• Blog
  • Dolar AS akhiri Agustus di terendah dua tahun

Dolar AS akhiri Agustus di terendah dua tahun

 

News Forex, Index &  Komoditi

( Selasa,  01  September  2020 )

Dolar AS akhiri Agustus di terendah dua tahun

Dolar AS tergelincir terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mencapai level terendah lebih dari dua tahun dan mencatat kerugian empat bulan berturut-turut menyusul perubahan kebijakan Federal Reserve AS terkait inflasi.

Terhadap sejumlah mata uang utama saingannya, dolar terakhir turun 0,08 persen pada 92,161, setelah mencapai level terendah sejak 1 Mei 2018. Dolar turun sekitar 1,5 persen untuk bulan tersebut, menandai Agustus terburuk dalam lima tahun dan periode kerugian bulanan terpanjang sejak musim panas 2017.

Euro yang memiliki bobot terberat di antara enam mata uang dalam keranjang indeks dolar, menguat 0,24 persen menjadi 1,193 dolar, setelah melonjak sekitar 1,4 persen pada Agustus, juga kenaikan bulanan keempat berturut-turut.

Investor menyesuaikan dengan pidato Kamis lalu (27/8/2020) di mana Ketua Fed Jerome Powell menguraikan perubahan kebijakan akomodatif yang diyakini dapat mengakibatkan inflasi bergerak sedikit lebih tinggi dan suku bunga tetap lebih rendah lebih lama.

"Penurunan dolar telah menjadi pemenang akhir-akhir ini, menyusul perubahan kebijakan inflasi Fed, yang akan menjaga suku bunga AS mendekati nol untuk waktu mendatang, dan mempertahankan (dolar AS) di bawah tekanan," tulis analis di Action Economics.

Pernyataan Powell minggu lalu memperkuat tren penurunan dolar. Stimulus The Fed untuk mengimbangi dampak ekonomi dari pandemi virus corona telah mendorong aset-aset berisiko lebih tinggi dan merugikan safe-haven dolar.

"Saya pikir apa yang kami lihat adalah kelanjutan dari pergerakan penurunan dolar yang dimulai pada kuartal kedua. Pesan Fed minggu lalu hanya memperkuat itu," kata Daniel Katzive, kepala strategi valas untuk Amerika Utara, BNP Paribas.

Yen melemah 0,5 persen menjadi 105,87 per dolar karena pandangan bahwa pemimpin Jepang berikutnya akan tetap berada di jalur program kebangkitan ekonomi 'Abenomics'. Yen naik menjadi 105,18 pada Jumat (28/8/2020) setelah pengunduran diri Shinzo Abe sebagai perdana menteri karena alasan kesehatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, yen belum menguat secara proporsional terhadap pelemahan dolar.

“Dolar-yen tetap menarik perhatian yang sangat terlihat bergerak di arah yang salah. Jelas ada beberapa penjelasan berbasis aliran, tetapi saya rasa kita tidak tahu persis apa yang mendorongnya. Saya kira fundamental pada akhirnya akan menang dan Anda akan melihat gangguan pada pasangan itu," kata Katzive.

 

 

 

Dolar AS Melemah Ditengah Spekulasi Suku Bunga Fed Rendah

Dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama pada Selasa (01/09) pagi lantaran kerangka kebijakan baru Federal Reserve terus memicu spekulasi suku bunga AS akan tetap rendah untuk waktu yang lebih lama.

Pukul 09.08 WIB, indeks dolar AS turun 0,21% ke 91,940 menurut data Investing.com. EUR/USD naik 0,28% di 1,1970 dan GBP/USD menguat 0,18% di 1,3393. USD/JPY turun 0,18% di 105,70.

Adapun rupiah turun 0,27% ke 14.600,0 per dolar AS sampai pukul 09.09 WIB.

Melansir Reuters Selasa (01/09) pagi, yen bergerak naik di tengah sentimen para politisi berebut untuk memilih perdana menteri baru menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Shinzo Abe yang mengejutkan minggu lalu.

Kalender data AS minggu ini penuh dengan rilis penting pada manufaktur, barang tahan lama, dan ketenagakerjaan, tetapi hasil positif tampaknya tidak akan menghentikan penurunan dolar karena ekspektasi kuat bahwa suku bunga akan tetap sangat rendah.

Peralihan kebijakan bersejarah The Fed minggu lalu untuk lebih fokus pada inflasi rata-rata dan lapangan kerja yang lebih tinggi berarti memberikan kelonggaran untuk mempertahankan suku bunga acuan rendah untuk waktu yang lebih lama. Ini memicu penurunan dolar AS akibat tekanan jual.

Data yang akan dirilis pada Selasa nanti diperkirakan menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur AS terus meningkat pada bulan Agustus, tetapi ini mungkin tidak cukup untuk mengubah sentimen negatif dolar AS, kata para analis.

 

 

Wall Street dibuka bervariasi, Indeks Dow Jones turun 54,78 poin

Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (AS), dibuka bervariasi pada perdagangan hari Senin pagi waktu setempat, mencapai Agustus terbaik dalam beberapa dekade.

Tak lama setelah bel pembukaan perdagangan, Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 54,78 poin atau 0,19 persen menjadi 28.599,09.

Indeks S&P 500 berkurang 0,69 poin atau 0,02 persen menjadi 3.507,32. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq meningkat 26,35 poin atau 0,23 persen menjadi 11.721,99.

Keduanya, baik indeks 30 saham dan Indeks S&P 500 berada pada jalur Agustus terbaik mereka dalam lebih dari 30 tahun.

Dari 11 sektor utama Indeks S&P 500, sektor energi tergelincir satu persen pada perdagangan pagi, memimpin penurunan. Utilitas meningkat 0,6 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Rata-rata indeks utama Wall Street menyelesaikan pekan lalu dengan catatan optimis yang terlihat dari Indeks Dow Jones yang ditutup positif untuk tahun ini, menghapus kerugian yang disebabkan virus corona. Pada penutupan Jumat, indeks saham blue-chip sekitar tiga persen lebih rendah dari rekor penutupan tertinggi pada 12 Februari.

Untuk pekan yang berakhir Jumat (28/8), Indeks Dow Jones naik 2,6 persen, Indeks S&P 500 melonjak 3,3 persen, dan Indeks Nasdaq naik 3,4 persen.

 

 

Turki Siap Tumpahkan Darah Perang Lawan Yunani

Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan, Turki tidak takut menghadapi kekuatan militer negara untuk melindungi hak kedaulatan negara.

Pernyataan itu dilontarkan Erdogan dalam pidato dalam upacara kelulusan mahasiswa Sekolah Tinggi Perang Universitas Pertahanan Nasional di hari perayaan Angkatan Bersenjata.

Bahkan, Erdogan mengancam tak hanya mengerahkan pasukannya jika terjadi perang. Tapi juga mengerahkan 83 juta penduduk negara itu. Dan siap menumpahkan darah dan mengorbankan nyawa demi kemerdekaan.

"Setiap rintangan yang kita lewati meningkatkan rasa percaya diri kita. Posisi yang kita raih berkat Tuhan Yang Maha Esa dan kemudian dengan dukungan bangsa kita, membuat kita melihat ke depan dengan lebih percaya diri. Siapa pun yang berencana untuk menghadapi kami di darat, laut, dan udara telah melihat tekad Turki untuk melindungi hak, kepentingan, dan kemampuannya yang mendapatkan legitimasi dari hukum internasional," kata Erdogan dalam siaran resmi, Senin (31/8/2020).

"Dan siapa pun yang tidak melihatnya, pastikan dia akan menghadapi kenyataan ini di lapangan, di meja diplomatik, dan di forum internasional. Kami tidak takut dengan perjuangan dan konfrontasi. Dalam menghadirkan para martir dan yang terluka dalam perjuangan kami, dan demi kemerdekaan dan masa depan kami, kami semua, 83 juta orang, jangan ragu untuk berubah menjadi banjir besar dan menghancurkan bendungan tanah yang menghadap kami," tambahnya.

Menurut Erdogan, dalam sejarah, Turki tak pernah merebut wilayah kedaulatan negara lain dengan semena-mena menggunakan kekuatan militer. Karena itulah Turki tak pernah memiliki sejarah buruk tentang penjajahan ke negara lain.

"Turki tidak pernah menjadi negara agresif sepanjang sejarahnya.Bangsa Turki adalah salah satu bangsa langka yang tidak memiliki noda kolonial di masa lalu. Peradaban kita adalah peradaban penaklukan. Dan kumis mereka," kata Erdogan.

Pernyataan ini dilontarkan Erdogan menyusul memanasnya situasi di Laut Mediterania timur. Perang terancam pecah di perairan itu terkait masalah batas wilayah negara dengan Yunani.

Turki dan Yunani saat ini sama-sama telah mengerahkan armada tempur ke Mediterania Timur. Malahan, Yunani telah mendatangkan militer asing untuk mendukung mereka seperti dari Prancis dan juga dari Uni Emirat Arab.

Situasi di Laut Mediterania timur memanas setelah Turki memindahkan pasukannya dari Laut Hitam ke perairan itu. Pemicunya, Turki marah besar atas perjanjian batas maritim yang secara sepihak disepakati Yunani dan Mesir.

Turki tak terima dengan hasil kesepakatan dalam perjanjian yang dibuat Yunani dan Mesir. Sebab, sebelum ada perjanjian itu, Turki sempat meredakan ketegangan di Mediterania dengan menunda eksplorasi survei seismik yang digagas Stasiun Antalya Navtex di selatan dan timur Pulau Kastellorizo Yunani.

Turki menunda semua aktivitas seismik untuk menghargai penolakan yang dilayangkan Yunani terkati Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Namun setelah Yunani dan Mesir menandatangani perjanjian ZEE, Turki juga nekat melanjutkan survei dengan kembali melayarkan Kapal Oruc Reis dengan dikawal kapal-kapal perang.

 

 

 

 

 

Saham Tokyo dibuka sedikit lebih rendah karena aksi ambil untung

Saham-saham Tokyo dibuka sedikit lebih rendah pada perdagangan Selasa pagi, karena mengikuti kenaikan pasar baru-baru ini, para investor memilih untuk mengamankan keuntungan mereka.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) berkurang 40,88 poin atau 0,18 persen, dari tingkat penutupan Senin (31/8/2020), menjadi diperdagangkan di 23.098,88 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo kehilangan 6,48 poin atau 0,40 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.611,70 poin.

Saham-saham perusahaan yang terkait dengan asuransi, real estat dan transportasi darat termasuk yang paling banyak menurun pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

 

 

 

Saham China dibuka lebih rendah lanjutkan penurunan sehari sebelumnya

Saham-saham China dibuka lebih rendah pada perdagangan Selasa pagi, melanjutkan penurunan sehari sebelumnya menyusul aksi ambil untung investor dari kenaikan dua hari beruntun sebelumnya.

Indeks Komposit Shanghai dibuka melemah 0,17 persen menjadi diperdagangkan pada 3.389,74 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen di bursa kedua China dibuka 0,21 persen lebih rendah menjadi diperdagangkan di 13.729,39 poin. Sementara itu, indeks ChiNext yang mencatat saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, dibuka merosot 0,26 persen menjadi diperdagangkan pada 2.721,18 poin.

 

 

 

 

 

 

Kasus Corona AS Tembus Angka 6 Juta

Kasus virus corona di Amerika Serikat menembus angka enam juta pada Senin (31/8) waktu setempat.

Berdasarkan data terbaru dari John Hopkins University (JHU), AS memiliki 6.002.615 kasus Covid-19 dan 183.203 kematian.

JHU mencatat kasus pertama corona di AS ditemukan pada 21 Januari 2020.

Melansir dari CNN, AS hanya butuh waktu 99 hari untuk mencapai angka kasus satu juta, tepatnya 28 April 2020. Kemudian 43 hari berselang, tepatnya 10 Juni kasus positif corona mencapai angka dua juta.

Setelah menyentuh angka dua juta, kasus positif corona AS terus melonjak, dan 8 Juli mencapai 3 juta. Selanjutnya pada 23 Juli angka kasus positif menyentuh angka 4 juta.

Selain AS, hanya ada dua negara lain di dunia yang kasus positif corona lebih dari angka satu juta, yakni Brasil dengan 3.862.000 kasus dan India 3.621.000 kasus.

Virus corona mulai merebak sejak akhir 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Diduga virus itu berasal dari hewan lalu menular kepada manusia. Virus itu kemudian menyebar ke penjuru negeri dan bahkan lintas negara.

Hingga hari ini, Selasa (1/9) JHU, mencatat ada 25.307.609 kasus positif Covid-19 di dunia. Dari jumlah itu, 847.624 meninggal dunia, sementara 16.666.894 orang dinyatakan sembuh.

 

 

Hong Kong Mulai Uji Vaksin Virus Corona Massal

Hong Kong akan mulai melakukan uji vaksin virus corona massal pada Selasa (1/9).

Tes yang dilakukan sukarela ini menjadi bagian dari upaya untuk membasmi gelombang ketiga infeksi virus corona yang dimulai pada akhir Juni. Hong Kong pun mulai kembali menerapkan langkah-langkah seperti jarak sosial yang cukup memukul perekonomian.

Dikutip dari AFP, program uji vaksin corona massal tersebut telah terhambat karena keterlibaran perusahaan dan dokter asal China. Sejak pendaftaran dimulai pada Sabtu lalu, sekitar 510.000 orang telah mendaftar untuk mengikuti tes gratis.

Jumlah ini sekitar tujuh persen dari 7,5 juta penduduk kota. Lebih dari separuh dari 141 pusat tes komunitas di seluruh kota telah dipesan penuh untuk hari pertama.

Tetapi para ahli kesehatan yang menasihati pemerintah mengatakan sebanyak lima juta orang mungkin perlu diuji agar skema tersebut secara komprehensif mengungkap transmisi tersembunyi dan mengakhiri gelombang saat ini.

Hong Kong telah mencatat lebih dari 4.800 infeksi sejak virus pertama kali menyerang kota itu pada akhir Januari, tetapi sekitar 75 persen dari kasus tersebut terdeteksi sejak awal Juli.

Tes akan berjalan antara seminggu dan dua minggu tergantung pada permintaan publik dengan jumlah yang dibatasi setiap hari untuk mengurangi risiko infeksi.

 

 

Mantan Presiden India Meninggal karena Tertular Corona

Mantan presiden India Pranab Mukherjee meninggal karena tertular dan dinyatakan positif virus Corona Senin setelah beberapa minggu dirawat di rumah sakit. Ia meninggal pada usia 84 tahun.

Mukherjee mengalami syok septik setelah terserang infeksi paru-paru. Kondisi medisnya sudah menurun sejak Minggu, kata rumah sakit itu.

Mukherjee adalah politisi veteran yang menjabat sebagai menteri luar negeri dan keuangan pada pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh partai Kongres, yang sekarang menjadi oposisi.

"Dia meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada lintasan pembangunan bangsa kita," cuit Perdana Menteri India Narendra Modi.

Modi di Twitter mengunggah foto dirinya sedang menyentuh kaki Mukherjee sebagai penghormatan.

"Seorang sarjana yang lebih hebat, seorang negarawan yang tinggi, dia dikagumi di seluruh spektrum politik dan oleh semua lapisan masyarakat."

 

 

Turki Kutuk Perobek Alquran di Norwegia

Turki mengutuk keras aksi penistaan kitab suci Alquran dalam demonstrasi yang diorganisir oleh kelompok anti-Islam di Norwegia.

Pada protes anti-Islam yang diadakan oleh kelompok sayap kanan Hentikan Islamisasi Norwegia (SION) di Ibu Kota Oslo pada Sabtu, seorang pengunjuk rasa merobek halaman alquran dan meludahinya.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu, Kementerian Luar Negeri Turki berharap tindakan seperti itu dapat dicegah.

Mencatat bahwa Turki akan melanjutkan perjuangannya melawan gerakan fasis dan rasis, kementerian meminta politisi dan otoritas Eropa untuk menanggapi isu ini dengan serius dan melakukan upaya dalam masalah ini.

"Tindakan penodaan kitab suci umat Islam itu telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di negara-negara Skandinavia yang mengklaim bahwa mereka memimpin dalam segi demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum," tambah pernyataan itu.

Sebelumnya pada Jumat, alquran juga dibakar oleh pendukung Rasmus Paludan, pemimpin partai sayap kanan Denmark Stram Kurs, di Malmo, Swedia.

 

 

Terkuak Bukti-bukti Israel Kuasai Pasar Senjata Internasional

Fakta menunjukkan, industri senjata Israel sudah sangat maju dan mampu memproduksinya dalam jumlah yang melimpah. Karena itu, target produksi sebenarnya untuk pasar ekspor, tak lagi untuk kepentingan domestik.

Sebuah laporan yang disusun oleh Amnesti International, OXFAM International, dan International Action Network on Small Arms (IANSA) menyebutkan, sejak 2005.

Israel menjadi pemain dominan di pasar senjata internasional dengan dua pertiga produksi senjata mereka diekspor ke negara-negara lain. Pasar utamanya adalah negara-negara berkembang.

Dalam daftar 100 industri senjata terbesar dunia, Israel menempatkan empat perusahaannya, yaitu Elbit, RAFAEL, IMI (Israel Military Industries), dan IAI (Israel Aircraft Industries). Bahkan, diduga industri senjata yang ada di Singapura sebenarnya milik Israel.

Sokongan senjata gratis dari AS disebut sebagai penyebab suplai senjata di Israel sangat berlebihan. Pada kasus 2002 saja, aliran gratis dari AS, jumlah dan nilainya sangat besar. Pemberian senjata dan amunisi tersebut sebagai bagian dari program Excess Defense Articles (EDA), yang membuat Israel bisa secara gratis menerima suplai senjata dari AS.

Pada periode 1994-2001, AS mengirimkan secara gratis 64.744 senapan M-16A1, 2.469 peluncur granat M-204, serta 1.500 senapan mesin M-2 kaliber 50 dan amunisi kaliber 30, 50, dan 20 mm.

Sejak 1976, menurut William D Hartung and Frida Berrigan dari World Policy Institute, Israel telah menjadi penerima terbesar bantuan dari AS tiap tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan Congressional Research Service, bantuan AS untuk Israel dalam setengah abad terakhir mencapai 81,3 miliar dolar AS.

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel tetap penerima bantuan terbesar militer dan ekonomi AS.

Bantuan per tahun bisa mencapai 3 miliar dolar AS, sebesar 1,8 miliar dolar AS tiap tahun berupa hibah program Foreign Military Financing (FMF) dari Departemen Pertahanan serta tambahan 1,2 miliar dolar AS dalam program Economic Support Funds (ESF) dari Departemen Luar Negeri. Pada dekade terakhir, hibah FMF ke Israel bisa mencapai 18,2 miliar dolar AS.

Bahkan dalam dokumennya, The Jewish Federation of North America dan Israel Action Network menyebutkan, sejak 1985, Amerika Serikat telah memberikan 3 miliar dolar AS dalam bentuk hibah setiap tahun untuk Israel. Hampir semua bantuan ke Israel dalam bentuk bantuan militer.

Hampir 75 persen dari dana tersebut digunakan untuk membeli alutsista AS dari perusahaan-perusahaan Amerika. Israel dan AS juga bekerja sama secara luas dalam pengembangan militer lainnya, seperti pertahanan rudal, program penelitian dan pengembangan bersama, latihan militer besar-besaran, dan berbagi intelijen.

Secara ekonomi, kini Israel merasa sudah bisa mandiri. Bahkan, diyakini daftar orang-orang terkaya di seluruh dunia adalah mereka yang berdarah Yahudi atau mewarisi keturunan Yahudi. Posisi-posisi strategis di negara-negara kuat pun sudah dipengaruhi oleh kekuatan Yahudi. Mereka benar-benar mampu menerapkan strategi pembelahan sel ke seluruh penjuru dunia.

Kapal India di Laut China Selatan hingga AS Sanksi Ilmuwan

Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Senin (31/8). Mulai dari India kerahkan kapal perang ke Laut China Selatan hingga Amerika Serikat jatuhkan sanksi ilmuwan Rusia pengembang vaksin corona.

  1. Susul AS, India Kerahkan Kapal Perang ke Laut China Selatan

India dilaporkan mengerahkan kapal perang ke Laut China Selatan, buntut dari bentrokan dengan China di perbatasan Himalaya.

Tentara China dan India sempat terlibat bentrokan pada 15 Juni lalu di lembah Galwan di Ladakh.

Dalam bentrokan tersebut, India mengatakan 20 pasukannya tewas, sementara China tidak mengungkap adanya korban jiwa.
Langkah India itu menuai protes dari Tiongkok, mereka melayangkan keberatan.

China menolak kehadiran kapal Angkatan Laut India di perairan yang hampir seluruh wilayahnya mereka klaim.

  1. Pemikir AS Noam Chomsky Dukung Veronica Koman

Pemikir asal Amerika Serikat, Noam Chomsky, dilaporkan menyatakan dukungan terhadap advokat hak asasi manusia, Veronica Koman, yang didesak untuk mengembalikan dana beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

"Represi dan kekerasan yang mengejutkan di Papua Barat adalah kejahatan besar saat ini. Veronica Koman telah bekerja dengan keberanian dan integritas untuk membela HAM orang Papua Barat, dan sekarang menghadapi hukuman yang berat atas pekerjaan terhormatnya. Setiap upaya harus dilakukan untuk membelanya dari tuduhan tidak beralasan ini, dan untuk mengakhiri rezim brutal yang mencekik Papua Barat," demikian pernyataan Chomsky, seperti dikutip dari laman chuffed.org, Senin (31/8).

Tokoh Papua, Mama Yosepha Alomang, juga menyampaikan dukungan terhadap Veronica. Dia menegaskan agar semua pihak membantu perempuan yang kini menetap sementara di Australia itu.

  1. AS Jatuhkan Sanksi Ilmuwan Rusia Pengembang Vaksin Corona

Amerika Serikat dilaporkan menjatuhkan sanksi terhadap peneliti dan spesialis Rusia yang mengembangkan vaksin virus corona.
Hal itu dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, pada Jumat (28/8) waktu setempat.

Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan AS telah memasukkan dua pusat riset Kementerian Pertahanan Rusia, serta Institut Penelitian Ilmiah Kimia Organik dan Teknologi Negara di Moskow ke dalam daftar hitam.

Pihak berwenang Amerika mengklaim bahwa mereka memberi sanksi atas dugaan terlibat dalam program kimia Rusia dan fasilitas pengujian senjata biologis.
Zakharova menganggap tindakan AS memasukkan tiga lembaga penelitian ilmiah Rusia ke dalam daftar hitam sudah keterlaluan.

 

 

 

 

 

 

 

Kecam Nazi, Tapi Israel Tak Berkaca pada Tindakan Sendiri

Sudah banyak menilai banyak kemiripan penderitaan rakyat Gaza itu dengan kekejaman serupa yang pernah dialami orang-orang Yahudi di Eropa Timur, terutama di Ghetto Warsawa, Polandia, yang saat itu dicaplok Nazi.

Analogi itu, mencuat pada 2008-2009 silam, ketika Israel —lewat Operasi Cast Lead— membombardir Gaza dan membunuh 1.440 warganya. Saat itu, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat di antara yang terbunuh adalah 431 anak-anak dan 114 perempuan.

Adanya kemiripan itu, antara lain disampaikan Profesor William Robinson, sosiolog Universitas California.

 “Gaza adalah Warsawanya Israel, sebuah kamp konsentrasi yang luas, yang memenjarakan dan mem blokade orang Palestina, membunuh mereka perlahanlahan dengan kekurangan pangan, penyakit, dan keputusasaan, sebelum kemu dian dibunuh dengan cepat oleh bom-bom Israel. Kita semua menjadi saksi dari sebuah genosida yang berlangsung perlahan-lahan,” katanya dalam email yang dikirimkan kepada para mahasiswanya.

Surat elektronik yang semula dimaksudkan untuk memancing diskusi dengan para mahasiswanya, itu, kemudian menyebar, dan membikin gerah Zionis-Israel dan para pendukungnya.

Sebuah organisasi lobi pro-Israel, Liga Anti-Fitnah (Anti-Defa mation League), mempersoalkan isi email itu dan menuntut Universitas California, Santa Barbara, tempat William mengajar, melakukan investigasi dan memecatnya.

Cukup lama soal ini diproses, dan memancing kontroversi, sampai akhirnya pihak universitas menyatakan itu merupakan bagian dari kebebasan akademik, sehingga tak bisa dituntut.

Gara-gara emailnya yang bikin heboh itu, Prof William akhirnya dicap antisemit, meski dia sendiri seorang Yahudi. Cap antisemit, merupakan cap yang bisa merepotkan di Barat sana. William sendiri mengaku bingung, sebab kritiknya terhadap kebijakan Israel telah dicampuradukkan dengan tuduhan antisemit.

“Itu seperti mengatakan saya adalah anti-Amerika, karena saya mengecam pemerintah AS atas invasinya di Irak. Itu absurd, dan tidak punya basis argumen… saya sendiri adalah Yahudi,” katanya.

Selain disampaikan Prof William, Aljazeera mencatat analogi Gaza dengan Ghetto Warsawa itu mula-mula dimunculkan kalangan blogger, dansejumlah media utama. Gambaran lain yang juga sama buruknya, yaitu membandingkan okupasi Israel dengan apartheid di Afrika Selatan, telah kian banyak diterima masyarakat dunia, ter masuk di Israel sendiri.

Namun, perbandingan itu terlalu lemah untuk memunculkan gambaran penderitaan rakyat Gaza sesung guhnya. Sehingga, Gaza kemudian disandingkan dengan Ghetto Warsawa, terutama untuk menarik perhatian media Barat.

“Itu gambaran yang tak terhindarkan, terutama setelah perang 2008 dimulai,” tulis Al Jazeera.

Tapi, bukan berarti analogi tersebut hanya menjadi propaganda yang dipaksakan. Nyatanya, memang banyak kemiripan Gaza dengan Ghetto Warsawa. Ghetto, adalah bagian dari sebuah kota di mana kalangan minoritas ditempatkan, khususnya untuk melakukan tekanan sosial, hukum, dan ekonomi. Ghetto Warsawa, adalah ghetto terbesar di Polandia, yang pada Perang Dunia II menjadi wilayah caplokan Nazi.

Di sana, 400 ribu orang Yahudi mendiami kawasan 3,4 kilometer persegi. Ghetto itu dikelilingi tembok setinggi tiga meter, yang di atasnya dipasangi kawat berduri, dan sekelilingnya dijaga pasukan yang siap mengokang senjata.

Gambaran seperti itu, kini terlihat di Gaza. Tembok yang dibangun Israel untuk memblokade Gaza, bahkan lebih tinggi, yaitu delapan meter, dengan panjang 60 kilometer.

Ditambah 10 kilometer tembok yang di bangun Mesir atas bantuan AS, total tembok yang mengelilingi Gaza sekitar 70 kilometer, atau separuh panjang Tembok Berlin. Semen tara, bagian Gaza yang berhadapan dengan Laut Mediterania, juga diblokade, dan terus ditongkrongi kapal-kapal perang Israel, menjadikan kawasan laut ini pun bak tem bok tak kasat mata.

Noam Chomsky, pakar politik dan linguistik Amerika, menyebut Gaza —yang luasnya 360 ki lometer persegi, dengan penduduk sekitar 1,5 juta orang— penjara terbuka terbesar di dunia. Dan, sekali perang pecah di kawasan padat penduduk itu, warga sipil pun langsung terjebak di zona perang, dan mereka tidak bisa lari ke manapun.

Pengepungan Israel atas Gaza —yang dibantu Mesir, dengan 10 kilometer temboknya di perbatasan Rafah— telah membangkitkan memori banyak orang tentang kontrol mutlak Nazi atas Ghetto Warsawa. Dan, bila warga Ghetto Warsawa dikirim ke kamp konsentrasi untuk dibunuh di kamar gas, di Gaza warganya dibunuhi dengan ribuan ton bom.

Selain pembangunan tembok di sekeliling nya, dan tembak mati bagi yang berani melintasinya, masih banyak persamaan Gaza dengan Ghetto Warsawa. Ghetto Warsawa, juga ghetto-ghetto lainnya, dihuni orang-orang Yahudi yang dipaksa keluar dari rumahnya, kemudian digiring menuju salah satu sudut kota. Sementara, kebanyakan warga Gaza, adalah pengungsi dan keturunan nya, yang terusir dari rumah-rumah mereka pada Perang 1948.

Restriksi bagi warga Gaza dalam mendapatkan makanan, air, dan keperluan medis, dan peningkatan kasus kurang gizi dan pengangguran, juga membangkitkan memori pada Nazi, yang mencekik ghetto secara perlahan, seperti yang digambarkan Richard Falk, mantan pelapor khusus PBB tentang hak-hak asasi bangsa Palestina.

Terowongan-terowongan yang dibangun di Gaza, juga sama seperti di Ghetto War sawa. Ketika orang-orang Yahudi menggu nakan terowongan untuk menyelundupkan makanan dan barang-barang penting lainnya ke dalam ghetto.

Pada 29 Februari 2008 lalu, Wakil Menteri Pertahanan Israel, Matan Vilnai, juga menggunakan istilah yang berbau holocaust untuk Gaza. Dia mengatakan bangsa Pales tina akan membawa Shoah yang bahkan lebih besar kepada diri mereka sendiri, jika mereka tidak berhenti menembakkan roket al-Qassam ke Israel. Shoah adalah perkataan Ibrani untuk holocaust.

Bahkan, satu lagi gambaran yang meng hubungkan Gaza dengan Ghetto Warsawa, adalah apa yang digambarkan oleh petinggi Hamas, Mahmoud al-Zahar. Dia kerap menggambarkan serangan Israel ke Gaza sebagai sebuah perang total. Bahasa ini, tulis Al Jazeera, jelas dimaksudkan untuk menghubungkan aksi Israel di Gaza sebagai sebuah genosida, seperti yang dilakukan Jerman selama Perang Dunia II.

“Jika semua perbandingan ini telah terjadi, maka perbandingan Gaza-Ghetto Warsawa akan benar-benar nyata, menjadi sebuah holocaust untuk bangsa Palestina.” Apa yang dilakukan Israel terhadap Muslim-Palestina ini, sangat jauh berbeda dengan yang pernah dilakukan Muslim kepada Yahudi di masa silam.