News Komoditi & Global ( Selasa, 25 November 2025 )
News Komoditi & Global
( Selasa, 25 November 2025 )
Harga Emas Global Menguat saat Taruhan Penurunan Suku Bunga Fed Meningkat
Harga Emas (XAU/USD) menarik beberapa pembeli ke sekitar $4.140 selama sesi Asia awal pada hari Selasa. Logam mulia ini naik seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) AS dalam pertemuan kebijakan bulan Desember. Para pedagang menantikan rilis Laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP AS Mingguan, Penjualan Ritel, dan Harga Produsen, yang akan dirilis kemudian pada hari Selasa.
Beberapa pejabat The Fed memberi sinyal dukungan untuk penurunan suku bunga bulan Desember, yang mendukung logam kuning ini. Gubernur The Fed, Christopher Waller, mengatakan pada hari Senin bahwa data yang tersedia menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap cukup lemah untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga seperempat poin dalam pertemuan kebijakan The Fed bulan Desember. Sementara itu, Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, menyatakan bahwa bank sentral AS harus menurunkan suku bunga karena pasar tenaga kerja semakin rentan.
"Pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve AS berada di jalur untuk menurunkan suku bunga pada bulan Desember," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities. Suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya peluang untuk memegang Emas, mendukung logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini. Pasar kini memprakirakan hampir 80% kemungkinan penurunan suku bunga seperempat poin oleh The Fed bulan depan, naik dari 30% sebelum pernyataan mereka, menurut alat FedWatch CME.
Para pedagang bersiap menghadapi data ekonomi AS terbaru yang akan dirilis kemudian pada hari Selasa untuk petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter. Indeks Harga Produsen (IHP) AS diperkirakan akan menunjukkan kenaikan sebesar 0,3% MoM di bulan September, sementara Penjualan Ritel diproyeksikan akan menunjukkan kenaikan sebesar 0,4% MoM selama periode yang sama. Jika laporan menunjukkan hasil yang lebih panas dari yang diperkirakan, ini dapat mengangkat Dolar AS (USD) dan membebani harga komoditas berdenominasi USD.
Harga Minyak Dunia Memanas, Ditopang Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Harga minyak dunia terpantau menguat seiring dengan meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025, yang mengimbangi prospek tercapainya kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia. Melansir Reuters pada Selasa (25/11/2025), harga minyak jenis Brent naik 78 sen atau 1,3% menjadi US$63,34 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 77 sen atau 1,3% ke level US$58,83 per barel. Kedua harga minyak acuan tersebut ditutup di level terendah sejak 21 Oktober 2025 pada Jumat pekan lalu. Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan pada Senin (24/11/2025) bahwa data yang tersedia menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih cukup lemah untuk mendukung pemangkasan suku bunga seperempat poin. Namun, keputusan selanjutnya akan bergantung pada data ekonomi yang tertunda akibat penutupan pemerintahan AS. Suku bunga yang lebih rendah berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak karena menurunkan biaya pinjaman bagi konsumen dan pelaku usaha. Sejumlah broker global masih terbelah terkait kemungkinan Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga dalam pertemuan Desember 2025, menyusul sinyal beragam mengenai pertumbuhan lapangan kerja dan tingkat pengangguran pada pekan lalu.
Trump dan Xi Jinping Kembali Berdialog soal Isu Global usai Gencatan Tarif Impor Secara terpisah, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya melakukan percakapan telepon yang “sangat baik” dengan Presiden China Xi Jinping pada Senin, membahas perang Ukraina, perdagangan fentanyl, serta kesepakatan untuk petani. Pelaku pasar energi menilai setiap perkembangan positif antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak. Perang Rusia-Ukraina AS dan Ukraina pada Senin berupaya mempersempit perbedaan dalam penyusunan rencana perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina, setelah proposal AS sebelumnya dinilai terlalu menguntungkan Moskow oleh Kyiv dan sekutu Eropanya. Menurut analis energi Ritterbusch and Associates, pelemahan harga minyak baru-baru ini terutama disebabkan laporan kemajuan dalam perundingan damai Rusia–Ukraina. Namun, mereka menilai penurunan premi risiko lebih dari 5% terlalu berlebihan, mengingat potensi konflik dapat berlarut dan kembali memicu risiko geopolitik pada pasar minyak. Sanksi AS terhadap perusahaan minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil, yang mulai berlaku pada Jumat, semestinya menjadi faktor pendorong harga. Namun pasar masih fokus pada perkembangan pembicaraan damai, menurut Jorge Montepeque, Managing Director Onyx Capital. Pendapatan minyak dan gas Rusia diperkirakan turun sekitar 35% secara tahunan pada November 2025 menjadi 520 miliar rubel (US$6,59 miliar), dipicu harga minyak yang lebih rendah dan penguatan rubel, berdasarkan perhitungan Reuters. Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyambut “momentum baru” dalam proses negosiasi dan menegaskan komitmen Uni Eropa untuk terus mendukung Ukraina. Di sisi lain, Amerika Serikat secara resmi menetapkan Cartel de los Soles Venezuela sebagai organisasi teroris asing pada Senin, menambahkan sanksi terkait terorisme terhadap kelompok yang disebut melibatkan Presiden Nicolas Maduro dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Sanksi terhadap Venezuela, anggota OPEC, membantu menopang harga minyak dengan menekan ekspor negara tersebut. Dari Jerman, survei terbaru menunjukkan sentimen bisnis kembali merosot pada November 2025, karena pelaku usaha semakin pesimistis terhadap peluang pemulihan ekonomi setelah dua tahun mengalami kontraksi. JPMorgan memproyeksikan harga Brent di level US$57 per barel dan WTI di US$53 pada 2027, sambil mempertahankan proyeksi tahun 2026 masing-masing di US$58 dan US$54.
Wall Street Ditutup Naik : Pasar Yakin The Fed Potong Bunga di Desember
Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (24/11/2025), melanjutkan reli akhir pekan lalu seiring meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuannya pada Desember.
Sentimen ini membantu investor mengabaikan kekhawatiran terkait valuasi saham-saham teknologi yang dianggap terlalu tinggi.
Melansir Reuters, Dow Jones naik 202,86 poin (0,44%) menjadi 46.448,27, S&P 500 menguat 102,13 poin (1,55%) ke 6.705,12, dan Nasdaq melompat 598,92 poin (2,69%) ke 22.872,01
Dari 11 sektor di S&P 500, komunikasi mencatat kenaikan tertinggi. Sementara consumer staples dan energi menjadi satu-satunya sektor yang melemah.
Memulai pekan yang dipersingkat libur Thanksgiving, indeks-indeks utama AS mencatatkan kenaikan solid.
Saham-saham teknologi raksasa dalam kelompok "Magnificent Seven" mendorong Nasdaq memimpin penguatan.
Rilis sejumlah data ekonomi yang tertunda akibat penutupan pemerintahan selama enam minggu menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja dan inflasi yang tetap tinggi.
Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga ketiga sekaligus terakhir pada 2025 dalam pertemuan Desember.
Optimisme Pasar Naik
Komentar bernada dovish dari Gubernur Fed Christopher Waller, Presiden Fed New York John Williams, dan Presiden Fed San Francisco Mary Daly ikut menopang sentimen, meski beberapa pejabat lain menyuarakan pandangan berbeda.
“Pasar semakin yakin pemangkasan suku bunga akan terjadi Desember,” ujar Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager Dakota Wealth.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang 85% terjadinya rate cut, melonjak dari 42,4% sepekan sebelumnya.
Data ekonomi lainnya masih akan dirilis pekan ini, mulai dari penjualan ritel, harga produsen, hingga pesanan barang tahan lama.
Indikator independen seperti indeks harga rumah Case-Shiller, survei kepercayaan konsumen Conference Board, dan data penjualan rumah tertunda juga akan menjadi perhatian.
Musim laporan kinerja kuartal III hampir rampung. Hingga Jumat lalu, 95% perusahaan S&P 500 telah melaporkan kinerja, dengan 83% di antaranya mencatatkan hasil di atas ekspektasi. Analis kini memproyeksikan pertumbuhan laba agregat sebesar 14,7%, naik signifikan dari estimasi 8,8% pada 1 Oktober (LSEG).
Fokus pada Konsumen Jelang Musim Belanja Liburan
Pekan ini menandai dimulainya musim belanja liburan di AS. Kondisi konsumen, yang menyumbang sekitar 70% perekonomian AS, akan diperhatikan ketat di tengah meningkatnya pengumuman PHK dan survei yang melemah.
Meski begitu, National Retail Federation memperkirakan total belanja liburan akan menembus US$1 triliun untuk pertama kalinya.
Laporan kinerja beberapa perusahaan ritel seperti Best Buy juga akan dirilis pekan ini.
Kekhawatiran Valuasi Teknologi Masih Ada
Proyeksi kuat Nvidia pekan lalu belum mampu meredam kekhawatiran akan potensi bubble AI. Secara bulanan, S&P 500 dan Nasdaq masih berada di jalur mencatatkan penurunan.
Sentimen pasar kembali mendapat dorongan dari proyeksi Deutsche Bank yang memperkirakan S&P 500 dapat menembus 8.000 pada akhir tahun depan salah satu prediksi paling bullish dari lembaga keuangan global.
Saham Bristol-Myers naik 3,3% setelah Bayer mengumumkan data positif uji klinis obat kardiovaskular, yang turut meningkatkan keyakinan terhadap kandidat obat milvexian milik Bristol-Myers.
Saham Centene dan Oscar Health masing-masing melonjak 4,6% dan 22,3% menyusul laporan bahwa Presiden Trump mempertimbangkan memperpanjang subsidi Affordable Care Act selama dua tahun.
Israel Langgar Gencatan Senjata, Habisi Pemimpin Militer Hizbullah via Serangan Udara
Militer Israel telah membunuh pejabat tinggi militer Hizbullah dalam serangan udara di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada hari Minggu. Ini merupakan pelanggaran gencatan senjata terbaru oleh militer Zionis meski kesepakatan itu berlaku sejak setahun lalu. Serangan udara tersebut, yang pertama di pinggiran ibu kota Lebanon dalam beberapa bulan, menargetkan pelaksana tugas kepala staf Hizbullah, Ali Tabtabai. Militer Israel mengonfirmasi operasi pembunuhan itu dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Reuters, Senin (24/11/2025). Baca Juga: Israel Langgar Gencatan Senjata 500 Kali dalam 44 Hari Hizbullah juga mengonfirmasi kematian Tabtabai dalam sebuah pernyataan, berduka atas kematiannya sebagai komandan hebat yang telah bekerja untuk menghadapi Israel hingga saat-saat terakhir hidupnya. Menurut kelompok milisi pro-Iran tersebut, Tabtabai telah menunjukkan senioritasnya. "Serangan Israel melewati garis merah," kata pejabat Hizbullah Mahmoud Qmati saat dia berdiri di dekat gedung yang dibom di pinggiran Haret Hreik, sebuah basis kelompok tersebut. Menurutnya, pimpinan Hizbullah akan memutuskan apakah dan bagaimana kelompok itu akan merespons pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Tabtabai pada tahun 2016, mengidentifikasinya sebagai pemimpin kunci Hizbullah dan menawarkan hadiah hingga USD5 juta untuk informasi tentangnya. Pernyataan militer Israel mengatakan: "Tabtabai memimpin sebagian besar unit Hizbullah dan bekerja keras untuk memulihkan kesiapan mereka berperang dengan Israel." Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan itu menewaskan lima orang dan melukai 28 lainnya. Serangan tersebut menghantam sebuah gedung bertingkat, menyebabkan puing-puing berjatuhan ke mobil-mobil di jalan utama di bawahnya. Orang-orang bergegas keluar dari gedung apartemen mereka karena takut akan pemboman lebih lanjut, kata seorang jurnalis Reuters. Setelah serangan itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun mendesak masyarakat internasional untuk campur tangan guna menghentikan serangan Israel. Serangan itu terjadi seminggu sebelum Paus Leo dijadwalkan mendarat di Lebanon dalam kunjungan luar negeri pertamanya, dengan banyak warga Lebanon berharap kunjungan itu dapat menandakan bahwa negara itu sedang menuju hari-hari yang lebih baik. Gencatan senjata November 2024 dimaksudkan untuk mengakhiri pertempuran selama setahun antara Hizbullah dan militer Israel, yang dipicu oleh tembakan roket Hizbullah ke pos-pos Israel sehari setelah serangan 7 Oktober 2023 oleh sekutu Palestina-nya, Hamas. Namun, Israel terus melancarkan serangan hampir setiap hari di Lebanon sejak gencatan senjata tersebut, menargetkan apa yang disebutnya sebagai depot senjata, milisi, dan upaya kelompok tersebut untuk membangun kembali kekuatannya. Israel telah meningkatkan serangan tersebut dalam beberapa minggu terakhir. "Kami tidak akan membiarkan Hizbullah, organisasi teror, memulihkan dan membangun kembali kekuatannya serta mengancam Israel dari mana pun di Lebanon," kata juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, kepada wartawan setelah serangan tersebut. Ketika ditanya apakah Israel telah memberi tahu AS sebelum melakukan serangan, Bedrosian mengatakan Israel membuat keputusan secara independen. Israel telah membunuh sebagian besar pemimpin Hizbullah selama perang yang berlangsung setahun, termasuk pemimpinnya saat itu, Hassan Nasrallah. Israel dan Lebanon telah saling menyalahkan atas pelanggaran gencatan senjata sejak 2024. Lebanon menyatakan bahwa serangan Israel yang terus berlanjut dan pendudukan lima pos selatan di wilayah Lebanon merupakan pelanggaran besar. Aoun mengatakan dia terbuka untuk negosiasi tetapi belum menerima tanggapan positif dari pejabat Israel. Israel menuduh Hizbullah mencoba berkumpul kembali di selatan, dan menekan Lebanon untuk lebih agresif dalam menyita semua senjata ilegal di seluruh negeri, termasuk milik Hizbullah. Hizbullah menegaskan belum menembaki Israel sejak gencatan senjata dimulai dan menyatakan akan mematuhinya.
Rezim Maduro Terancam Diinvasi AS, Jenderal Rusia Muncul di Venezuela
Seorang jenderal terkenal Rusia muncul di Venezuela untuk memimpin pelatihan militer Caracas. Jenderal itu muncul setelah Caracas khawatir Amerika Serikat (AS) menginvasi negara yang dipimpin Presiden Nicolas Maduro tersebut. Kolonel Jenderal Oleg Makarevich, komandan satuan tugas Equator dari Kementerian Pertahanan Rusia, memimpin misi Moskow yang bertanggung jawab atas pelatihan militer Caracas. Sosoknya terkenal setelah dituduh Ukraina sebagai dalang penghancuran Pembangkit Listrik Tenaga Air Kakhovka pada Juni 2023. Kepala Intelijen Pertahanan Ukraina Letnan Jenderal Kyrylo Budanov mengungkapkan kehadiran Makarevich di Venezuela dalam sebuah komentar yang disampaikan kepada The War Zone, yang dikutip Militarnyi, Senin (24/11/2025). Baca Juga: Rusia Siap Menolong Venezuela saat Kapal Induk AS Mendekat Menurut bos intelijen tersebut, Rusia terus mempertahankan kontingen militernya di negara Amerika Latin tersebut dan memperluas kerja samanya dengan rezim Nicolás Maduro. Saat ini, kontingen Rusia yang terdiri dari lebih dari 120 personel militer ditempatkan di sana. Makarevich, kata Budanov, adalah orang yang mengawasi pelatihan pasukan keamanan Venezuela. Selama invasi besar-besaran ke Ukraina, dia memimpin satuan tugas militer "Dnepr" dan dituduh mengorganisir penghancuran PLTA Kakhovka dua tahun lalu. "Mereka bertugas sebagai penasihat dan instruktur militer. Ini termasuk pelatihan infanteri, unit khusus, operator UAV, serta pekerjaan yang berkaitan dengan intelijen dan komunikasi," ujar Budanov. Selain melatih personel militer, satuan tugas Equator Rusia menyediakan data intelijen sinyal untuk Venezuela. Rusia juga membantu Venezuela memantau faksi-faksi internal dan pemerintah asing. Budanov menekankan bahwa rotasi pasukan Rusia di Venezuela telah berlangsung selama bertahun-tahun dan bukan merupakan respons terhadap eskalasi yang sedang terjadi antara Amerika Serikat dan Venezuela. Jenderal dan sekitar 90 personel militer Rusia ditempatkan di Caracas, sementara sisanya ditempatkan di fasilitas-fasilitas di Maracaibo, La Guaira, dan di Pulau Avedes. “Unit-unit Rusia kemungkinan akan tetap berada di Venezuela meskipun Amerika Serikat memutuskan untuk mengambil tindakan militer. Rusia akan mencoba berbicara langsung dengan Washington, memanfaatkan kehadiran pasukannya di negara itu sebagai kedok,” kata Budanov. Pada awal November, diketahui bahwa di Caracas, ibu kota Venezuela, para kadet militer mulai berlatih mengoperasikan drone FPV menggunakan simulator. Stasiun pelatihan menggunakan salah satu simulator komersial paling populer, FPV Kamikaze Drone, yang tersedia di Steam. Ini adalah pertama kalinya Venezuela mengonfirmasi upaya untuk memperkenalkan drone FPV ke dalam militernya. Venezuela adalah salah satu dari sedikit negara di Amerika Latin–kemungkinan satu-satunya—yang secara terbuka menunjukkan adanya program aktif untuk melatih para kadetnya dalam mengoperasikan drone FPV. Pada pertengahan bulan ini, Rusia menyatakan siap menolong Venezuela ketika Amerika Serikat meningkatkan pengerahan aset-aset tempurnya, termasuk kapal induk tercanggih, ke dekat negaranya Maduro tersebut. Washington berdalih pengerahan kekuatan militer itu untuk operasi antinarkotika, namun Caracas khawatir itu bagian dari upaya menggulingkan rezim Maduro. "[Rusia] siap untuk bertindak sepenuhnya dalam kerangka kewajiban yang disepakati bersama dalam perjanjian ini dengan sahabat-sahabat Venezuela kami," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov saat itu. Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian kemitraan strategis kedua negara yang diteken pada Mei lalu. Meskipun kemitraan tersebut belum berlaku, Lavrov mengindikasikan bahwa hal itu "hampir terwujud". Tiga bulan setelah penandatanganannya, Venezuela meresmikan fasilitas untuk memproduksi amunisi Kalashnikov, dan bulan lalu, sebuah pesawat kargo Rusia yang disanksi Barat dan dikenal karena mengirimkan material pertahanan mendarat di Venezuela. "Sekarang sudah pada tahap akhir ratifikasi. Ini menyatakan perlunya melanjutkan kerja sama keamanan kita, termasuk kerja sama militer-teknis," katanya. Alexei Zhuravlev, anggota Komite Pertahanan Parlemen Rusia, menyatakan tidak ada yang menghalangi Moskow untuk memberikan "perkembangan baru" kepada Venezuela. "Kami memasok negara ini dengan hampir seluruh jenis senjata, mulai dari senjata ringan hingga pesawat terbang...Amerika Serikat mungkin akan mendapatkan beberapa kejutan," katanya. Meskipun Venezuela belum meminta bantuan militer atau persenjataan Rusia, seorang pejabat senior Rusia mengisyaratkan bahwa rudal balistik jarak menengah Oreshnik mungkin akan dikirim. Perkembangan ini terjadi seiring AS meningkatkan kehadiran militernya di dekat Venezuela, dengan Gedung Putih menegaskan bahwa mereka sedang mengintensifkan upaya pemberantasan perdagangan narkoba. Saat ini, kapal induk tercanggih Amerika; USS Gerald R Ford, telah beroperasi di perairan lepas pantai Venezuela, ditemani oleh tiga kapal perang tambahan. Sejak awal September, operasi militer AS yang menargetkan kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia Selatan dan Pasifik Timur telah mengakibatkan puluhan korban jiwa. Sebagai respons, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez mengerahkan 200.000 tentara di seluruh Venezuela untuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh AS.
China Ekspor Model Pemerintahan ke Negara Lain
Selama satu dekade terakhir, Partai Komunis China (CCP) telah membangun salah satu sistem ekspor pelatihan tata kelola paling kompleks di dunia. Apa yang sering terlihat sebagai pertukaran antarpemimpin partai, tur studi, atau seminar ideologi yang terpisah-pisah, sebenarnya merupakan sebuah proyek besar yang sangat terkoordinasi—sebuah ekosistem lembaga, program, dan instrumen narasi yang bersama-sama membentuk perpanjangan global dari sebuah partai politik yang semakin berorientasi ke luar negeri. “Diplomasi CCP dalam beberapa tahun terakhir juga jauh lebih ambisius: secara sistematis mentransmisikan pengalaman tata kelola China kepada partai-partai yang berkuasa serta partai besar di negara-negara Global South,” ucap akademisi Ratish Mehta dari Organisation for Research on China and Asia (ORCA), seperti dikutip oneworldoutlook.com, Senin (24/11/2025). Baca Juga: Taiwan: Pembersihan Internal Partai Komunis China Capai Tingkat Tertinggi di Era Xi Jinping Mehta mengatakan kontak bilateral yang dikelola dengan cermat kini berkembang menjadi konfigurasi multisaluran yang menghubungkan organ partai, pemerintah provinsi, sekolah partai, lembaga think tank, hingga lembaga luar negeri dalam satu jaringan operasional yang koheren. Pada 2025, lanjut dia, strategi ini telah matang menjadi kerangka koordinasi besar, di mana desain terpusat dan partisipasi seluruh partai berpadu untuk mendorong program ekspor tata kelola China ke luar negeri. Satu Sistem dengan Banyak Pintu, Satu Logika CCP kini mengelola hubungan dengan ratusan partai politik di lebih dari 160 negara, namun pengaruh nyatanya terlihat dari bagaimana hubungan tersebut dimanfaatkan untuk mengundang delegasi tingkat tinggi ke Beijing. Dalam sepuluh tahun terakhir, partai ini memulai kelas penelitian singkat dan kelompok studi, serta menandatangani rencana kerja sama multi-tahunan yang kemudian berkembang menjadi program pelatihan berulang. Sesi-sesi ini dirancang untuk memperkenalkan elite partai asing pada logika pemerintahan CCP, disiplin organisasionalnya, serta praktik manajemen kader. Baca Juga: Dianggap Tak Loyal, 9 Jenderal PLA China Disingkirkan Xi Jinping Salah satu jalur yang dijalankan sistem ini adalah pertukaran politik tingkat tinggi. Ketika delegasi asing tiba di Beijing, mereka tidak disambut oleh pejabat protokol tingkat menengah, melainkan oleh menteri dan wakil menteri. Pertemuan-pertemuan ini berfokus pada pertukaran pengalaman tata kelola dan kerja sama pelatihan kader. Fungsi utamanya adalah menciptakan saluran langsung antara pimpinan politik CCP dan elite partai asing. Delegasi kemudian diperlihatkan institusi-institusi Partai, termasuk pengarahan di Sekolah Partai Pusat, kunjungan ke departemen organisasi, dan diskusi terstruktur mengenai bagaimana CCP melatih, mengelola, dan mengevaluasi kadernya. Interaksi langsung ini menjadi kesan yang bertahan lama, sekaligus memperkuat jaringan pribadi serta membuka jalan bagi pelatihan yang lebih terinstitusionalisasi. Pertukaran politik tersebut kemudian diformalkan melalui arsitektur MoU bilateral dan rencana kerja sama partai multi-tahunan. Seiring waktu, perjanjian ini menjadi semakin rinci. Dokumen-dokumen tersebut tidak hanya menentukan tema kerja sama, tetapi juga lokasi, lembaga pelaksana, dan frekuensi pelatihan. Rencana Kerja Sama Partai CCP–Lao PDR menjadi contoh yang jelas: perjanjian tersebut menetapkan sekolah-sekolah partai provinsi tertentu sebagai basis pelatihan jangka panjang bagi kader Laos, sehingga secara efektif menciptakan jalur berkelanjutan bagi pelatihan tata kelola. “Kesepakatan seperti ini kini menjadi hal umum dalam diplomasi partai CCP, mengubah kunjungan satu kali menjadi sistem pendidikan politik yang berkesinambungan, dikelola bersama namun terutama dijalankan oleh lembaga-lembaga China,” sebut Mehta. Pusat Pelatihan di Luar Negeri Saluran kedua dari strategi ini ialah pendirian pusat pelatihan tetap di luar negeri. Dengan mengeksternalisasi fungsi sekolah partai yang dibangun bersama negara mitra, Beijing secara bertahap mengekspor model pemerintahannya. Contoh paling menonjol adalah Nyerere Leadership School (NLS) di Tanzania, yang dijalankan oleh Six Sister Parties dengan dukungan politik dan material dari China. Fasilitas tersebut dibangun antara 2018 dan 2022 oleh perusahaan yang terafiliasi dengan negara China dan diresmikan dengan pesan ucapan selamat dari Xi Jinping. Reformasi Domestik untuk Ekspor Tata Kelola Perkembangan paling krusial mungkin adalah reformasi berorientasi global dalam sistem pelatihan kader domestik CCP. Rencana Pendidikan dan Pelatihan Kader Nasional 2023–2027 secara eksplisit mewajibkan pelatihan internasional. Aturannya mengharuskan sekolah partai dan akademi kader mengembangkan materi berbahasa asing, mengirim instruktur ke luar negeri, dan menyelenggarakan kelas internasional bersamaan dengan kelas domestik. Kader asing kini menerima versi materi yang sama dengan yang diajarkan kepada pejabat China, dengan lebih dari setengah modul berfokus pada Pemikiran Xi Jinping, disiplin organisasi, dan tata kelola partai-negara. Langkah ini menciptakan kerangka pedagogis standar untuk mengekspor tata kelola CCP, sekaligus memastikan konsistensi ideologis di seluruh jalur pelatihan. Secara keseluruhan, ekosistem ini mengubah pertukaran episodik menjadi ekspor model pemerintahan yang berkelanjutan. Ekosistem tersebut menyebarkan pemahaman CCP tentang disiplin organisasi, pembangunan yang dipimpin partai, dan integrasi negara-partai ke dalam imajinasi institusional partai-partai berkuasa di Global South. “Apakah model tersebut diadopsi secara penuh atau tidak, arsitektur ini menyediakan template tata kelola, kosakata ideologis, dan rutinitas institusional yang dapat dipilih dan disesuaikan oleh elite asing,” ungkap Mehta. “Dalam pengertian ini, diplomasi pelatihan tata kelola China bukan sekadar program soft power.” “Ini adalah proyeksi struktural keahlian politik, menandai munculnya CCP tidak hanya sebagai partai berkuasa di dalam negeri, tetapi juga sebagai aktor tata kelola internasional yang mampu membentuk bagaimana organisasi politik lain mendefinisikan kompetensi, legitimasi, dan modernisasi,” pungkas Mehta.
Trump Marahi Zelensky Lagi: Tak Ada Rasa Terima Kasih atas Bantuan AS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memarahi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menurutnya tidak menunjukkan rasa terima kasih atas upaya Amerika untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Ini menjadi yang kedua kalinya pemimpin Ukraina itu jadi sasaran kemarahan Trump setelah insiden di Gedung Putih Februari lalu. Trump menulis di Truth Social tentang kekesalannya kepada Zelensky. "Saya mewarisi perang yang seharusnya tidak pernah terjadi, perang yang merugikan semua orang, terutama jutaan orang yang telah mati dengan sengaja," bunyi unggahan Trump, yang versi aslinya bertuliskan huruf kapital seperti gaya khasnya. "Kepemimpinan Ukraina tidak menunjukkan rasa terima kasih atas upaya kami, dan Eropa terus membeli minyak dari Rusia," lanjut unggahan Trump. Baca Juga: Menlu AS Disebut Keceplosan Proposal 28 Poin Perdamaian Ukraina Adalah Pesanan Rusia "AS terus menjual senjata dalam jumlah besar kepada NATO, untuk didistribusikan ke Ukraina (Joe yang takut memberikan semuanya, gratis, gratis, gratis, termasuk uang 'besar'!). Tuhan memberkati semua nyawa yang telah hilang dalam bencana kemanusiaan ini!" imbuh unggahan Trump. Tak lama kemudian, Zelensky menulis di X untuk berterima kasih kepada Trump atas segalanya yang telah dia lakukan untuk Ukraina. "Kepemimpinan Amerika Serikat itu penting, kami berterima kasih atas semua yang telah dilakukan Amerika dan Presiden Trump untuk keamanan, dan kami terus bekerja sekonstruktif mungkin," tulisnya, seperti dikutip AFP, Senin (24/11/2025). Di Jenewa, para pejabat tinggi AS dan Ukraina sibuk membuat perubahan pada rancangan proposal perdamaian berisi 28 poin, di mana Ukraina mengatakan versi terbaru memuat beberapa poin pembicaraan Kyiv-Washington. "Versi dokumen saat ini, meskipun masih dalam tahap akhir persetujuan, sudah mencerminkan sebagian besar prioritas utama Ukraina," ujar negosiator Rustem Umerov, yang juga sekretaris dewan keamanan Ukraina. Dokumen awal AS mengindahkan beberapa tuntutan garis keras Moskow, yang mengharuskan negara yang diinvasi untuk menyerahkan wilayah, memangkas militernya, dan berjanji untuk tidak pernah bergabung dengan NATO. Dokumen itu juga memberikan beberapa jaminan keamanan yang samar dan penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk membangun kembali Ukraina yang dilanda perang. Trump telah memberi Ukraina waktu hingga 27 November, saat AS merayakan Thanksgiving, untuk menyetujuinya, tetapi juga mengisyaratkan kemungkinan adanya fleksibilitas terkait tenggat waktu tersebut. Sejak awal masa jabatan keduanya, posisi Presiden Trump terkait perang Rusia-Ukraina telah berubah drastis. Presiden yang juga miliarder dari Partai Republik ini, yang awalnya berjanji untuk mengakhiri perang dalam 24 jam, berubah dari mengagumi Presiden Rusia Putin dan menyebut Zelensky sebagai diktator, menjadi menjatuhkan sanksi berat kepada Moskow dan mengisyaratkan Ukraina akan mengambil kembali wilayahnya.
Lebanon: Serangan Israel di Beirut abaikan tuntutan gencatan senjata
Presiden Lebanon Joseph Aoun, Minggu (23/11), mengatakan bahwa serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut merupakan bukti lain bahwa Israel mengabaikan seruan berulang kali untuk menghentikan serangannya.
Pernyataannya muncul tak lama setelah serangan Israel yang menewaskan lima orang dan melukai 28 lainnya di Beirut selatan. Israel mengeklaim bahwa serangan itu menargetkan kepala staf Hezbollah, Ali Tabatabai.
Hezbollah telah mengonfirmasi bahwa Tabatabai tewas dalam serangan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Aoun mengatakan serangan itu, yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Lebanon ke-82, merupakan "bukti tambahan bahwa Israel mengabaikan seruan untuk menghentikan agresinya terhadap Lebanon."
Israel "menolak untuk menerapkan resolusi internasional dan menolak semua upaya dan inisiatif yang bertujuan untuk mengakhiri eskalasi dan memulihkan stabilitas tidak hanya di Lebanon tetapi juga di seluruh kawasan," tambahnya.
Aoun menekankan bahwa Lebanon telah mematuhi penghentian permusuhan "selama hampir satu tahun" dan telah berulang kali mengajukan inisiatif untuk menjaga ketenangan.
Dia kembali menyerukan kepada masyarakat internasional untuk "memikul tanggung jawab dan melakukan intervensi secara serius dan tegas untuk menghentikan serangan terhadap Lebanon dan rakyatnya, mencegah kerusakan dan pertumpahan darah lebih lanjut."
Pada Jumat (21/11), Aoun mengatakan Lebanon siap bernegosiasi dengan Israel "di bawah naungan PBB, AS, atau internasional bersama" untuk mencapai "akhir yang tuntas" dari serangan lintas batas Israel.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam juga mengutuk serangan Israel, menyerukan penyatuan semua upaya di belakang negara dan lembaga-lembaganya.
Melindungi warga sipil Lebanon dan mencegah negara tersebut tergelincir ke "jalur berbahaya" adalah prioritas utama pemerintah pada momen sensitif tersebut, ujarnya dalam sebuah pernyataan di akun X.
Salam mengatakan pemerintah akan terus menggunakan "semua jalur politik dan diplomatik dengan negara-negara sahabat dan saudara" untuk melindungi warga sipil Lebanon, mencegah eskalasi tanpa akhir, memastikan diakhirinya serangan Israel, mengamankan penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon, dan mencapai pemulangan tahanan Lebanon.
Dia menambahkan bahwa pengalaman masa lalu telah membuktikan bahwa stabilitas yang langgeng hanya dapat dicapai melalui implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, perluasan kewenangan negara di seluruh wilayah Lebanon, dan pemberian wewenang kepada tentara Lebanon untuk menjalankan misinya.
Resolusi tersebut menyerukan penghentian permusuhan antara Hezbollah dan Israel, serta pembentukan zona bebas senjata antara Sungai Litani dan batas Garis Biru yang dipetakan oleh PBB yang memisahkan Lebanon dari Israel dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Israel telah melancarkan beberapa serangan di pinggiran selatan Beirut sejak gencatan senjata, yang terbaru pada Juni.
Ketegangan di Lebanon selatan telah meningkat selama berminggu-minggu, dengan militer Israel mengintensifkan serangan udara hampir setiap hari di wilayah Lebanon, yang diklaim menargetkan anggota dan infrastruktur Hezbollah.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, setidaknya 331 orang tewas dan 945 orang terluka akibat tembakan Israel sejak gencatan senjata berlaku pada 27 November 2024. Misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) juga melaporkan lebih dari 10.000 pelanggaran udara dan darat yang dilakukan Israel.
Berdasarkan gencatan senjata, tentara Israel seharusnya mundur dari Lebanon selatan Januari ini, tetapi hanya sebagian yang ditarik dan terus mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.
PM Jepang-PM China tak saling sapa di G20 Afrika Selatan
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Perdana Menteri China Li Qiang tidak bertegur sapa sepanjang KTT G20 di Afrika Selatan akhir pekan ini, di tengah memburuknya hubungan kedua negara setelah pernyataan Takaichi soal kemungkinan serangan China terhadap Taiwan.
Dalam peringatan terbaru, Menlu China Wang Yi mengatakan pemimpin Jepang itu telah mengirim “sinyal keliru” dengan menyatakan kesiapan intervensi militer terkait Taiwan — sebuah “garis merah” yang tidak boleh dilanggar, sebut pernyataan kementeriannya pada Minggu.
Usai menghadiri KTT dua hari yang menjadi debutnya di G20, Takaichi mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak menjadwalkan pertemuan dengan Li.
“Sejak saya menjadi perdana menteri, tekad Jepang untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan, konstruktif, dan stabil tetap tidak berubah,” ujarnya. “Jepang terbuka untuk dialog di berbagai tingkat.”
Takaichi mengakui adanya sejumlah isu yang membebani hubungan Tokyo–Beijing.
“Justru karena ada kekhawatiran dan perbedaan, kita harus menguranginya, saling memahami, dan memperkuat kerja sama. Tentu saja, penting bagi Jepang untuk menyampaikan hal-hal yang perlu disampaikan kepada China,” katanya.
Ketegangan meningkat setelah China memberlakukan peringatan perjalanan ke Jepang dan kembali melarang impor hasil laut Jepang.
Langkah itu diambil setelah Takaichi mengatakan di parlemen pada 7 November bahwa serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons militer Jepang.
Pernyataannya ditafsirkan sebagai indikasi bahwa Pasukan Bela Diri Jepang dapat bertindak mendukung sekutu keamanannya, Amerika Serikat, jika China memberlakukan blokade maritim terhadap Taiwan atau melakukan tekanan militer lainnya.
Tokyo menolak tuntutan Beijing agar Takaichi menarik ucapannya, dengan menegaskan bahwa pernyataan itu sesuai dengan posisi pemerintah Jepang selama ini.
Para pendahulu Takaichi sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran atas ancaman China terhadap Taiwan, namun tidak pernah menyatakan secara terbuka bagaimana Jepang akan merespons.
Tokyo dan Beijing sudah lama berselisih mengenai isu sejarah, perbatasan, dan berbagai persoalan strategis lainnya.
Intelijen Iran Tuding AS-Israel Kongkalikong Mau Bunuh Khamenei
Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib menyatakan ada upaya pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan pada Sabtu (22/11), Khatib mengatakan "musuh-musuh" Iran mencoba menargetkan Khamenei, baik melalui upaya pembunuhan maupun agresi.
"Musuh mencoba menargetkan kepemimpinan ... kadang melalui upaya pembunuhan dan melalui serangan permusuhan yang saat ini mungkin bahkan dilakukan dari dalam negeri," kata Khatib, seperti dikutip Iran International.
Khatib tidak merinci seperti apa upaya penargetan tersebut. Meski begitu, para pejabat senior Iran juga telah menyuarakan kekhawatiran serupa.
Pada 11 November lalu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa ia khawatir dengan keselamatan Khamenei saat perang dengan Israel meletus pada Juni lalu.
Pezeshkian saat itu mengatakan kepada parlemen bahwa kohesi dan stabilitas Iran bergantung pada keamanan Khamenei. Serangan terhadap Khamenei menurutnya dapat memicu bentrokan internal yang jauh lebih berbahaya ketimbang ancaman dari musuh eksternal mana pun.
Selama perang 12 hari, Presiden AS Donald Trump sempat mengatakan ia tahu lokasi Khamenei bersembunyi. Namun, Trump mengaku tak mau membunuh Khamenei, setidaknya "untuk saat ini."
Menurut Khatib, musuh-musuh Iran saat ini telah beralih dari upaya menggulingkan sistem Iran ke upaya melemahkan dari dalam.
Ia berujar AS dan Israel telah mengubah strategi mereka "dari penggulingan dan disintegrasi menjadi penahanan melalui tekanan". Hal itu dilakukan lewat serangan siber, penyebaran disinformasi, dan meletuskan perpecahan sosial.
Khatib mengatakan upaya-upaya tersebut dimaksudkan untuk merusak kepercayaan publik dan memecah belah masyarakat.
"Siapa pun yang secara sadar atau tidak sadar berjalan di jalur ini, sedang melayani tujuan musuh," ujarnya.
Pada Juni, Iran dan Israel terlibat peperangan selama 12 hari. Kedua negara gencatan senjata pada 24 Juni setelah AS ikut menyerang situs-situs nuklir Iran. AS dan Israel mengancam akan melakukan serangan baru jika Teheran menghidupkan kembali program nuklirnya.
Pada Juli, Khamenei mengatakan bahwa serangan Israel selama perang ditujukan untuk melemahkan negara, menebar keresahan, dan mengajak orang "turun ke jalan untuk menggulingkan sistem."
PM China Tawarkan Kerja Sama Lebih Dekat dengan Jerman di Industri Strategis
Perdana Menteri China, Li Qiang, menawarkan kerja sama lebih erat kepada Kanselir Jerman, Friedrich Merz, di bidang energi baru, manufaktur pintar, biomedis, dan teknologi kendaraan cerdas saat bertemu di sela-sela KTT G20 pada Minggu (23/11), menurut laporan Xinhua.
Hubungan antara ekonomi terbesar kedua dan ketiga dunia ini membaik secara signifikan dalam sebulan terakhir, setelah China membatasi ekspor chip dan logam tanah jarang yang sempat mengganggu operasi perusahaan Jerman.
Hal ini membuat Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, membatalkan kunjungannya ke Beijing bulan lalu karena China hanya menyetujui satu pertemuan dari jadwal yang diajukan.
Kunjungan resmi pertama di era kepemimpinan Merz dilakukan oleh Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil, pekan lalu, yang menstabilkan hubungan dengan bertemu Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, di tengah tekanan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap kedua negara. Merz juga diperkirakan akan segera melakukan kunjungan ke China.
Li menyatakan harapannya agar Jerman “mempertahankan kebijakan yang rasional dan pragmatis terhadap China, menghilangkan intervensi dan tekanan, fokus pada kepentingan bersama, serta memperkuat dasar kerja sama,” menurut pernyataan resmi media pemerintah China yang dirilis Minggu malam.
Meskipun terdapat gesekan terkait dukungan Beijing terhadap Rusia, tindakan China di Indo-Pasifik, serta kritik Berlin terhadap catatan hak asasi manusia dan kebijakan industri yang disubsidi negara, kedua negara tetap terikat oleh hubungan perdagangan yang luas dan saling menguntungkan.
“China bersedia bekerja sama dengan Jerman untuk memanfaatkan peluang pengembangan di bidang-bidang baru seperti energi baru, manufaktur pintar, biomedis, teknologi hidrogen, dan kendaraan cerdas,” ujar Li dari Johannesburg, Afrika Selatan, tuan rumah KTT G20 pertama di benua Afrika.
Data menunjukkan China membeli barang Jerman senilai US$ 95 miliar tahun lalu, sekitar 12% di antaranya berupa mobil, menempatkan Jerman sebagai salah satu dari 10 mitra dagang terbesar China.
Sebaliknya, Jerman mengimpor barang China senilai US$ 107 miliar, sebagian besar chip dan komponen elektronik lainnya.
Selain itu, Jerman menonjol sebagai mitra investasi bagi China, dengan suntikan modal baru senilai US$ 6,6 miliar pada 2024, yang mencakup 45% dari total investasi asing langsung China dari Uni Eropa dan Inggris, menurut Mercator Institute for China Studies.
Bagi Jerman, China merupakan pasar otomotif yang nyaris tak tergantikan, menyumbang hampir sepertiga penjualan produsen mobil Jerman.
Perusahaan kimia dan farmasi Jerman juga memiliki kehadiran besar di China, meski menghadapi tekanan dari pesaing lokal.