News Komoditi & Global ( Jumat, 10 Oktober 2025 )
News Komoditi & Global
( Jum’at, 10 Oktober 2025 )
Harga Emas Global Melemah, Setelah Tercapainya Kesepakatan Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas
Harga emas dunia kembali terkoreksi setelah sempat menembus rekor baru sehari sebelumnya.
Pada perdagangan Kamis (9/10/2025), emas turun 2% hingga berada di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons, seiring penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Harga emas spot melemah nyaris 2% ke posisi US$ 3.959,48 per ons pada pukul 17.53 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 2,4% ke US$ 3.972,6 per ons.
Perak yang sehari sebelumnya menyentuh rekor US$ 51,22 per ons juga mengalami penurunan tipis. Logam mulia ini tercatat stagnan di US$ 48,93 per ons, tertekan faktor yang sama dengan emas.
Penguatan dolar turut memberi tekanan, dengan indeks dolar naik 0,5% mendekati level tertinggi dua bulan. Kondisi ini membuat emas dan logam mulia lain yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar AS.
“Spekulan mulai mengambil untung setelah gencatan senjata Gaza berlaku, karena ketegangan di kawasan yang selama ini rawan konflik sedikit mereda,” ujar Tai Wong, analis logam independen.
Meski demikian, Wong menilai prospek jangka panjang emas masih solid. Menurutnya, faktor-faktor utama pendorong reli harga emas seperti diversifikasi cadangan devisa global, melonjaknya utang negara, serta pembelian agresif bank sentral masih tetap berlaku.
Sehari sebelumnya, emas sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah di level US$ 4.059,05 per ons.
Sepanjang tahun ini, harga emas sudah melesat sekitar 52%, terdorong ketidakpastian geopolitik, lonjakan pembelian bank sentral, arus masuk ke ETF emas, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.
Risalah rapat The Federal Reserve September lalu menunjukkan kekhawatiran pejabat bank sentral terhadap risiko pasar tenaga kerja yang dinilai cukup tinggi untuk memicu pemangkasan suku bunga.
Fed sendiri sudah memangkas suku bunga 25 basis poin pada September, dan pasar kini memperkirakan peluang hampir pasti adanya penurunan tambahan pada Oktober dan Desember.
Perak juga menikmati reli besar tahun ini dengan kenaikan 69%, dipicu faktor serupa dengan emas ditambah pasokan yang kian terbatas.
Pasar fisik perak di London bahkan disebut makin tipis likuiditasnya karena derasnya pembelian ETF dan pergerakan logam menuju AS.
Kondisi ini sempat membuat Kotak Mahindra di India menghentikan sementara investasi baru pada ETF perak.
Selain emas dan perak, logam mulia lain juga ikut melemah. Platinum turun 2,4% menjadi $1.622,25 per ons, sementara paladium terkoreksi 1,7% ke US$ 1.425,36 per ons.
Harga Minyak Dunia Turun Usai Israel-Hamas Capai Kesepakatan Gencatan Senjata
Harga minyak dunia ditutup melemah pada Kamis (9/10/2025) setelah Israel dan kelompok Hamas menandatangani kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Langkah ini sekaligus menjadi fase awal inisiatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut.
Kontrak berjangka minyak Brent ditutup turun 1,6% atau US$ 1,03 menjadi US$ 65,22 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat merosot 1,7% atau US$ 1,04 ke posisi US $61,51 per barel.
Dalam kesepakatan tersebut, Israel akan menghentikan serangan militer dan menarik sebagian pasukan dari Gaza.
Sebagai imbalannya, Hamas akan membebaskan seluruh sandera yang ditahan sejak awal konflik dengan pertukaran ratusan tahanan Palestina di penjara Israel.
“Pasar minyak kini memasuki fase korektif karena konflik Israel-Hamas tampaknya mulai berakhir,” kata Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Trading di BOK Financial.
Kesepakatan damai ini dipandang sebagai terobosan penting dalam sejarah Timur Tengah. Menurut Claudio Galimberti, Kepala Ekonom Rystad Energy, implikasinya terhadap pasar minyak bisa sangat luas.
Mulai dari berkurangnya serangan Houthi di Laut Merah, hingga meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan nuklir dengan Iran yang selama ini menjadi salah satu faktor geopolitik utama di pasar energi.
Sementara itu, OPEC+ baru saja sepakat untuk menaikkan produksi pada November, meski dengan volume lebih kecil dari perkiraan pasar. Keputusan ini sedikit meredakan kekhawatiran kelebihan pasokan minyak global.
Sehari sebelumnya, harga minyak sempat naik sekitar 1% ke level tertinggi dalam sepekan. Kenaikan itu dipicu pandangan investor bahwa lambannya proses perdamaian di Ukraina akan membuat sanksi terhadap Rusia, eksportir minyak terbesar kedua di dunia, tetap berlangsung lebih lama.
Selain faktor geopolitik, perkembangan di Amerika Serikat juga memberi tekanan pada pasar. Rencana anggaran baik dari Partai Demokrat maupun Republik belum memperoleh dukungan penuh di Senat, sehingga ancaman penutupan pemerintah (government shutdown) masih membayangi.
Kondisi ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dan melemahkan permintaan minyak.
Dari sisi perdagangan, Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut telah berbicara langsung dengan Presiden Trump. Keduanya menegaskan akan melanjutkan negosiasi dagang dalam beberapa pekan ke depan.
Hubungan dagang kedua negara tengah memanas setelah AS menggandakan tarif impor barang India menjadi 50% sebagai respon atas keberlanjutan impor minyak Rusia oleh New Delhi.
Di sisi lain, Washington juga mengumumkan sanksi terhadap sekitar 100 individu, perusahaan, dan kapal yang membantu perdagangan minyak serta petrokimia Iran, termasuk sebuah kilang independen dan terminal asal Tiongkok.
Dengan beragam dinamika global ini, pergerakan harga minyak diperkirakan masih akan fluktuatif, meski kesepakatan gencatan senjata di Gaza telah memberi angin segar bagi stabilitas geopolitik kawasan.
Wall Street Melemah, Reli Rekor Terhenti Jelang Musim Laporan Keuangan
Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup melemah pada Kamis (9/10/2025) waktu setempat, menghentikan reli panjang yang sebelumnya mengantarkan indeks ke level rekor. Investor memilih menahan diri sambil menunggu dimulainya musim laporan keuangan kuartal III.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq turun tipis dari posisi tertinggi yang dicapai sehari sebelumnya. Sementara itu, Dow Jones mencatat penurunan paling tajam dengan koreksi 243,36 poin atau 0,52% ke 46.358,42. S&P 500 turun 0,28% ke 6.735,11, sedangkan Nasdaq melemah 0,08% ke 23.024,63.
Matthew Keator, Managing Partner di Keator Group, menyebut langkah investor yang lebih berhati-hati merupakan hal wajar.
“Ada sikap menunggu dan melihat, apakah pertumbuhan laba bisa sekuat dua kuartal sebelumnya. Apalagi, minimnya data ekonomi dari Washington serta arah kebijakan The Fed membuat pasar mengambil jeda,” katanya.
Reli besar di Wall Street dalam tiga tahun terakhir banyak ditopang oleh saham teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Sejak titik terendah pada Oktober 2022, S&P 500 telah melesat hampir 90%. Namun, kekhawatiran soal potensi gelembung harga saham masih membayangi.
Kondisi politik juga menambah ketidakpastian. Pemerintah AS sudah memasuki hari kesembilan penutupan (shutdown) sehingga pasar kehilangan akses pada data ekonomi penting.
Kini, perhatian investor tertuju pada komentar pejabat The Fed terkait prospek pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun.
Presiden The Fed New York, John Williams, dalam wawancara dengan New York Times, mengisyaratkan dukungan terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut karena pelemahan pasar tenaga kerja.
Alat pemantau CME FedWatch menunjukkan probabilitas sebesar 94,6% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin dalam pertemuan 28–29 Oktober mendatang.
Dari sisi sektoral, 11 sektor utama S&P 500 bergerak beragam. Sektor material mencatat pelemahan terbesar, sedangkan consumer staples menjadi satu-satunya penguat. Saham perumahan dan konstruksi juga tertekan lebih dari 2% karena kekhawatiran soal margin dan permintaan.
Meski mayoritas saham melemah, beberapa emiten mencuri perhatian. Delta Air Lines melonjak 4,3% setelah membukukan laba kuartal III di atas ekspektasi sekaligus memberi proyeksi optimistis.
Kenaikan ini ikut mendorong indeks maskapai S&P 1500 naik 1,9%. Costco Wholesale juga terangkat 3,1% usai merilis data penjualan September, sedangkan Albemarle menguat 5,3% setelah target harga sahamnya dinaikkan TD Cowen di tengah kabar China memperketat ekspor mineral tanah jarang.
Sepekan ke depan, perhatian pasar akan beralih ke laporan keuangan bank besar seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Citigroup, dan Wells Fargo yang menandai awal resmi musim laporan laba kuartal III.
Berdasarkan proyeksi LSEG, pertumbuhan laba S&P 500 pada Juli–September diperkirakan 8,8% secara tahunan, lebih rendah dibanding kuartal II yang mencapai 13,8%.
Krisis Politik di AS: Trump Minta Wali Kota Chicago dan Gubernur Illinois Dipenjara
Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memerintahkan pengerahan 500 personel Garda Nasional ke wilayah sekitar Chicago pada Rabu (8/10/2025) waktu setempat.
Meskipun mendapat penolakan keras dari Wali Kota Chicago Brandon Johnson dan Gubernur Illinois JB Pritzker.
Keduanya menilai langkah tersebut merupakan bentuk militerisasi kota yang berpotensi memicu provokasi dan ketegangan.
Dalam pernyataan di media sosial, Trump bahkan menyerukan agar Johnson dan Pritzker dipenjara, dengan tuduhan gagal melindungi petugas imigrasi federal (Immigration and Customs Enforcement / ICE). Padahal, keduanya tidak pernah dituduh melakukan tindak kriminal.
“Wali Kota Chicago seharusnya dipenjara karena gagal melindungi petugas ICE! Gubernur Pritzker juga!” tulis Trump.
Kedua pejabat Partai Demokrat itu selama ini dikenal sebagai penentang keras kebijakan imigrasi Trump, termasuk rencana pengerahan pasukan federal ke kota-kota yang condong ke Demokrat.
Garda Nasional Siaga di Chicago
Pihak Garda Nasional menyebut sekitar 200 tentara dari Texas dan 300 dari Illinois telah disiagakan di kawasan Chicago untuk melindungi personel federal dan properti pemerintah.
Meskipun Gedung Putih menyebut langkah ini sebagai bentuk penegakan hukum menghadapi “protes anarkis”, demonstrasi di Chicago dan Portland sejauh ini berlangsung damai dan berukuran kecil, jauh dari gambaran “zona perang” seperti yang diklaim Trump.
Pada Rabu malam, ratusan warga turun ke jalan di pusat kota Chicago memprotes kehadiran pasukan federal. Massa meneriakkan slogan “Todos somos Silverio” (“Kita semua adalah Silverio”) sebagai bentuk solidaritas terhadap Silverio Villegas Gonzalez, seorang imigran yang tewas ditembak agen ICE di pinggiran Chicago bulan lalu.
Ketegangan Politik dan Isu Rasial
Wali Kota Johnson membalas serangan Trump dengan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk ketidakadilan terhadap pemimpin kulit hitam.
“Ini bukan pertama kalinya Trump mencoba memenjarakan pria kulit hitam tanpa dasar hukum. Saya tidak akan ke mana-mana,” tegas Johnson.
Sementara itu, Pritzker—yang disebut-sebut sebagai kandidat potensial presiden Demokrat 2028—menyebut tindakan Trump sebagai ancaman terhadap demokrasi.
“Ketika presiden menyerukan penangkapan pejabat terpilih yang berusaha mengontrol kekuasaannya, itu langkah menuju otoritarianisme,” ujarnya.
Gugatan Hukum dan Ancaman UU Anti-Pemberontakan
Langkah pengerahan pasukan ini tengah diuji di dua pengadilan federal.
Seorang hakim federal di Illinois akan memutuskan apakah pengerahan pasukan Garda Nasional ke Chicago bisa ditangguhkan sementara.
Sementara itu, pengadilan banding di California akan meninjau banding Trump terkait pengiriman pasukan ke Portland, yang sebelumnya diblokir hakim.
Trump bahkan mengancam akan menggunakan Undang-Undang Anti-Pemberontakan untuk menepis keputusan pengadilan.
Sebuah survei Reuters/Ipsos yang dirilis Rabu menunjukkan mayoritas warga Amerika menolak pengerahan militer domestik kecuali dalam situasi ancaman eksternal.
Harga Daging Sapi Meroket, AS Kekurangan Pasokan dan Andalkan Impor
Permintaan tinggi masyarakat Amerika Serikat (AS) terhadap protein mendorong lonjakan konsumsi daging sapi hingga melampaui kapasitas produksi dalam negeri.
Kondisi ini membuat Negeri Paman Sam semakin bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan warganya.
Wesley Batista, salah satu miliarder Brasil pemilik raksasa pengolahan daging JBS, mengatakan tingginya harga daging sapi di AS mencerminkan ketidakseimbangan antara permintaan dan produksi.
“Amerika menghadapi harga daging sapi tertinggi sepanjang sejarah. Produksinya tidak mampu menopang permintaan sehingga harus semakin banyak mengimpor,” ujarnya seperti dikutip Financial Times.
Tren diet tinggi protein ikut memperbesar permintaan. Protein kini tidak hanya hadir dalam makanan kemasan, tetapi juga dalam minuman populer seperti latte di Starbucks.
Riset pesaing JBS, Cargill, mencatat sekitar 60% konsumen di AS menambah asupan protein pada 2024, naik dari kurang dari setengah jumlah konsumen pada 2019.
Batista menduga maraknya penggunaan obat-obatan GLP-1 seperti Ozempic dan Mounjaro juga turut mendorong tren ini. “Dulu dokter melarang terlalu banyak makan telur atau protein, sekarang justru sebaliknya,” katanya.
Namun di sisi lain, populasi sapi di AS kian menurun. Data Departemen Pertanian AS (USDA) mencatat jumlah ternak sapi hanya 28,7 juta ekor pada Juli lalu, terendah sejak pencatatan dimulai tahun 1973.
Kondisi ini membuat AS, meski masih produsen sapi terbesar dunia, harus mengimpor dari Brasil yang menjadi produsen nomor dua.
Kebijakan tarif impor tak mampu menahan arus daging Brasil. Meski pemerintahan Donald Trump sempat menaikkan bea masuk hingga 50% pada Agustus, impor tetap melonjak 91% pada paruh pertama tahun ini.
Meski impor dari Brasil mulai menurun, negara lain seperti Australia diprediksi akan mengisi celah pasar. USDA memperkirakan total impor daging sapi AS sepanjang tahun akan naik 16% dibandingkan tahun lalu.
Bagi JBS, kenaikan tarif tidak berdampak besar karena sebagian besar daging sapi untuk pasar AS diproduksi langsung di dalam negeri. Perusahaan ini bahkan menjadi produsen daging sapi terbesar di AS, dengan bisnis di Amerika menyumbang hampir sepertiga dari penjualan global.
Saham JBS juga resmi tercatat di bursa New York sejak Juni lalu.
Sementara itu, harga daging giling di kota-kota besar AS melonjak 13% menjadi US$ 6,32 per pon atau tertinggi sepanjang sejarah, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja.
“Harga memang makin mahal di beberapa pasar, tapi permintaan tetap sangat kuat, khususnya di Amerika,” tutur Batista.
Laporan Taiwan: China Mengasah Kemampuan untuk Hadapi Kemungkinan Serangan Mendadak
Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkapkan, China meningkatkan frekuensi aktivitas militernya di sekitar Taiwan dan mengembangkan peralatan baru untuk mengasah kemampuannya melancarkan serangan mendadak.
Mengutip Reuters, Kamis (9/10/2025), Taiwan, yang dianggap oleh China sebagai wilayahnya sendiri, telah menghadapi tekanan militer yang meningkat dari Beijing selama lima tahun terakhir, termasuk setidaknya enam putaran latihan perang besar di sekitar pulau itu sejak 2022.
China telah menggunakan perangkat kecerdasan buatan untuk melemahkan keamanan siber Taiwan dan untuk memindai titik-titik lemah dalam infrastruktur penting, ungkap Kementerian Pertahanan dalam sebuah laporan yang dirilis setiap dua tahun.
Beijing juga menggunakan "perang hibrida" untuk melemahkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dan dukungan terhadap anggaran pertahanan, serta meningkatkan pelecehan "zona abu-abu", tambahnya, merujuk pada operasi non-tempur seperti patroli penjaga pantai yang dirancang untuk menekan Taiwan.
"Melalui aksi militer konvensional dan non-konvensional, China bertujuan untuk menguji kemampuannya dalam menyerang Taiwan dan menghadapi kekuatan asing," kata kementerian tersebut.
China dapat mencoba untuk tiba-tiba mengubah latihan menjadi mode tempur aktif untuk mengejutkan Taiwan dan pendukung internasionalnya, yang menimbulkan ancaman signifikan bagi perdamaian dan keamanan regional, tambahnya.
Kementerian Pertahanan Taiwan juga mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, China telah secara ekstensif menggunakan kapal niaga roll-on/roll-off sipil untuk operasi transportasi militer dan terus mengembangkan peralatan khusus untuk operasi pendaratan di pantai.
Kementerian Pertahanan China tidak segera menanggapi permintaan komentar.
China menganggap Presiden Taiwan Lai Ching-te sebagai seorang "separatis". Lai menolak klaim kedaulatan Beijing, dengan mengatakan hanya rakyat pulau itu yang dapat menentukan masa depan mereka.
Jelang 80 Tahun Partai Buruh, Kim Jong Un Serukan Kesetiaan Baru pada Sosialisme
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memuji warisan Partai Buruh Korea (Workers’ Party of Korea/WPK) dan menyerukan kesetiaan baru terhadap sosialisme dalam pidatonya menjelang peringatan 80 tahun berdirinya partai tersebut yang jatuh pada Jumat (10/10), seperti dilaporkan media pemerintah KCNA.
Menurut laporan itu, sejumlah pejabat tinggi asing dijadwalkan menghadiri perayaan besar di Pyongyang pekan ini, termasuk Perdana Menteri China Li Qiang, Ketua Partai Rusia Bersatu Dmitry Medvedev, serta Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam.
Pemerintah Vietnam mengonfirmasi bahwa To Lam dan delegasinya telah berangkat ke Pyongyang pada Kamis (9/10/2025), menandai kunjungan pertama pemimpin Partai Komunis Vietnam ke Korea Utara dalam hampir dua dekade.
Sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, kedua negara diperkirakan akan menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama selama kunjungan itu.
Kim Jong Un pada Rabu (8/10) mengunjungi Museum Pendirian Partai di Pyongyang bersama sejumlah pejabat senior partai dan menyampaikan pidato yang disebut KCNA sebagai “pidato penting” untuk menghormati para pendiri dan pejuang revolusioner.
Dalam kesempatan itu, Kim memberikan penghormatan kepada kakeknya, pendiri negara sekaligus pemimpin pertama Korea Utara, Kim Il Sung, serta para pejuang anti-Jepang yang dinilainya telah meletakkan “pondasi kokoh” bagi kekuatan dan keberhasilan partai hingga kini.
Merefleksikan delapan dekade sejarah partai, Kim menyerukan generasi saat ini untuk memperbarui pemahaman mereka tentang “kewajiban dan tugas revolusioner” guna menuntaskan perjuangan sosialis yang telah dimulai para pendahulu mereka.
Kim juga menegaskan tekadnya untuk menjaga kemurnian ideologis dan vitalitas partai “tanpa kemunduran dan perubahan warna,” serta menyebut Museum Pendirian Partai sebagai “tempat suci” yang merepresentasikan tradisi partai.
Bulan lalu, Kim Jong Un sempat tampil bersama Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam parade militer besar di Beijing untuk memperingati 80 tahun kekalahan Jepang pada akhir Perang Dunia II, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya memperkuat posisi diplomatik Kim di panggung internasional.
Hingga kini, Korea Utara belum mengonfirmasi apakah akan menggelar parade militer untuk memperingati hari besar tersebut.
Namun, menurut laporan Yonhap yang mengutip pejabat Korea Selatan, terdapat tanda-tanda bahwa Pyongyang tengah mempersiapkan parade militer besar untuk merayakan berdirinya Partai Buruh Korea.
Paus Leo XIV Desak para Uskup AS Tanggapi Tindakan Keras Trump Terhadap Imigran
Paus Leo XIV menyerukan kepada para uskup Amerika Serikat (AS) untuk lebih lantang menanggapi perlakuan terhadap imigran di bawah kebijakan keras Presiden Donald Trump.
Seruan ini ia sampaikan dalam pertemuan dengan para uskup dan pekerja sosial di Vatikan pada Rabu (8/10).
Dalam kesempatan itu, Paus menerima puluhan surat dari imigran yang mengisahkan ketakutan mereka akan deportasi. Sebagian besar datang dari komunitas di perbatasan AS-Meksiko yang merasakan langsung dampak kebijakan imigrasi Trump.
“Bapa Suci kami secara pribadi sangat prihatin dengan masalah ini,” ujar Uskup El Paso, Mark Seitz, yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurut Seitz, Paus mengungkapkan keinginannya agar Konferensi Waligereja AS berbicara dengan tegas mengenai isu ini.
“Sangat berarti bagi kami mengetahui bahwa beliau mendukung agar kami terus bersuara,” tambahnya. Vatikan sendiri tidak memberikan komentar resmi usai pertemuan tersebut.
Paus Leo, yang terpilih pada Mei lalu menggantikan mendiang Paus Fransiskus, dikenal memiliki gaya lebih pendiam dibandingkan pendahulunya.
Fransiskus kerap melontarkan kritik terbuka terhadap kebijakan Trump, bahkan dengan pernyataan spontan yang mengejutkan publik. Namun dalam beberapa pekan terakhir, Paus Leo mulai menunjukkan sikap lebih tegas.
Pada 30 September lalu, ia mempertanyakan apakah kebijakan anti-imigrasi Trump sejalan dengan ajaran pro-kehidupan Gereja Katolik. Pernyataan itu memicu reaksi keras dari sejumlah tokoh Katolik konservatif di Amerika.
Gedung Putih menegaskan bahwa Trump terpilih antara lain karena janjinya untuk menindak tegas imigran ilegal, termasuk melakukan deportasi terhadap pelanggar hukum.
Salah satu surat yang diserahkan kepada Paus menggambarkan kisah sebuah keluarga dengan dua anggota yang tidak memiliki izin tinggal resmi di Amerika.
Mereka takut keluar rumah karena khawatir akan ditangkap dan dideportasi.
“Saya percaya Paus harus berbicara secara terbuka menentang penggerebekan dan perlakuan tidak adil yang dialami komunitas ini,” tulis surat tersebut dalam bahasa Spanyol.
Selain bertemu para uskup, Paus Leo juga meluangkan waktu bertatap muka dengan sekitar 100 umat Katolik Amerika yang aktif dalam pelayanan bagi para migran pada Selasa malam.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi mereka dalam membantu kelompok rentan tersebut.
HSBC Usulkan Privatisasi Hang Seng Bank Hong Kong Senilai US$ 13,6 Miliar
HSBC berencana untuk memprivatisasi Hang Seng Bank Hong Kong setelah anak perusahaannya yang mayoritas sahamnya dikecam karena kinerja dan eksposurnya sedang lesu.
Mengutip Reuters, Kamis (9/10/2025), HSBC akan menawarkan HK$ 155 per saham, dengan nilai transaksi sekitar HK$ 106,1 miliar ($13,63 miliar) untuk pembelian 36,5% saham yang belum dimiliki oleh HSBC dan memberikan Hang Seng Bank total valuasi sebesar $37 miliar.
Saham Hang Seng Bank sempat menyentuh level tertinggi di awal perdagangan, yaitu HK$ 168, sebelum akhirnya turun ke HK$ 150,1, naik 26,13% tetapi di bawah harga penawaran.
Saham HSBC yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong turun 6,51% menjadi HK$ 103,4, jauh lebih buruk daripada penurunan 0,15% pada Indeks Hang Seng.
HSBC menyatakan bahwa penawaran tersebut diajukan dengan premi 30,3% dari harga penutupan Hang Seng Bank sebesar HK$119 pada hari Rabu, dan sejalan dengan strateginya untuk meningkatkan kepemimpinan dan pangsa pasar di area-area yang memiliki keunggulan kompetitif dan peluang pertumbuhan yang jelas.
"Ini merupakan investasi jangka menengah hingga panjang bagi bank lokal terkemuka di Hong Kong, sebuah waralaba ikonik, proposisi pelanggan yang unik dan berbeda, serta posisi keuangan yang kuat dengan rasio likuiditas dan rasio modal yang sangat baik," ujar CEO HSBC Georges Elhedery kepada para wartawan pada hari Kamis (9/10/2025).
Elhedery mengatakan bahwa bank akan menghentikan buyback saham HSBC selama sekitar tiga kuartal untuk membangun modal yang dibutuhkan untuk akuisisi tersebut.
Penawaran tersebut, yang akan mempertahankan merek Hang Seng Bank yang terpisah, juga merupakan investasi yang signifikan terhadap perekonomian Hong Kong, yang menggarisbawahi kepercayaan HSBC terhadap pasar dan masa depannya sebagai pusat keuangan global terkemuka, ujar CEO tersebut dalam pernyataan terpisah.
Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) menyatakan telah berdiskusi dengan bank-bank terkait proposal tersebut dan akan terus berdialog selama proses tersebut.
"Kami mencatat alasan yang dinyatakan HSBC Holdings untuk transaksi ini, yaitu berinvestasi secara signifikan di Hong Kong," demikian pernyataan HKMA, seraya menambahkan bahwa kedua bank akan terus beroperasi sebagai institusi terpisah.
Michael Makdad, analis ekuitas senior di Morningstar, mengatakan langkah tersebut "positif dan sudah lama dinantikan" karena pencatatan ganda (double listing) antara perusahaan induk dan anak perusahaan pada dasarnya bermasalah dalam hal tata kelola.
"HSBC perlu membayar premi...tetapi seharusnya ada beberapa peluang untuk sinergi biaya," tambahnya.
Kredit Kualitas Buruk Meningkat
Langkah privatisasi ini dilakukan ketika pengembang properti Hong Kong yang terbebani utang dan para kreditor mereka akan menghadapi tekanan keuangan yang semakin intensif karena jatuh tempo obligasi diperkirakan akan melonjak hampir 70% tahun depan.
Hang Seng Bank telah melaporkan peningkatan kredit macet selama beberapa tahun terakhir karena eksposurnya yang relatif tinggi terhadap pasar properti Hong Kong dan Tiongkok daratan.
Kredit bermasalah mencapai 6,7% dari total kredit brutonya per Juni 2025, naik tajam dari 2,8% pada akhir 2023.
Tahun lalu, Reuters melaporkan bahwa akibat kekhawatiran akan potensi peningkatan kredit macet di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan krisis sektor properti di Tiongkok, HSBC pada awal 2024 mulai berencana untuk memperketat manajemen risiko di Hang Seng Bank.
Ketika ditanya apakah langkah privatisasi Hang Seng Bank merupakan langkah penyelamatan mengingat kondisi kreditnya yang memburuk, Elhedery mengatakan bahwa hal itu sama sekali tidak benar dan menambahkan bahwa kedua bank telah berkomunikasi mengenai eksposur Hang Seng Bank terhadap properti komersial.
"Kami tetap konstruktif terhadap hasil sektor ini dalam jangka menengah hingga panjang. Jadi, kami melihat ini sebagai siklus kredit jangka pendek, yang sebagian sedang normal," ujarnya.
HSBC menyatakan privatisasi Hang Seng Bank akan berdampak negatif sekitar 125 basis poin terhadap rasio ekuitas inti umum (CET1) yang mencapai 14,6% pada akhir Juni.
Bank tersebut memperkirakan akan memulihkan rasio CET1 ke kisaran target operasionalnya, yaitu 14,0% hingga 14,5%, melalui peningkatan modal organik dan dengan menunda pembelian kembali saham.
Harga penawaran bersifat final, ungkap HSBC, seraya menambahkan bahwa pihaknya tidak berhak untuk mengubahnya.
Larry Ellison, Triliuner Teknologi yang Kini Bangun Dinasti Media Global
Larry Ellison, pendiri sekaligus Chairman dan Chief Technology Officer Oracle, dikenal sebagai salah satu tokoh besar dunia teknologi.
Dengan kekayaan mendekati US$ 345 miliar atau sekitar Rp 5.692 triliun (kurs Rp 16.500), Ellison sempat menggeser Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia pada awal Oktober lalu, meski hanya sebentar sebelum kembali ke posisi kedua.
Namun kini, nama Ellison bukan hanya identik dengan teknologi, melainkan juga tengah membangun pengaruh besar di industri media.
Ellison yang berusia 81 tahun, bersama putranya David Ellison, kini menjadi kekuatan baru di balik perusahaan-perusahaan hiburan raksasa.
Melalui Skydance Media, perusahaan film yang didirikan David, keluarga Ellison sukses mengamankan kesepakatan akuisisi Paramount Global senilai US$ 8 miliar.
Akuisisi ini menempatkan David di posisi puncak perusahaan yang membawahi CBS, MTV, hingga Comedy Central. Skydance juga dikabarkan tengah mengincar Warner Bros. Discovery, induk perusahaan dari HBO, CNN, dan TBS.
Langkah tersebut menandai lahirnya dinasti baru Ellison di dunia film, televisi, dan layanan streaming global. Bahkan, CNN bisa masuk ke dalam portofolio keluarga ini jika rencana akuisisi Warner Bros. Discovery berhasil diwujudkan.
Selain itu, Ellison juga punya peran penting dalam drama kepemilikan TikTok di Amerika Serikat. Oracle bersama mitra konsorsium, termasuk Silver Lake dan MGX asal Abu Dhabi, disebut akan menguasai sekitar 45% saham TikTok US yang ditaksir bernilai US$ 14 miliar.
Posisi Ellison di sini semakin strategis karena ia dikenal dekat dengan Presiden Donald Trump, pernah menggalang dana miliaran dolar untuk kampanyenya, hingga menjadi penasihat saat pandemi COVID-19.
Di balik kekayaan dan pengaruhnya, perjalanan hidup Larry Ellison jauh dari mulus. Ia tumbuh di Chicago bersama keluarga angkatnya dan sempat kuliah di Universitas Illinois, namun keluar setelah ibunya meninggal. Ellison lalu pindah ke Universitas Chicago untuk mempelajari ilmu komputer, hanya bertahan satu semester sebelum kembali putus kuliah.
Perjalanannya berubah ketika ia pindah ke California pada 1966 dan mulai mengasah keterampilan pemrograman. Setelah bekerja di beberapa perusahaan, termasuk Wells Fargo dan Amdahl, Ellison pada usia 33 tahun mendirikan Software Development Laboratories dengan modal hanya US$ 2.000.
Perusahaan kecil itu kemudian bertransformasi menjadi Oracle, raksasa basis data yang kini bernilai lebih dari US$ 811 miliar dengan Ellison masih menguasai sekitar 40% saham. Oracle bahkan menjadi tulang punggung banyak layanan data, termasuk untuk pemerintah di berbagai negara.
Meski dikenal sebagai pengusaha eksentrik yang gemar berlayar dan menerbangkan pesawat, Ellison kini menegaskan dirinya juga ingin meninggalkan warisan sosial. Ia berkomitmen untuk menyumbangkan 95% kekayaannya melalui Ellison Institute of Technology.
Lembaga ini berfokus pada riset dan solusi global, mulai dari kesehatan, ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga kecerdasan buatan. Sebuah kampus baru bernilai US$ 1,3 miliar bahkan tengah dibangun di Oxford.
Selama ini, Ellison juga telah menyalurkan jutaan dolar untuk penelitian dan pusat pengobatan kanker.
Dengan kombinasi antara kerajaan teknologi, ekspansi ke media, hingga komitmen filantropi, Larry Ellison menunjukkan dirinya bukan sekadar miliarder teknologi, tetapi juga tokoh yang sedang membentuk wajah baru industri hiburan global sekaligus menyiapkan warisan bagi dunia.
Saham SoftBank Naik 10% Usai Akuisisi ABB, Bursa Asia Bergerak Positif
Saham SoftBank melonjak lebih dari 10% pada Kamis (9/10/2025) setelah raksasa teknologi asal Jepang itu mengumumkan rencana besar: membeli divisi robotika milik perusahaan teknik asal Swiss, ABB, dengan nilai transaksi mencapai US$ 5,4 miliar.
Langkah ini semakin memperkuat ambisi SoftBank untuk memperluas jangkauannya di bidang kecerdasan buatan (AI).
Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan regulator global. Namun, jika berjalan mulus, ABB tidak lagi akan memisahkan bisnis robotikanya untuk melantai di bursa sebagai perusahaan terpisah.
Pendiri SoftBank, Masayoshi Son, menegaskan bahwa akuisisi ini menjadi pijakan penting untuk mewujudkan visi besar perusahaan dalam menggabungkan kecerdasan buatan dengan robotika.
“Batas SoftBank berikutnya adalah AI Fisik. Bersama ABB Robotics, kami akan menyatukan teknologi dan talenta kelas dunia untuk memadukan Kecerdasan Super Buatan dan robotika, mendorong inovasi yang akan membawa umat manusia maju,” ujar Son dalam pernyataannya seperit dikutip dari CNBC International, Kamis (9/10).
Konsep Kecerdasan Super Buatan (Artificial Super Intelligence/ASI) yang digagas Son adalah AI dengan kecerdasan 10.000 kali lebih pintar dibanding manusia.
Selama beberapa tahun terakhir, ia aktif menempatkan SoftBank di garis depan perkembangan teknologi melalui berbagai investasi dan akuisisi. SoftBank antara lain memiliki perusahaan perancang chip Arm dan kepemilikan saham signifikan di OpenAI.
Tak hanya itu, perancang chip asal Inggris yang dimiliki SoftBank, Graphcore, juga berencana menanamkan investasi senilai US$1,3 miliar di India.
Investasi tersebut mencakup pembangunan pusat riset baru dan kabarnya akan diumumkan bersamaan dengan kunjungan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke India pekan ini, menurut laporan Bloomberg.
Kabar akuisisi SoftBank ini turut memberi warna positif di pasar regional. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 1,11%, sedangkan Topix menguat 0,36%.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga naik 0,44%. Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong diperdagangkan lebih tinggi di level 26.863, dibanding penutupan sebelumnya 26.829,46.
Sementara itu, bursa Korea Selatan tutup karena libur nasional.
Dari Amerika Serikat, pasar saham Wall Street masih menunjukkan tren optimis.
Meski Dow Jones Industrial Average turun tipis 1,20 poin menjadi 46.601,78, indeks S&P 500 naik 0,58% ke level 6.753,72, menandai kenaikan kedelapan dari sembilan hari perdagangan terakhir.
Nasdaq Composite juga mencatat rekor baru dengan kenaikan 1,12% ke 23.043,38, untuk pertama kalinya menembus level 23.000.
ANZ Tunjuk Tiga Eksekutif Baru untuk Perkuat Bisnis Ritel, Risiko, dan Teknologi
Bank asal Australia, ANZ Group Holdings Ltd mengumumkan tiga penunjukan eksekutif senior baru untuk memperkuat lini bisnis ritel, manajemen risiko, dan teknologi perusahaan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya ANZ untuk memperkuat kinerja operasional dan mempercepat transformasi digitalnya.
Dalam keterangan resmi pada Kamis (9/10/2025), ANZ menunjuk Pedro Rodeia sebagai Group Executive for Australia Retail, Christine Palmer sebagai Group Chief Risk Officer, dan Donald Patra sebagai Group Chief Information Officer.
CEO ANZ Nuno Matos mengatakan, ketiga penunjukan tersebut akan membantu bank dalam meningkatkan layanan kepada nasabah, memperkuat pengelolaan risiko, serta membangun kapabilitas teknologi yang lebih tangguh.
Rodeia, mantan mitra senior di McKinsey & Co sekaligus salah satu pemimpin Global Banking Practice perusahaan konsultan itu, memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam memberikan nasihat kepada bank di lebih dari 20 negara, termasuk 15 tahun bekerja sama dengan lembaga keuangan di Australia.
Ia dijadwalkan mulai bergabung pada 17 November 2025.
Sementara itu, Palmer akan memulai perannya sebagai Chief Risk Officer pada 1 Desember 2025.
Sebelumnya, ia menjabat posisi serupa di Santander UK sejak 2020, serta pernah menduduki jabatan senior di Aldermore Group, ING, Ernst & Young, dan Royal Bank of Scotland.
Adapun Patra, yang sebelumnya menjabat Chief Information Officer (CIO) untuk wilayah Inggris dan Eropa di HSBC, akan mulai bergabung dengan ANZ pada 24 November 2025.
Ia memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang layanan keuangan dan teknologi informasi.
Penunjukan tiga eksekutif senior ini dilakukan di tengah fokus ANZ untuk memperluas bisnis ritelnya di Australia sekaligus mempercepat inisiatif transformasi digital guna menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan.
Shell Rugi Besar Usai Hentikan Proyek Biofuel di Rotterdam, Fokus ke LNG
Raksasa energi Shell diperkirakan akan mencatat kerugian hingga US$ 600 juta pada kuartal ketiga 2025 setelah resmi menghentikan proyek biofuel di Rotterdam, Belanda.
Dengan tambahan ini, total beban kerugian dan provisi dari proyek tersebut telah membengkak menjadi US$ 1,4 miliar.
Pabrik biofuel berkapasitas 820.000 ton per tahun itu sebenarnya sudah disetujui pembangunannya sejak 2021. Namun, Shell sempat menunda konstruksi pada tahun lalu, sebelum akhirnya benar-benar membatalkan proyek pada September 2025.
Alasannya, proyek tersebut dinilai tidak akan mampu bersaing secara ekonomis.
Langkah Shell ini menambah daftar perusahaan minyak dunia yang mundur dari ambisi energi bersih. Sebelumnya, BP memangkas besar-besaran investasi di sektor energi terbarukan, sementara Equinor juga menyatakan akan mengurangi ekspansinya di bisnis energi hijau.
Meski demikian, Shell memberikan sinyal positif di bisnis gas alam cair (LNG). Dalam pembaruan kinerja kuartalan, perusahaan meningkatkan proyeksi produksi LNG kuartal ketiga menjadi 7 juta hingga 7,4 juta ton.
Angka ini lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 6,7 juta hingga 7,3 juta ton, serta naik dari realisasi 6,7 juta ton pada kuartal kedua. Shell juga memperkirakan hasil perdagangan LNG akan jauh lebih tinggi, meski tidak merinci detail karena alasan persaingan bisnis.
Selain itu, margin kilang Shell pada kuartal ketiga diperkirakan naik menjadi US$11,6 per barel, dibanding US$8,9 pada tiga bulan sebelumnya.
Namun, bisnis kimia perusahaan justru diperkirakan mencatat kerugian, sementara penurunan produksi di ladang minyak Tupi Brasil membuat Shell harus menanggung beban tambahan US$ 200 juta hingga US$ 400 juta.
Pada kuartal kedua lalu, laba bersih Shell anjlok sepertiga akibat lemahnya hasil perdagangan gas dan turunnya harga minyak. Brent sebagai acuan global rata-rata hanya berada di kisaran US$68 per barel pada periode Juli–September, turun dari US$79 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski menghadapi tekanan di sejumlah lini, analis RBC Capital Markets menilai laporan terbaru Shell tetap menunjukkan kekuatan.
“Kami melihat ini sebagai pembaruan yang solid, dengan perbaikan indikator operasional di dua divisi utama hulu serta peningkatan perdagangan dibanding kuartal sebelumnya, meski kondisi pasar secara umum melemah,” ujar analis RBC.
Hamas dan Israel Sepakati Gencatan Senjata di Gaza
Kesepakatan tahap pertama antara delegasi kelompok Hamas dan Israel dilaporkan telah tercapai. Pengumuman gencatan senjata di Gaza bisa diumumkan dalam beberapa jam mendatang.
“Telah tercapai kesepakatan mengenai tahap pertama dari Inisiatif Trump dalam perundingan di Sharm El-Sheikh, yang mencakup gencatan senjata dan pertukaran tahanan,” demikian maklumat yang diterima Republika dari pihak Palestina yang mengetahui jalannya perundingan, Kamis (9/10/2025). Sumber tersebut menegaskan bahwa suasana perundingan sangat positif, dan kemungkinan besar pengumuman resmi gencatan senjata akan dilakukan dalam beberapa jam ke depan.
Pihak Hamas juga telah melansir pernyataan terkait kesepakatan itu. “Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengumumkan telah tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza, menarik pasukan pendudukan, mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan, dan melakukan pertukaran tahanan,” bunyi pernyataan yang diterima Republika.
Hamas menyatakan bahwa kesepakatan itu dicapai setelah berkonsultasi secara “bertanggung jawab dan serius” dengan faksi-faksi perlawanan Palestina terkait dengan usulan Presiden Trump di Sharm El-Sheikh. “Kami menyerukan kepada Presiden Trump, negara-negara penjamin perjanjian, serta seluruh pihak Arab, Islam, dan internasional, untuk memastikan bahwa pemerintah pendudukan melaksanakan semua kewajiban yang telah disepakati, serta tidak membiarkannya menghindar atau menunda pelaksanaan apa yang telah disetujui.”
Mereka kemudian menyampaikan salam hormat kepada rakyat di Jalur Gaza, di Yerusalem, Tepi Barat, dan di seluruh Palestina maupun di pengasingan, yang telah menunjukkan keberanian, kehormatan, dan keteguhan luar biasa dalam menghadapi rencana fasis penjajah. “Pengorbanan dan keteguhan mereka telah menggagalkan upaya Israel untuk menundukkan dan mengusir rakyat kami.”
“Kami menegaskan bahwa pengorbanan rakyat kami tidak akan sia-sia, dan kami akan tetap setia pada janji kami — tidak akan pernah melepaskan hak-hak nasional rakyat kami hingga tercapai kebebasan, kemerdekaan, dan penentuan nasib sendiri.”
Sebelumnya, Penasihat Media Ketua Biro Politik Gerakan Hamas, Saudara Taher Al-Nunu dari Sharm El-Sheikh melaporkan delegasi Hamas menunjukkan sikap positif, suasana optimisme mewarnai perundingan terkini.
Di tengah upaya regional dan internasional yang terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan komprehensif yang dapat mengakhiri perang berkepanjangan di Jalur Gaza, ia memaparkan perkembangan terbaru terkait jalannya perundingan yang diikuti oleh delegasi Hamas dan para mediator.
“Delegasi Hamas menunjukkan sikap positif dan tanggung jawab yang diperlukan untuk mencapai kemajuan dan menyelesaikan kesepakatan,” kata dia dalam lansiran semalam.
Ia mengatakan para mediator melakukan upaya besar untuk menghilangkan berbagai hambatan dalam penerapan langkah-langkah gencatan senjata, dan semangat optimisme terasa di antara semua pihak. Perundingan berfokus pada mekanisme pelaksanaan penghentian perang, penarikan pasukan pendudukan dari Jalur Gaza, dan pertukaran tahanan.
“Hari ini dilakukan pertukaran daftar nama tahanan yang akan dibebaskan sesuai dengan kriteria dan jumlah yang telah disepakati,” ujarnya.
Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama rencana perdamaiannya. Dia menekankan bahwa "ini berarti semua sandera akan segera dibebaskan," dan bahwa Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati sebagai langkah pertama menuju perdamaian yang kuat dan abadi.
Trump mengindikasikan dalam sebuah postingan di Truth Social bahwa semua pihak akan diperlakukan secara adil, dan menyebut pengumuman tersebut sebagai "hari yang baik bagi dunia Arab dan Islam, Israel, dan Amerika Serikat. Kami berterima kasih kepada mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki."
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan mengarah pada gencatan senjata dan pembebasan tahanan Israel dan Palestina.
Sebelumnya, sumber mengungkapkan kepada Aljazirah bahwa mediator mendapat tanggapan positif dari delegasi Palestina dan Israel terkait tahap pertama rencana Presiden AS Donald Trump. Sumber tersebut mengkonfirmasi bahwa perjanjian tersebut sedang diselesaikan dengan pihak Palestina dan Israel setelah semua hambatan besar telah diatasi.
Channel 12 Israel mengutip para pejabat Israel yang mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan ditandatangani pada Kamis, dan pembebasan tahanan pertama akan dilakukan pada hari Sabtu atau Ahad.
Dalam konteks ini, Otoritas Penyiaran Israel mengutip seorang pejabat Israel yang mengatakan bahwa persiapan sedang dilakukan untuk kemungkinan mengumumkan kesepakatan tersebut dalam beberapa jam ke depan.
Hal ini terjadi tak lama sebelum Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan memo kepada Presiden Trump secara langsung dalam pertemuan meja bundar. CNN melaporkan bahwa memo yang disampaikan Rubio kepada Trump selama diskusi meja bundar tampaknya menunjukkan bahwa kesepakatan mengenai Gaza sudah sangat dekat.
CNN juga mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang mengatakan bahwa Presiden Trump diperkirakan akan segera mempublikasikan postingan di platform Truth Social. Agence France-Presse melaporkan bahwa Washington sedang mempersiapkan teks pidato yang diperkirakan akan disampaikan Trump untuk mengumumkan perjanjian mengenai Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji apa yang ia sebut sebagai “hari besar bagi Israel,” dengan mengatakan bahwa ia akan “mengumpulkan pemerintahan besok [Kamis] untuk menyetujui perjanjian tersebut dan memulangkan semua orang berharga kami yang diculik”.
Diposting di X, Netanyahu mengatakan bangsanya bersatu di belakang keluarga mereka yang ditahan di Gaza, dengan mengatakan: “Dan mereka kembali dari tanah musuh… dan anak-anak mereka kembali ke perbatasan mereka.”
Dia berterima kasih kepada militer dan pasukan keamanan Israel, serta Presiden Trump dan timnya “atas komitmen mereka terhadap misi suci untuk membebaskan orang-orang kami yang diculik”.
“Dengan pertolongan Tuhan, bersama-sama kita akan terus mencapai semua tujuan kita dan memperluas perdamaian dengan tetangga kita,” tulis Netanyahu.
Sedangkan koresponden Aljazirah Hani Mahmoud melaporkan, warga di Gaza mulai mendengar kabar soal kesepakatan dan bertanya-tanya. “Banyak orang tidak memiliki listrik atau akses internet – jadi saya tidak mendengar reaksi apapun, saya pikir orang-orang mencoba untuk tidur. Namun suasana di sana lebih sepi pada malam sebelumnya, tidak ada suara drone di latar belakang – sehingga memberikan ketenangan pikiran bagi orang-orang setelah malam yang melelahkan.”
“Ini adalah momen bersejarah – dan secara pribadi, sungguh melegakan. Orang-orang akan bersemangat dan sangat bahagia. Tapi kita akan lihat apa yang terjadi dalam beberapa jam mendatang.”