News Komoditi ( Rabu 30 September 2026 )
News Komoditi
( Rabu 30 September 2026 )
Harga Emas Stabil Setelah Kenaikan 1,6% Karena Penurunan Harga Minyak Mengimbangi Kenaikan Imbal Hasil Treasury
Harga emas stabil pada hari Rabu setelah naik 1,6% pada sesi sebelumnya karena penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh energi, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi terus membebani emas.
Pada pukul 20:36 ET (00:36 GMT), harga emas sedikit berubah di $4.180,54 per ons, sementara Emas Berjangka naik 0,8% menjadi $4.212,01. Harga perak turun 0,2% menjadi $61,37, sementara harga platinum naik 0,1% menjadi $1.715,51. Indeks Dolar AS naik 0,03% menjadi 101,41.
Harga minyak memperpanjang penurunan karena tanda-tanda pasokan dari Timur Tengah AS pulih menuju tingkat yang terlihat sebelum perang. Arab Saudi meningkatkan pasokan melalui pipa utama setelah perbaikan, membantu mengimbangi kekhawatian yang terkait kebuntuan di Selat Hormuz, yang mendorong harga bahan bakar lebih tinggi.
Harga minyak yang rendah telah mengurangi tekanan pada prospek inflasi, tapi ketidakpastian seputar pasokan tetap menjadi faktor penting bagi pasar untuk menilai langkah selanjutnya Federal Reserve. Fokus pasar pada data pengeluaran konsumsi pribadi hari Rabu dan nonfarm payrolls hari Jumat.
Pejabat Fed terus memberi sinyal bahwa kebijakan moneter perlu tetap ketat bahkan setelah kenaikan suku bunga pada bulan September. Presiden New York Fed John Williams mengatakan kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun mungkin tepat, yang membuat pedagang mengurangi probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada bulan Oktober menjadi 50% dari sebelumnya 71%..
Harga Minyak Naik Setelah Trump Menyangkal Bahwa Dia Akan Melonggarkan Sanksi Terhadap Iran
Harga minyak naik pada hari rabu setelah Presiden AS Donald Trump menyangkal bahwa dia akan melonggarkan sanksi terhadap Iran, sementara Qatar mendorong pembicaraan damai.
Minyak mentah Brent berjangka naik $1,14, atau 1,11%, menjadi $103,73 per barel pada pukul 01:31 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 34 sen, atau 0,38%, menjadi $89,72.
Brent menuju kenaikan bulanan sekitar 14%, kenaikan terbesar sejak Juli, sementara WTI berada di jalur kenaikan 4% setelah menembu $106 untuk pertama kalinya sejak Mei. Pedagang mengamati rencana AS untuk membatasi ekspor diesel, yang dapat menciptakan kelebihan pasokan di pasar domestik dan menyebabkan kilang AS memproduksi lebih sedikit minyak mentah.
Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk mengizinkan penjualan solar berwarna merah daripada larangan ekspor, untuk membantu memberikan keringanan harga kepada konsumen sebelum pemilihan paruh waktu pada bulan November.