News Komoditi & Global ( Jumat, 3 Oktober 2025 )
News Komoditi & Global
( Jum’at, 3 Oktober 2025 )
Harga Emas Global Melemah Dipicu Komentar Pejabat The Fed
Harga emas melemah 0,5% ke US$3.845 per troy ounce setelah komentar pejabat The Fed Lorie Logan yang menyerukan kehati-hatian dalam pemangkasan suku bunga.
Harga emas terpantau melemah setelah komentar Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, yang menyerukan kehati-hatian dalam pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Berdasarkan data Reuters pada Jumat (3/10/2025), harga emas di pasar spot melemah 0,5% menjadi US$3.845,78 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS pengiriman Desember turun 0,8% di level US$3.868,1 per troy ounce. Logan mengatakan bahwa bank sentral AS telah mengambil langkah tepat dengan memangkas suku bunga bulan lalu sebagai bentuk perlindungan dari potensi pelemahan tajam di pasar tenaga kerja. Namun, dia menekankan bahwa kebijakan lanjutan harus dilakukan dengan hati-hati. “Emas turun setelah komentar tersebut. Meskipun satu gubernur The Fed tidak serta merta menentukan arah kebijakan keseluruhan, pernyataan ini menambah kehati-hatian di pasar terhadap seberapa agresif The Fed akan bertindak dalam pertemuan berikutnya,” kata Bob Haberkorn, analis pasar di RJO Futures. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan 99% kemungkinan The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan bulan ini.
Harga Emas Hari Ini, Kamis (2/10) di Pasar Spot usai Tembus Rekor ATH Emas, yang kerap dipandang sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian, cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah. Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak 47%. Pada sesi sebelumnya, harga emas di pasar spot sempat menyentuh rekor baru di level US$3.896,49 di tengah berlanjutnya penutupan (shutdown) pemerintahan AS. Shutdown yang memasuki hari kedua pada Kamis berpotensi menunda rilis data ekonomi penting, termasuk laporan ketenagakerjaan non-farm payrolls (NFP) yang dijadwalkan Jumat. Rilis klaim tunjangan pengangguran mingguan yang seharusnya terbit Kamis juga batal dipublikasikan. “Dengan ketegangan dagang dan tarif yang membentuk lanskap global, serta hotspot geopolitik yang belum menunjukkan tanda penyelesaian, lingkungan saat ini tetap mendukung permintaan aset lindung nilai,” tulis perusahaan jasa keuangan StoneX dalam catatannya. Goldman Sachs dalam riset terbaru juga menegaskan emas sebagai komoditas utama dengan keyakinan tertinggi untuk jangka panjang. Bank investasi tersebut bahkan menyebut risiko kenaikan harga semakin besar dibanding proyeksi sebelumnya, yakni US$4.000 per troy ounce pada pertengahan 2026 dan US$4.300 per troy ounce pada Desember 2026. Adapun harga logam mulia lainnya pada perdagangan Kamis tercatat bervariasi. Perak spot turun 1,4% menjadi US$46,67 per troy ounce, platinum stabil di US$1.558,55 per troy ounce, sementara paladium terkoreksi 1% ke level US$1.231,94 per troy ounce.
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah 4 Bulan Jelang Pertemuan OPEC+
Harga minyak turun 2% ke level terendah 4 bulan karena kekhawatiran kelebihan pasokan menjelang pertemuan OPEC+.
Harga minyak mentah anjlok sekitar 2% ke level terendah dalam empat bulan dipicu kekhawatiran kelebihan pasokan menjelang pertemuan kelompok OPEC+ akhir pekan ini. Melansir Reuters pada Jumat (3/10/2025), harga minyak berjangka Brent turun US$1,20 atau 1,8% menjadi US$64,15 per barel, level terendah sejak 2 Juni. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$1,30 atau 2,1% pada level US$60,48 per barel, terendah sejak 30 Mei. Menurut tiga sumber yang mengetahui pembahasan, OPEC+ berpotensi menyepakati kenaikan produksi hingga 500.000 barel per hari (bph) pada November, atau tiga kali lipat dari peningkatan kuota Oktober, seiring upaya Arab Saudi merebut kembali pangsa pasar. Jorge Montepeque, Managing Director Onyx Capital Group, menyebut beberapa bank, termasuk Macquarie, bahkan memproyeksikan kelebihan pasokan besar (super glut) di pasar minyak global, yang menekan sentimen pelaku pasar. “Situasinya sudah jelas terlihat. Stok minyak AS akan meningkat hingga akhir tahun, disertai kenaikan persediaan global yang terlihat. Ditambah dengan ekspor minyak mentah OPEC+ yang lebih tinggi, hasil akhirnya adalah lingkungan pasar minyak yang terus melemah,” tulis HFI Research dalam blognya. Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu melaporkan stok minyak mentah, bensin, dan distilat meningkat pekan lalu, seiring penurunan aktivitas penyulingan dan permintaan.
Harga Minyak Dunia Anjlok, Tertekan Penutupan Pemerintahan AS dan Lonjakan Stok Kilang Minyak Dumai Kebakaran, Ini Kata Pertamina soal Stok BBM Kekhawatiran oversupply juga diperburuk oleh lemahnya proyeksi permintaan, menurut analis PVM Energy. “Ramalan permintaan minyak sangat bervariasi, tetapi rata-rata menunjukkan revisi turun 150.000 bph sejak Januari hingga September tahun ini,” ungkap mereka. Dari sisi geopolitik, para menteri keuangan negara-negara G7 pada Rabu menyatakan akan memperketat tekanan terhadap Rusia dengan menyasar pihak yang masih meningkatkan pembelian minyak Rusia. Sementara itu, Reuters melaporkan AS akan memberikan intelijen kepada Ukraina untuk mendukung serangan rudal jarak jauh ke infrastruktur energi Rusia, termasuk kilang, pipa, dan fasilitas lainnya. Langkah ini bertujuan melemahkan pendapatan dan suplai minyak Moskow. “Pasar kembali khawatir adanya potensi gangguan minyak Rusia. Namun selama belum ada gangguan nyata, dampaknya terhadap harga kemungkinan terbatas,” ujar Giovanni Staunovo, analis komoditas UBS. Permintaan penimbunan dari China, importir minyak mentah terbesar dunia, juga ikut menopang harga dan menahan penurunan lebih dalam, menurut para pedagang. Adapun Colonial Pipeline, jaringan pipa bahan bakar terbesar di AS, kembali beroperasi pada Kamis setelah sempat mengalami gangguan singkat akibat pemeliharaan sistem yang tidak terencana.
Wall Street Catat Rekor Penutupan, Saham Teknologi Jadi Penopang
Tiga indeks utama Wall Street menutup perdagangan Kamis (2/10) di level tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan tipis, didorong oleh dukungan sektor teknologi.
Meski investor tetap waspada terhadap data tenaga kerja dan ketidakpastian akibat penutupan sebagian pemerintah AS.
Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 78,62 poin atau 0,17% ke 46.519,72. S&P 500 bertambah 4,15 poin atau 0,06% menjadi 6.715,35, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 88,89 poin atau 0,39% ke 22.844,05.
Kenaikan ini menandai dua penutupan tertinggi berturut-turut bagi Dow dan S&P, sementara Nasdaq mendekati rekor penutupan pada Rabu lalu.
Sektor teknologi menjadi pendorong utama, dengan saham perusahaan besar seperti Nvidia, Apple, dan Broadcom memberikan kontribusi signifikan. Indeks semikonduktor AS mencatatkan rekor penutupan tertinggi, naik 1,9%.
Data Tenaga Kerja dan Ekspektasi Suku Bunga
Investor memantau laporan tenaga kerja dari sumber non-pemerintah, karena laporan resmi nonfarm payroll September ditunda akibat shutdown pemerintah.
Data dari firma outplacement global Challenger, Gray & Christmas menunjukkan pengumuman pemutusan kerja menurun pada September, tetapi rencana perekrutan sepanjang tahun ini terendah sejak 2009.
“Pasar sedang menilai semua ini terhadap data tenaga kerja yang lemah dalam beberapa bulan terakhir untuk memahami arah sebenarnya,” kata Jim Baird, Chief Investment Officer Plante Moran Financial Advisors.
Data tenaga kerja yang lesu mendorong spekulasi luas bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dua kali lagi tahun ini, termasuk kemungkinan pemotongan akhir Oktober.
Sektor Lain dan Saham Terkemuka
Di antara 11 sektor utama S&P 500, material mencatat kenaikan persentase tertinggi 1%, sementara energi turun 1% menjadi sektor dengan penurunan terbesar.
Saham konsumer discretionary menjadi beban terbesar bagi S&P 500, terutama karena penurunan Tesla sebesar 5%, kerugian persentase satu hari terbesar sejak Juli lalu meski laporan pengiriman kuartalannya positif.
Saham biro kredit Equifax dan TransUnion masing-masing turun 8,5% dan 10,6% setelah FICO meluncurkan program yang memungkinkan pemberi pinjaman hipotek mengakses skor kredit tanpa bergantung pada kedua biro tersebut. Saham FICO melonjak hampir 18% setelah pengumuman.
Sementara itu, saham Occidental Petroleum turun 7,3% setelah perusahaan itu mengumumkan penjualan divisi petrokimia kepada Berkshire Hathaway milik Warren Buffett senilai $9,7 miliar.
Shutdown Pemerintah AS: Sejarah, Penyebab, hingga Rekor Terlama
Mengenal sejarah Shutdown Amerika Serikat yang kini memasuki ke-21 kali. Setiap kali terjadi government shutdown di Amerika Serikat, dunia kembali menyoroti betapa krusialnya perdebatan politik dan anggaran di negeri adidaya tersebut.
Sejak diberlakukannya Congressional Budget Act tahun 1974, Amerika Serikat telah mengalami lebih dari dua puluh kali shutdown dengan durasi yang bervariasi, mulai dari hanya beberapa jam hingga berlarut hingga puluhan hari.
Fenomena ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan juga mencerminkan tarik-menarik kepentingan politik yang berdampak langsung pada pelayanan publik, ekonomi, hingga stabilitas sosial.
Lalu, apa sebenarnya Government Shutdown? Cek informasi sejarah dan penyebabnya.
Apa itu Government Shutdown US?
Melansir dari Reuters, Shutdown terjadi ketika Kongres AS gagal menyetujui anggaran (appropriations bill) tepat waktu sehingga pemerintah federal tidak memiliki otoritas dana untuk menjalankan sebagian besar operasionalnya.
Selama shutdown, pegawai federal yang dianggap non-esensiçl dirumahkan tanpa bayaran (furlough), sedangkan layanan yang penting/darurat tetap berjalan tetapi dengan risiko gangguan karena kekurangan sumber daya.
Kesenjangan pendanaan (funding gap) terjadi ketika Kongres melewati tenggat waktu untuk mengesahkan anggaran atau rancangan undang-undang pendanaan sementara (disebut juga continuing resolution), sehingga pemerintah tidak memiliki wewenang hukum untuk membelanjakan uang.
Satu kali shutdown bisa melibatkan beberapa kesenjangan pendanaan jika langkah pendanaan sementara habis sebelum tercapai kesepakatan jangka panjang.
Shutdown hanya terjadi apabila operasional pemerintahan benar-benar berhenti akibat adanya kesenjangan pendanaan tersebut.
Sebelum tahun 1980-an, kesenjangan pendanaan biasanya tidak menyebabkan shutdown, dan lembaga-lembaga pemerintah tetap beroperasi dengan asumsi bahwa pendanaan akan segera dipulihkan.
Berapa Kali dan sejak Kapan?
Data Reuters ungkap Shutdown modern di AS mulai terjadi setelah disahkannya Congressional Budget Act tahun 1974, yang menetapkan deadline anggaran.
Sejak 1976–sekarang, sudah ada sekitar 21 kali shutdown/funding gap yang menyebabkan penghentian fungsi pemerintahan federal sebagian atau penuh.
2018–2019: shutdown terpanjang dalam sejarah, berlangsung 35 hari, dipicu perselisihan tentang pendanaan tembok perbatasan AS–Meksiko.
1995-1996: ada dua shutdown, satu selama 5 hari, lalu dilanjutkan dengan shutdown 21 hari atas konflik anggaran antara Presiden Bill Clinton dan Kongres yang dikuasai Partai Republik.
2013: berlangsung sekitar 16 hari, terkait sengketa atas Undang-Undang Obamacare dan tuntutan dari Partai Republik untuk menghapus atau mengubah bagian dari undang-undang tersebut.
Penyebab Umum
Nah, penyebab terjadi shutdown bisa dari perselisihan politik antara Presiden dan Kongres, terutama jika pemerintahan dan Kongres dikendalikan oleh partai yang berbeda.
Perselisihan mengenai prioritas anggaran seperti pemotongan program sosial, pajak, atau pengeluaran untuk pertahanan.
Ketidakmampuan untuk menyetujui resolusi sementara (continuing resolution) yang memungkinkan pemerintahan terus berjalan sementara kesepakatan anggaran penuh dicapai.
Dampak dan Fakta Menarik
Shutdown berdampak buruk pada ekonomi, pelayan publik, dan pekerja federal yang kehilangan pendapatan, kadang menumpuk gaji yang belum dibayar.
Beberapa shutdown hanya berlangsung beberapa hari atau bahkan beberapa jam, terutama di era 1980-an, sebelum terjadi shutdown yang lebih lama.
Shutdown terpanjang mencapai 35 hari pada 2018-2019, dalam masa pemerintahan Donald Trump.
Itulah informasi menarik terkait sejarah Shutdown Amerika Serikat yang kini memasuki ke-21.
Israel Hentikan 13 Kapal Bantuan ke Gaza, Bagaimana Nasib Aktivis Greta Thunberg?
Pasukan Israel menghentikan 13 kapal yang membawa aktivis asing dan bantuan kemanusiaan menuju Gaza, menurut keterangan penyelenggara armada pada Kamis (2/10/2025).
Meski demikian, sebanyak 30 kapal lainnya masih berlayar menuju wilayah yang porak-poranda akibat perang tersebut.
Sebuah video dari Kementerian Luar Negeri Israel yang diverifikasi Reuters memperlihatkan aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, duduk di geladak kapal dikelilingi tentara.
“Beberapa kapal dari armada Hamas-Sumud telah berhasil dihentikan dan penumpangnya dipindahkan ke pelabuhan Israel dengan selamat. Greta dan rekan-rekannya dalam kondisi sehat,” tulis pernyataan Kemlu Israel di platform X.
Armada kemanusiaan bernama Global Sumud Flotilla itu membawa obat-obatan dan makanan dengan lebih dari 40 kapal sipil serta sekitar 500 peserta, termasuk anggota parlemen, pengacara, dan aktivis.
Namun, sejumlah penumpang mengunggah video di Telegram, menunjukkan paspor mereka dan mengklaim diculik serta dibawa ke Israel secara paksa. Mereka menegaskan misi ini bersifat damai dan murni kemanusiaan.
Aksi flotilla ini menjadi simbol paling menonjol dari penentangan terhadap blokade Israel atas Gaza.
Perjalanan armada melintasi Laut Mediterania menarik perhatian dunia, bahkan negara seperti Turki, Spanyol, dan Italia menyiapkan kapal atau drone untuk melindungi warganya bila diperlukan.
Kementerian Luar Negeri Turki menyebut intersepsi Israel sebagai “tindakan teror” yang membahayakan nyawa sipil.
Sementara Presiden Kolombia Gustavo Petro memerintahkan pengusiran seluruh diplomat Israel setelah dua warga Kolombia ditahan.
Ia juga membatalkan perjanjian perdagangan bebas dengan Israel.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut mengecam, menyebut delapan warga negaranya ditahan.
“Dengan menghalangi misi kemanusiaan, Israel menunjukkan sikap meremehkan bukan hanya hak rakyat Palestina, tetapi juga nurani dunia,” kata Anwar dalam pernyataan resmi.
Intersepsi Israel memicu demonstrasi di Italia dan Kolombia. Israel sebelumnya telah memperingatkan bahwa flotilla mendekati zona pertempuran aktif dan melanggar blokade sah. Otoritas Israel menawarkan jalur aman untuk menyalurkan bantuan, namun ditolak penyelenggara.
30 Kapal Tetap Lanjut ke Gaza
Menurut penyelenggara, kapal-kapal mereka dihentikan sekitar 70 mil laut dari Gaza dengan taktik agresif, termasuk penggunaan meriam air, meski tidak ada korban luka. Komunikasi mereka juga disebut diganggu.
Hingga Kamis pagi, 13 kapal telah dicegat, namun 30 lainnya tetap berlayar menuju Gaza dan diperkirakan tinggal 46 mil laut dari tujuan. “Armada ini akan terus maju tanpa gentar,” kata penyelenggara.
Israel berulang kali menyebut misi flotilla bukanlah kemanusiaan, melainkan provokasi.
“Penolakan sistematis untuk menyerahkan bantuan menunjukkan tujuan utama mereka adalah aksi politik, bukan bantuan,” ujar Duta Besar Israel untuk Italia, Jonathan Peled.
Israel telah memberlakukan blokade laut atas Gaza sejak Hamas mengambil alih pada 2007.
Beberapa upaya sebelumnya untuk mengirim bantuan lewat laut juga berakhir dengan intersepsi, termasuk insiden 2010 yang menewaskan sembilan aktivis.
Perang Gaza yang meletus setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang di Israel dan menyandera 251 lainnya, telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat.
Elon Musk Pecahkan Rekor Pertama di Dunia dengan Kekayaan Tembus Rp 8.250 Triliun
CEO Tesla, Elon Musk, resmi mencatat sejarah sebagai orang pertama di dunia dengan kekayaan bersih mencapai US$ 500 miliar atau sekitar Rp 8.250 triliun (kurs Rp 16.500).
Pencapaian itu diumumkan Forbes pada Rabu (1/10), seiring reli saham Tesla dan melonjaknya valuasi beberapa bisnis lain milik Musk sepanjang 2025.
Menurut indeks miliarder Forbes, kekayaan Musk tercatat US$ 500,1 miliar per pukul 16.15 waktu New York. Sebagian besar harta Musk berasal dari saham Tesla, di mana ia masih menggenggam lebih dari 12,4% kepemilikan per 15 September.
Saham Tesla telah naik lebih dari 14% sejak awal tahun, termasuk melesat 3,3% pada Rabu, yang langsung menambah sekitar US$ 6 miliar ke kantong Musk.
Kinerja Tesla yang sempat goyah di awal tahun kini mulai membaik, setelah Musk kembali memusatkan perhatian pada perusahaannya. Ketua dewan Tesla, Robyn Denholm, bulan lalu menyebut Musk kini kembali menjadi “pusat perhatian” di perusahaan.
Tak lama kemudian, Musk bahkan membeli saham Tesla senilai US$ 1 miliar sebagai sinyal kepercayaan diri terhadap masa depan perusahaan, yang tengah bertransformasi dari produsen mobil listrik menjadi perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan robotika.
Meski begitu, Tesla tetap menghadapi tantangan berupa penjualan mobil yang melemah dan tekanan margin keuntungan. Sahamnya pun masih tergolong salah satu yang terburuk di antara kelompok “Magnificent Seven” perusahaan teknologi raksasa.
Di sisi lain, dewan Tesla baru-baru ini mengajukan proposal kompensasi bagi Musk senilai USD 1 triliun, dengan target finansial dan operasional yang ambisius, sekaligus merespons tuntutan Musk atas porsi kepemilikan lebih besar di perusahaan.
Selain Tesla, dua perusahaan lain milik Musk juga mendongkrak kekayaannya.
Startup kecerdasan buatan xAI terakhir tercatat bernilai US$ 75 miliar pada Juli lalu, dan kabarnya bisa melonjak hingga USD 200 miliar. Sementara SpaceX dilaporkan tengah menjajaki pendanaan baru dengan valuasi sekitar USD 400 miliar.
Dengan capaian ini, Musk jauh meninggalkan pesaing terdekatnya. Pendiri Oracle, Larry Ellison, berada di posisi kedua dalam daftar Forbes dengan kekayaan bersih sekitar USD 350,7 miliar.
Google: Hacker Kirim Email Pemerasan ke Sejumlah Eksekutif, Klaim Curi Data Oracle
Alphabet, induk perusahaan Google, mengungkapkan bahwa hacker mengirimkan email pemerasan ke sejumlah eksekutif, dengan klaim telah mencuri data sensitif dari aplikasi bisnis Oracle.
Dalam pernyataannya Rabu (1/10/2025), Google menyebut kelompok yang mengaku terkait dengan geng ransomware cl0p mengirim email ke “eksekutif di banyak organisasi yang mengklaim telah mencuri data sensitif dari Oracle E-Business Suite.”
Meski demikian, Google memperingatkan bahwa pihaknya “saat ini belum memiliki bukti yang cukup untuk menilai kebenaran klaim tersebut secara pasti.”
Google menyebut kampanye email ini berskala tinggi, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Upaya meminta komentar dari cl0p maupun Oracle belum direspons hingga saat ini.
Forbes: Elon Musk Jadi Orang Pertama dengan Kekayaan Capai US$500 Miliar
CEO Tesla Elon Musk resmi mencatat sejarah sebagai orang pertama yang memiliki kekayaan mendekati US$500 miliar pada Rabu (1/10/2025).
Didorong oleh kenaikan saham Tesla dan lonjakan valuasi sejumlah perusahaan rintisan miliknya tahun ini.
Menurut daftar miliarder Forbes, kekayaan bersih Musk mencapai US$500,1 miliar per pukul 16.15 waktu New York.
Kekayaan Musk sangat erat kaitannya dengan Tesla, di mana ia masih menggenggam lebih dari 12,4% saham per 15 September.
Saham Tesla telah naik lebih dari 14% sepanjang tahun ini dan pada perdagangan Rabu ditutup naik 3,3%, menambah sekitar US$6 miliar pada total kekayaan Musk.
Setelah awal tahun yang bergejolak, saham Tesla berbalik menguat seiring sentimen investor yang membaik.
Hal ini dipicu kembalinya fokus Musk pada perusahaannya. Ketua dewan Tesla, Robyn Denholm, bulan lalu menyebut Musk kini kembali “di garis depan” perusahaan setelah beberapa bulan lebih banyak berkegiatan di Gedung Putih.
Tak lama setelah itu, Musk mengumumkan pembelian saham Tesla senilai sekitar US$1 miliar, sebagai bentuk kepercayaan diri pada masa depan perusahaan.
Tesla sendiri tengah berlomba untuk bertransformasi dari sekadar produsen mobil menjadi perusahaan berbasis AI dan robotika.
Meski demikian, penjualan mobil yang melemah serta tekanan margin laba masih menjadi tantangan.
Saham Tesla bahkan tercatat sebagai salah satu yang terburuk kinerjanya di antara grup Magnificent Seven, kumpulan saham raksasa teknologi.
Bulan lalu, dewan Tesla mengajukan rencana kompensasi jumbo senilai US$1 triliun untuk Musk, yang mencakup target finansial dan operasional ambisius sekaligus memenuhi permintaan Musk atas kepemilikan saham lebih besar di perusahaan.
Selain Tesla, valuasi perusahaan Musk lainnya juga melesat. Startup AI miliknya, xAI, terakhir kali mencatat valuasi sekitar US$75 miliar per Juli.
CNBC melaporkan pada September bahwa xAI berpotensi membidik valuasi US$200 miliar, meski Musk membantah adanya rencana penggalangan dana saat itu.
Sementara itu, SpaceX dikabarkan tengah mempertimbangkan penjualan saham internal dengan valuasi mencapai sekitar US$400 miliar, menurut Bloomberg News pada Juli lalu.
Dengan pencapaian tersebut, Musk kini unggul jauh atas pendiri Oracle, Larry Ellison, yang berada di posisi kedua orang terkaya versi Forbes dengan kekayaan sekitar US$350,7 miliar.
Microsoft Ungkap 10 Profesi yang Berisiko Digantikan AI
Microsoft memiliki keyakinan penuh bahwa akan ada banyak pekerjaan yang segera digantikan oleh kecerdasan buatan (AI).
Hadirnya AI telah lama menimbulkan kekhawatiran, terutama berkaitan dengan kemampuannya untuk menggantikan peran manusia di banyak sektor pekerjaan.
Microsoft dalam laporan terbaru bertajuk "Working with AI: Measuring the Occupational Implications of Generative AI" atau “Bekerja dengan AI: Mengukur Implikasi Pekerjaan dari AI Generatif", menganalisis adopsi AI oleh berbagai pekerja dan kemungkinan dampaknya terhadap pekerjaan mereka.
Microsoft mengakui banyak pekerjaan kantoran berisiko terganggu karena AI dapat menyelesaikan sebagian besar tugas pekerjaan mereka.
"Kami menemukan bahwa aktivitas kerja paling umum yang dilakukan orang untuk mendapatkan bantuan AI adalah pengumpulan informasi dan penulisan, sedangkan aktivitas paling umum yang dilakukan AI sendiri adalah memberikan informasi dan bantuan, menulis, mengajar, dan memberi saran," ungkap Microsoft, seperti dikutip CNBC pada Agustus 2025 lalu.
10 Pekerjaan yang Paling Terancam Kehadiran AI
Microsoft meyakini setidaknya ada 10 pekerjaan yang paling tidak aman dari ancaman AI. Pekerjaan tersebut adalah:
Juru Bahasa dan Penerjemah
Sejarawan
Pelayan Penumpang
Perwakilan Penjualan Layanan
Penulis dan Pengarang
Perwakilan Layanan Pelanggan
Pemrogram Alat Pengontrol Numerik Komputer (CNC)
Operator Telepon
Agen Tiket dan Petugas Perjalanan
Penyiar dan DJ Radio
Microsoft menjelaskan bahwa juru bahasa dan penerjemah berada di posisi teratas, dengan 98% aktivitas kerja mereka tumpang tindih dengan tugas-tugas layanan AI Copilot milik mereka.
Pekerjaan lain dengan skor penerapan yang tinggi termasuk pekerjaan yang berhubungan dengan penulisan/penyuntingan, penjualan, layanan pelanggan, pemrograman, dan administrasi.
Meskipun begitu, Microsoft juga menemukan pekerjaan yang relatif aman dan akan sulit digantikan AI. Di antaranya adalah pekerjaan medis dan kerah biru, yang biasanya membutuhkan lebih banyak pekerjaan fisik atau langsung.
Pemilik University of Phoenix Bidik Valuasi Rp 19,3 Triliun di IPO AS
Pemilik University of Phoenix, Phoenix Education Partners, menargetkan valuasi hingga US$ 1,17 miliar atau sekitar Rp 19,30 triliun (kurs Rp16.500) dalam penawaran umum perdana saham (IPO) di Amerika Serikat.
Langkah ini menandai kembalinya perusahaan tersebut ke bursa setelah lebih dari delapan tahun.
Dalam prospektusnya, Selasa (30/9/2025), Phoenix Education Partners bersama pemegang saham utamanya, Apollo Global Management dan Vistria Group, berupaya menggalang dana hingga US$ 140,3 juta.
Rencana itu dilakukan melalui penjualan 4,25 juta saham dengan kisaran harga US$ 31 – US$ 33 per saham.
Apollo akan melepas 3,55 juta saham namun tetap mempertahankan kendali mayoritas hak suara di Phoenix Education, sementara Vistria melepas 700.000 saham.
Pasar IPO AS belakangan semakin ramai dengan masuknya perusahaan-perusahaan yang didukung private equity (PE).
“Sentimen positif terhadap IPO di AS akan terus menguntungkan IPO yang didukung PE,” kata CEO IPOX, Josef Schuster.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa transaksi PE lebih banyak bersifat restrukturisasi modal sehingga pasar cenderung menguntungkan pembeli.
University of Phoenix, yang berdiri pada 1976 di Phoenix, Arizona, fokus pada pendidikan tinggi untuk kalangan pekerja dewasa.
Saat ini universitas tersebut menawarkan 72 program gelar dan 33 program sertifikat non-gelar di berbagai disiplin ilmu.
Sebelumnya, Phoenix Education beroperasi di bawah Apollo Education Group yang kemudian diakusisi secara privat pada 2017 oleh konsorsium Apollo dan Vistria dengan nilai US$ 1,1 miliar dolar AS.
Sejak itu, universitas melakukan restrukturisasi dengan menghentikan program non-inti serta melepas sejumlah unit usaha, termasuk sekolah internasional.
Pada 2023, lembaga nirlaba yang berafiliasi dengan University of Idaho sempat berencana membeli operasional University of Phoenix seharga US$ 550 juta dolar AS. Namun, kesepakatan itu batal pada awal tahun ini.
IPO Phoenix Education akan ditangani oleh Morgan Stanley, Goldman Sachs, BMO Capital Markets, dan Jefferies sebagai penjamin emisi utama. Saham perusahaan dijadwalkan tercatat di Bursa Efek New York dengan kode PXED.
Strategi Investasi Nvidia Picu Kekhawatiran Risiko Gelembung Baru
Nvidia terus memperluas strategi investasinya di sektor kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan ini tidak hanya menanamkan modal di berbagai perusahaan teknologi dan bioteknologi seperti Applied Digital, Nebius Group, serta Recursion Pharmaceuticals, tetapi juga baru saja membeli 4% saham Intel senilai US$5 miliar.
Meski Intel menjadi kompetitor di pasar chip, produknya dinilai lebih sebagai pelengkap GPU Nvidia.
Awal September lalu, Nvidia mengumumkan komitmen investasi senilai £2 miliar atau sekitar US$ 2,7 miliar untuk perusahaan rintisan AI di Inggris.
Dari jumlah itu, setidaknya £500 juta dialokasikan ke Nscale, operator pusat data yang kemungkinan besar akan menggunakan dana tersebut untuk membeli GPU Nvidia.
Selain itu, Nvidia juga akan menyalurkan dana lewat perusahaan modal ventura lokal, yang pada akhirnya berpotensi kembali ke kantong Nvidia melalui pembelian komputasi berbasis GPU.
Data Dealroom dan Financial Times mencatat, sepanjang 2024 Nvidia menginvestasikan sekitar US$ 1 miliar di startup AI global, baik langsung maupun lewat NVentures. Angka itu melonjak dibandingkan 2022, ketika lonjakan AI generatif dimulai lewat peluncuran ChatGPT oleh OpenAI.
Namun, seberapa besar investasi tersebut benar-benar kembali dalam bentuk penjualan GPU masih sulit diukur.
NewStreet Research memperkirakan setiap US$ 10 miliar investasi Nvidia di OpenAI dapat menghasilkan pembelian atau sewa GPU senilai US$ 35 miliar, setara sekitar 27% pendapatan Nvidia pada tahun fiskal sebelumnya.
Kekhawatiran Gelembung Baru
Potensi keuntungan ini memang menjanjikan, tetapi analis mengingatkan adanya risiko pola pembiayaan sirkular yang mengingatkan pada gelembung teknologi awal 2000-an.
Saat itu, perusahaan telekomunikasi seperti Nortel, Lucent, dan Cisco memberikan pembiayaan kepada klien untuk membeli peralatan mereka sendiri.
Ketika permintaan tidak sesuai ekspektasi dan banyak klien bangkrut, produsen peralatan tersebut menanggung kerugian besar, dengan valuasi anjlok hingga 90% dalam dekade berikutnya.
Kondisi serupa terlihat pada Global Crossing, yang terlibat praktik revenue roundtripping. Perusahaan membayar layanan dari pihak lain dengan syarat dana yang sama dipakai untuk membeli peralatannya.
Skema ini runtuh saat gelembung pecah, berujung pada kebangkrutan dan denda hukum besar.
Kini, sebagian pengamat menilai strategi Nvidia, terutama kesepakatan sewa GPU dengan OpenAI, memiliki pola serupa.
Dengan model sewa, Nvidia membantu OpenAI menghindari beban depresiasi chip, namun risiko depresiasi justru dipikul Nvidia. Jika permintaan GPU tak sesuai proyeksi, perusahaan bisa terjebak dengan stok berlebih.
“Kesepakatan ini memiliki aroma pembiayaan sirkular dan mencerminkan perilaku seperti gelembung,” kata Goldberg, analis Seaport Global.
Stacy Rasgon dari Bernstein Research juga menilai langkah Nvidia “memicu kekhawatiran sirkular,” meski belum mencapai tingkat krisis.
Seiring valuasi perusahaan AI terus menanjak, jarak antara optimisme dan potensi gelembung semakin tipis.
Pasar Menyambut Deal OpenAI, Kapitalisasi Samsung–SK Hynix Naik US$37 Miliar
Saham dua raksasa chip Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix, melonjak tajam pada perdagangan Kamis (2/10/2025), setelah keduanya menandatangani kesepakatan untuk memasok chip memori bagi pusat data milik OpenAI.
Kesepakatan ini mendongkrak kapitalisasi pasar gabungan keduanya hingga US$37 miliar.
Saham Samsung naik lebih dari 4% ke level tertinggi sejak Januari 2021, sementara SK Hynix melesat lebih dari 12% ke rekor sepanjang masa.
Lonjakan ini turut mendorong indeks KOSPI Korea Selatan melesat lebih dari 3% ke posisi tertinggi baru.
Kerja sama ini terkait proyek Stargate senilai US$500 miliar yang digagas pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
OpenAI akan berkolaborasi dengan kedua produsen chip Korea dalam pembangunan dua pusat data berteknologi tinggi atau yang disebut “Korean-style Stargate”.
Analis KB Securities, Jeff Kim, menilai kolaborasi strategis ini mampu meredakan kekhawatiran pasar atas potensi penurunan harga chip memori bandwidth tinggi (HBM) tahun depan akibat persaingan ketat.
“Permintaan dari proyek Stargate akan menjadi katalis utama,” ujar Kim.
Selain itu, menurut Kim, karena Stargate merupakan proyek strategis pemerintahan Trump, kerja sama ini berpotensi memberi dampak positif pada perundingan dagang Korea Selatan-AS.
Ledakan permintaan chip akibat tren kecerdasan buatan global (AI boom) memang menjadi pendorong ekspor Korea Selatan.
Pada September 2025, ekspor Negeri Ginseng tumbuh pada laju tercepat dalam 14 bulan terakhir meskipun menghadapi tekanan dari tarif AS.
Seoul sendiri berharap dapat memformalkan kesepakatan dagang awal yang dicapai dengan Trump pada Juli lalu sebelum akhir Oktober.
Kesepakatan itu mencakup penurunan tarif AS atas produk Korea Selatan dengan imbalan investasi senilai US$350 miliar di AS.
Namun, negosiasi lanjutan masih tersendat terkait implikasi nilai tukar dan struktur investasi.
Di sisi lain, saham afiliasi Samsung seperti Samsung SDI, Samsung C&T, dan Samsung SDS juga ikut menguat di awal perdagangan Asia, seiring dengan perluasan kemitraan dengan OpenAI.
Warganya di Global Sumud Diculik Israel, Presiden Kolombia Marah Besar, Usir Delegasi Ekonomi Zionis
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengusir delegasi ekonomi Israel. Langkah ini diambil setelah dua aktivis Global Sumud Flotilla asal Kolombia diculik oleh Angkatan Laut Israel.
“Seluruh delegasi diplomatik Israel meninggalkan Kolombia,” ujarnya dikutip dari akun media sosial X.
Dalam unggahannya tersebut, Petro mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melakukan kejahatan internasional lain. Ia menyebut Netanyahu memerintahkan penculikan warga Kolombia di perairan internasional.
Luna Barreto dan Manuela Bedoya adalah dua aktivis Kolombia yang termasuk di antara 497 aktivis anti-genosida yang berusaha mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui Laut Mediterania.
Presiden memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk mengambil semua langkah hukum yang memungkinkan terhadap Tel Aviv, termasuk di hadapan peradilan Israel. Ia menyerukan agar para pengacara internasional untuk bekerja sama dengan kuasa pemerintah Kolombia.
Petro juga memerintahkan pengusiran segera para diplomat Israel yang tersisa dari negara itu. Ia menginstruksikan langkah cepat untuk membatalkan perjanjian dagang antara Kolombia dan Israel.
Tak hanya itu, presiden memerintahkan militer untuk memperkuat keamanannya. Hal ini dilakukan dengan klaim bahwa AS memutuskan untuk mengambil senjata yang menurut mereka sedang dipinjamkan ke istana kepresidenan.
Delegasi Kolombia dari Global Sumud Flotilla, yang membawa para aktivis, menyerukan aktivis lokal untuk menggelar protes di asosiasi bisnis ANDI. Mereka menilai ANDI menjalin hubungan dengan misi ekonomi Israel di Kolombia dan sektor pertambangan yang melegitimasi perdagangan dengan negara Zionis.
Penculikan aktivis Kolombia ini menjadi eskalasi terbaru dari ketegangan antara Israel dan Kolombia. Pemerintah Kolombia menjadi salah satu penentang paling vokal terhadap genosida yang sedang berlangsung oleh Israel terhadap penduduk Palestina di Gaza.
Pemerintah AS minggu lalu mencabut visa Petro setelah ia menyerukan Majelis Umum PBB untuk membentuk pasukan dengan tujuan membebaskan Palestina. Ia juga meminta tentara AS untuk tidak mematuhi Trump yang menjadi sekutu terdekat Netanyahu.
Israel Bajak Kapal Armada Sumud di Laut, Bombardir Gaza di Darat
Militer Israel terus mencoba mencegat Armada Sumud Global yang berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan bagi warga Palestina di Gaza. Sementara di wilayah yang terkepung itu pasukan Israel terus menyerang jalur vital yang dibutuhkan oleh penduduk setempat.
Pada Rabu, militer Israel mengatakan pihaknya berencana menutup jalan pesisir al-Rashid, satu-satunya rute yang berfungsi menghubungkan Kota Gaza di utara ke selatan, dan digunakan oleh puluhan ribu warga Palestina untuk melarikan diri dari serangan militer habis-habisan Israel di bagian utara wilayah tersebut.
Jurnalis Muhammad Rabah melaporkan, pesawat Israel menargetkan tenda yang menampung pengungsi di dalam Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah, pada hari Rabu, menewaskan satu warga Palestina dan melukai lainnya, menurut sumber-sumber Palestina.
Sumber mengatakan bahwa personel medis yang bekerja di rumah sakit bergegas menyelamatkan korban luka, salah satunya digambarkan terluka parah. Sumber tersebut menambahkan bahwa pemboman tersebut menghancurkan tenda, menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan di daerah tersebut, dan menyebabkan kepanikan yang meluas di kalangan pasien.
Sejak Rabu pagi, jumlah korban tewas di Gaza telah meningkat, dengan pemboman Israel yang menewaskan sedikitnya 73 orang. Sebagian besar dari mereka berada di Kota Gaza, sumber medis mengatakan kepada Aljazirah.
Sebelumnya, dua rudal menghantam sebuah sekolah yang telah diubah menjadi tempat penampungan di sebelah timur kota, menewaskan puluhan pengungsi Palestina. Ketika kru pertahanan sipil bergegas ke tempat kejadian, serangan lain melukai banyak dari mereka dan menewaskan enam warga sipil.
Di tempat lain, sedikitnya tujuh orang syahid dalam serangan terhadap sebuah rumah di lingkungan Daraj. Serangan Israel terhadap daerah kantong tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dan serangan terus menghantam daerah-daerah padat penduduk.
Sementara kantor berita WAFA melansir beberapa warga Palestina juga syahid dan lainnya terluka dalam pemboman Israel yang menargetkan sebuah rumah di Kamp Pengungsi Al-Shati di barat Kota Gaza. Seorang warga Palestina juga ditembak di daerah Shamaa di Kota Tua di tenggara Gaza.
Sementara itu, penembakan Israel menghantam sebuah bangunan perumahan dekat Gereja Biara Latin di lingkungan Al-Zeitoun dan juga menargetkan lingkungan Al-Tuffah. Sumber medis di Nasser Medical Complex membenarkan kedatangan jenazah dua pencari bantuan asal Palestina yang tewas akibat tembakan Israel di barat daya Khan Yunis.
Sumber-sumber medis melaporkan bahwa rumah sakit di Kota Gaza beroperasi dengan kapasitas minimum, dan menyebut penutupan Jalan Al-Rasheed sebagai penghalang masuknya obat-obatan ke kota tersebut.
Hal ini terjadi ketika Israel melanjutkan agresinya di Jalur Gaza, menewaskan dan melukai ribuan orang. Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan jumlah korban jiwa akibat agresi Israel meningkat menjadi 66.148 orang syahid dan 168.716 orang luka-luka sejak 7 Oktober 2023.