• Blog
  • News  Forex, Index & Komoditi (Selasa, 26 April 2022 )

News  Forex, Index & Komoditi (Selasa, 26 April 2022 )

Wall Street Menghijau, Nasdaq Naik Tajam Setelah Twitter Setuju Dibeli oleh Elon Musk

Indeks utama Wall Street kompak menguat pada akhir perdagangan Senin (25/4), dengan Nasdaq melonjak tajam setelah Twitter setuju untuk dibeli oleh Elon Musk. Hal ini mendorong reli saham pertumbuhan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 238,06 poin atau 0,70% ke 34.049,46, S&P 500 naik 24,34 poin atau 0,57% ke 4.296,12 dan Nasdaq Composite naik 165,56 poin atau 1,29% ke 13.004,85.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 12,8 miliar saham, dengan rata-rata 12,7 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Mengutip Reuters, saham Twitter naik 5,6% setelah mengumumkan akan dibeli oleh Musk dalam kesepakatan yang akan mengalihkan kendali raksasa media sosial itu ke orang terkaya di dunia.

Indeks S&P 500 diperdagangkan di wilayah negatif untuk sebagian besar sesi tetapi memperpanjang kenaikan setelah pengumuman Twitter. Indeks pertumbuhan S&P 500 berakhir lebih dari 1%, juga bangkit kembali dari penurunan sebelumnya.

"Anda dapat mengatakan pertumbuhan ingin reli sepanjang hari tetapi pasar menahannya. Berita Twitter datang dan itu hanya lampu hijau untuk mulai membeli beberapa saham pertumbuhan. Mereka telah oversold untuk sementara waktu," kata Dennis Dick, seorang pedagang di Bright Trading LLC seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, ketidakpastian bergema di pasar dunia, dengan saham China menandai kemerosotan terbesar mereka sejak penjualan yang dipimpin pandemi pada Februari 2020 dan saham Eropa jatuh ke level terendah dalam lebih dari sebulan di tengah kekhawatiran pembatasan ketat di China.

Indeks energi S&P turun 3,3% karena harga minyak mentah Brent turun hampir 5% menuju US$ 100 per barel.

Saham perusahaan minyak Chevron Corp dan ExxonMobil turun lebih dari 2%, dan saham perusahaan jasa ladang minyak Schlumberger NV dan Halliburton Co juga turun lebih dari 6%.

Saham pemilik Google Alphabet menguat 2,9% menjelang laporan kuartalannya setelah bel pada hari Selasa. Saham Microsoft dan pemilik Facebook Meta Platform juga naik.

Hampir sepertiga dari perusahaan indeks S&P 500 akan melaporkan kinerjanya minggu ini. Dari 102 perusahaan di S&P 500 yang membukukan pendapatan sejauh ini, 77,5% dilaporkan di atas ekspektasi analis, menurut data Refinitiv.

"Penghasilan akan menjadi sangat penting bagi pola pikir investor rata-rata. Buku pedomannya adalah membeli Apple, membeli Netflix, membeli Google dan membuang kuncinya, tetapi pedoman itu tidak lagi berfungsi," kata Jake Dollarhide, chief executive officer di Manajemen Aset Longbow.

"Bagaimana prospek perusahaan-perusahaan ini nantinya?" imbuhnya.

Pedagang menilai langkah besar The Fed tahun ini untuk mengendalikan inflasi setelah serangkaian pernyataan hawkish dari pembuat kebijakan.

Gubernur Fed Jerome Powell pekan lalu memberikan tanda melangkah ke kenaikan suku bunga setengah persen pada bulan Mei dan mengisyaratkan dia akan terbuka untuk memuat mundurnya bank sentral AS dari kebijakan moneter longgar.

AS Pasok Senjata Tambahan ke Ukraina, Rusia Beri Peringatan Ini

Rusia memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina, Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov mengatakan pada Senin (25/4).

"Kami menekankan situasi ini tidak bisa diterima ketika Amerika Serikat menuangkan senjata ke Ukraina, dan kami menuntut diakhirinya praktik ini," katanya dalam sebuah wawancara dengan Rossiya 24, seperti dikutip Reuters.

Menurut Antonov, sebuah catatan diplomatik resmi telah Moskow kirim ke Washington untuk mengungkapkan keprihatinan Rusia. Sebab, pasokan senjata dari AS akan semakin memperburuk situasi dan meningkatkan risiko konflik.

Menteri Pertahanan AS bertemu dengan Presiden Ukraina Volodomyr Zelenskyy di Kyiv pada Minggu (24/4) malam, menjanjikan bantuan baru senilai US$ 713 juta untuk Ukraina dan negara-negara lain di kawasan yang khawatir akan agresi Rusia.

Sebelumnya pada April lalu, Presiden AS Joe Biden mengumumkan tambahan US$ 800 juta dalam bantuan militer ke Ukraina, memperluas cakupan sistem yang negeri paman Sam sediakan untuk memasukkan artileri berat.

Zelenskyy telah memohon kepada para pemimpin AS dan Eropa untuk memasok Kyiv dengan senjata dan peralatan yang lebih berat.

Ribuan orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi sejak Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari dalam apa yang Moskow sebut "operasi militer khusus" untuk "demiliterisasi" negara tetangganya.

Invasi Rusia juga menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas antara Rusia dan Amerika Serikat, sejauh ini merupakan dua kekuatan nuklir terbesar di dunia.

Presiden Vladimir Putin mengatakan, "operasi militer khusus" di Ukraina karena AS menggunakan Kyiv untuk mengancam Rusia, dan Moskow harus bertahan melawan penganiayaan terhadap orang-orang berbahasa Rusia.

Twitter Siap Setujui Penjualan Saham ke Elon Musk dengan Harga US$ 43 Miliar

Twitter Inc siap untuk menyetujui penjualan saham ke Elon Musk dengan harga US$ 43 miliar secara tunai, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.

Twitter akan mengumumkan kesepakatan US$ 54,2 per saham pada Senin (25/4), setelah dewan direksi bertemu untuk merekomendasikan transaksi tersebut kepada pemegang saham perusahaan media sosial, sumber-sumber Reuters mengatakan.

Hanya, tetap terbuka kemungkinan kesepakatan itu runtuh pada menit-menit terakhir, sumber-sumber Reuters menambahkan.

Musk, orang terkaya di dunia menurut penghitungan Forbes, sedang bernegosiasi untuk membeli Twitter dalam kapasitas pribadi dan Tesla tidak terlibat dalam kesepakatan itu.

Twitter sejauh ini belum bisa mengamankan ketentuan "go-shop" di bawah perjanjian dengan Musk yang akan memungkinkannya untuk meminta tawaran lain setelah kesepakatan ditandatangani, menurut sumber-sumber tersebut.

Namun, Twitter akan diizinkan untuk menerima tawaran dari pihak lain dengan membayar biaya perpisahan kepada Musk, sumber-sumber tersebut mengungkapkan.

Sumber-sumber Reuters meminta anonimitas karena masalah ini bersifat rahasia. Twitter dan Musk tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Saham Twitter naik 4,5% dalam perdagangan pra-pasar di New York pada Senin di harga US$ 51,15.

Sebelumnya, Musk, CEO Tesla, menyatakan, tawarannya merupakan yang "terbaik dan terakhir". "Dan jika tidak diterima, saya perlu mempertimbangkan kembali posisi saya sebagai pemegang saham," kata Musk.

Belanja Militer Global Cetak Rekor Tertinggi Baru, Rusia di Atas Rata-Rata Dunia

Belanja militer global naik lagi pada 2021, mencetak rekor baru ketika Rusia terus meningkatkan anggaran sebelum invasi ke Ukraina. Tren tersebut akan berlanjut, di Eropa khususnya.

Terlepas dari kejatuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19, negara-negara di seluruh dunia meningkatkan persenjataan mereka, dengan pengeluaran militer global meningkat 0,7% tahun lalu, menurut laporan Stockholm International Peace Research Institute (Sipri).

"Pada 2021, belanja militer naik untuk ketujuh kalinya berturut-turut mencapai US$ 2,1 triliun. Itu adalah angka tertinggi yang pernah kami miliki," kata Diego Lopes da Silva, peneliti senior Sipri, kepada AFP seperti dikutip Channel News Asia.

Pengeluaran militer Rusia tumbuh 2,9%, tahun ketiga pertumbuhan berturut-turut, menjadi US$ 65,9 miliar.

Anggaran pertahanan menyumbang 4,1% dari produk domestik bruto (PDB) Rusia, "jauh lebih tinggi dari rata-rata dunia", dan menjadikan Moskow pembelanja terbesar kelima di dunia, Lopes da Silva mengatakan.

Penerimaan dari sektor minyak dan gas yang tinggi membantu Rusia meningkatkan belanja militer. Lopes da Silva mencatat, negeri beruang merah melihat peningkatan tajam dalam anggaran pertahanan menjelang akhir tahun.

"Itu terjadi ketika Rusia mengumpulkan pasukan di sepanjang perbatasan Ukraina, sebelum, tentu saja, invasi ke Ukraina pada Februari," ungkapnya.

Di sisi lain, belanja militer Ukraina melonjak 72% sejak aneksasi Krimea oleh Rusia. Tapi, pengeluaran menurun lebih dari 8% pada 2021 menjadi US$5,9 miliar, masih menyumbang 3,2% dari PDB Ukraina.

Ketika ketegangan meningkat di Eropa, lebih banyak negara anggota NATO yang meningkatkan belanja militer.

Delapan negara anggota NATO tahun lalu mencapai target belanja militer 2% dari PDB. Lopes da Silva memperkirakan, anggaran pertahanan di Eropa bakal terus tumbuh.

Sementara Amerika Serikat (AS), yang jauh melebihi negara lain dengan US$ 801 miliar, sebenarnya bertentangan dengan tren global dan menurunkan belanja militernya 1,4% pada 2021.

Bank Sentral Eropa Segera Akhiri Stimulus dan Kerek Bunga Acuan di Juli Mendatang

Ikuti langkah Amerika Serikat, pengetatan kebijakan moneter dan kenaikan bunga acuan bakal menjalar ke seluruh penjuru dunia. Uni Eropa misalnya ingin mengakhiri skema pembelian obligasi secepat mungkin dan menaikkan suku bunga pada Juli 2022, mengutip Reuters pada Senin (25/4).

Bank Sentral Uni Eropa (ECB) telah menghapus stimulus pada kecepatan paling lambat tahun ini. Namun langkah ini terbentur oleh lonjakan inflasi.

Kendala besar sejauh ini berada pada perkiraan jangka panjang masih menunjukkan inflasi turun kembali di bawah target 2% ECB. Namun, perkiraan baru yang dirumuskan pada 14 April lalu, ECBl memperkirakan inflasi 2024 melebihi target, bank sentral.

"Itu hanya lebih dari 2% sehingga dalam interpretasi saya semua kriteria untuk menaikkan suku bunga sekarang telah terpenuhi," kata salah satu sumber, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Anggota Dewan Pengatur telah lama mengkritik ECB karena meremehkan inflasi, yang mencapai 7,5% bulan lalu, dan mereka menganggap proyeksi baru sebagai langkah untuk mengakui kenyataan yang sesungguhnya. "Ketika kepala ekonom, Philip Lane mempresentasikan angkanya, orang-orang justru bertepuk tangan," kata sumber lain.

Seorang juru bicara ECB menolak berkomentar. Kendati demikian, belum ada proposal kebijakan yang diajukan pada pertemuan ECB berikutnya yang akan berlangsung pada 9 Juni mendatang.

Presiden ECB Christine Lagarde pada hari Jumat mengatakan pembelian obligasi akan berakhir pada awal kuartal ketiga dan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini.

Hampir semua sumber mengatakan bahwa mereka melihat setidaknya dua kenaikan suku bunga tahun ini. Ini sangat tergantung pada bagaimana pasar mencerna pergerakannya suku bunga tersebut.

Pasar memperkirakan kenaikan sekitar 85 basis poin untuk tahun ini, jadi lebih dari tiga pergerakan 25 basis poin. Ini akan mengembalikan suku bunga deposito minus 0,5% ke wilayah positif untuk pertama kalinya sejak 2014.

Para pembuat kebijakan menyebut normalisasi bauran moneter harus berarti kembali ke tingkat suku bunga netral. Mereka ingin aturan yang diambil  tidak merangsang atau menahan pertumbuhan.

Mereka menempatkan ini di sekitar 1% hingga 1,25%, jadi 150 hingga 175 basis poin di atas kurs saat ini. "Mencapai level ini pada akhir 2023 bisa masuk akal," kata sumber lainnya.

Sebenarnya. suku bunga EBS hanya bisa naik dengan syarat pembelian obligasi sudah selesai. Lalu  semua dari  9 pembuat kebijakan yang berbicara dengan syarat anonim. Ini harus terjadi pada 30 Juni atau 1 Juli mendatang. .

Artina, ECB akan berada dalam posisi pada pertemuan 21 Juli untuk menaikkan suku bunga. "Kecuali jika prospeknya berubah secara dramatis, saya akan memilih Juli," kata sumber ketiga.

Beberapa sumber, bagaimanapun, mengatakan mereka masih lebih suka menunggu sampai September, sebagian karena perkiraan baru akan tersedia saat itu dan sebagian untuk menghindari langkah kebijakan utama selama bulan-bulan musim panas, ketika likuiditas lebih rendah.

ECB terakhir menaikkan suku bunga pada 2011 menjelang krisis utang blok itu. Namun  langkah ini dinilai sebagai kesalahan kebijakan terbesarnya hingga saat ini. "Kenangan tentang gerakan itu masih menghantui kami. Beberapa orang takut membuat kesalahan serupa,” kata sumber keempat.

Di sisi lain, Federal Reserve AS diperkirakan akan melakukan pengetatan lebih cepat. Pasar melihat pengetatan senilai hampir 250 basis poin tahun ini dengan kenaikan 50 basis poin pada beberapa pertemuan.

Semua pembuat kebijakan ECB menekankan, bagaimanapun, bahwa prospek dapat berubah secara radial sampai saat itu karena invasi Rusia ke Ukraina merupakan ancaman terus-menerus terhadap kepercayaan dan pandemi COVID-19 juga belum berakhir.

Beberapa pembuat kebijakan mengatakan bahwa resesi teknis, atau dua kuartal berturut-turut pertumbuhan negatif, mungkin terjadi tahun ini tetapi angka setahun penuh masih akan positif.

Rekor Tertinggi, Shanghai China Laporkan 51 Kematian Baru Akibat Covid-19

Shanghai melaporkan 51 kematian di antara pasien Covid-19 pada Minggu (24/4), naik dari 39 di hari sebelumnya, data pemerintah kota menunjukkan pada Senin (25/4), rekor tertinggi baru.

Kota terbesar di China ini juga mencatat 16.983 kasus Covid-19 tanpa gejala, turun dari 19.657 sehari sebelumnya. Sementara kasus bergejala mencapai 2.472, naik dari 1.401 di hari sebelumnya.

Shanghai saat ini sedang berjuang melawan wabah Covid-19 terbesar yang pernah ada di China.

Pihak berwenang di Shanghai telah mendirikan pagar di luar bangunan tempat tinggal, memicu kemarahan baru publik atas penguncian yang telah memaksa sebagian besar dari 25 juta penduduk terkurung di rumah mereka.

Di Shanghai, foto-foto pekerja dengan setelan hazmat putih menutup pintu masuk blok perumahan dan menutup seluruh jalan dengan pagar hijau setinggi sekitar 2 meter menjadi viral di media sosial, memicu pertanyaan dan keluhan dari warga.

"Ini sangat tidak menghormati hak orang-orang di dalam, menggunakan penghalang logam untuk mengurung mereka seperti hewan peliharaan," kata seorang pengguna di platform media sosial Weibo, seperti dikutip Reuters.

Sebuah video menunjukkan warga berteriak dari balkon kepada para pekerja yang mencoba memasang pagar. Video lain menunjukkan orang-orang mencoba merobohkan pagar.

"Bukankah ini bahaya kebakaran?" tanya pengguna Weibo lainnya, seperti dilansir Reuters.

Banyak pagar berdiri di sekitar kompleks yang ditunjuk sebagai "area tertutup", bangunan di mana setidaknya satu orang dinyatakan positif Covid-19, yang berarti penduduk dilarang meninggalkan pintu depan mereka.

Tidak jelas, apa yang mendorong pihak berwenang untuk menggunakan pagar. Pemberitahuan tertanggal 23 April 2022 dari satu otoritas lokal yang dibagikan secara online mengatakan, pihaknya memberlakukan "karantina ketat" di beberapa daerah.

Cemas Lockdown Ketat Covid-19, Panic Buying Melanda Beijing China

Kekhawatiran akan lockdown ketat untuk membendung penyebaran Covid-19 memicu panic buying di Beijing, China, ketika antrean panjang terbentuk pada Senin (25/4) di sebuah distrik yang akan melakukan tes massal.

Mengutip Channel News Asia, China sedang berusaha menahan gelombang infeksi virus corona baru di kota terbesarnya, Shanghai, yang hampir seluruhnya dikunci selama berminggu-minggu dan melaporkan 51 kematian baru akibat Covid-19 pada Senin.

Shanghai telah berjuang untuk menyediakan makanan segar bagi penduduk yang terkurung di rumah. Sementara banyak orang melaporkan kesulitan mengakses perawatan medis non-COVID. Dan, peningkatan kasus di Beijing memicu kekhawatiran penguncian serupa.

Distrik terbesar di pusat Kota Beijing, Chaoyang, yang berpenduduk sekitar 3,5 juta orang, memerintahkan pengujian massal mulai Senin untuk penduduk dan mereka yang datang untuk bekerja di daerah yang menjadi markas banyak perusahaan multinasional dan kedutaan itu.

Antrean meliuk-liuk di sekitar mal dan luar kompleks perkantoran pada Senin, ketika orang-orang menunggu untuk tes Covid-19.

"Jika satu kasus ditemukan, daerah ini bisa terpengaruh," kata pekerja kantor Yao Leiming saat dia menuju lokasi tes Covid-19 di Chaoyang, seperti dilansir Channel News Asia.

Perintah tes massal dan peringatan tentang situasi Covid-19 yang "suram" di ibu kota China memicu panic buying di supermarket-supermarket Beijing pada Minggu (24/4), ketika penduduk bergegas untuk menimbun kebutuhan pokok.

Orang-orang terlihat mendorong kereta belanja yang berisi penuh makanan.

Beijing juga telah memberlakukan kontrol ketat bagi siapa pun yang akan masuk ke kota, dengan para pelancong wajib menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif dalam waktu 48 jam terakhir.

Penyebab Melonjaknya Kasus Virus Covid-19 di Beijing Belum Diketahui

Beijing memulai tiga putaran pengujian COVID-19 untuk semua penduduk distrik terbesarnya Chaoyang pada Senin setelah lusinan kasus dilaporkan, mendorong orang-orang untuk menimbun makanan karena khawatir akan ketatnya penguncian.

Pihak berwenang di Chaoyang, rumah bagi 3,45 juta orang, pada Minggu malam memerintahkan penduduk dan mereka yang bekerja di sana untuk menjalani pengujian minggu ini ketika Beijing memperingatkan virus itu telah "diam-diam" menyebar di kota itu selama sekitar seminggu sebelum terdeteksi.

Sejak Jumat, Beijing telah melaporkan 47 kasus yang ditularkan secara lokal, dengan Chaoyang menyumbang lebih dari setengahnya.

Sementara beban kasus ibukota Cina kecil dibandingkan dengan yang secara global dan ratusan ribu di Shanghai, distrik Chaoyang mengatakan kepada penduduk untuk mengurangi kegiatan publik dan menangguhkan kelas les privat. Baca selengkapnya. Namun, sebagian besar sekolah, toko, dan kantor tetap buka.

Distrik Chaoyang adalah rumah bagi banyak penduduk kaya, sebagian besar kedutaan asing serta tempat hiburan dan kantor pusat perusahaan. Ini memiliki sedikit manufaktur. "Wabah saat ini di Beijing menyebar diam-diam dari sumber yang belum diketahui dan berkembang pesat," kata seorang pejabat kota pada hari Minggu.

Waspada! Wabah yang Tidak Diketahui Asalnya Ini Sedang Menyerang Anak-Anak di Eropa

Selain Covid-19, wabah hepatitis akut atau peradangan hati yang tidak diketahui asalnya sedang melanda Eropa. Setidaknya, 11 negara di Eropa melaporkan kasus itu terjadi pada anak-anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, pada 21 April 2022, setidaknya 169 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui asalnya telah dilaporkan di 11 negara Eropa dan satu negara di Amerika.

Perinciannya, Inggris Raya melaporkan 114 kasus, Spanyol (13), Israel (12), Amerika Serikat (9), Denmark (6), Irlandia (5), Belanda (4), Italia (4), Norwegia (2), Prancis (2), Rumania (1), dan Belgia (1).

"Kasus terjadi pada anak usia 1 bulan hingga 16 tahun. Sebanyak 17 anak atau sekitar 10% membutuhkan transplantasi hati, setidaknya satu kematian dilaporkan," kata WHO dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Senin (25/4).

Banyak kasus melaporkan gejala gastrointestinal termasuk sakit perut, diare, dan muntah, sebelum mengalami hepatitis akut yang parah dan peningkatan kadar enzim hati serta penyakit kuning.

"Sebagian besar kasus tidak mengalami demam," ungkap WHO.

Menurut WHO, virus umum yang menyebabkan hepatitis akut, mulai virus hepatitis A, B, C, D, hingga E, belum terdeteksi dalam kasus-kasus tersebut.

"Perjalanan internasional atau hubungan ke negara lain berdasarkan informasi yang tersedia saat ini belum diidentifikasi sebagai faktor penyebaran," sebut WHO.

Hanya, adenovirus telah terdeteksi dalam setidaknya 74 kasus. Dan, dari jumlah kasus dengan pengujian molekuler, 18 di antaranya teridentifikasi sebagai tipe F 41.

Selain itu, WHO membeberkan, virus corona baru juga teridentifikasi dalam 20 kasus. Selanjutnya, 19 kasus lainnya terdeteksi dengan koinfeksi virus corona baru dan adenovirus.

Sementara Inggris, dengan kasus terbesar, baru-baru ini mengamati peningkatan yang signifikan dalam infeksi adenovirus di masyarakat, terutama terdeteksi pada sampel feses pada anak-anak.

"Sangat mungkin lebih banyak kasus akan terdeteksi sebelum penyebabnya bisa dikonfirmasi serta tindakan pengendalian dan pencegahan yang lebih spesifik diterapkan," kata WHO.

Untuk itu, lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu memantau dengan cermat situasi dan bekerjasama dengan otoritas kesehatan Inggris dan negara lainnya.