News Komoditi & Global ( Jumat, 21 November 2025 )
News Komoditi & Global ( Jumat, 21 November 2025 )
Harga Emas Global Melemah usai Rilis Data Ketenagakerjaan AS
Harga emas turun 0,6% ke US$4.058,29 per ounce akibat data ketenagakerjaan AS yang kuat, meredam peluang pemangkasan suku bunga pada Desember. Harga emas terkoreksi setelah investor mencerna laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) untuk September yang menunjukkan data pekerjaan lebih kuat dari ekspektasi, sehingga meredam peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Melansir Reuters pada Jumat (21/11/2025), harga emas di pasar emas spot melemah 0,6% menjadi US$4.058,29 per troy ounce. Adapun harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,6% ke level US$4.060 per ounce. Penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama turut membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang sangat dinantikan dan sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan, menunjukkan kenaikan nonfarm payrolls sebesar 119.000 pada September, lebih dari dua kali lipat proyeksi 50.000. “Data ini pada dasarnya mengonfirmasi apa yang disampaikan The Fed pada Oktober, yakni pasar tenaga kerja yang melambat namun tetap stabil. Peluang pemangkasan suku bunga pada Desember kini semakin kecil,” ujar Peter Grant, wakil presiden dan analis logam senior di Zaner Metals. Kondisi tersebut memberi tekanan tambahan terhadap harga emas. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan hampir 40% peluang pemangkasan suku bunga bulan depan. Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil, cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Ramalan Terbaru Nasib Harga Emas Usai Penurunan Bertubi-tubi Akibat penutupan pemerintahan, Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) membatalkan rilis data untuk Oktober dan akan menggabungkannya dengan laporan November. Laporan gabungan tersebut dijadwalkan terbit pada 16 Desember, setelah pertemuan The Fed berikutnya. Sementara itu, risalah pertemuan The Fed pada Oktober yang dirilis Rabu mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan menurunkan suku bunga meskipun memperingatkan langkah tersebut bisa meningkatkan risiko inflasi dan menggerus kepercayaan publik terhadap bank sentral. Sepanjang tahun ini, emas yang dikenal sebagai aset safe haven telah menguat 55% dan sempat menyentuh rekor tertinggi US$4.381,22 pada 20 Oktober. Meski harga tengah terkonsolidasi, UBS menaikkan target harga emas untuk pertengahan 2026 sebesar US$300 menjadi US$4.500 per ounce, didorong ekspektasi penurunan suku bunga AS, risiko geopolitik yang terus berlanjut, serta permintaan kuat dari bank sentral dan dana ETF. Untuk logam lainnya, harga perak spot turun 1,7% ke US$50,47 per ounce, platinum terkoreksi 2,3% ke US$1.510,70, dan paladium turun tipis 0,1% menjadi US$1.379 per ounce.
Harga Minyak Dunia Tergelincir, imbas Manuver AS di Konflik Ukraina
Harga minyak dunia turun akibat AS mendorong Ukraina menerima proposal perdamaian dengan Rusia. Brent di US$63,38/barel dan WTI di US$59,14/barel. Harga minyak dunia melemah setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendorong Ukraina menerima proposal perdamaian dengan Rusia untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Melansir Reuters pada Jumat (21/11/2025), harga minyak berjangka jenis Brent berada di level US$63,38 per barel, turun 13 sen atau 0,2%. Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir di US$59,14 per barel, melemah 30 sen atau 0,5%. Kedua harga minyak yang menjadi acuan tersebut sempat menguat di awal sesi setelah data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan. Proposal perdamaian AS-Rusia tersebut mencakup konsesi wilayah Ukraina kepada Rusia serta pengurangan kekuatan militer Ukraina, dua hal yang sebelumnya ditolak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Namun, pada Kamis, Zelenskiy menyatakan akan meninjau proposal tersebut dan berkonsultasi dengan Amerika Serikat terkait rencana perdamaian itu. “Banyak yang mengira proposal baru ini akan ditolak mentah-mentah oleh Zelenskiy, tetapi dia tidak langsung menampiknya. Pertanyaan bernilai miliaran dolar sekarang adalah apakah sanksi akan mulai diberlakukan besok? Jika kedua pihak mendekati kesepakatan, sanksi bisa saja dicabut atau ditunda,” ujar Phil Flynn, analis senior Price Futures Group.
Sanksi AS yang melarang perdagangan dengan perusahaan minyak Rusia Rosneft dan Lukoil akan berlaku mulai Jumat, sementara Lukoil memiliki waktu hingga 13 Desember untuk melepas portofolio internasionalnya yang luas. Penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan mencerminkan peningkatan aktivitas penyulingan di tengah margin yang kuat dan tingginya permintaan ekspor minyak mentah AS. EIA melaporkan persediaan minyak mentah turun 3,4 juta barel menjadi 424,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 14 November, jauh di atas proyeksi penurunan 603.000 barel dalam jajak pendapat Reuters. Meski demikian, analis juga mencatat bahwa stok bensin dan distilat AS meningkat untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan, mengindikasikan adanya perlambatan konsumsi.
Wall Street Ditutup Anjlok: Nvidia & Data Ketenagakerjaan AS Guncang Pasar Saham AS
Wall Street merosot dengan pembalikan tajam dari reli di awal perdagangan. Hal ini terjadi karena penguatan saham teknologi memudar setelah dorongan dari pendapatan Nvidia dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang memperkeruh prospek pasar tenaga kerja.
Kamis (20/11/2025), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 386,51 poin, atau 0,84%, menjadi 45.752,26, S&P 500 turun 103,40 poin, atau 1,56%, menjadi 6.538,76, dan Nasdaq Composite turun 486,18 poin, atau 2,15%, menjadi 22.078,05.
Nasdaq mencatat penutupan terendah sejak 11 September dengan indeks S&P 500 mencatat penutupan terendah sejak 10 September. Sementara itu, pengukur kekhawatiran Wall Street, indeks Volatilitas CBOE, mencatat penutupan tertinggi sejak 24 April.
Saham Nvidia ditutup melemah 3,2% setelah melonjak sebanyak 5% di awal perdagangan. Sebagian besar perusahaan terkait chip juga terkoreksi, dengan indeks semikonduktor turun 4,8%.
Baik Nasdaq maupun Dow berayun lebih dari 1.000 poin dari titik tertinggi di sesi ini ke titik terendah. Selisih 4,9 poin persentase Nasdaq antara puncak dan terendah hari itu menandai ayunan intraday terbesarnya sejak 9 April, selama kekacauan tarif.
Investor khawatir tentang valuasi teknologi yang tinggi di tengah kekhawatiran atas pengeluaran kecerdasan buatan yang tinggi, dengan Nasdaq sekarang turun tajam dari titik tertinggi Oktober.
Selain itu, data menunjukkan tingkat pengangguran AS meningkat pada bulan September meskipun perusahaan menambah lebih banyak lapangan kerja daripada yang diperkirakan para ekonom. Hal ini menyebabkan ketidakpastian yang lebih besar mengenai apakah Federal Reserve akan memangkas suku bunga lagi pada bulan Desember.
"Saya memperkirakan pasar akan naik hari ini hanya berdasarkan kekuatan pendapatan Nvidia dan skeptisisme baru-baru ini terhadap investasi AI. Pendapatan Nvidia jelas menghilangkan banyak kekhawatiran tersebut," kata Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital Management di St. Louis.
Meskipun sulit untuk menentukan penyebab pembalikan pasar, ia mengatakan hal itu bisa jadi merupakan kelanjutan dari perdagangan defensif dalam dua minggu terakhir.
Sektor barang konsumsi pokok, yang naik 1,1% pada sesi ini, menjadi satu-satunya yang menguat di indeks S&P 500. Sedangkan sektor teknologi, yang turun 2,7%, mengalami penurunan paling besar.
Nvidia, perusahaan paling berharga di dunia, memproyeksikan penjualan di atas estimasi analis untuk kuartal keempat dan melampaui ekspektasi untuk pendapatan kuartal ketiga.
Selain itu, CEO Nvidia Jensen Huang menepis kekhawatiran tentang AI dalam panggilan telepon dengan para analis, dengan mengatakan, "Kami melihat sesuatu yang sangat berbeda."
Pemerintah federal merilis laporan ekonomi yang tertunda setelah dibuka kembali pekan lalu setelah penutupan selama 43 hari yang memecahkan rekor.
Laporan ketenagakerjaan hari Kamis menandai laporan ketenagakerjaan terakhir sebelum pertemuan The Fed di bulan Desember, dengan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (USPS) akan melewatkan laporan Oktober dan menggabungkan data penggajian nonpertanian untuk bulan tersebut dengan laporan November.
"Pintu bendungan ini terbuka lebar. Sungai data ini akan segera membanjiri. Kita akan melihat apa yang telah kita lewatkan dalam dua bulan terakhir," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.
Di sisi lain, Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan, harga yang secara historis tinggi di pasar ekuitas, obligasi korporasi, perumahan, dan pinjaman dengan leverage dapat menandakan penurunan valuasi yang signifikan.
Di antara saham-saham yang menguat, Walmart naik 6,5% setelah perusahaan ritel tersebut menaikkan proyeksi tahunannya untuk kedua kalinya tahun ini dan menetapkan tanggal Desember untuk mengubah pencatatan sahamnya dari NYSE ke Nasdaq.
Lima Kapal Riset China Muncul di Pasifik Saat AS Gencarkan Latihan Militer
Lima kapal riset China, termasuk kapal pemantau ruang angkasa dan pelacak rudal serta kapal pemetaan bawah laut, terpantau aktif di wilayah barat laut Samudra Pasifik sepanjang bulan lalu, menurut data Pacific Center for Island Security yang berbasis di Guam.
Aktivitas tersebut terjadi di tengah meningkatnya latihan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Pusat kajian tersebut memperingatkan bahwa militerisasi cepat di Pasifik utara masih kurang mendapat perhatian internasional, dan menilai kondisi ini dapat menjadikan populasi kepulauan sebagai potensial target dalam konflik antar-kekuatan besar.
“Jika melihat jumlah latihan AS, baik bilateral maupun multilateral, aktivitasnya sangat intens,” kata Leland Bettis, Direktur Pacific Center for Island Security.
“Apakah fakta bahwa China mengirim kapal riset ke wilayah ini untuk memetakan ruang tempur bawah laut mengejutkan? Mungkin tidak,” tambahnya.
Kapal China Dekati Kiribati dan Kawasan Dekat Guam
Platform pemantauan baru lembaga tersebut, Melanesian Security Monitor, menunjukkan keberadaan tiga kapal riset China—termasuk kapal pelacak rudal dan ruang angkasa Yuanwang 7—di dekat negara kepulauan kecil Kiribati selama sebulan terakhir.
Kiribati, tetangga Pasifik yang dekat dengan Hawaii dan memiliki hubungan erat dengan Beijing, memiliki zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat luas, mencapai 3,6 juta km². Tahun lalu, negara itu menyatakan kekhawatiran setelah China menguji misil antarbenua yang jatuh dekat perairannya.
Dua kapal riset China lainnya bergerak di kawasan timur Guam, dekat negara-negara yang memiliki perjanjian pertahanan dengan AS, yaitu Federated States of Micronesia dan Marshall Islands.
Kementerian Luar Negeri China dan Pemerintah Kiribati belum menanggapi permintaan komentar terkait tujuan aktivitas kapal riset tersebut.
Latihan Militer AS Meningkat Tajam
Menurut data monitor, antara Agustus hingga November, Amerika Serikat menggelar sembilan latihan perang multilateral di sekitar Guam bersama sekutu seperti Australia, India, Jepang, dan Korea Selatan.
AS memiliki pangkalan militer utama di Guam dan Marshall Islands, serta hak akses udara dan laut di tiga negara asosiasi bebasnya: Palau, Federated States of Micronesia, dan Marshall Islands.
Bettis menambahkan bahwa perubahan konfigurasi kekuatan global membuat keberadaan pangkalan AS kini bukan hanya simbol penangkalan, tetapi juga potensi sasaran.
“Tiga puluh tahun lalu, kehadiran AS bisa menjadi pencegah. Hari ini, dengan kemajuan teknologi modern, kehadiran itu menjadikan kami target,” ujarnya.
Visual pemantauan juga menunjukkan meluasnya jejak militer AS di Mikronesia, termasuk pembangunan dermaga dan landasan udara yang ditingkatkan.
Proyek pemantauan ini didanai oleh donor komersial, Carnegie Corporation, dan Sasakawa Peace Foundation.
Jepang–China Diperkirakan Hadapi Ketegangan dalam Jangka Panjang
Pernyataan spontan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang memicu ketegangan diplomatik terbesar dengan China dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya tidak dimaksudkan sebagai sinyal perubahan kebijakan atau sikap garis keras.
Namun setelah mengungkapkan secara terbuka bagaimana Jepang mungkin merespons serangan hipotetis China terhadap Taiwan, Takaichi kini menghadapi situasi yang sulit diredam, menurut dua pejabat pemerintah Jepang yang mengetahui persoalan tersebut.
China menunjukkan ketidaksenangannya melalui langkah-langkah yang menimbulkan tekanan ekonomi terhadap Jepang, termasuk boikot perjalanan, penghentian impor makanan laut, serta pembatalan sejumlah pertemuan dan acara budaya.
Menurut para pejabat Jepang, komentar Takaichi, yang diberikan secara tidak terskenario dalam sesi tanya jawab pertamanya di parlemen tidak dapat ditarik kembali meski Beijing mendesak hal tersebut.
“Sebenarnya lebih baik jika itu tidak diucapkan, tetapi pernyataannya tidak salah,” ujar salah satu pejabat yang meminta anonim.
“Kami tidak bisa mencabutnya,” tambahnya.
Meski memicu kemarahan Beijing, jajak pendapat menunjukkan pernyataan itu tidak merusak popularitas Takaichi di dalam negeri.
Kantor PM menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mengubah posisi resmi pemerintah Jepang, serta Jepang tetap terbuka untuk dialog dalam berbagai format.
China sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi atas perkembangan terbaru ini.
Secara tradisional, para pemimpin Jepang menghindari menyebut Taiwan dalam skenario konflik, mengikuti prinsip ambiguitas strategis yang juga dianut oleh sekutu utamanya, Amerika Serikat.
Namun analis menilai bahwa komentar Takaichi, karena diucapkan terang-terangan membuat situasi semakin rumit.
Jeremy Chan, analis senior untuk Asia Timur Laut di Eurasia Group, mengatakan bahwa Takaichi kini “terjebak secara tidak sengaja” sehingga tidak ada jalan keluar cepat dari krisis diplomatik ini.
Beijing bahkan telah membatalkan kemungkinan pertemuan antara Takaichi dan Perdana Menteri China Li Qiang di sela-sela pertemuan G20 di Afrika Selatan akhir pekan ini.
Situasi ini mulai dibandingkan dengan krisis tahun 2012, ketika keputusan Jepang menasionalisasi pulau sengketa memicu unjuk rasa besar anti-Jepang di China, dan dialog tingkat tinggi sempat terhenti selama dua setengah tahun.
Ekonom memperingatkan bahwa bila ketegangan saat ini berlangsung lama, dampak ekonomi bagi Jepang bisa sangat berat.
Boikot perjalanan dari China berpotensi menimbulkan kerugian lebih dari US$14 miliar per tahun, menurut Takahide Kiuchi dari Nomura Research Institute.
Risiko yang lebih besar adalah penghentian pasokan mineral kritis yang sangat dibutuhkan industri elektronik dan otomotif Jepang.
Meski Jepang melakukan diversifikasi, China masih memasok sekitar 60% impor rare earth Jepang, menurut Capital Economics.
Boikot barang Jepang seperti tahun 2012 bisa menghapus penjualan setara 1% dari PDB Jepang, ujar Marcel Thieliant, Kepala Riset Asia Capital Economics.
Upaya Tokyo untuk meredakan ketegangan justru menonjolkan semakin lebarnya jurang kedua negara.
Saat pertemuan di Beijing pada Selasa, pejabat senior China Liu Jinsong menggambarkan pembicaraan dengan mitra Jepang sebagai “serius”. Media negara China menyebut bahkan pakaian Liu, seragam berkerah tanpa kancing merupakan simbol perlawanan historis terkait gerakan pelajar anti-imperialisme pada 1919.
Rekaman televisi menunjukkan Liu berdiri berjarak dan dengan tangan di kantong, gestur yang dipandang tidak sopan dalam diplomasi formal—tanda bahwa Beijing ingin dunia melihat ketegangan ini secara terang-terangan.
“Jika China melakukan ini di depan kamera, artinya mereka ingin dunia tahu,” kata Chan.
Dua pejabat pemerintah Jepang mengatakan belum ada titik awal untuk meredakan perselisihan.
Sementara itu, China semakin mengintensifkan serangan verbal terhadap Takaichi.
Seorang diplomat China sempat dianggap mengancam pemenggalan kepala Takaichi dalam unggahan yang cepat dihapus. Seorang komentator nasionalis menyebutnya “penyihir jahat”, dan akun resmi militer China di X mengunggah kartun yang menampilkan Takaichi membakar konstitusi pasifis Jepang.
Seorang diplomat senior AS di Asia, yang berbicara tanpa menyebut nama, meragukan adanya solusi cepat:
“Saya skeptis akan ada jalan keluar jangka pendek—setidaknya sampai China kembali tergelincir dalam hubungannya dengan Washington dan merasa perlu merayu Jepang.”
Google Buka Pusat AI Terbesar di Taiwan
Google, unit teknologi milik Alphabet Inc., pada Kamis meresmikan pusat rekayasa perangkat keras kecerdasan buatan (AI) terbesarnya di luar Amerika Serikat, berlokasi di Taiwan.
Presiden Taiwan Lai Ching-te menyebut langkah ini sebagai bentuk kepercayaan Google terhadap Taiwan sebagai mitra teknologi yang andal.
Taiwan merupakan lokasi dari TSMC, produsen chip kontrak terbesar di dunia, yang memasok komponen penting bagi perusahaan raksasa seperti Nvidia, pemain utama dalam ledakan teknologi AI global.
Aamer Mahmood, Wakil Presiden Platform Infrastructure Engineering Google Cloud, menegaskan bahwa teknologi yang dikembangkan di Taipei memiliki dampak global.
“Teknologi yang dikembangkan dan diuji di Taipei diterapkan di pusat data Google di seluruh dunia, yang kemudian menggerakkan perangkat Google yang digunakan miliaran orang setiap hari,” ujarnya.
“Ini bukan sekadar investasi pada kantor, tetapi investasi pada sebuah ekosistem—bukti posisi Taiwan sebagai pusat penting inovasi AI global,” tambahnya.
Presiden Lai Ching-te dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadiran fasilitas baru ini menunjukkan komitmen jangka panjang Google.
“Hal ini menunjukkan kepada dunia bahwa Taiwan bukan hanya bagian penting dari rantai pasok teknologi global, tetapi juga pusat utama dalam membangun AI yang aman dan tepercaya,” katanya.
Pemerintah Taiwan sebelumnya berulang kali memperingatkan risiko penggunaan sistem AI buatan Tiongkok seperti DeepSeek, meskipun pemerintah Tiongkok membantah kekhawatiran tersebut.
Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, meski pemerintah di Taipei menolak klaim tersebut.
Raymond Greene, duta besar de facto AS di Taipei, mengatakan bahwa pusat rekayasa baru ini mencerminkan kemitraan mendalam antara Amerika Serikat dan Taiwan.
“Berdasarkan fondasi inovasi ini, kita memasuki era baru penuh peluang—sebuah masa keemasan baru dalam hubungan ekonomi AS–Taiwan,” tuturnya.
China Tak Impor Kedelai AS untuk Bulan Kedua, Pasokan Brasil Naik 29%
China tidak mengimpor kedelai dari Amerika Serikat (AS) selama dua bulan berturut-turut pada Oktober, meski total impor kedelai Negeri Tirai Bambu mencatat rekor tertinggi berkat lonjakan pasokan dari Amerika Selatan.
Langkah ini dilakukan importir untuk menghindari gangguan pasokan di tengah ketegangan perdagangan dengan Washington.
Data Administrasi Umum Kepabeanan China yang dirilis Kamis (20/11/2025) menunjukkan impor kedelai asal AS turun menjadi nol pada Oktober, dari 541.434 ton pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini dipengaruhi tarif tinggi yang diberlakukan Beijing atas kedelai AS awal tahun serta menipisnya stok panen lama (old crop) AS.
Sebaliknya, kedatangan kedelai dari Brasil melonjak 28,8% secara tahunan menjadi 7,12 juta ton, atau 75,1% dari total impor kedelai China bulan lalu.
Impor dari Argentina naik 15,4% menjadi 1,57 juta ton, setara seperenam total impor.
Total impor kedelai China pada Oktober mencapai 9,48 juta ton, tertinggi untuk bulan tersebut.
Dari Januari hingga Oktober, China mengimpor 70,81 juta ton kedelai dari Brasil (naik 4,5% YoY) dan 4,46 juta ton dari Argentina (naik 23,9% YoY).
Meski kedatangan kedelai AS baru-baru ini turun, pembelian pada awal 2025 membuat total impor kedelai AS sepanjang tahun meningkat 11,5% menjadi 16,82 juta ton.
Setelah berbulan-bulan menghindari kedelai AS akibat ketegangan perdagangan, pembelian China meningkat setelah pertemuan pemimpin AS dan China di Korea Selatan pada akhir Oktober.
Pembelian dipimpin oleh perusahaan negara COFCO, yang telah memesan lebih dari 1 juta ton kedelai AS sejak akhir Oktober, menurut data USDA.
Pasar kini memantau potensi pembelian tambahan untuk memenuhi target 12 juta ton hingga akhir tahun yang diumumkan Gedung Putih.
China sejauh ini belum mengonfirmasi angka tersebut.
Apple Persiapkan Pengganti, Tim Cook Diperkirakan Mundur Sebagai CEO Tahun Depan
Apple Inc. (AAPL) dilaporkan tengah mempercepat upaya perencanaan suksesi di tingkat eksekutif, sebagai persiapan bagi Tim Cook untuk mundur dari posisinya sebagai CEO paling cepat tahun depan, menurut laporan Financial Times pada Jumat.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa John Ternus, Senior Vice President of Hardware Engineering Apple, dipandang sebagai calon terkuat untuk menggantikan Cook, berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang memahami diskusi internal tersebut.
Apple belum memberikan komentar ketika dimintai tanggapan oleh Reuters.
Menurut FT, dewan direksi dan jajaran eksekutif senior Apple baru-baru ini mempercepat pembahasan mengenai proses suksesi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan transisi kepemimpinan yang mulus setelah Cook memimpin perusahaan selama lebih dari 14 tahun.
Namun demikian, Apple diperkirakan tidak akan mengumumkan CEO baru sebelum laporan pendapatan berikutnya pada akhir Januari, yang mencakup periode penjualan penting selama musim liburan.
Tim Cook resmi menjabat sebagai CEO pada 2011, setelah pendiri Apple dan ikon Silicon Valley, Steve Jobs, mengundurkan diri karena masalah kesehatan.
Sejak itu, Cook telah membawa Apple menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, memperluas portofolio produk, meningkatkan layanan, serta memperkuat dominasi perusahaan di sektor teknologi konsumen.
Saham Teknologi di Asia Melonjak, Ditopang Kinerja Nvidia yang Luar Biasa
Saham perusahaan teknologi melonjak di sesi perdagangan Asia pada hari ini (20/11/2025). Sokongan datang setelah pendapatan yang melimpah dari produsen chip Nvidia, meredakan kekhawatiran investor akan gelembung AI dan menghidupkan kembali reli yang didorong oleh teknologi yang telah mendorong indeks saham global ke rekor tertinggi tahun ini.
Rabu (19/11/2025), Nvidia mengejutkan Wall Street dengan pertumbuhan yang meningkat, setelah beberapa kuartal penjualan melambat dan membukukan proyeksi kuartal keempat yang melampaui ekspektasi. Hal ini membuat saham Nvidia melesat 5% dalam perdagangan yang diperpanjang.
Hal itu memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi pasar Asia pada hari ini, dengan saham TSMC Taiwan, produsen chip kontrak terbesar di dunia dan pemasok utama chip untuk Nvidia, melonjak 3,6%.
Setali tiga uang, saham SK Hynix dari Korea Selatan, yang juga merupakan pemasok Nvidia, naik lebih dari 4%. Sementara rekannya, Samsung Electronics, melonjak 4,5%.
Pergerakan ini mendorong indeks saham Taiwan dan Korea Selatan, yang didominasi saham teknologi, masing-masing naik lebih dari 2%. Sedangkan di Jepang, indeks Nikkei menguat lebih dari 3% dan kembali ke level kunci 50.000.
Saham raksasa industri AI, Advantest, melonjak 9%, dengan saham SoftBank Group dan Tokyo Electron masing-masing naik 4% dan 5%.
"Psikologi pasar negatif bulan ini karena investor khawatir bahwa pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan merupakan gelembung, dan dalam beberapa tahun ke depan kita mungkin akan melihat kembali masa ini dan menunjukkan tanda-tanda bahwa itu memang gelembung," kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Northlight Asset Management.
"Namun sementara itu, perusahaan teknologi terbesar di dunia sangat menguntungkan dan mereka menginvestasikan kembali miliaran dolar ke pusat data, server, dan chip, dan pengeluaran tersebut nyata."
Di lain tempat, Nvidia memperkirakan, penjualan pada kuartal keempat fiskal sebesar US$ 65 miliar, plus atau minus 2%. Hal tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi rata-rata analis sebesar $61,66 miliar, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.
Sentimen menjelang pendapatan perusahaan rapuh, dengan ekuitas terjebak dalam aksi jual yang buruk dalam beberapa hari terakhir karena kekhawatiran tentang valuasi yang berlebihan dan pengeluaran besar-besaran yang digelontorkan perusahaan untuk semua hal yang berkaitan dengan AI.
Penjualan dari beberapa investor terkemuka di perusahaan teknologi juga memperdalam kekhawatiran.
Raksasa cloud, termasuk Microsoft dan Amazon, berinvestasi miliaran dolar di pusat data AI, meskipun beberapa investor berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan ini secara artifisial meningkatkan pendapatan dengan memperpanjang masa penyusutan perangkat komputasi AI, seperti chip Nvidia.
Ekspor Magnet Tanah Jarang China Turun pada Oktober, Tapi ke AS Melonjak
Ekspor magnet tanah jarang (rare earth magnets) China pada Oktober turun 5,2% secara bulanan, menandai penurunan dua bulan berturut-turut.
Namun, pengiriman ke Amerika Serikat justru melonjak ke level tertinggi dalam sembilan bulan, menurut data bea cukai yang dirilis Kamis (20/11/2025).
Awal bulan ini, Beijing mengumumkan akan menangguhkan selama satu tahun langkah pengendalian ekspor tanah jarang yang diumumkan pada 9 Oktober.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen China kepada Washington untuk meredakan perang dagang setelah pertemuan tingkat tinggi di Busan, Korea Selatan, pada akhir Oktober.
Pada Oktober, ekspor magnet tanah jarang komponen penting untuk berbagai teknologi dari kendaraan hingga sistem persenjataan mencapai 5.473 ton, turun dari 5.774 ton pada September, namun naik 15,8% dibandingkan 4.725 ton pada Oktober 2024.
Sebaliknya, ekspor ke AS melonjak 56,1% dari bulan sebelumnya menjadi 656 ton, tertinggi sejak Januari.
Sumber industri mengatakan China mulai merancang rezim perizinan baru untuk tanah jarang yang dapat mempercepat pengiriman.
Namun, sistem baru ini kecil kemungkinan menjadi pelonggaran penuh dari pembatasan yang diharapkan Washington.
Secara negara tujuan, Jerman, AS, Korea Selatan, Vietnam, dan India menjadi lima importir terbesar magnet tanah jarang China pada Oktober.
Sepanjang tahun berjalan (year to date), ekspor magnet tanah jarang China mencapai 45.290 ton, turun 5,2% secara tahunan.
Ekspor sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi tujuh bulan pada Agustus.
Langgar Gencatan, Israel Perluas Pencaplokan Gaza
Pasukan Israel memperluas wilayah Gaza yang mereka caplok, hal yang melanggar kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Oktober lalu. Pasukan Israel dilaporkan memajukan batas garis kuning, membuat warga Gaza makin terkurung di bagian barat Gaza.
Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam “pelanggaran gencatan senjata” baru Israel hari ini, menyusul serangan Israel kemarin yang menewaskan puluhan orang. Dalam sebuah pernyataan, kantor tersebut mengatakan pasukan dan tank Israel telah maju di timur Kota Gaza, memindahkan penanda kuning yang menggambarkan garis kuning yang seharusnya mereka tarik di bawah gencatan senjata sekitar 300 meter.
Serangan tersebut – yang merupakan “pengabaian terang-terangan” terhadap perjanjian gencatan senjata – telah menyebabkan puluhan keluarga yang tinggal di wilayah tersebut “terkepung”, kata kantor tersebut. “Nasib banyak dari keluarga-keluarga ini masih belum diketahui di tengah penembakan yang menargetkan daerah tersebut,” katanya.
Pernyataan tersebut mendesak mediator internasional, terutama Presiden AS Donald Trump, untuk melakukan intervensi guna “menghentikan kejahatan ini” dan memaksa Israel untuk menghormati perjanjian gencatan senjata. Dikatakan bahwa “diamnya mediator dan penjamin” di tengah pelanggaran yang dilakukan Israel “tidak lagi dapat diterima”.
Sumber-sumber lokal dikutip Aljazirah mengiyakan pasukan Israel telah maju sejauh 300 meter ke kawasan Shujayea di bagian timur Kota Gaza, memperluas garis kuning dan mengubah batas-batas penandanya.
Tentara Israel terlihat memasang balok kuning dan tanda untuk mengidentifikasi garis tersebut. Namun seluruh perbatasannya belum ditandai, sehingga banyak warga Palestina yang tidak mengetahui secara pasti di mana letaknya.
Dengan dorongan terbaru di Shujayea Kota Gaza, semakin banyak warga Palestina yang tidak dapat mencapai rumah mereka. Orang-orang mengatakan ini adalah sebuah pemenjaraan, karena mereka didorong dan didesak ke bagian barat Gaza.
Israel telah membunuh 32 warga Palestina, termasuk 12 anak-anak dan delapan wanita, dan melukai 88 lainnya dalam 24 jam terakhir di Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut.
Satu jenazah juga ditemukan dari puing-puing serangan Israel sebelumnya, kementerian menambahkan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di Telegram. Sejak gencatan senjata 10 Oktober, Israel telah menewaskan 312 orang dan melukai 760 lainnya, katanya.
Jumlah total warga Palestina yang terbunuh oleh pasukan Israel sejak 7 Oktober 2023 meningkat menjadi 69.546 orang, dengan 170.833 orang terluka.
Israel Lakukan Nyaris 400 Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza
Menurut Kantor Media Gaza, Israel telah melakukan 399 pelanggaran terhadap resolusi gencatan senjata sejak resolusi tersebut berlaku. Pelanggaran[pelanggaran itu mengakibatkan terbunuhnya 309 warga Palestina.
Palestine Chronicle melaporkan, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan di Gaza, Munir Al-Bursh, memperingatkan akan adanya bencana kesehatan yang parah dan semakin meningkat, dan melaporkan adanya lonjakan anemia yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan anak-anak.
Dia mengatakan 82 persen anak-anak di bawah satu tahun kini terkena dampaknya, tingkat yang dia gambarkan sebagai tingkat yang mengancam jiwa dan merusak pertumbuhan dan perkembangan. Al-Bursh menambahkan bahwa Israel terus memblokir masuknya obat-obatan penting untuk anak-anak, dan menyebut situasi tersebut sebagai “pemusnahan disengaja yang bertujuan untuk menghapus garis keturunan Palestina.”
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Tom Fletcher menyerukan agar Israel segera menghapuskan pembatasan akses kemanusiaan yang masih ada.
Dia mengatakan warga Palestina kini menghadapi cuaca dingin, banjir, dan pengungsian yang semakin buruk setelah hujan yang turun baru-baru ini. "Orang-orang di Gaza basah kuyup, kedinginan, dan kehilangan sedikit saja yang tersisa. Frustrasi semakin meningkat ketika air banjir menghancurkan harta benda mereka yang terakhir."
Kantor Media Pemerintah memperkirakan bahwa 1,5 juta warga Palestina kini menjadi pengungsi, hidup dalam kondisi yang mengerikan dengan akses terbatas terhadap makanan, obat-obatan, tempat tinggal, dan layanan dasar di bawah blokade yang terus berlanjut. Meskipun ada kewajiban berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Israel terus mencegah pembentukan perumahan alternatif bagi keluarga pengungsi.
Setidaknya 30 warga Palestina syahid dalam gelombang serangan Israel di Jalur Gaza, sepanjang Rabu malam hingga Kamis. Ini adalah salah satu pelanggaran gencatan senjata terbesar yang ditengahi Amerika Serikat yang mulai berlaku bulan lalu.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan pada hari Rabu bahwa setidaknya 77 warga Palestina juga terluka dalam pemboman Israel, menurut jumlah korban awal.
Melaporkan dari Kota Gaza, koresponden Aljazirah mengatakan serangan Israel menargetkan tiga lokasi tertentu termasuk wilayah al-Mawasi di Gaza selatan, dekat Khan Younis.
Israel juga menyerang persimpangan di wilayah timur Kota Gaza, Shujayea, yang dipenuhi keluarga-keluarga Palestina yang mengungsi, dan sebuah bangunan di lingkungan Zeitoun di mana sedikitnya 10 orang – termasuk satu keluarga – syahid.
“Seorang ayah, seorang ibu, dan ketiga anaknya syahid di dalam gedung ini,” kata Mahmoud, seraya menambahkan bahwa serangan yang semakin intensif memicu kepanikan di seluruh Jalur Gaza.
“Warga Palestina di seluruh Gaza sudah menghadapi kengerian sehari-hari,” katanya, sambil menekankan bahwa pemboman Israel belum berhenti sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober.“Perang masih berlangsung, dan warga Palestina masih menderita akibat kekerasan yang sedang berlangsung.”
Serangan Israel terus berlanjut hingga Kamis. Serangan itu mengakibatkan seorang pria terbunuh di Abasan al-Kabira. Sebelumnya, tiga warga Palestina syahid di sebuah rumah di Bani Suheila dekat Khan Younis. Di antara mereka yang syahid adalah seorang bayi.
Warga Palestina ketakutan. Suara ledakan kembali menimbulkan trauma bagi banyak keluarga. Mereka takut perang akan berlanjut. Warga Palestina juga melaporkan bahwa pasukan Israel menempatkan lebih banyak blok kuning di wilayah timur Gaza, sehingga mencaplok lebih banyak lahan.
China akan Terus Lakukan Tindakan Balasan Hingga PM Takaichi Cabut Pernyataan
Pemerintah China menyebut akan terus melakukan tindakan balasan terhadap Jepang sebelum Perdana Menteri Sanae Takaichi mencabut pernyataannya tentang Taiwan.
"Pernyataan keliru Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tentang Taiwan telah merusak fondasi politik hubungan China-Jepang. China punya banyak alasan untuk mengambil tindakan balasan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (19/11).
Pada 7 November 2025 lalu PM Jepang Sanae Takaichi di hadapan parlemen Jepang mengatakan penggunaan kekuatan militer China terhadap Taiwan, dapat "menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup bagi Jepang" dan menegaskan bahwa ia tidak akan menarik pernyataan itu.
Pernyataan itu dianggap dapat mendorong Jepang untuk dapat menggunakan hak bela diri kolektif jika suatu kondisi dinilai "mengancam kelangsungan hidup", meskipun Konstitusi Jepang menolak perang.
Artinya, pemerintah Jepang mengizinkan Pasukan Bela Diri bertindak untuk mendukung Amerika Serikat jika China memberlakukan blokade maritim terhadap Taiwan atau melakukan bentuk tekanan lainnya.
"Jepang perlu, pertama dan terutama, mencabut pernyataan keliru tersebut dan mengambil langkah-langkah praktis untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Jika tidak, China harus mengambil tindakan lebih lanjut," tambah Mao Ning.
Pemerintah Jepang sesungguhnya sudah mengirim Direktur Jenderal Biro Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Jepang Kanai Masaaki pada Senin (17/11) ke Beijing untuk bertemu dengan Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia Kementerian Luar Negeri China Liu Jinsong, tapi pertemuan keduanya belum mencapai kata sepakat.
Sebagai bagian dari respons keras Beijing, pemerintah China mengimbau warganya untuk menghindari kunjungan ke Jepang dan meminta mereka yang berencana belajar di sana untuk mempertimbangkan kembali dengan cermat, dengan alasan risiko keselamatan.
Dampaknya, maskapai penerbangan China telah mengalami sekitar 491.000 pembatalan tiket pesawat tujuan Jepang sejak Sabtu (15/11) yang mencakup sekitar 32 persen dari total pemesanan.
Selain itu pada Selasa (18/11), dalam sidang ke-80 Majelis Umum PBB yang membahas reformasi Dewan Keamanan. Perwakilan China di PBB secara eksplisit menyatakan bahwa Jepang "sama sekali tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai anggota tetap Dewan Keamanan".
"Menurut Piagam PBB, DK PBB memikul tanggung jawab utama untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Jepang melancarkan perang agresi selama Perang Dunia II, yang menimbulkan penderitaan mendalam bagi rakyat Asia dan dunia dan hingga hari ini, Jepang masih belum sepenuhnya berbalik atas kejahatan perangnya," ungkap Mao Ning.
Beberapa pihak di Jepang, kata Mao Ning, terus mengadvokasi persepsi yang salah tentang sejarah Perang Dunia II, dan mereka masih memberikan penghormatan kepada Kuil Yasukuni, serta memutarbalikkan, menyangkal, dan bahkan menutupi sejarah agresi Jepang.
"Pernyataan keliru PM Sanae Takaichi tentang Taiwan secara terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri China dan menginjak-injak hukum internasional. Negara seperti ini tidak berada dalam posisi untuk memikul tanggung jawab memelihara perdamaian dan keamanan internasional, dan tidak layak menjadi anggota tetap DK PBB," tegas Mao Ning.
Terbaru, China akan menghentikan kembali impor hasil laut Jepang setelah impor produk tersebut dibuka pada 5 November 2025.
China sebelumnya menghentikan impor produk bahari dari Jepang setelah Jepang membuang air limbah olahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi ke laut mulai Agustus 2023.