• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Jum’at, 20 Mei 2022)

News Forex, Index & Komoditi (Jum’at, 20 Mei 2022)

Wall Street Kembali Memerah karena Tenggelamnya Saham Cisco dan Apple

Wall Street kembali memerah setelah sesi bergejolak pada hari Kamis (19/5), dengan saham Cisco Systems merosot setelah memberikan pandangan yang suram. Sementara investor khawatir tentang inflasi dan kenaikan suku bunga.

Melansir Reuters, indeks S&P 500 turun 0,58% untuk mengakhiri sesi pada level 3.900,79. Indeks Nasdaq turun 0,26% menjadi 11.388,50 dan Dow Jones Industrial Average turun 0,75% menjadi 31.253,13.

Saham Cisco merosot 13,7% setelah pembuat peralatan jaringan menurunkan prospek pertumbuhan pendapatan pada 2022. Terkena pukulan dari keluarnya Rusia dan kekurangan komponen terkait dengan penguncian Covid-19 di Cina.

Saham Apple dan pembuat chip Broadcom masing-masing turun 2,5% dan 4,3%, membebani indeks acuan S&P 500.

"Kenyataannya adalah bahwa inflasi semakin panas dan suku bunga meningkat," kata Terry Sandven, kepala analis US Bank Wealth Management.

"Sampai Anda mendapatkan tingkat inflasi yang mulai melambat, kita akan mengalami peningkatan volatilitas dan dalam pandangan kami terus berlanjut sepanjang sebagian besar bulan-bulan musim panas."

Saham Twitter naik 1,2% setelah Bloomberg melaporkan bahwa eksekutif perusahaan mengatakan kepada staf bahwa kesepakatan senilai US$44 miliar Elon Musk berjalan seperti yang diharapkan dan mereka tidak akan menegosiasikan ulang harga.

Indeks bahan pokok konsumen S&P turun 2% ke level terendah sejak Desember karena perusahaan ritel menghadapi beban kenaikan harga yang merugikan daya beli konsumen AS.

Kohl's Corp menjadi pengecer terbaru yang menandai pukulan dari inflasi tinggi empat dekade karena jaringan department store memangkas perkiraan laba setahun penuh.

Sahamnya, bagaimanapun, rebound lebih dari 4% setelah merosot 11% pada sesi sebelumnya karena hasil suram dari Target Corp.

Asal tahu, indeks S&P 500 turun sekitar 18% dari rekor penutupan pada 3 Januari karena investor menyesuaikan diri dengan inflasi yang kuat, ketidakpastian geopolitik yang berasal dari perang di Ukraina dan pengetatan kondisi keuangan dengan Federal Reserve AS menaikkan suku bunga.

Penutupan 20% atau lebih di bawah rekor tertinggi Januari akan mengonfirmasi S&P 500 telah berada di pasar bearish sejak mencapai puncak itu, menurut definisi yang banyak digunakan.

Analis Goldman Sachs memperkirakan peluang 35% ekonomi AS memasuki resesi dalam dua tahun ke depan. Sementara Wells Fargo Investment Institute memperkirakan resesi ringan AS pada akhir 2022 dan awal 2023.

Kinerja beragam hari Kamis mengikuti penurunan lebih dari 4% S&P 500 pada hari Rabu, penurunan satu hari terburuk sejak Juni 2020.

Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, turun menjadi 29,5 poin pada hari Kamis, setelah mencapai level tertinggi sejak 12 Mei pada awal sesi.

Bursa Asia Menghijau Mengawali Hari Ini, Jelang Rilis Suku Bunga Acuan China

Bursa saham pasar Asia naik pada hari Jumat (20/5). Pekan perdagangan yang bergejolak akan berakhir dan investor mengawasi rilis suku bunga acuan pinjaman China.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,41% pada awal perdagangan dan Topix naik 0,23%.

Reuters melaporkan, harga konsumen inti Jepang, yang mencakup biaya energi tetapi bukan makanan segar, naik 2,1% pada April dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan perkiraan ekonom.

Indeks S&P/ASX 200 di Australia naik 0,74%. Di Korea Selatan, Kospi naik sekitar 1%, dan Kosdaq naik 0,91%.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,46%.

Pembuat kendaraan listrik China Nio akan memulai perdagangan di Singapura, bursa ketiga yang mencatatkan sahamnya.

Dalam perkembangan lain di hari mendatang, China diperkirakan akan memangkas suku bunga pinjaman acuannya, menurut jajak pendapat analis Reuters.

Semalam di Wall Street, indeks saham utama AS jatuh, dengan S&P 500 bergerak lebih dekat ke pasar beruang (bearish). Investor khawatir bahwa kenaikan The Fed dapat mengarahkan AS ke dalam resesi.

S&P 500 turun 0,58% menjadi 3.900,79, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 236,94 poin, atau 0,75%, menjadi 31.253,13. Nasdaq Composite turun 0,26% menjadi 11.388,50. Pergerakan itu mengikuti penurunan tajam pada hari Rabu.

Di tempat lain, indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 102,888, jatuh dari atas 103 awal pekan ini.

Yen Jepang terus menguat dan terakhir berada di 127,72 per dolar, sedangkan dolar Australia berada di $0,7041.

Minyak mentah jatuh di perdagangan Asia. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,32% menjadi US$ 111,85 per barel dan minyak mentah Brent turun 0,34% menjadi US$ 111,66 per barel.

Rusia Gunakan Senjata Laser Generasi Baru di Ukraina, Bisa Membakar Drone

Rusia pada Rabu (18/5/2022) mengatakan, pihaknya menggunakan senjata laser generasi baru yang kuat di Ukraina untuk membakar pesawat tak berawak. Moskow mengerahkan beberapa senjata rahasia untuk melawan banjir senjata Barat yang dipasok ke bekas tetangga Sovietnya.

Mengutip Reuters, Presiden Vladimir Putin pada 2018 meluncurkan serangkaian senjata baru termasuk rudal balistik antarbenua baru, drone nuklir bawah air, senjata supersonik, dan senjata laser baru.

Sedikit yang diketahui tentang spesifikasi senjata laser baru. Putin menyebutkan satu yang disebut Peresvet, dinamai dari seorang biksu prajurit Ortodoks abad pertengahan Alexander Peresvet yang tewas dalam pertempuran mematikan.

Yury Borisov, wakil perdana menteri yang bertanggung jawab atas pengembangan militer, mengatakan pada konferensi pers di Moskow bahwa Peresvet sudah dikerahkan secara luas dan bisa membutakan satelit hingga 1.500 km di atas Bumi.

Namun, dia mengatakan bahwa sudah ada sistem Rusia yang lebih kuat daripada Peresvet yang dapat membakar drone dan peralatan lainnya. Borisov mengutip sebuah tes ujicoba pada hari Selasa yang dia sebut telah membakar drone sejauh 5 km dalam waktu lima detik.

"Jika Peresvet membutakan, maka senjata laser generasi baru mengarah pada penghancuran fisik target - penghancuran termal, mereka terbakar," kata Borisov kepada televisi pemerintah Rusia seperti yang dilansir Reuters.

Ditanya apakah senjata semacam itu digunakan di Ukraina, Borisov menjawab: "Ya. Prototipe pertama sudah digunakan di sana." Dia mengatakan senjata itu disebut "Zadira".

Hampir tidak ada yang diketahui publik tentang Zadira. Akan tetapi pada tahun 2017 media Rusia mengatakan perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, membantu mengembangkannya sebagai bagian dari program untuk menciptakan prinsip-prinsip fisik baru berbasis senjata, yang dikenal dengan akronim Rusia ONFP.

Invasi Putin pada 24 Februari di Ukraina telah menggambarkan batas-batas angkatan bersenjata konvensional Rusia pasca-Soviet, meskipun ia mengatakan "operasi militer khusus" akan direncanakan dan akan mencapai semua tujuan Moskow.

Amerika Serikat telah mengesampingkan pengiriman pasukannya sendiri atau NATO ke Ukraina tetapi Washington dan sekutunya telah memasok miliaran dolar senjata ke Kyiv seperti drone, artileri berat Howitzer, Stinger anti-pesawat dan rudal anti-tank Javelin.

Putin menilai, pengiriman senjata besar seperti itu sebagai bagian dari rencana yang lebih luas oleh Amerika Serikat untuk menghancurkan Rusia - dan telah berjanji bahwa itu tidak akan pernah berhasil.

Pernyataan Borisov menunjukkan bahwa Rusia telah membuat kemajuan signifikan dengan senjata laser, tren yang menarik bagi kekuatan nuklir lain seperti Amerika Serikat dan China.

Menggunakan laser untuk membutakan satelit - atau bahkan membakarnya - pernah menjadi fantasi dari dunia fiksi ilmiah. Namun negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia telah mengerjakan varian senjata semacam itu selama bertahun-tahun.

Dampak Perang Ukraina, PBB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2022

PBB pada hari Rabu (18/5) terpaksa memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2022 secara signifikan sebagai akibat dari banyaknya krisis, termasuk naiknya harga pangan yang didorong oleh perang Ukraina.

Dilansir dari Associated Press (AP), Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 4% menjadi 3,1%.

Disebutkan bahwa penurunan prospek pertumbuhan terjadi secara luas, termasuk akan dialami oleh negara-negara dengan ekonomi terbesar dunia seperti AS dan China. Wilayah Eropa dikatakan akan merasakan dampak yang paling signifikan.

Perang di Ukraina yang masih belum bisa dibendung menjadi salah satu faktor melemahnya ekonomi global hingga akhir tahun nanti. Perang telah memicu kenaikan harga pangan, sumber energi, dan komoditas utama lainnya.

Kondisi tersebut memperburuk situasi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini juga masih meninggalkan banyak krisis.

"Perlambatan dan perang di Ukraina, yang memicu kenaikan tajam harga pangan dan pupuk, akan memberikan pukulan pada negara-negara berkembang, memperburuk kerawanan pangan dan meningkatkan kemiskinan," ungkap PBB.

Menurut perkiraan PBB, inflasi global diproyeksikan meningkat menjadi 6,7% pada 2022, dua kali lipat rata-rata periode 2010-2020 yang ada di angka 2,9%. Inflasi sebagian besar terjadi pada harga pangan dan energi.

Laporan tersebut mencatat bahwa ekonomi Uni Eropa diperkirakan hanya tumbuh 2,7% di tahun 2022. Angkanya turun dari perkiraan awal di bulan Januari yang sebesar 3,9%.

Ekonomi AS juga diprediksi hanya akan tumbuh sebesar 2,6% pada tahun 2022 dan 1,8% pada tahun 2023. Hal ini dipengaruhi inflasi yang sangat tinggi, pengetatan moneter yang agresif oleh Federal Reserve AS dan dampak langsung perang di Ukraina.

Ekonomi China diproyeksikan tumbuh sebesar 4,5% tahun ini, turun dari 8,1% pada tahun 2021. Beberapa faktor yang menjadi penyebab adalah diterapkannya kembali aturan lockdown di beberapa kota bisnis utama China menyusul menyebarnya virus corona varian Omicron awal tahun ini.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga menyebut segala aspek yang ada pada perang di Ukraina telah memicu krisis dan menghancurkan pasar energi global, mengganggu sistem keuangan dan memperburuk kerentanan ekstrim bagi negara berkembang.

"Saya mendesak adanya tindakan cepat dan tegas untuk memastikan aliran pasokan makanan dan energi yang stabil ke pasar terbuka," ungkap Guterres.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan tersebut bisa tercapai dengan encabutan pembatasan ekspor, melepaskan surplus dan cadangan ke negara-negara yang membutuhkan.

Korea Utara Genjot Produksi Obat-Obatan di Tengah Serbuan Covid-19

Korea Utara telah memulai program peningkatan produksi obat-obatan serta alat kesehatan di tengah gelombang Covid-19 yang melanda selama seminggu terakhir. Korea Utara telah mengklaim bebas dari virus corona selama dua tahun terakhir,

Kantor berita nasional Korea Utara, KCNA, pada hari Kamis (19/5) melaporkan perusahaan terkait mulai memproduksi lebih banyak suntikan, obat-obatan, termometer, dan pasokan medis lainnya di ibu kota Pyongyang dan daerah-daerah sekitarnya.

Di saat yang sama, bangsal isolasi telah banyak didirikan dan petugas disinfeksi diintensifkan di seluruh negeri.

"Ribuan ton garam segera diangkut ke Kota Pyongyang untuk menghasilkan larutan antiseptik, ungkap KCNA, seperti dikutip Reuters.

Laporan ini muncul setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengkritik distribusi obat-obatan yang tidak efektif, serta mengecam para pejabat yang dianggap tidak bersikap dewasa dalam menanggapi epidemi.

Tiga pesawat Korea Utara dilaporkan tiba di China dan kembali ke Pyongyang pada Senin (16/5) dengan membawa pasokan medis.

Hingga Rabu (18/5) malam, Korea Utara melaporkan tambahan 262.270 orang yang mengalami gejala deman dan satu orang meninggal. Namun, Korea Utara tidak menjelaskan secara spesifik berapa banyak orang yang positif Covid-19.

Sejak Kamis (12/5) pekan lalu, Korea Utara sudah melaporkan 1.978.230 orang dengan gejala demam dan 63 kematian. Saat ini Korea Utara telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat.

Tanpa adanya program vaksinasi nasional dan pengobatan Covid-19, pemerintah telah mendorong pasien untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit dan antibiotik serta pengobatan rumahan yang belum diverifikasi kemanjurannya.

Beberapa yang banyak dilakukan seperti berkumur dengan air garam, atau minum teh lonicera japonica atau teh daun willow. Korea Utara menyebut metode itu efektif dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit berbahaya.

Gara-Gara Cuitannya, Elon Musk Kehilangan Kekayaan hingga US$ 12 Miliar dalam Sehari

Miliarder Elon Musk harus kehilangan kekayaannya hingga senilai US$ 12 miliar pada Rabu (19/5). Hal tersebut buntut dari beberapa cuitannya di akun Twitter miliknya terkait politik hingga ESG.

Memang, Musk semakin vokal sejak memberikan tawaran senilai US$ 44 miliar untuk Twitter. Saham Tesla Inc. merosot ke level terendah tahun ini, menghapus US$ 12,3 miliar dari kekayaannya, sementara Twitter memperpanjang penurunannya.

Adapun, Musk telah menulis cuitan bahwa ESG adalah penipuan setelah Tesla kehilangan tempatnya di indeks S&P Global yang melacak perusahaan pada standar lingkungan, sosial, dan tata kelola mereka.

Dia pun memperkirakan bahwa serangan politik terhadapnya akan meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan mendatang.

Dalam tweet terpisah, Musk mengatakan dia mendukung Demokrat di masa lalu karena mereka kebanyakan adalah partai kebaikan. Namun, ia kini telah berupah pikiran dan membelok ke Republik.

"Mereka telah menjadi partai perpecahan & kebencian, jadi saya tidak bisa lagi mendukung mereka dan akan memilih Republik," katanya dikutip dari Reuters, Kamis (19/5).

Secara total, Musk mencukur kekayaannya hingga US$ 60,4 miliar dari kekayaannya tahun ini. Kekayaan senilai US$ 49 miliar sejak tawarannya untuk Twitter bulan lalu, karena pasar yang lebih luas jatuh dan karena beberapa investor di Tesla semakin khawatir tentang bagaimana dia mendanai tawarannya untuk raksasa media sosial itu.

Meskipun demikian, Bloomberg Billionaires Index masih mencatat Musk sebagai orang terkaya di dunia. Total kekayaan yang saat ini dimiliki masih sekitar US$ 209,9 miliar.

Di Tengah Lockdown, Penjualan Mobil di China Naik 27%

Penjualan mobil ritel di China melonjak 27% pada paruh pertama Mei dari periode yang sama bulan sebelumnya. Ini menjadi tanda-tanda awal pemulihan untuk pasar mobil terbesar di dunia, yang telah terpukul oleh penguncian Covid-19.

“Penjualan selama periode hingga 15 Mei naik 26% dari periode yang sama di April menjadi 230.000 unit,” kata  Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) dikutip dari Reuters, Kamis (19/5)

April kemarin menjadi bulan terburuk untuk pasar mobil China sejak awal 2020 karena negara itu menutup pabrik untuk memerangi kasus baru, mengganggu logistik dan melemahkan permintaan.

Beruntungnya, dalam beberapa minggu terakhir, kota-kota besar perlahan-lahan mengurangi pembatasan. Oleh karenanya secara perlahan permintaan pun turut meningkat.

Dengan demikian, penjualan ritel untuk mobil penumpang selama 15 hari pertama bulan ini naik menjadi 484.000 unit. Meskipun, penjualan tersebut masih menunjukkan penurunan  21% dari tahun sebelumnya.

Diduduki Rusia, Ukraina Bertekad Rebut Kembali Kendali atas Kota-Kota di Selatan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, negaranya bertekad untuk merebut kembali kendali atas kota-kota di selatan, mulai Kherson, Melitopol, Berdiansk, Enerhodar, hingga Mariupol, yang sekarang diduduki pasukan Rusia.

"Semua kota dan komunitas kami di bawah pendudukan, di bawah pendudukan sementara, harus tahu bahwa Ukraina akan kembali," kata Zelenskyy, Rabu (18/5), seperti dikutip Al Jazeera.

Sejauh ini, Zelenskyy mengungkapkan, Rusia telah menembakkan lebih dari 2.000 rudal selama serangan ke Ukraina. Tapi, sebagian besar rudal menghantam infrastruktur sipil dan bukan militer strategis.

Pada Rabu, rudal Rusia menghantam kota-kota di selatan Ukraina, Mykolaiv dan Dnipro, Zelenskyy menyebutkan.

Dia pun merespons klaim Rusia yang telah mengerahkan senjata laser baru dalam perang di Ukraina. Menurutnya, itu mencerminkan keinginan Rusia untuk menemukan alternatif serangan rudal.

Sementara militer Ukraina mengatakan, Rusia telah kehilangan sekitar 28.500 tentara sejak awal invasi.

Dalam sebuah posting di Facebook, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina juga menyatakan, Rusia kehilangan 1.254 tank dan 3.063 kendaraan lapis baja.

Hanya, menurut para ahli, angka-angka tersebut tidak bisa dipercaya karena Ukraina kemungkinan akan menggelembungkannya untuk meningkatkan moral pasukannya.

Waspada, Virus Monkeypox atau Cacar Monyet Semakin Menyebar di Eropa dan Amerika

Virus monkeypox atau cacar monyet semakin menyebar. Otoritas kesehatan di Amerika Utara dan Eropa mendeteksi puluhan kasus yang diduga atau terkonfirmasi cacar monyet sejak awal Mei lalu.

Temuan puluhan kasus tersebut memicu kekhawatiran penyebaran penyakit endemik di beberapa bagian Afrika tersebut.

Mengutip Channel News Asia, Kanada adalah negara terbaru yang melaporkan sedang menyelidiki lebih dari selusin kasus yang diduga cacar monyet, setelah Spanyol dan Portugal mendeteksi lebih dari 40 kasus yang mungkin dan terverifikasi.

Inggris mengonfirmasi sembilan kasus sejak 6 Mei. Dan Amerika Serikat memverifikasi yang pertama pada Rabu (18/5), dengan mengatakan, seorang pria di Negara Bagian Massachusetts positif terkena virus monkeypox setelah mengunjungi Kanada.

Cacar monyet, yang sebagian besar terjadi di Afrika barat dan tengah, adalah infeksi virus yang mirip dengan cacar manusia, meskipun lebih ringan. Ini pertama kali terdeteksi di Republik Demokratik Kongo pada 1970-an.

Penyakit yang sebagian besar orang pulih dalam beberapa minggu dan hanya berakibat fatal dalam kasus yang jarang terjadi, telah menginfeksi ribuan orang di beberapa bagian Afrika tengah dan barat dalam beberapa tahun terakhir.

Tetapi, kasus cacar monyet jarang terjadi di Eropa dan Afrika Utara.

Penyakit ini sering diawali dengan gejala flu seperti demam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening, sebelum menyebabkan ruam seperti cacar air di wajah dan tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Selasa (17/5) lalu, sedang berkoordinasi dengan pejabat kesehatan Inggris dan Eropa mengenai wabah baru tersebut.

"Kita benar-benar perlu lebih memahami tingkat cacar monyet di negara-negara endemik, untuk benar-benar memahami berapa banyak yang beredar dan risiko yang ditimbulkannya bagi orang-orang yang tinggal di sana, serta risiko ekspor," kata ahli epidemiologi penyakit menular WHO Dr. Maria Van Kerkhove, seperti dilansir Channel News Asia.

Kasus pertama di Inggris adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari Nigeria, meskipun infeksi selanjutnya mungkin melalui penularan komunitas, menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) dalam sebuah pernyataan.

"Kasus terbaru ini, bersama dengan laporan kasus di negara-negara di seluruh Eropa, menegaskan kekhawatiran awal kami bahwa mungkin ada penyebaran cacar monyet di dalam komunitas kami," kata Kepala Penasihat Medis UKHSA Dr Susan Hopkins, seperti dikutip Channel News Asia.

WHO mengungkapkan, sedang menyelidiki banyak kasus yang dilaporkan terjadi pada orang-orang yang mengidentifikasi diri sebagai gay, biseksual, atau laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

"Kami melihat penularan di antara pria yang berhubungan seks dengan pria," kata Asisten Direktur Jenderal WHO Dr. Soce Fall, seperti Channel News Asia lansir.

"Ini adalah informasi baru yang perlu kami selidiki dengan benar, untuk memahami lebih baik dinamika penularan lokal di Inggris dan beberapa negara lain," imbuhnya.

Pertahankan Jadi Pasar Utama, China Perpanjang Subsidi Pembelian Mobil Listrik

China akan memperpanjang subsidi untuk mobil listrik (EV) yang bakal berakhir di penghujung 2022. Analis otomotif di China Merchants Bank International, Shi Ji memprediksi subsidi yang mengalir sekitar 100 miliar yuan atau setara dengan US$ 14,81 miliar sejak 2009 hingga akhir 2021.

Mengutip Reuters, Kamis (19/5), perpanjangan subsidi ini bertujuan untuk mempertahankan pasar utama. Langkah ini diambil, setelah perekonomian China mengalami perlambatan tajam. Juga saat  penjualan mobil ikut turun seiring pemberlakukan lockdown di Shanghai dan beberapa kota lainnya sejak maret lalu.

Departemen pemerintah termasuk Kementerian Informasi dan Teknologi Industri (MIIT) sedang mempertimbangkan kelanjutan subsidi untuk pembeli EV pada tahun 2023, kata orang-orang, yang menolak disebutkan namanya karena diskusi itu bersifat pribadi.

Kendati demikian, persyaratan untuk mendapatkan subsidi yang akan berlaku pada tahun depan ini belum rampung. Pembuat kebijakan masih mengkaji jenis kendaraan dan dana yang akan disediakan.

Namun, pemerintah tengah meninjau untuk pembatalan kenaikan pajak pembelian yang direncanakan untuk kendaraan listrik yang memenuhi syarat dan sebagian kendaraan listrik.

Untuk tahun ini, tidak ada pajak pembelian untuk kendaraan tersebut. Tetapi pemerintah telah merencanakan untuk menaikkan pajak menjadi 10% dari harga pembelian pada tahun 2023. Sebaliknya, tarif akan dinaikkan menjadi hanya 5%, kata mereka.

Subsidi telah tersedia untuk mobil yang dibuat oleh semua pembuat mobil termasuk pemain non-Cina seperti raksasa EV Tesla. Lantaran perusahaan ini memiliki pabrik di Shanghai dan merupakan satu-satunya pembuat mobil asing dengan EV terlaris.

MIIT dan Kementerian Keuangan tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari Rabu.

Skema subsidi EV awalnya dijadwalkan akan dihapus secara bertahap pada akhir 2020, tetapi Beijing memperpanjangnya selama dua tahun untuk memacu permintaan setelah pandemi COVID.

Pemerintah juga memotong jumlah subsidi per kendaraan selama bertahun-tahun karena permintaan melonjak dan biaya produksi turun. Misalnya, subsidi untuk plug-in hybrid dengan jangkauan lebih dari 300 kilometer dipotong sekitar 20% menjadi setara dengan sekitar US$1.900.

Program insentif untuk membeli apa yang disebut China sebagai kendaraan energi baru (NEV) telah memicu pembelian mobil dengan jarak tempuh yang lebih jauh, karena telah menaikkan ambang batas kendaraan yang memenuhi syarat untuk subsidi selama bertahun-tahun.

Di pasar EV China yang sangat berkembang, city car bertenaga baterai yang lebih kecil, yang sebagian besar tidak memenuhi syarat untuk subsidi, membuat 40% dari penjualan EV, menurut konsultan otomotif JATO, dan biaya rata-rata hanya di bawah US$4.000. Itu dibandingkan dengan lebih dari US$ 26.000 di Amerika Serikat untuk model yang setara.

Subsidi sekarang ditargetkan pada model yang lebih besar, dengan jarak tempuh lebih dari 300 kilometer per pengisian daya dan harga di bawah 300.000 yuan atau setara dengan US$ 44.459.

Penjualan NEV China meningkat 45% tahun-ke-tahun di bulan April menjadi 299.000, menurut data dari China Association of Automobile Manufacturers (CAAM). Sementara di seluruh sektor otomotif sekitar 1,18 juta kendaraan terjual. Tapi lompatan itu pada kecepatan yang jauh lebih lambat dari pertumbuhan di bulan sebelumnya, ketika penjualan meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Asosiasi telah memperkirakan produksi dan permintaan akan mulai mengejar dalam beberapa minggu mendatang setelah palung April, dipicu ketika puluhan kota di China dalam penguncian COVID penuh atau sebagian.

CAAM telah mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan bantuan tambahan untuk industri. Secara keseluruhan penjualan kendaraan April turun hampir 48% dari tahun sebelumnya, data dari kelompok industri menunjukkan.

Beberapa pemerintah daerah, termasuk Guangdong dan Chongqing, juga telah meluncurkan langkah-langkah stimulus untuk mensubsidi konsumen yang menukar kendaraan mesin pembakaran lama mereka dengan EV baru pada bulan April.

Dalam upaya terpisah, surat kabar milik negara China Securities Journal melaporkan pada hari Selasa bahwa para pejabat akan memperkenalkan subsidi mulai Juni untuk mendorong lebih banyak pembeli pedesaan untuk membeli mobil termasuk NEV, dengan pembayaran hingga 5.000 yuan atau setara US$ 740 per kendaraan.

Pemerintah kota Shanghai juga mempertimbangkan bagaimana mereka dapat memulai pengeluaran setelah penghapusan drastis penjualan kendaraan di pusat komersial dan keuangan China pada bulan April. Menurut Asosiasi Perdagangan Penjualan Mobil Shanghai, tidak ada satu pun mobil baru yang terjual di kota berpenduduk 25 juta orang itu selama penguncian ketat bulan lalu.