News Komoditi & Global ( Kamis, 29 Januari 2026 )
News Komoditi & Global
( Kamis, 29 Januari 2026 )
Harga Emas Global Kian Kuat di Tengah Ketidakpastian
Harga emas dunia melonjak tajam dan nyaris menembus level psikologis US$ 5.400 per ons pada Rabu (28/1/2026).
Lonjakan ini menegaskan reli emas yang terus menguat sepanjang bulan ini, didorong meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Emas spot tercatat naik sekitar 4% ke posisi US$ 5.393,19 per ons pada pukul 16.08 waktu AS. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 4,3% di level US$5.303,60 per ons.
Pasar relatif tidak bereaksi terhadap keputusan bank sentral AS (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya, sesuai ekspektasi pelaku pasar. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell usai rapat kebijakan juga tidak banyak memengaruhi pergerakan harga emas.
Menurut Wakil Presiden sekaligus analis senior logam mulia Zaner Metals, Peter Grant, reli harga logam mulia saat ini bergerak sangat kuat.
Meski emas dinilai sudah berada di area jenuh beli dan rentan koreksi, minat beli yang tetap kuat setiap kali harga terkoreksi masih membuka peluang kenaikan lanjutan dengan target berikutnya di kisaran US$5.400 per ons.
The Fed sebelumnya menegaskan inflasi masih berada di atas target 2% meskipun pertumbuhan ekonomi AS dinilai solid.
Dua pejabat The Fed, Christopher Waller dan Stephen Miran, bahkan memberikan suara berbeda dengan mengusulkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Pelaku pasar menilai emas tetap atraktif meski kebijakan moneter AS cenderung stagnan. Emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang biasanya berkinerja baik saat suku bunga rendah dan ketidakpastian meningkat.
Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 25%, melanjutkan tren penguatan tajam sejak tahun lalu.
Sentimen positif juga datang dari sektor kripto. Tether berencana mengalokasikan sekitar 10% hingga 15% portofolio investasinya ke emas fisik, menambah cadangan emas yang selama ini menopang sebagian produknya.
Tak hanya emas, harga perak juga ikut menguat. Perak spot naik 3,3% ke level US$116,69 per ons, setelah mencetak rekor tertinggi di US$117,69 pada awal pekan.
Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak lebih dari 60%, meski analis menilai ada potensi koreksi jangka pendek.
Harga platinum naik 2,5% ke US$ 2.707,67 per ons, sementara palladium melesat 7,2% ke US$ 2.073,50 per ons, mencerminkan kuatnya minat investor terhadap logam mulia secara keseluruhan.
Harga Minyak Dunia Bertahan di Level Tertinggi, Dipicu Ketegangan Iran & Dolar AS Melemah
Harga minyak dunia bertahan di level tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir, didorong meningkatnya kekhawatiran geopolitik terkait Iran serta melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026), harga minyak Brent naik 83 sen atau 1,23% ke level US$ 68,40 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) menguat 82 sen atau 1,31% menjadi US$ 63,21 per barel.
Secara bulanan, kedua acuan minyak tersebut mencatat kenaikan terbesar sejak Juli 2023. Brent diperkirakan melonjak sekitar 12%, sedangkan WTI naik sekitar 10%.
Sentimen pasar menguat setelah Presiden AS Donald Trump kembali menekan Iran agar bersedia berunding terkait program nuklirnya. Trump memperingatkan bahwa serangan AS berikutnya akan jauh lebih besar jika kesepakatan tidak tercapai.
Iran merespons dengan menegaskan akan melawan dengan kekuatan penuh jika diserang. Situasi kian memanas setelah sebuah kapal induk AS beserta armada pendukungnya tiba di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, pasar juga mencermati peluang meredanya konflik Rusia dan Ukraina. Negosiasi trilateral antara Rusia, Ukraina, dan AS dijadwalkan kembali digelar di Abu Dhabi pada 1 Februari mendatang.
Selain faktor geopolitik, harga minyak turut ditopang oleh penurunan tak terduga stok minyak mentah AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat persediaan minyak mentah turun 2,3 juta barel menjadi 423,8 juta barel pada pekan yang berakhir 23 Januari.
Angka ini berbanding terbalik dengan perkiraan analis yang memproyeksikan kenaikan 1,8 juta barel.
Penurunan stok tersebut dipicu oleh kuatnya ekspor minyak mentah AS serta turunnya volume impor. Namun, badai musim dingin yang melanda sebagian besar wilayah AS turut menekan infrastruktur energi.
Produksi minyak domestik sempat turun sekitar 600.000 barel per hari atau sekitar 4% dari total produksi nasional, meski produsen mulai mengaktifkan kembali sumur-sumur minyak.
Dari sisi eksternal, melemahnya dolar AS juga menjaga harga minyak tetap tinggi. Nilai dolar mendekati level terendah dalam empat tahun terhadap sekeranjang mata uang utama, sehingga komoditas berbasis dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Bank Sentral AS (The Fed) sendiri memutuskan menahan suku bunga, dengan alasan inflasi masih relatif tinggi meski pertumbuhan ekonomi tetap solid.
Sementara itu, gangguan produksi di Kazakhstan turut memperkuat reli harga minyak. Meski negara anggota OPEC+ tersebut berharap produksi di ladang Tengiz dapat pulih bertahap dalam sepekan, sejumlah sumber menyebut proses pemulihan berpotensi memakan waktu lebih lama.
Indeks S&P 500 Turun Tipis Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga Sesuai Ekspektasi
Pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung terbatas pada perdagangan Rabu (28/1/2026), seiring respons investor yang relatif tenang setelah Bank Sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed memutuskan menahan suku bunga acuan sesuai ekspektasi pasar.
Melansir Reuters, Indeks S&P 500 ditutup melemah tipis 0,01% ke level 6.977,87. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 0,17% ke posisi 23.857,83, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,03% ke level 49.015,96.
S&P 500 sempat menembus level psikologis 7.000 untuk pertama kalinya pada sesi perdagangan tersebut sebelum berbalik melemah.
The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%. Dalam pernyataan resminya, bank sentral menyebut inflasi masih berada di level tinggi, meski pertumbuhan ekonomi tetap solid.
The Fed juga menilai pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, sekaligus menghapus pernyataan sebelumnya terkait meningkatnya risiko penurunan lapangan kerja.
Dari total pembuat kebijakan, delapan dari 10 pejabat The Fed sepakat mempertahankan suku bunga. Pasca pengumuman tersebut, pelaku pasar meningkatkan spekulasi bahwa pemangkasan suku bunga baru berpeluang dilakukan pada Juni, namun kecil kemungkinan terjadi lebih cepat.
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan pihaknya masih akan bergantung pada data ekonomi dalam menentukan arah kebijakan selanjutnya.
Ia juga menyebut risiko kenaikan inflasi maupun risiko pelemahan pasar tenaga kerja saat ini sama-sama mereda, meski belum cukup kuat untuk mendorong perubahan kebijakan.
“Baik investor yang optimistis maupun pesimistis keluar dari konferensi pers dengan pandangan yang relatif sama,” ujar Michael James, equity sales trader Rosenblatt Securities.
Menurutnya, inflasi masih tergolong membandel, sementara kondisi ketenagakerjaan belum berubah signifikan untuk mendorong langkah agresif dari The Fed.
Selain menanti arah kebijakan moneter, perhatian investor mulai beralih ke musim laporan keuangan emiten teknologi besar.
Meta Platforms, Microsoft, dan Tesla dijadwalkan merilis kinerja keuangan setelah penutupan pasar, menandai dimulainya laporan keuangan kelompok “Magnificent Seven” yang selama ini menopang reli pasar berbasis kecerdasan buatan (AI).
IBM juga akan merilis laporan keuangan pada periode yang sama.
Dengan valuasi saham teknologi yang sudah tinggi, investor mencermati rencana belanja modal perusahaan-perusahaan tersebut untuk menilai apakah investasi besar di sektor AI benar-benar mampu menghasilkan imbal hasil yang sepadan.
Sejumlah laporan keuangan sebelumnya memberi sentimen positif. Saham Texas Instruments melonjak setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal pertama di atas perkiraan analis.
Saham AT&T juga menguat usai memproyeksikan laba tahunan melampaui ekspektasi pasar.
Namun, kinerja di sektor industri cenderung beragam. Saham Textron melemah setelah perusahaan memberikan proyeksi laba di bawah perkiraan, sementara saham Otis turun akibat pendapatan kuartal keempat yang meleset dari target pasar.
Di sektor teknologi penyimpanan data, saham Seagate Technology melonjak hingga 20% setelah memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal ketiga yang lebih tinggi dari ekspektasi.
Saham pesaingnya, Western Digital, turut menguat mengikuti sentimen positif tersebut.
Solidaritas Muslim, Saudi Larang Wilayahnya Dipakai Serang Iran
Arab Saudi melarang penggunaan wilayah udara dan daratnya untuk menyerang Iran. Langkah ini diumumkan setelah sebelumnya Uni Emirat Arab menyatakan hal serupa.
Kantor berita Saudi, SPA melansir, Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah udara atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apapun terhadap Iran. Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) juga dilaporkan telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian semalam.
Menurut SPA, pemimpin Saudi menegaskan dukungan kerajaan untuk “menyelesaikan perselisihan melalui dialog dengan cara yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan”.
Kantor kepresidenan Iran mengatakan Pezeshkian menyatakan apresiasinya atas dukungan negara-negara Muslim terhadap Teheran. Pezeshkian juga mengatakan kepada Pangeran Mohammed bahwa “persatuan dan kohesi” negara-negara Islam dapat menjamin “keamanan, stabilitas, dan perdamaian abadi di kawasan.”
Saudi dan Iran sempat menjadi rival sengit di kawasan. Namun, pada 2022, kedua negara berdamai ditengahi China. Sejak itu, telah dilakukan pembukaan kembali kantor kedutaan besar masing-masing di Teheran dan Riyadh.
Uni Emirat Arab sebelumnya juga menegaskan kembali komitmennya pada Senin untuk tidak mengizinkan penggunaan wilayah udara, wilayah, atau perairannya dalam “aksi militer bermusuhan” terhadap Iran.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri UEA menekankan bahwa pihaknya juga berkomitmen untuk tidak memberikan dukungan logistik apa pun untuk serangan apa pun terhadap Teheran. Kementerian tersebut mengatakan bahwa UEA percaya bahwa “dialog, deeskalasi, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan landasan paling efektif untuk mengatasi krisis saat ini. Mereka menggarisbawahi pendekatan negara Teluk tersebut “dalam menyelesaikan perselisihan melalui cara diplomatik.”
Sikap UEA ini menyangkal laporan sejumlah media Israel melaporkan Yordania, Uni Emirat Arab, dan Inggris akan memberikan dukungan logistik dan intelijen kepada militer AS jika terjadi serangan terhadap Iran. Kabar ini mencuat menyusul kian dekatnya armada militer AS ke Timur Tengah.
Harian Israel Hayom melaporkan pada Ahad bahwa tokoh-tokoh senior di pemerintahan Donald Trump mendorong apa yang digambarkannya sebagai “serangan kuat” terhadap Iran, dan membingkainya sebagai “langkah strategis yang mendasar”.
Laporan tersebut mengatakan langkah tersebut juga didukung oleh Abu Dhabi dan beberapa negara Eropa, termasuk Inggris. Menurut Israel Hayom, UEA, Inggris, dan Yordania akan berbagi data intelijen dan operasional untuk mendukung Washington, dan juga dapat berperan dalam mencegat rudal dan drone Iran yang diluncurkan sebagai pembalasan.
Operasi pertahanan tersebut dilaporkan bertujuan untuk melindungi Israel, pangkalan militer AS di Timur Tengah dan infrastruktur energi utama di Teluk. Pada Ahad, Amerika Serikat mulai mengerahkan setidaknya 12 jet tempur F-15 dan empat pesawat pengisian bahan bakar udara KC-135 Stratotanker dari RAF Lakenheath di Inggris ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan terjadinya perang baru, seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada hari Selasa mengeluarkan peringatan kepada negara-negara tetangga Iran.
“Negara-negara tetangga adalah teman kami, tetapi jika tanah, langit, atau perairan mereka digunakan untuk melawan Iran, mereka akan dianggap bermusuhan,” Mohammad Akbarzadeh, wakil politik angkatan laut IRGC, seperti dikutip oleh kantor berita Fars.
Israel melakukan gelombang serangan terhadap Iran pada Juni lalu, menargetkan beberapa pejabat senior militer dan ilmuwan nuklir, serta fasilitas nuklir. AS kemudian bergabung dalam perang 12 hari dengan membombardir tiga situs nuklir di Iran.
Perang ini terjadi menjelang perundingan yang direncanakan antara AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran. Sejak konflik tersebut, Trump telah menegaskan kembali tuntutan agar Iran menghentikan program nuklirnya dan menghentikan pengayaan uranium, namun pembicaraan belum dilanjutkan.
Pada Senin, seorang pejabat AS mengatakan bahwa Washington “terbuka untuk bisnis” bagi Iran. “Saya pikir mereka mengetahui persyaratannya,” kata pejabat itu kepada wartawan ketika ditanya tentang pembicaraan dengan Iran. “Mereka mengetahui persyaratannya.”
Ali Vaez, direktur Proyek Iran di International Crisis Group, mengatakan kepada Aljazirah bahwa kemungkinan Iran menyerah pada tuntutan AS “hampir nol”. Para pemimpin Iran percaya bahwa “kompromi di bawah tekanan tidak akan meringankan konflik, namun malah mengundang lebih banyak konflik”, kata Vaez.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Selasa memperingatkan bahwa konsekuensi serangan terhadap Iran dapat berdampak pada kawasan secara keseluruhan. "Negara-negara di kawasan ini mengetahui sepenuhnya bahwa pelanggaran keamanan apa pun di kawasan ini tidak hanya akan berdampak pada Iran. Hilangnya keamanan dapat menular,” Esmaeil Baghaei mengatakan kepada wartawan.
AS Gertak Iran, Umumkan Latihan Militer Besar-Besaran di Timur Tengah
Amerika Serikat telah mengumumkan rencana untuk mengadakan latihan militer besar-besaran dalam beberapa hari di Timur Tengah. Hal ini seiring negara tersebut mengerahkan apa yang disebut Donald Trump sebagai “armada” yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln ke wilayah tersebut sebagai bagian dari ketegangan dengan Iran.
Rencana latihan militer itu diumumkan ketika Gedung Putih mengisyaratkan akan melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah negara itu diguncang unjuk rasa besar-besaran beberapa waktu lalu.
The Guardian melansir, Pusat Angkatan Udara, komponen udara dari Komando Pusat AS (CENTCOM), mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya akan mengadakan “latihan kesiapan beberapa hari untuk menunjukkan kemampuan mengerahkan, membubarkan, dan mempertahankan kekuatan udara tempur di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS”.
“Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan penyebaran aset dan personel, memperkuat kemitraan regional dan mempersiapkan pelaksanaan respons yang fleksibel,” tambah Pusat Angkatan Udara dalam sebuah pernyataan.
Tanggal, lokasi dan daftar aset militer AS yang akan ikut serta dalam latihan tersebut belum dipublikasikan. Namun latihan tersebut tampaknya dirancang untuk menunjukkan kemampuan AS dalam mengerahkan kekuatan di wilayah tersebut ketika ketegangan dengan Iran meningkat.
CENTCOM mengatakan bahwa mereka akan melakukan latihan tersebut dalam kemitraan dengan negara-negara di Timur Tengah. Mereka juga mengumumkan rencana untuk bermitra dengan Bahrain dalam latihan pertahanan yang akan mencakup melatih kemampuan untuk menjatuhkan drone, yang merupakan potensi ancaman serangan balik jika terjadi serangan AS terhadap Iran.
Namun pengerahan tersebut juga membuat marah sekutu utama AS di Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab mengatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara, wilayah, atau perairannya digunakan untuk menyerang Iran, dengan mengatakan bahwa mereka akan menjaga netralitas dan berupaya untuk meningkatkan stabilitas regional.
Angkatan udara AS akan “melakukan semua aktivitas dengan persetujuan negara tuan rumah dan berkoordinasi erat dengan otoritas penerbangan sipil dan militer, dengan menekankan keselamatan, ketepatan dan penghormatan terhadap kedaulatan”, bunyi pernyataan itu.
CENTCOM mengumumkan pada Senin bahwa pengerahan angkatan laut AS dalam jumlah besar yang dipimpin oleh kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln telah tiba di wilayah tersebut pada hari Senin.
Kapal induk tersebut, yang memiliki beberapa lusin jet tempur dan hampir 5.000 pelaut, didampingi oleh beberapa kapal perusak berpeluru kendali yang membawa pertahanan udara untuk melindungi kelompok penyerang kapal induk.
AS juga telah memindahkan satu skuadron jet tempur F-15E Strike Eagle ke wilayah tersebut, menurut Washington Post, yang berasal dari unit yang sama yang berpartisipasi dalam serangan terhadap Iran pada bulan April 2024. Inggris juga telah memindahkan jet Typhoon ke wilayah tersebut dalam “kapasitas pertahanan.”
Ini adalah pertama kalinya sebuah kapal induk ditempatkan di CENTCOM sejak USS Gerald Ford dikerahkan ke Karibia pada Oktober menjelang operasi AS untuk menggulingkan pemimpin kuat Venezuela Nicolás Maduro.
Maskapai tersebut “saat ini dikerahkan ke Timur Tengah untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional”, kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.
Trump dalam sebuah wawancara dengan Axios pekan ini mengatakan bahwa AS memiliki “armada besar menuju Iran. Lebih besar dari Venezuela”.
Namun dia juga menyatakan bahwa AS terbuka untuk melakukan perundingan. "Iran ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah berkali-kali menelepon. Mereka ingin melakukan perundingan".
Trump mengancam akan menyerang Iran jika negara tersebut melakukan eksekusi massal atau pembunuhan terhadap demonstran selama protes yang terjadi terkait devaluasi mata uang Iran pada bulan Desember. Namun dia kemudian tampak menarik diri dari ancaman tersebut, setidaknya untuk sementara, dengan mengklaim bahwa “pembunuhan telah berhenti”.
Trump mengundurkan diri dari retorikanya untuk melancarkan serangan terhadap Iran awal bulan ini setelah ia mengklaim bahwa negara tersebut telah membatalkan keputusan untuk menggantung 800 pengunjuk rasa yang ditahan. Namun pada pekan lalu, dia menyatakan bahwa serangan masih bisa dilakukan, dengan kelompok kapal induk dikirim ke wilayah tersebut “untuk berjaga-jaga”.
“Kami memiliki armada besar yang menuju ke arah itu, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya,” katanya. Kantor berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS memperkirakan hampir 6.000 orang telah terbunuh, sementara pemerintah Iran mengakui 3.100 kematian.
Israel Kembali Siapkan Serangan Besar-besaran ke Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintahnya tidak akan membiarkan rekonstruksi Gaza dimulai sebelum kelompok Hamas sepenuhnya dilucuti. Militer Israel juga dilaporkan merencanakan serangan besar-besaran terkait pelucutan tersebut.
Aljazirah melansir, Netanyahu mengkonfirmasi dalam pernyataannya pada Selasa bahwa tahap berikutnya dari perjanjian gencatan senjata adalah pelucutan senjata Hamas, dan menekankan bahwa tidak ada proses rekonstruksi yang akan dimulai sebelum tujuan ini tercapai.
Netanyahu, yang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan termasuk kejahatan perang di Gaza, mengindikasikan bahwa pembicaraan apapun mengenai peluncuran proses rekonstruksi di Gaza sebelum perlucutan senjata “tidak akan terjadi.”
“Saya sudah mendengar klaim bahwa Gaza akan diizinkan untuk dibangun kembali sebelum perlucutan senjata. Ini tidak akan terjadi.” Pernyataan Netanyahu muncul setelah tentara pendudukan Israel mengumumkan penemuan jenazah tahanan Israel terakhir dari Gaza.
Tahap kedua dari perjanjian gencatan senjata menetapkan perlucutan senjata Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya, pelaksanaan penarikan lebih lanjut tentara Israel dari Gaza, dan dimulainya upaya rekonstruksi, yang menurut perkiraan PBB akan menelan biaya sekitar 70 miliar dolar AS.
Pensiunan perwira Israel Amir Avivi membenarkan bahwa pihak militer sedang bersiap melancarkan serangan terhadap Hamas jika mereka menolak menyerahkan senjatanya. Avivi mengindikasikan bahwa tentara Israel sedang mempersiapkan serangan baru terhadap Hamas jika mereka menolak menyerahkan senjatanya, dan ini mungkin termasuk melanjutkan operasi di Kota Gaza, kota terbesar di sektor tersebut.
Laporan Israel menunjukkan bahwa Kepala Staf telah menyetujui rencana untuk melancarkan serangan besar-besaran di wilayah di mana tentara sebelumnya belum pernah beroperasi di Gaza, sesuai dengan instruksi dari pimpinan politik.
Badan keamanan juga mempertimbangkan tiga pilihan: perjanjian politik yang diawasi AS untuk membubarkan Hamas dalam waktu sekitar dua bulan, operasi militer terbatas untuk menekan gerakan tersebut, atau pendudukan penuh di Jalur Gaza dan pembentukan pemerintahan militer sementara.
Sementara itu, Channel 12 Israel melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang bersiap mengumumkan dalam beberapa hari mendatang batas waktu resmi pelucutan senjata Hamas. The Jerusalem Post mengutip para pejabat AS yang mengatakan bahwa rekonstruksi Gaza tidak akan dimulai sampai Hamas setuju untuk melucuti senjatanya, dan menambahkan bahwa “keputusan ada di tangan gerakan tersebut.”
Menurut sebuah dokumen yang diterbitkan oleh Gedung Putih pekan lalu, rencana Presiden Trump mencakup pembongkaran segera senjata berat, pendaftaran dan penyitaan senjata individu “dari lingkungan ke lingkungan.”
Sementara polisi di komite teknokratis yang mengelola Gaza akan bertanggung jawab untuk memberikan keamanan. Trump mengulangi peringatannya kepada Hamas bahwa mereka akan menanggung akibatnya jika tidak menyerahkan senjatanya. Reuters mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa pelucutan senjata dapat disertai dengan beberapa bentuk amnesti bagi anggota gerakan tersebut.
Sebagai tanggapan, Hamas menyatakan bahwa "senjatanya adalah untuk membela diri melawan pendudukan, dan bahwa masalah ini adalah masalah internal Palestina yang tidak tunduk pada perintah eksternal.”
Anggota biro politik Hamas Hossam Badran menegaskan bahwa gerakan tersebut berkomitmen untuk menangani masalah senjata Palestina dalam parameter nasional dan hukum internasional. Ia menekankan bahwa senjata Palestina adalah hak alami untuk membela diri, dan dikelola secara internal sesuai dengan keinginan rakyat Palestina, dan bukan sebagai respons terhadap tuntutan pendudukan atau tekanan eksternal.
Sedangkan Reuters mengutip dua pejabat gerakan tersebut yang mengatakan bahwa Washington dan para mediator belum mengajukan proposal rinci mengenai mekanisme perlucutan senjata. The Jerusalem Post juga mengutip sumber informasi yang mengatakan bahwa komite teknokrat Palestina di Gaza dijadwalkan untuk memimpin negosiasi mengenai masalah ini.
Pakar Kanada: Kawanan Drone Iran Ancaman Serius Armada Kapal Induk AS
Seorang spesialis sistem drone Kanada memperingatkan bahwa meningkatnya penggunaan 'kawanan drone' berbiaya rendah oleh Iran dapat menimbulkan ancaman serius terhadap aset angkatan laut utama AS. Termasuk, kata spesialis itu, serangan ke kapal induk Amerika Serikat.
Cameron Chell, CEO dan salah satu pendiri perusahaan drone Dragonfly, mengatakan bahwa meningkatnya ketergantungan Iran pada sistem tak berawak yang relatif murah menciptakan bentuk peperangan asimetris yang efektif dan mampu menantang platform militer canggih.
Chell, dilansir Fox News, berpendapat bahwa kemampuan drone Iran dapat dimanfaatkan untuk melancarkan serangan menggunakan hulu ledak berbiaya rendah. "Serangan itu berpotensi melumpuhkan sistem pertahanan udara dan rudal konvensional," ujarnya dikutip Middle East Monitor, Selasa (27/1/2025).
Dragonfly, yang berbasis di Vancouver, mengembangkan solusi drone untuk sektor-sektor termasuk keselamatan publik, pertanian, inspeksi industri, dan pemetaan.
Chell mengatakan Iran telah membangun ancaman drone-nya melalui pesawat tanpa awak yang dirancang untuk melakukan serangan intensif dan bervolume tinggi terhadap sistem canggih secara teknologi. Taktik tersebut sebagai tantangan signifikan bagi pertahanan angkatan laut tradisional.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Selasa (27/1/2025) bahwa armada AS lainnya sedang berlayar menuju Iran. Ia berharap Teheran mencapai kesepakatan dengan Washington.
“Ada armada lainnya yang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini,” kata Trump dalam pidatonya.
“Saya harap mereka mencapai kesepakatan.”
Sejak Iran sebelumnya melancarkan penindakan terhadap protes yang disertai dengan pemadaman internet total, Trump telah memberikan sinyal yang beragam tentang intervensi ke Teheran. Beberapa oposan pemerintah menganggap intervensi itu sebagai satu-satunya cara untuk membawa perubahan.
“Kita memiliki armada besar di sebelah Iran. Lebih besar dari Venezuela,” kata Trump kepada situs berita Axios minggu ini.
Pernyataan itu disampaikan beberapa minggu setelah aksi militer AS yang mengakibatkan penangkapan presiden negara Amerika Latin, Nicolas Maduro.
Namun Trump menyatakan, Teheran ingin mencapai sebuah kesepakatan. “Mereka ingin mencapai kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berbicara.”
Komando Pusat AS awal pekan ini menyatakan sebuah kelompok penyerang yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln kini telah tiba di perairan Timur Tengah. Komando itu tak mengungkapkan lokasi tepatnya.
Taiwan–AS Bahas Kerja Sama Teknologi, AI, dan Drone dalam Forum Tingkat Tinggi
Pejabat senior Taiwan dan Amerika Serikat (AS) membahas penguatan kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI), teknologi, dan drone dalam sebuah forum tingkat tinggi yang pertama kali digelar pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump periode pertama.
Dalam pertemuan tersebut, Departemen Luar Negeri AS menyebut Taiwan sebagai “mitra vital”.
AS merupakan pendukung internasional terpenting sekaligus pemasok utama persenjataan bagi Taiwan, meski kedua pihak tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.
Forum U.S.-Taiwan Economic Prosperity Partnership Dialogue pertama kali diselenggarakan pada November 2020.
Dalam pernyataan pada Selasa (28/1), Departemen Luar Negeri AS menyebut putaran keenam dialog tersebut dipimpin oleh Under Secretary for Economic Affairs AS Jacob Helberg dan Menteri Ekonomi Taiwan Kung Ming-hsin, yang tengah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.
Kedua pihak menandatangani pernyataan terkait Pax Silica Declaration, sebuah inisiatif yang dipimpin AS untuk mengamankan rantai pasok AI dan semikonduktor, serta kesepakatan mengenai kerja sama keamanan ekonomi AS–Taiwan.
“Taiwan adalah mitra vital dalam berbagai inisiatif ekonomi penting ini, dan sektor manufaktur canggihnya memainkan peran kunci dalam mendorong revolusi AI,” ujar Departemen Luar Negeri AS.
Dialog tersebut juga mencakup pembahasan keamanan rantai pasok, termasuk keterkaitannya dengan AI, sertifikasi komponen drone, serta kerja sama di bidang mineral kritis.
“Diskusi difokuskan pada kemajuan dalam merespons tekanan ekonomi, mendorong kerja sama di negara ketiga, serta mengatasi hambatan terkait pajak guna meningkatkan investasi antara Amerika Serikat dan Taiwan,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebagai salah satu produsen utama semikonduktor canggih dunia yang menjadi tulang punggung pengembangan AI, Taiwan sejak lama mendorong perjanjian penghindaran pajak berganda dengan AS, yang diyakini dapat meningkatkan investasi bilateral.
Awal bulan ini, Taiwan dan AS juga telah mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif ekspor Taiwan ke AS serta mendorong peningkatan investasi Taiwan di sektor semikonduktor dan industri lainnya di AS.
Namun, China secara rutin memprotes setiap bentuk interaksi antara pejabat Taiwan dan AS. Beijing menegaskan bahwa Taiwan adalah urusan dalam negeri China dan merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar Washington.
Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan China tersebut dan menegaskan bahwa hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan pulau tersebut.
Dolar Terpuruk Usai Pernyataan Trump, Euro, Yen, dan Pound Melonjak
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kian tertekan dan menghadapi apa yang disebut pelaku pasar sebagai “krisis kepercayaan”, setelah Presiden Donald Trump menepis kekhawatiran atas pelemahan mata uang AS.
Pernyataan tersebut justru memicu aksi jual dolar yang agresif, mendorong penguatan yen Jepang, euro, dan pound sterling.
Pada perdagangan Rabu (28/1/2026), euro menembus level US$1,20 untuk pertama kalinya sejak 2021 dan terakhir berada di US$1,2015.
Pound sterling juga mendekati level tertinggi sejak 2021 di US$1,3823 pada awal perdagangan Asia.
Sementara itu, indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat di 95,964, setelah anjlok lebih dari 1% pada sesi sebelumnya dan menyentuh level terendah dalam empat tahun di 95,566.
Trump pada Selasa (27/1/2026) mengatakan nilai dolar “baik-baik saja” ketika ditanya apakah mata uang AS telah melemah terlalu jauh.
Komentar tersebut ditafsirkan pasar sebagai sinyal bahwa Gedung Putih tidak keberatan dengan pelemahan dolar, sehingga memicu aksi jual lanjutan.
Pernyataan Trump muncul di saat dolar sudah berada di bawah tekanan, seiring spekulasi potensi intervensi terkoordinasi AS dan Jepang untuk menstabilkan yen.
“Ini menunjukkan adanya krisis kepercayaan terhadap dolar AS. Selama pemerintahan Trump mempertahankan kebijakan perdagangan, luar negeri, dan ekonomi yang tidak menentu, pelemahan ini bisa terus berlanjut,” kata Kyle Rodda, analis pasar senior di Capital.com.
Sepanjang 2025, dolar telah terdepresiasi lebih dari 9%, penurunan terbesar sejak 2017.
Memasuki Januari 2026, dolar kembali melemah sekitar 2,3%, tertekan oleh pendekatan Trump yang dinilai inkonsisten dalam perdagangan dan diplomasi internasional, kekhawatiran atas independensi Federal Reserve, serta lonjakan belanja publik AS.
“Pelemahan dolar ini bertolak belakang dengan fundamental ekonomi AS yang sebenarnya masih kuat. Namun perilaku Trump membuat dolar tidak mencerminkan kekuatan tersebut,” ujar Rodda.
Fokus pasar kini tertuju pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang dijadwalkan diumumkan kemudian hari.
Bank sentral AS diperkirakan menahan suku bunga, dengan jeda kebijakan yang dinilai investor akan berlanjut hingga pertemuan terakhir Ketua The Fed Jerome Powell pada Maret dan April mendatang.
Di sisi lain, yen Jepang menguat signifikan akibat aksi jual dolar. Mata uang Jepang tersebut diperdagangkan di sekitar 152,60 per dolar AS, setelah melonjak lebih dari 1% pada sesi sebelumnya dan mendekati level tertinggi dalam tiga bulan.
Penguatan yen dipicu spekulasi bahwa AS dan Jepang melakukan pengecekan nilai tukar, yang kerap dipandang sebagai sinyal awal intervensi resmi.
Otoritas Jepang pada Senin menyatakan telah berkoordinasi erat dengan AS terkait pasar valuta asing, meski tanpa merinci langkah konkret.
Meski demikian, investor masih meragukan efektivitas intervensi langsung, terutama karena Perdana Menteri Sanae Takaichi mengusung agenda stimulus fiskal besar dalam kampanye pemilu kilat menjelang pemungutan suara pada 8 Februari.
“Saya kira langkah-langkah yang ada sudah cukup untuk saat ini. Yen kemungkinan akan bertahan di kisaran ini. Menunda pelemahan ke level 160 selama tiga bulan saja sudah merupakan pencapaian,” kata Vaibhav Loomba, Head of FX and Rates di Klay Group.
Selain yen, dolar Australia turut menguat ke US$0,70225, tertinggi sejak Februari 2023.
Penguatan tersebut didorong pelemahan dolar AS secara luas serta data inflasi konsumen Australia yang meningkat lebih cepat pada kuartal IV, sehingga memicu ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat oleh Reserve Bank of Australia (RBA).
China Akhirnya Izinkan Impor Cip Nvidia H200 Bagi Perusahaan Teknologi Besar China
China telah menyetujui impor gelombang pertama cip kecerdasan buatan Nvidia H200. Ini seiring upaya Beijing menyeimbangkan kebutuhan bahan baku pengembangan akal imitasi (AI) domestik.
Reuters melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, ByteDance, Alibaba, dan Tencent telah disetujui untuk membeli lebih dari 400.000 cip H200 secara total. Sejumlah perusahaan lain juga bergabung dalam antrean untuk persetujuan selanjutnya.
Persetujuan tersebut diberikan selama kunjungan CEO Nvidia Jensen Huang ke China minggu ini, kata sumber tersebut.
Persetujuan H200 menunjukkan bahwa Beijing memprioritaskan kebutuhan perusahaan internet besar China, yang menghabiskan miliaran dolar untuk membangun pusat data yang dibutuhkan untuk mengembangkan layanan AI dan bersaing dengan pesaing AS, termasuk OpenAI.
Meskipun perusahaan China seperti Huawei sekarang memiliki produk yang menyaingi kinerja cip H20 Nvidia, yang sebelumnya merupakan cip AI tercanggih yang diizinkan untuk dijual ke China, produk yang ada masih jauh tertinggal dari H200.
H200 memiliki performa sekitar enam kali lipat lebih baik dari cip H20 Nvidia.
Kementerian perindustrian dan perdagangan China serta Nvidia belum menanggapi permintaan komentar pada saat publikasi. ByteDance, Alibaba, dan Tencent juga belum menanggapi.
H200, cip AI paling canggih kedua Nvidia, menjadi titik konflik utama dalam hubungan Amerika Serikat (AS) dan China. Meskipun ada permintaan yang kuat dari perusahaan-perusahaan China dan AS sudah memberi persetujuan AS untuk ekspor, keraguan Beijing mengizinkan impor telah menjadi hambatan utama bagi pengiriman.
Awal bulan ini, AS secara resmi membuka jalan bagi Nvidia untuk menjual H200 ke China. Tapi, otoritas China belum memutuskan apakah akan mengizinkan pengiriman cip tersebut. Ketidakjelasan tersebut masih berlanjut dalam beberapa pekan terakhir.
Otoritas bea cukai China mengatakan kepada petugas bahwa cip H200 tidak diizinkan masuk ke China, berlawanan dengan yang dilaporkan Reuters awal bulan ini.
Namun, perusahaan teknologi China telah memesan lebih dari dua juta cip H200, jauh melebihi persediaan Nvidia yang tersedia, seperti yang dilaporkan Reuters bulan lalu.
Masih belum pasti berapa banyak perusahaan tambahan yang akan menerima persetujuan dalam gelombang berikutnya atau kriteria apa yang digunakan Beijing untuk menentukan kelayakan.
Huang tiba di Shanghai Jumat (23/1/2026) lalu untuk perayaan tahunan rutin bersama karyawan Nvidia di China. Huang telah melakukan perjalanan ke Beijing dan kota-kota lain.
Hubungan Bilateral Memburuk, Jepang Kembalikan Panda Xiao Xiao dan Lei Lei ke China
Panda raksasa Xiao Xiao dan Lei Lei tiba di provinsi Sichuan pada Rabu (28/1/2026), kata pusat penelitian panda China dalam sebuah unggahan media sosial. Hal ini membuat Jepang tanpa panda untuk pertama kalinya sejak 1972 pada saat ketegangan hubungan antara kedua negara.
Mengutip Reuters, Rabu (28/1/2026), Xiao Xiao dan Lei Lei tiba di Bandara Internasional Tianfu Chengdu pada pukul 1 pagi hari Rabu, menurut sebuah unggahan WeChat oleh Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa China. Mereka tiba di pusat karantina di Ya'an, Sichuan, pada pukul 6 pagi hari Rabu, di mana mereka akan menjalani karantina.
Panda kembar tersebut lahir di Kebun Binatang Ueno Tokyo pada tahun 2021 dan keberangkatan mereka diikuti oleh perpisahan yang mengharukan dari para penggemar di Tokyo tempat pasangan tersebut lahir dan dibesarkan.
Mereka telah menjadi daya tarik utama di kebun binatang tersebut sejak orang tua mereka, Shin Shin dan Ri Ri, pergi ke China pada tahun 2024.
Sejak didirikan pada tahun 1949, China telah menggunakan diplomasi panda untuk mempererat hubungan dengan negara lain - atau menyatakan ketidakpuasannya. Panda biasanya dipinjamkan dan kembali ke negara asalnya setelah perjanjian berakhir.
Panda yang lahir di luar negeri seperti Xiao Xiao dan Lei Lei biasanya mengikuti program penangkaran di China antara usia dua dan empat tahun.
Foto-foto di unggahan WeChat menunjukkan peti-peti panda diturunkan dari pesawat Sichuan Airlines dan kemudian diangkut ke truk sementara para pekerja dengan pakaian pelindung putih mengawasi.
"Xiao Xiao dan Lei Lei telah memberikan kontribusi positif untuk mempromosikan persahabatan antara rakyat kedua negara", kata pusat penelitian tersebut.
Jepang telah menjadi rumah bagi panda-panda China sejak kedua negara menormalisasi hubungan pada tahun 1972. Kepergian mereka, meskipun telah direncanakan sejak lama, terjadi pada titik terendah dalam hubungan China-Jepang.
Pada bulan November, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan Jepang akan merespons secara militer jika terjadi serangan China terhadap Taiwan yang diperintah secara demokratis. Tiongkok, yang bereaksi marah terhadap komentar tersebut dan menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang, memandang Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, meskipun ada keberatan dari pemerintah di Taipei.
Penawaran panda di masa depan dapat mengindikasikan bahwa Beijing ingin memperbaiki hubungan tersebut.
Ya Ya, yang dipinjamkan ke AS selama 20 tahun, dikembalikan ke China pada April 2023 setelah sebuah balon mata-mata China yang diduga melayang di atas AS.
Tahun berikutnya, seiring meningkatnya keterlibatan Beijing dan Washington, China berjanji untuk mengirim dua panda muda ke Washington—yang menurut duta besar China merupakan "pertanda yang sangat baik" untuk hubungan bilateral.
Demikian pula, Perdana Menteri China Li Qiang menawarkan panda kepada Australia sebagai isyarat niat baik pada tahun 2024 seiring membaiknya hubungan setelah perselisihan perdagangan—yang berlangsung sejak tahun 2020.
Korea Selatan bisa menjadi medan uji coba berikutnya untuk diplomasi panda China.
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sepakat dalam pertemuan puncak Januari untuk memulai pembicaraan tentang panda, lapor Kantor Berita Yonhap, karena Lee menyerukan pemulihan penuh hubungan Korea Selatan-China dalam kunjungan pertamanya ke Beijing sebagai presiden.
Warga Korea Selatan pada April 2024 mengucapkan selamat tinggal dengan berlinang air mata kepada Fu Bao, panda raksasa pertama yang lahir di negara itu, meskipun tetap menjadi rumah bagi empat panda China lainnya.
Pengadilan Korsel Jatuhkan Vonis Penjara Bagi Mantan Ibu Negara Kim Karena Kasus Suap
Pengadilan Korea Selatan menjatuhkan hukuman penjara satu tahun delapan bulan kepada mantan Ibu Negara Kim Keon Hee setelah dinyatakan bersalah menerima suap dari pejabat Gereja Unifikasi sebagai imbalan atas bantuan politik.
Mengutip Reuters, Rabu (28/1/2026), Pengadilan membebaskan Kim, yang merupakan istri dari mantan Presiden Yoon Suk Yeol yang digulingkan dari jabatannya tahun lalu, dari tuduhan manipulasi harga saham dan pelanggaran undang-undang dana politik.
Putusan tersebut, muncul di tengah serangkaian persidangan menyusul penyelidikan atas pemberlakuan darurat militer singkat oleh Yoon pada tahun 2024 dan skandal terkait yang melibatkan pasangan yang dulunya berkuasa tersebut.
Mantan Ibu Negara atau jaksa dapat mengajukan banding atas putusan ini.
Asal tahu saja, Jaksa menuntut hukuman 15 tahun penjara dan denda 2,9 miliar won ($2 juta) atas tuduhan yang mencakup menerima tas Chanel mewah dan kalung berlian dari Gereja Unifikasi Korea Selatan sebagai imbalan atas bantuan politik.
Pengadilan menemukan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyimpulkan Kim bersalah karena memanipulasi harga saham dan melanggar undang-undang pendanaan politik, dengan menerima jajak pendapat dari seorang tokoh berpengaruh sebagai imbalan untuk mempengaruhi pilihan kandidat jajak pendapat.
Kim membantah semua tuduhan tersebut. Pengacaranya mengatakan timnya akan meninjau putusan tersebut dan memutuskan apakah akan mengajukan banding atas vonis suap tersebut.
Kim berjalan memasuki ruang sidang di Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengenakan setelan gelap dan masker wajah, dan duduk dengan tenang saat hakim ketua dari majelis tiga hakim membacakan putusan.
Gereja Unifikasi mengatakan hadiah-hadiah itu diberikan kepadanya tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Pemimpinnya, Han Hak-ja, yang juga diadili, membantah bahwa ia memerintahkan gereja untuk menyuap Kim.
Yoon, yang digulingkan dari kekuasaan April lalu, juga menghadapi delapan persidangan atas tuduhan termasuk pemberontakan, setelah upayanya yang gagal untuk memberlakukan darurat militer pada Desember 2024.
Ia telah mengajukan banding terhadap hukuman penjara lima tahun yang dijatuhkan kepadanya bulan ini karena menghalangi upaya penangkapannya setelah dekrit darurat militernya.
Iran Eksekusi Mati Seorang Warganya yang Jadi Mata-Mata Israel
Iran dikabarkan mengeksekusi mati seorang pria pada Rabu (28/1/2026) yang dituduh menjadi mata-mata Israel.
Media peradilan Iran, Mizan, menyebutkan nama warga Iran yang dieksekusi tersebut adalah Hamidreza Sabet Esmaeilipour.
Terlibat dalam perang bayangan selama beberapa dekade dengan Israel, Iran telah mengeksekusi banyak orang yang dituduh memiliki hubungan dengan dinas intelijen Israel dan memfasilitasi operasinya di negara tersebut.
"Hamidreza Sabet Esmaeilipour, yang ditangkap pada 29 April 2025, digantung karena 'kejahatan spionase dan kerja sama intelijen untuk badan intelijen musuh (Mossad) melalui ... transfer dokumen dan informasi rahasia,' setelah putusan dikonfirmasi oleh Mahkamah Agung dan melalui prosedur hukum," demikian laporan Mizan yang dikutip Reuters.
Eksekusi terhadap warga Iran yang dihukum karena spionase untuk Israel telah meningkat secara signifikan sejak tahun lalu menyusul konfrontasi langsung antara kedua musuh regional tersebut pada bulan Juni, ketika pasukan Israel dan AS menyerang fasilitas nuklir Iran.
Virus Nipah India Ancam Asia Tenggara, Singapura Ketatkan Pengawasan
Wabah virus Nipah di India membuat Singapura berjaga-jaga. Badan Penyakit Menular Singapura akan memasang alat pengukur suhu di bandara untuk penerbangan yang tiba dari daerah yang terkena dampak wabah virus Nipah di Benggala Barat, India.
Kementerian Tenaga Kerja meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba dari Asia Selatan, dan melibatkan penyedia layanan kesehatan primer untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kami juga menjangkau rekan-rekan kami di Asia Selatan, untuk lebih memahami situasi. Upaya sedang dilakukan untuk membangun platform global bagi negara-negara untuk melaporkan pengurutan genom kasus yang terdeteksi," kata badan tersebut dalam pernyataan persnya seperti dikutip Reuters, Rabu (28/1/2026).
India memantau infeksi virus Nipah, dengan dua kasus dilaporkan dari negara bagian timur India, Benggala Barat, sejak Desember 2025.
Beberapa negara Asia Tenggara telah meningkatkan pengawasan terhadap penumpang pesawat.
Konfirmasi pada hari Selasa datang sehari setelah Thailand mengatakan telah memperketat langkah-langkah pemeriksaan bandara. Lalu, Malaysia juga mengikuti langkah tersebut.
"Angka-angka spekulatif dan tidak akurat mengenai kasus virus Nipah sedang beredar," demikian peringatan Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Rabu (28/1/2026).
Kementerian Kesehatan India menyebutkan jumlah infeksi virus Nipah hanya dua kasus.
Pihak berwenang telah mengidentifikasi dan melacak 196 kontak yang terkait dengan kedua kasus tersebut. Tidak ada yang menunjukkan gejala dan semuanya dinyatakan negatif virus.