• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Selasa, 19 April 2022)

News Forex, Index & Komoditi (Selasa, 19 April 2022)

Wall Street Ditutup Melemah, Dow Jones, Nasdaq dan S&P 500 Kompak Koreksi

Wall Street ditutup melemah di awal pekan ini setelah pergerakan fluktuatif tiga indeks utama di sesi kali ini. Sentimen datang karena pelaku pasar masih membandingkan kinerja positif Bank of America dengan lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) jelang laporan kinerja emiten lainnya di minggu ini.

Senin (18/4), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 39,54 poin atau 0,11% menjadi 34.411,69, indeks S&P 500 koreksi 0,9 poin atau 0,02% ke 4.391,69 dan indeks Nasdaq Composite melemah 18,72 poin atau 0,14% ke 13.332,36.

Lima dari 11 sektor utama pada indeks S&P ditutup menguat, dipimpin oleh indeks energi yang melonjak 1,5%. Harga minyak mentah naik dan Brent mencapai US$ 114 per barel pada satu titik di tengah pemadaman di Libya yang memperdalam kekhawatiran atas pasokan global yang ketat.

Volume perdagangan pun masih tipis setelah liburan Paskah dengan hanya 10,35 miliar saham berpindah tangan. Jumlah itu masih di bawah rata-rata 11,79 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Sementara itu, bursa Eropa masih tutup pada hari Senin, dan membuat perdagangan lesu ini berkontribusi pada sesi yang kacau balau.

"Pasar sedang mencari beberapa arah. Apakah kita mendapatkannya dari pendapatan - mungkin. Tetapi faktor-faktor keseluruhan terus menjadi seperti apa China dengan kebijakan nol Covid-19 nya, dan seperti apa langkah The Fed ke depan dalam hal suku bunga dan inflasi," kata Jack Janasiewicz, Portfolio Manager and Lead Portfolio Strategist Natixis Investment Managers.

Pelaku pasar memang sedang bersiap untuk rentetan laporan keuangan yang akan membantu menilai dampak perang Ukraina dan lonjakan inflasi pada keuangan perusahaan. Netflix, Tesla, Johnson & Johnson dan International Business Machines akan melaporkan kinerja di minggu ini.

"Ini akan memakan waktu sebelum salah satu memberi kita arah yang jelas. Dengan latar belakang itu, saya tidak terkejut jika kita terus berdagang dalam kisaran," lanjut Janasiewicz.

Di sisi lain, Bank of America telah melengkapi laporan kinerja untuk bank-bank besar di Wall Street. Perusahaan melaporkan pertumbuhan yang kuat dalam bisnis pinjaman konsumennya, meskipun unit perbankan investasinya mendapat pukulan dari perlambatan dalam pembuatan kesepakatan.

Alhasil, harga saham Bank of America melonjak 3,4%, sedangkan indeks bank S&P 500 yang lebih luas juga naik 1,7%.

Di sisi lain, saham Apple Inc tergelincir 0,1% karena imbal hasil US Treasury tenor acuan 10-tahun naik menjadi 2,86%, setelah sempat mencapai level 2,884% pada awal perdagangan pekan ini. Itu jadi posisi tertinggi sejak Desember 2018.

Saham perusahaan teknologi dan growth stocks terkemuka berada di bawah tekanan karena ekspektasi dari serangkaian kenaikan suku bunga mengancam untuk mengikis pendapatan masa depan mereka.

Namun, saham Tesla masih sukses naik 2% karena bersiap untuk membuka kembali pabriknya di Shanghai setelah penutupan akibat Covid-19 selama hampir tiga minggu.

Di antara saham yang berkinerja terbaik adalah Marathon Petroleum Corp yang melesat 3,3% dan mencapai rekor tertinggi kedua dalam tiga sesi. Saham Valero Energy Corp dan Phillips 66 juga terkerek, masing-masing 5,2%.

Sedangkan saham Charles Schwab Corp anjlok 9,4%, penurunan satu hari terbesar sejak Maret 2020, setelah perusahaan jasa keuangan itu meleset dari perkiraan laba kuartalan.

Saham Twitter kembali melejit 7,5% karena situs micro blogging mengadopsi "poison pill" pada hari Jumat untuk membatasi CEO Tesla Elon Musk dari meningkatkan sahamnya menjadi lebih dari 15% untuk periode satu tahun.

Sementara, saham Didi Global Inc terus merosot 18,3% setelah perusahaan transportasi online China itu mengatakan akan mengadakan rapat umum luar biasa pada 23 Mei untuk memilih rencana delisting di Amerika Serikat.

Bursa Asia Menguat di Pagi Ini (19/4), Simak Sentimen yang Mempengaruhinya

Bursa Asia cenderung menguat pada awal perdagangan hari ini. Selasa (19/4), pukul 08.22 WIB, indeks Nikkei 225 naik tipis 0,08% ke 26.820,24. Berbeda, indeks Hang Seng justru anjlok 1,91% ke 21.106,00.

Indeks Taiex menguat 0,91% ke 17.051,90. Sedangkan indeks Kospi berhasil naik 0,72% ke 2.712,63. Dan indeks ASX 200 menguat 0,5% ke 7.560,70.

Sementara itu, FTSE Straits Times menguat 1,02% ke 3.336,77.

Pergerakan bursa di kawasan cenderung naik tipis karena investor mengamati reaksi pasar terhadap People's Bank of China (PBoC) yang mengumumkan dukungan keuangan untuk sektor-sektor yang terkena dampak Covid-19.

Senin (18/4), bank sentral China tersebut mengumumkan akan meningkatkan dukungan keuangan untuk industri, bisnis, dan orang-orang yang terkena dampak Covid-19, setelah negara tersebut kembali melakukan pengetatan akibat lonjakan kasus.

Pengumuman itu muncul setelah China melaporkan data ekonomi yang beragam, dengan penjualan ritel pada bulan Maret berada di bawah ekspektasi. Di sisi lain, rilis Produk Domestik Bruto (PDB) China di kuartal pertama lebih tinggi dari yang diantisipasi.

Dalam beberapa pekan terakhir, China Daratan memang sedang berjuang melawan wabah Covid-19 paling parah sejak fase awal pandemi yang dimulai pada tahun 2020 silam.

Di sisi lain, dari bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street tergelincir dengan Dow Jones Industrial Average turun 0,11%, menjadi 34.411,69, S&P 500 koreksi tipis ke 4.391,69 dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,14% ke 13.332,36.

Kurs rubel Rusia dekati 80 terhadap dolar AS, saham jatuh

Nilai tukar atau kurs rubel Rusia mendekati angka 80 terhadap dolar AS pada Senin, sementara indeks saham beringsut lebih rendah karena pasar tidak memiliki momentum baru dan menyaksikan perkembangan di sekitar apa yang disebut Rusia "operasi militer khusus" di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan selama akhir pekan belum ada komunikasi diplomatik baru-baru ini antara Rusia dan Ukraina di tingkat kementerian luar negeri mereka.

"Kelanjutan pertempuran aktif dan penghentian negosiasi yang jelas adalah risiko utama bagi aset-aset Rusia melalui risiko sanksi baru," kata Dmitry Polevoy, kepala investasi di LockoInvest.

Pada pukul 07.30 GMT, rubel sedikit berubah hari ini di 79,65 terhadap dolar dan bertambah 0,2 persen menjadi 85,15 terhadap euro.

Fluktuasi rubel secara artifisial dibatasi oleh kontrol modal yang diberlakukan Rusia pada akhir Februari karena sektor keuangan dan ekonominya terkena sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dirancang untuk menghukum Moskow karena mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari.

Bulan ini, rubel memperoleh dukungan dari pembayaran pajak karena perusahaan-perusahaan akan membayar pajak dengan rekor 3 triliun rubel (37,50 miliar dolar AS), di mana beberapa perusahaan yang berfokus pada ekspor perlu menjual mata uang asing, menurut analis yang disurvei oleh Reuters.

Di pasar saham, indeks MOEX Rusia (IMOEX) berbasis rubel turun 1,0 persen menjadi 2.402,0 poin, sedangkan indeks RTS (IRTS) berdenominasi dolar turun 0,9 persen menjadi 946,7 poin.

Saham Rusia di Petropavlovsk, yang juga tercatat di London, berkinerja lebih baik di pasar dengan melonjak 3,4 persen menyusul kerugian besar pekan lalu setelah perusahaan tersebut mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menjual dirinya setelah sanksi terhadap Rusia dan risiko tindakan balasan.

Presiden Turki Kecam Intervensi Israel di Masjid Al-Aqsa

Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Ahad (17/4/2022) mengatakan telah memberi tahu rekannya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, bahwa dia mengutuk intervensi Israel terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan ancaman terhadap status atau semangat masjid itu.

"Selama kami berbicara di telepon, saya memberi tahu Abbas bahwa saya sangat mengutuk intervensi Israel terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsa dan bahwa kami akan menentang provokasi dan ancaman terhadap status atau semangatnya," kata Erdogan di Twitter.

"Turki selalu mendukung Palestina," tambahnya.

Komentar Erdogan itu muncul di tengah upaya Turki dan Israel untuk menormalkan hubungan mereka dalam beberapa pekan terakhir. Hubungan Turki dan Israel telah lama tegang. Pernyataan Erdogan itu juga merupakan bagian dari suatu langkah serangan pesona regional yang diluncurkan oleh Ankara pada 2020.

Pada Jumat (15/4/2022), sedikitnya 152 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi anti huru-hara Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa. Peristiwa itu merupakan bentrokan terbaru dalam peningkatan kekerasan yang telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Israel dan Palestina akan kembali ke konflik yang lebih luas.

Sebagian besar warga Palestina yang cedera disebabkan oleh peluru karet, granat kejut, dan pemukulan dengan tongkat polisi. Demikian kata Bulan Sabit Merah Palestina. Kompleks Al-Aqsa berada di atas dataran tinggi Kota Tua Yerusalem Timur, yang direbut oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967, dan dikenal oleh umat Islam sebagai al-Haram al-Sharif atau Tempat Suci.

Orang Yahudi menyebutnya Bukit Bait Suci (Temple Mount). Ketegangan antara Israel dan Palestina tahun ini telah meningkat yang sebagian disebabkan oleh pelaksanaan Ramadhan yang bertepatan dengan perayaan Paskah Yahudi.

Erdogan Bahas Perang Rusia-Ukraina dan Ketegangan di Yerusalem dengan PBB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres melakukan pembicaraan melalui panggilan telepon pada Ahad (17/4/2022). Mereka membahas perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung dan ketegangan baru-baru ini di Yerusalem.

"Kami melakukan pembicaraan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Dalam percakapan kami, kami membahas perkembangan regional, terutama insiden di Yerusalem dan perang Ukraina-Rusia," kata Erdogan di Twitter.

Erdogan menekankan pentingnya pembicaraan Istanbul untuk dialog damai Rusia-Ukraina dan upaya untuk menyelesaikan perselisihan di antara kedua pihak. Setidaknya 1.982 warga sipil telah tewas dan 2.651 terluka di Ukraina sejak perang dimulai pada 24 Februari. Lebih dari 4,8 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke negara lain, dengan lebih dari 7 juta lebih pengungsi yang berpindah antar wilayah di Ukraina.

Selain membahas masalah Ukraina dan Rusia, keduanya juga membahas ketegangan baru-baru ini di Yerusalem. Erdogan mengatakan kepada Guterres bahwa Ankara mengutuk keras intervensi Israel terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsa dan menilai tindakan itu tidak dapat diterima. Mereka juga mengevaluasi langkah-langkah bersama yang dapat dilakukan untuk mencapai perdamaian di kawasan.

Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Palestina sejak pasukan Israel menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa pada Jumat (15/4/2022). Kemudian pada Ahad, lebih dari 700 pemukim Israel memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi yang ketat untuk merayakan liburan Paskah Yahudi selama seminggu, yang dimulai pada Jumat.

Masjid Al-Aqsha adalah situs tersuci ketiga bagi umat Islam. Sedangkan bagi kaum Yahudi area itu adalah Temple Mount yang merupakan situs kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel pada 1967. Israel mencaplok seluruh kota pada 1980, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Zelenskiyy Lakukan Pembicaraan dengan IMF untuk Stabilitas Keuangan Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy mengatakan pada Ahad (17/4/2022) bahwa dia berbicara dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Pembicaraan ini membahas tentang stabilitas keuangan Ukraina dan rekonstruksi pascaperang negara itu.

"Membahas dengan Direktur Pelaksana IMF Georgieva masalah memastikan stabilitas keuangan Ukraina & persiapan untuk rekonstruksi pasca perang. Kami memiliki rencana yang jelas untuk saat ini, serta visi prospek. Saya yakin kerja sama antara IMF dan Ukraina akan terus berlanjut," kata Zelenskiy melalui akun di Twitter.

Georgieva mengkonfirmasi kabar dari presiden Ukraina itu dalam sebuah cicitan. "Terima kasih untuk panggilan yang sangat baik hari ini," tulisnya menanggapi akun Twitter Zelenskiy.

Menurut Georgieva dukungan merupakan hal penting untuk meletakkan dasar untuk membangun kembali kompetitif modern di Ukraina.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan sebelumnya, dia akan menghadiri pertemuan IMF dan Bank Dunia di Washington pekan ini. Dia akan mencoba mencari lebih banyak bantuan keuangan untuk Ukraina.

"Kami membutuhkan lebih banyak uang untuk melaksanakan kewajiban kemanusiaan dan sosial kami. Sekarang, hanya setengah dari ekonomi kami yang berfungsi. Jadi kami meminta dukungan keuangan," kata Shmyhal.

Shmyhal menambahkan bahwa Ukraina saat ini mengalami defisit anggaran sekitar 5 miliar dolar AS per bulan.

Kota Nelayan Jepang Bergantung pada Keputusan Rusia

Nelayan Jepang Tsuruyuki Hansaku baru saja lulus SMA ketika menjalani 10 bulan di penjara Soviet. Dia ditangkap di laut di atas kapal ayahnya karena menangkap ikan cod di wilayah yang dianggap Rusia sebagai wilayahnya.

Penduduk bersurai perak dari kota nelayan Jepang utara Nemuro, sekarang berusia 79 tahun. Dia masih gelisah karena pengaruh Moskow atas kekayaan bisnis perikanan keluarganya dan kampung halamannya.

Dengan hubungan Rusia-Jepang yang terurai akibat krisis di Ukraina, tidak ada komunitas Jepang yang merasakan dampak paling besar seperti Nemuro. Kekhawatiran kali ini adalah nasib pembicaraan yang diadakan setiap tahun antara kedua pemerintah untuk menetapkan kuota bagi Jepang untuk menangkap salmon dan trout yang lahir di Sungai Amur.

Negosiasi salmon-trout ini sudah dimulai sejak 1957 dan biasanya berakhir pada Maret, menyisakan banyak waktu sebelum dimulainya musim penangkapan ikan dengan jaring apung pada tanggal 10 April. Perundingan tersebut telah lama disebut-sebut sebagai satu-satunya saluran diplomatik yang tetap terjaga di antara dua negara, bahkan melalui era Perang Dingin.

Tahun ini, kedua negara belum menghasilkan apa pun. Pemerintah Jepang dan orang dalam industri mengatakan, penundaan negosiasi adalah demonstrasi kemarahan Rusia atas sanksi ekonomi yang diberlakukan Jepang bersama sekutunya akibat invasi ke Ukraina. Para menteri pemerintah Jepang tidak memiliki informasi terbaru tentang pembicaraan yang sedang berlangsung yang memasuki hari kelima pada Jumat (15/4/2022).

Musim penangkapan ikan tahunan dengan jaring apung untuk salmon dan trout di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang berlangsung dari April hingga Juni. Tokyo memerlukan izin Moskow untuk menangkap ikan bahkan di dalam ZEE-nya sendiri karena kesepakatan bersama yang memberikan hak kepada ikan untuk negara asal.

Industri perikanan Tokyo juga membutuhkan Moskow untuk tiga negosiasi tahunan lainnya. Pembicaraan ini mencakup berbagai produk, seperti rumput laut dan ikan sauri pasifik di beberapa daerah penangkapan ikan terkaya di dunia.

"Jika kami tidak bisa menangkap ikan, kami tidak bisa tinggal di sini," ujar Hansaku.

Perusahan Hansaku melakukan kegiatan penangkapan dan pemrosesan sauri pasifik. "Ini masalah bertahan hidup bagi kami," katanya.

Tingkat Pengangguran di China Meningkat Saat Penguncian Melanda

Penguncian akibat kasus Covid-19 yang meningkat membatasi jutaan orang di rumah mereka dan mendorong pengangguran ke level tertinggi sejak awal pandemi serta membuat pengeluaran konsumen China merosot pada bulan Maret.

Mengutip Bloomberg (18/4), tingkat pengangguran yang disurvei naik menjadi 5,8% pada bulan Maret. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak Mei 2020.

"Saya khawatir tentang lapangan pekerjaan, karena itu salah satu tujuan utama pemerintah. Lonjakan tingkat pengangguran akan berdampak pada perekonomian dalam jangka panjang, karena lapangan kerja mendukung kegiatan dari produksi hingga konsumsi,” kata Liu Peiqian, ekonom China di NatWest Group Plc.

Sementara itu, data resmi menunjukkan percepatan pertumbuhan produk domestik bruto pada kuartal pertama menjadi 4,8%, lebih cepat dari perkiraan para ekonom yang memperkirakan meningkat 4,4%.

Penjualan ritel berkontraksi 3,5% dari tahun lalu, penurunan pertama sejak Juli 2020 dan lebih buruk dari yang diproyeksikan para ekonom. Output industri naik 5%, di atas perkiraan median 4%. Pertumbuhan investasi pada kuartal pertama melambat menjadi 9,3%.

Pada basis kuartal-ke-kuartal, ekonomi berkembang pada kecepatan yang lebih lambat 1,3%, menunjukkan momentum pertumbuhan yang melemah.

Memang, data tidak menangkap sepenuhnya kerusakan yang ditimbulkan pada ekonomi dari penguncian Covid, yang meningkat menjelang akhir Maret ketika pusat keuangan dan perdagangan Shanghai, sebuah kota berpenduduk 25 juta orang, memulai penguncian secara bertahap.

Sejak itu, beberapa tempat lain termasuk Suzhou dan beberapa bagian Zhengzhou juga telah memberlakukan kontrol yang lebih ketat untuk memerangi infeksi, memaksa produsen seperti perakit iPhone Pegatron Corp. untuk menutup produksi.

Pengeluaran menurun karena jutaan konsumen dikurung di rumah mereka dan kekurangan pengemudi truk dan masalah logistik lainnya menyebabkan keterlambatan pengiriman.

Pendapatan katering turun 16,4% pada bulan Maret dari tahun lalu, sebagian karena dasar perbandingan yang lebih tinggi dari tahun lalu, tetapi juga merupakan tanda bahwa konsumen tidak mampu atau tidak mau berbelanja.

Para ekonom pun mengatakan China akan berjuang untuk memenuhi tujuan ambisinya menumbuhkan ekonomi sekitar 5,5% tahun ini. Konsensusnya sekarang adalah pertumbuhan PDB melambat menjadi 5% tahun ini, dengan ekonomi juga harus menghadapi ketegangan geopolitik, tekanan inflasi global yang meningkat, dan permintaan eksternal yang melambat.

“Kita harus menyadari bahwa dengan lingkungan domestik dan internasional yang semakin rumit dan tidak pasti, pembangunan ekonomi menghadapi kesulitan dan tantangan yang signifikan,” kata Badan Pusat Statistik dalam sebuah pernyataan.

Secara mengejutkan, aktivitas ekonomi kuat yang dilaporkan selama dua bulan pertama tahun ini membantu mendorong pertumbuhan di kuartal pertama.

Pada hari Jumat, bank sentral mengatakan akan menurunkan rasio persyaratan cadangan untuk sebagian besar bank sebesar 25 basis poin, tetapi menahan diri dari pemotongan suku bunga dan menyuntikkan likuiditas ke dalam perekonomian.

Ukraina Telah Selesaikan Pengisian Kuesioner Pendaftaraan Uni Eropa

Kantor kepresidenan Ukraina pada hari Minggu (17/4) melaporkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan kuesioner yang diberikan Uni Eropa sebagai syarat untuk bergabung dengan organisasi regional tersebut.

Wakil Kepala Kantor Kepresidenan, Ihor Zhovkva, mengatakan bahwa pengisian kuesioner masih ada di langkah awal bagi Uni Eropa untuk mempertimbangkan sebuah negara yang mendaftar. Setelah ini, Ukraina masih harus menjalani sejumlah uji kelayakan lainnya.

Dilansir dari Reuters, Presiden Komisi Eropa  Ursula von der Leyen, menyerahkan kuesioner itu kepada Presiden Ukraina Vlodomyr Zelenskyy pada 8 April ketika dirinya berkunjung ke Kiev.

Uni Eropa sendiri akhirnya memberikan tawaran lebih cepat kepada Ukraina untuk bergabung setelah invasi Rusia terjadi pada 24 Februari lalu.

Selesainya pengisian kuesioner oleh Ukraina disampaikan langsung oleh Zhovkva pada Minggu malam. Ia menambahkan bahwa Komisi Eropa masih harus menentukan kesesuaian Ukraina dengan kriteria.

"Hari ini, saya dapat mengatakan bahwa dokumen tersebut telah diselesaikan oleh pihak Ukraina. Kami mengharapkan rekomendasi untuk menjadi positif. Kemudian hal ini akan berada di pihak negara-negara anggota Uni Eropa," kata Zhovkva, seperti dikutip Reuters.

Zhovkva menambahkan bahwa Ukraina secara pribadi berharap bisa mendapatkan status negara calon untuk aksesi Uni Eropa pada bulan Juni, atau bertepatan dengan pertemuan tengah tahun Dewan Eropa.

"Selanjutnya, kita perlu memulai pembicaraan aksesi. Dan begitu kita mengadakan pembicaraan itu, kita sudah dapat berbicara tentang keanggotaan penuh Ukraina di Uni Eropa," pungkasnya.

Selain Uni Eropa, Ukraina juga masih berjuang untuk bergabung dengan aliansi pertahanan NATO. Ukraina berharap bisa mendapatkan dukungan lebih jika berada di kapal yang sama dengan negara-negara Barat yang cenderung menentang Rusia.

Sayangnya, NATO berharap Ukraina bisa menyelesaikan konflik dalam negerinya terlebih dahulu sebelum mengajukan diri. Saat ini pun NATO belum bisa berbuat banyak di Ukraina karena negara tersebut bukan merupakan anggota.

Hampir Dibuat Murka, Presiden Iran Tebar Ancaman Serang Langsung ke Jantung Israel

Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan angkatan bersenjatanya akan menyerang jantung Israel bila mengambil "langkah sedikit saja" pada Iran. Hal ini ia sampaikan dalam parade militer, Senin (18/4/2022).

"Bila kalian sedikit saja membuat langkah terhadap bangsa kami, tujuan angkatan bersenjata kami akan ke jantung rezim Zionis," kata Raisi dalam pidatonya yang disiarkan televisi.

Israel yang tidak diakui Iran menegaskan tidak akan menerima Teheran sebagai "negara ambang nuklir". Sementara Iran sedang menggelar perundingan nuklir dengan kekuatan dunia untuk mengaktifkan kembali perjanjian nuklir 2015.

Perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran yang sudah berlangsung selama hampir satu tahun dihentikan sementara bulan lalu. Israel mengatakan tidak akan terikat dengan setiap kesepakatan dan dapat mengambil tindakan sepihak terhadap situs nuklir Iran.

Pekan lalu Raisi mengatakan Teheran tidak akan menyerahkan hak untuk mengembangkan industri nuklir untuk tujuan damai. Ia menegaskan setiap pihak yang terlibat dalam perundingan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 harus menghargai itu.

Perundingan untuk mengaktifkan kembali perjanjian nuklir atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) di Wina sudah berlangsung selama sebelas bulan. Tapi prosesnya masih mengalami kebuntuan karena Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk berhasil menjembatani sejumlah isu.

"Untuk lebih dari seratus kali, pesan kami dari Teheran untuk Wina kami tidak akan mundur dari hak-hak nuklir rakyat Iran tidak sedikit pun," kata Raisi seperti dikutip media milik pemerintah dalam pidatonya di Hari Teknologi Nuklir Iran.

Kurangi Pengaruh China, Biden Mau Bujuk-bujuk Pemimpin ASEAN

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dikabarkan bakal bertemu para pemimpin negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada pertengahan Mei nanti. Pertemuan ini bertujuan untuk menunjukkan besarnya komitmen Paman Sam di Asia serta mengendalikan pengaruh China di wilayah tersebut.

“Kawasan Asia adalah prioritas utama bagi pemerintahan Joe Biden-Kamala Harris untuk menjadi mitra yang kuat dan dapat diandalkan di Asia Tenggara,” jelas Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dikutip AFP, kemarin.

Konferensi tingkat tinggi ini awalnya bakal diadakan pada 28-29 Maret lalu. Namun, pertemuan tersebut diundur dan diputuskan bakal diadakan pada 12-13 Mei mendatang.

Pertemuan itu ditunda di tengah laporan bahwa para pemimpin beberapa anggota ASEAN memiliki masalah penjadwalan, dan karena perang Rusia Vs Ukraina semakin mencekam.

Pada 29 Maret lalu, Biden sudah bertemu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Gedung Putih. Pada pertemuan itu, Biden mengatakan, dia ingin memastikan bahwa kawasan itu tetap bebas dan terbuka.

Biden juga berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN secara virtual pada Oktober tahun lalu. Menurut Jen Psaki, dalam KTT itu, Biden mengumumkan inisiatif untuk memperluas keterlibatan AS dengan ASEAN mengenai Covid-19, perubahan iklim, hingga pertumbuhan ekonomi.

Persaingan yang tegang dengan China menjadi salah satu tantangan kebijakan luar negeri terbesar bagi AS. Anggota ASEAN, yaitu Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Beberapa dari negara itu telah mengalami gesekan dengan Beijing.