News Komoditi & Global ( Senin, 24 November 2025 )
News Komoditi & Global ( Senin, 24 November 2025 )
Harga Emas Global Melemah karena Masih Diliputi Sentimen Negatif
Harga emas bergerak variatif pada awal perdagangan pekan ini, Senin (24/11/2025) setelah ditutup di kisaran US$4.000 per troy ounce pada perdagangan pekan lalu. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot masih terpantau melemah. Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS kontrak Desember 2025 terpantau melemah 0,32% atau 13,2 poin ke level 4.102,8 per troy ounce. Harga emas tercatat melemah 0,38% pekan lalu dan risiko penurunan masih berlanjut karena logam mulia ini masih diliputi sentimen negatif. Hal ini termasuk ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dalam pertemuan terakhir Federal Reserve tahun ini. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan probabilitas lebih dari 69% untuk pemangkasan suku bunga pada bulan depan. Namun banyak ekonom melihat peluang itu masih seimbang, 50:50, sehingga data ekonomi diperkirakan menjadi penentu utama beberapa minggu ke depan. Melansir Kitco, Senin (24/11/2025), Direktur Proptraderedge.com Kathy Lien mengatakan bahwa banyak sentimen negatif sudah tercermin dalam pasar sehingga data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dapat memberikan tekanan tambahan terhadap emas. “Dalam jangka pendek antara sekarang hingga tiga bulan, emas menjadi aset yang sangat banyak diperdagangkan. Arus kabar positif minggu depan bisa menjadi risiko tersendiri bagi emas,” jelasnya seperti dilansir dari Kitco News, Senin (24/11/2025). Lien menuturkan bahwa ia akan mencermati data penjualan perdana selama libur panjang Thanksgiving. Menurutnya, jika data menunjukkan daya beli konsumen masih kuat, The Fed berpeluang mempertahankan suku bunga pada Desember. Analis Komoditas Commerzbank Barbara Lambrecht juga mengambil posisi netral. Menurutnya, pasar emas masih akan menunggu arah yang lebih tegas dari The Fed. “Pemulihan ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi satu-satunya katalis yang dapat mengangkat harga emas,” katanya. Menurutnya, masih ada waktu bagi sejumlah data ekonomi tambahan untuk memengaruhi pasar sebelum pertemuan The Fed pada 9–10 Desember mendatang. Namun tanpa kenaikan kembali ekspektasi tersebut, harga emas cenderung bergerak stagnan.
Harga Minyak Dunia Jatuh ke Terendah Satu Bulan di Tengah Perundingan Damai Ukraina, Kekhawatiran Pasokan
Minyak AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar $57,60 pada hari Jumat pada saat berita ini ditulis, turun 1,90% pada hari ini. Minyak Mentah melanjutkan rentetan penurunan tiga harinya, meluncur di bawah level $58,00 saat para investor menilai kembali risiko geopolitik di Eropa Timur di tengah tanda-tanda bahwa kesepakatan perdamaian potensial di Ukraina mungkin sedang terbentuk.
Menurut beberapa laporan media, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah setuju untuk mengerjakan proposal yang didukung AS yang mencakup konsesi teritorial kepada Rusia dan pengurangan angkatan bersenjata Ukraina. Poin-poin ini, yang dianggap tidak dapat diterima hanya beberapa bulan yang lalu, memicu ekspektasi bahwa kompromi dapat muncul lebih cepat dari yang diprakirakan sebelumnya. Kemungkinan pelonggaran sanksi internasional terhadap Moskow akan meningkatkan pasokan Minyak global dan memperdalam tekanan bearish pada harga.
Perubahan ini bertepatan dengan penerapan sanksi baru AS terhadap Rosneft dan Lukoil, sebuah peristiwa yang sudah diprakirakan oleh pasar. Dalam skenario de-eskalasi diplomatik, langkah-langkah tersebut dapat dilonggarkan, semakin memperkuat ekspektasi peningkatan aliran Minyak mentah Rusia.
Di sisi permintaan, latar belakang tetap rapuh. Indikator-indikator ekonomi yang dirilis minggu ini memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan Desember, sementara Dolar AS (USD) tetap kuat. Greenback yang lebih kuat biasanya memberikan tekanan pada komoditas berdenominasi USD dengan membuatnya lebih mahal bagi para pembeli internasional.
Sementara itu, aliran Minyak Mentah AS terus menyesuaikan. Data terbaru dari Energy Information Administration (EIA) mengonfirmasi penurunan inventaris Minyak Mentah komersial yang didorong oleh ekspor yang kuat, sementara peningkatan stok bensin dan distilat menunjukkan permintaan domestik lebih lemah, menambah lapisan kerentanan lainnya pada pasar.
WTI tetap berada di bawah tekanan ke bawah yang luas selama momentum diplomatik antara Rusia dan Ukraina membaik dan permintaan global kesulitan untuk stabil. Setiap perkembangan cepat di bidang geopolitik dapat memicu volatilitas yang meningkat dalam jangka pendek.
Shutdown Gerus Ekonomi AS US$11 Miliar, Menkeu Bessent Yakin Prospek 2026 Cerah
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyebut penutupan pemerintahan atau government shutdown selama 43 hari merugikan ekonomi senilai US$11 miliar. Meskipun demikian, Pemerintah AS tetap optimistis prospek 2026 membaik berkat penurunan suku bunga dan pemotongan pajak. Bessent mengatakan dalam program Meet the Press NBC bahwa sejumlah sektor yang sensitif terhadap suku bunga, termasuk perumahan, memang memasuki fase resesi. Namun, dia tidak melihat risiko kontraksi bagi keseluruhan ekonomi AS. Dia menyalahkan sektor jasa—bukan tarif impor Presiden Donald Trump—sebagai penyebab utama inflasi, mengulang posisi lama pemerintahan Trump, serta menambahkan bahwa penurunan harga energi akan membantu meredam tekanan harga secara lebih luas. “Saya sangat, sangat optimistis untuk 2026. Kami telah menyiapkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inflasi rendah,” ujar Bessent, dikutip dari Reuters pada Senin (24/11/2025). Dia menambahkan harga energi turun pada Oktober, sementara penjualan rumah meningkat. Pemerintah, lanjutnya, terus bekerja keras menurunkan inflasi yang saat ini berada di kisaran 3% secara tahunan.
Kongres Sepakat Akhiri Shutdown AS, Tak Ada Jaminan Obamacare Berlanjut Senat AS Loloskan UU untuk Akhiri Shutdown, Trump Siap Intervensi Laju Kenaikan Harga Emas Tertahan, Pasar Nantikan Data Ekonomi Usai Shutdown AS Bessent menyebut inflasi di negara bagian yang dipimpin Partai Demokrat 0,5% lebih tinggi dibanding negara bagian yang dipimpin Partai Republik, yang menurutnya dipicu regulasi yang lebih ketat. Trump dalam beberapa pekan terakhir fokus pada isu keterjangkauan setelah Partai Demokrat menang dalam pemilu tingkat negara bagian dan lokal, serta tingkat persetujuannya turun ke 38%, level terendah sejak kembali menjabat, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru. Meski data terkini menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur akibat lemahnya permintaan imbas kenaikan harga karena tarif impor, Bessent tetap menampilkan nada optimistis. Survei konsumen University of Michigan pada Jumat juga mencatat meningkatnya frustrasi publik atas harga yang lebih tinggi. Sementara itu, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Kevin Hassett mengatakan kepada Fox News bahwa 2026 akan menjadi tahun yang positif, meskipun akan ada gangguan pada kuartal IV tahun ini akibat penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah. Perkiraan pertumbuhan kuartal IV/2025 telah dipangkas setengahnya, kata Hassett, memproyeksikan pertumbuhan 1,5%—2%. Peningkatan lapangan kerja manufaktur diperkirakan akan mendukung skenario optimistis untuk 2026. Bessent mengatakan keputusan pekan lalu untuk memangkas tarif impor makanan seperti pisang dan kopi merupakan hasil perjanjian dagang yang dinegosiasikan berbulan-bulan. “Inflasi adalah angka komposit dan kami melihat semua komponennya. Kami berusaha menekan hal-hal yang bisa kami kendalikan,” ujarnya. Pada Rabu pekan lalu, Trump menandatangani undang-undang yang mengakhiri penutupan pemerintahan terlama dalam sejarah AS, memperpanjang pendanaan hingga 30 Januari 2026 dan membuka peluang terjadinya kebuntuan baru antara Demokrat dan Republik tahun depan. Bessent mengatakan Partai Republik harus segera menghapus mekanisme filibuster jika Demokrat kembali menutup pemerintahan, tuntutan yang juga disuarakan Trump. Namun, dia menghindari pertanyaan apakah dukungan suara untuk langkah tersebut sudah mencukupi. Menurut Bessent, perubahan kebijakan seperti batas pajak lembur, pemotongan pajak atas tip dan jaminan sosial untuk kelompok tertentu, serta pengurangan pajak atas pinjaman mobil akan meningkatkan pendapatan riil pekerja dan mengimbangi biaya hidup yang lebih tinggi. Wajib pajak, tambahnya, akan menerima pengembalian pajak federal dalam jumlah besar pada kuartal I/2026 seiring penyesuaian tarif pajak baru. Bessent juga mengatakan pemerintahan Trump akan mengumumkan kebijakan baru pekan ini untuk menurunkan biaya layanan kesehatan, meski belum memberikan rincian. Dia menambahkan bahwa gelombang perjanjian dagang yang sedang diselesaikan juga akan mendorong pembukaan pabrik baru di seluruh AS.
Arah Wall Street Pekan Ini: Pasar Cermati Daya Beli AS pada Akhir Tahun
Investor mengalihkan fokus ke daya beli konsumen AS memasuki musim belanja akhir tahun seiring dengan melemahnya sentimen pasar saham AS sepanjang November 2025. Melansir Reuters pada Senin (24/11/2025), Reli saham terhenti pada November 2025 setelah indeks acuan S&P 500 turun lebih dari 4% sepanjang bulan. Kinerja kuartalan kuat dari raksasa semikonduktor Nvidia Corp pada Kamis (21/11/2025) gagal meredakan kegelisahan pasar yang diguncang kekhawatiran valuasi tinggi dan pertanyaan soal imbal hasil dari investasi korporasi besar-besaran di infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, kini menjadi fokus utama Wall Street. Pekan perdagangan akan terpotong oleh libur Thanksgiving pada Kamis, disusul Black Friday dengan diskon besar-besaran, kemudian Cyber Monday serta rangkaian promosi belanja akhir tahun. Sejumlah data terbaru menunjukkan penurunan sentimen konsumen, sementara indikator lainnya tertunda akibat penutupan pemerintahan. Kondisi ini membuat sinyal belanja saat musim liburan menjadi lebih krusial dari biasanya.
Chief Market Strategist Commonwealth Financial Network menuturkan, dari sisi sentimen, pembacaan data awal Black Friday dan Cyber Monday akan penting karena minimnya rilis yang tersedia. “Keseluruhan periode belanja akhir tahun akan menjadi tolok ukur penting tentang kondisi konsumen dan implikasinya terhadap ekonomi," jelasnya. Indeks S&P 500 masih naik 11% (year to date/YtD), tetapi telah terkoreksi lebih dari 5% dari rekor tertingginya pada akhir Oktober. Indeks volatilitas Cboe pada Kamis mencatat penutupan tertinggi sejak April. Performa pasar saham berpotensi memengaruhi belanja akhir tahun, terutama bagi kelompok berpendapatan tinggi yang memiliki eksposur besar di ekuitas. Meski mengalami gejolak, S&P 500 telah melesat lebih dari 80% sejak bull market terbaru dimulai tiga tahun lalu. “Jika terjadi koreksi, sebagian besar kekayaan kelompok berpendapatan tinggi berada di pasar saham. Akan menarik melihat apakah mereka tetap belanja seperti sebelumnya,” kata Global Equity Strategist Wells Fargo Investment Institute, Doug Beath. Bulan ini, National Retail Federation memperkirakan penjualan liburan AS untuk pertama kalinya menembus US$1 triliun. Namun, proyeksi pertumbuhan 3,7%—4,2% pada November—Desember lebih lambat dibanding 4,3% pada 2024. Michael Pearce, Deputy Chief U.S. Economist Oxford Economics menyebut, neraca rumah tangga berada pada posisi yang sangat kuat, tetapi pertumbuhan lapangan kerja yang melambat dapat menekan belanja liburan. “Faktor paling penting bagi belanja konsumen adalah kesehatan pasar tenaga kerja,” katanya. Data dari laporan ketenagakerjaan bulanan yang tertunda dan dirilis Kamis menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS menguat pada September. Namun tingkat pengangguran justru naik ke level tertinggi empat tahun, yakni 4,4%. Inflasi yang tetap tinggi, termasuk akibat kenaikan tarif impor, juga dapat membebani belanja, tambah Pearce. Musim belanja akhir tahun sangat krusial bagi peritel. Walmart pada Kamis menaikkan proyeksi tahunannya, sebagai sinyal optimisme jelang akhir tahun. Namun, laporan dari peritel lain pekan ini menunjukkan hasil yang beragam. Indikator lain soal konsumen akan terlihat dari rilis penjualan ritel AS untuk September pada Selasa, yang tertunda akibat penutupan pemerintah federal selama 43 hari. Masuknya tumpukan data yang tertahan dalam beberapa pekan ke depan berpotensi meningkatkan volatilitas pasar ketika investor menilai kesehatan ekonomi dan peluang Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga pada pertemuan 9—10 Desember 2025. Setelah laporan pekerjaan September—yang menjadi rilis terakhir sebelum pertemuan The Fed berikutnya—futures dana Fed pada Kamis malam mencerminkan peluang 67% bahwa bank sentral mempertahankan suku bunga stabil pada Desember, setelah dua kali pemangkasan masing-masing 25 bps pada pertemuan sebelumnya. Ekonom Morgan Stanley menyatakan mereka tidak lagi memperkirakan pemangkasan suku bunga pada Desember, namun memproyeksikan tiga kali penurunan pada 2026. “Jalur kebijakan suku bunga sangat bergantung pada data. Menurut kami, laporan yang bercampur membuat komite ingin melihat data tambahan sebelum mengambil langkah berikutnya," tulis para ekonom Morgan Stanley.
Terungkap: Jaringan Pencucian Uang Global Dukung Perang Rusia di Ukraina
Sebuah jaringan pencucian uang bernilai miliaran dolar yang beroperasi di seluruh Inggris membeli saham pengendali di sebuah bank Kyrgyzstan untuk memfasilitasi penghindaran sanksi dan mendukung perang Rusia di Ukraina, menurut National Crime Agency (NCA) Inggris pada Jumat (21/11/2025).
Dalam pembaruan atas penyelidikan internasional terhadap jaringan pencucian uang Rusia yang dikenal sebagai “Operation Destabilise”, NCA menyoroti skala jaringan yang sedang mereka bongkar.
Jaringan yang mengubah uang tunai hasil kejahatan jalanan menjadi aset kripto dan mengaitkan perdagangan narkoba lokal dengan kriminal terorganisir dan aktivitas yang disponsori negara.
Pada Desember tahun lalu, NCA dan Departemen Keuangan AS menyoroti TGR dan Smart, dua jaringan yang disebut digunakan oleh orang kaya Rusia untuk menghindari sanksi, dan menurut otoritas Inggris, jaringan tersebut juga mencuci uang bagi pengedar narkoba, kriminal, dan mata-mata melalui skema “tukar tunai menjadi kripto”.
Fase Kedua Operasi Destabilise
Dalam operasi penindakan global, NCA dan mitra penegak hukum di AS, Prancis, Spanyol, dan Irlandia telah menangkap 128 orang hingga saat ini. Lebih dari 25 juta pound (US$33 juta) uang tunai dan aset kripto telah disita di Inggris saja, kata NCA.
Departemen Keuangan AS mengatakan pada Desember lalu bahwa mereka telah menjatuhkan sanksi terhadap anggota kelompok tersebut, yang diduga membantu elite Rusia menggunakan kripto untuk menghindari sanksi yang diberlakukan setelah invasi ke Ukraina pada Februari 2022.
NCA mengatakan TGR terkait dengan pembelian saham mayoritas di Keremet Bank, lembaga keuangan Kyrgyzstan yang telah dikenai sanksi oleh AS.
Departemen Keuangan AS pada Januari menyatakan bahwa penjualan saham oleh kementerian keuangan Kyrgyzstan tersebut bertujuan “menciptakan pusat penghindaran sanksi” untuk pembayaran perdagangan Rusia.
Keremet Bank mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
NCA menambahkan bahwa kepemilikan saham Keremet Bank yang diyakini memfasilitasi pembayaran lintas batas untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor pertahanan, kedirgantaraan, dan teknologi Rusia dipegang oleh perusahaan yang terkait dengan George Rossi.
Otoritas Inggris dan AS meyakini Rossi, warga negara Ukraina yang telah dikenai sanksi oleh AS, merupakan kepala jaringan TGR.
Reuters belum dapat menghubungi Rossi.
“Hari ini kami dapat mengungkap betapa luasnya operasi jaringan ini dan menarik garis yang menghubungkan kejahatan di komunitas kita, sindikat kriminal yang canggih, dan aktivitas yang disponsori negara,” kata Sal Melki, Deputi Direktur Kejahatan Ekonomi NCA.
PLTN Terbesar di Dunia Siap Aktif Lagi? Jepang Menunggu Keputusan Ini
Gubernur Prefektur Niigata, Hideyo Hanazumi, diperkirakan akan mengumumkan pada Jumat apakah ia menyetujui restart parsial Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa, fasilitas nuklir terbesar di dunia.
Langkah ini menjadi salah satu kunci bagi Jepang yang berupaya menghidupkan kembali sektor nuklir dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Persetujuan dari Hanazumi akan menghapus hambatan besar terakhir bagi operator pembangkit, Tokyo Electric Power Company (TEPCO), untuk melanjutkan rencana mengoperasikan kembali satu atau dua reaktor terbesar di kompleks tersebut.
Restart Pertama untuk TEPCO Sejak Bencana Fukushima
Jika disetujui, ini akan menjadi restart pertama TEPCO sejak tsunami Maret 2011 yang menghancurkan PLTN Fukushima Daiichi, peristiwa yang memicu penutupan seluruh 54 reaktor yang beroperasi saat itu.
Penutupan tersebut membuat Jepang sangat bergantung pada impor energi fosil, sehingga rentan terhadap gangguan produksi dan gejolak pasokan global.
Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang baru menjabat bulan lalu, menyatakan dukungannya terhadap lebih banyak pengoperasian ulang reaktor nuklir untuk memperkuat keamanan energi dan menekan biaya impor energi, yang saat ini menyumbang 60–70% kebutuhan listrik Jepang.
“Restart ini sangat penting untuk mengurangi risiko kekurangan pasokan listrik, menekan harga listrik, dan mengamankan sumber daya energi rendah karbon,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara pada Jumat.
Dari 54 reaktor sebelum Fukushima, Jepang hanya mengoperasikan kembali 14 dari 33 yang masih layak dioperasikan.
Keputusan Gubernur Ditunggu, Isu Keamanan Jadi Sorotan
Hanazumi dijadwalkan mengumumkan keputusannya pada pukul 16.00 waktu setempat (07.00 GMT). Namun, belum jelas apakah keputusan tersebut akan dipengaruhi oleh laporan regulator nuklir pada Kamis yang mengungkap kelalaian dalam pengelolaan dokumen keamanan sensitif di PLTN Kashiwazaki-Kariwa.
Jika lampu hijau diberikan, TEPCO berencana mengaktifkan kembali unit No. 6 dan No. 7, yang memiliki kapasitas gabungan 2.710 megawatt, atau sekitar sepertiga dari total kapasitas PLTN sebesar 8.212 MW. TEPCO juga telah menyatakan akan mendecommission beberapa dari lima unit lainnya.
Pembangunan Reaktor Baru di Jepang Mulai Dibahas
Pada Juli lalu, Kansai Electric Power, operator nuklir terbesar di Jepang, mengatakan pihaknya akan memulai survei untuk mempertimbangkan pembangunan reaktor baru di Jepang barat—yang akan menjadi pembangkit pertama yang direncanakan sejak bencana Fukushima.
Di pasar saham, saham TEPCO turun 1,3% pada Jumat, namun masih tampil lebih baik dibandingkan penurunan 2,3% pada indeks Nikkei 225, setelah laporan regulator nuklir sehari sebelumnya.
Konser Musisi Jepang di China Dibatalkan Imbas Ketegangan Diplomatik
Sejumlah konser musisi Jepang di berbagai kota besar China mendadak dibatalkan pekan ini, menyusul memanasnya ketegangan diplomatik antara Beijing dan Tokyo.
Salah satu korban kebijakan ini adalah Yoshio Suzuki, musisi jazz legendaris berusia 80 tahun, yang tengah melakukan pemeriksaan suara bersama band-nya untuk beberapa penampilan di Beijing.
“Kurang dari satu menit, pemilik tempat datang dan mengatakan polisi menyatakan semua konser dengan orang Jepang dibatalkan, tanpa ada negosiasi,” ujar Christian Petersen-Clausen, promotor konser asal Norwegia yang telah tinggal di China selama 13 tahun.
Pembatalan masif ini dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, bulan ini. Takaichi menyebut bahwa serangan China terhadap Taiwan yang mengancam Jepang bisa memicu respons militer Tokyo.
Taiwan, yang memiliki pemerintahan demokratis, dianggap China sebagai wilayahnya. China menanggapi pernyataan tersebut dengan langkah-langkah ekonomi, termasuk boikot perjalanan ke Jepang dan larangan impor produk laut Jepang, dan kini merambah ranah budaya.
Suzuki dan kuintetnya telah melalui proses panjang untuk mendapatkan visa pertunjukan di China. Petersen-Clausen mengatakan, band tersebut “sangat antusias untuk tampil di China” namun merasa “hancur” setelah menerima kabar pembatalan.
Lebih lanjut, otoritas China memberi peringatan kepada venue musik bahwa konser musisi Jepang sepanjang sisa 2025 bisa dibatalkan, dan pengajuan baru untuk penampilan Jepang tahun depan tidak diperbolehkan. Promotor juga dilarang mengirim informasi promosi tentang konser artis Jepang kepada penggemar.
Pembatalan mendadak lainnya termasuk konser penyanyi Jepang KOKIA di Beijing pada Rabu malam, yang memicu keluhan dari para penggemar di media sosial.
Video yang beredar menunjukkan kerumunan penggemar yang marah meminta pengembalian uang tiket. Konser rapper Jepang KID FRESINO di China juga ditunda tanpa batas waktu.
China dikenal menggunakan boikot budaya sebagai alat tekanan ekonomi dalam sengketa diplomatik. Contohnya, sejak sengketa misil THAAD 2016, tidak ada boyband K-pop besar yang diizinkan tampil, sementara drama Korea dan produk budaya lainnya masih dibatasi di platform China.
Petersen-Clausen menambahkan, pembatalan konser ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk penerbangan dan pemesanan hotel yang dibatalkan serta pengurangan jam kerja staf pendukung lokal.
Konser musik juga menjadi wadah penting bagi banyak generasi muda China untuk melepas tekanan hidup dan pekerjaan, yang biasanya tidak terlalu memperhatikan politik internasional.
“Sentimen anti-Jepang memang terkadang muncul di dunia maya, tapi kami tidak melihatnya di konser-konser ini,” ujar Petersen-Clausen. “Tidak pernah ada yang membawa politik ke momen-momen tersebut.”
Ilmuwan Nuklir Iran Diam-Diam Kunjungi Rusia, Pelajari Teknologi Laser untuk Senjata Nuklir
Media Financial Times pada Rabu (19/11/2025) memuat laporan eksklusif soal kunjungan rahasia sejumlah ilmuwan dan ahli nuklir ke Rusia pada akhir tahun lalu guna mencari teknologi laser yang berpotensi diaplikasikan ke senjata nuklir. Laporan FT merujuk pada dokumen-dokumen, korespondensi, dan catatan perjalanan.
Pertemuan rahasia yang kedua selama 2024 itu dilaporkan terjadi antara Institut Penelitian Militer Rusia dan Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan Iran (SPND), organisasi yang dituduh oleh Amerika Serikat (AS) memimpin riset-riset senjata nuklir Iran pada masa lalu. Menurut laporan FT, Damavand-Tech, teridentifikasi sebagai perusahaan SPND, mengorganisasikan perjalanan pada November 2024 untuk delegasi ahli laser Iran dari Teheran ke St. Petersburg.
"Para ilmuwan itu melakoni beberapa kali perjalanan dengan paspor diplomatik yang diterbitkan untuk tujuan tertentu oleh Kementerian Luar Negeri," demikian laporan FT, dilansir Jerusalem Post.
Delegasi itu dilaporkan mengunjungi sebuah fasilitas milik perusahaan Rusia, Laser Systems, perusahaan yang mengembangkan teknologi multiguna untuk kepentingan sipil dan militer. Catatan akademik dan institusional mengindikasikan para pelancong bukanlah pegawai Damavand-Tech, melainkan para fisikawan dan insinyur dari universitas-universitas di Iran dan pusat penelitan terkait pertahanan, termasuk Universitas Shahid Beheshti dan Universitas Teknologi Malek Ashtar, dan sebuah institusi di bawah Kementerian Pertahanan.
FT mengutip Jim Lamson, peneliti senior di James Martin Center for Nonproliferation Studies yang juga bekas analis CIA, mengatakan, delegasi Iran sepertinya "Mencari teknologi dan ahli laser yang bisa membantu mereka memvalidasi sebuah desain senjata nuklir tanpa perlu menggelar tes ledakan.”
Kunjungan pertama
Sebelumnya pada Agustus 2024, juga berdasarkan laporan FT, sekelompok ilmuwan Iran yang terkait dengan program senjata nuklir Teheran mengunjungi Rusiauntuk mendapatkan teknologi nuklir yang secara potensial bisa diterapkan untuk kepentingan militer. Dilansir Moscow Times, pada Selasa (5/8/2025), para ilmuwan itu terdiri atas lima anggota delegasi yang dipimpin oleh fisikawan nuklir Ali Kalvand, yang adalah figur senior di SPND.
Kalvand dan timnya, dilaporkan bertemu dengan para peneliti dari Rusia dan mengunjungi perusahaan-perusahaan yang khusus memproduksi teknologi sensitif. Selama kunjungan itu, para ilmuwan Iran dilaporkan mengoleksi informasi terkait tritium, sebuah isotop yang digunakan baik untuk kepentingan sipil dan militer, termasuk untuk pengembangan hulu ledak nuklir.
Dalam sebuah surat sebelum kunjungan, sebuah firma Iran, Damavand-Tech juga meminta pasokan tritium, strontium-90 dan nickel-63 dari penyuplai di Rusia. Meski belum jelas apakah permintaan itu kemudian dikirim ke Teheran oleh pihak Rusia, ahli proliferasi kepada FT menilai bahwa pertemuan melibatkan SPND saja sudah bisa memicu kekhawatiran.
Para delegasi Iran dilaporkan mengunjungi pusat penelitian elektornik dan nuklir Rusia yang terkait dengan Oleg Maslennikov, seorang fisikawan yang terkenal lewat hasil kerjanya atas klystrons, sebuah alat yang digunakan untuk mengakselerasi partikel dan mendiagnosis nuklir. Salah satu perusahaan yang dikunjungi delegasi Iran, Toriy, diketahui memproduksi akselerator elektron dan klystrons, materi yang sama untuk digunakan dalam simulasi tes nuklir.
Salah satu delegasi Iran, Rouhollah Azimirad, adalah seorang ahli radiasi di Universitas Malek Ashtar, sebuah institusi yang juga disanksi oleh Uni Eropa akibat keterkaitan mereka dengan militer. Delegasi lainnya, Soroush Mohtashami, berspesialiasi di bidang generator neutron, komponen kunci dari beberapa tipe dari senjata nuklir.
Sejak lama Rusia menentang Iran memiliki senjata nuklir, namun analis kini menilai bahwa, Moskow kini lebih bersedia membagi pengetahuan sensitif sebagai bagian dari pergeseran aliansi global. Baik pemerintah Iran dan Rusia tidak merespons upaya konfirmasi dari Financial Times.
Putin: Ukraina Dipimpin oleh Geng Kriminal yang Duduk di Toilet Emas
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan para pemimpin Ukraina telah berubah menjadi "geng kriminal" yang tidak peduli dengan negara mereka sambil duduk di toilet emasnya. Putin menyampaikan komentarnya tersebut pada hari Kamis saat mengunjungi pos komando pasukan yang bertempur dalam perang melawan pasukan Ukraina. Dalam pidatonya kepada para komandan "Kelompok Barat", Putin menyinggung krisis korupsi besar-besaran yang terjadi di Ukraina, dan mengkritik keras para pemimpin negara tersebut.
Sedang Perang Melawan Rusia, 2 Menteri Ukraina Malah Korupsi Besar-besaran "Ini bukan kepemimpinan politik Ukraina. Ini geng kriminal yang memegang kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri," katanya, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (21/11/2025). "Jelas bagi semua orang bahwa orang-orang ini, yang duduk di toilet emas mereka, sama sekali tidak memikirkan nasib rakyat jelata di Ukraina atau nasib tentara biasa," lanjut Putin, merujuk pada Timur Mindich—sekutu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang melarikan diri dari negara itu beberapa jam sebelum dia dijadwalkan ditangkap atas tuduhan pemerasan—yang memiliki toilet berlapis emas di apartemen elite-nya di Kyiv. Skandal korupsi besar-besaran terungkap di Ukraina pekan lalu ketika Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) yang didukung Barat—yang telah gagal diambil alih oleh Zelensky pada bulan Juli—mengumumkan penyelidikan terhadap "organisasi kriminal tingkat tinggi" yang diduga dipimpin oleh Mindich. Geng kriminal tersebut diduga menggelapkan sekitar USD100 juta suap dari operator nuklir milik negara Energoatom, yang sangat bergantung pada bantuan asing. Meskipun Mindich lolos dari NABU, sejumlah tokoh penting lainnya terlibat dalam skandal korupsi—yang menyebabkan lengsernya Menteri Kehakiman German Halushchenko dan Menteri Energi Svetlana Grinchuk. Orang-orang yang diyakini terkait dengan skema korupsi ini antara lain tangan kanan Zelensky, Andrey Yermak, mantan menteri pertahanan dan kepala Dewan Keamanan Nasional petahana, Rustem Umerov, serta mantan Wakil Perdana Menteri Oleksiy Chernyshov. Moskow mengatakan kasus korupsi terbaru ini telah membuktikan bahwa sudah saatnya bagi negara-negara Barat pendukung Kyiv untuk akhirnya menyadari bahwa dana yang mereka salurkan ke Ukraina akhirnya dicuri. "Rezim Kyiv jelas-jelas keluar jalur," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. "Itu bukan lagi urusan internal Ukraina. Itu uang asing yang dicuri."
Seteru Memanas, 'Senjata' China Ini Bisa Bikin Jepang Tekor Rp20 Triliun
Jepang menghadapi potensi kerugian sebesar USD1,2 miliar (lebih dari Rp20 triliun) terhadap penerimaan pariwisatanya karena wisatawan China membatalkan rencana liburan menyusul memanasnya perseteruan diplomatik. Travel alert atau peringatan perjalanan dari Beijing tersebut bisa menjadi "senjata" ampuh yang merusak ekonomi Tokyo. Ini belum pemberlakuan kembali larangan impor seafood asal Jepang. Sekitar 30 persen dari 1,44 juta perjalanan China-Jepang yang direncanakan hingga Desember telah dibatalkan setelah Beijing mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke negara tetangganya. Angka itu berasal dari perusahaan data perjalanan China Trading Desk, yang dikutip Bloomberg, Jumat (21/11/2025). Seteru China vs Jepang Memanas, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya CEO China Trading Desk Subramania Bhatt mengatakan sekitar 70 persen penurunan tersebut berasal dari pembatalan atau penundaan keberangkatan langsung, sementara pemesanan baru telah sepenuhnya mengering. Timnya memperkirakan gelombang pembatalan telah memangkas setidaknya USD500 juta dari pengeluaran wisatawan yang diharapkan—angka yang dapat meningkat lebih dari dua kali lipat pada akhir tahun 2025. Wisatawan China, catatnya, biasanya menghabiskan lebih dari USD900 juta per bulan di Jepang. “Kami melihat guncangan yang sangat tajam pada permintaan Jepang dari China,” kata Bhatt kepada Bloomberg. “Pemberitahuan saat ini yang secara eksplisit melarang perjalanan ke Jepang merupakan sikap yang jauh lebih kuat daripada yang telah kita lihat dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya. Perlambatan mendadak ini terjadi di saat perekonomian Jepang sedang rapuh. Peringatan perjalanan Beijing menyusul komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi yang mengaitkan potensi konflik Taiwan dengan kemungkinan pengerahan pasukan militer Jepang—pernyataan yang membuat marah China dan memicu pembalasan, termasuk penangguhan impor seafood. Pariwisata, pilar utama pemulihan pascapandemi Jepang, kini merasakan tekanan. Agen-agen perjalanan mengatakan anjuran untuk menghindari Jepang ditanggapi dengan serius. Tur grup dan paket—andalan perjalanan keluar China—menyumbang hingga setengah dari total pemesanan yang hilang, sementara perjalanan wisata individu menyumbang 22 persen lainnya. Maskapai besar China dan Cathay Pacific telah membebaskan biaya pembatalan untuk rute Jepang, yang memicu penarikan lebih lanjut. Bloomberg melaporkan bahwa setidaknya dua agen perjalanan milik negara China telah membatalkan pemesanan grup yang dibuat beberapa bulan sebelumnya untuk melindungi diri dari risiko kebijakan dan perubahan sentimen publik. Penurunan ini juga membalikkan pemulihan yang sebelumnya menggembirakan. Sebelum peringatan perjalanan dikeluarkan Beijing, pemesanan perjalanan China-Jepang hingga tahun 2025 berjalan sekitar 25 persen di atas level tahun lalu. Gerbang terpopuler Jepang—Tokyo dan Osaka—mengalami dampak terparah, dengan pembatalan terkonsentrasi pada penerbangan dari Shanghai, Beijing, dan Guangzhou. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh hotel dan operator tur. Wisatawan China menyumbang sekitar seperempat dari total kedatangan tahunan Jepang dan menyumbang 27 persen dari pengeluaran masuk antara Juli dan September, menurut data pemerintah. Pelemahan yen telah meningkatkan konsumsi barang mewah, dengan pembeli China mendorong permintaan barang mewah jauh di atas tingkat pra-pandemi. Namun, pengeluaran barang mewah bisa turun hingga USD600 juta tahun depan jika penurunan ini berlanjut, menurut China Trading Desk. Semakin lama perseteruan diplomatik berlanjut, semakin besar pula dampaknya. Bhatt memperingatkan bahwa jika wisatawan China daratan terus menjauh hingga tahun 2026, Jepang bisa menghadapi kerugian kumulatif hingga USD9 miliar. Namun, dia mencatat satu tanda kecil optimisme: meskipun rencana perjalanan akhir tahun dibatalkan, pemesanan untuk bulan Januari tetap stabil. “Hal ini menunjukkan banyak pelancong masih berharap situasi akan membaik pada saat itu,” ujarnya.
Takut Ditemukan China, AS Ngebut Cari 2 Pesawat Militernya yang Jatuh di Laut China Selatan
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengakui sedang berpacu dengan waktu untuk menemukan dua pesawat militernya yang jatuh di Laut China Selatan hampir sebulan lalu. Upaya ini dilakukan di tengah kekhawatiran Beijing bisa menemukan kedua pesawat militer itu mengingat kedekatan lokasi geografisnya. Kedua pesawat militer tersebut, helikopter MH-60R Seahawk dan F/A-18F Super Hornet yang sama-sama beroperasi dari kapal induk USS Nimitz jatuh dalam rentang waktu setengah jam pada 26 Oktober. Presiden Donald Trump menduga kecelakaan beruntun itu disebabkan oleh bahan bakar pesawat yang terkontaminasi. Namun, penyebab pasti kecelakaan tersebut masih belum jelas. Baca Juga: Helikopter dan Jet Tempur AS Jatuh di Laut China Selatan "USNS Salvor (T-ARS 52), sebuah kapal penyelamat kelas Safeguard yang dioperasikan oleh Military Sealift Command, sedang berada di lokasi kejadian dan melakukan operasi untuk mendukung upaya pemulihan," ujar Matthew Comer, juru bicara Armada ke-7 Angkatan Laut AS, pada hari Kamis. Dia tidak memberikan detail lebih lanjut tentang lokasi USNS Salvor, apakah salah satu atau kedua pesawat telah ditemukan, atau pun jadwal pemulihan. Dalam email pada 14 November, Comer memberi tahu bahwa Angkatan Laut AS telah mulai memobilisasi unit-unit yang akan digunakan untuk memverifikasi lokasi dan menemukan pesawat tersebut. Menurut situs pelacakan kapal MarineTraffic.com, posisi terbaru USNS Salvor, sejak 9 November, berada tepat di sebelah timur Pulau Palawan, Filipina, di Laut China Selatan. MarineTraffic melaporkan bahwa kapal tersebut meninggalkan Filipina pada 8 November menuju Guam, tetapi belum jelas lokasinya saat ini. Mengingat ketegangan dan sengketa wilayah Laut China Selatan serta kedekatan lokasinya dengan China, operasi AS ini sangat mendesak untuk memastikan pesawat-pesawat tersebut, atau komponen-komponennya, tidak jatuh ke tangan China. Beijing memiliki aset yang sangat besar di kawasan tersebut, dan banyak yang dapat menangani berbagai upaya pemulihan. Kedalaman Laut China Selatan juga tidak terlalu dalam, sehingga memudahkan operasi pemulihan. Seperti AS, China memiliki program eksploitasi materiil asing atau FME yang bertujuan memulihkan persenjataan untuk keperluan analisis intelijen dan pengembangan. Mengutip The War Zone, Jumat (21/11/2025), jet tempur F/A-18E dilengkapi dengan komponen-komponen sensitif, seperti radar pemindai elektronik aktif AN/APG-79, rangkaian peperangan elektronik, peralatan identifikasi kawan atau musuh, dan sistem komunikasi serta berbagi data, serta perangkat lunak yang menjalankan semuanya. Armada F/A-18E/F Angkatan Laut yang ada juga telah mengalami upgrade signifikan dalam beberapa tahun terakhir, karena Angkatan Laut berencana untuk terus mengoperasikan jet-jet ini sebagai komponen inti dari sayap udara kapal induknya selama bertahun-tahun mendatang. Sedangkan MH-60R adalah helikopter pemburu kapal selam milik Angkatan Laut AS. Ia dilengkapi dengan sensor sensitif, sistem penanggulangan, komunikasi, komputer, dan banyak lagi yang akan sangat menarik bagi musuh asing, terutama pesaing utama Angkatan Laut Amerika, yakni China. Lantaran pentingnya peralatan dari dua pesawat militer yang jatuh ke laut itu, Angkatan Laut AS mengirimkan USNS Salvor. “Keuntungan terbesar Angkatan Laut dengan kami di Salvor adalah kami siap siaga dengan ruang dekompresi di kapal untuk penyelam, dan kami memiliki kemampuan angkat berat,” ujar Kapten Mike Flanagan, seorang pelaut sipil dan nakhoda USNS Salvor. “Kapal ini sangat kokoh. Dengan derek angkat 40 ton kami, kami dapat mengangkat benda-benda besar dan berat dari dasar laut," paparnya.
Taiwan Rilis Panduan Krisis Hadapi Invasi China, Mau Perang?
Otoritas Taiwan merilis panduan krisis dalam menghadapi ancaman bencana alam dan invasi China, yang dibagikan kepada jutaan rumah di seluruh wilayahnya. Panduan ini menjelaskan cara-cara menghadapi situasi krisis jika terjadi serangan udara dan bencana alam yang menghancurkan.
Pemerintah Taipei, seperti dilansir AFP, Jumat (21/11/2025), mulai menyelipkan booklet berwarna oranye setebal 32 halaman itu ke bawah pintu rumah dan ke dalam kotak surat warganya sepanjang pekan ini, dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang potensi bahaya yang mungkin terjadi.
Namun, para pengkritik menyebut buku panduan krisis itu sebagai pemborosan uang pajak.
Panduan berjudul "Jika Terjadi Krisis" ini, menjadi bagian dari upaya Presiden Lai Ching-te untuk mempersiapkan 23 juta jiwa penduduk Taiwan menghadapi bencana atau konflik yang mungkin terjadi.
Presiden Taiwan Unggah Foto Makan Sushi, Tunjukkan Dukungan untuk Jepang
Panduan ini memberikan saran tentang segala hal, mulai dari cara menyiapkan "tas darurat" hingga apa yang harus dilakukan ketika sirene serangan udara berbunyi dan cara memberikan pertolongan pertama.
Panduan itu juga memberikan peringatan soal "pasukan asing yang bermusuhan" yang dapat menggunakan disinformasi untuk melemahkan tekad mereka dalam mempertahankan Taiwan jika China menyerang.
"Jika terjadi invasi militer ke Taiwan, klaim apa pun bahwa pemerintah telah menyerah atau bahwa negara telah dikalahkan adalah salah," tegas panduan krisis itu.
Panduan krisis versi cetak terbaru ini menjadi momen pertama pemerintah Taipei memiliki pedoman darurat dalam bentuk cetak untuk publik, setelah sebelumnya menerbitkannya secara online.
"Salinan cetak memastikan bahwa... para lansia di area-area pedesaan atau siapa pun yang tidak memiliki akses ke perangkat digital tetap dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan," kata Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, kepada para anggota parlemen.
Pembagian panduan krisis itu disambut baik sejumlah warga Taiwan. "Saya berharap kita tidak akan pernah membutuhkannya, tetapi rasanya melegakan untuk memilikinya," kata seorang warga Taipei, Jay Tsai, yang berusia 31 tahun dan berprofesi sebagai spesialis animasi 3D saat berbicara kepada AFP.
"Saya pikir ini cukup membantu," ujar seorang tokoh masyarakat Taiwan, Chi Chien-han, yang berusia 43 tahun. "Ini mengingatkan kita untuk tetap waspada daripada bersikap seolah-olah tidak ada yang penting," imbuhnya.
Namun ada juga warga yang melontarkan kritikan. Seorang pemimpin komunitas lainnya, Chiang Chu-hsuan, yang berusia 60 tahun menganggap panduan semacam itu merupakan "pemborosan uang" dan mengatakan Presiden Lai harus berusaha keras untuk "menghindari perang".
Kritikan juga datang dari seorang legislator Taiwan, Yeh Yuan-chih, dari partai oposisi utama Kuomintang yang mengadvokasi hubungan lebih hangat dengan China. Yeh mempertanyakan biaya percetakan dan pengiriman booklet panduan krisis tersebut.