsen besar menyelesaikan perawatan musiman dan perbaikan tidak terencana.

Sebaliknya, ekspor dari pelabuhan-pelabuhan di Rusia bagian selatan anjlok akibat serangan drone yang menargetkan infrastruktur energi dan kilang regional.

Pelabuhan Tuapse di Laut Hitam menghentikan ekspor bahan bakar pada 2 November setelah serangan drone Ukraina menyebabkan kilang di wilayah tersebut menghentikan pemrosesan minyak mentah.

Pelabuhan Novorossiysk mencatat penurunan ekspor diesel sepertiga menjadi 0,64 juta ton, dipengaruhi perawatan tak terjadwal di kilang Lukoil Volgograd serta suspensi sementara proses bongkar muat akibat serangan misil dan drone.

Meskipun Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada Oktober terhadap perusahaan minyak terbesar Rusia, termasuk Lukoil dan Rosneft, total volume ekspor diesel Rusia pada November tidak banyak terpengaruh.

Turki mempertahankan posisinya sebagai pembeli terbesar solar dan gasoil Rusia pada November, dengan impor naik 10% menjadi 1,06 juta ton, berdasarkan data LSEG.

Pengiriman ke Brasil juga meningkat signifikan, mencapai 190.000 ton dibandingkan 74.000 ton pada Oktober.

Data pelayaran menunjukkan peningkatan aktivitas ship-to-ship transfer di dekat Limassol (Malta) dan Port Said (Mesir), dengan total hampir 0,5 juta ton. Tujuan akhir dari pengiriman ini belum diketahui.

Selain itu, beberapa kapal tanker yang membawa sekitar 270.000 ton diesel dari pelabuhan Rusia belum melaporkan pelabuhan tujuan akhir mereka, menurut data LSEG.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bank of America Rekomendasikan Alokasi 1%-4% ke Aset Kripto bagi Nasabah Kaya

 

Bank of America (BAC) mendorong nasabah di lini bisnis manajemen kekayaannya untuk mulai mempertimbangkan eksposur aset kripto dalam portofolio investasi.

Dalam panduan terbaru, bank raksasa asal AS tersebut merekomendasikan alokasi 1%–4% ke aset digital, yang berlaku bagi nasabah platform Merrill, Bank of America Private Bank, dan Merrill Edge. Mulai Januari mendatang, tim strategi investasi bank ini juga akan mulai meliput empat ETF Bitcoin yang tersedia di pasar AS.

“Bagi investor yang memiliki minat kuat terhadap inovasi tematik dan kenyamanan menghadapi volatilitas tinggi, alokasi kecil 1% hingga 4% pada aset digital dapat menjadi pilihan,” ujar Chris Hyzy, Chief Investment Officer Bank of America Private Bank.

Ia menekankan bahwa panduan tersebut menitikberatkan pada instrumen teregulasi, alokasi yang terukur, serta pemahaman jelas atas risiko dan peluang.

Mulai 5 Januari, empat ETF Bitcoin yang akan masuk dalam cakupan CIO Bank of America meliputi:

Bitwise Bitcoin ETF (BITB)

Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC)

Grayscale Bitcoin Mini Trust (BTC)

BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT)

Menurut Hyzy, tingkat alokasi akan berbeda tergantung profil risiko investor:

“Batas bawah cocok untuk investor konservatif, sedangkan batas atas untuk mereka dengan toleransi risiko lebih tinggi.”

Sebelum pembaruan ini, produk kripto hanya dapat diakses atas permintaan, sehingga penasihat investasi bank tidak dapat merekomendasikannya secara proaktif, dan investor ritel perlu mencari akses di luar jaringan Bank of America.

“Pembaruan ini mencerminkan meningkatnya permintaan klien terhadap akses aset digital,” kata Nancy Fahmy, Kepala Divisi Solusi Investasi Bank of America.

Rekomendasi Bank of America hadir di tengah gelombang adopsi kripto oleh bank besar dan manajer aset global.

Pada awal Oktober, Morgan Stanley menyarankan alokasi 2%–4% untuk aset kripto, menyebutnya sebagai kelas aset spekulatif namun semakin populer.

Awal 2025, BlackRock merekomendasikan alokasi 1%–2% untuk Bitcoin. Sementara itu, Fidelity Investments pada Maret 2024 mendorong alokasi 2%–5%, dan hingga 7,5% bagi investor berusia di bawah 30 tahun.

Selain itu, beberapa institusi lain mulai membuka akses investasi kripto:

Vanguard akan mulai membuka akses ETF dan reksa dana kripto.

Morgan Stanley, Charles Schwab, Fidelity, dan JPMorgan sudah memperbolehkan pembelian ETF kripto.

SoFi mulai menyediakan perdagangan kripto langsung untuk nasabah ritel.

Beberapa bank masih menunggu regulasi kripto federal sebelum menyediakan layanan perdagangan, kustodian, dan derivatif.

Menurut laporan Bloomberg, pemerintahan Donald Trump telah melakukan pembalikan besar pada kebijakan kripto AS tahun ini, termasuk menghapus pembatasan yang diberlakukan regulator era Biden.

Kebijakan baru ini dinilai memberikan kepastian regulasi serta mendorong keterlibatan lembaga keuangan dalam ekosistem kripto.

Langkah tersebut mendorong perbankan Wall Street bersikap lebih agresif di sektor ini.

Meskipun sentimen institusi membaik, pasar kripto masih mengalami tekanan.

Setelah menyentuh rekor tertinggi di atas US$126.000 pada awal Oktober, harga Bitcoin telah turun sekitar sepertiga, menjadi sekitar US$85.000 pada awal pekan ini.

Secara year-to-date, Bitcoin turun sekitar 10%, berbanding terbalik dengan indeks S&P 500 yang naik lebih dari 15% tahun ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bank of England Longgarkan Persyaratan Modal Bank Demi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

 

 Bank sentral Inggris memangkas jumlah modal yang perlu dimiliki oleh para kreditur dalam upaya untuk meningkatkan penyaluran kredit dan menstimulasi perekonomian, yang merupakan pengurangan pertama terhadap permintaan modal bank sejak krisis keuangan.

Mengutip Reuters, Selasa (2/12/2025)Bank of England mengatakan tinjauan kerangka modalnya menunjukkan bahwa patokan persyaratan modal Tier 1 bagi pemberi pinjaman, yang ditetapkan sebesar 14% sejak 2015, dapat dikurangi sebesar 1 poin persentase menjadi 13%.

Para eksekutif dan investor bank telah memperkirakan adanya pelonggaran dalam beberapa minggu terakhir setelah sinyal sebelumnya dari pejabat bank sentral.

BoE mengatakan akan meluncurkan tinjauan implementasi rasio leverage bagi bank, sebuah inisiatif yang dapat semakin melonggarkan persyaratan bagi pemberi pinjaman.

Langkah-langkah ini menandai langkah paling konkret yang pernah diambil oleh otoritas keuangan Inggris untuk memenuhi janji membantu mendorong pertumbuhan ekonomi, yang menurut pemerintahan Buruh yang berkuasa merupakan prioritas.

Regulator perbankan di seluruh dunia menaikkan persyaratan modal setelah krisis keuangan global 2008 untuk memastikan sistem memiliki penyangga yang lebih baik untuk menahan krisis likuiditas, tetapi para petinggi industri dalam beberapa tahun terakhir berpendapat bahwa reformasi semacam itu telah mencapai tujuannya dan menyerukan tindakan yang lebih ringan.

Bank of England juga menyatakan pada hari Selasa bahwa tujuh bank terbesar, termasuk HSBC, Barclays, Lloyds Banking Group, dan NatWest, semuanya telah lulus uji ketahanan yang menilai ketahanan bank terhadap guncangan makroekonomi dan keuangan yang parah.

Bank of England menyatakan bahwa perubahan estimasi modal bank mencerminkan penilaian terbaru atas manfaat modal yang membantu bank bertahan dari krisis, dibandingkan dengan kerugian akibat biaya modal yang lebih tinggi yang membebani pertumbuhan.

Di Amerika Serikat, pemerintahan Trump diperkirakan akan melonggarkan aturan modal untuk bank-bank terbesar, sementara Uni Eropa sedang menyusun rencana untuk menyederhanakan kerangka kehati-hatiannya.

Badan industri UK Finance telah memperingatkan bahwa tanpa langkah serupa, bank-bank Inggris dapat kehilangan pangsa pasar dari pesaing global. Tingkat baru sebesar 13% mencakup tingkat optimal dasar sebesar 11%, ditambah 2 poin persentase untuk memperhitungkan kesenjangan dan kekurangan yang masih ada dalam pengukuran aset tertimbang menurut risiko, kata Bank of England.

Para eksekutif bank Inggris dalam beberapa minggu terakhir terdengar optimistis tentang potensi perubahan tersebut, terutama setelah Deputi Gubernur Bank of England (BoE) Sarah Breeden awal tahun ini mengatakan bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan cara untuk membebaskan penggunaan modal bank.

Komite Kebijakan Keuangan (FPC) BoE telah meninjau potensi perubahan struktur modal sejak Juli, di tengah desakan yang lebih luas dari pemerintahan Partai Buruh Inggris agar regulator memprioritaskan pertumbuhan ekonomi serta stabilitas keuangan.

"Mengingat penurunan acuan FPC, bank seharusnya memiliki kepastian dan keyakinan yang lebih besar dalam menggunakan sumber daya modal mereka untuk memberikan pinjaman kepada rumah tangga dan bisnis di Inggris," kata BoE dalam laporannya.

 

 

Trump Jalani Pemeriksaan MRI, Gedung Putih Jelaskan Hasil dan Kondisi Kesehatannya

 

 Gedung Putih secara resmi merilis rincian laporan medis terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump, setelah ia menjalani pemindaian MRI pada sistem kardiovaskular dan abdomen pada Oktober lalu.

Mengutip Unilad, Trump, yang kini berusia 79 tahun, menjalani pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) sebagai bagian dari prosedur rutin untuk mengidentifikasi potensi masalah kesehatan sejak dini. Hal itu dikonfirmasi dalam sebuah memo oleh dokter kepresidenan, Sean P. Barbabella.

Dr. Barbabella menjelaskan bahwa hasil pemindaian jantung dan abdomen Trump menunjukkan kondisi yang sangat baik tanpa indikasi penyakit serius.

“Tujuan dari pemeriksaan ini bersifat preventif: untuk mendeteksi masalah sejak dini, mengonfirmasi kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan memastikan ia mempertahankan vitalitas serta fungsi jangka panjang,” ujar Barbabella.

Dalam laporannya, sang dokter menegaskan tidak ada temuan penyempitan arteri, gangguan aliran darah, ataupun kelainan pada jantung atau pembuluh utama.

“Ruang-ruang jantung berukuran normal, dinding pembuluh darah tampak halus dan sehat, serta tidak ada tanda-tanda peradangan atau penggumpalan,” jelasnya.

Pemeriksaan abdomen turut memperlihatkan hasil yang baik.

“Semua organ utama tampak sangat sehat dan memiliki aliran darah yang baik,” tambahnya.

Menurut Barbabella, seluruh aspek yang dievaluasi berfungsi dalam batas normal tanpa kekhawatiran akut maupun kronis.

Barbabella menyebut alasan pemeriksaan tersebut dilakukan karena pria pada kelompok usia Trump bermanfaat menjalani evaluasi komprehensif terkait kesehatan kardiovaskular dan abdomen.

Trump sendiri menanggapi hasil laporan kesehatannya dengan santai. Kepada wartawan, ia mengaku tidak sepenuhnya mengetahui bagian tubuh mana yang diperiksa.

 “Bukan otak, karena saya sudah menjalani tes kognitif dan saya lulus dengan sempurna,” tegasnya.

Trump bahkan menyebut hasil pemindaian tersebut sebagai “sempurna”.

Laporan kesehatan terbaru ini dirilis beberapa bulan setelah Trump memicu kekhawatiran publik ketika terlihat memiliki memar misterius di tangan dan pergelangan kaki yang bengkak pada musim panas 2025.

Saat itu, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump didiagnosis mengalami insufisiensi vena kronis, kondisi ringan yang menyebabkan penumpukan darah di pembuluh darah dan umum dialami lansia.

Memar di tangannya kemudian dijelaskan sebagai iritasi jaringan ringan akibat kebiasaan berjabat tangan dan penggunaan aspirin, menurut juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.

Trump sebelumnya pernah menyebut dirinya sebagai “presiden paling sehat yang pernah hidup”, namun kondisi medisnya kerap menjadi sorotan publik, terlebih dalam konteks usia dan aktivitas politiknya yang padat.

Laporan terkini ini tampaknya ditujukan untuk meredakan kekhawatiran serta menegaskan bahwa kondisi kesehatan Trump masih berada dalam kategori sangat baik.

 

ExxonMobil Bidik Saham Lukoil di West Qurna 2, Siap Kuasai Ladang Minyak Raksasa Irak

 

 Perusahaan energi asal Amerika Serikat, Exxon Mobil, telah mendekati Kementerian Minyak Irak untuk menyampaikan minatnya membeli saham mayoritas Lukoil di ladang minyak raksasa West Qurna 2, menurut lima sumber resmi Irak yang mengetahui langsung pembicaraan tersebut, seperti dilaporkan Reuters.

Langkah ini muncul ketika perusahaan energi asal Rusia, Lukoil, berupaya menjual aset internasionalnya pasca sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Rusia. Jika terwujud, akuisisi tersebut akan menandai ekspansi besar kembalinya Exxon ke Irak, sementara Moskow berusaha melepas aset energi kunci di luar negeri.

Juru bicara Exxon menolak memberikan komentar, sementara Lukoil tidak merespons permintaan konfirmasi dari Reuters.

Menurut otoritas AS, calon pembeli diperbolehkan bernegosiasi dengan Lukoil sampai 13 Desember, namun memerlukan persetujuan khusus untuk setiap kesepakatan. Bulan lalu, Reuters melaporkan bahwa Exxon dan Chevron tengah mempertimbangkan opsi untuk membeli sebagian portofolio Lukoil.

Aset asing terbesar Lukoil adalah saham operasional 75% di ladang West Qurna 2 di Irak, salah satu ladang minyak terbesar di dunia dengan produksi sekitar 470.000 barel per hari.

Ladang ini menyumbang:

Sekitar 0,5% dari pasokan minyak dunia

Sekitar 9% produksi nasional Irak

Irak sebelumnya sempat menangguhkan pembayaran tunai dan minyak kepada Lukoil, memicu upaya perusahaan tersebut untuk keluar dari aset tersebut.

Exxon sendiri pernah menjadi operator proyek tetangga, West Qurna 1, sebelum hengkang tahun lalu.

Pada Oktober, Exxon menandatangani kesepakatan non-binding dengan Irak untuk membantu pengembangan ladang minyak raksasa Majnoon serta meningkatkan ekspor minyak, menandai kembalinya perusahaan tersebut ke pasar energi Irak.

Kembalinya Exxon juga mengikuti serangkaian kesepakatan Irak dengan perusahaan minyak global lain seperti Chevron, BP, dan TotalEnergies, seiring upaya pemerintah mempercepat produksi melalui skema kontrak yang lebih menarik.

Seorang pejabat senior Kementerian Minyak Irak yang mengawasi operasi perusahaan asing menyatakan bahwa Exxon adalah kandidat favorit untuk mengambil alih West Qurna 2.

“Exxon adalah pilihan terbaik kami untuk menggantikan Lukoil. Perusahaan tersebut memiliki kapasitas dan pengalaman untuk mengelola ladang sebesar dan sekompleks West Qurna 2,” ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan pejabat senior lain di kementerian.

Kementerian Minyak Irak pada Senin menyatakan telah mengundang sejumlah perusahaan energi AS untuk memasuki negosiasi terkait pengambilalihan West Qurna 2. Tujuannya, mentransfer operasi ladang tersebut ke salah satu perusahaan melalui proses tender kompetitif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pertumbuhan Harga Rumah Secara Tahunan di Inggris Melambat per November 2025

 

 Harga rumah di Inggris tercatat naik tipis 0,3% secara bulanan di periode November. Di periode Oktober harga tercatat naik 0,2% secara bulanan.

Ini terlihat dari publikasi Nationwide Building Society, Selasa (2/12/2025). Bila dihitung secara tahunan, kenaikan harga rumah di Inggris melambat jadi hanya 1,8% di November.

"Di November terjadi pelemahan tingkat pertumbuhan harga rumah tahunan menjadi 1,8% dari 2,4% di Oktober, tapi harga naik 0,3% secara bulanan, setelah mempertimbangkan efek musiman," tutur Robert Gardner, Kepala Ekonom Nationwide Building Society, dalam keterangan resmi, Selasa (2/12/2025).

Menurut indeks yang disusun Nationwide Building Society, indeks harga rumah di Inggris pada November 2025 berada di level 545,9 dengan harga rata-rata £ 272.998. Sementara di Oktober masih di level 544,3 dengan harga rata-rata £ 272.226.

Gardner menilai, pasar perumahan di Inggris bergerak stabil dalam beberapa bulan terakhir. Harga rumah meningkat dalam kecepatan sedang.

Jumlah kredit perumahan untuk pembelian rumah yang disetujui juga menunjukkan tingkat serupa dengan kondisi di era sebelum pandemi.

“Di tengah melemahnya keyakinan konsumen dan tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja, kinerja ini menunjukkan ketahanan, terutama karena suku bunga KPR lebih dari dua kali lipat dari sebelum Covid melanda dan harga rumah mendekati titik tertinggi sepanjang masa," imbuh Gardner.

Perubahan pajak properti yang diumumkan dalam anggaran pemerintah Inggris kemungkinan besar tidak akan berdampak signifikan pada pasar perumahan. Pajak tambahan dewan bernilai tinggi, yang baru akan diberlakukan pada April 2028, akan berlaku untuk kurang dari 1% properti di Inggris dan sekitar 3% di London.

Kenaikan pajak atas pendapatan dari properti dapat mengurangi pasokan properti sewa baru yang masuk ke pasar. Pasokan sewa telah terkendala selama beberapa waktu.

Ini berpotensi mempertahankan tekanan ke atas pada pertumbuhan sewa, yang telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa dalam beberapa tahun terakhir.

Ke depannya, keterjangkauan perumahan kemungkinan akan sedikit membaik jika pertumbuhan pendapatan terus melampaui pertumbuhan harga rumah. Biaya pinjaman juga kemungkinan akan sedikit menurun jika suku bunga bank diturunkan lagi pada kuartal-kuartal mendatang.

Kondisi ini akan mendukung permintaan pembeli. "Terutama karena neraca rumahtangga yang kuat," sebut Gardner.

Apalagi, secara agregat, rasio utang rumahtangga terhadap pendapatan yang dapat dibelanjakan berada pada titik terendah selama dua dekade.

Data indeks harga rumah dari Nationwide Building Society merupakan salah satu indikator kesehatan industri properti utama di Inggris. Kenaikan harga rumah biasanya akan menarik investor masuk dan mendorong aktivitas industri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemerintah Jepang Setujui Pajak Kripto 20%, Setara dengan Pajak Saham

 

Pemerintah Jepang dilaporkan mendukung rencana penerapan tarif pajak tetap (flat tax) sebesar 20% atas keuntungan aset kripto, sebuah perubahan besar dari struktur pajak saat ini yang dianggap membebani investor.

Rencana reformasi pajak tersebut pertama kali diusulkan oleh Financial Services Agency (FSA) pada pertengahan November, dengan target pengajuan rancangan undang-undang pada awal 2026. Kini, pemerintah dan koalisi partai berkuasa di Parlemen Jepang (National Diet) dikabarkan telah memberikan dukungan terhadap proposal tersebut.

Menurut laporan Nikkei Asia, aturan baru ini bertujuan menyamakan perlakuan pajak kripto dengan instrumen keuangan tradisional, seperti saham dan reksa dana.

Berdasarkan peraturan yang berlaku saat ini, transaksi aset kripto dikategorikan sebagai “pendapatan lain-lain”, sehingga keuntungan dipajaki sebagai bagian dari pajak penghasilan individu atau badan usaha.

Tarif pajaknya bersifat progresif, mulai dari 5% hingga 45%, dengan tambahan 10% pajak daerah bagi kelompok berpenghasilan tinggi. Kondisi ini membuat total beban pajak atas keuntungan kripto dapat mencapai 55%.

Sementara itu, aset seperti saham dan reksa dana dipajaki secara terpisah melalui skema flat tax 20%, terlepas dari jumlah keuntungan.

Perubahan regulasi ini diprediksi akan memberikan dampak positif terhadap pasar kripto domestik, mengingat tarif pajak yang tinggi selama ini dianggap menghambat partisipasi investor.

Nikkei melaporkan bahwa reformasi pajak ini akan menjadi bagian dari kerangka perlindungan investor dalam rancangan undang-undang FSA, yang bertujuan mengubah Financial Instruments and Exchange Act.

FSA berencana untuk menyerahkan RUU tersebut pada sesi reguler Diet pada 2026, sekaligus mendorong langkah-langkah pengawasan yang lebih ketat terhadap pasar kripto, termasuk:

Larangan penggunaan informasi non-publik

Persyaratan transparansi investasi yang lebih ketat

Reformasi ini menunjukkan pendekatan Jepang yang semakin pro-regulasi tetapi mendukung industri, di tengah meningkatnya adopsi aset digital.

Upaya reformasi pajak kripto di Jepang bukan hal baru. Japan Blockchain Association (JBA), organisasi lobi terbesar di sektor kripto, telah memperjuangkan perubahan tersebut selama hampir tiga tahun.

Pada Juli 2023, JBA menerbitkan surat rekomendasi reformasi pajak di situs resmi mereka, meminta pemerintah menerapkan tarif pajak 20% agar selaras dengan instrumen investasi lain.

 “Surat ini meminta peninjauan pajak atas aset kripto, yang merupakan hambatan terbesar bagi perusahaan Web3 di Jepang dan disinsentif bagi publik untuk memiliki atau menggunakan aset kripto,” tulis JBA.

Meski tidak jelas apakah JBA memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan regulator, FSA mulai menunjukkan perubahan sikap dan mendorong reformasi sejak September 2024.

Jika disahkan, perubahan pajak ini dapat mengubah lanskap investasi kripto di Jepang, menjadikannya lebih kompetitif secara global dan berpotensi menarik kembali investor ritel maupun institusional.

Namun, implementasi final bergantung pada proses legislasi dan konsensus politik di Diet pada 2026.

Reformasi ini juga menegaskan posisi Jepang sebagai salah satu negara yang paling aktif membenahi regulasi kripto, dengan pendekatan ketat namun progresif, untuk mendukung pertumbuhan industri Web3.

 

Apple Tolak Perintah India Pasang Aplikasi Pelacak Buatan Lokal di iPhone

 

Apple menolak untuk mengikuti perintah Pemerintah India untuk memasang aplikasi keamanan siber milik negara secara preload pada perangkat iPhone. Tiga sumber industri mengatakan Apple akan menyampaikan keberatannya kepada New Delhi, setelah kebijakan tersebut memicu kekhawatiran pengawasan dan kontroversi politik.

Pemerintah India secara rahasia menginstruksikan produsen ponsel seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi untuk memasang aplikasi Sanchar Saathi (Communication Partner) dalam waktu 90 hari. Aplikasi ini dirancang untuk melacak ponsel yang hilang, memblokir perangkat, dan mencegah penyalahgunaan.

Pemerintah juga meminta agar aplikasi tersebut tidak dapat dinonaktifkan oleh pengguna, dan untuk perangkat yang sudah beredar, produsen harus mengirimkan aplikasi itu melalui pembaruan perangkat lunak.

Kementerian Telekomunikasi India membenarkan kebijakan ini sebagai langkah keamanan untuk menangani “ancaman serius” terhadap keamanan siber. Namun, langkah tersebut menuai kritik keras dari pihak oposisi dan para pegiat privasi yang menilai kebijakan ini sebagai cara pemerintah mendapatkan akses ke 730 juta ponsel pintar di India.

Menteri Telekomunikasi India Jyotiraditya M. Scindia menyatakan aplikasi tersebut “bersifat sukarela dan demokratis,” serta pengguna dapat memilih untuk mengaktifkannya atau menghapusnya kapan saja. Namun, ia tidak memberikan klarifikasi mengenai surat perintah rahasia tertanggal 28 November yang memerintahkan produsen untuk memasang aplikasi tersebut dan memastikan fungsinya tidak dapat dinonaktifkan.

Saat ini, aplikasi Sanchar Saathi memang dapat dihapus, tetapi tidak jelas apakah hal itu akan tetap berlaku setelah kebijakan baru diberlakukan.

Menurut dua sumber industri, Apple menolak perintah tersebut karena kebijakan seperti itu tidak pernah diikuti di negara mana pun. Apple menilai kebijakan tersebut menimbulkan risiko besar terhadap privasi dan keamanan ekosistem iOS.

 “Ini bukan hanya seperti memukul lalat dengan palu godam—ini seperti menggunakan senapan dua laras,” kata salah satu sumber.

Apple tidak berencana membawa kasus ini ke pengadilan atau membuat pernyataan publik, tetapi akan menegaskan kepada pemerintah bahwa mereka tidak dapat mengikuti perintah tersebut karena membuka celah keamanan serius.

Apple dan Kementerian Telekomunikasi India belum memberikan komentar.

India mengikuti jejak beberapa negara lain, termasuk Rusia, dalam menerapkan aturan yang mencegah penggunaan ponsel curian untuk penipuan atau mewajibkan aplikasi layanan pemerintah.

Namun, langkah ini mendapat kecaman di Parlemen. Sejumlah anggota parlemen menuduh pemerintah memperkenalkan alat yang dapat berfungsi sebagai perangkat mata-mata. Tokoh oposisi Rahul Gandhi mengatakan akan membawa isu tersebut ke sidang parlemen.

Partai Kongres menuntut pembatalan perintah itu. Di platform X, pemimpin Kongres KC Venugopal menulis: “Big Brother cannot watch us.”

Pemerintah Modi menegaskan aplikasi tersebut membantu mencegah duplikasi atau spoofing nomor IMEI, yang sering digunakan dalam kejahatan siber.

Samsung dan Produsen Lain Juga Menelaah Instruksi Pemerintah

Sementara Apple terkenal ketat dalam mengontrol App Store dan perangkat lunak iOS, Google Android bersifat lebih terbuka, memberi produsen seperti Samsung dan Xiaomi fleksibilitas lebih besar dalam modifikasi sistem.

Sumber industri lain mengatakan Samsung dan beberapa merek lain masih mengevaluasi perintah tersebut. Samsung belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Sumber-sumber menyatakan pemerintah mengeluarkan perintah ini tanpa konsultasi industri, sehingga memicu kebingungan dan kekhawatiran di kalangan produsen teknologi.

Kebijakan tersebut muncul ketika Apple juga tengah terlibat sengketa hukum dengan otoritas persaingan usaha India yang berpotensi berujung denda hingga US$ 38 miliar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iran-Saudi Peretat Hubungan Jaga Stabilitas Kawasan, AS Disebut Jadi Ancaman

 

 

Hubungan Iran dan Saudi semakin erat. Konsultasi diplomatik di antara dua negara terus dilakukan untuk menjamin stabilitas di kawasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, mengatakan penguatan stabilitas dan keamanan di Asia Barat telah menjadi tema sentral konsultasi diplomatik baru-baru ini antara Teheran dan Riyadh, termasuk kunjungan seorang pejabat senior Saudi ke Iran.

Dalam jumpa pers pekanan pada Senin (1/12/2025), Baqaei mengatakan kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Saudi pada Ahad ke Teheran adalah kelanjutan dari proses yang dimulai dua tahun lalu. Kontak bilateral antara kedua negara tetap aktif seiring upaya membangun momentum dalam hubungan mereka yang telah pulih.

"Dalam kunjungan ini, kami membahas hubungan bilateral antara Iran dan Arab Saudi serta isu-isu regional yang menjadi perhatian bersama Iran, Arab Saudi, dan negara-negara lain di kawasan, termasuk isu Palestina, Lebanon, dan Suriah yang diduduki," ujarnya dilansir IRNA.

Ia menekankan bahwa Teheran dan Riyadh bertekad untuk melanjutkan jalur diplomatik mereka. Hal itu adalah bagian dari proses yang bertujuan untuk memperkuat kepercayaan dan pemahaman di antara negara-negara di kawasan.

Baqaei mencatat bahwa Iran secara bersamaan menerima delegasi dari Turki, Arab Saudi, dan Korea Selatan pada Ahad. Semuanya mengadakan pembicaraan dengan menteri luar negeri Iran mengenai hubungan bilateral dan perkembangan regional.

AS 'Ancaman Terbesar' bagi Keamanan Internasional

Menanggapi pertanyaan tentang tindakan permusuhan presiden AS terhadap negara-negara seperti Venezuela dan dukungan Washington terhadap genosida Israel di Gaza, Baqaei mengatakan, Amerika Serikat telah menjadi ancaman terbesar bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Ia menambahkan bahwa para pejabat AS berulang kali mengeluarkan ancaman terhadap Venezuela, Kuba, Nikaragua, bahkan Brasil dan Meksiko di seluruh Belahan Bumi Barat.

Ketika ditanya oleh koresponden IRNA tentang panggilan telepon menteri luar negeri baru-baru ini dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Baqaei mengatakan bahwa kunjungan ke Prancis tersebut dilakukan atas undangan menteri luar negeri di Paris. Kunjungan itu untuk membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional.

"Tentu saja, dalam setiap percakapan dengan pihak-pihak Eropa, isu nuklir juga menjadi salah satu topik diskusi," ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post