• Blog
  • News  Forex, Index & Komoditi (Senin, 11 April 2022)

News  Forex, Index & Komoditi (Senin, 11 April 2022)

Wall St ditutup beragam di tengah langkah agresif Fed atasi inflasi

Wall Street beragam pada akhir perdagangan yang berombak pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena ekuitas bank yang terpukul balik menguat dan investor bergulat dengan cara terbaik untuk menangani ekonomi yang bisa tergelincir ketika Federal Reserve bergerak untuk secara agresif menangani inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 137,55 poin atau 0,40 persen, menjadi menetap di 34.721,12 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 11,93 poin atau 0,27 persen, menjadi berakhir di 4.488,28 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 186,30 poin atau 1,34 persen, menjadi ditutup di 13.711,00 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi terangkat 2,76 persen, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor teknologi tergelincir 1,43 persen, merupakan kelompok berkinerja terburuk.

Untuk minggu ini, indeks S&P turun 1,16 persen, Dow Jones kehilangan 0,28 persen dan Nasdaq merosot 3,86 persen, karena indeks terpukul setelah pejabat Fed mengangkat kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga cepat yang menyebabkan perlambatan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai tertinggi tiga tahun di 2,73 persen, membantu meningkatkan indeks perbankan S&P, yang naik 1,18 persen, setelah merosot ke posisi terendah 13-bulan pada Kamis (7/4/2022). Indeks merosot 10,8 persen tahun ini.

Pemberi pinjaman besar yang sensitif terhadap suku bunga semuanya naik, dengan JPMorgan Chase & Co naik 1,8 persen, Bank of America Corp menguat 0,7 persen, Citigroup Inc terdongkrak 1,7 persen dan Goldman Sachs Group Inc meningkat 2,3 persen.

Sejak mencapai tertinggi dua bulan pada akhir Maret, pasar telah cenderung lebih rendah karena Fed memberi sinyal akan menaikkan suku bunga secara agresif, membuat investor memposisikan ulang portofolio mereka. Saham-saham murah (value stocks) yang sensitif secara ekonomi tahun ini telah mengungguli saham pertumbuhan teknologi tinggi, yang seringkali bergantung pada suku bunga rendah.

"Kita akan memasuki periode pertumbuhan value stocks yang sangat panjang dan bermakna. Ini bukan hanya penyesuaian siklus, tetapi cerita sekuler," kata David Bahnsen, kepala investasi di manajer kekayaan Bahnsen Group di Newport Beach, California.

"Kisah pertumbuhan value stocks adalah kisah besar dan merupakan produk sampingan dari dua hal, yaitu apa yang Anda inginkan. Pertumbuhan dinilai terlalu tinggi dan nilai dinilai terlalu rendah," katanya.

Investor menimbang kemungkinan resesi dengan dua hasil. Di satu sisi, The Fed dapat merekayasa "soft landing" dengan pertumbuhan yang melambat tetapi positif, membuat bank-bank "sangat oversold," kata analis bank UBS Erika Najarian.

Atau penurunan tajam akan segera terjadi, yang akan menyebabkan penjualan saham bank spontan karena "memiliki bank dalam resesi bukanlah hal yang menyenangkan," katanya.

Bank-bank besar AS, yang memulai musim hasil kuartal pertama minggu depan, diperkirakan akan melaporkan penurunan laba yang besar dari tahun sebelumnya, ketika mereka mendapat manfaat dari pembuatan kesepakatan dan perdagangan yang sangat kuat.

"Akan selalu ada harga di beberapa titik di mana orang akan masuk dan berpikir hal-hal murah dan mereka mungkin membeli," kata Randy Frederick, direktur pelaksana, perdagangan dan derivatif, di Schwab Center for Financial Research.

"Mungkin level terendah 52 minggu sudah cukup untuk menarik beberapa orang ke sektor keuangan," kata Frederick, mencatat imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun berada di level tertinggi sejak Maret 2019.

Saham Tesla Inc, Nvidia Corp dan Alphabet Inc turun antara 1,9 persen dan 4,5 persen karena saham megacap memperpanjang penurunan minggu ini tertekan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah.

Rusia longgarkan aturan pembelian valuta asing saat rubel reli

Rusia akan melonggarkan langkah-langkah pengendalian modal sementara yang bertujuan membatasi penurunan rubel dengan mengizinkan individu membeli mata uang asing tunai dan juga akan menghapus komisi untuk membeli valas melalui perantara, kata bank sentral Jumat (8/4/2022).

Rubel telah rebound di Bursa Moskow dari rekor terendah pada Maret ke level yang terlihat sebelum 24 Februari, ketika Rusia memulai apa yang disebutnya "operasi militer khusus" di Ukraina, karena langkah-langkah pengendalian modal mencekik permintaan valas.

Rebound cepat dalam rubel menimbulkan kekhawatiran tentang dampak ekonomi dan keuangan karena analis telah memperingatkan bahwa rubel yang bergejolak dan kuat dapat menimbulkan ancaman bagi pendapatan Rusia dari penjualan komoditas di luar negeri untuk mata uang asing.

Bank sentral mengatakan bank-bank akan diizinkan untuk menjual uang tunai mata uang asing kepada individu mulai 18 April tetapi hanya uang kertas yang mereka terima tidak lebih awal dari pada 9 April.

Bank sentral juga menghapus persyaratannya bagi bank untuk membatasi kesenjangan antara harga yang mereka tawarkan untuk membeli dan menjual valuta asing. Tapi bank sentral merekomendasikan bank menjual valas ke perusahaan yang berfokus pada impor dengan harga tidak lebih dari dua rubel di atas harga pasar.

Bank sentral mengatakan individu akan diizinkan untuk menarik tidak hanya dolar tetapi juga euro dari rekening mereka mulai 11 April, tetapi mempertahankan jumlah maksimum yang dapat ditarik hingga 9 September setara dengan 10.000 dolar AS.

Pemulihan cepat rubel telah menimbulkan keraguan tentang daya tahan kenaikannnya. Siapa pun yang mencoba membeli mata uang asing secara daring di bank di Rusia atau secara ilegal di gerai valuta asing, atau yang membeli barang dan jasa secara daring dalam mata uang asing akan mendapati nilai sebenarnya jauh lebih buruk.

Bank sentral juga mengatakan akan menghapus komisi 12 persen untuk membeli mata uang asing melalui broker, membenarkan laporan sebelumnya oleh Tinkoff Bank dan Alfa Bank.

"Kami pikir keputusan ini menandai akhir dari reli yang berbalik arah dalam rubel," kata analis CentroCreditBank.

Pada awal Maret, ketika rubel jatuh tajam saat Amerika Serikat dan negara-negara Eropa memberlakukan sanksi terhadap Rusia karena mengirim pasukan ke Ukraina, bank sentral memperkenalkan komisi 30 persen untuk membeli valas untuk individu. Komisi kemudian diturunkan menjadi 12 persen.

Pembatasan pembelian valas bersama dengan perintah bagi perusahaan-perusahaan yang berfokus pada ekspor untuk mengonversi 80 persen dari pendapatan valas mereka membantu rubel kembali menguat. Pada Jumat (8/4/2022), rubel mencapai level terkuatnya terhadap euro sejak Juni 2020 dan melonjak ke level tertinggi 2022 terhadap dolar.

Langkah untuk membatalkan komisi bersama dengan keputusan bank sentral untuk memangkas suku bunga utamanya menjadi 17 persen akan menurunkan volatilitas rubel, kata analis VTB Capital.

Bank sentral Rusia secara tak terduga memangkas suku bunga utamanya dari 20 persen pada Jumat (8/4/2022) dan mengatakan pemotongan di masa depan dimungkinkan, karena langkah-langkah darurat telah mengandung risiko terhadap stabilitas keuangan, membawa simpanan kembali ke bank dan membantu membatasi ancaman inflasi.

Pada Maret, harga konsumen di Rusia melonjak 7,61 persen, mencatatkan kenaikan bulanan terbesar sejak Januari 1999.

AS akan Pasok Ukraina dengan Senjata untuk Melawan Rusia

Amerika Serikat berkomitmen untuk menyediakan "senjata yang dibutuhkan" bagi Ukraina untuk mempertahankan diri melawan Rusia. Hal tersebut diungkapkan oleh penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan.

Melansir Reuters, Sullivan mengatakan, pemerintahan Biden akan mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina untuk mencegah Rusia merebut lebih banyak wilayah dan menargetkan warga sipil. Serangan Rusia tersebut disebut Washington sebagai kejahatan perang.

“Kami akan memberikan Ukraina senjata yang dibutuhkan bagi mengalahkan Rusia untuk menghentikan mereka mengambil lebih banyak kota di mana mereka melakukan kejahatan perang ini,” kata Sullivan di ABC News “This Week”.

Moskow sendiri telah menolak tuduhan kejahatan perang oleh Ukraina dan negara-negara Barat.

Berbicara kemudian di "Meet the Press" NBC News, Sullivan mengatakan Amerika Serikat bekerja sepanjang waktu untuk mengirimkan senjata dan mengatur serta mengoordinasikan pengiriman senjata dari banyak negara lain.

 “Senjata datang setiap hari,” kata Sullivan, “termasuk hari ini.”

Gedung Putih mengatakan pekan lalu, Amerika Serikat telah mengirimkan bantuan militer senilai US$ 1,7 miliar ke Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari.

Pengiriman senjata termasuk rudal anti-pesawat Stinger dan anti-tank Javelin, serta amunisi dan pelindung tubuh. Tetapi para pemimpin AS dan Eropa ditekan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyediakan senjata dan peralatan yang lebih berat untuk menghadapi Rusia di wilayah timur negara itu, di mana Rusia diperkirakan akan meningkatkan upaya militernya.

Dalam kutipan wawancara dengan "60 Minutes" CBS News yang akan tayang Minggu malam, Zelenskiy menyatakan skeptisisme bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan senjata yang mereka dibutuhkan.

"Apakah Ukraina dapat mengalahkan serangan Rusia tergantung pada seberapa cepat kita akan dibantu oleh Amerika Serikat. Sejujurnya, apakah kita akan dapat bertahan tergantung pada ini," kata Zelenskiy.

Dia menambahkan, "Saya memiliki kepercayaan 100% pada orang-orang kami dan pada angkatan bersenjata kami, tetapi sayangnya saya tidak memiliki keyakinan bahwa kami akan menerima semua yang kami butuhkan."

Pada hari Jumat, para pejabat Ukraina mengatakan lebih dari 50 orang tewas dalam serangan rudal di sebuah stasiun kereta api di kota Kramatorsk di wilayah Donetsk, tempat ribuan orang berkumpul untuk mengungsi.

Invasi Rusia telah memaksa sekitar seperempat dari populasi 44 juta meninggalkan rumah mereka, mengubah kota menjadi puing-puing dan membunuh atau melukai ribuan orang.

Moskow telah berulang kali membantah menargetkan warga sipil dalam apa yang disebutnya "operasi khusus" untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" tetangga selatannya. Ukraina dan negara-negara Barat telah menolak ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang.

Rusia pada hari Sabtu menunjuk seorang jenderal baru untuk memimpin pasukannya di Ukraina, Aleksandr Dvornikov, yang memiliki pengalaman militer yang signifikan di Suriah.

Dengan latar belakang itu, Sullivan menilai Rusia mengharapkan Dvornikov untuk mengizinkan lebih banyak kebrutalan terhadap penduduk sipil Ukraina.

China Protes Keras Keputusan AS yang Mengirim Sistem Pertahanan Udara ke Taiwan

China melayangkan protes kerasnya ke AS karena telah menyetujui rencana pengiriman peralatan sistem pertahanan udara Patriot senilai US$ 95 juta ke Taiwan.

Dilansir dari TASS, Kementerian Pertahanan China pada Kamis (7/4) menyebut langkah AS tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap urusan dalam negeri China.

"China menyatakan protes tegas atas masalah ini dan sehubungan dengan ini, kami membuat protes keras ke AS," ungkap Kementerian Pertahanan China dalam pernyataannya.

Kementerian Pertahanan China menegaskan, Tentara Pembebasan Rakyat China akan melakukan langkah-langkah aktif untuk memboikot setiap upaya oleh militer asing untuk memberikan dukungan kepada Taiwan yang dipandangnya sebagai separatis.

"Kami akan dengan tegas mempertahankan kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah negara kami," tegas Kementerian Pertahanan China.

China semakin khawatir dengan kerjasama militer dan teknis antara AS dan Taiwan. China juga secara berkala mengingatkan AS untuk memahami dan mematuhi kebijakan "Satu China".

Departemen Pertahanan AS atau Pentagon pada Selasa (5/4) menyetujui potensi penjualan peralatan, pelatihan, dan barang-barang lainnya ke Taiwan untuk mendukung Sistem Pertahanan Udara Patriot.

Dilansir dari Reuters, paket yang disiapkan AS akan mencakup pelatihan, perencanaan, penerjunan, penyebaran, operasi, pemeliharaan dan pemeliharaan Sistem Pertahanan Udara Patriot serta peralatan terkait.

Lebih lanjut, Pentagon mengatakan, nantinya Taiwan bisa menggunakan sistem Patriot sebagai pencegah ancaman regional dan untuk memperkuat pertahanan tanah air.

Pentagon menjelaskan, bantuan besar ke Taiwan ini juga merupakan bagian untuk menjaga kepentingan nasional dan keamanan AS.

Saingi Amerika Serikat, Anggaran Infrastruktur China Capai US$ 2,3 Triliun

Tak mau kalah dengan Amerika Serikat (AS), pemerintah China telah menyusun daftar ribuan proyek infrastruktur besar yang harus segera diselesaikan. Nilainya proyeksi mencapai triliunan dollar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan analisis Bloomberg, investasi yang direncanakan China mencapai 14,8 triliun yuan atau setara US$ 2,3 triliun pada tahun 2022. Nilai itu dua kali lipat lebih besar dari paket infrastruktur AS yang mencapai US$ 1,1 triliun pada 2021.

Asal tahu saja, sebagian besar pengeluaran infrastruktur AS ditujukan untuk transportasi, air, dan infrastruktur digital. Sementara di China, yang sudah memiliki lebih dari dua kali lipat rel kereta dengan kecepatan tinggi, serta jaringan jalan bebas hambatan terpanjang di dunia, memiliki komposisi konstruksi infrastruktur yang berbeda.

Di mana, hanya sekitar 30% dari anggaran proyek tersebut adalah untuk infrastruktur tradisional, seperti jalan dan kereta api. Lebih dari setengahnya diarahkan untuk mendukung industri manufaktur dan jasa seperti pabrik, kawasan industri, inkubator teknologi, dan bahkan taman hiburan.

“Sekarang China memiliki infrastruktur modern dasar, masuk akal untuk memfokuskan investasi pada manufaktur,” kata profesor di Kellogg School of Management di Northwestern University Nancy Qian dikutip dari Bloomberg, Jumat (8/4).

Hal ini mencerminkan komitmen China untuk memastikan China mempertahankan dominasinya dalam pangsa pasar manufaktur global, bahkan ketika China bergeser ke bidang yang lebih maju seperti kendaraan listrik dan baterai, energi terbarukan, dan microchip.

Salah satu proyek garapan China adalah perluasan taman sains dan teknologi Zhongguancun Dongsheng senilai 2,2 miliar yuan untuk menampung generasi baru perusahaan rintisan teknologi.

Selain untuk menyerap banyak pekerja, pembangunan infrastruktur tersebut juga untuk untuk memastikan pemerintah pusat mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% yang ditetapkan untuk tahun ini.

Seperti diketahui, pasar saham China terpukul oleh tindakan keras regulasi terhadap perusahaan teknologi dengan platform internet dan guncangan di sektor properti secara besar-besaran. Indeks utama sudah anjlok 13,4% di tahun ini, tetapi subindeks yang melacak perusahaan terkait infrastruktur hanya turun 4,7%.

Pemerintah China kemudian memberikan stimulus untuk menopang perekonomian global, dengan mendorong impor China. Namun hal ini justru memperburuk inflasi komoditas pada saat banyak negara menghadapi kenaikan harga energi akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Dalam jangka panjang, proyek-proyek besar ini yang membutuhkan waktu tiga tahun hingga lima tahun untuk diselesaikan. Sebab dampak global telah mempengaruhi produksi pabrik - pabrik China karena pasokan terbatas dan harga ikut naik.

Dari segi lingkungan, China membebaskan persyaratan efisiensi energi untuk pengembangan proyek - proyek ini. Hal ini justru bertolak belakang dengan sebagian investasi baru pada energi terbarukan yang membatasi keluaran gas rumah kaca dalam jangka panjang.

Dorongan konstruksi merupakan perubahan arah bagi perekonomian China. Laju investasi infrastruktur telah turun secara bertahap selama dekade terakhir, dipandu oleh kebijakan yang diberlakukan oleh Beijing untuk mengekang tingkat utang yang tinggi.

Pertumbuhan tahun lalu hanya sebesar 0,4%, dibandingkan dengan hampir 20% setiap tahun satu dekade lalu. Mantan kepala ekonom Bank Dunia Justin Lin memperkirakan trennya akan berbalik.

“Jika Anda menggunakan kesempatan untuk berinvestasi di infrastruktur untuk mengurangi kemacetan, maka itu akan meningkatkan produktivitas dan dapat meningkatkan pendapatan pemerintah,” kata Lin.

Biden Puji Voting PBB yang Tangguhkan Rusia dari Dewan HAM


Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyambut baik hasil voting Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menangguhkan keanggotaan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB. Biden memujinya sebagai voting bersejarah.

"Saya memuji voting yang luar biasa hari ini di Majelis Umum PBB untuk mengeluarkan Rusia dari Dewan HAM PBB. Ini merupakan langkah yang berarti oleh komunitas internasional yang lebih lanjut untuk menunjukkan bagaimana perangnya (Presiden Rusia Vladimir) Putin telah menjadikan Rusia sebagai paria internasional," tegas Biden seperti dilansir BBC, Jumat (8/4/2022).

Diketahui bahwa voting yang digelar Majelis Umum PBB menunjukkan dari 193 negara anggota, 93 negara anggota di antaranya mendukung penangguhan Rusia dan 24 negara anggota lainnya menentang. Sementara 58 negara anggota lainnya abstain dan sisanya tidak berpartisipasi. Voting ini dicetuskan oleh AS.

Penangguhan keanggotaan Dewan HAM PBB membutuhkan dukungan dari dua pertiga negara anggota yang mendukung atau menentang, sementara abstain dan absen tidak dihitung. Langkah PBB menangguhkan Rusia dari Dewan HAM ini dianggap sebagai hukuman atas invasi yang dilancarkan Moskow ke Ukraina.

Biden dalam pernyataannya menyebut AS memimpin upaya untuk mengeluarkan Rusia setelah mendapati negara yang dipimpin Putin itu telah 'melakukan pelanggaran HAM berat dan sistemis'.

"Pasukan Rusia melakukan kejahatan perang, Rusia tidak memiliki tempat di Dewan HAM. Setelah voting bersejarah hari ini, Rusia tidak akan bisa berpartisipasi dalam kinerja Dewan atau menyebarkan informasi keliru di sana karena Komisi Penyelidikan pada Dewan HAM menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia oleh Rusia di Ukraina," tegas Biden dalam pernyataannya seperti dikutip dari situs resmi Gedung Putih.

Saham HP Inc Melonjak 14,8% Pasca Perusahaan Warren Buffett Ungkap Kepemilikan Saham

Saham HP Inc melonjak ke rekor tertinggi pada Kamis (7/4) setelah Berkshire Hathaway Inc, perusahaan milik miliarder Warren Buffett mengatakan telah mengambil 11,4% saham dengan nilai sekitar US$ 4,2 miliar di perusahaan pembuat komputer dan printer tersebut.

Mengutip Reuters, Berkshire mengungkapkan dalam pengajuan peraturan Rabu malam bahwa ia memiliki hampir 121 juta saham HP, termasuk 11,1 juta yang dibeli minggu ini.

Saham HP ditutup naik US$ 5,15, atau 14,8%, pada US$ 40,06, setelah sebelumnya naik ke US$ 41,46.

Harga saham perusahaan sering naik ketika Berkshire mengungkapkan saham baru, yang dianggap sebagai stempel persetujuan dari Buffett.

Berkshire tidak secara teratur berinvestasi di perusahaan teknologi, meskipun mengakhiri tahun 2021 dengan kepemilikan $161,2 miliar di Apple Inc. Buffett menganggap pembuat iPhone lebih sebagai perusahaan konsumen yang bisa dia pahami.

"Berkshire Hathaway adalah salah satu investor paling dihormati di dunia dan kami menyambut mereka sebagai investor," kata HP dalam sebuah pernyataan.

Dipisahkan pada tahun 2015 dari Hewlett-Packard sebelumnya, HP mendapat manfaat dari peningkatan permintaan karena orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja dan bersekolah di rumah.

Perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California bulan lalu setuju untuk membeli pembuat aksesoris audio dan video Poly, yang dulu dikenal sebagai Plantronics, seharga $1,7 miliar.

Buffett telah berjuang untuk menginvestasikan uang Berkshire, yang berjumlah $146,7 miliar pada akhir tahun, mengutip penilaian tinggi dan persaingan dari ekuitas swasta dan investor lainnya.

Tetapi pada bulan lalu, konglomerat yang berbasis di Omaha, Nebraska mengatakan telah berkomitmen sekitar $22 miliar untuk investasi baru yang besar.

Ini termasuk 14,6% saham di Occidental Petroleum Corp dan pembelian perusahaan asuransi Alleghany Corp senilai $11,6 miliar, akuisisi terbesar Berkshire sejak 2016.

Berkshire juga memiliki lusinan bisnis termasuk asuransi mobil Geico dan kereta api BNSF.

Itu tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Analis Morningstar Mark Cash mengatakan HP mungkin menarik bagi Berkshire karena HP secara agresif mengembalikan modal kepada pemegang saham melalui pembelian kembali saham dan dividen yang lebih tinggi.

"HP beroperasi di pasar yang menantang untuk (tahan lama) tumbuh pada tingkat yang tinggi, jadi fokus pada margin dan pengembalian adalah cara terbaik untuk memberi penghargaan kepada pemegang saham," kata Cash.

"Dalam teknologi, HP dapat dianggap sebagai permainan nilai."

Berkshire membeli kembali $ 27 miliar sahamnya sendiri pada tahun 2021.

MIcrosoft Klaim Berhasil Gagalkan Upaya Peretasan Oleh Mata-Mata Rusia

Microsoft Corp. pada hari Kamis (7/4) mengatakan telah berhasil menggagalkan upaya peretasan yang dilakukan mata-mata Rusia. Perusahaan teknologi ini menyebut pihak Rusia berusaha membobol target di Ukraina, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.

Melalui postingan di blog resminya, Microsoft mengatakan aksi peretasan ini dilakukan oleh kelompok bernama "Strontium". Dalam aksinya, kelompok tersebut menggunakan tujuh domain internet.

Lebih lanjut, Microsoft menjelaskan bahwa Strontium berupaya untuk memata-matai badan-badan pemerintah dan think tank di Uni Eropa dan Amerika Serikat, serta lembaga-lembaga Ukraina seperti organisasi media.

Untuk saat ini Microsoft tidak bisa menyebutkan nama-nama badan yang menjadi target para peretas. Pihak Kedutaan Besar Rusia di Washington pun tidak segera memberikan komentar terkait temuan Microsoft ini.

Dilansir dari Reuters, Strontium adalah julukan yang diberikan Microsoft kepada grup yang sering disebut Fancy Bear atau APT28. Kelompok ini merupakan regu peretas yang terkait dengan badan intelijen militer Rusia.

Temuan ini muncul beberapa hari setelah AS mengumumkan bahwa mereka telah secara diam-diam membasmi malware dari jaringan internet dunia dalam beberapa pekan terakhir. Malware yang menjadi target adalah buatan Rusia.

Dilansir dari New York Times, malware yang menjadi sasaran memungkinkan Rusia untuk melakukan "botnet", sebuah jaringan komputer pribadi yang dikendalikan oleh GRU, badan intelijen militer Rusia.

AS melalui Jaksa Agung Merrick Garland pada hari Rabu (6/4) mengatakan, malware tersebut dapat digunakan untuk segala hal mulai dari pengawasan hingga serangan yang merusak.

Sampai saat ini para pejabat terkait di AS masih meyakini bahwa serangan siber Rusia telah secara khusus diarahkan ke Ukraina. Salah satu malware yang disiapkan bahkan disebut mampu melumpuhkan kantor pemerintah Ukraina dan menyerang sistem satelit Eropa yang disebut Viasat.

Rusia Jatuhkan Sanksi terhadap Australia dan Selandia Baru

Rusia memberlakukan sanksi terhadap warga negara Australia dan Selandia Baru, termasuk perdana menteri mereka, kata Kementerian Luar Negeri Rusia baru-baru ini. Australia "dengan patuh mengikuti keputusan Barat" dan telah memutuskan untuk memberi sanksi kepada para pejabat Rusia.

Sebanyak 228 warga negara Australia, termasuk Perdana Menteri Scott Morrison, anggota Komite Keamanan Nasional Australia, Dewan Perwakilan Rakyat, Senat dan majelis legislatif regional, telah dilarang memasuki Rusia dengan alasan kesopanan, kata kemlu Rusia.

"Dalam waktu dekat, anggota militer Australia, pengusaha, pakar, dan anggota media yang telah berkontribusi pada pembentukan sikap negatif terhadap Rusia juga akan dimasukkan dalam daftar hitam dan diumumkan."

Sebanyak 130 warga Selandia Baru, termasuk Perdana Menteri Jacinda Ardern, Gubernur Jenderal Cynthia Kiro dan anggota pemerintah dan parlemen juga dilarang masuk ke Rusia karena tindakan tidak bersahabat mereka terhadap Rusia.

Kementerian Rusia mengatakan sanksi tersebut mulai berlaku pada Kamis (7/4/2022).

Wasekjen PBB Pesimistis Gencatan Senjata Antara Rusia-Ukraina Bisa Terjadi

Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Darurat Perserikatan Bangsa (PBB) Martin Griffiths mengatakan, merasa pesimistis tentang gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran di Ukraina, Kamis (7/4/2022). Dia telah mencoba melakukan pembicaraan dengan  Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

"Saya pikir itu tidak akan mudah karena kedua belah pihak, seperti yang saya tahu sekarang ... memiliki sedikit kepercayaan satu sama lain. Saya tidak optimis,” ujar Griffiths.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengirim Griffiths ke ibu kota Rusia dan Ukraina untuk menjajaki kemungkinan gencatan senjata. Menghentikan serangan akan memungkinkan bantuan yang sangat dibutuhkan ke Ukraina dan berpotensi meletakkan dasar bagi pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri perang.

Griffiths mengatakan tujuan tersebut masih jauh dari yang diharapkan. "Jelas, kita semua ingin itu terjadi. Namun seperti yang Anda tahu, Anda mengerti, itu tidak akan segera terjadi," katanya.

Tanpa gencatan senjata penuh, Griffiths mengatakan, dia sedang mencari cara untuk membangun kepercayaan di kedua belah pihak dan fokus pada tujuan yang lebih kecil. Dia fokus kepada membangun gencatan senjata lokal di beberapa bagian negara dan menciptakan koridor kemanusiaan yang memungkinkan warga sipil untuk melarikan diri dari pertempuran.

"Perang ini tidak akan berhenti besok. Di mana kita sedikit lebih dekat adalah untuk mendapatkan pemahaman dari kedua belah pihak ... tentang apa yang akan mempengaruhi gencatan senjata lokal. Ada banyak bagian Ukraina di mana kita dapat dalam esok hari. Gencatan senjata lokal, yang didefinisikan dalam geografi dan waktu," ujar Griffiths.

Griffiths menyatakan pasokan bantuan mulai mengalir ke beberapa bagian yang lebih sulit dijangkau di negara itu. Pasukan Rusia juga telah ditarik dari beberapa bagian Ukraina, khususnya di sekitar Kiev.

Menurut Griffiths, gencatan senjata lokal masih bisa terjadi yang menunjukan kemajuan bahkan di daerah-daerah tanpa pertempuran yang sedang berlangsung. Mereka mengharuskan pasukan tidak bergerak dan karenanya tidak dapat berkumpul kembali di tempat lain.

Kelompok bantuan telah berjuang untuk mendapatkan pasokan bagi orang-orang yang membutuhkan. Selama seminggu terakhir, anggota konvoi Palang Merah dicegah mencapai kota Mariupol untuk membantu mengevakuasi konvoi warga sipil.

Griffiths berharap untuk melakukan perjalanan ke Turki dalam satu atau dua minggu ke depan. Perjalanan ini untuk pembicaraan lebih lanjut yang bertujuan mencapai gencatan senjata. Negara yang berbagi pantai Laut Hitam dengan Rusia dan Ukraina ini mempertahankan hubungan dengan keduanya dan telah memposisikan dirinya sebagai perantara untuk negosiasi damai.

Rencana selanjutnya, Griffiths juga berharap untuk kembali ke Moskow dan menandai kunjungan terakhirnya sebagai putaran pertama pembicaraan. "Dengar, saya sudah terbiasa dengan gagasan bahwa gencatan senjata, yang menjadi tugas saya untuk coba dan capai, membutuhkan waktu," katanya.

Rusia melancarkan serangannya ke Ukraina lebih dari enam minggu lalu, pada 24 Februari. Pertempuran itu telah membuat jutaan orang mengungsi di dalam negeri dan mendorong lebih dari empat juta warga Ukraina untuk mencari perlindungan di luar negeri.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB telah mencatat lebih dari 1.400 warga sipil tewas dalam pertempuran itu, meskipun jumlah kematian sebenarnya pasti lebih tinggi. Perwakilan kedua negara telah mengadakan sejumlah pertemuan melalui tautan video dan secara langsung, tetapi diskusi itu belum mengakhiri pertempuran