• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Jum’at, 29 April 2022)

News Forex, Index & Komoditi (Jum’at, 29 April 2022)

Wall Street Naik Tajam, Terangkat Saham Meta dan Apple

Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (28/4), didukung kenaikan saham Meta pasca rilis laporan keuangannya yang mengangkat saham sektor teknologi.

Saham induk Facebook itu melonjak 17,6% setelah melaporkan laba yang lebih besar dari perkiraan dan pulih dari penurunan pengguna.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 614,46 poin atau 1,85% ke 33.916,39, S&P 500 naik 103,54 poin atau 2,47% ke 4.287,50 dan Nasdaq Composite naik 382,60 poin atau 3,06% ke 12.871,53.

Mengutip Reuters, dari 11 indeks sektor S&P 500, sektor layanan komunikasi dan teknologi termasuk dua sektor dengan kenaikan terkuat. Masing-masing melonjak 4,04% dan 3,89%.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 12,3 miliar saham dengan rata-rata 11,8 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Saham Apple Inc, perusahaan paling berharga di dunia, dan raksasa e-commerce Amazon.com Inc, keduanya menguat lebih dari 4% menjelang laporan triwulanan mereka.

Investor telah membuang saham pertumbuhan tinggi selama berminggu-minggu, karena kekhawatiran tentang inflasi, kenaikan suku bunga dan potensi perlambatan ekonomi.

Bahkan dengan kenaikan kuat pada hari Kamis, Nasdaq yang berbasis teknologi turun hampir 10% di bulan April, berada di jalur penurunan satu bulan terdalam sejak Maret 2020.

"Ketika suku bunga, laju inflasi, dan apa yang akan dilakukan The Fed sangat fluktuatif, itu berarti penetapan harga setiap aset lain jauh lebih sulit," kata Zach Hill, kepala Strategi Portofolio di Horizon Investments di Charlotte, North Carolina.

"Kami telah melakukan banyak data pendapatan selama beberapa hari dan minggu terakhir dan pada umumnya, di luar beberapa kasus tertentu, fundamental yang mendasari perusahaan Amerika relatif kuat," kata Hill.

Ekonomi AS secara tak terduga berkontraksi pada kuartal pertama karena kasus Covid-19 melonjak lagi, dan uang bantuan pandemi pemerintah turun.

Penurunan pertama dalam produk domestik bruto sejak resesi pandemi pendek dan tajam hampir dua tahun lalu, dilaporkan oleh Departemen Perdagangan, sebagian besar didorong oleh defisit perdagangan yang lebih luas karena impor melonjak, dan perlambatan laju akumulasi persediaan.

Perang Ukraina, penguncian Covid di China, dan lonjakan inflasi telah membebani prospek ekonomi global, memicu volatilitas menjelang pertemuan Federal Reserve Mei minggu depan. Pengamat Fed mengharapkan kenaikan suku bunga 50 basis poin.

Secara keseluruhan, pendapatan kuartal pertama lebih baik dari yang diharapkan, dengan 81% dari 237 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan hasil sejauh ini mengalahkan ekspektasi Wall Street. Biasanya, hanya 66% perusahaan yang mengalahkan perkiraan, menurut data Refinitiv.

Putin: Intervensi Barat di Ukraina akan Militer Rusia Respons Secepat Kilat

Presiden Vladimir Putin memperingatkan, intervensi negara-negara Barat di Ukraina akan Rusia sambut dengan respons militer secepat kilat.

Ancaman perang dari Putin datang ketika Rusia mengeklaim pada Rabu (27/4) telah melakukan serangan rudal di Ukraina selatan yang menghancurkan “sejumlah besar” senjata yang Barat pasok.

Negara-negara yang membantu Ukraina “yang berpikir untuk ikut campur dalam peristiwa yang sedang berlangsung dari samping dan menciptakan ancaman strategis yang tidak bisa Rusia terima, mereka harus tahu bahwa respons kami berupa serangan balik akan secepat kilat,” tegas Putin.

“Kami memiliki semua alat untuk ini yang tidak bisa dibanggakan oleh orang lain,” kata Putin kepada anggota Parlemen Rusia di St Petersburg, secara implisit mengacu pada rudal balistik dan persenjataan nuklir Moskow.

 “Kami tidak akan menyombongkannya: Kami akan menggunakannya jika diperlukan dan saya ingin semua orang tahu itu. Kami sudah mengambil semua keputusan tentang ini,” ungkapnya, seperti dikutip Al Jazeera.

Putin tidak secara spesifik, tetapi dia baru-baru ini mengawasi keberhasilan uji coba rudal balistik antarbenua Sarmat, yang segera Rusia kerahkan dengan kemampuan masing-masing untuk membawa 10 atau lebih hulu ledak nuklir.

Putin pun berjanji untuk menyelesaikan apa yang dia sebut "operasi militer khusus" untuk merebut wilayah dari Ukraina, yang secara historis Rusia anggap sebagai milik Rusia.

Biden Akan Melakukan Perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang pada Bulan Mei 2022

Presiden AS Joe Biden akan melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang pada Mei, Gedung Putih mengumumkan pada Rabu (27 April), mengunjungi dua sekutu utama Washington di Asia di tengah ketegangan dengan saingannya China dan musuh regional Korea Utara.

Selama perjalanan 20 Mei hingga 24 Mei, Biden akan bertemu dengan para pemimpin kedua negara dengan tujuan memajukan "komitmen kuat pemerintahannya untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka dan untuk aliansi perjanjian AS dengan Republik Korea dan Jepang," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan.

Di Tokyo, Biden juga akan bertemu dengan para pemimpin kelompok Quad yang juga mencakup Australia, Jepang dan India, dan dipandang sebagai benteng melawan China yang semakin tegas. Pemerintahan Biden telah berulang kali mencirikan kawasan Asia-Pasifik, dan khususnya kebangkitan komunis Tiongkok, sebagai masalah strategis nomor satu bagi Amerika Serikat.

China dan Amerika Serikat, dua ekonomi terbesar dunia, berselisih soal perdagangan, hak asasi manusia dan beberapa hal yang lebih luas lagi, apa yang sering digambarkan Biden sebagai perjuangan yang menentukan di abad ke-21 antara otokrasi dan demokrasi dunia.

Kunjungan itu juga dilakukan setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melakukan uji coba sejumlah senjata terlarang tahun ini sambil mengabaikan tawaran pembicaraan AS dan berjanji untuk mempercepat program nuklirnya dengan cepat.

Selama pertemuan bilateral Biden dengan Presiden Korea Selatan yang baru terpilih Yoon Suk Yeol dan Perdana Menteri Kishida Fumio, dia akan "membahas peluang untuk memperdalam hubungan keamanan vital kami, meningkatkan hubungan ekonomi, dan memperluas kerja sama erat kami untuk memberikan hasil praktis," kata Psaki.

Kunjungan itu akan dilakukan setelah KTT khusus AS-ASEAN para pemimpin Asia Selatan di Washington dari 12 Mei hingga 13 Mei.

Kabar Baik, Jumlah Kasus dan Kematian Covid-19 Global Terus Menurun sejak Akhir Maret

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat, jumlah kasus dan kematian baru Covid-19 terus menurun sejak akhir Maret 2022.

Selama periode 18 hingga 24 April 2022, data WHO menunjukkan, total ada 4,54 juta kasus Covid-19 dan kematian akibat virus corona 15.134.

"Masing-masing turun 21% dan 20% dibandingkan dengan minggu sebelumnya," kata WHO dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan Covid-19, dikutip Kamis (28/4).

Namun, lembaga di bawah naungan PBB itu mengungkapkan, tidak semua wilayah menunjukkan tren penurunan kasus dan kematian akibat Covid-19.

Jumlah kasus mingguan meningkat di wilayah Amerika sebesar 9% dan Afrika mencapai 32%. Sedangkan jumlah kematian melonjak di wilayah Asia Tenggara 41% dan Afrika 110%.

Tapi, lonjakan angka kematian akibat Covid-19 di Asia Tenggara yang mencakup India karena keterlambatan pelaporan dari negeri Sungai Gangga itu.

"Per 24 April 2022, lebih dari 500 juta kasus dikonfirmasi dan lebih dari enam juta kematian dilaporkan secara global," sebut WHO.

Hanya, WHO mengingatkan, tren penurunan tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati. Soalnya, beberapa negara telah secara progresif mengubah strategi pengujian Covid-19.

Buntutnya, "Jumlah keseluruhan pengujian yang dilakukan lebih rendah dan akibatnya lebih rendah jumlah kasus yang terdeteksi," imbuh WHO.

Berikut 5 negara dengan kasus mingguan tertinggi selama periode 18 hingga 24 April 2022:

  1. Jerman dengan 675.022 kasus baru, turun 13%
  2. Korea Selatan dengan 589.442 kasus baru, turun 39%
  3. Prancis dengan 542.896 kasus baru, turun 34%
  4. Italia dengan 419.374 kasus baru, turun 1%
  5. Amerika Serikat dengan 298.306 kasus baru, naik 21%

Sementara 5 negara dengan angka kematian mingguan akibat Covid-19 tertinggi selama periode 18 hingga 24 April 2022:

  1. Amerika Serikat dengan 2.354 kematian baru, turun 24%
  2. Rusia dengan 1.402 kematian baru, turun 21%
  3. Korea Selatan dengan 1.041 kematian baru, turun 38%
  4. Italia dengan 1.007 kematian baru, naik 7%
  5. Inggris dengan 903 kematian baru, turun 47%

Samsung Catat Pertumbuhan Laba Hingga 51% di Kuartal I-2022

Samsung Electronics Co Ltd membukukan kenaikan laba kuartalan 51% pada tiga bulan pertama tahun 2022. Hal tersebut didukung oleh permintaan pusat data yang kuat untuk chip memori margin tinggi, meskipun kekurangan komponen kemungkinan akan berlanjut di paruh kedua.

Pembuat chip memori dan smartphone top ini mengatakan permintaan untuk chip server diperkirakan akan relatif solid di paruh kedua, tetapi kecepatan di mana kekurangan komponen teratasi akan membutuhkan pemantauan terus-menerus.

"Sementara ketidakpastian terkait lingkungan makroekonomi dan masalah geopolitik kemungkinan akan berlanjut, perusahaan akan memprioritaskan peningkatan porsi proses lanjutan untuk komponen," ujar perusahaan dikutip dari Reuters, Kamis (28/4).

Laba operasional Samsung naik menjadi 14,1 triliun won setara US$ 11,1 miliar untuk kuartal yang berakhir 31 Maret, dari 9,38 triliun won setahun sebelumnya. Itu adalah laba kuartal pertama tertinggi sejak 2018, dan sejalan dengan perkiraan perusahaan awal bulan ini.

Laba di bisnis chip naik menjadi 8,45 triliun won, lebih dari dua kali lipat 3,36 triliun won setahun sebelumnya, didorong oleh rekor penjualan chip server di kuartal tersebut.

“Dalam bisnis chip non-memori Samsung, kenaikan harga model chip lama serta peningkatan hasil pada bisnis manufaktur kontrak chip mengangkat pendapatannya dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” kata para analis.

Laba operasional di bisnis seluler dan jaringan Samsung mencapai 3,8 triliun won pada kuartal pertama, turun dari 4,4 triliun won setahun sebelumnya.

Samsung menggenjot produksi seri Galaxy A mid-to-low-end pada kuartal tersebut untuk bersaing secara agresif di segmen tersebut, sambil meluncurkan seri Galaxy S22 andalannya. Ini meningkatkan pangsa pasar smartphone menjadi 24% selama periode tersebut dari 22% tahun sebelumnya, kata analis Canalys Sanyam Chaurasia.

Melawan Arus Global, BOJ Diperkirakan Akan Menahan Suku Bunga Rendah

Bank of Japan akan mempertahankan suku bunga ultra ringan pada Kamis (28/4) dan memperingatkan naiknya risiko ekonomi dari melonjaknya biaya bahan baku, menandangan tekadnya untuk fokus pada pertumbuan dan stimulus moneter besar-besaran.

Mengutip Reuters, Kamis (28/4), komitmen BOJ untuk mempertahankan suku bunga rendah bertentangan dengan negara-negara maju di dunia yang mulai bergeser ke arah kebijakan moneter ketat. Padahal, inflasi Jepang diperkirakan akan naik menuju target bank sentral yakni sekitar 2%.

Dalam perkiraan triwulanan setelah pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir hari Kamis, BOJ kemungkinan akan memproyeksikan inflasi konsumen inti untuk mempercepat mendekati 2% pada tahun fiskal yag berakhir pada Maret 2023, menurut seorang sumber kepada Reuters.

Tetapi dewan akan memproyeksikan inflasi menjadi moderat pada tahun berikutnya, dan memperingatkan risiko terhadap prospek ekonomi seperti dari melonjaknya biaya bahan baku dan perlambatan China.

Lantaran Jepang tertinggal dari negara maju lainnya dalam menarik diri dari lesunya pandemi Covid-19, BOJ diperkirakan tidak akan mengubah target suku bunga jangka pendek sebesar -0,1% dan untuk imbal hasil obligasi 10-tahun sekitar 0%.

Bank sentral juga kemungkinan tidak akan membuat perubahan besar pada pedoman dovishnya yang berjanji untuk meningkatkan stimulus jika diperlukan, dan mempertahankan suku bunga pada level saat ini atau lebih rendah.

"Kenaikan tingkat inflasi Jepang yang diperkirakan akan terutama didorong oleh kenaikan biaya dan oleh karena itu tidak berkelanjutan. Tidak ada masalah dengan mempertahankan pelonggaran moneter," kata Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda dalam pidatonya pekan lalu.

Spekulasi telah tersebar luas bahwa BOJ dapat memungkinkan suku bunga jangka panjang naik lebih banyak atau mengubah panduan kebijakan dovishnya untuk memerangi penurunan yen, karena beberapa anggota parlemen khawatir penurunan lebih lanjut dalam mata uang dapat merugikan ekonomi dengan menaikkan biaya impor.

Tetapi Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan pada hari Selasa bahwa dia berharap BOJ akan melanjutkan upayanya untuk mencapai inflasi 2%, menunjukkan bahwa pemerintah tidak akan menekan bank untuk menaikkan suku bunga untuk membendung penurunan yen.

Pasar akan fokus pada pernyataan Kuroda pada briefing pasca-pertemuannya untuk petunjuk tentang apakah dan seberapa cepat BOJ dapat mengubah panduan kebijakan dovishnya.

Pertumbuhan ekonomi Jepang kemungkinan terhenti pada kuartal pertama dan terlihat hanya rebound moderat pada April-Juni, karena kehati-hatian atas pandemi dan meningkatnya biaya hidup merugikan konsumsi.

Inflasi konsumen inti, yang mencapai 0,8% pada bulan Maret, akan meningkat menjadi sekitar 2% dari bulan April, meskipun kenaikan tersebut sebagian besar akan didorong oleh kenaikan biaya bahan bakar dan efek yang hilang dari pemotongan biaya telepon seluler sebelumnya - bukan dari upah yang lebih tinggi, atau permintaan yang mendasari.

Hingga 80% Populasi Uni Eropa Diperkirakan Telah Terinfeksi Covid-19

Komisi Eropa dalam laporannya hari Rabu (27/4) mengatakan bahwa antara 60% hingga 80% populasi Uni Eropa (UE) telah terinfeksi Covid-19. Saat ini Uni Eropa telah memasuki fase pasca-darurat di mana pelaporan kasus secara massal tidak lagi diperlukan.

Dalam fase baru ini, pemerintah UE terus berupaya meningkatkan angka vaksinasi  untuk anak-anak. Uni Eropa juga sedang mempertimbangkan rencana untuk mengembangkan antivirus.

Dilansir dari Reuters, Komisaris Kesehatan UE Stella Kyriakides dalam konferensi persnya hari Rabu mengatakan diperkirakan ada 60% hingga 80% populasi blok itu yang saat ini mengidap Covid-19.

Badan kesehatan masyarakat UE mengatakan kasus yang dilaporkan telah mencakup sekitar 30% dari populasi Eropa sejauh ini, tetapi jika infeksi yang tidak dilaporkan ditambahkan, kasus bisa mencapai 350 juta, sekitar 77% dari populasi Eropa.

UE sekarang melaporkan penurunan infeksi dan kematian terkait Covid-19. Namun, baru-baru ini lonjakan kembali terjadi. Hal ini kemungkinan karena virus terus bermutasi.

Sebagai tanggapan, Komisi Eropa menyarankan agar negara-negara menyiapkan rencana untuk beralih kembali ke mode darurat, dan harus meningkatkan vaksinasi.

Salah satu strategi yang hendak dioptimalkan adalah mendorong vasksinasi bagi mereka yang tidak divaksinasi, terutama pada anak-anak sebelum dimulainya masa sekolah baru di musim gugur.

Reuters melaporkan tingkat vaksinasi anak-anak usia 5 hingga 9 tahun di UE masih ada di angka 15%. Sementara untuk anak usia 15 hingga 17 tahun sudah lebih dari 70%.

Komisi juga mengatakan dapat mendukung pengembangan obat baru melawan Covid-19. Obat antivirus baru ini diharapkan bisa lebih mudah disimpan dan dikelola.

Pil antivirus terhadap COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan Merck kini telah disetujui untuk digunakan di UE. Sayangnya, distribusi obat ini masih sangat terbatas karena berbagai alasan seperti perlambatan pandemi, harganya yang tinggi, serta prosedur nasional yang rumit.

Eksekutif UE juga mendukung pengembangan vaksin Covid-19 generasi baru yang diharapkan bisa memberikan perlindungan lebih kuat dan tahan lama.

Deteksi 1 Kasus Covid-19, Guangzhou Batalkan Ratusan Penerbangan dan Gelar Tes Massal

Kota Guangzhou di China membatalkan ratusan penerbangan pada Kamis (28/4) dan meluncurkan pengujian massal atas 5,6 juta orang setelah mendeteksi satu kasus dugaan Covid-19.

China menghadapi wabah terburuk sejak puncak gelombang pertama pada awal 2020, dengan Shanghai mencatat puluhan kematian setiap hari dan Beijing menutup seluruh lingkungan tempat beberapa kasus terdeteksi.

Di bawah kebijakan nol-COVID, China menggunakan strategi penguncian, pengujian massal, dan pembatasan perjalanan untuk membendung penyebaran virus corona.

Hanya, strategi negeri tembok raksasa berada di bawah tekanan, seiring penyebaran varian Omicron yang sangat menular.

Pembatasan termasuk penguncian selama berminggu-minggu terhadap hampir 26 juta penduduk Shanghai telah merusak ekonomi, menyebabkan penumpukan di pelabuhan peti kemas tersibuk di dunia, simpul utama dalam rantai pasokan global.

Melansir Channel News Asia, pada Kamis, Guangzhou, pusat perdagangan dan manufaktur utama di Cina selatan, mengumumkan pengujian massal untuk hampir sepertiga dari hampir 19 juta penduduknya setelah hasil tes "tidak normal" terdeteksi di bandaranya.

Selain itu, sebagian besar penerbangan di Guangzhou dibatalkan.

Sementara itu, Hangzhou, kota pusat teknologi, dekat Shanghai, pada Rabu (27/8) malam memerintahkan 9,4 juta penduduk di pusat kota dari 12,2 juta populasi untuk tes Covid-19 setiap 48 jam jika mereka ingin mengakses ruang publik dan transportasi.

Tujuannya adalah "agar virus tidak memiliki tempat untuk bersembunyi atau menetap," kata Pemerintah Kota Hangzhou dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Channel News Asia.

Microsoft: Serangan Siber dan Militer Rusia ke Ukraina Telah Terkoordinasi

Laporan Microsoft yang dirilis hari Rabu (27/4) mengungkap bahwa sejumlah kelompok peretas yang bersekutu dengan pemerintah Rusia telah melakukan ratusan serangan siber terhadap Ukraina sejak invasi.

Raksasa teknologi AS juga menambahkan bahwa dalam taktik perang hibrida yang diterapkan, Rusia sering mencocokkan serangan siber dengan serangan militer di medan perang.

"Dimulai sebelum invasi. Kami telah melihat setidaknya enam aktor negara-bangsa yang bersekutu dengan Rusia meluncurkan lebih dari 237 operasi melawan Ukraina," kata Microsoft, seperti dikutip The Straits Times.

Laporan itu mengatakan bahwa para peretas telah mulai mempersiapkan aksinya pada awal Maret 2021, hampir setahun sebelum Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukannya untuk menyerang Ukraina.

Dikatakan pula bahwa perang siber yang dilancarkan berupa serangan destruktif yang sedang berlangsung dan mengancam kesejahteraan sipil.

Dalam laporannya, Microsoft mencatat pada minggu pertama invasi para peretas Rusia menyerang sebuah penyiar media utama Ukraina. Serangan itu dilakukan di hari yang sama ketika militer Rusia mengumumkan niatnya untuk menghancurkan target penyebar disinformasi dan mengarahkan serangan rudal terhadap menara TV di Kyiv.

Microsoft menduga tujuan dari serangan terkoordinasi tersebut adalah untuk mengganggu atau menurunkan fungsi pemerintah dan militer Ukraina. Sebagai bonus, serangan itu diharapkan bisa merusak kepercayaan publik pada lembaga terkait.

Microsoft mengatakan telah melacak hampir 40 serangan siber yang merusak, yang ditujukan pada ratusan sistem. Sepertiga di antaranya bahkan secara langsung menargetkan organisasi pemerintah Ukraina di semua tingkatan, sementara 40% lainnya menargetkan infrastruktur penting.

Beberapa serangan yang dilakukan diidentifikasi sebagai model serangan penghapus, atau serangan yang bertujuan untuk menghapus data penting dalam sistem komputer yang diretas.

"Ketika pasukan Rusia pertama kali mulai bergerak menuju perbatasan dengan Ukraina, kami melihat upaya untuk mendapatkan akses awal ke target yang dapat memberikan informasi intelijen tentang militer Ukraina dan kemitraan asing," kata Microsoft.

Lebih lanjut, Micosoft menjelaskan bahwa para peretas sering memodifikasi malware mereka di setiap tugas demi menghindari deteksi. Jumlah serangan sebenarnya diduga jauh lebih besar dari apa yang sudah berhasil terdeteksi.

Rakyat Lebanon Terancam Kelaparan Akibat Perang di Ukraina



Biasanya, saat berbuka puasa adalah perayaan yang menyenangkan selama bulan suci Ramadan. Namun kini para perempuan di dapur komunitas Matbakh el Kell di Beirut, Lebanon, terpaksa memasak hanya dengan bahan-bahan lokal untuk mencegah kelaparan.

Ratusan paket sembako pun siap diantar kepada orang-orang yang tidak mampu berbuka puasa tanpa bantuan ini.

Dalam perjalanan ke ibu kota Lebanon, Menteri Pembangunan Jerman, Svenja Schulze, sempat mengunjungi dapur umum tersebut dan memuji proyek itu sebagai contoh utama dari bantuan berkelanjutan yang dilakukan dengan benar. Dengan menggunakan makanan lokal, perempuan lokal kini punya pekerjaan dan mampu memberi makan keluarga mereka. Pada saat yang sama, hasil dapur membantu orang-orang yang paling membutuhkan.

Dapur umum Matbakh el Kell terletak di lingkungan yang rusak parah akibat ledakan di pelabuhan Beirut pada Agustus 2020. Tempat yang dulunya rumah sekarang menjadi reruntuhan beton. Panel jendela hilang, seluruh dinding dan fasad rumah hancur.

"Kami melihat orang biasa tidak lagi mampu membeli makanan sehari-hari mereka," kata Menteri Schulze saat menjanjikan bantuan lagi sebesar €10 juta untuk Program Pangan
Invasi Rusia ke Ukraina juga memperburuk krisis pangan Lebanon. "Putin juga mengobarkan perang kelaparan," kata Schulze.

"Harga pangan naik karena Ukraina sekarang tidak dapat melakukan pengiriman."

Lebanon berada dalam keadaan ketergantungan impor pangan yang berbahaya. Hampir semua biji-bijian untuk bahan pangan diperoleh dari impor. Menurut UNICEF, 80% gandum di Lebanon berasal dari Rusia dan Ukraina. Yang memperparah masalah ini adalah meroketnya harga pangan di seluruh dunia dan kurangnya ruang penyimpanan untuk biji-bijian karena ledakan silo di pelabuhan.

Empat krisis dalam dua tahun

Sisa reruntuhan silo gandum masih berdiri di pelabuhan, menyimbolkan situasi putus asa di seluruh negeri.

"Dalam waktu kurang dari dua tahun, telah terjadi empat krisis besar berturut-turut," ujar Sami Nader, direktur lembaga think thank di bidang kebijakan ekonomi, Levant Institute for Strategic Affairs (LISA).

"Dan krisis ini bergabung untuk menciptakan krisis yang lebih parah yang sekarang diderita Lebanon: Krisis ekonomi dan keuangan pada 2019, pandemi COVID, ledakan di pelabuhan Beirut, dan akhirnya perang di Ukraina."

Menurut Schulze, Lebanon membutuhkan solusi jangka panjang serta bantuan jangka pendek untuk menghindari krisis kemanusiaan lebih lanjut.

"Pemerintah Lebanon harus membantu memastikan bahwa lebih banyak makanan dibudidayakan di sini, sehingga...penduduk Lebanon dapat memenuhi kebutuhannya sendiri," ujar Schulze.

Menteri Schulze berharap pemerintah baru akan dapat mengatasi masalah ini. Pemilihan Lebanon tinggal tiga minggu lagi, tetapi prospeknya suram di tengah ketidakstabilan politik yang kronis.

Andalkan bantuan dari luar

Lebanon pernah disebut sebagai "Swiss dari Timur Tengah" karena kekayaannya. Namun kini sekitar 80% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

"Daya beli rakyat Lebanon semakin berkurang dari hari ke hari. Selain itu, pound Lebanon telah kehilangan 90% nilai terhadap dolar AS," ujar ekonom Sami Nader. "Tapi yang memperburuk situasi adalah tidak adanya harapan di cakrawala. Tidak ada solusi yang jelas."

Negara ini sekarang mengharapkan pinjaman penyelamatan dari Dana Moneter Internasional (IMF). Lebanon akan menerima dana sebesar $3 miliar dolar AS dengan syarat pemerintahnya harus menerapkan reformasi yang berjangkauan luas. Namun Nader merasa pesimistis.

"Ini hanya tinta di atas kertas. Pemerintah telah mengajukan rancangan rencana rekonstruksi keuangan kepada IMF untuk memulai pembiayaan. Tetapi apakah pemerintah mampu melaksanakan rencana ini? Jawabannya tidak," ujarnya.

Berbagai organisasi bantuan juga telah meminta pemerintah Libanon untuk bertindak. "Bagi kami di World Food Programme, sangat penting bahwa solusi dinegosiasikan dan didorong oleh kemauan politik," kata Ute Klamert, asisten direktur eksekutif WFP.

Pastikan bantuan tidak dikorupsi

Akan tetapi praktik korupsi di Lebanon telah meluas selama bertahun-tahun. Rakyat Lebanon tidak lagi mempercayai pemerintahnya. Terlalu sering, mereka melihat uang-uang bantuan itu berakhir di tangan yang salah.

Untuk memastikan agar uang bantuan tidak menghilang ditilap koruptor, WFP membuat program baru di Lebanon seperti mendistribusikan kartu yang berfungsi seperti voucher makanan elektronik. Dengan kartu ini, mereka yang benar-benar berhak dapat membeli makanan di lebih dari 400 toko kelontong. Ini adalah model yang dapat menjadi contoh bagi proyek lain: 100% uang dan makanan telah direncanakan sampai ke tempat yang paling membutuhkan.

Namun untuk sementara ini, Lynn yang berusia 23 tahun masih terus mengemasi makanan di Matbakh el Kell di Beirut. Menunya sederhana: coleslaw, sepiring nasi, dan beberapa buah. Upah yang diterima dari bekerja di sini ia akui bisa membantu orang tua dan saudara laki-lakinya.

Lynn baru saja menyelesaikan sekolah dan bermimpi suatu hari bisa belajar di universitas. Tetapi banyak yang harus diubah agar impian Lynn bisa terwujud, di Lebanon dan di bagian lain di dunia.


Rusia Usir Diplomat Jepang dan Norwegia dalam Aksi Balasan

Rusia kembali mengumumkan pengusiran diplomat-diplomat asing dari wilayahnya sebagai langkah balasan. Kali ini giliran delapan diplomat Jepang dan tiga diplomat Norwegia yang diusir keluar dari wilayah Rusia.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Kamis (28/4/2022), Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya menuduh Tokyo mengupayakan 'jalan anti-Rusia yang bermusuhan secara terbuka'.

Disebutkan Kementerian Luar Negeri Rusia bahwa Jepang 'mengambil langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hubungan Rusia-Jepang di era modern'. Jepang juga dituduh telah 'meninggalkan hubungan bersahabat, konstruktif dengan Rusia'.

Dalam pengumumannya pada Rabu (27/4) waktu setempat, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan delapan diplomat Jepang itu harus meninggalkan wilayah Rusia paling lambat 10 Mei.

Langkah tersebut membalas Jepang yang pada awal bulan ini mengusir delapan diplomat Rusia dari wilayahnya.

Selain mengusir diplomat Rusia, otoritas Jepang pada saat itu juga mengumumkan akan mengakhiri impor batu bara Rusia terkait invasi Moskow ke Ukraina.

Jepang diketahui mengambil langkah sejalan dengan sekutu-sekutu Barat dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai 24 Februari lalu.

Simak juga 'Sejumlah Diplomat Rusia Mulai Tinggalkan Jepang':

Tokyo memiliki hubungan yang rumit dengan Moskow, di mana upaya untuk menandatangani perjanjian damai pasca Perang Dunia II terhambat oleh sengketa panjang atas pulau-pulau yang disebut Jepang telah 'diduduki secara ilegal' oleh Rusia.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Norwegia mengungkapkan kepada CNN bahwa tiga diplomatnya telah diusir oleh Rusia.

Pengusiran oleh Rusia itu dilakukan setelah otoritas Norwegia pada awal bulan ini mengusir diplomat Moskow dengan jumlah yang sama, dalam merespons dugaan kekejaman oleh pasukan Rusia di kota Bucha, Ukraina.

Pengusiran itu menandai langkah balasan terbaru dari Rusia di tengah pengusiran massal terhadap diplomat-diplomatnya di berbagai negara Eropa terkait invasi ke Ukraina. Selain mengusir diplomat Rusia dari wilayah mereka atas berbagai alasan, negara-negara Eropa juga menjatuhkan rentetan sanksi terhadap Moskow.