• Blog
  • News  Forex, Index & Komoditi (Senin,  4 April 2022)

News  Forex, Index & Komoditi (Senin,  4 April 2022)

Wall Street naik moderat, Indeks Dow Jones terkerek 139,92 poin

Wall Street membukukan kenaikan moderat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena laporan pekerjaan bulanan mengindikasikan pasar tenaga kerja yang kuat dan kemungkinan akan menjaga Federal Reserve (Fed) di jalurnya untuk mempertahankan sikap kebijakan hawkish-nya.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 139,92 poin atau 0,40 persen, menjadi menetap di 34.818,27 poin. Indeks S&P 500 bertambah 15,45 poin atau 0,34 persen, menjadi berakhir di 4.545,86 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 40,98 poin atau 0,29 persen, menjadi ditutup di 14.261,50 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor real estat terangkat 2,02 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor industrial tergelincir 0,7 persen, menjadikannya kelompok berkinerja terburuk.

Untuk minggu ini indeks Dow Jones tergelincir 0,1 persen, indeks S&P 500 naik tipis 0,1 persen dan Nasdaq menguat 0,7 persen.

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan akselerasi perekrutan yang cepat oleh pengusaha sementara upah terus naik, meskipun tidak cukup untuk mengimbangi inflasi.

Pengusaha AS menambahkan 431.000 pekerjaan pada Maret, sedikit di bawah perkiraan 490.000 tetapi masih menunjukkan kenaikan pekerjaan yang kuat. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,6 persen, terendah baru dalam dua tahun sementara pendapatan rata-rata per jam naik 5,6 persen pada basis tahun ke tahun.

Laporan tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral kemungkinan akan menjadi lebih agresif dalam menaikkan suku bunganya, ketika berusaha untuk mengekang inflasi saat bank sentral melepaskan kebijakan moneternya yang longgar.

"Kenaikan pekerjaan luas, lebih banyak orang akan kembali ke kantor," kata Ahli Strategi investasi senior Allspring Global Investments, Brian Jacobsen, di Menomonee Falls, Wisconsin.

"Jika data lain antara sekarang dan pertemuan Fed berikutnya tetap cerah, Fed kemungkinan akan merasa nyaman menaikkan 50 basis poin dan mengumumkan ikhtisar agresif dari neracanya."

Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan bank sentral Mei berdiri di 73,3 persen, menurut Alat FedWatch CME.

Pada pertemuan Maret The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kenaikan pertama sejak 2018, dan sejumlah pembuat kebijakan bank sentral telah mengindikasikan bahwa mereka siap untuk kenaikan suku bunga yang lebih besar.

Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan pada Jumat (1/4/2022) bahwa dia tidak melihat risiko besar dalam menggunakan "beberapa" kenaikan suku bunga setengah poin untuk membawa biaya pinjaman ke netral lebih cepat selama tujuannya bukan untuk menaikkan suku lebih cepat dan mendorongnya lebih tinggi.

Data lain pada Jumat (1/4/2022) menunjukkan aktivitas manufaktur AS secara tak terduga melambat pada Maret, meskipun tetap kuat di wilayah ekspansi, karena rantai pasokan yang ketat terus memberikan tekanan pada harga input.

Setelah laporan penggajian, imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak dan bagian kurva imbal hasil yang diawasi ketat antara obligasi dua tahun dan 10-tahun, yang dilihat oleh banyak orang sebagai indikator resesi yang andal, terbalik untuk ketiga kalinya minggu ini.

Pengecer video game GameStop Corp, bagian dari hiruk-pikuk perdagangan "saham meme" tahun lalu, menyerahkan keuntungan awal dan berakhir turun 0,95 persen setelah mengumumkan rencana untuk meminta persetujuan pemegang saham untuk pemecahan saham.

Apple Inc turun 0,17 persen setelah J.P. Morgan menghapus saham dari "daftar fokus" analisnya bersama dengan Qualcomm yang merosot 3,81 persen.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,45 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,78 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Ukraina Balik Serang Rusia, Depot Bahan Bakar di Belgorod Jadi Sasaran

Ukraina balik serang Rusia. Gubernur Belgorod Vyacheslav Gladkov menuduh Ukraina menyerang depot bahan bakar di Kota Belgorod, yang terletak di seberang perbatasan di utara Kharkiv.

Gladkov mengatakan dua helikopter Ukraina melakukan serangan ke depot bahan bakar di Kota Belgorod, yang memicu kebakaran di fasilitas itu. "Dua orang terluka," katanya seperti dikutip Al Jazeera.

Sementara intelijen militer Inggris menyebutkan, pasukan Ukraina merebut kembali Desa Sloboda dan Lukashivka di selatan Chernihiv dan terletak di sepanjang rute pasokan utama antara Chernihiv dan Kyiv.

“Ukraina juga terus melakukan serangan balasan yang sukses, tetapi terbatas di timur dan timur laut Kyiv,” sebut Kementerian Pertahanan Inggris, seperti dilansir Al Jazeera.

Chernihiv dan Kyiv telah menjadi sasaran serangan udara dan rudal yang berkelanjutan, meskipun Rusia mengeklaim mengurangi aktivitas di daerah-daerah itu, Kementerian Pertahanan Inggris menambahkan.

Hanya, Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, Rusia mengerahkan kembali pasukan dari Georgia ke Ukraina.

“Antara 1.200 dan 2.000 dari pasukan Rusia ini sedang direorganisasi menjadi tiga Battalion Tactical Groups,” kata Kementerian Pertahanan Inggris.

“Sangat tidak mungkin bahwa Rusia berencana untuk menghasilkan bala bantuan dengan cara ini, dan ini menunjukkan kerugian tak terduga yang dideritanya selama invasi,” imbuh mereka

Jelang KTT, Uni Eropa Desak China untuk Tidak Bantu Rusia Selama Perang di Ukraina

Uni Eropa dan China akan mengadakan KTT pada Jumat (1/4). Dalam pertemuan puncak pertama dalam dua tahun terakhir, Uni Eropa akan mendesak China agar tidak membantu Rusia selama perang di Ukraina.

Para pejabat Uni Eropa mengatakan, bantuan apa pun yang diberikan kepada Rusia akan merusak reputasi internasional China, dan membahayakan hubungan dengan mitra dagang terbesarnya, yakni Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan dan Dewan Eropa Charles Michel akan mengadakan pembicaraan virtual dengan Perdana Menteri China Li Keqiang. Agenda berikutnya adalah pertemuan virtual dengan Presiden Xi Jinping.

Seorang pejabat Uni Eropa menyebutkan, pernyataan sikap China terhadap Rusia akan menjadi kunci dari pertemuan puncak pada Jumat.

Pejabat lainnya, yang juga berbicara secara anonim, menegaskan pentingnya peran Eropa dan AS terhadap ekonomi China.

Menurut dia, lebih dari seperempat perdagangan global China adalah dengan Eropa dan AS. Sementara dengan Rusia, China hanya melakukan perdagangan sebesar 2,4%.

Wang Yiwei, pakar Eropa di Universitas Renmin Beijing, mengatakan, China dan Uni Eropa memiliki pandangan yang sama untuk mengakhiri perang Ukraina.

"Saya membayangkan China ingin menggunakan KTT ini untuk berdiskusi dengan Uni Eropa mengenai bagaimana menciptakan kondisi yang dapat diterima oleh Putin agar dia mau turun dari posisinya (kebijakannya) saat ini," kata Yiwei kepada Reuters.

Sejak tahun 2019, bahasa diplomatik Uni Eropa terhadap China berubah, dari menganggapnya sebagai saingan sistemik menjadi mitra potensial dalam memerangi perubahan iklim atau pandemi.

Uni Eropa dan China bahkan telah terikat dalam perjanjian investasi sejak akhir 2020. Perjanjian itu dirancang untuk menyelesaikan beberapa kekhawatiran Uni Eropa tentang akses pasar timbal balik.

Sayangnya, penerapan perjanjian tersebut harus tertunda oleh sanksi Uni Eropa terhadap China yang diduga telah melakukan pelanggaran HAM di wilayah Xinjiang. Sebaliknya, China juga memasukkan individu dan entitas Uni Eropa ke daftar hitam.

AS Targetkan Sektor Teknologi di Sanksi Terbaru atas Rusia

Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan sektor teknologi, sambil membuka kemungkinan  untuk bertindak terhadap sektor tambahan sebagai tanggapan terhadap serangan Rusia atas Ukraina.

Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi pada 21 entitas dan 13 orang, termasuk Mikron, pembuat chip dan produsen serta pengekspor mikroelektronika terbesar di Rusia.

"Kami akan terus menargetkan mesin perang Putin dengan sanksi dari setiap sudut, sampai perang pilihan yang tidak masuk akal ini berakhir," kata Menteri Keuangan AS Janet Yellen seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/4).

AS juga menetapkan bahwa tiga sektor baru dalam ekonomi Rusia yang dikenakan sanksi di bawah perintah eksekutif yang ada. Ini memungkinkan Amerika Serikat menjatuhkan tindakan hukuman pada setiap orang atau entitas yang beroperasi di sektor kedirgantaraan, kelautan dan elektronik.

Mereka yang ditargetkan termasuk Serniya Engineering dan pembuat peralatan Sertal yang berbasis di Moskow. Dua perusahaan itu dituduh Departemen Keuangan AS bekerja untuk pengadaan peralatan dan teknologi secara ilegal untuk sektor pertahanan Rusia yang dapat berlipat ganda untuk penggunaan sipil.

Washington telah memberlakukan sanksi beberapa kali sejak Rusia melancarkan serangan terbesar terhadap negara Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

“Negara-negara Barat akan mencoba menemukan alasan baru untuk sanksi terhadap Rusia," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.

Aktivitas Pabrik di Jepang Meningkat Seiring Meredanya Kasus Covid-19

Aktivitas manufaktur Jepang tumbuh lebih cepat dari bulan sebelumnya pada Maret karena permintaan domestik terangkat dari dampak memudarnya pandemi Covid-19.

Hanya saja, aktivitas di sektor ini melihat penurunan tajam dalam pesanan ekspor baru, karena permintaan eksternal menderita dari pembatasan pandemi di China dan perang Rusia di Ukraina, yang menyebabkan gangguan rantai pasokan dan tekanan harga memburuk.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur au Jibun Bank Jepang naik ke penyesuaian musiman 54,1 di bulan Maret, naik dari pembacaan cepat 53,2 dan final bulan sebelumnya di 52,7. Angka tersebut berarti aktivitas manufaktur berada di atas ambang 50,0 yang memisahkan kontraksi dari ekspansi untuk 14 bulan berturut-turut.

"Arus masuk pesanan baru mengalami percepatan pertumbuhan, karena perusahaan pulih dari lonjakan kasus Covid-19 pada awal tahun."  kata Usamah Bhatti, ekonom IHS Markit, yang menyusun survei tersebut.

Survei PMI menunjukkan bahwa pesanan ekspor baru turun pada tingkat paling tajam dalam 20 bulan, menunjukkan kondisi yang kurang stabil di pasar luar negeri. Bhatti bilang penurunan pesanan ekspor mengikuti pengenalan kembali pembatasan virus corona di beberapa bagian China dan perang Rusia-Ukraina.

"Bukti anekdotal juga menghubungkan perang dengan harga yang memburuk dan tekanan pasokan," kata Bhatti.

Produsen mencatat kenaikan harga input paling tajam sejak Agustus 2008, survei menunjukkan, menyusul kenaikan cepat harga minyak dan bahan baku lainnya.

Optimisme perusahaan tentang kondisi produksi untuk 12 bulan ke depan menjadi sedikit kurang positif karena risiko penurunan luar negeri, sementara mereka juga melaporkan penurunan waktu tunggu di tengah kekurangan bahan.

"Ada peningkatan rekor survei dalam stok input karena perusahaan berusaha menumbuhkan stok pengaman dan input yang tidak terpakai terakumulasi karena kekurangan komponen penting," kata Bhatti.

Pertumbuhan Pabrik Korea Selatan Melambat Karena Pesanan Ekspor Menyusut

Aktivitas pabrik Korea Selatan melambat pada Maret, karena kejatuhan ekonomi dari perang Ukraina menambah ketegangan bagi perusahaan-perusahaan yang sudah berjuang dengan gangguan rantai pasokan dan tekanan inflasi.

Indeks manajer pembelian (PMI) Markit turun menjadi 51,2 di bulan Maret dari 53,8 di bulan Februari. Indeks manufaktur berada di atas ambang batas 50 yang menunjukkan ekspansi dalam aktivitas. Ini adalah ekspansi bulan ke-18 berturut-turut, meskipun merupakan posisi terendah dalam empat bulan.

"Produsen Korea Selatan melaporkan bahwa kenaikan harga yang tajam dan gangguan rantai pasokan yang berkelanjutan telah menghambat produksi dan permintaan pada akhir kuartal pertama tahun ini," kata Usamah Bhatti, seorang ekonom di S&P Global dikutip dari Reuters, Jumat (1/4).

Usamah menambahkan bahwa perusahaan manufaktur mencatat dampak sanksi ekonomi terhadap Rusia dan perang dengan Ukraina terhadap permintaan internasional, dengan penjualan ekspor baru turun pada laju tercepat sejak pertengahan 2020.

Pesanan ekspor baru kembali berkontraksi dalam tiga bulan dan mencatat penurunan paling tajam sejak Juli 2020. Responden tertekan oleh harga bahan baku yang lebih tinggi dan invasi Rusia ke Ukraina. Secara keseluruhan pesanan baru hampir tidak tumbuh dengan sub-indeks berdiri di 50,4.

Namun, perusahaan tetap optimistis bahwa tekanan harga dan ketidakseimbangan pasokan akan mereda dalam setahun ke depan dan meningkatkan permintaan di dalam dan dari luar negeri.

Karena Alasan Ini, COVAX Tidak Lagi Mengalokasikan Vaksin Covid-19 ke Korea Utara

Nama Korea Utara kini tidak lagi ada dalam daftar alokasi vaksin Covid-19 yang disiapkan oleh program COVAX. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh COVAX pada hari Jumat (1/4).

Dilansir dari Yonhap, dihapusnya Korea Utara dari program merupakan tanggapan atas proses pengiriman yang berlarut-larut. Hal ini diduga disebabkan oleh kurangnya kerja sama dari rezim Korea Utara sendiri.

"COVAX tidak memiliki alokasi konkret untuk DPRK (Korea Utara) saat ini," kata juru bicara aliansi vaksin Gavi.

Dengan ini, COVAX resmi mengalihkan 1,29 juta dosis vaksin AstraZeneca yang awalnya disediakan untuk Korea Utara.

Dalam penyataannya, Gavi menjelaskan bahwa vaksin yang awalnya dialokasikan untuk Korea Utara akan dialihkan ke negara lain yang lebih membutuhkan. Vaksin yang ada juga akan segera diserahkan ke negara terkait agar semua dosisnya dapat digunakan tepat waktu sebelum masa kadaluarsa datang.

Gavi, melalui COVAX, berkomitmen untuk mendistribusikan bantuan vaksin dengan prinsip "alokasi vaksin berbasis kebutuhan". Atas dasar itu, negara seperti Korea Utara yang diajak berdiskusi akan dikecualikan.

Pada Februari lalu, COVAX juga dilaporkan telah membatalkan pengiriman 252.000 vaksin Covovax yang dikembangkan oleh Novavax ke Korea Utara karena alotnya dialog.

Program vaksin yang ada di bawah UNICEF juga menunjukkan sudah tidak ada lagi vaksin Covid-19 yang dialokasikan untuk Korea Utara pada hari Jumat.

Meskipun demikian, UNICEF mengaku akan tetap berupaya menawarkan dosis vaksin Covid-19 kepada Korea Utara dalam putaran alokasi berikutnya jika negara itu memutuskan untuk memperkenalkan imunisasi Covid-19 sebagai bagian dari tanggapan pandemi nasional.

Sejauh ini, Korea Utara belum menanggapi tawaran itu. Negara tertutup itu juga masih mengklaim diri bebas dari virus corona berkat kontrol perbatasan yang ketat sejak pandemi dimulai awal 2020 lalu.

Saham Teknologi China Anjlok di Tengah Kekhawatiran Delisting dari Bursa AS

Harga saham perusahaan teknologi China merosot pada perdagangan Jumat (1/4) di tengah kekhawatiran akan resiko delisting sejumlah perusahaan dari bursa saham Amerika Serikat (AS). Ini merupakan penurunan hari kedua.  Indeks Hang Seng Tech turun 3,9% pada awal perdagangan Jumat. Sementara di hari sebelumnya sudah terkoreksi sebesar 1,4%.

Regulator Bursa AS telah menambahkan Baidu Inc ke dalam daftar perusahaan China yang kemungkinan akan dikeluarkan dari bursa AS. Saham Baidu anjlok 8,5% dan menjadi pemberat utama terhadap indeks Hang Seng Tech pada Jumat. Bilibili Inc juga melorot lebih dari 8%.

Aksi jual dua hari berturut-turut saham perusahaan teknologi ini menunjukkan bahwa investor semakin khawatir di tengah aturan  regulator bursa AS yang memaksa untuk bisa mendapatkan akses penuh terhadap audit perusahaan China. Namun, China mengatakan pembicaraan dengan pengawasan akuntansi AS masih akan berlanjut untuk mencari kesepakatan.

Seperti diketahui, Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau The Securities and Exchange (SEC) telah memasukan lima emiten di  Bursa New York yang haru memenuhi aturan pengawasan audit AS. Empat diantaranya adalah perusahaan teknologi China.

Berdasarkan penyataan SEC yang dikutip SCMP, Jumat (1/4), Futu Holdings, iQiyi dan Baidu merupakan nama terbaru yang diidentifikasikan di bawah Holding Foreign Companies Accountable Act (HFCAA).

Selain itu, ada nama Nocera yakni perusahaan jasa pertanian yang berbasis di Atlanta dan CASI Pharmaceuticals yang mengembangkan obat kanker di Rockville, Maryland.

Aturan HFCAA yang diberlakukan selama masa senja pemerintahan Donald Trump, mengharuskan perusahaan asing yang terdaftar di AS untuk mematuhi aturan inspeksi audit di bawah Dewan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik (PCAOB). Jika selama tiga tahun tidak dipenuhi juga maka akan dikeluarkan dari bursa AS.

“Peran SEC pada tahap proses ini semata-mata untuk mengidentifikasi emiten yang telah menggunakan kantor akuntan publik yang diidentifikasi PCAOB untuk mengaudit laporan keuangan mereka," tulis SEC dalam pernyataannya.

Di bawah klausa praduga yang dapat dibantah dalam undang-undang AS, perusahaan yang diidentifikasi oleh SEC dapat membantah penambahan mereka. Weibo Corporation, yang ditambahkan ke daftar SEC pada 23 Maret, memiliki waktu hingga 13 April untuk mengajukan banding, sedangkan batas waktu untuk lima sisanya adalah seminggu kemudian pada 20 April.

Ketika SEC mengidentifikasi HutchMed dan empat perusahaan lain yang terdaftar di AS pada 8 Maret sebagai pihak yang bertanggung jawab di bawah HFCAA, hal itu menyebabkan kehancuran pasar saham Hong Kong untuk saham yang bersangkutan. Untuk saat ini, regulator sekuritas China bersikap tenang.

“Menurut SEC, itu hanya prosedur normal bagi regulator AS untuk menegakkan HFCAA. Apakah perusahaan yang ditambahkan ke daftar akan dihapuskan akan tergantung pada hasil negosiasi antara China dan AS atas kerja sama mereka dalam regulasi audit, ”kata juru bicara Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC).

Ada sekitar 200 perusahaan China,  termasuk pemilik surat kabar ini Alibaba Group Holding, listing di New York Stock Exchange (NYSE) atau Nasdaq.

China tidak mengizinkan data audit dan akuntansi dibawa ke luar negeri, tetapi telah memberdayakan CSRC untuk menemukan mekanisme untuk mematuhi peraturan akuntansi luar negeri. Sebuah pendekatan baru sedang dipertimbangkan, di mana kementerian keuangan China memeriksa data audit untuk rahasia negara dan informasi pribadi sebelum menyerahkannya, Post melaporkan pekan lalu.

Ketua SEC Gary Gensler dan ketua CSRC Yi Huiman telah mengadakan tiga pertemuan online sejak Agustus lalu untuk membahas prospek kerja sama dalam peraturan audit, dan pengawas sekuritas China telah bertemu dengan PCAOB, kata juru bicara CSRC, menambahkan bahwa komunikasi sedang berlangsung.

Presiden Ukraina Minta Belanda Setop Semua Perdagangan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Kamis (31/3/2022) mendesak Belanda agar menghentikan semua perdagangan dengan Rusia. Selain itu, Zelenskyy meminta senjata tambahan bagi negaranya.

Zelenskyy berbicara kepada parlemen Belanda melalui tautan video dan mengatakan bahwa Rusia mendanai perang dari hasil pendapatan migas. Oleh sebab itu Belanda harus menyetop perdagangan dengan Rusia. Menurut Zelenskyy, Rusia tidak mengobarkan perang yang adil.

Ia juga menegaskan pihak-pihak yang bertanggung jawab akan diseret ke persidangan di Den Haag. Namun, Perdana Menteri Belanda mengatakan negaranya tidak akan memboikot energi Rusia. Mark Rutte mengatakan kepada saluran penyiaran umum Belanda NOS bahwa paket sanksi dari mereka terhadap Rusia belum pernah terjadi sebelumnya.

"Namun penting juga agar kami dapat terus meluluhkan orang-orang kami dan agar industri utama kami terus beroperasi. Belanda berniat untuk tidak bergantung lagi pada gas Rusia segera mungkin. Namun mustahil dalam jangka waktu dekat ini. Kami mesti mempertimbangkan semua kepentingan," ucapnya.

Merujuk pada tuntutan Ukraina tentang keanggotaan Uni Eropa jalur cepat, Rutte menyebutnya mustahil. Perang antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari telah menyulut amarah dunia. Uni Eropa, Amerika Serikat, Inggris, serta sejumlah negara lainnya menjatuhkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.

Sedikitnya 1.232 warga sipil di Ukraina tewas dan 1.935 lainnya terluka, menurut perkiraan PBB, yang mencatat bahwa jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. Lebih dari empat juta warga Ukraina juga telah menyelamatkan diri ke sejumlah negara Eropa dan jutaan lainnya mengungsi di dalam negeri, kata badan PBB untuk pengungsi.

Jepang Sanksi Korut Setelah Peluncuran ICBM

Pemerintah Jepang pada Jumat (1/4/2022) menjatuhkan sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut) atas uji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) belum lama ini. Sebelumnya Amerika Serikat (AS) mendesak untuk hukuman internasional yang lebih keras bagi negara bersenjata nuklir itu.

Jepang telah melarang masuknya perdagangan dan kapal sebagai bagian dari sanksi sepihak terhadap Pyongyang. Namun pada Jumat pemerintah Jepang mengatakan, pihaknya akan menunjuk empat kelompok dan sembilan individu yang terlibat dalam pengembangan nuklir dan rudal.

"Entitas dan individu akan dikenakan pembekuan aset," kata juru bicara pemerintah Hirokazu Matsuno seperti dikutip laman Channel News Asia, Jumat.

Langkah Jepang dilakukan setelah Washington menyerukan resolusi untuk memperbarui dan memperkuat rezim sanksi terhadap Pyongyang di Dewan Keamanan PBB pekan lalu. Ini digaungkan setelah peluncuran ICBM pertama rezim yang terisolasi itu sejak 2017.

Korut mengatakan peluncuran itu merupakan uji coba rudal Hwasong-17 yang berhasil. ICBM jarak jauh yang menurut para analis mungkin mampu membawa banyak hulu ledak. Hwasong adalah rudal yang pertama kali muncul pada parade militer pada 2020.

Namun Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan, bahwa Seoul dan Washington kin telah menyimpulkan bahwa Seoul dan Washington sekarang telah menyimpulkan bahwa peluncuran itu sebenarnya dari Hwasong-15, sebuah ICBM yang diujicoba Pyongyang pada tahun 2017.

Namun, para ahli mengatakan peluncuran itu menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ini juga membuat Jepang khawatir, terutama ketika rudal itu mendarat di dalam zona ekonomi eksklusifnya.