News Forex, Index & Komoditi ( Senin, 4 Desember 2023 )
News Forex, Index & Komoditi
( Senin, 4 Desember 2023 )
Harga Emas Cetak Rekor Lagi Tembus $2.100 dalam Ekspektasi Pemangkasan Fed Lebih Awal
Harga emas melonjak cetak rekor tertinggi lagi di perdagangan Asia pada hari Senin (04/12), lanjutkan kenaikan baru-baru ini tatkala pasar berharap bahwa Federal Reserve dapat mulai memangkas suku bunga paling cepat pada Maret 2024, meskipun para pejabat bank sentral tetap berhati-hati.
Logam mulia menguat tajam dalam beberapa sesi terakhir akibat menurunnya inflasi, data pasar tenaga kerja yang lemah, dan beberapa sinyal yang tidak terlalu hawkish dari The Fed memicu spekulasi bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga pada awal tahun 2024.
Ketua Jerome Powell, ketika berbicara pada hari Jumat, menegaskan kembali pendiriannya bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Tetapi beberapa perubahan dalam sinyal-sinyalnya - terutama bahwa ia mengakui kemajuan yang dibuat untuk meredam inflasi dan potensi "soft landing" untuk ekonomi AS - memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak akan lagi menaikkan suku bunga pada bulan Desember, dan berpotensi mulai memangkasnya pada bulan Maret 2024.
Emas spot melonjak hampir 2% ke rekor tertinggi $2.148,78/oz, sementara emas berjangka Februari juga melonjak 2% ke rekor tertinggi $2.151,20/oz. Kedua instrumen diperdagangkan sedikit turun dari level tertingginya pukul 07.16 WIB.
Logam mulia ini mengalami peningkatan kuat minggu lalu, dan juga naik selama dua bulan berturut-turut di bulan November.
Fed Fund futures menunjukkan peluang 97% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada bulan Desember, dan peluang 60% bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 5% hingga 5,25%, menurut Fedwatch tool dari CME Group. Ini dibanding dengan prediksi traders yang memperkirakan peluang 21% untuk pemangkasan suku bunga di bulan Maret satu minggu yang lalu.
Potensi penurunan suku bunga menjadi pertanda baik untuk emas, mengingat suku bunga yang lebih tinggi mendorong naiknya biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia. Gagasan ini telah memukul harga emas selama setahun terakhir karena the Fed mulai menaikkan suku bunga secara agresif.
Namun, pasar masih memiliki banyak sinyal ekonomi yang harus diperhitungkan untuk sementara waktu. Data nonfarm payrolls untuk bulan November - pengukur utama pasar tenaga kerja - akan terbit akhir pekan ini, sementara angka inflasi untuk sisa tahun ini juga akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang.
Beberapa aspek dari pasar tenaga kerja tetap kuat, sementara inflasi juga tetap nyaman di atas target tahunan the Fed - sebuah tren yang jika terus berlanjut, akan mengurangi prospek penurunan suku bunga lebih awal.
Lebih dari 700 Orang Tewas dalam 24 Jam Terakhir Ketika Israel Intensifkan Serangan
Ratusan warga Palestina telah tewas dalam serangan udara Israel dalam 24 jam terakhir di Gaza ketika tentara Israel memerintahkan lebih banyak wilayah di dalam dan sekitar kota Khan Younis, kota terbesar kedua di wilayah kantong tersebut, untuk dievakuasi.
Direktur Jenderal Kantor Media Pemerintah di Gaza mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Minggu bahwa lebih dari 700 warga Palestina telah terbunuh sejak Israel melanjutkan pemboman setelah gencatan senjata tujuh hari berakhir pada hari Jumat.
Lebih dari 1,5 juta orang telah mengungsi, sebagian besar dari mereka berasal dari Gaza utara, sejak Israel melancarkan serangan militer pada 7 Oktober setelah serangan mematikan Hamas.
Hingga hari Minggu, pemboman hebat dilaporkan terjadi di Khan Younis, Rafah, dan beberapa bagian utara yang menjadi sasaran serangan udara dan darat Israel.
“Ke mana pun Anda pergi, selalu ada anak-anak yang mengalami luka bakar tingkat tiga, luka pecahan peluru, cedera otak, dan patah tulang,” James Elder, juru bicara global UNICEF, mengatakan kepada Al Jazeera dari Gaza.
“Para ibu menangisi anak-anak yang sepertinya sudah beberapa jam lagi menuju kematian. Saat ini sepertinya seperti zona kematian,” terangnya.
Rumah sakit utama di Khan Younis menerima setidaknya tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka pada Minggu pagi akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di bagian timur kota, menurut jurnalis Associated Press di rumah sakit tersebut.
Secara terpisah, jenazah 31 orang yang tewas dalam pemboman Israel di wilayah tengah Jalur Gaza dibawa ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di kota Deir el-Balah di Gaza tengah, kata Omar al-Darawi, pegawai administrasi di rumah sakit tersebut.
Di Gaza utara, tim penyelamat dengan sedikit peralatan bergegas pada hari Minggu untuk menggali puing-puing bangunan di kamp pengungsi Jabaliya dan lingkungan lain di Kota Gaza untuk mencari korban selamat dan mayat.
Harapan akan adanya gencatan senjata di masa depan pupus pada hari Sabtu ketika Israel mengumumkan penarikan negosiator dari ibu kota Qatar, Doha, dengan mengatakan bahwa perundingan telah menemui jalan buntu.
Israel mengatakan pihaknya berupaya melenyapkan kelompok bersenjata Palestina Hamas, yang melancarkan serangan mematikan di Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menawan lebih dari 240 orang, menurut pihak berwenang Israel.
Israel telah membunuh lebih dari 15.200 warga Palestina dalam serangan Gaza sejak 7 Oktober, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.
Korea Utara Tegaskan Tak Akan Negosiasi Kedaulatan dengan AS yang Bermuka Dua
Korea Utara mengatakan mereka tidak akan pernah menegosiasikan kedaulatannya dengan Amerika Serikat.
Selain itu, media pemerintah KCNA melaporkan pada hari Kamis, Korea Selatan juga mengkritik Washington sebagai negara yang "bermuka dua" karena menawarkan pembicaraan sambil meningkatkan aktivitas militer di wilayah tersebut.
Mengutip Reuters, Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan seorang pejabat senior, mengatakan Amerika Serikat menunjukkan "tandar ganda yang ekstrim pada pertemuan Dewan Keamanan PBB minggu ini yang membahas mengenai peluncuran satelit mata-mata pertama Korea Utara baru-baru ini.
Pertemuan tersebut memicu pertikaian publik yang jarang terjadi antara Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield dan Duta Besar Korea Utara Kim Song. Keduanya berpendapat bahwa aktivitas militer negara mereka bersifat defensif.
Kim Yo Jong mengatakan Thomas-Greenfield menyoroti upaya untuk membuka kembali perundingan dengan Korea Utara meskipun negara tersebut tidak memiliki dasar yang dapat dibenarkan untuk menolak hak kedaulatan negara tersebut atas pengembangan ruang angkasa.
Amerika Serikat dan Korea Selatan mengecam peluncuran satelit tersebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang penggunaan teknologi rudal balistik oleh Korea Utara.
Kata Kim, menurut KCNA, Thomas-Greenfield juga gagal untuk membuat alasan yang lebih logis mengenai bagaimana AS mendukung keterlibatan diplomatik dan upayanya untuk melanjutkan dialog yang dipadukan dengan aktivitas militer provokatif dari kapal induk nuklir dan kapal selam nuklir AS yang dikerahkan di semenanjung Korea.
“Kami menegaskan sekali lagi kepada AS, yang meminta DPRK untuk menetapkan waktu dan agenda untuk melanjutkan dialog DPRK-AS. Kedaulatan sebuah negara merdeka tidak akan pernah bisa menjadi agenda perundingan, dan oleh karena itu, DPRK tidak akan pernah bertatap muka dengan AS untuk tujuan tersebut,” jelasnya.
Kim juga mengatakan bahwa standar ganda dan praktik sewenang-wenang Washington yang merusak perdamaian dan stabilitas regional, bukan program luar angkasa negaranya.
Dalam artikel lainnya, KCNA mengatakan pemimpin Kim memeriksa foto pangkalan angkatan laut AS di San Diego dan pangkalan udara Kadena di Jepang, yang diambil dengan satelit mata-mata.
Pyongyang mengatakan satelit tersebut dirancang untuk memantau pergerakan militer AS dan Korea Selatan, dan telah memotret pangkalan militer AS di seluruh dunia, termasuk di Guam dan Italia, serta lokasi seperti Gedung Putih dan Pentagon.
Namun media pemerintah belum merilis gambar apa pun, sehingga memicu perdebatan di antara para pejabat dan analis di Seoul dan Washington mengenai seberapa mampu satelit tersebut untuk melakukan tugasnya sebagai mata-mata.
Dalam pernyataam terpisah, KCNA mengecam Korea Selatan karena mengintensifkan apa yang disebutnya gerakan provokatif perang melalui latihan militer gabungan dengan pasukan AS, yang melibatkan kapal induk USS Carl Vinson.
Mereka menuduh Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memainkan peran kunci dalam meresmikan rencana provokasi perang nuklir yang konkrit dengan membawa aset-aset strategis nuklir AS dan meningkatkan latihan gabungan yang juga melibatkan Jepang.
Kementerian Unifikasi Seoul, yang bertanggung jawab atas urusan antar-Korea, mengeluarkan pernyataan yang mendesak Pyongyang untuk menjauhkan diri dari jalur provokasi dan ancaman yang salah dan mengambil jalur dialog dan kerja sama.
Korea Selatan awalnya berencana meluncurkan satelit mata-mata pertamanya dengan roket Falcon 9 AS pada hari Kamis, namun rencana tersebut ditunda karena cuaca.
Laut Merah Kian Panas, Militan Houthi Terus Memburu Kapal Israel
Situasi Laut Merah terasa semakin berbahaya, terutama bagi kapal-kapal Israel. Pada hari Minggu (3/12), sejumlah kapal komersial diserang di perairan internasional di Laut Merah bagian selatan.
Menurut Komando Pusat Militer AS, kapal penghancur mereka, Carney, menanggapi panggilan darurat dan memberikan bantuan setelah peluncuran rudal dan drone dari wilayah yang dikuasai Houthi.
Houthi mengakui aksi tersebut. Dalam pernyataannya, Houthi mengatakan angkatan lautnya telah menyerang dua kapal Israel, Unity Explorer dan Number 9, dengan drone bersenjata dan rudal angkatan laut.
Juru bicara Houthi mengatakan, kedua kapal tersebut menjadi sasaran setelah mereka menolak peringatan. Serangan juga dilakukan sebagai respons atas tuntutan rakyat Yaman dan seruan negara-negara Islam untuk berdiri bersama rakyat Palestina.
Juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan, kedua kapal tersebut tidak ada hubungannya dengan Israel.
Militer AS mengklaim kapal Carney berhasil menembak jatuh tiga drone Houthi. Mereka juga mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan ancaman terhadap perdagangan internasional.
"Kami juga mempunyai banyak alasan untuk percaya bahwa serangan-serangan ini sepenuhnya dilakukan oleh Iran. AS akan mempertimbangkan semua respons yang tepat melalui koordinasi penuh dengan sekutu dan mitra internasionalnya," ungkap militer AS, dikutip Reuters.
Tidak Berkaitan dengan Israel
Kapal Unity Explorer diketahui berlayar dengan bendera bahama. Kapal ini dimiliki oleh Unity Explorer Ltd dan dikelola oleh Dao Shipping Ltd yang berbasis di London. Menurut data London Stock Exchange Group (LSEG), kapal itu dijadwalkan tiba di Singapura pada 15 Desember.
Satu kapal lain, Number 9, bergerak menuju pelabuhan Suez dan berlayar dengan bendera Panama. Kapal kargo ini diketahui dimiliki oleh Number 9 Shipping Ltd dan dikelola oleh Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM) yang berbasis di Newcastle-upon-Tyne, Inggris.
BSM mengatakan, kapal itu terkena proyektil saat transit di Selat Bab al-Mandab. Tidak ada laporan korban luka atau polusi pasca kejadian tersebut.
Dalam laporan lain yang dirilis perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, dijelaskan bahwa kedua kapal itu diserang oleh setidaknya dua drone saat berlayar di Laut Merah.
Ambrey mengatakan, kapal kontainer dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan pesawat tak berawak sekitar 101 km barat laut pelabuhan Hodeidah di Yaman utara.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga mengatakan pihaknya menerima laporan tentang serangan pesawat tak berawak di Selat Bab al-Mandab di Laut Merah.
Houthi Terus Memburu Kapal Israel
Pasukan pemberontak Houthi pada hari Rabu (22/11) berjanji akan membajak lebih banyak kapal Israel di Laut Merah. Menurut mereka, setiap kapal yang melintasi Selat Bab Al-Mandab adalah target yang sah.
Peringatan tersebut disampaikan Houthi menyusul aksi mereka membajak sebuah kapal kargo yang terkait dengan Israel pada hari Minggu (19/11) lalu. Insiden ini diprediksi akan membuka pintu konflik baru dalam perang di Gaza.
Houthi sendiri telah mendeklarasikan diri mereka sebagai bagian dari poros perlawanan atau axis of resistance dan proksi Iran. Mereka juga telah meluncurkan serangan drone dan rudal ke arah Israel.
"Kami mengatakan kepada entitas Zionis bahwa Bab Al-Mandab adalah garis merah. Setiap kapal sipil atau militer yang berhubungan dengan Israel dianggap sebagai target yang sah," kata komandan angkatan laut Houthi, Jenderal Mohammad Fadl Abdelnabi, melalui media militernya di X.
Selat Bab Al-Mandab juga menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang dilintasi seperlima konsumsi minyak global.
Korea Utara: Perang di Semenanjung Korea Hanya Tinggal Masalah Waktu
Korea Utara secara terbuka pada hari Minggu (3/12) menyampaikan keyakinannya akan potensi perang di Semenanjung Korea. Pyongyang merasa bentrokan hanya masalah waktu.
Keyakinan itu disampaikan oleh pengamat militer Korea Utara dalam sebuah artikel yang dimuat oleh media resmi mereka, KCNA. Korea Utara menyalahkan tetangganya atas penarikan diri dari Perjanjian Militer Komprehensif tahun 2018.
Perjanjian tersebut pada dasarnya menuntut dua Korea untuk menyerukan serangkaian tindakan militer yang dapat mengurangi ketegangan di sepanjang perbatasan. Korea Selatan menangguhkan sebagian perjanjian tersebut sebagai protes atas peluncuran satelit mata-mata Korea Utara.
Korea Utara kemudian ikut menarik diri dari perjanjian tersebut dan sejak itu memulihkan pos-pos penjagaan dan membawa senjata api berat di sepanjang perbatasan.
"Bentrokan fisik dan perang hanya tinggal menunggu waktu saja di Semenanjung Korea. Korea Selatan akan menghadapi kehancuran total jika melakukan tindakan permusuhan," kata pengamat di Pyongyang.
Tidak hanya itu, para pengamat juga menegaskan kembali bahwa perjanjian tahun 2018 adalah batasan terakhir bagi dua Korea untuk mencegah konflik militer. Penarikan diri dari perjanjian tersebut berarti membuka kembali peluang konflik bersenjata.
"Kesepakatan tahun 2018 adalah mekanisme minimum dan garis akhir untuk mencegah konflik militer yang tidak disengaja di wilayah sepanjang Garis Demarkasi Militer, di mana angkatan bersenjata dalam jumlah besar berada dalam kepadatan tertinggi dan konfrontasi tajam," kata pengamat tersebut.
Peluncuran Satelit Mata-Mata Militer Korea Utara
Terkait satelit mata-mata, Korea Utara mengatakan bahwa peluncuran dan penggunaannya adalah sah dan hak bagi seluruh negara berdaulat. Bagi Pyongyang, tidak masuk akal jika Seoul menarik diri dari perjanjian sebagai tanggapan terhadap peluncuran satelit.
"Jika peluncuran satelit Korea Utara merupakan pelanggaran terhadap perjanjian tahun 2018, maka peluncuran satelit mata-mata militer Korea Selatan juga tidak akan berbeda," kata pengamat.
Dari pihak tetangga, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menegaskan kembali bahwa setiap peluncuran yang dilakukan oleh Korea Utara menggunakan teknologi rudal balistik merupakan pelanggaran nyata terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
"Komunitas internasional sangat mengutuk hal ini. Hak yang diklaim Korea Utara atas pengembangan ruang angkasa hanya diperuntukkan bagi negara-negara yang mematuhi hukum internasional. Kami sangat mendesak Korea Utara untuk segera menghentikan hasutan palsu atas tindakan sah kami dan provokasi tambahan apa pun," kata kementerian, dikutip Yonhap.
Korea Utara mengatakan telah berhasil meluncurkan satelit mata-mata Malligyong-1 ke orbit pada tanggal 22 November lalu. Malligyong-1 diluncurkan pada Selasa malam, beberapa jam setelah Pyongyang memberi tahu Jepang tentang niatnya meluncurkan satelit antara 22 November dan 1 Desember.
KCNA mengatakan satelit Malligyong-1 diluncurkan dengan roket Chollima-1 dari fasilitas peluncuran satelit Sohae pada pukul 22:42 waktu setempat dan memasuki orbit pada 22:54.
Peluncuran semacam itu dilarang berdasarkan sanksi Dewan Keamanan PBB yang dirancang untuk mengekang program rudal balistik Korea Utara. Aksi tersebut tentu dengan cepat mendapat kecaman dari Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, dan PBB.
Paus Fransiskus Sebut Serangan Israel di Gaza Sebagai Terorisme
Paus Fransiskus menggunakan kata 'terorisme' untuk menggambarkan serangan Israel di Jalur Gaza. Ini disampaikannya dalam pembicaraan telepon yang penuh ketegangan dengan Presiden Israel Isaac Herzog pada akhir Oktober.
“Dilarang menanggapi teror dengan teror,” kata Paus Fransiskus kepada Herzog, seorang pejabat senior Israel yang dikutip dalam pemberitaan The Washington Post.
Selama panggilan telepon itu, Herzog mengatakan bahwa pemerintahnya melakukan apa yang diperlukan di Gaza untuk membela rakyat Israel. Paus merespons dengan mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab memang harus dimintai pertanggungjawaban, tetapi bukan warga sipil.
Pembicaraan Fransiskus-Herzog, ketika orang nomor satu di Vatikan itu menyebut operasi militer Israel di Gaza sebagai "tindakan terorisme" dianggap sangat buruk sehingga Israel memutuskan untuk tidak memublikasikannya.
Vatikan menolak untuk mengklarifikasi apakah Paus Fransiskus secara terbuka atau pribadi menggambarkan tindakan Israel di Gaza sebagai terorisme. Akan tetapi dalam sebuah pernyataan kepada The Washington Post, mereka mengakui adanya pembicaraan telepon antara Fransiskus dan Herzog.
“Panggilan telepon tersebut, sama seperti panggilan telepon lainnya, dilakukan dalam konteks upaya Bapa Suci yang bertujuan untuk membendung kegawatdaruratan dan meluasnya situasi konflik di Tanah Suci," kata Vatikan.
Seorang juru bicara di Kantor Kepresidenan Israel menolak mengomentari laporan tersebut dengan mengatakan mereka tidak bisa memublikasikan percakapan pribadi.
PBB: Jeda Kemanusiaan tidak Cukup untuk Kirimkan Bantuan di Gaza
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik perpanjangan jeda kemanusiaan baru-baru ini antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. Hanya saja, perpanjangan yang sudah dua kali berulang ini dinilai tidak cukup untuk memenuhi laju pengiriman bantuan ke Gaza.
"Kami menyambut baik kenyataan bahwa jeda atau penghentian atau penghentian penggunaan senjata ini telah diperpanjang selama 24 jam,” ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric pada Kamis (30/11/2023).
Dujarric menggambarkan tentang kondisi yang sangat menantang dan kompleks untuk merencanakan pengiriman barang kemanusiaan berdasarkan segmen 24 jam. Dia menyatakan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa tingkat bantuan masih sama sekali tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan besar lebih dari 2 juta orang.
“Meskipun ada jeda, hampir tidak ada perbaikan dalam akses warga di wilayah utara terhadap air karena sebagian besar fasilitas produksi air utama ditutup karena kekurangan bahan bakar dan beberapa juga karena kerusakan,” kata Dujarric dikutip dari Anadolu Agency.
PBB dan personelnya di Jalur Gaza tidak akan meninggalkan upaya memberikan bantuan kemanusiaan dalam keadaan apa pun. “Tentu saja, apa yang ingin kami lihat adalah kelanjutan dari situasi yang kita alami saat ini di mana tidak ada pertempuran sehingga kita dapat menjangkau lebih banyak orang dengan volume yang lebih besar,” ujar Dujarric.
Nasib mengenai serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza dan wilayah pendudukan Tepi Barat juga mendapat perhatian. “Fasilitas kesehatan tidak boleh digunakan dalam pertempuran,” katanya.
Guterres sebelumnya mengatakan bahwa serangan Hamas tidak bisa dilihat dalam ruang hampa, tetapi terjadi setelah pendudukan selama beberapa dekade. Dia menyatakan Israel jelas-jelas melakukan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan di Jalur Gaza dan bersikeras bahwa gencatan senjata kemanusiaan adalah hal yang penting.
AS Tolak Adanya Gencatan Senjata Permanen di Jalur Gaza
Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali menyuarakan penentangan atas gagasan penerapan gencatan senjata permanen di Jalur Gaza. Washington hanya mendukung jeda kemanusiaan seperti yang sudah dilakukan Israel dan Hamas.
"Kami tidak mendukung gencatan senjata permanen. Saat ini, kami mendukung gagasan jeda kemanusiaan," kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby kepada awak media di Washington, Kamis (30/11/2023), dikutip Anadolu Agency.
Dia menambahkan, seperti yang sudah dilakukan Hamas dan Israel sejak 24 November 2023, AS menginginkan agar jeda kemanusiaan di Gaza terus diperpanjang. “Namun, pada akhirnya, Israel dan Hamas harus menyetujui parameter perpanjangan perjanjian tersebut. Tapi, di AS mereka akan terus menemukan pendukung untuk perpanjangan perjanjian tersebut,” ujar Kirby.
Sementara itu, militer Israel telah melancarkan puluhan serangan udara ke Jalur Gaza pada Jumat (1/12/2023) pagi waktu setempat. Agresi kembali diluncurkan menyusul berakhirnya kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Hamas.
Radio Angkatan Darat Israel melaporkan, pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan puluhan serangan ke Gaza hanya beberapa menit setelah berakhirnya kesepakatan gencatan senjata pada pukul 07.00 waktu setempat. Menurut seorang koresponden Al Arabiya, daerah dekat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis dan sebuah rumah di Kota Gaza menjadi target dari serangan jet tempur Israel.
Jet tempur Israel juga dilaporkan melakukan pengeboman di kota Abasan. Sebelum gencatan senjata berakhir, militer Israel menuduh Hamas melanggar ketentuan kesepakatan.
“Hamas melanggar jeda operasional, dan sebagai tambahan, mereka melepaskan tembakan ke arah wilayah Israel,” katanya.
Militer Israel mengungkapkan, mereka mencegat sebuah roket yang diluncurkan dari Gaza pada Jumat pagi. Serangan roket itu disebut mengaktifkan sirene peringatan serangan udara di daerah Israel menjelang pukul 07.00 waktu setempat.
Hamas belum merilis keterangan terkait serangan tersebut. Merespons hal itu, militer Israel kemudian mengumumkan bahwa operasi penumpasan Hamas di Gaza dilanjutkan.
Hamas sebelumnya disebut bersedia memperpanjang lagi gencatan senjata dengan Israel selama satu hari hingga Sabtu (2/12/2023). “Para mediator saat ini melakukan upaya yang kuat, intens, serta berkelanjutan untuk satu hari tambahan dalam gencatan senjata dan kemudian berupaya untuk memperpanjangnya lagi pada hari-hari lainnya,” kata sumber yang dekat dengan Hamas, dikutip laman Al Arabiya.
Mesir dan Qatar selaku mediator telah mendorong Hamas serta Israel untuk menyepakati lagi perpanjangan gencatan senjata selama dua hari di Jalur Gaza. “Mesir akan terus mengerahkan upaya maksimalnya untuk memastikan berlanjutnya aliran bantuan kemanusiaan ke utara dan selatan Jalur Gaza,” kata badan media Pemerintah Mesir dalam sebuah pernyataan, Kamis.
Pada Kamis kemarin, sebagai bagian dari kesepakatan perpanjangan gencatan senjata, Hamas bersedia membebaskan lagi 10 warga Israel yang mereka sandera sejak 7 Oktober 2023. Sebagai imbalannya, Israel membebaskan 30 tahanan Palestina dari penjara-penjara di Tepi Barat.
Ketika melakukan operasi infiltrasi ke Israel pada 7 Oktober 2023, Hamas disebut menculik lebih dari 240 orang dan membawa mereka ke Gaza. Mereka terdiri atas warga Israel, warga Israel berkewarganegaraan ganda, dan warga asing.
Sejak memulai gencatan senjata pada 24 November 2023, Hamas sudah membebaskan 70 warga Israel dan 24 warga asing dari penyanderaan. Sebagai imbalannya, Israel telah membebaskan 210 tahanan Palestina. Pertukaran sandera dan tahanan itu disambut positif oleh berbagai negara.
Sementara itu, sejauh ini jumlah warga Gaza yang terbunuh akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 telah menembus 15 ribu jiwa. Mereka termasuk 6.000 anak-anak dan 4.000 perempuan. Sedangkan korban luka mencapai 33 ribu orang.
Cina Cari Peta Jalan 'Konkret' untuk Solusi Dua Negara
Cina meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada hari Kamis (30/11/2023), untuk merumuskan jadwal dan peta jalan yang "konkrit" untuk solusi dua negara. Langkah Cina ini guna mencapai penyelesaian yang "komprehensif, adil, dan langgeng" atas masalah Palestina.
Usulan tersebut dituangkan dalam sebuah makalah yang menyatakan posisi Cina dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel yang dirilis oleh kementerian luar negeri Cina. Usulan Cina ini, ketika Beijing mengambil alih kepresidenan bergilir Dewan Keamanan untuk bulan November.
Dewan yang beranggotakan 15 negara ini perlu mengintensifkan mediasi diplomatiknya, meluncurkan kembali solusi dua negara, dan mengadakan konferensi perdamaian internasional yang "lebih berwibawa dan efektif" sesegera mungkin, tulis surat kabar tersebut.
Laporan tersebut mendesak dewan untuk mengindahkan seruan umum dari komunitas internasional untuk melakukan "gencatan senjata yang komprehensif" untuk menghentikan pertempuran.
Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan Uni Eropa harus mengakui negara Palestina. Karena hal ini akan membantu mengakhiri konflik Israel-Palestina dan "menstabilkan" wilayah tersebut.
"Jelas bahwa kita harus menemukan solusi politik untuk mengakhiri krisis ini dan solusi ini membutuhkan, menurut saya, pengakuan negara Palestina," Perdana Menteri dari partai Sosialis ini mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi publik Spanyol, TVE.
"Eropa berkepentingan untuk mengatasi masalah ini karena keyakinan moral karena apa yang kita lihat di Gaza tidak dapat diterima", dan juga untuk "tujuan geopolitik - untuk menstabilkan sebuah wilayah", tambahnya.
Ketika ia dilantik untuk masa jabatan baru bulan ini, Sanchez mengatakan bahwa prioritas kebijakan luar negerinya adalah untuk "bekerja di Eropa dan di Spanyol untuk mengakui negara Palestina".
Jika tidak ada konsensus di antara 27 negara anggota Uni Eropa, Sanchez mengatakan bahwa Madrid tidak menutup kemungkinan untuk mengakui negara Palestina secara sepihak.
Jaksa Penuntut Mahkamah Pidana Internasional Kunjungi Israel, Cari Bukti Kejahatan Perang
Jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Karim Khan, mengunjungi Israel "atas permintaan dan undangan" para penyintas dan keluarga korban serangan Hamas pada 7 Oktober lalu, ICC mengatakan pada Kamis (30/11/2023). Kedatangan Jaksa ini sekaligus mencari bukti pidana yang terkait serangan Hamas di 7 Oktober, dan balasan Israel ke Gaza setelahnya.
"Kunjungan ini meskipun tidak bersifat investigasi, merupakan kesempatan penting untuk mengekspresikan simpati kepada para korban dan terlibat dalam dialog," tulis pengadilan tersebut di X, yang sebelumnya bernama Twitter.
Khan juga akan melakukan perjalanan ke Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel, di mana ia akan bertemu dengan para pejabat senior Palestina, kata ICC.
Militan Hamas menawan sekitar 240 tawanan dari Israel selatan dalam serangan 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menurut para pejabat Israel menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.
Sejak saat itu, serangan udara, laut, dan darat Israel yang tanpa henti dan tanpa pandang bulu telah menewaskan lebih dari 15.000 orang, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
Gencatan senjata selama hampir seminggu yang telah menghentikan pemboman Israel yang mematikan selama berminggu-minggu akan berakhir pada hari Jumat, meskipun saat ini ada upaya untuk memperpanjangnya.
Qatar, yang telah memimpin negosiasi gencatan senjata yang didukung oleh Mesir dan Amerika Serikat, mengkonfirmasi bahwa jeda tersebut telah diperpanjang selama satu hari "di bawah kondisi yang sama seperti sebelumnya".
Pengumuman ini muncul beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba di Israel pada Rabu (29/11/2023) malam, dan dengan tekanan yang meningkat untuk perpanjangan jeda.
Perjanjian gencatan senjata telah menghentikan sementara pertempuran di Gaza, di mana pihak berwenang mengatakan hampir 15.000 orang telah terbunuh dalam kampanye militer Israel. Pihak berwenang Israel mengatakan sekitar 1.200 orang terbunuh dan sekitar 240 orang disandera dalam serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober lalu di dalam wilayah Israel.
Perjanjian gencatan senjata memungkinkan perpanjangan waktu jika Hamas dapat membebaskan 10 sandera lagi dalam sehari, namun sebelumnya kedua belah pihak memperingatkan bahwa mereka siap untuk kembali bertempur.