News Komoditi & Global ( Jumat, 5 Desember 2025 )
News Komoditi & Global
( Jumat, 5 Desember 2025 )
Harga Emas Global Masih Menguat, Pasar Menunggu Rilis Data Inflasi AS
Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Kamis (4/12/2025), ditopang pelemahan dolar AS namun tertahan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan diumumkan Jumat (5/12/2025), sebagai petunjuk arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve) jelang pertemuan 9–10 Desember.
Pada pukul 18.33 waktu setempat, harga spot gold naik tipis 0,1% menjadi US$4.210,49 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup 0,2% lebih tinggi di US$4.243 per ons.
Analis Marex, Edward Meir, mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi menjadi penahan utama reli emas, meski pelemahan indeks dolar memberikan sedikit dukungan untuk harga logam mulia itu.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun tercatat menguat, sementara indeks dolar menyentuh posisi terendah satu bulan, membuat emas relatif lebih murah bagi pembeli non-AS.
Dari sisi data ekonomi, klaim tunjangan pengangguran baru di AS turun menjadi 191.000 pekan lalu—terendah dalam lebih dari tiga tahun dan jauh di bawah ekspektasi ekonom sebanyak 220.000.
Sebaliknya, laporan ADP pada Rabu menunjukkan payroll sektor swasta turun 32.000 pada November, penurunan terdalam dalam lebih dari dua setengah tahun, menandakan pasar tenaga kerja mulai mendingin.
Mayoritas dari lebih 100 ekonom dalam survei Reuters memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan depan untuk menopang pasar tenaga kerja yang melemah. Pemangkasan suku bunga biasanya menjadi katalis positif bagi emas yang tidak menawarkan imbal hasil.
Meski demikian, Meir menilai harga emas kemungkinan akan bergerak dalam rentang yang relatif sempit hingga pekan depan. Ia juga memperkirakan emas tidak akan kembali menguji rekor tertingginya mendekati US$4.400 tahun ini.
Di pasar logam lainnya, harga perak turun 2,6% menjadi US$56,96 setelah sempat menyentuh rekor baru US$58,98 sehari sebelumnya.
Perak masih mencatat lonjakan sekitar 97% sepanjang tahun ini, ditopang defisit pasokan struktural, kekhawatiran likuiditas pasar, serta masuknya komoditas ini ke daftar mineral kritis AS.
Platina melemah 1,7% ke US$1.642,67, sementara paladium turun 1,4% menjadi US$1.440,57.
Harga Minyak Dunia Naik Ditopang Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Harga minyak dunia menguat pada penutupan perdagangan Kamis (5/12/2025) waktu AS, didorong ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga acuannya.
Sementara itu, mandeknya pembicaraan damai Ukraina turut menahan harapan pemulihan aliran minyak Rusia ke pasar global.
Brent ditutup naik 59 sen atau 0,94% menjadi US$ 63,26 per barel. Adapun West Texas Intermediate (WTI) naik 72 sen atau 1,22% ke level US$59,67 per barel.
Sentimen penguatan sempat lebih besar di awal sesi ketika harga WTI melonjak lebih dari US$ 1 per barel, mengikuti kenaikan bursa saham global yang bereaksi positif terhadap indikasi pelemahan pasar tenaga kerja AS, sinyal yang meningkatkan peluang penurunan suku bunga.
Nilai dolar yang terus melemah hingga mendekati hari kesepuluh berturut-turut juga memberi dukungan, karena membuat harga minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Analis Price Futures Group, Phil Flynn, mengatakan bahwa potensi pemangkasan suku bunga menjadi faktor dominan yang menggerakkan pasar minyak saat ini.
Selain itu, ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Venezuela memperkuat kekhawatiran terkait potensi penurunan suplai minyak dari negara tersebut. Rystad Energy menilai peluang terjadinya eskalasi militer menambah ketidakpastian pasokan global.
Di Eropa Timur, minimnya kemajuan dalam pembicaraan damai antara AS dan Rusia terkait perang Ukraina ikut memperkuat harga.
Para analis mencatat pasar terus menakar dampak politik dan perang terhadap suplai minyak global, sementara stok yang relatif nyaman dan surplus pasokan menjaga Brent tetap di kisaran US$60–US$70 per barel.
Sebelumnya, harapan berakhirnya perang sempat menekan harga karena pasar memperkirakan kembalinya pasokan minyak Rusia.
Situasi di lapangan juga memanas. Ukraina kembali menyerang jaringan pipa minyak Druzhba di wilayah Tambov, Rusia, yang menyalurkan minyak ke Hongaria dan Slovakia.
Meski operator pipa memastikan aliran tetap normal, serangan berulang menunjukkan kampanye drone Ukraina kini lebih terarah dan berkelanjutan.
Laporan Kpler menyebutkan aksi serangan itu menekan kapasitas pengolahan kilang Rusia hingga turun menjadi sekitar 5 juta barel per hari pada September–November, merosot 335.000 barel per hari dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari AS, data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah naik 574.000 barel menjadi 427,5 juta barel pada pekan yang berakhir 28 November, berlawanan dengan ekspektasi penurunan.
Fitch Ratings juga memangkas asumsi harga minyak untuk periode 2025–2027 karena melihat oversupply yang berpotensi berlanjut seiring pertumbuhan produksi yang melampaui permintaan.
Saudi Arabia menurunkan harga jual resmi (OSP) Arab Light untuk pengiriman Januari ke Asia menjadi hanya US$0,60 per barel di atas rata-rata Oman/Dubai, level terendah dalam lima tahun.
Sementara itu, produksi minyak dan kondensat Kazakhstan turun 6% dalam dua hari pertama Desember akibat serangan drone Ukraina terhadap fasilitas pemuatan Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) di Laut Hitam.
Wall Street Ditutup Nyaris Stagnan, Harapan Pemangkasan Suku Bunga Menahan Pasar
Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) berakhir nyaris stagnan pada perdagangan Kamis (4/12/2025), di tengah sentimen yang terbagi antara optimisme pemangkasan suku bunga Federal Reserve pekan depan dan tekanan dari penurunan harga saham Amazon.
Pada penutupan, S&P 500 naik tipis 0,11% menjadi 6.856,92, Nasdaq menguat 0,23% ke 23.508,87, sedangkan Dow Jones melemah 0,07% ke 47.850,42.
Pelaku pasar tetap berhati-hati menimbang rilis data tenaga kerja dan indikator ekonomi lain, terutama karena laporan payrolls November baru akan diterbitkan setelah pertemuan Fed bulan ini akibat penundaan data selama shutdown pemerintah.
Kekosongan data tersebut membuat investor mengandalkan indikator sekunder yang menunjukkan gambaran beragam soal pasar tenaga kerja.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim tunjangan pengangguran awal turun ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun, meski analis menilai penurunan ini bisa dipengaruhi libur Thanksgiving.
Sementara itu, estimasi dari Federal Reserve Chicago menunjukkan tingkat pengangguran November bertahan di sekitar 4,4%.
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga semakin menguat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang Fed memangkas suku bunga 25 basis poin bulan ini mencapai 87%, naik dari sekitar 68% sebulan lalu.
“Semua menunggu sikap Fed terhadap data yang masuk, karena komentar terakhir Jerome Powell masih cenderung hawkish, meskipun pasar sepenuhnya mengantisipasi pemangkasan,” ujar Mike Dickson, Head of Research Horizon Investments.
Ia menegaskan, tanpa data payrolls terbaru, arah kebijakan moneter berikutnya masih sangat bergantung pada rilis berikutnya.
Dari sisi data ekonomi, laporan tertunda Departemen Perdagangan menunjukkan pesanan pabrik hanya naik 0,2%, di bawah ekspektasi 0,5%, setelah revisi turun pada bulan sebelumnya akibat tekanan tarif terhadap sektor manufaktur.
Di lantai bursa, Salesforce menguat setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba fiskal 2026, didorong permintaan kuat terhadap platform agen AI perusahaan.
Meta Platforms juga menjadi salah satu penopang S&P 500 menyusul laporan Bloomberg yang menyebutkan rencana perusahaan memangkas hingga 30% anggaran Metaverse.
Sebaliknya, Amazon menjadi salah satu penekan indeks setelah mengungkapkan tengah berdiskusi dengan USPS terkait masa depan kerja sama logistik sebelum kontraknya berakhir tahun depan.
Sektor consumer staples juga tertekan, terbebani penurunan Kroger yang memangkas proyeksi penjualan tahunannya dan meleset dari target kuartalan. Di sisi lain, Dollar General melonjak setelah menaikkan proyeksi laba tahunan.
Snowflake jatuh tajam karena proyeksi pendapatan produk kuartal keempat berada di bawah ekspektasi tinggi investor. Sementara itu, Hormel Foods menguat setelah produsen selai kacang Skippy tersebut merilis proyeksi laba tahunan yang melampaui perkiraan pasar.
Rusia Blokir FaceTime Apple: Konflik Teknologi & Keamanan Siber
Rusia memblokir layanan panggilan video FaceTime milik Apple, menurut pernyataan badan pengawas komunikasi negara tersebut pada Kamis (4/12/2025).
Langkah ini menjadi bagian dari pengetatan yang semakin agresif terhadap platform teknologi asing yang oleh otoritas Rusia dituduh digunakan untuk aktivitas kriminal.
Pemblokiran FaceTime mengikuti serangkaian pembatasan terhadap YouTube milik Google, WhatsApp milik Meta, serta aplikasi pesan Telegram.
Para pengkritik menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk sensor negara dan upaya memperluas kontrol pemerintah terhadap komunikasi privat.
Namun pemerintah Rusia bersikukuh bahwa kebijakan ini merupakan langkah penegakan hukum yang sah.
Tahun ini, otoritas juga meluncurkan aplikasi pesaing bernama MAX, yang menurut kritikus berpotensi dimanfaatkan untuk pengawasan klaim yang dibantah media pemerintah.
Dalam pernyataannya, regulator komunikasi Roskomnadzor menyebut bahwa aplikasi FaceTime “digunakan untuk mengorganisir dan melaksanakan serangan teror di Rusia, merekrut pelaku, serta melakukan penipuan dan kejahatan lain terhadap warga negara.”
Meski demikian, regulator tidak menyertakan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.
Pihak Apple belum memberikan komentar terkait pemblokiran layanan FaceTime, aplikasi yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan suara dan video melalui Wi-Fi atau data seluler.
Sejumlah pengguna di Moskow pada Kamis melaporkan munculnya pesan “User unavailable” saat mencoba menggunakan FaceTime.
Salah seorang pengguna mengatakan temannya menerima panggilan masuk, tetapi gagal terhubung.
Dalam beberapa bulan terakhir, Roskomnadzor kian meningkatkan upaya memblokir akses ke media Barat dan platform teknologi yang dianggap melanggar undang-undang Rusia.
Pada Agustus, Rusia mulai membatasi sebagian panggilan melalui WhatsApp dan Telegram dengan alasan kedua platform menolak memberikan data kepada aparat terkait kasus penipuan dan terorisme.
Roskomnadzor bahkan pekan lalu mengancam memblokir WhatsApp secara penuh.
Pada Rabu (3/12), regulator juga memblokir akses ke platform gim anak-anak asal Amerika Serikat, Roblox, dengan tuduhan menyebarkan materi ekstremis dan “propaganda LGBT”.
Roblox menyatakan menghormati hukum di setiap negara tempat mereka beroperasi dan berkomitmen menjaga keamanan pengguna.
Bank of Japan Diperkirakan Naikkan Suku Bunga Menjadi 0,75% pada Desember 2025
Bank of Japan (BOJ) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan pada Desember ini, dengan pemerintah Jepang diyakini siap menerima keputusan tersebut. Hal ini disampaikan oleh tiga sumber pemerintah yang mengetahui proses pembahasan kebijakan.
Menurut sumber, BOJ tampaknya akan menaikkan suku bunga kebijakan dari 0,5% menjadi 0,75%, sebagaimana telah disinggung oleh Gubernur BOJ Kazuo Ueda dalam pidatonya pada Senin. Jika terlaksana, ini akan menjadi kenaikan pertama sejak Januari.
“Jika BOJ ingin menaikkan suku bunga bulan ini, silakan ambil keputusan sendiri. Itu sikap pemerintah,” ujar salah satu sumber, seraya menambahkan bahwa langkah ini hampir pasti akan dilakukan pada bulan ini.
Sumber lain menegaskan bahwa pemerintahan saat ini siap menerima kenaikan suku bunga di Desember. Ketiganya berbicara tanpa menyebut nama karena tidak berwenang memberikan pernyataan resmi.
Pasca laporan tersebut, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun (Japanese Government Bond/JGB) naik ke level 1,930%, tertinggi dalam 18 tahun.
Dalam pernyataannya, Ueda mengisyaratkan peluang kuat kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter 18–19 Desember, dengan menyebut BOJ akan mempertimbangkan “untung-rugi” langkah tersebut.
Komentar itu mendorong pasar memperkirakan peluang sekitar 80% terjadinya kenaikan suku bunga Desember, meskipun sebagian analis masih mempertanyakan respon pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang cenderung dovish.
Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyatakan tidak ada perbedaan pandangan antara pemerintah dan BOJ mengenai kondisi ekonomi ketika diminta tanggapan atas pernyataan Ueda.
Bahkan di kalangan pendukung kebijakan reflasi dalam pemerintahan Takaichi, belum ada kritik keras terhadap langkah tersebut. Anggota panel pemerintah Toshihiro Nagahama mengatakan perdana menteri mungkin akan menerima kenaikan suku bunga jika yen tetap melemah.
Dewan BOJ diharapkan mengambil keputusan akhir setelah meninjau data terbaru terkait pertumbuhan upah domestik, keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS pekan depan, serta dampaknya terhadap pasar keuangan global.
Fokus pasar berikutnya akan beralih pada arah kebijakan suku bunga di masa depan, topik yang hingga kini belum diungkapkan secara eksplisit oleh Ueda. Kejelasan kemungkinan akan disampaikan pada konferensi pers setelah pertemuan kebijakan Desember.
Berbicara di parlemen pada Kamis, Ueda mengatakan terdapat ketidakpastian mengenai seberapa jauh BOJ harus menaikkan suku bunga, karena sulit memperkirakan tingkat suku bunga netral, yaitu level yang tidak merangsang atau menahan pertumbuhan ekonomi.
BOJ sebelumnya memperkirakan tingkat suku bunga netral nominal Jepang berada di kisaran 1% hingga 2,5%.
Trump Setujui Mobil Kei Jepang Dijual di AS, Meski Dinilai Berbahaya di Jalan Raya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan membuka peluang bagi mobil Kei, mobil mungil populer dari Jepang untuk dibuat dan dijual di Amerika Serikat.
Keputusan ini diambil setelah Trump melihat langsung kendaraan tersebut dalam kunjungannya ke Jepang baru-baru ini, meski ada kekhawatiran mengenai keamanan mobil berukuran mini itu di jalan raya AS.
“They’re very small, they’re really cute, and I said ‘How would that do in this country?’” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu, sembari menjelaskan rencananya untuk melonggarkan standar efisiensi bahan bakar era Biden.
“Tapi kita tidak diperbolehkan membuatnya di negara ini dan saya pikir kalian akan sangat sukses dengan mobil-mobil itu, jadi kita akan menyetujuinya,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia telah memberikan kewenangan kepada Menteri Transportasi Sean Duffy untuk mengesahkan produksi kendaraan tersebut.
Meski memiliki pasar besar di Asia, Kei cars saat ini tidak memenuhi standar federal untuk kendaraan baru di Amerika Serikat, termasuk terkait keselamatan dan kekuatan mesin.
Selain itu, undang-undang yang memperbolehkan impor mobil berusia lebih dari 25 tahun meski tidak memenuhi standar uji tabrak telah memicu komunitas pecinta mobil Kei di AS. Namun, kendaraan ini masih dibatasi di sejumlah negara bagian, hanya diizinkan di area privat atau dengan batas kecepatan rendah, sementara di negara bagian lain justru dilarang total.
Kekhawatirannya jelas: kendaraan ini dinilai terlalu kecil, lambat, dan ringan untuk bersaing di jalanan yang didominasi truk besar dan SUV.
Analis senior otomotif dari Bloomberg Intelligence, Tatsuo Yoshida, menyebut alasan utama produsen Jepang tidak memasarkan mobil Kei di AS adalah pertimbangan bisnis.
“Alasan pembuat mobil Jepang tidak membuat atau menjual Kei car di AS adalah kelayakan bisnis. Pasarnya ada tapi tetap niche,” ujarnya.
“Harga dan biaya tidak sesuai,” tambahnya.
Di Jepang, mobil Kei yang berukuran kompak, cocok untuk jalan sempit, dan berharga terjangkau, menyumbang sekitar sepertiga dari total penjualan kendaraan baru.
Menanggapi instruksi terbaru Trump, Menteri Transportasi Sean Duffy mengatakan pihaknya telah “cleared the deck” bagi Toyota Motor Corp. dan produsen lainnya untuk membuat dan menjual mobil yang “lebih kecil dan lebih hemat bahan bakar” di AS.
Seorang juru bicara Toyota menolak berkomentar.
Dukungan Trump terhadap mobil Kei menjadi contoh terbaru bagaimana kendaraan penumpang dijadikan alat diplomasi ekonomi dan geopolitik antara AS dan Jepang.
Isu kendaraan penumpang menjadi pokok perundingan dagang AS-Jepang awal tahun ini. Gagasan untuk menjual mobil Amerika di Jepang sempat dianggap tidak realistis, namun menarik bagi Trump. Begitu pula konsep sebaliknya: memproduksi mobil Jepang di AS, lalu masuk kembali ke pasar Jepang.
China Kerahkan 100 Kapal di Perairan Asia Timur, Picu Kekhawatiran Regional
China telah mengerahkan jumlah besar kapal Angkatan Laut dan Penjaga Pantai di perairan Asia Timur, mencapai lebih dari 100 kapal pada satu titik, dalam salah satu demonstrasi kekuatan maritim terbesar yang pernah tercatat.
Informasi tersebut diungkap oleh empat sumber keamanan regional dan laporan intelijen yang ditinjau oleh Reuters.
Peningkatan aktivitas terjadi di tengah periode yang biasanya dipenuhi latihan militer, meskipun Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) tidak mengumumkan latihan berskala besar secara resmi.
Langkah ini muncul ketika ketegangan diplomatik China-Jepang meningkat menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bulan lalu, yang menyebut bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.
Selain itu, Beijing juga tersinggung oleh keputusan Presiden Taiwan Lai Ching-te untuk menambah anggaran pertahanan sebesar US$40 miliar, guna memperkuat pertahanan terhadap ancaman China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya.
Menurut empat pejabat keamanan di kawasan, kapal-kapal China tersebar di wilayah mulai dari selatan Laut Kuning, Laut China Timur, Laut China Selatan yang disengketakan, hingga Pasifik.
Laporan intelijen dari salah satu negara di kawasan mengonfirmasi temuan tersebut. Reuters meninjau dokumen itu dengan syarat tidak mengungkap identitas negara terkait.
Per Kamis pagi, lebih dari 90 kapal masih beroperasi di wilayah tersebut, turun dari lebih dari 100 kapal pada awal pekan.
Sumber-sumber menyatakan operasi ini melampaui pengerahan massal China pada Desember tahun lalu, yang sempat membuat Taiwan menaikkan status siaga.
Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional Taiwan, Tsai Ming-yen, mengatakan China sedang berada di musim aktivitas militer paling aktif.
Ia menyebut terdapat empat formasi kapal perang China yang beroperasi di Pasifik Barat, yang sedang dipantau Taiwan, tanpa merinci detailnya.
“Kita harus mengantisipasi ancaman secara luas dan terus memantau setiap perubahan aktivitas,” ujarnya, ketika ditanya soal kemungkinan China melancarkan latihan khusus Taiwan sebelum akhir tahun.
Pihak China belum memberikan komentar resmi terkait perkembangan ini.
Juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan, Karen Kuo, menegaskan bahwa pemerintah memiliki “pemahaman penuh dan real-time” atas situasi keamanan dan dapat memastikan tidak ada ancaman bagi keamanan nasional.
“Taiwan akan terus bekerja sama dengan mitra internasional untuk mencegah tindakan sepihak yang mengancam stabilitas regional,” ujarnya.
Salah satu pejabat keamanan yang mengetahui situasi tersebut menyebut Beijing mulai meningkatkan pengerahan kapal sejak 14 November, sehari setelah memanggil duta besar Jepang untuk memprotes pernyataan Takaichi.
“Ini jauh melampaui kebutuhan pertahanan nasional China dan menciptakan risiko bagi semua pihak,” katanya, seraya menambahkan bahwa China sedang menguji respons ibu kota-ibu kota di kawasan dengan pengerahan yang “belum pernah terjadi sebelumnya”.
Pasukan Bela Diri Jepang menolak memberikan komentar spesifik, tetapi menilai tidak ada peningkatan tajam sejak 14 November. Meski begitu, Jepang menilai China tengah memperkuat kemampuan operasi jarak jauh melalui ekspansi kekuatan angkatan laut.
Sumber-sumber juga mengungkap bahwa beberapa kapal China, bersama pesawat tempur, melaksanakan simulasi serangan terhadap kapal asing serta latihan anti-akses/penolakan area untuk mencegah intervensi pihak luar dalam situasi konflik.
Dua sumber lainnya menyebut negara-negara regional terus memantau situasi, namun menilai risiko saat ini masih rendah.
“Ini pengerahan besar,” kata seorang sumber.
“Tapi tampaknya hanya latihan rutin,” tambahnya.
Menariknya, jumlah kapal dekat Taiwan tidak meningkat signifikan, menurut laporan intelijen.
Latihan militer terakhir China yang diberi nama resmi di sekitar Taiwan digelar pada April, bertajuk “Strait Thunder-2025”. China tidak pernah mengonfirmasi latihan pada Desember tahun lalu, meski ada pengerahan besar pada saat itu.
Keputusan Uni Eropa: Gas Rusia Resmi Dilarang Total Mulai 2027
Kesepakatan ini juga menugaskan Komisi Eropa menyusun rencana untuk menghentikan impor minyak Rusia ke Hungaria dan Slovakia pada akhir 2027.
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, pemimpin UE yang paling dekat dengan Kremlin, bahkan sempat menentang Brussel bulan lalu dengan menyatakan bahwa negaranya akan tetap membeli energi Rusia setelah bertemu Putin.
UE sebenarnya sudah mengurangi ketergantungannya pada minyak Rusia sejak 2022, tetapi memberi pengecualian kepada dua negara yang tak memiliki akses laut itu.
Hampir empat tahun setelah invasi, UE kini berupaya memutus total aliran pendapatan energi bagi Moskow.
Pangsa gas Rusia dalam impor UE turun dari 45% pada 2021 menjadi 19% pada 2024. Meski impor gas pipa menurun tajam, Eropa justru mengalihkan sebagian kebutuhan ke LNG dan Rusia tetap menjadi pemasok penting.
Pada 2024, Rusia masih menyuplai sekitar 20% impor LNG UE, atau 20 miliar meter kubik dari sekitar 100 miliar.
Bahkan tahun ini, nilai impor LNG Rusia ke UE masih diperkirakan mencapai €15 miliar.
UE akhirnya menyepakati jadwal tegas untuk menghentikan seluruh impor gas Rusia paling lambat 2027. Langkah ini adalah kombinasi antara geopolitik, keamanan energi, dan strategi memutus sumber pendanaan perang Rusia. Namun ada beberapa catatan penting:
Timeline 2027 sebenarnya kompromi politik, bukan keputusan teknis murni. Negara seperti Hungaria “mengulur waktu”.
Larangan LNG mungkin mengganggu pasokan, terutama saat musim dingin, sehingga keberhasilan rencana bergantung pada kesiapan infrastruktur energi alternatif.
UE masih sangat bergantung pada LNG AS, yang bisa menciptakan ketergantungan baru.
Force majeure memberi jalan keluar hukum, tapi tidak menjamin transisi akan berlangsung mulus bagi perusahaan energi.
Rusia masih memiliki leverage hingga 2027, terutama melalui LNG, yang lebih fleksibel dibanding gas pipa.
Menimbulkan Kontroversi di Eurovision, Israel Terancam Didiskualifikasi
European Broadcasting Union, badan penyelenggara Eurovision Song Contest menggelar pertemuan, Kamis (4/12/2025), untuk membahas mengenai apakah Israel dapat berkompetisi tahun depan, Pengelola kompetisi musik antarnegara Eropa ini kemungkinan perlu melakukan pemungutan suara.
Keikutsertaan Israel dalam kompetisi yang telah berlangsung sejak 1956 ini tengah menjadi kontroversi. Beberapa negara mengancam akan mundur jika Israel tetap disertakan dalam kompetisi ini. Negara-negara tersebut tidak setuju dengan perlakuan Israel di perang Gaza.
Pertemuan di kantor pusat European Broadcasting Union di Jenewa tersebut akan membahas aturan baru yang bertujuan untuk mencegah pemerintah dan pihak ketiga mempromosikan lagu secara tidak proporsional untuk memengaruhi pemilih.
Ini menyusul tuduhan Israel secara tidak adil mendongkrak jumlah pesertanya dalam Eurovision Song Contest tahun ini. Alhasil, perwakilan Israel, yakni penyanyi Yuval Raphael, sukses meraih peringkat kedua.
Israel belum menanggapi tuduhan tersebut. Kendati begitu, pihak Israel sering berargumen mereka menghadapi kampanye hitam global.
Pihak European Broadcasting Union menyebut, jika anggota tidak yakin bahwa aturan baru, yang bertujuan untuk melindungi netralitas dan imparsialitas kontes, sudah memadai, akan ada pemungutan suara mengenai partisipasi.
Sekadar informasi, lembaga penyiaran publik dari Slovenia, Irlandia, Spanyol, dan Belanda mengancam akan memboikot acara yang akan diselenggarakan pada Mei 2026 di Austria, jika Israel diizinkan untuk berkompetisi. :Kontes ini menghadapi momen penting,” kata Paul Jordan, pakar Eurovision, seperti dikutip Reuters.
Negara yang mengecam partisipasi Israel menyebutkan kekhawatiran atas jumlah korban tewas Palestina di Gaza, yang telah melampaui 70.000, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Kendati begitu, ada beberapa negara yang mendukung Israel. Salah satunya Jerman.
Menteri Negara untuk Kebudayaan Jerman Wolfram Weimer mengatakan Jerman tidak akan berpartisipasi dalam Eurovision jika Israel dikecualikan. "Israel layak berada di Eurovision Song Contest," tegas dia.
ORF, perusahaan penyiaran Austria, yang akan menjadi tuan rumah Eurovision, juga ingin Israel tetap ikut berkompetisi.
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, mengatakan sedang mempersiapkan kontes tahun depan dan akan segera merilis perubahan pada proses seleksi dalam memilih perwakilan Israel. KAN mengatakan akan menyampaikan posisinya terkait kemungkinan diskualifikasi pada pertemuan di European Broadcasting Union.
Eurovision merupakan kontes musik bergengsi di Eropa. Sejumlah penyanyi atau grup musik jebolan kompetisi ini bahkan kemudian sukses secara global.
Gates Foundation: Pemotongan Bantuan Global Picu Lonjakan Kematian Anak Tahun Ini
Sekitar 200.000 anak tambahan di seluruh dunia diperkirakan meninggal sebelum usia lima tahun pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya, akibat pemotongan bantuan internasional yang mengikis kemajuan kesehatan global selama puluhan tahun.
Laporan terbaru dari Gates Foundation, yang dirilis Kamis, memperkirakan jumlah kematian anak akibat penyebab yang dapat dicegah akan naik dari 4,6 juta pada 2024 menjadi 4,8 juta pada 2025. Jika terealisasi, peningkatan ini akan menjadi yang pertama dalam abad ke-21, setelah tren penurunan panjang sejak tahun 2000.
“Selama puluhan tahun, dunia membuat kemajuan stabil menyelamatkan nyawa anak-anak. Namun sekarang, seiring meningkatnya tantangan, kemajuan itu justru berbalik arah,” ujar Bill Gates, ketua Gates Foundation, dalam pengantar laporan Goalkeepers tahunannya.
Laporan tersebut memantau capaian terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesehatan. Biasanya diterbitkan pada September, namun rilis tahun ini ditunda karena ketidakpastian terkait pendanaan kesehatan global.
Pemotongan bantuan internasional pertama kali dilakukan oleh AS pada awal tahun, dan kemudian menyebar ke donor besar lain seperti Inggris dan Jerman.
Menurut laporan, bantuan pembangunan global untuk sektor kesehatan turun hampir 27% pada 2025 dibandingkan 2024.
Gates menilai pemotongan dana merupakan faktor utama terhambatnya kemajuan, selain tantangan lain seperti beban utang negara berkembang dan rapuhnya sistem kesehatan nasional. Pada awal tahun, Gates sudah memperingatkan bahwa pengurangan dana akan berujung pada meningkatnya kematian anak.
Jika pemotongan dana berlanjut secara permanen, laporan tersebut memproyeksikan antara 12 hingga 16 juta kematian anak tambahan pada 2045, tergantung tingkat pendanaan.
Untuk tahun ini, peningkatan jumlah kematian dapat mendekati angka tahun 2023, yakni data terbaru yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Angka-angka dalam laporan didasarkan pada pemodelan yang dilakukan oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di Universitas Washington.
Menanggapi temuan ini, Gates menyerukan pemerintah dan individu untuk meningkatkan komitmen pendanaan, sekaligus mendorong penggunaan inovasi teknologi kesehatan serta memperkuat solusi yang telah terbukti efektif, seperti imunisasi dan investasi pada layanan kesehatan primer.
“Kita perlu fokus pada alat baru yang inovatif sekaligus solusi yang telah terbukti, seperti vaksinasi dan investasi di layanan kesehatan dasar, untuk meningkatkan kesehatan anak,” tegas Gates.
Strategi Produsen Mobil Mewah Menjaga Pasar di Tengah Makin Canggihnya Otomotif
Istilah kendaraan mewah di era modern semakin kabur. Konsumen bisa membeli mobil harga menengah dan tetap mendapatkan berbagai kecanggihan yang ada di mobil mewah.
Menurut laporan Bloomberg, merek-merek yang dulunya bergengsi juga sekarang terasa biasa. Harga seken Maserati kerap merosot ke nilai jual yang rendah. Jaguar juga masih terpuruk.
Saat ini, untuk otomotif, tidak ada lagi korelasi antara kemewahan dan harga. Konsumen bisa membeli Mercedes Benz seharga sekitar US$ 42.000, sekitar Rp 701 juta. Tapi satu unit truk pikap Ford ada juga yang dihargai US$ 114.000, sekitar Rp 1,90 miliar.
Menurut perusahaan riset otomotif Kelley Blue Book, harga rata-rata mobil baru di AS kini juga makin mahal, mencapai US$ 50.000, sekitar Rp 835 juta, untuk pertama kalinya di September. Harga tersebut naik 3,6% dari 2024.
Harga rata-rata mobil dari Porsche AG mencapai US$ 115.407, tertinggi dari semua produsen mobil standar. Harga rata-rata Ferrari sekitar empat kali dari jumlah tersebut.
Kemewahan kini bukan hanya soal material yang mahal. Perangkat lunak canggih seringkali memberikan status yang lebih tinggi daripada lis atau karpet mewah.
Kemewahan juga belum tentu berupa desain yang aneh, tenaga kuda yang dimiliki, atau banyaknya serat karbon. Kemewahan kini lebih dari sekadar kejayaan masa lalu.
Bagi banyak konsumen mobil, kemewahan adalah tentang waktu, hal yang tidak bisa dibeli. “Kemewahan adalah cara kami mengelola waktu Anda. Kami ingin memastikan bahwa waktu yang dihabiskan untuk produk kami bermanfaat,” kata Adrian van Hooydonk, Direktur Desain BMW Group.
Pemaknaan atas kemewahan ini juga mempengaruhi strategi produsen otomotif menjajakan produknya. Ferrari memiliki cetak biru tentang cara menghasilkan penggemar lebih banyak, dibanding menghasilkan lebih banyak pemilik.
Ferrari berstrategi menjaga produksi tetap terbatas. Perusahaan ini juga tak ragu membuat pelanggan yang sudah ada menunggu bertahun-tahun untuk mendapat hak istimewa membeli model khusus.
Porsche juga telah sukses melakukan hal serupa. Produsen otomotif ini menciptakan viralitas atas model-modelnya yang paling ditunggu. Harga model-model tersebut bisa mencapai tiga kali lipat dari harga resmi di diler-diler.
“Aspek kemewahan ini adalah tentang menumbuhkan antusiasme, gairah, dan aspirasi. Kami membutuhkan penggemar, ini berlaku untuk setiap merek,” kata Frank-Steffen Walliser, Chairman dan CEO Bentley Motors.
Asia Timur Memanas, China Penuhi Laut dengan Kapal Perang
China kembali memamerkan kekuatan maritimnya seiring hubungan dengan Jepang dan Taiwan yang memanas. Lebih dari seratus kapal perang dan kapal penjaga pantai dikerahkan di perairan Asia Timur dalam operasi terbesar yang tercatat hingga saat ini.
Hingga Kamis pagi, lebih dari 90 kapal China masih beroperasi di berbagai titik, setelah sebelumnya jumlahnya melampaui 100 kapal pada awal pekan. Skala ini melampaui pengerahan masif pada Desember tahun lalu yang sempat membuat Taiwan meningkatkan kewaspadaannya.
Informasi tersebut disampaikan empat sumber keamanan regional dan diperkuat dokumen intelijen yang ditinjau Reuters. Langkah Beijing berlangsung di tengah padatnya agenda latihan militer musim ini. Meski demikian, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China belum mengumumkan latihan berskala besar dengan penamaan resmi sebagaimana biasanya.
Peningkatan aktivitas ini muncul saat hubungan China dan Jepang berada dalam tensi tinggi. Pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bulan lalu yang menegaskan bahwa serangan China terhadap Taiwan berpotensi memicu respons militer Tokyo. Pernyataan ini mengundang reaksi keras Beijing.
Kemarahan China juga dipicu pengumuman Presiden Taiwan Lai Ching-te terkait pengalokasian tambahan anggaran pertahanan sebesar 40 miliar dolar AS untuk memperkuat kemampuan menghadapi ancaman dari Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.
Menurut empat pejabat keamanan kawasan, kapal-kapal China terpantau tersebar dari Laut Kuning bagian selatan, melewati Laut Cina Timur, hingga ke Laut Cina Selatan yang diperebutkan, bahkan menjangkau wilayah Pasifik. Laporan intelijen dari salah satu negara di kawasan—yang ditinjau Reuters dengan syarat kerahasiaan—mengonfirmasi pola pengerahan tersebut.
Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional Taiwan, Tsai Ming-yen, pada Rabu menyebut China kini memasuki musim aktivitas militer paling intens. Ia menyebut terdapat empat gugus laut China yang beroperasi di Pasifik barat.
“Kita harus mengantisipasi berbagai skenario dan mengamati perubahan sekecil apapun,” ujarnya saat ditanya apakah Beijing berpotensi meluncurkan latihan khusus Taiwan sebelum tahun berganti.
Hingga kini, Kementerian Pertahanan dan Luar Negeri China serta Kantor Urusan Taiwan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Sementara itu, Kantor Kepresidenan Taiwan melalui juru bicara Karen Kuo menegaskan bahwa otoritas keamanan memiliki pemahaman real-time tentang situasi di Selat Taiwan dan kawasan sekitarnya. Taiwan, katanya, akan terus bekerja sama dengan mitra internasional demi menjaga stabilitas regional dan mencegah tindakan sepihak yang berpotensi mengganggu keamanan.
Salah satu sumber keamanan regional menilai lonjakan pengerahan terjadi setelah Beijing memanggil duta besar Jepang pada 14 November untuk memprotes komentar PM Takaichi.
“Skala ini melampaui kebutuhan pertahanan nasional China dan menciptakan risiko bagi semua pihak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Beijing tengah menguji reaksi negara-negara regional melalui langkah yang “belum pernah terjadi sebelumnya”.
Pasukan Bela Diri Jepang menolak mengomentari pergerakan spesifik militer China. Namun mereka mengakui bahwa Beijing berupaya meningkatkan kemampuan operasi jarak jauh di wilayah maritim maupun udara.
Sejumlah kapal China tercatat melakukan simulasi serangan terhadap kapal asing serta latihan penolakan akses—langkah yang dirancang untuk menghambat intervensi pihak luar jika konflik meletus.
Meski demikian, dua sumber lain menyebut sejumlah negara kawasan memilih tetap waspada namun belum menilai pengerahan tersebut sebagai ancaman signifikan. “Terlihat seperti agenda besar,” kata salah satu sumber. “Namun sejauh ini tampaknya hanya latihan rutin.”
Menariknya, laporan intelijen dan pejabat terkait menyebut bahwa jumlah kapal China di sekitar Taiwan tidak mengalami peningkatan berarti. Latihan terakhir yang secara eksplisit diarahkan ke Taiwan terjadi pada April dengan nama “Strait Thunder-2025”. Beijing juga tidak pernah mengonfirmasi latihan-latihan maritim skala besar pada Desember tahun lalu.