News Komoditi & Global ( Kamis, 4 Desember 2025 )

News  Komoditi & Global

                                (  Kamis,   4 Desember  2025  )

Harga Emas Global Menguat di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

 

Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Rabu (3/12/2025), didukung data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dan semakin menguatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pekan depan.

Di sisi lain, harga perak kembali mencetak rekor tertinggi.

Emas spot tercatat nyaris tidak berubah di posisi US$ 4.202,06 per ounce pada pukul 14.03 waktu New York, setelah sempat menyentuh level tertinggi sesi di US$ 4.241,29. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,3% ke US$ 4.232,50.

Harga perak juga bergerak stabil setelah sebelumnya menyentuh rekor baru di US$58,98 per ounce.

Senior market strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, mengatakan bahwa lemahnya data tenaga kerja sektor swasta AS dan reli perak memberi dorongan bagi harga emas. Ia menambahkan bahwa emas saat ini mengikuti pergerakan perak yang sempat terkoreksi tipis.

Laporan ADP menunjukkan payroll sektor swasta AS turun 32.000 pada November, jauh di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 10.000 pekerjaan.

Data tersebut langsung meningkatkan keyakinan pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan 9–10 Desember, dengan FedWatch CME mencatat peluang pemangkasan mencapai 89%.

Pelaku pasar kini menunggu rilis data konsumsi pribadi (PCE) September yang sempat tertunda dan menjadi indikator inflasi favorit The Fed. Suku bunga yang lebih rendah umumnya menguntungkan aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Sementara itu, perak telah melonjak 102% sepanjang tahun ini, dipicu kekhawatiran likuiditas pasar akibat aliran dana ke saham AS, masuknya perak ke daftar mineral kritis, serta defisit pasokan yang bersifat struktural.

Haberkorn menilai reli perak masih berpotensi berlanjut dan bisa segera menembus level psikologis US$60 per ounce.

Selain logam mulia, harga tembaga juga mencetak rekor baru pada Rabu, didorong oleh pelemahan dolar AS, gangguan pasokan, dan menipisnya stok di gudang-gudang yang terdaftar di London Metal Exchange.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga Minyak Dunia Menguat Tipis Setelah Perundingan Damai AS–Rusia Gagal Capai Terobosan

 

Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Rabu (3/12/2025) waktu setempat setelah Amerika Serikat (AS) dan Rusia gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Kebuntuan diplomatik ini membuat harapan pelonggaran sanksi terhadap sektor minyak Rusia kembali menipis, meski kenaikan harga tertahan oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan.

Harga minyak Brent ditutup naik 22 sen atau 0,4% ke level US$62,67 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 31 sen atau 0,5% menjadi US$58,95 per barel. Keduanya sebelumnya sempat turun lebih dari 1% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Sentimen pasar tertekan oleh data terbaru dari Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat di Amerika Serikat.

Stok minyak mentah naik 574.000 barel dalam sepekan hingga 28 November, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan 821.000 barel.

Lonjakan signifikan juga terjadi pada persediaan bensin yang naik 4,52 juta barel, jauh di atas perkiraan kenaikan 1,5 juta barel.

Persediaan distilat meningkat 2,1 juta barel, melampaui proyeksi kenaikan hanya 700.000 barel. Rilis data EIA bahkan sempat tertunda karena kendala teknis, menambah ketidakpastian pasar.

Analis memperkirakan pasar masih dihadapkan pada suplai global yang cukup berlimpah. “Pasokan global masih sangat memadai. Pasar sedang menyesuaikan diri karena perjanjian damai Ukraina dan Rusia tampaknya kembali molor,” ujar Dennis Kissler, Senior Vice President of Trading di BOK Financial.

Ia menambahkan bahwa perdagangan minyak tetap berada dalam kondisi penuh kegelisahan akibat risiko geopolitik yang meningkat.

Kecemasan tersebut makin nyata setelah pemerintah Rusia menyatakan bahwa pertemuan lima jam antara Presiden Vladimir Putin dan utusan utama Presiden AS Donald Trump tidak menghasilkan kompromi.

Pelaku pasar menunggu apakah perundingan dapat membuka peluang pencabutan sanksi terhadap perusahaan energi besar Rusia seperti Rosneft dan Lukoil, yang selama ini membatasi suplai ke pasar global.

Putin sebelumnya menuding negara-negara Eropa menghambat upaya AS mengakhiri perang melalui usulan-usulan yang dinilai Moskow sama sekali tidak dapat diterima.

Situasi bertambah tegang setelah serangan Ukraina terhadap fasilitas ekspor minyak di wilayah Laut Hitam Rusia dan dua kapal tanker yang terkait pengangkutan minyak Rusia pada pekan lalu.

Putin juga memperingatkan bahwa Rusia akan mengambil tindakan terhadap kapal tanker negara-negara yang membantu Ukraina, langkah yang menurut analis berpotensi meningkatkan risiko geopolitik di pasar energi global.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wall Street Menguat Seiring Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Meningkat

 

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Rabu (3/12/2025), didorong serangkaian rilis data ekonomi yang memperkuat harapan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan. Meski demikian, kenaikan indeks tertahan pelemahan saham Microsoft.

Pada penutupan perdagangan, Dow Jones naik 0,86% menjadi 47.882,90. S&P 500 menguat 0,30% ke level 6.849,72, dan Nasdaq bertambah 0,17% ke 23.454,09.
Setelah 43 hari penutupan pemerintahan AS yang menjadi rekor terpanjang dan sempat memutus akses investor terhadap data resmi, tumpukan laporan ekonomi kini mulai dirilis kembali. Sejumlah indikator non-pemerintah juga ikut menjadi acuan sementara untuk membaca arah kebijakan bank sentral.

Laporan Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas sektor jasa AS pada November stabil di level 52,6, tidak jauh dari 52,4 pada bulan sebelumnya.

Komponen harga memang turun, tetapi masih berada di level yang dianggap tinggi. Data ini dirilis menjelang laporan belanja konsumsi personal (PCE), indikator inflasi favorit The Fed yang baru akan dipublikasikan pada Jumat.

Sementara itu, laporan ADP mencatat payroll sektor swasta turun tak terduga pada November. Karena data ketenagakerjaan resmi untuk Oktober dan November baru akan dirilis setelah pengumuman kebijakan The Fed, pelaku pasar menaruh perhatian lebih besar pada data dari sektor swasta.

Keith Buchanan, Senior Portfolio Manager Globalt Investments, mengatakan kondisi ini memberi ruang bagi The Fed untuk mengurangi nada hawkish-nya. Menurut dia, data tenaga kerja yang melemah bisa mendorong bank sentral bersikap lebih dovish. “Pasar menerima hal ini dengan sangat baik hari ini,” ujarnya.

Saham Microsoft sempat turun hingga 3% setelah muncul laporan bahwa perusahaan menurunkan target penjualan perangkat lunak AI akibat banyak staf yang gagal mencapai target tahun fiskal lalu.

Namun saham berbalik mengurangi penurunan setelah Microsoft membantah laporan tersebut melalui CNBC. Pada akhir sesi, saham raksasa teknologi ini masih melemah 2,5%.

Sektor teknologi menjadi salah satu dari dua sektor yang melemah, turun 0,4%. Di sisi lain, sektor energi naik 1,8% dan menjadi yang berkinerja terbaik seiring kenaikan harga minyak.

Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada pekan depan meningkat menjadi 89%, naik dari 87% sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch.

Investor juga mencermati laporan yang menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump membatalkan wawancara dengan kandidat ketua The Fed yang tersisa, memunculkan spekulasi bahwa Kevin Hassett, tokoh yang dinilai pro-pelonggaran moneter, akan menggantikan Jerome Powell pada Mei mendatang.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga turut mendorong reli saham berkapitalisasi kecil. Indeks Russell 2000 melonjak hampir 2% pada sesi ini, melanjutkan kenaikan 5,5% pekan lalu yang merupakan performa mingguan terbaik dalam lebih dari setahun.

Jill Carey Hall, analis ekuitas BofA Securities, memperkirakan saham-saham small caps akan tetap unggul pada 2026 didorong pertumbuhan laba, pemangkasan suku bunga, dan siklus belanja modal yang kuat.

Di sisi korporasi, Marvell Technology melesat 7,9% setelah mengumumkan rencana akuisisi startup semikonduktor Celestial AI senilai US$3,25 miliar. Microchip Technology melonjak 12,2% setelah menaikkan proyeksi kinerja kuartal ketiga.

American Eagle Outfitters juga terbang 15,1% setelah meningkatkan proyeksi penjualan tahunan di tengah optimisme permintaan musim liburan.

Jumlah saham yang menguat di NYSE mengalahkan yang melemah dengan rasio 2,88 banding 1, sementara di Nasdaq rasio mencapai 2,73 banding 1. S&P 500 mencatat 27 titik tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, sedangkan Nasdaq membukukan 108 titik tertinggi baru.

Total volume perdagangan mencapai 15,44 miliar saham, lebih rendah dibanding rata-rata 20 hari terakhir yang mencapai 18,19 miliar saham.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Presiden AS Donald Trump Hentikan Seluruh Proses Imigrasi dari 19 Negara Non-Eropa

 

Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Selasa (2/12/2025) mengumumkan, penghentian sementara seluruh aplikasi imigrasi termasuk permohonan green card dan naturalisasi yang diajukan oleh imigran dari 19 negara non-Eropa, dengan alasan kekhawatiran terhadap keamanan nasional dan keselamatan publik.

Kebijakan baru ini berlaku bagi warga dari 19 negara yang sebelumnya telah dikenai pembatasan perjalanan sebagian sejak Juni, memperketat langkah imigrasi yang menjadi pilar utama platform politik Trump.

Daftar negara tersebut mencakup Afghanistan dan Somalia.

Menurut memorandum resmi pemerintah, kebijakan ini didorong oleh serangan terhadap anggota Garda Nasional AS di Washington pekan lalu, di mana seorang pria berkewarganegaraan Afghanistan ditangkap sebagai tersangka.

Serangan itu menewaskan satu anggota Garda Nasional dan membuat satu lainnya kritis.

Trump juga meningkatkan retorika keras terhadap komunitas Somalia dalam beberapa hari terakhir, menyebut mereka “sampah” dan mengatakan “kami tidak menginginkan mereka di negara ini”.

Sejak kembali menjabat pada Januari, Trump meningkatkan penegakan hukum imigrasi, termasuk mengirim agen federal ke kota-kota besar dan menolak masuk para pencari suaka di perbatasan AS–Meksiko.

Meski deportasi sering menjadi sorotan utama, pemerintahan Trump kini menaruh perhatian lebih besar untuk mengubah proses imigrasi legal.

Rangkaian pembatasan baru setelah insiden penyerangan Garda Nasional menunjukkan fokus yang meningkat pada keamanan nasional serta upaya menyalahkan kebijakan imigrasi era Presiden Joe Biden.

Negara yang kini dikenai penghentian proses imigrasi sepenuhnya termasuk: Afghanistan, Burma, Chad, Republik Kongo, Guinea Khatulistiwa, Eritrea, Haiti, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman, yang sebelumnya sudah berada dalam kategori pembatasan paling ketat sejak Juni.

Negara lain yang juga masuk daftar, yang sebelumnya mendapat pembatasan parsial, adalah: Burundi, Kuba, Laos, Sierra Leone, Togo, Turkmenistan, dan Venezuela.

Kebijakan baru ini menghentikan seluruh aplikasi yang masih diproses dan mewajibkan agar para pemohon dari negara-negara tersebut menjalani peninjauan ulang mendalam, termasuk kemungkinan wawancara tambahan untuk menilai potensi risiko keamanan.

Memorandum itu juga mengutip sejumlah kasus kriminal terbaru yang diduga dilakukan oleh imigran, termasuk serangan terhadap Garda Nasional.

Sharvari Dalal-Dheini, Direktur Senior Hubungan Pemerintah di American Immigration Lawyers Association, mengatakan pihaknya telah menerima laporan pembatalan upacara pengambilan sumpah warga negara, wawancara naturalisasi, serta wawancara penyesuaian status bagi pemohon dari negara yang masuk daftar larangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uni Eropa Sepakati Penghentian Impor Gas Rusia Secara Bertahap hingga 2027

 

Dewan Eropa pada Rabu mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Parlemen Eropa untuk menghapus secara bertahap impor gas dari Rusia pada tahun 2027 sebagai bagian dari upaya mengakhiri ketergantungan energi terhadap Moskow.

Kebijakan ini merupakan langkah strategis Uni Eropa untuk memperkuat keamanan energi dan mengurangi risiko geopolitik yang muncul sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Dalam kesepakatan tersebut, Uni Eropa akan menerapkan larangan bertahap dan mengikat secara hukum terhadap pasokan gas alam cair (LNG) dan gas pipa dari Rusia.

Rincian jadwal pelarangan meliputi:

Larangan penuh impor LNG Rusia mulai akhir 2026

Larangan penuh impor gas pipa Rusia mulai musim gugur 2027

Langkah ini tidak hanya bersifat politis, tetapi juga dimaksudkan untuk mempercepat transisi energi Uni Eropa menuju sumber energi alternatif dan terbarukan.

Hingga Oktober 2025, pangsa Rusia dalam impor gas Uni Eropa turun menjadi 12%, dibandingkan 45% sebelum invasi Ukraina pada 2022.

Meskipun terjadi penurunan signifikan, sejumlah negara anggota masih menerima pasokan gas dari Rusia, termasuk:

Hungaria

Prancis

Belgia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akhiri Deflasi, China Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5% di 2026

China kemungkinan akan mempertahankan target pertumbuhan ekonomi tahunannya saat ini, yaitu sekitar 5% pada tahun depan. Target ini mengharuskan otoritas untuk tetap membuka keran fiskal dan moneter karena mereka berupaya untuk mengakhiri deflasi.

Target tersebut akan menjadi bagian dari upaya Beijing untuk memulai rencana lima tahun baru dengan pijakan yang kuat dan mengatasi dampak dari kemerosotan properti yang berkepanjangan, permintaan konsumen yang lemah, kelebihan kapasitas pabrik, dan penurunan investasi yang didorong oleh infrastruktur.

Meskipun para pemimpin puncak China telah mengisyaratkan pergeseran ke arah mendukung konsumsi rumah tangga dan merestrukturisasi ekonomi selama lima tahun ke depan, langkah-langkah tersebut mungkin membutuhkan waktu untuk membuahkan hasil, sehingga fokus langsung saat ini adalah pada dukungan fiskal dan moneter.

Sebagian besar penasihat pemerintah yang berbicara kepada Reuters mengatakan, mereka mendukung target pertumbuhan sekitar 5% pada tahun 2026 - sama seperti tahun ini, dengan minoritas mengusulkan target yang sedikit lebih rendah, yaitu 4,5%-5%. Para pemimpin puncak diperkirakan akan mendukung target tersebut pada Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan akhir bulan ini, di mana prioritas untuk tahun mendatang akan ditetapkan.

Target pertumbuhan tidak akan diumumkan kepada publik hingga rapat parlemen tahunan di bulan Maret.

Para penasihat tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan dan berbicara dengan syarat anonim karena sifat diskusi yang tertutup, dan proposal mereka umumnya mencerminkan konsensus di antara para ekonom swasta. Tahun lalu, rapat penetapan agenda diadakan pada 11-12 Desember.

"Kita harus menetapkan target sekitar 5% untuk tahun 2026, tahun pertama dari rencana lima tahun ke-15," kata seorang penasihat kepada Reuters, Rabu (3/12/2025. "Tentu akan ada tantangan dalam mencapainya, tetapi masih ada ruang untuk bermanuver dengan kebijakan fiskal dan moneter," imbuhnya.

Sebagian besar penasihat menyarankan agar rasio defisit anggaran tahunan tetap berada di angka 4% atau sedikit lebih tinggi. Tiongkok menetapkan target defisit anggaran rekor sekitar 4% dari PDB tahun ini untuk mendukung target pertumbuhannya.

Analis Citi memperkirakan bank sentral China, yang terakhir kali memangkas suku bunga pada bulan Mei, akan melanjutkan pelonggaran kebijakan paling cepat Januari 2026.

"Untuk kebijakan fiskal, penerbitan obligasi pemerintah dapat kembali didorong lebih awal pada tahun 2026, dengan peralihan bertahap menuju dukungan konsumen dan belanja kesejahteraan," ujar mereka dalam sebuah catatan.

Pemerintah China diperkirakan akan mempertahankan subsidi tukar tambah barang konsumsi—total 300 miliar yuan (US$ 42,43 miliar) tahun ini—pada tahun 2026, di tengah ekspektasi bahwa sebagian dana dapat dialihkan dari barang ke jasa.

China membutuhkan pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 4,17% selama dekade mendatang untuk menggandakan PDB per kapita menjadi US$ 20.000 dari levelnya di tahun 2020, sebuah tonggak sejarah yang akan menandai peralihannya menjadi "negara yang cukup maju," menurut sebuah studi resmi yang menguraikan proposal rencana lima tahun tersebut.

Para pembuat kebijakan, yang menyadari perlambatan ekonomi, diperkirakan akan menetapkan target pertumbuhan tahunan yang relatif ambisius untuk beberapa tahun ke depan guna membantu menjaga fleksibilitas kebijakan di kemudian hari, ujar para penasihat dan ekonom.

Rencana lima tahun yang baru, yang akan diumumkan pada rapat parlemen, kemungkinan besar tidak akan menetapkan target pertumbuhan spesifik untuk periode 2026-2030, melanjutkan praktik rencana sebelumnya.

China yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini sekitar 5%. Ini berkat dukungan kebijakan dan ekspor yang tangguh yang dibantu oleh gencatan senjata tarif dengan Amerika Serikat.

Namun, ketidakseimbangan ekonomi telah memburuk tahun ini karena output pabrik melampaui permintaan, dan para analis memperkirakan tekanan deflasi akan berlanjut tahun depan, bahkan ketika pemerintah meningkatkan upaya untuk mengekang kelebihan kapasitas dan perang harga antar perusahaan.

Perekonomian China mungkin baru akan keluar dari deflasi pada tahun 2027, dengan deflator PDB—ukuran harga terluas untuk barang dan jasa—diperkirakan turun 0,7% pada tahun 2026 sebelum naik 0,2% pada tahun 2027, menurut analis di Morgan Stanley.

Hal itu akan mengakhiri deflasi yang telah berlangsung selama empat tahun.

"Meskipun para pembuat kebijakan secara bertahap bergerak menuju arah yang benar dalam penyeimbangan kembali ekonomi, kesabaran diperlukan untuk mengatasi ketidakseimbangan penawaran-permintaan," kata analis Morgan Stanley dalam sebuah catatan.

Para ekonom telah lama mendesak Beijing untuk beralih ke model ekonomi yang didorong oleh konsumsi dan mengurangi ketergantungan pada investasi dan ekspor yang didorong oleh utang untuk pertumbuhan.

Para pemimpin China berjanji untuk "secara signifikan" meningkatkan porsi konsumsi rumah tangga dalam perekonomian selama lima tahun ke depan. Konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 40% dari PDB, jauh di bawah hampir 70% di Amerika Serikat.

Beberapa penasihat pemerintah menyarankan China untuk menargetkan tingkat konsumsi sebesar 45% selama lima tahun ke depan.

Mencapai tujuan ini membutuhkan reformasi struktural yang ketat untuk mengalihkan sumber daya dari bisnis dan pemerintah ke rumah tangga. Termasuk memperkuat kesejahteraan dan melonggarkan sistem paspor internal yang dianggap sebagai penyebab ketimpangan perkotaan-pedesaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Inggris Menunda Keputusan Terkait Rencana China untuk Membangun Kedutaan di Eropa

 

Inggris untuk ketiga kalinya menunda keputusan mengenai persetujuan atas rencana China untuk membangun kedutaan terbesar di Eropa di London, yang mendorong China untuk memperingatkan bahwa kemunduran terbaru ini berisiko merusak kepercayaan antara kedua belah pihak.

Mengutip Reuters, Rabu (3/12/2025), rencana China untuk membangun kedutaan baru di lokasi bangunan berusia dua abad di dekat Menara London telah terhenti selama tiga tahun terakhir karena penentangan dari penduduk setempat, anggota parlemen, dan aktivis pro-demokrasi Hong Kong di Inggris.

Kekhawatiran bahwa kedutaan baru tersebut dapat digunakan sebagai pangkalan mata-mata telah mendorong beberapa politisi di Inggris dan Amerika Serikat untuk mendesak pemerintah agar memblokir rencana Beijing.

Dalam sebuah surat yang dilihat oleh Reuters, Departemen Perumahan mengatakan bahwa mereka sekarang akan memutuskan apakah proyek tersebut dapat dilanjutkan pada 10 Januari, alih-alih 10 Desember, karena adanya keterlambatan tanggapan dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri.

Seorang juru bicara Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan penundaan tersebut terjadi karena kementerian-kementerian tersebut telah memberikan pandangan tentang implikasi keamanan khusus dari persetujuan pembangunan kedutaan tersebut, dan keputusan tidak boleh diambil sebelum pertimbangan matang.

Kedutaan Besar China di London menyatakan penyesalannya atas penundaan terbaru ini.

"Kami sangat mendesak pihak Inggris untuk segera menyetujui permohonan perencanaan kami guna menghindari semakin memburuknya rasa saling percaya dan kerja sama antara kedua belah pihak," kata seorang juru bicara.

Luke de Pulford, direktur eksekutif Aliansi Antar-Parlemen untuk China dan kritikus lama rencana pembangunan kedutaan, mengatakan penundaan terbaru ini "sepenuhnya kesalahan pemerintah sendiri".

"Daripada penundaan tanpa akhir ini, yang hanya akan membuat Beijing semakin marah, pemerintah seharusnya mengatakan tidak, dan menyelesaikannya," ujarnya kepada Reuters.

Waktu pengambilan keputusan ini sensitif secara politis bagi pemerintahan Starmer setelah para pejabat baru-baru ini dituduh meremehkan ancaman yang ditimbulkan China terhadap keamanan nasional Inggris dengan membiarkan gagalnya persidangan dua pria Inggris yang didakwa menjadi mata-mata untuk China.

Starmer pada Senin memperingatkan bahwa China menimbulkan "ancaman keamanan nasional" bagi Inggris, tetapi menambahkan bahwa hubungan bisnis yang lebih erat adalah demi kepentingan nasional.

Pemerintah China membeli lokasi untuk kedutaan baru, di Royal Mint Court, pada tahun 2018, tetapi permintaan izin perencanaannya ditolak oleh dewan lokal.

Presiden China Xi Jinping tahun lalu meminta Starmer untuk turun tangan.

Politisi oposisi telah mendesak pemerintah untuk memblokir rencana tersebut karena lokasinya yang dekat dengan kabel serat optik strategis yang berada di bawah lokasi tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Inflasi Swiss Mereda di November 2025, Ditopang Penurunan Harga Hotel & Paket Liburan

 

Laju inflasi tahunan Swiss secara tak terduga melambat sepersepuluh poin persentase pada bulan November 2025 menjadi nol. Berdasarkan data yang dirilis hari ini (3/12/2025), posisi tersebut sedikit di bawah ekspektasi.

Konsensus perkiraan jajak pendapat analis Reuters adalah bahwa inflasi akan tetap tidak berubah di angka 0,1% bulan lalu.

Menurut data yang diterbitkan oleh Kantor Statistik Federal, dibandingkan dengan bulan sebelumnya, indeks harga konsumen Swiss turun sebesar 0,2%, sejalan dengan perkiraan jajak pendapat.

Penurunan bulanan ini disebabkan oleh beberapa faktor termasuk harga yang lebih rendah untuk hotel dan paket liburan, serta mobil baru dan sayuran tertentu, kata kantor tersebut. Sebaliknya, harga sewa rumah dan harga minyak pemanas serta transportasi udara naik.

Data ini dirilis lebih dari seminggu sebelum Bank Nasional Swiss dijadwalkan untuk membuat keputusan penetapan suku bunga berikutnya.

Suku bunga acuan SNB saat ini berada di angka nol, dan bank sentral menyatakan bahwa mereka memperkirakan inflasi akan mulai meningkat secara bertahap tahun depan. Pasar saat ini memperkirakan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuannya minggu depan.

SNB menargetkan tingkat inflasi antara 0% dan 2%.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dua Resolusi PBB Desak Israel Setop Pendudukan di Palestina dan Serahkan Wilayah Golan ke Suriah

 

Majelis Umum PBB pada Selasa (2/12/2025) mengadopsi dua resolusi tentang pendudukan Israel di Palestina dan Dataran Tinggi Golan di Suriah. Rancangan resolusi "Penyelesaian Damai Masalah Palestina," yang disusun oleh Djibouti, Yordania, Mauritania, Qatar, Senegal, dan Palestina, disetujui dengan 151 suara mendukung, 11 suara menentang, dan 11 suara abstain.

Resolusi itu menegaskan kembali tanggung jawab PBB atas masalah Palestina, menyerukan diakhirinya pendudukan Israel sejak 1967 dan menegakkan Solusi Dua Negara, serta menuntut Israel menghentikan aktivitas permukiman dan mematuhi hukum internasional.

Resolusi tersebut juga mendesak dimulainya kembali negosiasi dan menyerukan negara-negara untuk tidak mengakui perubahan perbatasan, sembari meningkatkan bantuan kepada Palestina di tengah krisis kemanusiaan yang parah.

Presiden AS Donald Trump telah mengajukan rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza, Palestina, dan rencana itu telah disepakati oleh Israel dan kelompok perlawanan Hamas. Sedangkan rancangan resolusi terkait Golan yang disusun oleh Mesir disetujui dengan 123 suara mendukung, tujuh suara menentang, dan 41 suara abstain.

Resolusi itu menyatakan bahwa keputusan Israel pada 14 Desember 1981 untuk memaksakan hukum, yurisdiksi, dan pemerintahannya di wilayah itu "batal demi hukum dan tidak memiliki validitas apa pun."

Resolusi tersebut "menuntut sekali lagi agar Israel menarik pasukannya dari seluruh wilayah Golan Suriah yang diduduki sesuai batas 4 Juni 1967 sebagai implementasi dari resolusi Dewan Keamanan yang relevan." Batas 4 Juni 1967 Golan Suriah merujuk pada batas garis pemisah de facto antara Suriah dan Israel sebelum pecahnya Perang Enam Hari pada 5-10 Juni 1967.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perundingan Mandek, Putin Tegaskan Rusia Siap Perang dengan Eropa

 

 

Rusia dan AS tak mencapai kemajuan menuju kesepakatan damai Ukraina selama perundingan. Demikian diungkapkan seorang ajudan senior Vladimir Putin, beberapa jam setelah presiden Rusia tersebut mengeluarkan ancaman bahwa Moskow siap berperang dengan Eropa.

Dalam pernyataannya kepada media Rusia, ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan bahwa setelah pertemuan lima jam dengan utusan Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, tidak bisa lebih maju untuk menyelesaikan krisis di Ukraina. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Ushakov menyebut pertemuan itu sangat bermanfaat, konstruktif, dan informatif. Namun kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan mengenai isu-isu utama, termasuk potensi garis kendali teritorial. "Beberapa aspek negosiasi tidak akan diungkapkan," kata Ushakov.

Ia mengindikasikan bahwa pertemuan puncak berikutnya antara Trump dan Putin tidak akan segera terjadi.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, kemudian mengatakan bahwa beberapa kemajuan telah dicapai terkait jaminan keamanan. "Apa yang telah kami coba lakukan, dan saya pikir telah mencapai beberapa kemajuan, adalah mencari tahu, apa yang bisa diterima Ukraina yang memberi mereka jaminan keamanan untuk masa depan," kata Rubio kepada Fox News.

Ia menambahkan bahwa AS berharap perundingan akan memungkinkan mereka tidak hanya membangun kembali ekonomi, tetapi juga untuk sejahtera sebagai sebuah negara.

Penilaian yang relatif pesimis terhadap diplomasi Selasa malam disampaikan menyusul pernyataan pembuka yang agresif dari Putin.

Ia menuduh kekuatan Eropa menyabotase perdamaian di Ukraina. Tuntutan Eropa untuk mengakhiri perang tak dapat diterima oleh Rusia.

"Eropa menghalangi pemerintah AS untuk mencapai perdamaian di Ukraina," kata Putin, seraya menambahkan: "Rusia tidak bermaksud untuk melawan Eropa, tetapi jika Eropa memulai, kami siap sekarang juga."

Putin tidak menjelaskan tuntutan Eropa mana yang dianggapnya tidak dapat diterima. "Mereka berada di pihak perang," kata Putin tentang kekuatan-kekuatan Eropa.

'Witkoff, dalam kunjungan keenamnya ke Moskow tahun ini, diperkirakan akan menyampaikan kepada Putin versi terbaru proposal perdamaian AS yang disusun dengan masukan dari seorang pejabat senior Rusia dan direvisi agar lebih dapat diterima oleh Kyiv.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan ia menunggu sinyal dari delegasi AS setelah pertemuan Paman Sam dengan Putin. Terdapat skeptisisme soal kesiapan Rusia menerima konsesi.

"Saya siap menerima semua sinyal dan siap untuk bertemu dengan Presiden Trump," tulis Zelenskyy di X. "Semuanya tergantung pada diskusi hari ini."

Beberapa media AS melaporkan bahwa Zelenskyy diperkirakan akan bertemu dengan Witkoff dan Kushner di Eropa setelah pertemuan tersebut.

Tayangan video singkat dari Kremlin menunjukkan kedua delegasi kecil duduk di sisi berlawanan dari sebuah meja putih oval, dengan Putin duduk di sebelah para penasihatnya, Kirill Dmitriev dan Yuri Ushakov.

Putin bertanya kepada Witkoff dan Kushner tentang tur singkat mereka di Moskow sebelum pertemuan. Witkoff menyebutnya sebagai kota yang megah. Tayangan video tersebut kemudian terputus.

Kedua sekutu Trump tersebut tiba di Moskow pada Selasa setelah bertemu dengan para pejabat Ukraina di Florida pada akhir pekan untuk membahas revisi rencana perdamaian 28 poin awal, yang sebagian besar menguntungkan Moskow.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, sebelumnya pada Selasa mengatakan bahwa Putin dan Witkoff akan membahas "kesepahaman" yang dicapai baru-baru ini antara Washington dan Kyiv. Rusia tetap terbuka untuk perundingan tetapi akan bersikeras untuk mencapai tujuannya.

Tujuan-tujuan tersebut merupakan tuntutan luas yang akan sangat mengikis kedaulatan Ukraina, termasuk pemotongan besar-besaran pada angkatan bersenjatanya, larangan bantuan militer Barat, pembatasan luas terhadap kemerdekaan politik, dan penyerahan wilayah yang dikuasai Ukraina di wilayah timur negara itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Elon Musk Bocorkan Rahasia Gedung Putih, Siapa yang Akan Berkuasa setelah Era Trump?

 

 Elon Musk memberikan prediksi yang cukup menggemparkan tentang masa depan Gedung Putih setelah era Trump. Dalam sebuah acara privat untuk anggota DOGE (sekarang dan mantan) akhir bulan lalu, Musk, melalui penampilan video, menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang memasuki "rentang 12 tahun yang hebat."

Melansir The Daiy Beast, secara spesifik, Musk meramalkan bahwa setelah berakhirnya masa jabatan kedua Presiden Donald Trump pada tahun 2028, jabatan presiden akan dilanjutkan oleh JD Vance selama dua periode berturut-turut.

Saat ini, Vance, yang menjabat sebagai Wakil Presiden Trump, menjadi kandidat terkuat untuk nominasi presiden pada tahun 2028. Bahkan, Menteri Luar Negeri Marco Rubio dikabarkan memberi tahu orang kepercayaannya bahwa Vance adalah yang terdepan.

Namun, jajak pendapat terbaru menunjukkan keunggulan awal Vance (20 poin) atas pesaing terdekatnya, Don Jr. (putra Presiden Donald Trump), mulai menipis.

Potensi hambatan besar bagi ambisi Vance di tahun 2028 datang dari Trump sendiri. Trump berulang kali melontarkan wacana untuk maju sebagai presiden untuk masa jabatan ketiga, meskipun itu melanggar Amandemen ke-22.

"Saya ingin sekali melakukannya," kata Trump kepada wartawan bulan Oktober. "Apakah saya tidak mengesampingkannya? Kalian yang harus memberitahu saya," lanjutnya. "Yang bisa saya katakan adalah bahwa kami memiliki kelompok orang yang hebat, yang tidak mereka miliki."

Namun, penulis Jonathan Karl, yang menulis beberapa buku tentang Trump, berpendapat bahwa Trump dan mantan kepala strategi utamanya, Steve Bannon (yang juga mendukung ide masa jabatan ketiga Trump), tidak serius. Karl menilai mereka hanya menggoda (trolling) Vance.

"Saya rasa alasan dia terus mengungkit Trump 2028, dia punya topi-topi yang dia tunjukkan kepada semua orang... itu jelas-jelas trolling," kata Karl saat tampil di acara Morning Joe milik MS Now.

"Dan sejujurnya, Steve Bannon, yang merupakan orang yang benar-benar memulai ini, tidak hanya menggoda para kritikus Trump dan Demokrat; dia juga menggoda JD Vance. Bannon, secara pribadi, sama sekali bukan penggemar berat JD Vance."

Meskipun Vance mencoba bersikap misterius ketika ditanya tentang potensi kampanye kepresidenan, ia mengakui kepada Sean Hannity dari Fox News bulan lalu bahwa setelah pemilu paruh waktu 2026 berakhir, ia akan membahas masalah 2028 dengan presiden.

"Saya mencoba mengenyahkan itu dari pikiran saya dan mengingatkan diri sendiri bahwa rakyat Amerika memilih saya untuk melakukan pekerjaan saat ini," katanya kepada Hannity, sebelum akhirnya mengakui bahwa setelah pemilu paruh waktu, "Saya akan duduk bersama Presiden Amerika Serikat dan membicarakannya."

Dukungan Musk untuk 12 tahun kekuasaan MAGA (Trump dan penerusnya) muncul setelah persahabatannya dengan presiden mengalami pasang surut selama setahun terakhir. Ini dimulai saat Musk menjadi donatur terbesar Trump dalam kampanye pemilu tahun lalu.

Musk sempat ditunjuk sebagai penasihat senior presiden yang mengawasi Departemen Efisiensi Pemerintah yang baru, yang menyebabkan kerugian sekitar US$ 21,7 miliar. Setelah Musk tiba-tiba meninggalkan Gedung Putih pada Mei, ia tampak berbalik menyerang mantan bosnya, bergabung dengan suara-suara konservatif yang meminta Trump merilis dokumen Epstein, bahkan menolak klaim Trump bahwa seluruh kisah itu hanya hoaks.

Namun, ia kemudian berusaha kembali meraih simpati Trump, keduanya muncul bersama di acara-acara dan Musk memposting pujian untuk Trump di X (Twitter), bahkan ketika presiden secara terbuka meremehkannya.

"Kamu sangat beruntung aku bersamamu, Elon. Apakah dia pernah berterima kasih padaku dengan benar?" kata Trump kepada hadirin di forum investasi Saudi yang diadakan di Kennedy Center bulan lalu.

Mengambil isyarat, Musk membagikan rasa terima kasihnya kepada presiden di X tidak lama setelah acara tersebut. "Saya ingin berterima kasih kepada Presiden Trump atas semua yang telah dia lakukan untuk Amerika dan dunia," tulisnya dalam sebuah postingan di X.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ekonomi China 2026: Target 5% Berlanjut, Deflasi Bisa Bertahan hingga 2027

 

Menurut para penasihat pemerintah dan analis, China kemungkinan akan mempertahankan target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada 2026. Target ini menuntut pemerintah terus melonggarkan kebijakan fiskal dan moneter demi mengatasi tekanan deflasi yang berkepanjangan.

Mengutip Reuters, target tersebut menjadi bagian dari upaya Beijing untuk memulai rencana pembangunan lima tahun yang baru dengan pijakan kuat, sekaligus mencoba keluar dari tekanan krisis properti, lemahnya belanja konsumen, kelebihan kapasitas produksi, dan menurunnya investasi berbasis infrastruktur.

Meski para pemimpin China telah memberi sinyal pergeseran menuju dukungan konsumsi rumah tangga dan restrukturisasi ekonomi dalam lima tahun ke depan, hasilnya diperkirakan baru terlihat dalam jangka menengah. Karena itu, fokus jangka pendek masih pada stimulus fiskal dan moneter.

Sebagian besar penasihat pemerintah yang diwawancarai Reuters mendukung target pertumbuhan sekitar 5% untuk 2026, sama dengan tahun ini. Sebagian kecil menyarankan angka 4,5–5%. Target ini diperkirakan mendapat persetujuan pada Konferensi Pekerjaan Ekonomi Sentral akhir bulan ini, sementara pengumuman resminya baru dilakukan pada sidang parlemen Maret 2026.

Para penasihat tersebut tidak terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan dan berbicara secara anonim. Namun pandangan mereka biasanya menggambarkan konsensus ekonom swasta.

“Kita sebaiknya menetapkan target sekitar 5% untuk 2026, tahun pertama rencana lima tahun ke-15,” kata salah satu penasihat. “Akan ada banyak tantangan, tetapi masih ada ruang bagi kebijakan fiskal dan moneter untuk bergerak.”

Mayoritas penasihat juga mengusulkan agar defisit anggaran dipertahankan di sekitar 4% atau sedikit lebih tinggi—level yang menjadi rekor tahun ini demi mendukung pertumbuhan.

Analis Citi memperkirakan bank sentral China bakal kembali memangkas suku bunga sejak awal Januari 2026, dan setelah konferensi ekonomi tahunan tersebut, mungkin juga akan muncul putaran baru dukungan untuk sektor properti.

Di sisi fiskal, penerbitan obligasi pemerintah diperkirakan kembali dimajukan di awal tahun 2026, dengan pergeseran alokasi yang lebih besar ke program dukungan konsumsi dan kesejahteraan.

Pemerintah juga diperkirakan mempertahankan subsidi tukar-tambah barang konsumsi—senilai 300 miliar yuan pada 2025—namun sebagian dana mungkin dialihkan dari barang ke layanan.

Menurut studi resmi mengenai rancangan rencana lima tahun, China membutuhkan pertumbuhan rata-rata 4,17% per tahun selama satu dekade untuk menggandakan PDB per kapita menjadi US$20.000 pada 2035, titik yang menandai status “negara berkembang menengah-atas”.

Ekonomi yang melambat mendorong pembuat kebijakan untuk menetapkan target pertumbuhan yang relatif ambisius beberapa tahun ke depan demi memberi ruang fleksibilitas kebijakan di masa depan.

Rencana lima tahun baru yang diumumkan Maret nanti kemungkinan tidak menetapkan target pertumbuhan spesifik untuk 2026–2030, meneruskan pola dari rencana sebelumnya.

Ekonomi terbesar kedua dunia itu diperkirakan mencapai target pertumbuhan sekitar 5% tahun ini berkat dukungan kebijakan dan ekspor yang tetap kuat, terbantu oleh meredanya ketegangan tarif dengan Amerika Serikat.

Namun ketidakseimbangan ekonomi justru memburuk karena produksi pabrik melampaui permintaan. Para analis memperkirakan tekanan deflasi akan berlanjut tahun depan walaupun pemerintah berupaya mengurangi kelebihan kapasitas dan perang harga antar perusahaan.

Morgan Stanley memproyeksikan China baru keluar dari deflasi pada 2027. GDP deflator diperkirakan turun 0,7% pada 2026 sebelum naik tipis 0,2% pada 2027—mengakhiri empat tahun deflasi.

Para ekonom sejak lama mendesak China beralih ke model pertumbuhan yang ditopang konsumsi, bukan investasi berbasis utang dan ekspor.

Para pemimpin China pun berjanji meningkatkan porsi konsumsi rumah tangga secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Saat ini, konsumsi rumah tangga hanya menyumbang 40% PDB—jauh di bawah Amerika Serikat yang mendekati 70%.

Beberapa penasihat pemerintah menyarankan target konsumsi 45% dalam lima tahun mendatang. Untuk mencapainya, China perlu reformasi struktural besar: memperkuat jaminan sosial serta melonggarkan sistem “hukou” (kartu keluarga internal) yang selama ini memperdalam ketimpangan kota–desa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post