Dolar AS Melemah terhadap Yen

Dolar AS Melemah terhadap Yen

Hot News Market Hari Ini

( Kamis, 14  November 2019 )

Dolar AS jatuh terhadap yen Jepang dan franc Swiss dikarenakan masuk ke investasi safe-haven. Kejatuhan tersebut dikarenakan pembicaraan perdagangan antara AS dan China telah mencapai hambatan atas pembelian pertanian.

Negosiasi tersebut terhenti ketika China menyatakan tidak menginginkan kesepakatan yang sepihak terhadap Amerika Serikat seperti dikutip wall street journal.

Melansir Reuters, New York, Kamis (14/11/2019), investor meninggalkan aset-aset berisiko. Hal ini mendorong aset safe-haven seperti yen Jepang dan Swiss franc meningkat.

Kedua mata uang berada pada level tertinggi dalam sekitar satu minggu terhadap dolar, dengan yen naik 0,21% pada 108,76 dan franc naik 0,38% menjadi 0,989.

“Hal utama yang tampaknya kami lakukan di FX hari ini adalah mengikuti sedikit kecenderungan risk-off,” kata Daniel Katzive, kepala strategi valuta asing untuk Amerika Utara di BNP Paribas.

“Pemikiran di sana adalah bahwa pasar telah mendapatkan harga untuk pandangan yang cukup konstruktif dari risiko resesi yang berkurang, mengurangi risiko perdagangan dan sekarang memangkas kembali sebagian dari optimisme itu,” ujarnya.

Terhadap euro, franc menguat ke tertinggi satu bulan karena risiko menurun. Selain itu, dana lindung nilai dibatalkan dalam pertaruhan mereka pada perdagangan mata uang.

Laporan hari Rabu datang setelah pidato dari Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa di mana ia mengancam untuk menaikkan tarif di China dan mengkritik kebijakan perdagangan Uni Eropa sebelum batas waktu 14 November untuk memutuskan apakah akan menaikkan tarif pada pembuat mobil Eropa dan Jepang.

Hedge fund telah meningkatkan taruhan pendek terhadap franc dalam dua minggu terakhir pada harapan perjanjian perdagangan antara Washington dan Beijing akan memicu permintaan untuk aset berisiko dan meningkatkan carry-trade di mana investor meminjam dalam mata uang murah dan berinvestasi dalam yang lebih berisiko.

Penurunan dolar terhadap aset safe-haven datang setelah mata uang AS bertahan stabil terhadap euro dan sekeranjang enam mata uang saingan. DXY pada hari sebelumnya karena harga konsumen yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan Oktober dan prospek optimis untuk ekonomi dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Baik data inflasi dan pernyataan Powell menguatkan kasus bagi bank sentral untuk menghentikan siklus pelonggaran moneternya.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Close Menu