Imlek Topang Permintaan Emas Fisik China

Imlek Topang Permintaan Emas Fisik China

Hot News Market Hari Ini

( Senin, 27 Januari 2020 )

Imlek Topang Permintaan Emas Fisik China

Tahun Baru Imlek tetap menopang penjualan emas fisik di China meskipun harga telah melambung tinggi dalam beberapa perdagangan terakhir yang dapat melemahkan konsumsi emas fisik.

Manajer Penelitian World Gold Council Ray Jia mengatakan dalam publikasi risetnya bahwa membeli sesuatu yang emas adalah tradisi tahun baru yang telah lama terjadi di China, sehingga permintaan emas fisik akan selalu tinggi ketika tahun baru Imlek terjadi.

“Hal tersebut didorong karena emas dianggap sebagai tanda keberuntungan oleh masyarakat China selama ribuan tahun dan warnanya mewakili supremasi kaisar sepanjang sejarah China,” ujar Ray Jia seperti dikutip dari riset terbaru World Gold Council, Minggu (26/1/2020).

Namun, Ray mengatakan bahwa masyarakat China memiliki tradisi untuk memenuhi kebutuhan sebelum tahun baru karena sebagian besar toko tutup selama liburan.

Akibatnya, sebulan sebelum Tahun Baru Imlek, yang juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, seringkali merupakan musim pembelian emas tersibuk di China karena lebih banyak konsumen memilih untuk membeli produk emas.

Selain itu, bonus akhir tahun pun juga menjadi salah satu pendorong masyarakat China untuk membeli emas pada Desember untuk dijadikan sebagai hadiah pada tahun baru Imlek.

Peningkatan penjualan sebulan sebelum Imlek tersebut pun tercermin dari data Biro Statistik China yang menunjukkan bahwa penjualan emas ritel bulanan, termasuk batangan emas, koin, dan perhiasan, rata-rata telah mencapai level tertingginya pada Desember setiap tahun selama dua dekade terakhir.

Oleh karena itu, konsumsi yang lebih kuat ini menyebabkan impor emas dan penarikan emas yang lebih tinggi dari Shanghai Gold Exchange (SGE) dimulai pada November karena pabrik dan pemurnian perhiasaan menyiapkan pasokan emas seiring dengan pengecer dan bank sering mengisi kembali stok produk emas menjelang Festival Musim Semi.

Dalam satu dekade terakhir, pengisian ulang emas di SGE selalu mulai meningkat pada November dengan rata-rata 22%, dan impor emas China pada November rata-rata 18% lebih tinggi dari Oktober selama tiga tahun terakhir.

Ray juga mengatakan bahwa meskipun volatilitas harga emas didorong naik di tengah ketegangan politik global, ternyata itu hanya berdampak kecil pada permintaan emas fisik China.

Adapun, pada perdagangan Jumat (24/1/2020) harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,55% menjadi US$1.571 per troy ounce, sedangkan harga emas berjangka untuk kontrak April 2020 di bursa Comex ditutup menguat 0,42% menjadi US$1.578,2 per troy ounce.

Penguatan emas dalam beberapa perdagangan terakhir ditopang oleh meningkatnya permintaan aset investasi aman oleh investor seiring dengan meluasnya penyebaran virus corona.

Shutdown Minyak Libya bak Peluru di Kepala

Gubernur Bank Sentral Libya Sadiq Al-Kabir meminta masyarakat internasional untuk membantu mengakhiri penutupan pelabuhan minyak selama seminggu oleh komandan militer  Khalifa Haftar.

Bahkan, dia mendeskripsikan penutupan pelabuhan tersebut dengan peluru di kepala.

Kabir, dalam sebuah wawancara di Bloomberg Television, menyanpaikan masih terlalu dini untuk menilai kerusakan dari blokade yang menghentikan ekspor minyak mentah dari negara OPEC dan memaksa National Oil Corp untuk menyatakan force majeure pada pasokan.

“Penutupan itu dilakukan setelah satu tahun pertumbuhan ekonomi dan reformasi di negara yang dilanda perang, yang berada di atas cadangan minyak terbesar Afrika. Langkah ini sama dengan peluru di kepala,” katanya, Sabtu (25/1/2020).

Adapun, Haftar, pemimpin militer yang mengendalikan bagian-bagian penting negara itu, melumpuhkan produksi minyak dan menutup pelabuhan akhir pekan lalu, tepat ketika melakukan negosiasi gencatan senjata dengan pemerintah nasional.

Salah satu tuntutan utama Haftar adalah penghapusan Kabir dan distribusi pendapatan minyak yang lebih adil untuk mendukung bagian timur yang terpinggirkan secara historis di negara itu.

Sementara itu, Kabir membantah ada disparitas pengeluaran.

“Distribusi adil ada di sana,” katanya, seraya menyebut bahwa bank sental mengeluarkan laporan berkala tentang keuangannya.

Dia memaparkan minyak menyumbang 93 persen dari pendapatan negara dan 70 persen dari pengeluaran, dengan sebagian besar dari gaji publik.

Kabir menuturkan dia akan bersedia untuk mengundurkan diri jika persyaratan hukum dalam kesepakatan politik PBB dipenuhi.

“Kami berharap akan ada dukungan dari komunitas internasional untuk melanjutkan produksi dan ekspor minyak, dengan cara yang lebih cepat,” kata Kabir

Virus Corona Mengganas, Begini Nasib Harga Emas Sepekan!

Harga emas global yang menjadi acuan masih mencatatkan kenaikan alias cuan di tengah kecemasan akibat merebaknya virus corona baru yang menyerang China dan berbagai negara lain, termasuk di Asia Tenggara (Malaysia dan Singapura).

Sepanjang pekan lalu, data Refinitiv menunjukkan, harga emas di pasar spot ditutup di level US$ 1.573,2/troy ons, menandai penguatan 1,1% dibanding posisi penutupan Jumat pekan sebelumnya (week on week). Dalam sepekan lalu, harga emas global berada di mode bullish.

Pada perdagangan Jumat pagi (24/1), harga emas dunia secara harian mengalami pelemahan tipis. Pada Jumat (24/1/2020) pukul 09.15 WIB berada di posisi US$ 1.561,78 /troy ons. Harga emas terkoreksi tipis cenderung flat 0,08% dibanding posisi penutupan perdagangan Kamis sebelumnya.

Januari memang segera usai. Namun nuansa tahun baru masih terasa. Apalagi hari ini adalah tahun baru kalender China alias imlek. Tahun baru pasar mendapatkan kejutan. Siapa sangka bahwa tahun baru pasar akan dihadiahi virus baru yang bermula di China.

Sebuah virus baru yang masih satu golongan dengan penyebab SARS ditemukan pada akhir Desember 2019. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus yang menyebabkan pneumonia pada banyak warga Wuhan, provinsi Hubei ini adalah virus corona jenis baru yang dinamai 2019-nCoV.

Virus ini diketahui berasal dari sebuah pasar grosir seafood di kota Wuhan. Selang tak berapa lama pasar ini ditutup. Namun korban sudah berjatuhan. Korban pertama yang nyawanya terenggut adalah seorang pria berusia 61 tahun. Pria tersebut meninggal dunia pada 9 Januari 2020.
Dari yang awalnya hanya 50-an kasus, kini sudah berkembang menjadi 847 kasus. CNBC Internasional melaporkan jumlah orang yang terenggut jiwanya akibat ganasnya virus ini ada 26 orang.
Korban terus berjatuhan. Hanya dalam dua minggu jumlah kasus bertambah lebih dari 16 kali lipat sedangkan angka kematian melonjak hingga 26 kali lipat.

Kondisi makin mengkhawatirkan kala virus korona ini juga ditemukan di negara lain. Tepatnya pada 13 Januari lalu kejadian seseorang yang terinfeksi virus ini di Thailand dilaporkan.

Kini, virus jahat itu telah menjelajah ke lebih dari 8 negara. Kasus yang ditemukan di negara lain diketahui berasal dari Wuhan, kota yang dihuni oleh 11 juta jiwa., kota yang dihuni oleh 11 juta jiwa

 

Lagi, AS Konfirmasi 5 Orang Warganya Positif Terinfeksi Virus Corona

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi hingga Minggu (26/1/2020) malam waktu setempat ada 5 orang yang positif terinfeksi virus corona baru atau Novel 201 Coronavirus (2019-nCoV). Semua yang terinfeksi 2019-nCoV diketahui telah bepergian dari Wuhan, baru-baru ini.

Jumlah tersebut termasuk pasien baru yang diidentifikasi pada akhir pekan di Los Angeles dan daerah Phoenix, serta kasus yang dilaporkan sebelumnya di Chicago dan Seattle.

Sementara 25 orang lainnya yang dinyatakan suspek, telah dinyatakan negatif terinfeksi virus corona jenis baru ini. Namun sebagai pencegahan CDC juga telah menyelidiki 100 pasien suspek lainnya.

Direktur Pusat Nasional Imunisasi dan Penyakit Pernafasan CDC, Nancy Messonnier menggambarkan risiko kesehatan di Amerika Serikat masih skala aman. Hal itu karena semua pasien terinfeksi adalah mereka yang baru kembali dari Wuhan, Cina.

“Sejauh ini, di Amerika Serikat belum ada bukti terkair virus corona baru ini yang disebarkan ke orang lain,” kata Messonnier, dilansir Reuters, Senin (27/1/2020).

Otoritas kesehatan di seluruh dunia berlomba untuk mencegah pandemi setelah lebih dari 2.000 orang terinfeksi di China dan 56 orang meninggal setelah tertular virus.

Virus corona yang baru diidentifikasi menjadi “alarm”, sebab masih banyak yang tidak diketahui terkait virus ini. Bahkan vaksinnya pun belum ditemukan sampai saat ini. Virus 2019-nCov dapat menyebabkan pneumonia, yang telah mematikan dalam beberapa kasus.

Virus Corona Makin Ganas, Dua Mahasiswa Indonesia ‘Terjebak’ di Wuhan

Virus Corona yang mematikan membuat pemerintah China menutup Kota Wuhan yang menjadi awal penyebaran virus tersebut. Beberapa kota lain di China kemudian juga “ditutup”.

Saat Kota Wuhan terisolasi, dua dari empat mahasiswa Nusa Tenggara Barat (NTB) penerima beasiswa “terjebak” di sana. Mereka tidak dapat keluar karena kota tersebut ditutup.

Baca Juga: Jadi Pintu Gerbang Kawasan Timur Indonesia, Makassar Bersiap Hadapi Virus Corona

Meskipun demikian, Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Provinsi NTB tetap melakukan koordinasi dengan pihak KBRI terkait dengan upaya perlindungan mahasiswa NTB di kota tersebut. Ketua Divisi Kerja sama LPP NTB Imanuella Andilolo mengatakan, LPP terus melakukan monitor perkembangan dua mahasiswa NTB di Wuhan.

“Kalau ada perkembangan, kami di LPP akan segera dihubungi dan kami akan selalu monitor,” kata Imanuella Andilolo, Minggu (26/1/2020).

Diketahui, di Kota Wuhan ada empat mahasiswa NTB penerima beasiswa. Beruntung dua mahasiswa lainnya saat itu berada di luar kota sebelum Wuhan ditutup. Mereka dapat dipulangkan kembali di Indonesia.

Sementara, dua lainnya yang tidak disebutkan namanya masih berada di asrama Kota Wuhan. Mereka tidak dapat keluar karena pemerintah setempat mengisolasi kota guna mencegah virus Corona makin berkembang.

“Mereka kebetulan sudah keluar dari Wuhan sebelum akses ditutup untuk berlibur karena sekarang sedang liburan Tahun Baru China,” katanya.

Dua mahasiswa yang terjebak saat hanya bisa diam di asrama. Beruntung kantin asrama yang tadinya ditutup selama musim libur, kini telah dibuka agar mahasiswa yang tinggal di asrama tidak perlu keluar asrama untuk mencari makanan. Setiap harinya di asrama dilakukan pengecekan suhu tubuh untuk memastikan virus Corona tidak bersarang di tubuh penghuni asrama.

“Sejauh ini dua awardee kita dalam keadaan tidak sakit atau dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Terkait penerima beasiswa NTB di lokasi lain di China, LPP juga terus berkoordinasi dengan pihak kampus masing-masing dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing.

“Situasi saat ini masih kondusif. Namun, untuk antisipasi jadwal sekolah diundur sehingga disarankan oleh pihak KBRI dan sekolah untuk pulang saja kalau bisa mumpung libur panjang. Tapi stay di asrama juga tidak apa-apa karena langkah-langkah antisipatif sudah ditetapkan. Anak-anak diwajibkan untuk selalu ikut arahan kepala asramanya,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Close Menu