News Komoditi & Global ( Jumat, 16 Januari 2026 )

News  Komoditi & Global

                                 (  Jum’at,   16 Januari  2026  )

Harga Emas Global Turun Setelah Data Klaim Pengangguran AS Lebih Kuat dari Perkiraan

 

Harga emas turun pada  seiring data klaim pengangguran mingguan AS yang lebih rendah dari perkiraan mendorong dolar menguat, sementara nada Presiden AS Donald Trump yang lebih moderat terkait Iran menekan permintaan safe-haven untuk logam mulia.

Emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$ 4.607,59 per ons pukul 21.32  WIB  setelah sebelumnya sempat mencatat rekor tertinggi di US$ 4.642,72 per ons. Kontrak emas berjangka AS Februari melemah 0,5% ke level US$ 4.612,50 per ons.

Data menunjukkan klaim tunjangan pengangguran AS turun tak terduga pekan lalu, mendorong indeks dolar ke level tertinggi sejak 2 Desember, sehingga membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

 “Data terbaru membuat ekspektasi terhadap kebijakan Fed tetap stagnan, setidaknya untuk paruh pertama tahun ini, sehingga indeks dolar berada di level tertinggi beberapa minggu terakhir dan memberikan tekanan terhadap emas saat ini,” kata Peter Grant, wakil presiden dan analis logam senior di Zaner Metals.

Trump juga menyatakan tidak berniat memecat Jerome Powell, meski ada investigasi kriminal dari Departemen Kehakiman terhadap Ketua Federal Reserve, dan menambahkan bahwa penindakan di Iran terhadap demonstran mulai mereda, menandai sikap menunggu dan melihat setelah sebelumnya sempat mengancam intervensi militer.

Grant menilai penurunan emas dipengaruhi meredanya ketegangan geopolitik, namun tetap melihat pergerakan ini sebagai korektif, dan memperkirakan para trader akan memanfaatkan penurunan sebagai peluang membeli.

Logam safe-haven ini biasanya naik saat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi tinggi, serta dalam kondisi suku bunga rendah.

Logam mulia lain juga tertekan. Harga perak spot turun 3,6% menjadi US$ 89,29 per ons troi setelah sempat mencetak rekor tertinggi US$93,5. Platina turun 0,4% ke US$2.375,55 per ons troi dan Palladium melemah 1,8% menjadi US$ 1.806,68 per ons troi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga Minyak Dunia Anjlok usai Komentar Trump yang Redakan Kekhawatiran Soal Iran

 

Harga minyak anjlok lebih dari 4% pada Kamis (15/1/2026), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pembunuhan demonstran selama protes di Iran berakhir. Pernyataan Trump ini meredakan kekhawatiran atas tindakan militer AS terhadap Iran dan potensi gangguan pasokan minyak.

Kamis (15/1/2026), harga Brent turun US$ 2,84, atau 4,27%, menjadi US$ 63,68 per barel pada pukul 10:12 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS juga susut US$ 2,68, atau 4,32%, menjadi US$ 59,34.

Harga Brent berjangka naik di atas US$ 66,50 per barel pada Rabu (14/1/2026), sebelum kehilangan sebagian besar keuntungannya setelah pernyataan Trump mengurangi ekspektasi potensi serangan AS terhadap Iran.

Harga minyak anjlok setelah Trump mengatakan dia telah diyakinkan bahwa Iran akan berhenti membunuh para demonstran. Analis Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, premi risiko langsung telah melunak tetapi kemungkinan tidak akan hilang.

Amerika Serikat menarik beberapa personel dari pangkalan militer di Timur Tengah, kata seorang pejabat AS pada hari Rabu, setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran telah memberi tahu negara-negara tetangganya bahwa mereka akan menyerang pangkalan Amerika jika Washington menyerang.

Lebih lanjut, persediaan minyak mentah dan bensin AS meningkat pekan lalu lebih dari perkiraan analis, kata Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu.

"EIA melaporkan peningkatan stok minyak mentah AS terbesar sejak November, didorong oleh impor yang mencapai level tertinggi dalam 14 bulan, menambah tekanan relatif ke bawah pada WTI dibandingkan Brent," tambah Hansen dari Saxo Bank seperti dilansir Reuters.

Di tempat lain, Venezuela telah mulai membalikkan pemotongan produksi minyak yang dilakukan di bawah embargo AS, dengan ekspor minyak mentah juga dilanjutkan, kata tiga sumber.

Dari sisi permintaan, OPEC mengatakan pada hari Rabu bahwa permintaan minyak tahun 2027 kemungkinan akan meningkat dengan laju yang sama seperti tahun ini.

OPEC juga menerbitkan data yang menunjukkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan pada tahun 2026, yang kontras dengan perkiraan lain tentang kelebihan pasokan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wall Street Menguat, Saham Bank Naik Pasca Rilis Laporan Kinerja, Saham Chip Melonjak

 

 Indeks Utama Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (15/1/2026), didukung kenaikan saham Morgan Stanley dan Goldman Sachs setelah hasil kuartalan yang menggembirakan.

Sementara itu, hasil laporan keuangan perusahaan chip asal Taiwan TSMC mendongkrak saham produsen Chip AS.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 292,81 poin, atau 0,60% ke level 49.442,44, S&P 500 naik 17,87 poin, atau 0,26% ke level 6.944,47 dan Nasdaq Composite naik 58,27 poin, atau 0,25% ke level 23.530,02.

Saham Goldman naik 4,6%, memberikan dorongan terbesar bagi Dow Jones, dan saham Morgan Stanley naik 5,8%.

VOlume perdagangan saham di bursa AS mencapai 19,12 miliar saham dengan rata-rata 16,81 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Awal pekan ini, bank-bank lain melaporkan hasil yang beragam yang membebani sektor ini, bersamaan dengan kekhawatiran tentang usulan Presiden AS Donald Trump tentang pembatasan suku bunga kartu kredit selama satu tahun hingga 10%.

"Investor masih membeli saham yang undervalued dibandingkan dengan saham teknologi," kata Jake Dollarhide, kepala eksekutif Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

"Dalam beberapa tahun terakhir, pasar ini selalu berfokus pada pertumbuhan, teknologi, atau kehancuran," katanya.

Saat ini, bank dan perusahaan industri tradisional yang menonjol. Indeks industri S&P 500 kembali mencatatkan rekor penutupan tertinggi.

Saham-saham teknologi juga naik, dipimpin oleh produsen chip. Produsen utama chip kecerdasan buatan canggih dunia, TSMC, memprediksi pertumbuhan tahunan yang kuat dan mengisyaratkan peningkatan kapasitas manufaktur di AS sedang dalam proses. Saham TSMC yang terdaftar di AS melonjak 4,4%.

Indeks semikonduktor naik 1,8%. Saham Nvidia, Broadcom, dan saham perusahaan alat pembuatan chip Applied Materials juga naik.

"Terkait sektor teknologi, ada beberapa kekhawatiran mengenai valuasi—bahwa harga saham terlalu tinggi," kata Alan Lancz, presiden Alan B. Lancz & Associates Inc., sebuah perusahaan penasihat investasi yang berbasis di Toledo, Ohio.

"Kekhawatiran itu sedikit mereda pagi ini dengan berita dari Taiwan Semiconductor."

Saham-saham teknologi dan pertumbuhan yang memiliki valuasi tinggi telah kehilangan momentum baru-baru ini karena investor memulai tahun ini dengan mengejar peluang investasi yang menguntungkan.

Hasil laporan kinerja dari bank-bank pada dasarnya telah memulai musim pendapatan kuartal keempat AS. Musim ini akan semakin intensif minggu depan dengan kelompok perusahaan yang lebih beragam yang akan melaporkan hasilnya.

 

 

 

 

 

 

 

Nasib Pertumbuhan Global 2026: IMF Ungkap Prediksi Baru, Cek Kenaikan Proyeksi PDB

 

Dana Moneter Internasional (IMF) akan merilis perkiraan ekonomi terbaru pada minggu depan. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan, proyeksi ekonomi ini akan menunjukkan ketahanan ekonomi global yang berkelanjutan terhadap guncangan perdagangan dan pertumbuhan yang cukup kuat.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters selama kunjungan ke Kyiv untuk membahas pinjaman IMF kepada Ukraina, Georgieva mengisyaratkan bahwa IMF dapat kembali merevisi perkiraan pertumbuhannya sedikit ke atas seperti yang dilakukan Bank Dunia minggu ini.

Pada bulan Oktober, IMF sedikit menaikkan perkiraan pertumbuhan PDB global tahun 2025 menjadi 3,2% dari 3,0% pada bulan Juli karena dampak negatif dari tarif AS lebih kecil dari yang awalnya dikhawatirkan. IMF mempertahankan perkiraan pertumbuhan global tahun 2026 tidak berubah pada 3,1%.

Ketika ditanya apa yang akan ditunjukkan oleh perkiraan bulan Januari setelah peningkatan perkiraan pada bulan Oktober, Georgieva mengatakan: "Lebih kurang sama - bahwa ekonomi dunia sangat tangguh, bahwa guncangan perdagangan tidak menggagalkan pertumbuhan global, bahwa risiko lebih condong ke sisi negatif, meskipun kinerja saat ini cukup kuat."

IMF diperkirakan akan merilis pembaruan Prospek Ekonomi Dunia pada 19 Januari.

Georgieva mengatakan risiko terfokus pada ketegangan geopolitik dan pergeseran teknologi yang cepat. Segala sesuatunya bisa berjalan baik, katanya, tetapi ekonomi global juga dapat menghadapi kesulitan keuangan yang signifikan jika sumber daya besar yang mengalir ke kecerdasan buatan tidak menghasilkan peningkatan produktivitas yang dijanjikan.

"Kita berada di dunia yang lebih tidak dapat diprediksi, namun, cukup banyak bisnis dan pembuat kebijakan beroperasi seolah-olah dunia belum berubah."

Georgieva mengatakan dia khawatir bahwa banyak negara gagal membangun cadangan yang cukup untuk menghadapi guncangan baru yang mungkin terjadi. IMF saat ini memiliki 50 program pinjaman, jumlah yang tinggi menurut standar historis, tetapi bersiap untuk lebih banyak negara yang mencari dana, katanya.

Kepala IMF mengatakan kinerja ekonomi AS cukup mengesankan meskipun ada banyak tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump tahun lalu terhadap hampir setiap negara di dunia.

Ia mengatakan tingkat tarif secara keseluruhan lebih rendah daripada yang awalnya diancamkan, dan AS hanya menyumbang sekitar 13% hingga 14% dari perdagangan global. Sebagian besar negara lain juga menahan diri - setidaknya sampai saat ini - untuk tidak memberlakukan tindakan balasan, yang telah membantu membatasi dampak gelombang tarif AS.

Ia mengatakan inflasi dan kondisi makroekonomi masih dapat memburuk jika prospek perdagangan memburuk.

Faktor geopolitik juga mengaburkan prospek dan kini memainkan peran yang lebih signifikan daripada tahun-tahun sebelumnya, kata Georgieva, yang menjabat pada Oktober 2019, hanya beberapa bulan sebelum pandemi COVID-19 melanda pada awal 2020.

"Sayangnya, sejak saya menjabat (pada tahun 2019), telah terjadi guncangan demi guncangan," katanya.

 

 

 

 

AS Untung Besar: Jual Minyak Venezuela 30% Lebih Mahal dari Maduro

 

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan bahwa AS mendapatkan harga 30% lebih tinggi untuk minyak mentah Venezuela daripada yang didapatkan Venezuela sebelum pasukan khusus AS menangkap Presiden Nicolas Maduro bulan ini.

"Kami mendapatkan harga jual sekitar 30% lebih tinggi ketika kami menjual barel minyak yang sama daripada yang mereka jual barel minyak yang sama tiga minggu lalu," kata Wright pada acara Asosiasi Energi AS seperti dilansir Reuters, Jumat (16/1/2026).

Wright tidak merinci harga penjualan minyak sebelum dan sesudah penggulingan Maduro. AS telah menyelesaikan penjualan pertama minyak Venezuela yang merupakan bagian dari kesepakatan senilai US$ 2 miliar yang dicapai bulan ini antara Caracas dan Washington, kata seorang pejabat AS kepada Reuters pada hari Rabu.

Penjualan pertama bernilai US$ 500 juta. Penjualan tambahan diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari dan minggu mendatang, kata pejabat tersebut.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengatakan akan menjual hingga 50 juta barel minyak Venezuela yang terperangkap dan akan terus menjual minyak Venezuela yang diproduksi tanpa batas waktu.

Pada bulan Desember, pembeli minyak di Asia menuntut diskon besar untuk minyak mentah Venezuela karena banyaknya minyak yang dikenai sanksi dari Rusia dan Iran yang ditawarkan dan karena meningkatnya risiko pemuatan di negara Amerika Selatan tersebut, kata para pedagang.

Akibat masalah kualitas minyak dan sanksi AS, perusahaan minyak negara PDVSA terpaksa memangkas harga, dengan diskon terhadap patokan minyak mentah Brent sekitar dua kali lipat dari tahun lalu.

Dengan pasokan Rusia dan Iran juga dijual dengan diskon besar, pembeli di China hampir tidak tertarik pada penawaran minyak mentah berat Merey andalan Venezuela seharga $14 per barel di bawah Brent, kata seorang pedagang yang terlibat dalam penjualan ke kilang independen China pada bulan Desember.

Minggu ini, minyak mentah berat Venezuela Merey-16 ditawarkan untuk pengiriman ke Pantai Teluk AS dengan diskon sekitar US$ 6 terhadap harga berjangka minyak mentah Brent, kata seorang pedagang pada hari Rabu.

Sementara Western Canadian Select di Houston ditutup dengan diskon sekitar US$ 12,50 terhadap Brent pada hari Selasa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rusia: Klaim NATO Soal Ancaman Greenland Adalah Mitos Pemicu Panik

 

Pada Kamis (15/1/2026), Rusia menyatakan bahwa narasi NATO yang menyebut Rusia dan China sebagai ancaman bagi Greenland hanyalah mitos yang sengaja dibuat untuk memicu kepanikan.

Moskow menilai kebijakan NATO yang terus meningkatkan konfrontasi di kawasan Arktik sebagai langkah yang sangat berbahaya.

Melansir Reuters, pernyataan Rusia ini muncul di tengah semakin kerasnya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyatakan keinginannya agar AS mengambil alih wilayah seberang laut milik Denmark tersebut dengan alasan keamanan nasional.

Trump berargumen bahwa Denmark, yang pasukannya bertanggung jawab atas pertahanan Greenland, tidak mampu menjalankan tugas tersebut. Klaim ini langsung dibantah oleh pemerintah Denmark.

Sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Norwegia, dan Swedia, mulai mengerahkan pasukan ke Greenland sebagai bentuk dukungan kepada Nuuk dan Kopenhagen, yang tengah menggelar latihan militer di wilayah tersebut.

Rusia, yang dalam beberapa tahun terakhir kembali membuka dan memodernisasi jaringan pangkalan militernya di kawasan Arktik, menyatakan tengah mencermati perkembangan situasi di sekitar Greenland dengan penuh keprihatinan. Moskow menyerukan agar kawasan Arktik tetap dijaga sebagai wilayah yang damai dan stabil.

“NATO telah menempuh jalur militerisasi yang dipercepat di kawasan utara, dengan meningkatkan kehadiran militernya di sana menggunakan dalih fiktif tentang ancaman yang semakin besar dari Moskow dan Beijing,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Rusia di Belgia, tempat markas NATO berada, kepada surat kabar Izvestia.

“Kami melihat aliansi ini memanfaatkan pernyataan-pernyataan besar dari Washington soal Greenland semata-mata untuk mendorong agenda anti-Rusia dan anti-China,” lanjut pernyataan tersebut, sambil merujuk pada sejumlah pernyataan terbaru negara-negara Eropa terkait pertahanan Greenland.

“Kami juga melihat para penggagas rencana agresif ini mengacu pada ancaman-ancaman yang bersifat mitos dan justru mereka sendiri yang menciptakannya,” kata kedutaan tersebut.

Rusia menambahkan bahwa bahkan diplomat Barat yang memiliki akses ke pengarahan intelijen NATO mengakui tidak ada kapal selam Rusia maupun China yang terdeteksi di sekitar Greenland dalam beberapa tahun terakhir.

 “Hal ini menunjukkan bahwa kepanikan yang dibangun tersebut bersifat artifisial,” tegas Rusia.

Pernyataan itu tidak secara langsung mengkritik Trump, yang saat ini masih menjadi mitra dialog penting bagi Moskow dalam upaya mencapai kesepakatan damai di Ukraina. Rusia justru mengarahkan kritiknya kepada NATO sebagai institusi, serta negara-negara anggotanya di Eropa, yang juga dituding menghambat proses perdamaian di Ukraina.

“Kami menilai kebijakan NATO yang terus meningkatkan konfrontasi di kawasan Arktik sebagai langkah yang kontraproduktif dan sangat berbahaya,” demikian pernyataan kedutaan Rusia.

 

 

 

 

 

Beijing Setop Produk Keamanan Siber AS–Israel

 

Ketegangan teknologi antara China dan Barat kembali meningkat. Pemerintah China dilaporkan telah memerintahkan perusahaan-perusahaan domestik untuk menghentikan penggunaan perangkat lunak keamanan siber buatan sekitar selusin perusahaan asal Amerika Serikat (AS) dan Israel, dengan alasan keamanan nasional.

Langkah ini mempertegas arah kebijakan Beijing yang kian agresif mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat, seiring memanasnya rivalitas teknologi antara China dan AS.

Sejumlah sumber menyebut, perusahaan yang terdampak larangan ini antara lain VMware milik Broadcom, Palo Alto Networks, dan Fortinet dari AS, serta Check Point Software Technologies dari Israel. Otoritas China khawatir perangkat lunak tersebut berpotensi mengumpulkan dan mengirimkan data sensitif ke luar negeri.

“China semakin tidak nyaman dengan risiko kebocoran data strategis melalui perangkat lunak asing,” ujar seorang analis teknologi di Asia yang enggan disebutkan namanya.

Reuters (15/1) belum dapat memastikan berapa banyak perusahaan China yang telah menerima instruksi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, regulator internet China, Cyberspace Administration of China, serta Kementerian Industri dan Teknologi Informasi belum memberikan pernyataan resmi.

Kebijakan ini muncul di tengah upaya China mempercepat substitusi teknologi impor dengan produk dalam negeri, terutama di sektor strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, dan keamanan siber.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing secara terbuka mendorong penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras lokal untuk mengurangi risiko ketergantungan pada pemasok Barat. Beberapa pemain besar keamanan siber lokal seperti 360 Security Technology dan Neusoft diperkirakan akan diuntungkan oleh kebijakan ini.

Padahal, perusahaan-perusahaan AS dan Israel tersebut selama ini memiliki jejak bisnis yang cukup besar di China. Fortinet memiliki tiga kantor di China daratan dan satu di Hong Kong. Broadcom tercatat memiliki enam lokasi di China, sementara Palo Alto Networks memiliki lima kantor, termasuk di Makau. Dan Check Point juga memiliki pusat dukungan di Shanghai dan Hong Kong.

Namun, posisi mereka kini makin terjepit di tengah memburuknya hubungan geopolitik.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan tersebut juga kerap menuduh China terlibat dalam berbagai operasi peretasan global, tuduhan yang selalu dibantah oleh Beijing. Bulan lalu, Check Point merilis laporan soal dugaan serangan siber yang dikaitkan dengan China terhadap sebuah kantor pemerintahan Eropa. Palo Alto sebelumnya juga mengklaim ada upaya peretasan yang menargetkan para diplomat di berbagai negara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Trump Bertemu Pempimpin Oposisi Venezuela Machado

 

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado pada Kamis (15/1/2026), dalam pertemuan penting yang dapat mempengaruhi bagaimana pemerintahan Republik berupaya membentuk masa depan politik negara Amerika Selatan tersebut.

Setelah pertemuan itu, Machado mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Trump, meskipun belum jelas apakah Trump telah menerima medali tersebut, yang telah lama ia idam-idamkan.

Machado mengatakan ia melakukannya sebagai pengakuan atas komitmen Trump terhadap kebebasan rakyat Venezuela.

Pertemuan makan siang tersebut, menandai pertama kalinya keduanya bertemu secara langsung. Machado kemudian bertemu dengan lebih dari selusin senator, baik dari Partai Republik maupun Demokrat, di Capitol Hill.

Saat kunjungan berlangsung, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump sangat ingin bertemu Machado, tetapi ia tetap berpegang pada penilaian realistisnya bahwa saat ini Machado tidak memiliki dukungan yang dibutuhkan untuk memimpin negara dalam jangka pendek.

Machado, yang melarikan diri dari Venezuela dalam pelarian laut yang berani pada bulan Desember, bersaing untuk mendapatkan perhatian Trump dengan anggota pemerintah Venezuela dan berupaya memastikan ia memiliki peran dalam pemerintahan negara ke depannya.

Setelah AS menangkap pemimpin Venezuela yang telah lama berkuasa, Nicolas Maduro, dalam operasi penangkapan cepat bulan ini, berbagai tokoh oposisi, anggota diaspora Venezuela, dan politisi di seluruh AS dan Amerika Latin telah menyatakan harapan bahwa Venezuela akan memulai proses demokratisasi.

"Saya tahu presiden sangat menantikan pertemuan ini, dan dia mengharapkan diskusi yang baik dan positif dengan Ibu Machado, yang benar-benar merupakan suara yang luar biasa dan berani bagi banyak orang di Venezuela," kata Leavitt kepada wartawan selama pengarahan saat pertemuan sedang berlangsung.

Harapan untuk Pergerakan Menuju Demokrasi

Senator Demokrat Chris Murphy, salah satu senator yang bertemu dengan Machado, mengatakan pemimpin oposisi tersebut telah mengatakan kepada para senator bahwa penindasan di Venezuela sekarang tidak berbeda dengan di bawah Maduro.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, adalah operator ulung yang semakin mengakar dari hari ke hari berkat dukungan Trump, katanya.

"Saya berharap pemilihan umum terjadi, tetapi saya skeptis," kata Murphy, dari Connecticut seperti dilansir Reuters.

Trump mengatakan dia fokus pada pengamanan akses AS ke minyak negara itu dan membangun kembali perekonomian Venezuela.

Trump telah beberapa kali memuji Rodriguez, orang kepercayaan Maduro, yang menjadi pemimpin Venezuela setelah penangkapannya.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada hari Rabu, Trump mengatakan, "Dia sangat baik untuk diajak bekerja sama."

Secara terpisah di Venezuela, Rodriguez mengatakan dia akan mengusulkan reformasi untuk industri minyak negaranya.

Machado dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Venezuela 2024 oleh pengadilan tinggi yang diisi oleh sekutu Maduro.

Pengamat luar secara luas percaya bahwa Edmundo Gonzalez, seorang tokoh oposisi yang didukung oleh Machado, menang dengan selisih yang besar, tetapi Maduro mengklaim kemenangan dan mempertahankan kekuasaan. Sementara pemerintah saat ini telah membebaskan puluhan tahanan politik dalam beberapa hari terakhir, kelompok dan pendukung di luar mengatakan bahwa skala pembebasan tersebut telah dibesar-besarkan oleh Caracas.

Ditanya pada hari Rabu apakah dia ingin Machado memberinya hadiah itu, Trump mengatakan kepada Reuters: "Tidak, saya tidak mengatakan itu. Dia memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian."

Institut Nobel Norwegia menyatakan bahwa hadiah tersebut tidak dapat dialihkan, dibagikan, atau dicabut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AS dan Taiwan Capai Kesepakatan Perdagangan, Fokus pada Semikonduktor

 

Amerika Serikat (AS) dan Taiwan mencapai kesepakatan perdagangan  yang memangkas tarif pada banyak ekspor negara penghasil semikonduktor tersebut, mengarahkan investasi baru ke industri teknologi AS, dan berisiko membuat marah China.

Mengutip Reuters, Jumat (16/1/2026), kesepakatan ini memperdalam hubungan pemerintahan Trump dengan Taipei pada saat kritis ketika China meningkatkan tekanan terhadap Taiwan dan Washington berupaya menghindari perang dagang habis-habisan dengan Beijing.

Berdasarkan kesepakatan yang telah lama dinegosiasikan, produsen chip Taiwan seperti TSMC yang memperluas produksi di AS akan mendapatkan tarif pajak yang lebih rendah untuk semikonduktor yang mereka impor ke AS.

Departemen Perdagangan AS mengatakan, serangkaian tarif umum yang berlaku untuk sebagian besar ekspor Taiwan lainnya ke AS akan diturunkan, dari 20% menjadi 15%.

"Obat-obatan generik, komponen pesawat terbang, dan sumber daya alam yang tidak tersedia akan dikenakan tarif 0%," kata Departemen Perdagangan.

Sebagai imbalannya, perusahaan teknologi Taiwan, seperti TSMC, diharapkan melakukan investasi total setidaknya US$ 250 miliar untuk meningkatkan produksi semikonduktor, energi, dan kecerdasan buatan di Amerika Serikat.

Itu termasuk US$ 100 miliar yang telah dikucurkan oleh TSMC pada tahun 2025, dengan lebih banyak lagi yang akan datang, menurut Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.

Taiwan juga akan menjamin kredit sebesar US$ 250 miliar lagi untuk memungkinkan investasi tambahan, kata pemerintahan Trump.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pintu Masuk AS Ditutup! Kebijakan Visa Trump Blokir 315.000 Pendatang

 

Pemerintahan Presiden Amerika Serita (AS) Donald Trump kembali mengencangkan keran masuk tenaga asing ke negeri paman sam. Kali ini, Departemen Luar Negeri AS memutuskan menangguhkan pemrosesan visa imigran bagi warga dari 75 negara, termasuk Afghanistan, Iran, Rusia, dan Somalia, dengan alasan mencegah masuknya pendatang yang berpotensi menjadi bebas fiskal negara.

Kebijakan yang mulai berlaku 21 Januari ini didasarkan pada arahan yang terbit November lalu, yang memperketat definisi public chargeatau warga asing yang dinilai berisiko bergantung pada bantuan sosial.

“Departemen Luar Negeri akan menggunakan kewenangannya untuk menyaring calon imigran yang berpotensi menjadi beban publik dan mengandalkan bantuan sosial,” ujar Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott dalam pernyataan resminya yang dikutip Reuters (15/1).

Di tengah persiapan AS menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 dan Olimpiade 2028, pasar menilai langkah ini tetap mengirim sinyal negatif terhadap iklim keterbukaan ekonomi Amerika.

Sejak kembali menjabat Januari lalu, Trump memang langsung mengencangkan kebijakan imigrasi. Tidak hanya imigrasi ilegal yang diburu, jalur imigrasi legal pun ikut dipersulit, termasuk lewat kenaikan biaya pengajuan visa kerja H-1B bagi tenaga profesional asing.

Langkah ini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan ekonom. Direktur Studi Imigrasi Cato Institute David Bier menilai, kebijakan tersebut berpotensi menekan daya saing ekonomi AS.

Ini adalah agenda paling anti-imigrasi legal dalam sejarah modern Amerika. “Kebijakan ini bisa memblokir hampir setengah dari total imigrasi legal dan menolak sekitar 315.000 pendatang resmi hanya dalam satu tahun,” ujar Bier.

Dari sisi fiskal dan tenaga kerja, pembatasan ini datang di saat ekonomi AS masih bergulat dengan persoalan inflasi jasa, kekurangan tenaga kerja di sektor teknologi, kesehatan, dan konstruksi, serta kebutuhan menjaga laju pertumbuhan.

Data Departemen Luar Negeri menunjukkan, sejak Trump kembali menjabat, lebih dari 100.000 visa telah dicabut, disertai pengetatan pemeriksaan latar belakang dan aktivitas media sosial pemohon.

Analis menilai kebijakan ini bukan hanya isu politik domestik, tetapi juga berpotensi berdampak pada arus investasi dan strategi ekspansi perusahaan multinasional. Jika pasokan tenaga kerja asing makin dibatasi, biaya produksi di AS bisa naik, dan itu pada akhirnya bisa menggerus daya saing industri Amerika sendiri.

Trump sendiri berdalih kebijakan keras ini diperlukan setelah terjadi lonjakan besar imigrasi ilegal di era pemerintahan sebelumnya. Bahkan, pada November lalu, ia sempat berjanji akan menghentikan migrasi dari negara-negara yang ia sebut sebagai “Dunia Ketiga” menyusul insiden penembakan di dekat Gedung Putih.

Bagi pasar global, sinyalnya jelas proteksionisme Amerika Serikat kini tidak hanya menyentuh perdagangan, tetapi juga mulai merambah serius ke sektor tenaga kerja dan mobilitas manusia  sebuah kombinasi yang bisa menambah ketidakpastian baru bagi ekonomi dunia.

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post