News Komoditi & Global ( Rabu, 11 Februari 2026 )

News  Komoditi & Global

                                  (  Rabu,   11  Februari  2026  )

 

Harga Emas Global Naik Tipis di Tengah Ekspektasi Penurunan Bunga

 

Harga emas dunia hari ini, Rabu (11/2/2026) mengalami kenaikan moderat setelah data penjualan ritel di Amerika Serikat mendukung penurunan suku bunga The Fed lebih lanjut. Dilansir Bloomberg, logam mulia tersebut diperdagangkan pada level dekat US$5.050 per ounce setelah melemah 0,6% pada perdagangan kemarin. Di pasar spot, harga emas menguat 0,5% ke US$5.051,89 per ounce pada pukul 7.23 pagi waktu Singapura. Sementara perak naik 0,9% ke US$81,5659. Adapun, indeks Spot Dolar Bloomberg sedikit berubah pada hari Selasa setelah turun sekitar 1% selama dua sesi sebelumnya. Sebagai informasi, pengeluaran konsumen AS secara tak terduga terhenti pada Desember tahun lalu, mencerminkan kekhawatiran tentang biaya hidup dan menjadi landasan bagi laporan ketenagakerjaan Januari yang tertunda dan sangat dinantikan pada hari ini. Penurunan lebih lanjut dalam suku bunga akan berdampak positif bagi emas, yang tidak membayar bunga dan biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah.

Logam mulia ini melonjak ke rekor tertinggi pada akhir Januari 2026, sebelum tiba-tiba anjlok. Sejak itu, harganya telah pulih sekitar setengah dari kerugian tersebut dan diperdagangkan sekitar $5.000 per ons minggu ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pasar Fokus ke Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Menguat

 

Harga minyak dunia naik pada 11 Februari 2026 karena ketegangan di Timur Tengah, khususnya Iran, meskipun persediaan minyak AS meningkat signifikan.  Harga minyak dunia hari ini naik karena pasar lebih fokus pada ketegangan di Timur Tengah, khususnya Iran ketimbang laporan industri AS yang menunjukkan peningkatan besar dalam persediaan suplai. Dilansir Bloomberg, Rabu (11/2/2026), harga minyak West Texas Intermediate naik di atas US$64 per barel, setelah sedikit turun pada perdagangan kemarin. Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret naik 0,5% ke US$64,30 per barel pada pukul 7.25 pagi waktu Singapura. Sementara harga minyak Brent berada di dekat US$69, tepatnya US$68,80 pada perdagangan kemarin, melemah tipis 0,4% untuk kontrak April.

Trump Ancam Terapkan Tarif Impor bagi Negara yang Berdagang dengan Iran Harga Emas Dunia Hari Ini 11 Februari 2026 Naik Tips di Tengah Ekspektasi Penurunan Bunga

Para pedagang mencermati sejumlah laporan, termasuk informasi yang menyatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk menyita kapal tanker yang membawa minyak mentah Iran. Kemudian, laporan kedua yang menyatakan bahwa kelompok serang kapal induk lain dapat dikirim ke wilayah tersebut jika negosiasi mengenai program nuklir Iran gagal. Sementara itu, di AS, American Petroleum Industry melaporkan persediaan membengkak sebesar 13,4 juta barel minggu lalu. Jika dikonfirmasi oleh data resmi, itu akan menjadi lonjakan terbesar dalam satuan barel sejak November 2023.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wall Street Bervariasi: S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Melemah, Terseret Data Ekonomi

 

Wall Street ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah setelah indeks &P 500 dan Nasdaq ditutup lebih rendah sementara Dow Jones sedikit naik ke penutupan rekor ketiga berturut-turut. Sentimen datang karena investor mencerna angka penjualan ritel yang mengecewakan dan menunggu laporan pasar tenaga kerja yang penting.

Selasa (10/2/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 52,27 poin atau 0,10% menjadi 50.188,14, indeks S&P 500 melemah 23,01 poin atau 0,33% ke 6.941,81 dan indeks Nasdaq Composite turun 136,20 poin atau 0,59% menjadi 23.102,47.

Sektor jasa komunikasi pada indeks S&P 500 adalah sektor terlemah di pasar, terbebani oleh saham Alphabet, yang turun 1,8% setelah induk perusahaan Google mengatakan telah menjual obligasi senilai US$ 20 miliar.

Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran investor tentang jumlah uang yang menurut perusahaan teknologi harus mereka keluarkan untuk mendukung booming kecerdasan buatan, dengan Amazon, Alphabet, Meta, dan Microsoft secara kolektif diperkirakan akan menghabiskan ratusan miliar dolar pada tahun 2026 saat mereka berlomba untuk mendominasi AI.

Sementara itu, penjualan ritel AS secara tak terduga mengalami stagnasi pada bulan Desember karena rumah tangga mengurangi pengeluaran untuk kendaraan dan barang-barang mahal lainnya, menunjukkan jalur pertumbuhan yang lebih lambat untuk pengeluaran konsumen dan ekonomi memasuki tahun baru.

Angka yang stagnan ini dibandingkan dengan perkiraan ekonom untuk pertumbuhan 0,4%. Harapan para pedagang sedikit meningkat untuk Federal Reserve yang lebih lunak dengan kemungkinan penurunan suku bunga satu tingkat pada bulan April menjadi 36,9% dari 32,2% pada hari Senin, menurut alat FedWatch dari CME Group.

Namun, pasar masih mengharapkan bank sentral akan mempertahankan suku bunga hingga Juni, ketika calon ketua Fed pilihan Presiden Donald Trump, Kevin Warsh, akan mengambil alih jika disetujui oleh Senat AS.

Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott, menggambarkan data ritel yang mengecewakan sebagai "kabar buruk adalah kabar baik," terutama untuk indeks industri yang sensitif terhadap suku bunga seperti utilitas dan real estat, yang memimpin kenaikan sektor dalam indeks acuan.

Namun, ahli strategi tersebut mengingatkan untuk berhati-hati menjelang laporan nonfarm payrolls yang tertunda namun dipantau ketat, yang akan dirilis pada hari Rabu.

"Sebagai antisipasi laporan pekerjaan, tidak ada yang ingin terlalu jauh melampaui anggaran risiko mereka jika angka tersebut menyebabkan beberapa kekhawatiran," kata Luschini.

Potensi penambahan kecemasan adalah komentar penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett pada hari Senin bahwa peningkatan lapangan kerja AS mungkin lebih rendah dalam beberapa bulan mendatang karena pertumbuhan angkatan kerja yang lebih lambat dan produktivitas yang lebih tinggi karena peningkatan AI.

Dengan S&P 500 yang nyaris kembali ke rekor penutupan akhir Januari pada hari Senin, Luschini dari Janney mengatakan: "Ketika suatu sekuritas atau indeks mendekati level tinggi lagi, seringkali ada keraguan, beberapa pertentangan yang harus terjadi sebelum dapat menembus puncak itu lagi."

Kenaikan lebih dari 2% pada saham-saham seperti Walt Disney dan Home Depot membantu mendorong Dow Jones naik, mengimbangi penurunan saham-saham termasuk Coca-Cola, yang berakhir turun 1,5% setelah gagal memenuhi perkiraan Wall Street untuk pendapatan kuartal keempat.

Di antara saham-saham individual lainnya, Datadog melonjak 13,7% dan memimpin perolehan persentase tertinggi di S&P 500 pada hari itu setelah platform pemantauan dan analitik berbasis cloud tersebut melampaui perkiraan kuartalan.

Di sektor barang konsumsi non-esensial, Marriott ditutup naik 8,5% untuk kenaikan harian terbesarnya sejak April setelah juga mencapai rekor tertinggi.

Jaringan hotel tersebut memproyeksikan lonjakan 35% dalam biaya dari kartu kredit co-branded, karena para pelancong kaya menghabiskan banyak uang untuk liburan mewah. Saham S&P Global merosot 9,7%, menjadikannya saham yang paling merugi di S&P 500 setelah memperkirakan laba tahun 2026 di bawah perkiraan analis. Saham Moody's dan MSCI juga turun.

Saham Spotify melonjak 14,7% setelah platform streaming audio tersebut memperkirakan pendapatan kuartal pertama di atas ekspektasi, diuntungkan oleh pertumbuhan pengguna yang kuat dan kenaikan harga.

 

Gubernur The Fed Waller Nilai Euforia Kripto Mulai Meredup, Ini Alasan Lengkapnya

 

 Gubernur Federal Reserve (The Fed) Chris Waller mengatakan euforia pasar kripto yang sempat menguat setelah kemenangan Presiden AS Donald Trump dalam pemilu mulai memudar.

Menurutnya, hal tersebut terjadi seiring semakin eratnya keterkaitan aset kripto dengan sistem keuangan tradisional.

“Saya pikir sebagian euforia yang masuk ke dunia kripto bersama pemerintahan saat ini mulai mereda,” ujar Waller dalam sebuah konferensi dilansir dari laman Cointelegraph Selasa (10/2/2026).

Ia menilai, semakin banyaknya integrasi kripto ke dalam arus utama keuangan membuat pasar harus menyesuaikan diri dengan dinamika dan disiplin manajemen risiko ala keuangan konvensional.

“Banyak dari aktivitas kripto kini sudah masuk ke keuangan arus utama. Ketika itu terjadi, ada berbagai penyesuaian yang harus dilakukan. Karena itu, saya kira sebagian aksi jual muncul karena perusahaan-perusahaan dari sektor keuangan tradisional yang masuk ke kripto harus menyesuaikan posisi risikonya,” kata Waller.

Di bawah pemerintahan Trump, semakin banyak pelaku keuangan tradisional yang meningkatkan eksposur terhadap aset kripto, yang turut mendorong kenaikan pasar.

Namun, Waller menilai kegagalan Kongres AS untuk segera mengesahkan undang-undang struktur pasar kripto juga ikut meredam sentimen.

Menurutnya, ketidakjelasan regulasi membuat sebagian pelaku pasar enggan mengambil risiko lebih jauh.

 “Hal itu membuat orang-orang berpikir ulang karena masih banyak ketidakpastian soal bagaimana produk-produk kripto akan diatur,” ujarnya.

Waller juga menepis kekhawatiran berlebihan terhadap penurunan harga kripto baru-baru ini, dengan menyebutnya sebagai bagian dari karakter pasar kripto itu sendiri.

“Itu bagian dari permainannya. Anda masuk, bisa untung, bisa juga rugi begitulah sifatnya,” kata Waller.

“Harga naik, harga turun, itu memang karakter bisnis ini. Kalau tidak suka volatilitasnya, jangan ikut masuk. Itu saran saya untuk semua orang.”

Bitcoin (BTC) tercatat telah turun sekitar 45% dari puncaknya di level US$125.000 pada Oktober.

Saat ini, aset kripto terbesar di dunia tersebut diperdagangkan di kisaran US$69.500, setelah sempat anjlok ke bawah US$60.000 pada Jumat lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Waller mengatakan The Fed berencana meluncurkan skema akun pembayaran yang diusulkan pada tahun ini.

Skema tersebut bertujuan memberikan akses terbatas ke sistem perbankan sentral bagi perusahaan teknologi finansial (fintech) dan kripto.

The Fed sebelumnya membuka masa konsultasi publik terkait rencana akun tersebut yang dijuluki “skinny master accounts” hingga Jumat lalu.

Perusahaan kripto umumnya mendukung rencana tersebut, sementara asosiasi perbankan meminta kehati-hatian dalam penerapannya.

“Kami menerima sangat banyak masukan, dan sekarang harus menelaahnya satu per satu,” ujar Waller.

 “Jika bisa kami selesaikan dengan baik, saya berharap kebijakan ini dapat diterapkan sebelum akhir tahun.”

Dalam proposalnya, The Fed menyebut akun pembayaran tersebut akan memiliki hak yang lebih terbatas dibandingkan master account yang biasanya dimiliki bank-bank besar. Pembatasan itu mencakup larangan memperoleh bunga serta penerapan batas saldo.

Waller sebelumnya menegaskan bahwa akun pembayaran ini diperlukan untuk merespons “perkembangan pesat” teknologi pembayaran, sekaligus “mendukung inovasi sambil tetap menjaga keamanan sistem pembayaran”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Macron: Eropa Harus Bersiap Hadapi Konflik Baru dengan Amerika Serikat

 

Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa Eropa harus bersiap menghadapi benturan baru dengan Amerika Serikat (AS).

Ia mendorong Uni Eropa (UE) untuk menjadikan apa yang disebutnya sebagai “momen Greenland” sebagai peringatan keras guna mempercepat reformasi ekonomi yang selama ini tertunda serta memperkuat posisi global blok tersebut.

Dalam sejumlah wawancara yang dimuat di berbagai surat kabar Eropa pada Selasa (10/2/2026), Macron menegaskan bahwa Eropa tidak boleh keliru menganggap meredanya ketegangan dengan Washington sebagai perubahan sikap yang bersifat permanen.

Hal itu ia sampaikan meski sengketa terkait Greenland, perdagangan, dan teknologi tampak mereda.

“Ketika ada tindakan agresif yang jelas, menurut saya yang harus kita lakukan bukanlah menunduk atau sekadar mencari kompromi. Kita sudah mencoba pendekatan itu selama berbulan-bulan, dan itu tidak berhasil,” ujar Macron kepada beberapa media, termasuk Le Monde dan Financial Times.

Macron secara terbuka menuding pemerintahan Presiden AS Donald Trump bersikap “anti-Eropa” dan bahkan berupaya mendorong “pembubaran” Uni Eropa.

“Amerika Serikat, dalam beberapa bulan ke depan itu sudah pasti akan menyerang kita terkait regulasi digital,” kata Macron.

Ia juga memperingatkan potensi penerapan tarif impor oleh Trump jika UE menggunakan Digital Services Act untuk memperketat pengawasan terhadap perusahaan teknologi besar.

Presiden Prancis itu kembali menyerukan penerbitan utang bersama baru, seperti eurobond, dengan alasan langkah tersebut akan memungkinkan Uni Eropa melakukan investasi dalam skala besar dan menantang dominasi dolar AS dalam sistem keuangan global.

Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan bertemu di Brussels pada Kamis dalam sebuah KTT yang akan membahas berbagai langkah untuk memperkuat perekonomian UE.

Pertemuan tersebut juga bertujuan meningkatkan kemampuan blok itu untuk bersaing dan mempertahankan kepentingannya menghadapi Amerika Serikat dan China di panggung global.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iran Nilai Pembicaraan Nuklir Jadi Uji Keseriusan Amerika Serikat

 

 Iran mengatakan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) telah memberi gambaran mengenai keseriusan Washington dan menunjukkan adanya kesepahaman yang cukup untuk melanjutkan jalur diplomasi.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa (10/2/2026).

Diplomat Iran dan AS menggelar pertemuan tidak langsung melalui mediator Oman di Muscat pekan lalu.

Pembicaraan ini dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali diplomasi, di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump menempatkan armada angkatan laut di kawasan tersebut, yang memicu kekhawatiran akan potensi aksi militer baru.

“Pertemuan di Muscat bukanlah pertemuan yang panjang. Dari sudut pandang kami, tujuan utamanya adalah untuk mengukur keseriusan pihak lain dan bagaimana jalur ini dapat dilanjutkan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

“Setelah pembicaraan tersebut, kami merasa terdapat pemahaman dan konsensus yang cukup untuk melanjutkan proses diplomasi,” tambahnya.

Baghaei juga menjelaskan bahwa kunjungan Ali Larijani penasihat Pemimpin Tertinggi Iran ke Oman pada Selasa telah direncanakan sebelumnya sebagai bagian dari konsultasi regional lanjutan.

Setelah itu, Larijani dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Qatar.

Terkait rencana kunjungan Perdana Menteri Israel ke Washington pada Rabu, Baghaei menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya bertindak secara independen dari tekanan pihak asing.

“Amerika Serikat harus bertindak terlepas dari tekanan eksternal, khususnya tekanan Israel yang mengabaikan kepentingan kawasan, bahkan kepentingan Amerika Serikat sendiri,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Presiden Prancis Ingatkan Uni Eropa Belum Bebas dari Ancaman Bentrokan dengan AS

 

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Eropa harus bersiap menghadapi bentrokan lebih lanjut dengan Amerika Serikat (AS). Selain itu, dalam pernyataan yang disampaikan Selasa (10/2/2026), Macron mendorong Eropa menggunakan momen Greenland baru-baru ini sebagai peringatan untuk mendorong reformasi ekonomi yang telah lama tertunda dan memperkuat kekuatan global blok tersebut.

Dalam wawancara yang diterbitkan di beberapa surat kabar Eropa, Macron mengatakan, Eropa tidak boleh salah mengira meredanya ketegangan dengan Washington sebagai hal yang berkelanjutan. Kendati saat ini perselisihan mengenai Greenland, perdagangan, dan teknologi tampak mereda.

"Ketika ada tindakan agresi yang jelas, saya pikir yang harus kita lakukan bukanlah tunduk atau mencoba mencapai penyelesaian. Saya pikir kita telah mencoba strategi itu selama berbulan-bulan. Itu tidak berhasil," kata Macron kepada beberapa surat kabar, termasuk Le Monde dan Financial Times.

Macron mengatakan pemerintahan Trump secara terbuka menunjukkan posisi sebagai anti-Eropa dan berupaya untuk memecah-belah Uni Eropa. "AS, dalam beberapa bulan mendatang, sudah pasti akan menyerang kita terkait regulasi digital," tambah Macron.

Macron memperingatkan potensi AS menerapkan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump jika Uni Eropa menggunakan Undang-Undang Layanan Digitalnya untuk mengendalikan perusahaan teknologi.

Pemimpin Prancis itu juga kembali mendorong Eropa untuk menerbitkan pinjaman bersama baru, seperti eurobonds. Macron beralasan ini akan memungkinkan Uni Eropa untuk berinvestasi dalam skala besar dan menantang hegemoni dolar AS.

Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu di Brussels pada Kamis (12/2/2026) untuk membahas langkah-langkah memperkuat ekonomi Uni Eropa dan membicarakan langkah agar Uni Eropa lebih mampu menghadapi AS dan China di panggung global.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jeff Bezos Angkat Bicara soal PHK Massal di Washington Post, Tekankan Peran Data

 

Pemilik The Washington Post, Jeff Bezos, akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya sejak media tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Dalam pernyataannya, pendiri Amazon itu menekankan pentingnya pemanfaatan data pembaca untuk menentukan arah masa depan The Post.

Bezos menyebut The Washington Post memiliki misi jurnalistik yang sangat penting sekaligus peluang besar untuk berkembang di tengah perubahan industri media.

Menurut dia, kebiasaan dan minat pembaca yang tercermin dalam data dapat menjadi peta jalan bagi keberlanjutan media tersebut.

 “The Post memiliki misi jurnalistik yang esensial dan peluang luar biasa. Setiap hari, para pembaca memberi kita petunjuk menuju kesuksesan. Data menunjukkan apa yang bernilai dan ke mana kita harus fokus,” tulis Bezos.

Pernyataan ini muncul di tengah perubahan manajemen di The Washington Post. CEO Will Lewis mengundurkan diri dan posisinya untuk sementara diisi oleh CFO Jeff D’Onofrio.

Dalam pernyataannya, D’Onofrio juga menegaskan bahwa keputusan ke depan akan didorong oleh data pelanggan untuk menghadirkan konten yang paling bernilai bagi audiens.

Nada serupa sebelumnya disampaikan oleh pemimpin redaksi The Washington Post, Matt Murray, saat berbicara kepada karyawan menyusul gelombang PHK. Murray menilai perusahaan perlu beradaptasi agar tetap relevan di lanskap media yang semakin padat dan kompetitif.

 “Ini tentang memposisikan diri agar menjadi lebih penting dalam kehidupan masyarakat. Terlalu lama kami beroperasi dengan struktur lama, seolah masih menjadi surat kabar lokal yang hampir monopoli,” kata Murray.

Usai PHK, Murray juga menegaskan perlunya pemahaman lebih dalam terhadap minat pembaca dan pemanfaatan data audiens.

Ia mengakui The Post belum sepenuhnya memanfaatkan potensi era digital dengan optimal, terutama dalam penggunaan data untuk menentukan konten, cara publikasi, serta memahami pembaca dan calon pelanggan.

Namun, penekanan kuat pada data ini tidak lepas dari kritik. Jurnalis The Atlantic, Sally Jenkins, yang pernah bekerja di The Washington Post, menilai pendekatan berbasis data pelanggan berisiko mengorbankan orisinalitas jurnalistik jika diterapkan secara berlebihan.

Di sisi lain, pesan manajemen ini dinilai bisa meredam kritik dari pihak yang menilai kebijakan perusahaan selama ini lebih dipengaruhi pertimbangan ideologis ketimbang data. Meski demikian, upaya tersebut diperkirakan tidak mudah.

The Washington Post sebelumnya sempat menghadapi gejolak besar pada 2024 ketika Bezos memutuskan media itu tidak mendukung kandidat presiden untuk pertama kalinya dalam 36 tahun.

Laporan NPR menyebutkan lebih dari 200.000 pelanggan membatalkan langganan dalam beberapa hari setelah keputusan tersebut.

Kritik juga muncul pada Februari 2025 saat Bezos mengubah arah rubrik opini agar lebih menekankan kebebasan individu dan pasar bebas.

Mantan pemimpin redaksi The Washington Post, Martin Baron, menilai tantangan yang dihadapi media itu diperparah oleh keputusan strategis yang keliru dari jajaran teratas.

Sejumlah pengkritik bahkan menilai Bezos seharusnya lebih aktif menopang The Washington Post secara finansial, mengingat peran penting media tersebut bagi masyarakat.

Meski demikian, Bezos tetap optimistis. Ia menyatakan kepemimpinan The Washington Pos* ke depan memiliki peluang untuk membangun babak baru yang lebih menarik dan berkelanjutan bagi media legendaris tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Laba Operasional Honda Anjlok Lebih dari 60% pada Kuartal III 2025

 

 Honda Motor melaporkan penurunan laba operasional lebih dari 60% pada kuartal ketiga tahun fiskal berjalan.

Penurunan tajam ini dipicu oleh dampak tarif impor Amerika Serikat (AS) serta memburuknya kondisi pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Dalam pernyataan pada Selasa (10/2/2026), Honda menyebut laba operasional kuartal ketiga turun 61,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ini menjadi penurunan tahunan (YoY) keempat secara berturut-turut bagi produsen mobil terbesar kedua Jepang setelah Toyota Motor tersebut.

Honda membukukan laba operasional sebesar 153,4 miliar yen (sekitar US$987 juta) untuk periode tersebut.

Angka ini berada di bawah perkiraan rata-rata 174,5 miliar yen dari sembilan analis yang disurvei oleh LSEG.

Perusahaan menjelaskan bahwa bisnis otomotifnya mencatat rugi operasional selama sembilan bulan hingga akhir Desember.

Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah biaya satu kali (one-off costs) yang berkaitan dengan bisnis EV, termasuk penurunan nilai aset dan peninjauan ulang lini produk, di samping dampak tarif impor AS.

Wakil Presiden Eksekutif Honda, Noriya Kaihara, mengatakan perusahaan perlu meningkatkan daya saing melalui restrukturisasi strategi secara fundamental.

Langkah tersebut dinilai penting di tengah semakin ketatnya persaingan global, termasuk dari kemunculan produsen mobil baru.

Di sisi lain, Honda menyebut bisnis sepeda motornya tetap menunjukkan kinerja yang kuat.

Penjualan global, terutama yang didorong oleh pasar India dan Brasil, membantu menahan dampak pelemahan pada bisnis otomotif.

Meski kinerja kuartalan melemah, Honda mempertahankan proyeksi laba operasional untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026 sebesar 550 miliar yen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Singapura Peringkat Ketiga Negara Paling Bersih Dari Korupsi di Dunia 2025

 

Singapura kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia.

Melansir Channelnewsasia Selasa (10/2/2026), dalam Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index/CPI) 2025 yang dirilis Transparency International, Singapura menempati peringkat ketiga negara paling bersih dari korupsi untuk tahun kedua berturut-turut.

Singapura juga mempertahankan posisinya sebagai negara dengan skor tertinggi di kawasan Asia Pasifik untuk kedua kalinya secara beruntun, dengan skor tetap di angka 84.

Capaian ini menjadikan Singapura sebagai satu-satunya negara di Asia yang secara konsisten masuk dalam 10 besar sejak CPI pertama kali diterbitkan pada 1995.

Dalam beberapa tahun terakhir, peringkat Singapura menunjukkan konsistensi yang kuat.

Negara tersebut menempati peringkat kelima pada 2022 dan 2023, peringkat keempat pada 2019 dan 2021, serta peringkat ketiga pada 2018, 2020, dan 2024.

Indeks Persepsi Korupsi menilai 182 negara dan teritori berdasarkan persepsi tingkat korupsi di sektor publik.

Skor diberikan dalam rentang 0 hingga 100, di mana angka 0 menunjukkan tingkat korupsi yang sangat tinggi dan 100 mencerminkan kondisi yang sangat bersih.

CPI 2025 disusun berdasarkan 13 sumber penilaian, yang mencakup asesmen para pakar serta survei terhadap pelaku usaha.

Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura (Corrupt Practices Investigation Bureau/CPIB) menyatakan bahwa situasi korupsi di Singapura tetap berada dalam kondisi yang terkendali dengan baik.

Jumlah kasus korupsi di sektor publik tercatat rendah, disertai tingkat kepercayaan publik yang kuat terhadap upaya pengendalian korupsi.

“Survei persepsi publik yang dilakukan CPIB menunjukkan dukungan dan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap upaya pengendalian korupsi di Singapura,” demikian pernyataan CPIB dalam siaran persnya.

CPIB menambahkan bahwa kinerja Singapura dalam CPI 2025 ditopang oleh kerangka peraturan yang kuat, penegakan hukum yang efektif, serta masyarakat yang waspada dan memiliki komitmen bersama terhadap integritas.

Sikap tanpa toleransi terhadap korupsi dinilai menjadi fondasi utama reputasi Singapura sebagai negara yang bersih dan bebas korupsi.

Selain capaian dalam CPI, Singapura juga meraih peringkat teratas dari 16 negara dan ekonomi dalam laporan Political and Economic Risk Consultancy (PERC) 2025 mengenai korupsi di Asia, Amerika Serikat, dan Australia.

Lebih lanjut, dalam World Justice Project Rule of Law Index 2025, Singapura menempati peringkat kedua secara global dari 143 negara dan berada di posisi pertama di Asia untuk indikator ketiadaan korupsi.

Hasil ini semakin memperkuat citra Singapura sebagai salah satu negara dengan tata kelola pemerintahan paling bersih di dunia.

 

 

 

 

 

Nikkei dan Topix Tutup di Rekor Tertinggi, Optimisme Takaichi Trade

 

 Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225 dan Topix, menutup perdagangan Selasa (10/2/2026) di level tertinggi sepanjang sejarah.

Penguatan pasar didorong oleh kinerja laba kuartalan emiten yang solid serta optimisme investor terhadap arah kebijakan ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi menyusul kemenangan telaknya dalam pemilu legislatif.

Melansir Reuters, indeks Nikkei 225 mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 2,3% ke level 57.650,54.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas juga mencatat rekor penutupan baru setelah naik 1,9% ke posisi 3.855,28.

Musim laporan keuangan tengah berlangsung di ekonomi terbesar keempat dunia tersebut.

Pasar mendapat dorongan dari ekspektasi bahwa kemenangan besar Takaichi pada Minggu lalu akan memudahkan pemerintah mendorong kebijakan belanja besar dan keringanan pajak guna menopang pertumbuhan ekonomi.

“Setelah koalisi penguasa meraih kemenangan telak dalam pemilu, ekspektasi terhadap kebijakan fiskal yang lebih proaktif meningkat, dan harapan akan dorongan ekonomi mulai menyebar di pasar saham domestik,” ujar Takayuki Miyajima, ekonom senior di Sony Financial Group.

Sepanjang tahun ini, indeks Nikkei telah menguat sekitar 12%. Kinerja tersebut ditopang oleh harapan stimulus fiskal di bawah pemerintahan Takaichi serta reli global saham teknologi yang mengangkat saham-saham semikonduktor dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI).

Saham produsen kabel Furukawa Electric menyentuh batas kenaikan harian setelah melaporkan kinerja laba yang solid pada Senin.

Saham perusahaan tersebut melonjak 22,3% pada Selasa dan telah menguat hingga 49,6% dalam tiga sesi terakhir.

Sementara itu, saham Mazda Motor melesat 12%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak Juli tahun lalu, setelah membukukan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar.

SoftBank Group, yang kerap dipandang sebagai barometer sentimen investasi AI di Jepang, memberikan kontribusi terbesar terhadap penguatan Nikkei dengan kenaikan 10,7%.

Lonjakan ini terjadi seiring reli saham teknologi di Amerika Serikat (AS) dan menjelang rilis laporan keuangan perusahaan pada Kamis.

Secara keseluruhan, sentimen pasar tampak sangat positif, dengan 176 saham mencatat kenaikan di indeks Nikkei, dibandingkan 46 saham yang melemah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Serangan Israel Bunuh Tujuh Warga Gaza Sejak Senin Malam

 

 

Militer Israel membombardir Jalur Gaza sejak Senin malam, dimulai dengan menghantam sebuah apartemen di Kota Gaza. Serangan juga menyebabkan kerusakan pada tenda-tenda di dekatnya yang menampung keluarga-keluarga pengungsi.

Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa militer Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata setidaknya 1.500 kali sejak perjanjian tersebut mulai berlaku.

Bangunan di Kota Gaza yang diserang pada Senin malam telah menjadi sasaran dan sebagian rusak dalam serangan-serangan sebelumnya selama perang. Serangan terbaru ini menewaskan dan melukai banyak warga Palestina. Serangan ini juga tampaknya ditargetkan.

Lingkungan al-Nusra adalah daerah yang sangat ramai, dan orang-orang mengungsi banyak mengungsi di sana. Hal ini menyebarkan kepanikan di kalangan warga Palestina di Gaza. Orang-orang khawatir tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya.

Sumber medis melaporkan bahwa dua warga Palestina syahid ketika pesawat tak berawak Israel menargetkan sepeda listrik di dekat desa al-Masdar di Jalur Gaza tengah. Seorang wanita juga syahid akibat tembakan dari drone quadcopter Israel di daerah yang sama.

Pada saat yang sama, Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa mengonfirmasi dua kematian akibat penembakan Israel di sepanjang Jalan Salah al-Din, sementara sumber lokal melaporkan tambahan korban luka di beberapa lokasi.

Di Kota Gaza, orang-orang terluka akibat tembakan Israel di luar zona penempatan Israel di lingkungan Zeitoun, menurut Rumah Sakit Al-Shifa. Korban luka lebih lanjut dilaporkan setelah tembakan artileri Israel menghantam Beit Lahia di Jalur Gaza utara.

Hingga Selasa siang, jumlah warga Palestina yang syahid dalam serangan udara Israel di Gaza sejak Senin malam telah meningkat menjadi tujuh orang.

Pasukan Israel telah membunuh sedikitnya 586 warga Palestina dan melukai 1.558 orang di Gaza sejak “gencatan senjata” 10 Oktober, kata Kementerian Kesehatan. Jumlah total orang yang syahid dalam perang genosida Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 72.037 orang, dengan 171.666 orang luka-luka.

Koresponden Aljazirah juga melaporkan serangan Israel di wilayah penempatan Israel di Rafah di Gaza selatan, bersamaan dengan serangan tambahan di timur kamp pengungsi Maghazi di Jalur tengah.

Tentara Israel juga melakukan operasi pembongkaran besar-besaran terhadap bangunan tempat tinggal di sebelah timur Khan Yunis dan di beberapa bagian Kota Gaza yang berada di bawah kendalinya.

Di kamp pengungsi Jabaliya, drone quadcopter menjatuhkan alat peledak ke rumah-rumah yang rusak, sementara kapal perang Israel menembak ke arah pantai Rafah dan Khan Yunis dan kendaraan militer melepaskan tembakan ke timur Khan Younis.

Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa rumah sakit akan segera menghentikan layanan laboratorium dan bank darah karena habisnya persediaan akibat pengepungan yang sedang berlangsung.

Para pejabat mengatakan kekurangan bahan pengujian menimbulkan risiko langsung terhadap kehidupan pasien. Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza Munir al-Barsh memperkirakan kekurangan obat-obatan sekitar 46 persen dan memperingatkan bahwa banyak pasien yang terluka dan sakit kronis menghadapi kemungkinan kematian jika pasokan tidak diperbolehkan masuk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dibantu China, Iran Kini Mampu Buat 300 Rudal Balistik Per Bulan

 

 

 

Program rudal balistik Iran, saat ini diakui Israel sebagai ancaman terbesar daripada nuklir yang mereka yakini telah lumpuh sebagian akibat perang 12 hari. Jerusalem Post dalam laporannya pada Kamis (5/2/2026) menyebutkan bahwa Iran kini mampu memproduksi hingga 300 rudal balistik per bulan dengan bantuan China.

Kapasitas produksi rudal balistik Iran itu sampai menjadi bahasan khusus saat Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Yamir berkunjung ke Washington pekan lalu dan berdiskusi dengan petinggi militer dan diplomat top AS. Di Washington, Yamir dilaporkan melobi AS agar Trump mau mengambil tindakan keras terhadap program rudal balistik Teheran.

Zamir menegaskan, selain pengayaan uranium, program rudal balistik kini juga menjadi garis merah bagi Israel. Jika perundingan antara AS dan Iran tak termasuk keputusan pembatasan program rudal balistik, Zamir dan IDF siap untuk melancarkan serangan sepihak terhadap infrastruktur rudal Iran.

Menurut sumber-sumber di lingkungan pejabat pertahanan, niat Israel untuk melucuti kemampuan Iran di bidang rudal termasuk infrastruktur produksinya menjadi pembahasan utama di Tel Aviv beberapa pekan terakhir. Pejabat militer Israel menyinggung konsep operasi militer dengan tujuan melemahkan program rudal Iran termasuk serangan ke pabrik-pabriknya.

"Kami memberi tahu Amerika kami akan menyerang sendiri jika Iran melewati garis merah yang telah kami tetapkan terkait rudal balistik," ujar sumber itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post