News Komoditi & Global (Senin, 1 Desember 2025 )

News  Komoditi & Global

                              (  Jum’at,   28  November  2025  )

Permintaan Naik, Harga Emas Global Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan

 

Harga emas menguat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada Jumat (28/11). Kenaikan ini didorong meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Senin (1/12), harga emas spot naik 1,3% menjadi US$4.210,94. Sementara emas berjangka ditutup naik 1,3% ke US$4.254,9.

Harga perak melonjak 6,1% ke US$56,78. Platinum naik 4% menjadi US$1.672,50. Sementara palladium menguat 0,8% ke US$1.450,16.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek mengatakan bahwa prospek perlambatan ekonomi menuju tahun depan serta kemungkinan besar pemangkasan suku bunga kembali menarik investor ke emas.

“Ekspektasinya adalah ekonomi akan terus melambat menuju tahun depan dan bank sentral sangat mungkin memangkas suku bunga, yang membuat sebagian investor kembali ke emas,” ujarnya.

Emas biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Komentar Gubernur Fed, Christopher Waller dan Presiden Fed New York, John Williams yang bernada dovish, ditambah data ekonomi yang lebih lemah setelah berakhirnya penutupan pemerintah panjang, memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga bulan depan.

Di Asia, permintaan emas melemah sepanjang pekan karena harga tinggi menekan minat beli ritel. Di China, penghapusan insentif pajak untuk pembelian emas juga menurunkan minat konsumen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga Minyak Dunia  Menguat usai OPEC+ Konfirmasi Tahan Produksi

 

Harga minyak dunia menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (1/12/2025) setelah OPEC+ menegaskan rencana menahan kenaikan produksi sepanjang kuartal I/2026, sementara pelaku pasar mencermati dampak pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Venezuela terhadap sentimen perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak jenis Brent terpantau menguat 1% dan diperdagangkan pada level US$63 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$59,13 per barel setelah naik 1%. Pergerakan harga minyak dunia dipengaruhi oleh pernyataan OPEC+ yang kembali mengonfirmasi jeda pasokan selama tiga bulan. Rencana itu pertama kali diumumkan awal bulan lalu. OPEC+ kembali menegaskan kebijakan itu mencerminkan pelemahan kondisi pasar musiman. Harga minyak mencatatkan penurunan bulanan keempat berturut-turut pada November seiring ekspektasi surplus pasokan yang membayangi prospek pasar. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memproyeksikan rekor kelebihan pasokan pada 2026. Meski demikian, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan wilayah lainnya sepanjang tahun ini kerap menjadi penopang harga. “Meskipun prospek pasar cenderung bearish karena potensi surplus besar, risiko gangguan pasokan yang masih membayangi membuat tekanan fundamental negatif belum sepenuhnya tercermin pada harga,” kata Kepala Strategi Komoditas ING Groep NV untuk Asia berbasis di Singapura, Warren Patterson.

Pada Sabtu (29/11/2025), Trump meningkatkan tekanan terhadap Venezuela dengan memperingatkan maskapai penerbangan agar mempertimbangkan untuk menutup wilayah udara di atas dan sekitar negara tersebut.  Namun, dia kemudian melunak pada Minggu (30/11/2025). Kendati demikian, laporan mengenai pengerahan pasukan AS di kawasan tersebut tetap membuat pasar waspada. Di sisi lain, negosiator Amerika Serikat dan Ukraina menyatakan telah melakukan pembahasan yang produktif terkait kerangka kesepakatan damai, meski belum membuahkan terobosan konkret di tengah upaya Trump mendorong gencatan senjata dengan Rusia.  Potensi tercapainya gencatan senjata bisa membuka peluang pelonggaran sanksi terhadap Moskow dan meningkatkan kembali aliran ekspor minyak dari Rusia. Kepala Strategi Investasi Saxo Markets Singapura, Charu Chanana menuturkan, untuk saat ini, geopolitik dan disiplin OPEC+ lebih terlihat sebagai faktor yang menahan tekanan penurunan harga minyak, ketimbang menjadi katalis bagi reli harga yang berkelanjutan.  Menurutnya, dinamika tersebut lebih terkait dengan risiko sentimen tajuk berita dan upaya mencegah aksi jual yang lebih dalam.

 

 

 

 

 

 

 

 

Arah Wall Street Pekan Ini: Investor Pantau Sektor AI dan Data Ekonomi Investor

 

Pergerakan bursa saham Amerika Serikat pekan ini akan dipengaruhi oleh sikap investor yang mencermati prospek laba industri kecerdasan buatan (AI) dan arah ekonomi global di tengah volatilitas emiten teknologi besar jelang potensi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Melansir Reuters pada Senin (1/12/2025) pasar saham bangkit pada pekan lalu dari koreksi terdalam sejak April, ditopang meningkatnya keyakinan bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga pada Desember.  Namun, saham-saham berkapitalisasi besar masih bergerak volatil. Pergerakan tajam saham Nvidia dan Alphabet, misalnya, dipicu oleh sejumlah perkembangan di sektor AI. Sensitivitas itu diperkirakan berlanjut setelah kekhawatiran atas valuasi yang dinilai terlalu tinggi mulai meredam euforia reli pasar yang mendorong indeks menanjak sepanjang tahun ini. “Narasi terkait profitabilitas AI mulai dipertanyakan. Jika isu itu makin menguat memasuki Desember, maka ini bisa menjadi masalah besar bagi pasar," ujar Kepala Strategi Pasar Miller Tabak Matthew Maley Indeks acuan S&P 500 telah menguat sekitar 16% sepanjang 2025, memasuki periode akhir tahun yang secara historis cenderung positif. Berdasarkan Stock Trader’s Almanac, Desember tercatat sebagai bulan kinerja terbaik ketiga bagi S&P 500, dengan kenaikan rata-rata 1,43% sejak 1950.

Meski demikian, investor tetap mewaspadai tanda-tanda meredanya selera risiko. Salah satunya terlihat dari penurunan harga bitcoin yang dalam beberapa hari terakhir turun ke bawah US$90.000, dari level di atas US$125.000 pada awal Oktober. “Bitcoin berfungsi sebagai proksi risiko bagi saham, sehingga akan kami pantau dengan ketat,” ujar Kepala Strategi BakerAvenue Wealth Management King Lip. Seiring pemulihan pasar, S&P 500 pada Rabu tercatat sekitar 1% di bawah level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada akhir Oktober, sedangkan Nasdaq Composite masih turun sekitar 3% dari puncak pada periode yang sama. Saham teknologi menjadi pemberat indeks seiring munculnya pertanyaan mengenai waktu realisasi imbal hasil dari belanja besar-besaran untuk infrastruktur AI. Wall Street juga mencermati dampak gelombang penerbitan utang oleh raksasa teknologi guna membiayai ekspansi AI mereka. “Investor mulai menilai ulang seberapa cepat belanja ini akan berdampak pada kinerja laba,” kata Penasihat Senior Murphy & Sylvest Wealth Management, Paul Nolte. Sorotan pekan ini terutama tertuju pada Alphabet. Perusahaan induk Google itu sebelumnya dinilai tertinggal dalam persaingan AI, tetapi sahamnya melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir hingga mendorong nilai kapitalisasi pasarnya mendekati US$4 triliun. Google mendapat ulasan awal yang positif atas peluncuran model AI terbarunya, Gemini 3. Namun, laporan yang menyebutkan Meta Platforms tengah menjajaki pembelian chip Google senilai miliaran dolar mengguncang saham Nvidia, yang selama ini menjadi primadona di sektor AI. Rilis Data Ekonomi Sejumlah rilis data ekonomi pada pekan ini mencakup aktivitas sektor manufaktur dan jasa, serta indeks sentimen konsumen. Laporan kinerja juga akan dirilis oleh perusahaan perangkat lunak komputasi awan Salesforce serta ritel Kroger dan Dollar Tree, menutup musim laporan kinerja kuartal III emiten AS yang secara umum cukup solid. Investor akan menantikan petunjuk mengenai kondisi ekonomi dari rangkaian laporan tersebut, termasuk indikasi awal belanja konsumen selama musim liburan pasca-Black Friday dan Cyber Monday. Banyak data ekonomi penting yang biasanya menjadi acuan pasar sempat tertunda atau dibatalkan akibat penutupan pemerintahan AS selama 43 hari yang baru berakhir bulan ini. “Kemungkinan baru pada Januari investor mendapatkan gambaran ekonomi yang lebih lengkap. Investor harus menghadapi kabut ketidakpastian ini hingga akhir tahun,” ujar Kepala Strategi Pasar Ameriprise Financial, Anthony Saglimbene. Di tengah gambaran ekonomi yang belum sepenuhnya jelas, pelaku pasar justru meningkatkan taruhan terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan 9–10 Desember, menyusul pernyataan sejumlah pejabat bank sentral yang mengindikasikan keterbukaan untuk melonggarkan kebijakan. Kontrak berjangka Fed Funds hingga Rabu malam mencerminkan probabilitas lebih dari 80% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Angka itu melonjak signifikan dibanding pekan lalu yang masih mendekati peluang 50:50, menurut CME FedWatch. Prospek pelonggaran moneter tersebut berpotensi menguntungkan sektor pasar yang lebih luas, tidak hanya saham teknologi dan AI yang sepanjang tahun mendominasi pergerakan indeks.  Dalam beberapa hari terakhir, saham perusahaan berkapitalisasi kecil yang sensitif terhadap suku bunga tercatat mengungguli pasar. “Yang saya perhatikan menjelang akhir tahun adalah, jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga, apakah momentum positif dapat meluas ke sektor lain di luar teknologi,” kata Saglimbene.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bank Sentral China Akan Tindak Tegas Mata Uang Virtual

 

Bank sentral China (People Bank of China/PBOC) menegaskan kembali sikap tegasnya terhadap mata uang virtual. PBOC mengingatkan kebangkitan spekulasi dan berjanji untuk menindak tegas aktivitas ilegal yang melibatkan stablecoin.

PBOC menyatakan dalam rapat koordinasi tentang regulasi mata uang virtual pada Jumat (28/11/2025), bahwa spekulasi kripto baru-baru ini meningkat karena berbagai faktor, yang menghadirkan tantangan baru untuk pengendalian risiko.

"Mata uang virtual tidak memiliki status hukum yang sama dengan mata uang fiat dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di pasar," sebut PBOC dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.

PBOC menambahkan, aktivitas bisnis yang terkait dengan mata uang virtual adalah "aktivitas keuangan ilegal". PBOC secara khusus menyoroti kekhawatiran tentang stablecoin, dengan menyatakan bahwa stablecoin gagal memenuhi persyaratan identifikasi pelanggan dan kontrol anti-pencucian uang.

PBOC mengingatkan stablecoin berisiko digunakan untuk aktivitas ilegal termasuk pencucian uang, penipuan, dan transfer dana lintas batas yang tidak sah.

PBOC akan "mengintensifkan upaya untuk memerangi aktivitas keuangan ilegal terkait" dan "untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan."

Pada bulan Oktober, Gubernur PBOC Pan Gongsheng mengatakan, bank sentral akan terus menindak operasi dan spekulasi mata uang virtual domestik, dan pada saat yang sama memantau secara ketat dan mengevaluasi secara dinamis perkembangan stablecoin di luar negeri.

Hong Kong, yang telah menetapkan rezim regulasi untuk stablecoin, belum memberikan lisensi apa pun kepada penerbit. Di Tiongkok, perdagangan mata uang kripto telah dilarang sejak tahun 2021.

Penambangan Bitcoin diam-diam kembali marak di China meskipun telah dilarang empat tahun lalu, karena penambang individu dan perusahaan mengeksploitasi listrik murah dan ledakan pusat data di beberapa provinsi yang kaya energi, menurut data penambang dan industri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Trump Akui Telepon Maduro di Tengah Ketegangan AS–Venezuela

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara langsung dengan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, mempertegas dinamika diplomasi yang kembali menghangat di tengah tekanan militer dan politik Washington terhadap Caracas.

Kepada wartawan di Air Force One, Trump hanya menjawab singkat ketika ditanya soal komunikasi tersebut.

“Saya tidak ingin mengomentarinya. Jawabannya ya,” ujarnya.

The New York Times sebelumnya melaporkan bahwa pembicaraan itu berlangsung awal bulan ini dan mencakup kemungkinan pertemuan kedua pemimpin di Amerika Serikat.

Pengakuan Trump ini muncul saat ia terus melontarkan retorika keras terhadap Venezuela, sembari tetap membuka peluang negosiasi. Sehari sebelum pernyataan itu, Trump menyatakan wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela harus dianggap “sepenuhnya tertutup,” tanpa memberikan rincian tambahan.

Pernyataan itu memicu kebingungan di Caracas di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap pemerintahan Maduro.

Ketika ditanya apakah pernyataannya soal wilayah udara menandakan serangan AS sudah dekat, Trump menepis dugaan tersebut. “Jangan menafsirkan apa pun dari itu,” katanya.

Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan berbagai opsi terhadap Venezuela, termasuk operasi untuk menggulingkan Maduro.

Reuters melaporkan bahwa militer AS telah memasuki fase baru setelah pengerahan besar-besaran di Karibia dan hampir tiga bulan serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkoba di lepas pantai Venezuela.

Selain itu, Trump juga memberi lampu hijau bagi operasi rahasia CIA di negara tersebut.

Pekan lalu, Trump menyatakan kepada anggota militer bahwa AS akan segera memulai operasi darat untuk menghentikan jaringan penyelundupan narkoba yang dituduhkan terkait Venezuela.

Maduro berulang kali membantah memiliki keterlibatan dalam perdagangan narkoba.

Hingga kini, Maduro maupun pejabat tinggi pemerintahannya belum memberikan komentar soal percakapan telepon itu.

Kepala Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, memilih tidak menanggapi ketika ditanya wartawan. Ia mengatakan fokus konferensi persnya adalah pengumuman penyelidikan legislatif atas serangan kapal AS di Karibia.

 

Penurunan Aktivitas Manufaktur Jepang Melambat pada November, PMI Menguat Tipis

 

Aktivitas manufaktur Jepang kembali terkontraksi pada November, namun laju penurunan melambat seiring membaiknya prospek permintaan, menurut survei PMI yang dirilis S&P Global pada Senin (1/12/2025).

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Jepang naik tipis menjadi 48,7 dari 48,2 pada Oktober, sejalan dengan estimasi awal 48,8.

Angka ini menandai kontraksi selama lima bulan berturut-turut, tetapi menjadi pelemahan paling lambat sejak Agustus. PMI di atas 50 menandakan ekspansi, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Data sektoral menunjukkan segmen barang menengah dan barang investasi masih melemah, sementara barang konsumsi mengalami sedikit perbaikan.

Pesanan baru turun lagi pada November, memperpanjang fase penurunan menjadi dua setengah tahun.

Perusahaan responden menyebut permintaan global yang lemah, anggaran klien yang lebih ketat, serta investasi modal yang tertahan sebagai faktor utama.

Permintaan yang melemah di sektor otomotif dan semikonduktor juga turut membebani.

Inflasi biaya input meningkat untuk bulan keempat berturut-turut, dipicu kenaikan biaya tenaga kerja dan bahan baku. Sebagai respons, perusahaan menaikkan harga jual pada laju yang solid.

Di sisi lain, kepercayaan bisnis untuk 12 bulan ke depan mencapai level tertinggi 10 bulan, didukung optimisme terhadap peluncuran produk baru dan pemulihan permintaan, terutama pada peralatan elektronik dan transportasi.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi telah menyetujui paket stimulus senilai 21,3 triliun yen.

“Penting untuk melihat bagaimana kebijakan ini memengaruhi permintaan dan kinerja sektor manufaktur, terutama ketika pemerintah mendorong investasi pada area strategis seperti AI,” kata Annabel Fiddes, Economics Associate Director di S&P Global Market Intelligence.

 

 

 

 

 

 

Trump Umumkan Langit Venezuela Ditutup Total, Caracas Panik dan AS Bungkam

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengejutkan publik Venezuela setelah mengumumkan bahwa seluruh wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela ditutup sepenuhnya.

Pernyataan yang disampaikan lewat unggahan di Truth Social pada Sabtu (29/11/2025) itu tidak disertai penjelasan lebih lanjut, memicu kebingungan di Caracas dan pertanyaan di kalangan pejabat AS sendiri.

Dalam unggahannya, Trump menulis agar “seluruh maskapai, pilot, pengedar narkoba, dan pelaku perdagangan manusia” menganggap wilayah udara Venezuela tertutup total.

Sejumlah pejabat AS yang dihubungi Reuters mengaku terkejut dan tidak mengetahui adanya operasi militer untuk menegakkan penutupan tersebut. Pentagon dan Gedung Putih pun tidak memberikan keterangan tambahan.

Pemerintah Venezuela langsung mengecam pernyataan Trump, menyebutnya sebagai ancaman kolonialis yang melanggar kedaulatan negara serta tidak sesuai dengan hukum internasional. Caracas menegaskan langkah itu sebagai tindakan sepihak dan agresif.

Dalam pernyataannya, pemerintah Venezuela menyebut AS tengah menunjukkan “ambisi kolonial” dan menyerukan komunitas internasional agar menolak tindakan yang dianggap tidak bermoral tersebut.

Iran, sekutu Venezuela, juga mengecam langkah Trump dan menyebutnya berbahaya bagi keamanan penerbangan global.

Pengumuman Trump muncul di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Presiden Nicolás Maduro. AS sebelumnya menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba, tuduhan yang selalu dibantah pemerintah Venezuela.

Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan berbagai opsi terkait Venezuela, termasuk upaya menggulingkan Maduro.

AS juga disebut siap memasuki fase baru operasi militernya setelah pengerahan besar-besaran kekuatan di Karibia dan serangkaian serangan terhadap kapal yang dicurigai mengangkut narkoba di lepas pantai Venezuela. Trump bahkan telah mengizinkan operasi rahasia CIA di negara tersebut.

Maduro, yang berkuasa sejak 2013, berkali-kali menyatakan bahwa AS berusaha menyingkirkannya dan menegaskan bahwa rakyat serta militer Venezuela akan melawan setiap upaya intervensi.

Trump sebelumnya mengatakan kepada anggota militer bahwa AS akan segera memulai operasi darat untuk menghentikan sindikat narkoba asal Venezuela.

Warga Caracas yang berbicara kepada Reuters mengaku khawatir dengan dampak praktis dari pengumuman tersebut. Sebagian menilai langkah itu tidak adil karena bisa mengganggu mobilitas masyarakat.

“Orang perlu bepergian untuk bekerja, berbisnis, dan bertemu keluarga. Kami tidak bersalah atas situasi politik ini,” kata Manuel Romero, seorang asisten dapur.

Carmen Castillo, seorang pengacara, mengatakan pengumuman itu bisa membuat warga tak bisa menemui keluarga mereka saat liburan akhir tahun. “Kami seperti terkurung di Caracas,” ujarnya.

Pemerintah Venezuela juga menyatakan bahwa keputusan Trump sama saja dengan menghentikan penerbangan deportasi migran. Hampir 14.000 warga Venezuela telah dipulangkan dari AS dalam beberapa bulan terakhir melalui penerbangan dua kali seminggu sebagai bagian dari pengetatan kebijakan imigrasi Trump.

Di Venezuela timur laut, warga melaporkan peningkatan patroli aparat keamanan serta relawan pro-pemerintah setelah serangan kapal oleh AS. Sinyal GPS di beberapa wilayah juga mengalami gangguan di tengah meningkatnya aktivitas militer AS.

Pengumuman Trump datang setelah FAA (Otoritas Penerbangan Federal AS) memperingatkan potensi bahaya bagi penerbangan yang melintas di atas Venezuela akibat situasi keamanan yang memburuk dan meningkatnya aktivitas militer di kawasan tersebut.

Menyusul peringatan itu, Venezuela mencabut izin operasi enam maskapai internasional yang sebelumnya menangguhkan penerbangan ke negara tersebut.

 

 

 

 

 

 

Ekspor Korea Selatan Melejit di November, Dipimpin Lonjakan Chip dan Mobil

 

Ekspor Korea Selatan kembali tumbuh pada November, menandai kenaikan selama enam bulan berturut-turut dan melampaui ekspektasi pasar, didorong permintaan kuat untuk chip serta lonjakan pengiriman mobil setelah tercapainya kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat.

Kementerian Perdagangan Korsel melaporkan pada Senin (1/12), ekspor naik 8,4% secara tahunan menjadi US$61,04 miliar, lebih tinggi dari proyeksi jajak pendapat Reuters sebesar 5,7% dan lebih cepat dibanding kenaikan 3,5% pada Oktober.

Sektor semikonduktor kembali menjadi motor utama. Ekspor chip melonjak 38,5% ke rekor bulanan US$17,26 miliar, ditopang permintaan chip canggih untuk pusat data yang mendorong kenaikan harga memori.

Ekspor otomotif juga naik 13,7% setelah ketidakpastian tarif AS mereda menyusul finalisasi kesepakatan dagang kedua negara pada November.

Namun, pengiriman ke Amerika Serikat justru turun tipis 0,2% akibat pelemahan pada produk baja, mesin, dan suku cadang kendaraan yang masih terdampak tarif.

Sementara itu, ekspor ke China naik 6,9%, ke negara-negara Asia Tenggara meningkat 6,3%, dan ke Uni Eropa turun 1,9%.

Bank of Korea pekan lalu memberi sinyal mendekati akhir siklus pelonggaran moneter setelah menaikkan proyeksi pertumbuhan 2025, seiring kuatnya prospek ekspor chip.

Pada kuartal ketiga, ekonomi Korsel tumbuh pada laju tercepat dalam satu setengah tahun, ditopang permintaan teknologi yang kokoh meski ada tekanan dari tarif AS.

Di sisi lain, impor November naik 1,2% menjadi US$51,30 miliar, berbalik dari penurunan 1,5% pada Oktober dan di bawah perkiraan kenaikan 3,4% oleh ekonom.

Surplus perdagangan bulan itu melebar menjadi US$9,7 miliar, tertinggi sejak September 2017.

 

 

 

 

 

Pengelola Dana Norwegia Minta Microsoft Buat Laporan Risiko di Negara Pelanggar HAM

 

Dana kekayaan negara Norwegia yang mengelola US$ 2 triliun menyatakan mereka akan mendukung sebuah usulan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Microsoft yang meminta perusahaan menyusun laporan mengenai risiko berbisnis di negara-negara dengan masalah hak asasi manusia serius.

Manajemen Microsoft sebelumnya merekomendasikan para pemegang saham untuk menolak usulan tersebut. Selain itu, dana tersebut juga menyatakan akan menolak pengangkatan kembali CEO Satya Nadella sebagai ketua dewan direksi, serta menolak paket kompensasi yang diajukan untuknya.

Per 30 Juni, dana kekayaan Norwegia memiliki 1,35% saham Microsoft senilai sekitar US$ 50 miliar, menjadikannya kepemilikan saham terbesar kedua dalam portofolio dana tersebut setelah Nvidia.

Menurut data LSEG, dana ini merupakan pemegang saham terbesar kedelapan di Microsoft. Para investor Microsoft akan memberikan suara untuk meratifikasi usulan-usulan tersebut pada RUPS yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesepakatan Diam-Diam Trump: Ukraina, Rusia, dan Bisnis Triliunan Dolar

 

Berita mengejutkan datang dari laporan panjang The Wall Street Journal yang dipublikasikan Jumat (28/11/2025) lalu.

Melansir The Daily Beast, inti dari rencana kontroversial Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina bukan soal perdamaian, tetapi soal keuntungan.

Utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, sedang bernegosiasi dengan pejabat Rusia untuk memastikan bisnis Amerika dan teman-teman Trump, berada dalam posisi untuk meraup keuntungan besar setelah perang berakhir.

“Rusia memiliki begitu banyak sumber daya besar, bentangan tanah yang luas,” kata Witkoff, yang minggu lalu tertangkap sedang memberi arahan kepada Rusia tentang cara terbaik mengambil hati presiden, kepada The Wall Street Journal.

Witkoff berbicara tentang masa depan di mana Rusia, AS, dan Ukraina menjadi mitra bisnis.

“Jika kita melakukan semua itu, dan semua pihak makmur serta menjadi bagian darinya, dan semuanya memperoleh keuntungan, maka hal itu secara alami menjadi benteng yang mencegah konflik di masa depan. Karena semuanya berkembang,” kata Witkoff.

Bagi Witkoff, Kushner, dan Rusia, tujuan yang dilaporkan adalah menghidupkan kembali ekonomi Rusia senilai US$ 2 triliun melalui kerja sama usaha Rusia-AS. Di pusat negosiasi terdapat US$ 300 miliar aset bank sentral Rusia yang dibekukan, yang ingin diberikan Rusia kepada perusahaan AS untuk proyek investasi dan rekonstruksi Ukraina yang dipimpin AS.

Kirill Dmitriev, kepala dana kekayaan negara Rusia, telah menawarkan peluang usaha besar Rusia-AS, termasuk eksploitasi sumber daya mineral Arktik dan kerja sama dengan SpaceX dalam misi gabungan ke Mars.

Uang dari proyek semacam itu akan mengalir ke teman-teman Trump dan para pendonor besarnya. Gentry Beach, pendiri firma investasi America First Global, teman kuliah Donald Trump Jr. sekaligus donor kampanye Trump, tengah dalam pembicaraan untuk membeli saham proyek gas Arktik Rusia jika sanksi dicabut, menurut The Journal.

Donor besar Trump lainnya, Stephen P. Lynch, bekerja sama dengan Trump Jr. untuk membeli pipa Nord Stream 2, jalur gas penting yang menghubungkan Rusia ke Eropa.

Dengan berkoordinasi dalam proyek bisnis menguntungkan bersama AS, Rusia percaya dapat menjadi kekuatan ekonomi besar di Eropa sekaligus memecah hubungan antara AS dan sekutu tradisionalnya di Eropa.

Eropa menolak rencana perdamaian Trump yang berisi 28 poin, yang disusun Witkoff berdasarkan rancangan Rusia, dengan alasan rencana itu terlalu menguntungkan Rusia. Isi rencana tersebut mengharuskan Ukraina menyerahkan wilayah dan mengurangi kapasitas militernya, yang pada dasarnya melemahkan kedaulatan negara itu. Rencana ini juga tidak populer di Amerika Serikat dan mendapat penolakan kuat dari Partai Republik.

Sebagai tanggapan, Eropa mengajukan versi rencana lain yang diperbarui. Rencana itu memindahkan pembahasan penyerahan wilayah ke tahap pasca-gencatan senjata, dan menaikkan batas kekuatan militer Ukraina agar negara tersebut tetap mampu mempertahankan diri dengan efektif. Negosiasi masih berlangsung.

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar dari The Daily Beast.

Juru bicara Anna Kelly mengatakan kepada The Wall Street Journal:

“Pemerintahan Trump telah mengumpulkan masukan dari pihak Ukraina dan Rusia untuk merumuskan kesepakatan perdamaian yang dapat menghentikan pembunuhan dan mengakhiri perang ini. Seperti yang dikatakan Presiden, tim keamanan nasionalnya telah membuat kemajuan besar minggu lalu, dan kesepakatan akan terus disempurnakan setelah pembicaraan dengan pejabat dari kedua pihak.”

Namun meski laporan The Journal merinci banyak cara di mana pihak Amerika dan Rusia dapat meraup keuntungan dari kesepakatan perdamaian, masih belum jelas bagaimana Ukraina akan mendapat manfaat.

Utusan khusus Trump untuk Ukraina, mantan Letnan Jenderal Keith Kellogg, mengatakan ia mengundurkan diri setelah dipinggirkan dari pembicaraan perdamaian. Pada Oktober, Presiden Trump menolak permintaan Ukraina atas rudal Tomahawk yang dianggap dapat membantu posisi negosiasi mereka dengan Rusia.

Sebagai gantinya, Witkoff menyarankan agar Ukraina meminta pembebasan tarif selama 10 tahun untuk “mengakselerasi” ekonominya.

 

 

 

 

 

 

Indeks Sektor Jasa China Menyusut Pertama Kalinya dalam Hampir 3 Tahun

 

PMI Non-Manufaktur NBS resmi Tiongkok turun ke 49,5 pada November 2025 dari 50,1 pada bulan sebelumnya.

Seperti dikutip Tradingeconomics, Minggu (30/11), ini menunjukkan angka terendah sejak Desember 2022 dan penurunan pertama dalam hampir tiga tahun.

Angka terbaru ini juga meleset dari perkiraan pasar sebesar 50, menggarisbawahi hilangnya momentum ekonomi di sektor jasa dan sektor yang bergantung pada belanja konsumen.

Sektor ini terbebani oleh sentimen yang lemah, pasar properti yang lesu, dan tekanan eksternal yang terus berlanjut. Sementara itu, dukungan fiskal yang terbatas belum banyak memberikan dampak positif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post