Hot News Market Rabu, 12 Juni 2019

Hot News Market Rabu, 12 Juni 2019

Hot News Market Hari Ini

( Rabu, 12 Juni 2019 )

1. China Menyediakan Stimulus dalam Janji ‘Tekad yang Kuat’ terhadap AS

Beijing mengisyaratkan stimulus fiskal baru untuk menambah tenaga ekonominya yang melambat, dan mengumumkan akan memungkinkan pemerintah daerah untuk menggunakan dana dari obligasi khusus sebagai modal untuk proyek investasi besar.

Sementara para pedagang menghela napas lega karena AS memilih untuk tidak melanjutkan kenaikan tarif kepada Meksiko minggu ini, perselisihan AS dengan China terus membara. Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan pada hari Selasa bahwa Beijing akan “dengan tegas merespons itu dan terus berjuang sampai akhir” jika AS bersikeras untuk meningkatkannya.

Tanggapan tersebut datang setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS akan mengenakan tarif lebih lanjut jika tidak ada kesepakatan yang dicapai pada KTT G20 pada 28-29 Juni.

2. Fed Diperkirakan akan Pangkas Suku Bunga di Bulan Juli, Data Inflasi Segera Rilis

Dengan Federal Reserve kini berada dalam periode tenang menjelang keputusan kebijakan minggu depan, pasar “diyakinkan” bahwa bank sentral AS perlu memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan Juli.

Ketegangan perdagangan China-AS yang sedang berlangsung dan serangkaian data makro global yang lemah telah terus meningkatkan spekulasi pelonggaran kebijakan dan, sementara itu juga ekspektasi akan tidak bergerak pada bulan Juni, dana fed futures sekarang menempatkan kemungkinan pemotongan Juli hampir 80%.

Pengambil kebijakan akan mendapatkan pegangan baru atas tekanan jalur inflasi – atau kurangnya tekanan – Selasa nanti waktu setempat.

Pembacaan tahunan indeks harga produsen, diungkap pada pukul 19.30 WIB, diperkirakan akan menurun pada bulan Mei. PPI dianggap sebagai indikator utama karena produsen sering memberikan perubahan harga di gerbang pabrik kepada konsumen.

Indeks harga konsumen Mei sendiri akan dirilis pada hari Rabu, dengan perkiraan ekonomi menunjukkan perlambatan inflasi utama sementara inflasi inti diproyeksikan akan tetap stabil di 2,1%.

3. Bursa Global Menerima Dorongan Lebih Lanjut dari Stimulus China

Saham-saham global bergerak menghijau pada hari Selasa setelah tanda-tanda stimulus di China yang meningkatkan suasana positif tercipta dari penangguhan tarif Meksiko dan ekspektasi pelonggaran Fed.

Kontrak berjangka AS mengarah ke pembukaan yang lebih tinggi, dengan S&P 500 berada di jalurnya untuk meraih kenaikan sesi keenam berturut-turut. Dow Berjangka meningkat 108 poin, atau 0,4% pada pukul 16.37 WIB, S&P 500 Berjangka bertambah 13 poin, atau 0,4%, sementara Nasdaq 100 Berjangka diperdagangkan naik 48 poin, atau 0,6%.

Di tempat lain, penutupan positif di Wall Street dan langkah Beijing untuk membantu akses sektor keuangan telah mengirim saham-saham China melonjak di mana Shanghai Composite berakhir naik 2,6%.

Pasar saham Eropa juga melesat naik. DAX Jerman memimpin penguatan, melonjak lebih dari 1% dengan investor kembali ke meja kerja mereka setelah menjalani liburan.

4. Amazon Salip Google dan Apple sebagai Merek Paling Berharga

Amazon.com (NASDAQ:AMZN) berhasil menyalip Google (NASDAQ:GOOGL) dan Apple (NASDAQ:AAPL) sebagai merek yang paling bernilai di dunia dengan mereknya dilabeli harga $315,5 miliar, menurut sebuah peringkat global yang dirilis pada hari Selasa.

Top 100 Peringkat Merek Global yang Paling Berharga untuk 2019, dikompilasi oleh WPP lembaga penelitian Kantar, menjelaskan bahwa langkah itu dipengaruhi oleh “akuisisi pintar Amazon, yang telah menghasilkan aliran pendapatan baru, penyediaan layanan pelanggan yang sangat baik dan kemampuan untuk tetap berada di depan para pesaingnya dengan menawarkan beragam ekosistem produk dan jasa”. Laporan tersebut menghitung bahwa akuisisi tersebut menyebabkan peningkatan nilai merek sebesar 52%, sehingga mendongkrak peringkat Amazon dari tempat ketiga pada tahun 2018 menuju posisi teratas tahun ini.

Microsoft (NASDAQ:MSFT), Visa (NYSE:V), Facebook (NASDAQ:FB), McDonald’s (NYSE:MCD ) dan AT&T (NYSE:T) adalah di antara perusahaan Amerika lainnya yang masuk dalam daftar 10 besar.

5. Tekanan bagi Musk untuk Memperpanjang Reli Tesla

Pemegang saham Tesla (NASDAQ:TSLA) berkumpul untuk menghadiri pertemuan tahunan mereka, yang dijadwalkan akan dimulai di Mountain View, California pada pukul 04.30 WIB subuh.

Saat saham Tesla tetap turun 35% year-to-date, tapi saham ini telah reli hampir 15% bulan ini (termasuk penguatan 4,1% pada hari Senin) dan itu diperkirakan terjadi karena pasar perlahan-lahan mencerna peningkatan modal sebesar $2,7 miliar bulan lalu.

Menjelang pertemuan, optimisme kembali berkembang bahwa pengiriman kendaraan dijadwalkan rebound pada kuartal kedua setelah email Musk yang bocor mengisyaratkan perusahaan berpotensi melampaui rekor pengiriman pada Q4 2018, ketika mengirimkan lebih dari 90.000 kendaraan.

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Close Menu