• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Senin, 30 Mei 2022)

News Forex, Index & Komoditi (Senin, 30 Mei 2022)

Wall St reli, hentikan penurunan beruntun terpanjang beberapa dekade

Wall Street naik tajam pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena tanda-tanda puncak inflasi dan ketahanan konsumen mengirim investor ke liburan panjang akhir pekan dengan optimisme yang berkembang bahwa Federal Reserve akan dapat memperketat kebijakan moneter tanpa membawa ekonomi ke dalam resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 575,77 poin atau 1,76 persen, menjadi menetap di 33.212,96 poin. Indeks S&P 500 terangkat 100,40 poin atau 2,47 persen, menjadi berakhir di 4.158,24 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 390,48 poin atau 3,33 persen, menjadi 12.131,13 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di zona hijau, dengan sektor konsumen nonprimer dan teknologi masing-masing melambung 3,47 persen dan 3,44 persen, memimpin kenaikan.

Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri penurunan beruntun mingguan terpanjang mereka dalam beberapa dekade.

Indeks S&P dan Nasdaq mengalami penurunan mingguan tujuh kali berturut-turut, terpanjang sejak akhir ledakan dot-com, sedangkan aksi jual delapan minggu saham unggulan Dow adalah yang terpanjang sejak 1932.

"Pasar sekarang telah mengabaikan banyak berita negatif, banyak (di antaranya) yang terjadi sekaligus," kata Keith Buchanan, manajer portofolio di GLOBALT di Atlanta. "Sekarang kami telah menyerap berita itu dan tindakan yang akan diambil The Fed, dan kami mengakhiri musim (laporan) laba."

"Tanda-tanda berderet dan kotak-kotak sedang diperiksa yang kami harapkan berkembang ketika pasar mulai membentuk dasar," tambah Buchanan, dikutip dari Reuters.

Selama tujuh minggu berturut-turut kerugian S&P, dari penutupan 1 April hingga 20 Mei, indeks penentu arah turun 14,2 persen dari nilainya dan mengancam untuk mengkonfirmasi telah berada di pasar bearish sejak rekor penutupan tertinggi 3 Januari.

Tetapi minggu ini, dalam pembalikan tajam, S&P merebut kembali sebagian besar dari penurunan itu dengan melonjak 6,6 persen, minggu terbaik sejak November 2020.

"Tidak dapat dihindari bahwa kerugian beruntun akan berakhir," kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior Ingalls & Snyder di New York. "Koreksi dan pasar bearish diikuti oleh kenaikan pasar."

Umumnya panduan laba yang optimis dan indikator ekonomi yang solid telah memicu harapan bahwa manuver hawkish Fed untuk menahan inflasi yang tinggi selama beberapa dekade tidak akan mendinginkan ekonomi ke dalam kontraksi.

Data yang dirilis pada Jumat (27/5/2022) menunjukkan belanja konsumen yang lebih baik dari perkiraan dan tampaknya mengkonfirmasi bahwa inflasi, yang telah mengurangi petunjuk laba perusahaan dan membebani sentimen investor, telah mencapai puncaknya.

Ini, dikombinasikan dengan risalah dari pertemuan kebijakan terbaru bank sentral, yang menegaskan kembali komitmennya untuk mengendalikan lonjakan harga-harga sambil tetap responsif terhadap data ekonomi, membantu meningkatkan selera risiko.

Saham Apple Inc, Microsoft Corp dan Tesla Inc memberikan kenaikan terkuat.

Musim laporan laba perusahaan kuartal pertama sebagian besar ada di kantong, dengan 488 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 77 persen telah mengalahkan ekspektasi konsensus, menurut Refinitiv.

Ulta Beauty melonjak 12,5 persen menyusul laporan laba kuartalan yang optimis.

Perusahaan perangkat keras komputer Dell Technologies Inc melonjak 12,9 persen setelah mengalahkan perkiraan laba dan pendapatan kuartalan.

Volume perdagangan ringan menjelang akhir pekan yang panjang, dengan pasar saham AS ditutup pada Senin (30/5/2022) untuk memperingati Memorial Day. Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,92 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,13 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Rusia pertimbangkan izin uang kripto untuk pembayaran Internasional

Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan mata uang kripto digunakan untuk pembayaran internasional, kantor berita Interfax mengutip seorang pejabat pemerintah mengatakan pada Jumat (27/5/2022).

"Gagasan menggunakan mata uang digital dalam transaksi untuk penyelesaian internasional sedang dibahas secara aktif," kata Ivan Chebeskov, kepala departemen kebijakan keuangan kementerian keuangan.

Pejabat Rusia sedang bergulat dengan bagaimana mengatur pasar kripto negara itu dan penggunaan mata uang digital, dengan kementerian keuangan menentang seruan bank sentral untuk larangan total.

Diskusi telah berlangsung selama berbulan-bulan dan meskipun pemerintah mengharapkan mata uang kripto dilegalkan sebagai alat pembayaran cepat atau lambat, belum ada konsensus yang tercapai.

Kementerian keuangan sedang membahas penambahan proposal terbaru tentang pembayaran internasional ke versi terbaru dari rancangan undang-undang, surat kabar Vedomosti melaporkan pada Jumat (27/5/2022), mengutip pejabat pemerintah.

Mengizinkan kripto sebagai sarana penyelesaian untuk perdagangan internasional akan membantu melawan dampak sanksi Barat, yang telah melihat akses Rusia ke mekanisme pembayaran lintas batas tradisional "terbatas," kata Chebeskov, demikian dikutip dari Reuters.

Iran Tawarkan Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Rusia-Ukraina

Iran telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pembicaraan antara Rusia dan Ukraina. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (26/5/2022).

“Iran mendukung dialog dan diplomasi,” kata Amir-Abdollahian, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Amir-Abdollahian mengungkapkan, pekan lalu dia telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Pada kesempatan itu pun ia menyampaikan bahwa Iran siap menjadi tuan rumah pembicaraan antara Rusia dan Ukraina.

Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sempat memberikan pidato secara virtual dalam perhelatan Forum Ekonomi Dunia. Zelensky mengatakan, dia menolak melakukan pertemuan dengan pejabat-pejabat Rusia, kecuali Presiden Vladimir Putin. Menurutnya, perang di Ukraina tak dapat berakhir tanpa ada keputusan Putin.

“Saya tidak dapat menerima pertemuan apa pun dengan siapa pun yang datang dari Federasi Rusia. Dan hanya dalam kasus ketika ada satu masalah di meja; menghentikan perang. Tidak ada alasan lain untuk jenis pertemuan lainnya,” kata Zelensky, Senin (23/5/2022).

Dia mengungkapkan, saat ini mengatur setiap pembicaraan dengan Rusia menjadi lebih sulit. Menurut Zelensky, hal itu karena adanya bukti tindakan kekerasan Rusia, termasuk pembunuhan, terhadap warga sipil Ukraina di wilayah yang diduduki. Oleh sebab itu, ia menilai, bola untuk menghentikan perang berada di tangan Putin.

“Presiden Federasi Rusia yang memutuskan semuanya. Jika kita berbicara tentang mengakhiri perang ini tanpa dia secara pribadi, keputusan itu tidak dapat diambil,” kata Zelensky.

Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung sejak 24 Februari lalu. Meski sudah melangsungkan beberapa putaran negosiasi, kedua negara tersebut belum bisa menyepakati perjanjian penuntasan konflik.

Pejabat AS, Korsel dan Jepang akan Bertemu Bahas Korut

Para pejabat dari Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) dan Jepang akan bertemu di Seoul untuk membicarakan masalah Korea Utara (Korut) pada 3 Juni mendatang. Pembicaraan tersebut akan mendatangkan perwakilan khusus AS untuk Korut Sung Kim dan timpalan mereka dari Korsel dan Jepang.

Sementara itu menurut seorang pejabat Gedung Putih, AS dan Korsel tengah bekerja untuk menemukan solusi yang tepat untuk masalah Korut. Asisten khusus Presiden Biden dan direktur senior untuk Asia Timur dan Oseania di Dewan Keamanan Nasional, Edgard Kagan mengatakan, kedua negara tidak memiliki solusi ajaib untuk tantangan yang ditimbulkan Korut.

"Kami tidak memiliki ilusi bahwa ada semacam solusi ajaib untuk semua ini," kata Kagan dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Wilson Center, sebuah think tank yang berbasis di Washington, dikutip laman Yonhap, Jumat (27/5/2022).

"Ini adalah masalah yang sudah berlangsung lama, tetapi saya pikir kami tetap berkomitmen dan saya pikir saya melihat banyak kesamaan visi antara Presiden Yoon dan Presiden Biden tentang perlunya memastikan bahwa kami dapat melakukan apa yang perlu kami lakukan dan pada saat yang sama memastikan bahwa kami mengirim sinyal yang jelas bahwa kami mencari diplomasi yang serius dan berkelanjutan," ujarnya menjelaskan.

Pernyataan Kagan merujuk pada perjalanan Biden ke Seoul untuk pertemuan puncak bilateral dengan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol pekan lalu. Biden melakukan kunjungan tiga hari ke Korsel yang menjadikannya pemimpin asing pertama yang mengadakan pertemuan puncak dengan Yoon kurang dari dua pekan sejak pemimpin baru Korsel itu menjabat.

Perjalanan pertama Biden ke Korsel dan kemudian Jepang dinodai oleh serangkaian uji coba rudal oleh Korut. Pyongyang kembali menembakkan tiga rudal balistik, termasuk sebuah rudal balistik antarbenua seusai beberapa jam kepergian presiden AS dari Tokyo.

"Saya pikir ada kesadaran akan fakta bahwa kami memiliki alat tertentu dan kami mencoba mengubah campuran alat," kata Kagan ketika ditanya apa yang direncanakan AS dan Korsel  untuk mengubah perilaku Korut.

"Saya pikir Anda melihat dengan sangat jelas keinginan untuk memperkuat kerja sama keamanan, penekanan pada pencegahan yang diperluas, yang menurut saya mencerminkan diskusi nyata yang terjadi di ROK," imbuhnya yang merujuk pada Korea Selatan dengan nama resminya, Republik Korea.

Biden menegaskan kembali bahwa Amerika berkomitmen untuk memberikan penangkalan yang kuat kepada Korsel. Kagan mencatat bahwa pencegahan yang diperpanjang itu sendiri mungkin tidak mengubah arah provokasi Korut yang sedang berlangsung.

Korut telah melakukan 17 putaran uji coba rudal sepanjang tahun ini. Sekarang secara luas diharapkan untuk melakukan uji coba nuklir dalam waktu dekat, yang akan menandai uji coba nuklir ketujuh, dan juga yang pertama sejak September 2017.

China dan Rusia Veto Sanksi terhadap Korut

China dan Rusia memveto sanksi PBB terhadap Korea Utara (Korut) atas uji coba rudal balistik baru. Langkah ini memecah Dewan Keamanan untuk pertama kalinya sejak PBB memberlakukan sanksi pada Pyongyang pada 2006 lalu.

Tiga belas anggota Dewan Keamanan lainnya setuju pada sanksi yang diusulkan Amerika Serikat (AS) tersebut untuk melarang ekspor minyak dan tembakau Korut. Sanksi ini juga akan memasukan kelompok peretas Lazarus yang menurut AS dekat dengan Korut ke dalam daftar hitam.

Pemungutan suara digelar satu hari setelah Korut menembakan tiga rudal beberapa saat setelah Presiden AS Joe Biden mengakhiri kunjungannya ke AS. Salah satu rudal yang ditembakan merupakan rudal jarak-jauh antar-benua (ICBM).

Tembakan rudal tersebut merupakan uji coba senjata terbaru Korut yang dilarang Dewan Keamanan. Duta Besar AS untuk PBB  Linda Thomas-Greenfield mengatakan hasil pemungutan suara itu "hari yang mengecewakan" bagi dewan.

"Dunia menghadapi bahaya nyata dan jelas dari DPRK (Korut), kebungkaman dan sikap diam Dewan tidak menghilangkan atau bahkan mengurangi ancaman, bila ada, DPRK semakin berani," katanya, Kamis (26/5/2022).

Ia mengatakan Washington menemukan Korut menggelar enam peluncuran rudal jarak jauh ICBM pada tahun ini. "(Serta) dengan aktif menyiapkan uji coba nuklir," tambahnya.

Selama 16 tahun  terakhir Dewan Keamanan dengan stabil dan suara bulat meningkatkan sanksi untuk memotong dana Pyongyang membangun senjata nuklir dan program rudal balistik. Sanksi-sanksi terhadap Korut diperketat pada 2017.

Sejak itu China dan Rusia mendorong agar sanksi-sanksi diperlunak dengan alasan kemanusiaan. Kedua negara itu sudah menunda sejumlah tindakan Dewan Keamanan melalui rapat komite tertutup.

Veto pada Kamis kemarin merupakan langkah pertama mereka merusak kebulatan suara mengenai Korut secara terbuka.

"Sanksi-sanksi baru yang diperkenalkan terhadap DPRK merupakan jalan mati, kami menekankan ketidakefektifan dan tidak manusiawi memperketat sanksi menekan Pyongyang," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia.

Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun mengatakan sanksi tambahan terhadap Korut tidak akan membantu. "(Hanya akan mengarah pada dampak yang lebih negatif dan meningkatkan ketegangan," katanya.

"Situasi di Semenanjung berkembang menjadi sekarang karena  kebijakan AS yang plin-plan dan kegagalan untuk menegakan hasil dialog sebelumnya," kata Zhang di Dewan Keamanan.

Jaksa Palestina Ungkap Shireen Abu Akleh Jadi Target Sniper Israel

Jaksa Agung Palestina, Akram Al-Khatib pada Kamis (26/5/2022) mengatakan, jurnalis veteran Aljazirah, Shireen Abu Akleh tewas akibat terkena proyektil lapis baja yang ditembakkan langsung ke kepalanya oleh penembak jitu Israel. Al-Khatib membagikan rincian kematian Abu Akleh berdasarkan laporan Jaksa Penuntut Umum.

"Seorang penembak jitu Israel langsung menembakkan peluru ke kepala Abu Akleh ketika dia mencoba melarikan diri, meskipun dia mengenakan helm dan mengenakan rompi dengan tulisan "PRESS"," ujar Al-Khatib, dilansir Anadolu Agency, Jumat (27/5/2022).

Al-Khatib mencatat bahwa jurnalis lain yang menemani Abu Akleh juga "sengaja" menjadi sasaran tembakan. Dia mengatakan peluru yang membunuh jurnalis Palestina itu memiliki tanda umum dan khusus, yang cocok dengan senjata sniper semi-otomatis Mini Ruger.

Sementara itu, Aljazirah akan membawa  kasus pembunuhan Abu Akleh ke International Criminal Court (ICC). "Kami ingin memastikan mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhannya dibawa ke pengadilan dan dimintai pertanggungjawaban di semua peradilan internasional dan platform hukum dan pengadilan," kata pernyataan Aljazirah.

Abu Akleh (51 tahun), tewas ketika sedang meliput serangan militer Israel di dekat kamp pengungsi di Kota Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat. Dia tewas akibat ditembak oleh pasukan Israel. Abu Akleh mengenakan rompi antipeluru dengan tulisan "Press" dan mengenakan helm. Dia ditembak di kepala oleh penembak jitu Israel. Rekan-rekan Abu Akleh juga ditembak ketika mencoba menyelamatkannya.

Raja Yordania Abdullah II memberikan penghargaan medali kepada mendiang jurnalis veteran Aljazirah, Shireen Abu Akleh. Medali tersebut sebagai penghormatan atas peran Abu Akleh dalam meliput kejahatan pendudukan Israel di Palestina.

Pemberian medali tersebut dilakukan dalam upacara resmi yang menandai peringatan Hari Kemerdekaan Yordania ke-76, yang diadakan di Istana Al Husseiniya, Rabu (25/5/2022). Medali tersebut diterima oleh kakak Shireen Abu Akleh, Antoine Abu Akleh atas nama keluarga.

"Raja telah menganugerahkan Perintah Kemerdekaan Tingkat Pertama kepada jurnalis syahid Shireen Abu Akleh, sebagai penghargaan atas perannya yang sangat besar sebagai reporter lapangan, dan kehormatan dalam menjalankan tugasnya dengan berani di wilayah pendudukan Palestina dan menyampaikan penderitaan rakyat Palestina," kata pernyataan Kerajaan Yordania, dilansir Middle East Monitor.

Pemakaman Abu Akleh diwarnai kekerasan oleh pasukan Israel. Pembawa jenazah Abu Akleh dipukuli dengan tongkat oleh polisi Israel. Raja Abdullah II menggambarkan pembunuhan Abu Akleh sebagai kejahatan dan serangan terhadap kebebasan pers. Raja Abdullah II telah menginstruksikan Jordan Media Institute untuk meluncurkan Beasiswa Tahunan Shireen Abu Akleh bagi perempuan dari Palestina untuk memperoleh gelar master dalam bidang jurnalisme dan studi media.

Uni Eropa Kucurkan 530 Juta Euro untuk Pendidikan Anak Pengungsi Suriah

Uni Eropa akan mengirimkan bantuan dana sebesar 530 juta euro untuk kebutuhan pendidikan anak-anak pengungsi Suriah yang ditampung di Turki. Bantuan itu disalurkan lewat program Promoting Integration of Syrian Kids into Turkish Education System (PIKTES).

“(Bantuan) ini akan memungkinkan untuk melanjutkan pembiayaan program PIKTES di mana kami membiayai lebih dari 3.300 guru yang melakukan pekerjaan luar biasa serta lebih dari 4.500 staf keamanan dan kebersihan yang juga sangat diperlukan untuk keberhasilan sekolah yang baik,” kata Duta Besar Uni Eropa untuk Turki Nikolaus Meyer-Landrut saat berkunjung ke provinsi tenggara Mardin, Kamis (26/5/2022), dilaporkan Anadolu Agency.

Dia mencatat, sepertiga dari 6 miliar euro awal telah diinvestasikan untuk mendukung Turki dengan langkah-langkah pendidikan. Menurut Meyer-Landrut, kerja sama Uni Eropa-Turki dalam pendidikan anak-anak pengungsi Suriah di bawah program PIKTES akan berlangsung hingga musim panas 2025.

Kendati demikian, Meyer-Landrut menekankan, kerja sama Uni Eropa dengan Turki di bidang pendidikan akan terus berlanjut. "Saya senang mengatakan hari ini bahwa kami akan melanjutkan kerja sama dan dukungan keuangan kami untuk Kementerian Pendidikan Nasional (Turki) di bidang pendidikan untuk tahun-tahun mendatang," ucapnya.

Ke depan, dukungan Uni Eropa kepada Turki tidak hanya terbatas pada program PIKTES. Perhimpunan Benua Biru juga akan menyalurkan bantuan tunai agar keluarga pengungsi Suriah di Turki dapat menyekolahkan anak-anak mereka.

Pada 2016, Turki dan Uni Eropa menandatangani perjanjian perihal penanganan gelombang migran. Turki sepakat membendung para migran atau pengungsi yang hendak memasuki Eropa melalui Yunani. Sebagai imbalan, Uni Eropa memasok dana 6 miliar euro untuk mendukung layanan terkait pengungsi yang dijalankan Turki. Dari 5 juta pengungsi yang kini ditampung Turki, hampir 4 juta di antaranya berasal dari Suriah.

Kanada Laporkan 10 Kasus Baru Cacar Monyet

Badan Kesehatan Publik Kanada memastikan kemunculan 10 kasus baru cacar monyet, termasuk satu kasus pertama di Provinsi Ontario. Dengan demikian, sejauh ini kasus cacar monyet di seluruh negeri berjumlah 26, menurut badan tersebut, Kamis (26/5/2022).

Provinsi Quebec telah melaporkan 26 kasus. Artinya, ada peningkatan sebanyak sembilan kasus pada sehari sebelumnya.

Jumlah kasus kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang setelah sampel-sampel dari beberapa wilayah selesai diuji, menurut badan itu. Sejauh ini, sudah ada 200 kasus infeksi virus monkeypox yang ditemukan di lebih dari 200 negara --yang tidak menganggapnya sebagai endemik, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Kamis.

Cacar monyet merupakan infeksi yang menyebar luas dan cepat, namun jarang muncul. Penyakit ini serupa dengan cacar, namun lebih ringan.

Cacar monyet pertama kali terdeteksi di Republik Demokratik Congo pada 1970-an. Jumlah kasus cacar tersebut di Afrika Barat telah meningkat dalam satu dasawarsa terakhir ini.

Kasus cacar monyet di Kanada diperkirakan akan terus bertambah seiring pengujian.

Gejala cacar monyet

Ruam atau lenting merupakan salah satu gejala yang khas dari cacar monyet. Gejala ini ternyata tak hanya bisa muncul di permukaan kulit, tetapi juga di membran mukosa atau selaput lendir pada mulut dan mata.

Kemunculan ruam cacar monyet umumnya terkonsentrasi pada wajah dan ekstremitas dibandingkan badan. Sebanyak 95 persen kasus cacar monyet menunjukkan adanya ruam di area wajah. Sedangkan dalam 75 persen kasus, terdapat ruam di area telapak tangan dan telapak kaki.

"Yang juga terdampak adalah mukosa mulut pada 70 persen kasus, genital pada 30 persen kasus, dan konjungtiva pada 20 persen (kasus), dan juga kornea," jelas Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seperti dilansir Express, Rabu (25/5/2022).

Seiring dengan menyebarkan ruam di membran mukosa mulut, ruam mungkin akan menjadi lebih jelas terlipat pada lapisan kulit di dalam mulut. Termasuk di antaranya ialah area pipi dan bibir.

"Ruam ini berkembang secara berurutan, mulai dari makula (adanya perubahan warna pada kulit tanpa perubahan bentuk) menjadi papula (lesi datar), vesikel (lesi berisi cairan), pustula (lesi berisi nanah), dan krusta (keropeng) yang mengering dan rontok," ujar CDC.

Jumlah lesi yang muncul pada kasus cacar monyet bisa sangat beragam, mulai dari jumlah yang sedikit hingga beberapa ribu. Pada kasus yang berat, lesi ini bisa bersatu hingga menyebabkan sebagian besar kulit terkelupas.

Sebelum ruam muncul, biasanya ada gejala-gejala awal yang terasa lebih dulu. Gejala-gejala awal ini mirip dengan gejala infeksi virus pada umumnya, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, pembengkakan kelenjar, dan lelah.

"Jadi mungkin sulit untuk mendeteksi (cacar monyet) sejak dini," ungkap ahli klinis dari MedExpress dr Clare Morrison.

Ardern akan Temui Biden Bahas Persaingan di Indo-Pasifik

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Gedung Putih Selasa (31/5/2022) pekan depan. Ia akan membahas meningkatnya persaingan di Indo-Pasifik, perdagangan, dan peran ekonomi AS di kawasan.

Dua negara itu merupakan sekutu dekat tapi pertemuan tersebut masih belum pasti karena Ardern positif Covid-19 pada awal bulan ini. Gedung Putih memiliki protokol pandemi yang ketat.

Ardern yang memberi pidato kelulusan di Universitas Harvard mengatakan ia juga akan bertemu dengan Wakil Presiden Kamala Harris di hari yang sama. Agendanya membahas perang di Ukraina dan meningkatnya persaingan di Indo-Pasifik. Tampaknya mengenai persaingan AS dan China di kawasan.

"Amerika Serikat dan Selandia Baru memiliki pandangan yang sangat serupa dalam sejumlah bidang, sejumlah bidang yang kami harapkan kehadiran mereka berlanjut atau meningkat," kata Ardern, Kamis (26/5).

"Saya membayangkan kami akan membahas kawasan kami dan faktanya yang semakin diperebutkan dan pentingnya peran Amerika Serikat pada ekonomi kawasan kami," tambahnya.

Ardern berada di Amerika Serikat untuk mendorong ekspor dan menarik lebih banyak wisatawan setelah Selandia Baru membuka perbatasannya. Negeri Kiwi memberlaku peraturan pembatasan sosial sepanjang pandemi Covid-19.

Ia bertemu dengan Kongres AS dan mengatakan AS akan kembali ke perjanjian dagang bila ingin bekerja sama di Indo-Pasifik di bidang ekonomi. Washington keluar dari perjanjian itu pada 2017 lalu.

Kunjungan Ardern ke AS bertepatan dimulainya tur Menteri Luar Negeri Cina ke negara-negara Kepulauan Pasifik. Hal ini menunjukkan meningkatnya persaingan antara Beijing dan Washington di kawasan.

Elon Musk Digugat Investor Twitter Akibat Dugaan Manipulasi Saham

Pebisnis Elon Musk digugat oleh para investor dari Twitter akibat dugaan Elon memanipulasi harga saham perusahaan ke bawah dalam masa pengajuan tawaran membeli Twitter senilai 44 miliar dolar AS.

Para investor itu menyebutkan bahwa sang CEO Tesla menghemat 156 juta dolar AS dengan tidak mengungkapkan bahwa dia telah membeli lebih dari 5 persen saham Twitter pada 14 Maret 2022. Melansir Reuters, Kamis (27/5/2022), para investor itu merasa dirugikan dan berharap Elon bisa dihukum dan didenda untuk dugaan tersebut.

Selain itu, Twitter juga ikut digugat dalam gugatan yang sama dengan alasan perusahaan memiliki kewajiban untuk menyelidiki perilaku Musk, meskipun mereka tidak meminta ganti rugi dari perusahaan. Para investor mengatakan Musk terus membeli saham setelah menunjukkan minatnya pada Twitter, dan akhirnya mengungkapkan pada awal April bahwa ia memiliki 9,2 persen kepemilikan dari perusahaan. Gugatan itu diajukan di Pengadilan Federal San Francisco pada Rabu (24/5) waktu setempat.

"Dengan menunda pengungkapan sahamnya di Twitter, Musk terlibat dalam manipulasi pasar dan membeli saham Twitter dengan harga yang sangat rendah," kata perwakilan investor yang dipimpin oleh warga Virginia bernama William Heresniak.

Baik Musk maupun pengacaranya tidak segera menanggapi permintaan komentar. Twitter menolak berkomentar. Waktu pengungkapan saham Musk telah memicu penyelidikan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Wall Street Journal melaporkan awal bulan ini. SEC mewajibkan setiap investor yang membeli saham melebihi 5 persen di sebuah perusahaan untuk mengungkapkan kepemilikan mereka dalam waktu 10 hari setelah melewati ambang batas.

Blinken: AS Tidak Mencari Konflik atau Perang Dingin Baru

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Kamis (26/5/2022) menyerukan persaingan ketat dengan China untuk mempertahankan tatanan global yang ada. Tetapi, ia mengaku AS tidak mencari "Perang Dingin". Dalam pidato yang telah lama ditunggu-tunggu yang disebut sebagai pernyataan paling komprehensif hingga saat ini tentang China oleh pemerintahan Presiden Joe Biden, Blinken mengatakan bahwa Beijing merupakan "tantangan jangka panjang paling serius bagi tatanan internasional". Baca: Sekjen PBB: Dunia Hadapi Ancaman Perang Dingin Baru "China adalah satu-satunya negara dengan niat untuk membentuk kembali tatanan internasional – dan memiliki kekuatan ekonomi, diplomatik, militer dan teknologi untuk melakukannya," kata Blinken dalam pidatonya di Universitas George Washington, seperti dikutip dari AFP. "Visi Beijing akan menjauhkan kita dari nilai-nilai universal yang telah menopang begitu banyak kemajuan dunia selama 75 tahun terakhir," lanjutnya. Menurutnya, Biden percaya dekade ini akan menentukan. “Tindakan yang kita ambil di dalam negeri dan dengan negara-negara di seluruh dunia akan menentukan apakah visi bersama kita tentang masa depan akan terwujud," ungkan Blinken. Baca: George Soros Sebut Perang Ukraina Mungkin Awal Perang Dunia III Blinken mengakui konsensus yang berkembang bahwa AS tidak dapat mengubah lintasan China, dengan Presiden Xi Jinping mengambil sikap yang semakin tegas baik di dalam maupun luar negeri. “Jadi, kami akan membentuk lingkungan strategis di sekitar Beijing untuk memajukan visi kami untuk sistem internasional yang terbuka dan inklusif," jelasnya. Tanpa retorika bombastis atau kejutan, Blinken menarik kontras implisit dengan pendekatan pemerintahan Donald Trump sebelumnya yang berbicara secara gamblang tentang konflik global habis-habisan dengan China. Blinken, yang dalam perjalanan ke Afrika dan Amerika Latin berusaha meremehkan persaingan dengan China, tidak meminta negara-negara untuk memilih pihak. "Kami tidak mencari konflik atau Perang Dingin baru. Sebaliknya, kami bertekad untuk menghindari keduanya," kata Blinken. Baca: Balas Aksi Rusia-China, Pesawat Tempur AS-Jepang Terbang Bersama "Kami tidak berusaha untuk menghalangi China dari perannya sebagai kekuatan utama, atau untuk menghentikan China - atau negara mana pun - dari menumbuhkan ekonomi mereka atau memajukan kepentingan rakyat mereka," katanya. Namun dia mengatakan bahwa pertahanan tatanan global, termasuk hukum dan perjanjian internasional, akan "memungkinkan semua negara - termasuk Amerika Serikat dan China - untuk hidup berdampingan dan bekerja sama".

Saat Masalah Taiwan Memanas, China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

China akan mengadakan latihan militer di Laut China Selatan pada Sabtu (28/5 Mei), sekitar 25 km di lepas pantai Provinsi Hainan.

Latihan itu datang ketika Amerika Serikat memimpin peringatan atas kehadiran militer dan ekonomi China yang berkembang dari Laut China Selatan hingga Kepulauan Pasifik.

"Latihan militer akan diadakan dan dilarang masuk area," kata Badan Keselamatan Maritim China dalam sebuah pernyataan pada Kamis (26/5), seperti dikutip Channel News Asia.

Mereka memperingatkan, area seluas sekitar 100 km persegi akan ditutup untuk lalu lintas maritim selama lima jam.

China secara rutin melakukan latihan militer di perairan dekat pantainya, dengan latihan di daerah lain di dekat Hainan pada minggu depan.

Tetapi, latihan militer terbaru datang ketika Beijing menghadapi paduan suara yang terus meningkat dari AS dan sekutu Barat.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Kamis menuduh Beijing meningkatkan ketegangan atas Taiwan, yang China klaim sebagai bagian dari wilayahnya.

"Beijing telah terlibat dalam retorika dan aktivitas yang semakin provokatif seperti pesawat PLA terbang dekat Taiwan hampir setiap hari," kata Blinken merujuk pada Tentara Pembebasan Rakyat China, seperti dilansir Channel News Asia.

Dia juga menyerukan upaya untuk mengimbangi "niat China untuk membentuk kembali tatanan internasional".

Sebelumnya, Presiden Joe Biden berjanji, AS akan membela Taiwan secara militer jika diserang oleh China, saat melakukan perjalanan ke wilayah Asia awal pekan ini.

China pada gilirannya bersumpah untuk mempertahankan kepentingan nasionalnya atas Taiwan, memperingatkan Washington untuk tidak "meremehkan" tekad dan kemampuan Beijing tentang masalah ini.

Sementara itu, Australia dan Selandia Baru membunyikan alarm minggu ini karena dokumen yang bocor yang tampaknya menunjukkan rencana untuk membangun kerjasama keamanan yang luas antara Cina dan Kepulauan Pasifik.

Namun, China menyatakan, kerjasamanya dengan negara-negara Kepulauan Pasifik "tidak menargetkan negara mana pun", dan menolak klaim ereka menekan negara-negara kecil ke dalam perjanjian keamanan.