• Blog
  • News  Forex, Index & Komoditi (Jum’at, 25 Maret 2022)

News  Forex, Index & Komoditi (Jum’at, 25 Maret 2022)

Wall Street berakhir menguat, indeks Nasdaq terangkat 269,24 poin

Indeks-indeks utama di Wall Street menguat lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang rebound pasar ketika investor memborong saham-saham produsen chip dan saham-saham ternama yang terpukul serta akibat penurunan harga minyak.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 349,44 poin atau 1,02 persen, menjadi menetap di 34.707,94 poin. Indeks S&P 500 menguat 63,92 poin atau 1,43 persen, menjadi berakhir di 4.520,16 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 269,24 poin atau 1,93 persen, menjadi ditutup di 14.191,84 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham sektor teknologi dan material masing-masing terdongkrak 2,71 persen dan 1,96 persen, memimpin kenaikan.

Saham Nvidia Corp melonjak 9,8 persen, memimpin reli di seluruh sektor chip dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Januari. Intel Corp melonjak 6,9 persen, dan kedua saham tersebut membantu mendorong S&P 500 dan Nasdaq lebih tinggi.

Indeks semikonduktor Philadelphia SE meningkat 5,1 persen dalam persentase kenaikan harian terbesar sejak 15 Februari, sementara itu tetap turun sekitar 10 persen untuk sejauh tahun ini. Saham Apple naik untuk hari kedelapan berturut-turut setelah terpukul awal bulan ini.

Tiga indeks utama telah reli dalam enam dari delapan sesi terakhir, dengan ketiganya telah rebound setelah indeks S&P 500 dan Dow mengkonfirmasi bahwa mereka dalam koreksi dan Nasdaq menetapkannya dalam pasar bearish.

"Pasar bearish adalah penurunan untuk dibeli," kata Jake Dollarhide, chief executive officer Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, yang memiliki sekitar 50 juta dolar AS aset yang dikelola. "Orang-orang akhirnya berkata hei, ini adalah titik masuk yang bagus."

"Mereka melihat nilai lebih dalam (saham) teknologi untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama," katanya.

Harga minyak turun setelah reli tajam pada Rabu (23/3/2022).

Data sebelumnya menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah 52,5 tahun pekan lalu, sementara daftar pengangguran terus menyusut.

Investor mengamati perkembangan selanjutnya dalam krisis Ukraina-Rusia. Para pemimpin Barat telah sepakat untuk meningkatkan bantuan militer ke Ukraina dan memperketat sanksi terhadap Rusia yang menginvasi tetangganya memasuki bulan kedua.

Volume transaksi di bursa AS relatif rendah pada 11,03 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 14,3 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

ECB pertimbangkan beli banyak obligasi jika perang hancurkan ekonomi

Bank Sentral Eropa (ECB) akan mempertimbangkan untuk memperpanjang program pencetakan uangnya setelah musim panas ini jika ekonomi zona euro jatuh ke dalam "resesi yang dalam" karena konflik di Ukraina, kata anggota dewan ECB Isabel Schnabel, Kamis (24/3/2022).

ECB mengatakan awal bulan ini akan mengakhiri skema stimulus pembelian obligasi musim panas ini dan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade beberapa waktu setelah itu, karena mengatasi kenaikan inflasi yang tiba-tiba.

Schnabel, yang paling hawkish dari enam anggota dewan yang menjalankan ECB, mengatakan bank sentral telah "membiarkan pintu terbuka" jika situasi memburuk untuk zona euro, yang sangat bergantung pada gas Rusia dan bahan mentah lainnya.

"Jika kita sekarang jatuh ke dalam resesi yang dalam karena krisis Ukraina, kita harus memikirkan kembali itu," katanya kepada sebuah web show Jerman.

"Jika tidak, kami akan mengakhiri pembelian obligasi pada kuartal ketiga dan segera setelah kami melakukannya, kami dapat menaikkan suku bunga kapan saja tergantung pada bagaimana inflasi berkembang."

Gubernur bank sentral Estonia, Madis Mueller, pejabat hawkish lainnya di Dewan Pengatur pembuat kebijakan ECB, mengatakan dalam wawancara dengan Politico bahwa ECB hanya akan memperpanjang Program Pembelian Asetnya jika ada "perubahan dramatis" dalam prospek inflasi.

Rekannya dari Portugal Mario Centeno, seorang yang dovish, memperingatkan "normalisasi kebijakan moneter ECB akan dilakukan secara bertahap dan proporsional pada akhir tahun ini".

ECB telah mengatakan mereka memperkirakan ekonomi zona euro untuk berkembang sebesar 3,7 persen tahun ini dan masih akan tumbuh bahkan jika sanksi yang lebih ketat dikenakan pada Rusia atau pasokan mengering dan pasar keuangan berhenti bekerja.

Bank sentral untuk 19 negara yang berbagi euro itu melihat inflasi di atas atau pada target 2,0 persen tahun ini dan berikutnya dalam skenario apa pun.

New York tetap unggul atas London sebagai pusat keuangan top dunia

Kota New York telah memperpanjang keunggulannya di antara pusat keuangan top dunia, dengan runner up London kalah dari saingan yang semakin kompetitif di Amerika Serikat dan Asia, Indeks Pusat Keuangan Global (GFCI) menunjukkan pada Kamis.

Indeks dari lembaga pemikir Z/Yen Group dalam kemitraan dengan China Development Institute menunjukkan ibu kota keuangan AS memegang posisi teratas dengan 759 poin, turun 3 poin dari posisi enam bulan lalu.

Pemeringkatan didasarkan pada survei dan 150 faktor, dengan ukuran kuantitatif dari Bank Dunia, The Economist Intelligence Unit, OECD, dan PBB.

London bertahan di tempat kedua meskipun kehilangan 14 poin menjadi 726. Penurunan serupa di waktu berikutnya akan menempatkannya di belakang Hong Kong, Shanghai dan Los Angeles, dan setara dengan Singapura, berdasarkan penampilan mereka saat ini.

London kini menjadi satu-satunya pusat Eropa yang masuk 10 besar setelah Shenzhen menggantikan Paris di peringkat 10, sebut Reuters.

GFCI mengatakan invasi Rusia ke Ukraina akan mempengaruhi peringkat masa depan untuk Moskow dan St Petersburg, yang kemungkinan akan turun setelah masing-masing berada di peringkat 50 dan 110, kali ini.

Peringkat London telah diawasi ketat sejak kepergian Inggris dari Uni Eropa, yang sebagian besar memutuskan sektor keuangan Inggris dari blok tersebut.

Dalam indeks peringkat fintech GFCI, sektor yang diprioritaskan Inggris dalam upayanya untuk menjaga London tetap menarik, New York dan Shanghai masing-masing mempertahankan posisi pertama dan kedua, sementara Beijing dan San Francisco mengambil alih London untuk mengambil tempat ketiga dan keempat.

Brexit menyebabkan seruan dari bank-bank untuk Inggris meningkatkan daya saing ibu kota, dengan aturan pencatatan sudah dilonggarkan.

Kementerian keuangan Inggris berencana untuk memberi regulator kewenangan daya saing formal, meskipun menjaga keamanan bank, perlindungan konsumen, dan ketertiban pasar akan tetap menjadi prioritas utama mereka.

"Tujuan utama untuk mempromosikan daya saing adalah benar-benar ide yang buruk," kata Deputi Gubernur bank Sentral Inggris (BoE) Sam Woods minggu ini.

Balas Kelakuan Amerika, Rusia Tak Segan Usir Sejumlah Diplomat Amerika dari Moskow

Rusia pada Rabu (23/3/2022) menyatakan kepada Amerika Serikat bahwa Moskow akan mengusir sejumlah diplomat Amerika sebagai pembalasan atas pengusiran yang dilakukan AS terhadap staf perutusan Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menurut laporan Interfax.

Kantor berita itu juga mengutip pernyataan kementerian luar negeri Rusia kepada Amerika Serikat bahwa tindakan-tindakan yang bermusuhan terhadap Moskow akan mendapat balasan.

Pemerintah AS pada Februari mengatakan telah mengusir 12 diplomat Rusia di PBB atas dasar kekhawatiran keamanan nasional.

Washington menggambarkan para diplomat Rusia itu sebagai "mata-mata", demikian sebagaimana dilansir Antara yang mengutip Reuters, Kamis (24/3/2022).

Interfax melaporkan bahwa kementerian Rusia telah memberikan kepada seorang diplomat senior AS daftar orang-orang yang harus pergi "sebagai pembalasan atas pengusiran oleh Washington terhadap diplomat-diplomat di perutusan tetap untuk PBB di New York".

Interfax tidak menyebutkan berapa banyak diplomat AS yang diusir ataupun kapan mereka harus pergi dari Rusia.

"Pihak Amerika diberi tahu sangat tegas bahwa tindakan bermusuhan dari AS terhadap Rusia akan segera dibalas," kata kantor berita itu.

Pengusiran oleh Rusia dilakukan ketika AS dan sekutu-sekutunya mempertimbangkan untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia terkait invasinya ke Rusia.

Ternyata Ini Pertimbangan Amerika dan Barat untuk Tendang Rusia dari G20 Indonesia

Amerika Serikat dan sekutunya tengah mempertimbangkan untuk menendang Rusia dari kelompok ekonomi G20, meski tampaknya anggota seperti China dan India menolak. Putin direncanakan akan tetap hadir di KTT G20 Bali akhir tahun ini.

Amerika Serikat (AS) dan sekutu Baratnya dilaporkan sedang mempertimbangkan, apakah Rusia harus tetap berada dalam kelompok ekonomi utama Kelompok G20 setelah invasinya ke Ukraina.

Tapi nampaknya tekanan untuk mendepak Rusia akan diveto negara anggota lain seperti Cina, India dan Arab Saudi.

Tema ini meningkatkan prospek beberapa negara akan absen dari pertemuan G20 tahun ini.

G20 bersama dengan Kelompok G7, yang hanya terdiri dari AS, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, Jepang, dan Inggris, adalah platform internasional utama untuk mengoordinasikan segala hal mulai dari aksi perubahan iklim hingga utang lintas batas.

Rusia saat ini menghadapi banyak sanksi internasional yang dipimpin oleh negara-negara Barat, yang bertujuan untuk mengisolasinya dari ekonomi global, termasuk secara khusus menutupnya dari sistem pembayaran bank global SWIFT dan membatasi transaksi oleh bank sentralnya.

"Ada diskusi tentang apakah pantas bagi Rusia untuk menjadi bagian dari G20,” kata sumber senior G7 dikutip dari kantor berita Reuters.

"Jika Rusia tetap menjadi anggota, itu akan menjadi organisasi yang kurang berguna."

Ketika ditanya apakah Presiden AS Joe Biden akan bergerak untuk mendorong Rusia keluar dari G20 saat dia bertemu dengan sekutu di Brussels pada hari Jumat (25/03), penasihat keamanan nasional Jake Sullivan swcara diplomatis mengatakan, AS berencana untuk berkonsultasi dengan sekutunya.

"Kami percaya bahwa itu tidak bisa menjadi bisnis seperti biasa untuk Rusia di lembaga internasional dan dalam komunitas internasional,” kata Sullivan di Gedung Putih, Selasa (22/03).

Menanggapi hal ini, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengatakan Presiden Vladimir Putin tetap berencana hadir dalam KTT G20 yang akan berlangsung di Bali akhir 2022 ini.

Eropa desak Rusia dikecualikan dari G20 Sebuah sumber Uni Eropa secara terpisah mengkonfirmasi pembahasan tentang status Rusia pada pertemuan G20 mendatang, yang kursi kepemimpinannya saat ini dipegang Indonesia.

"Sudah sangat jelas bagi Indonesia, kehadiran Rusia pada pertemuan tingkat menteri yang akan datang akan sangat bermasalah bagi negara-negara Eropa,” kata sumber tersebut, seraya menambahkan tidak ada proses yang jelas untuk mengecualikan suatu negara.

Polandia pada hari Selasa (22/03) menyatakan, telah menyarankan kepada pejabat perdagangan AS bahwa mereka bisa menggantikan Rusia dalam kelompok G20 dan saran itu telah menerima "tanggapan positif."

"Selama pertemuan dengan Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, kami membuat pengajuan untuk mengecualikan Rusia dari G20, yang diterima dengan respons positif dan persetujuan, dan hal ini akan diserahkan kepada Presiden Biden," ujar Menteri Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Polandai Piotr Nowak.

Anggota WTO keberatan dengan keanggotaan Rusia

Pejabat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa mengatakan, banyak delegasi di sana menolak untuk bertemu delegasi Rusia.

"Banyak pemerintah telah mengajukan keberatan atas apa yang terjadi di Ukraina, dan keberatan ini telah terwujud dalam kurangnya keterlibatan dengan anggota yang bersangkutan," kata juru bicara WTO Keith Rockwell.

Dilaporkan mereka yang tidak terlibat dengan Rusia di WTO adalah Uni Eropa (UE), AS, Kanada, dan Inggris.

Sebelumnya, G7 diperluas ke format "G8" dengan memasukkan Rusia ke dalam kelompok ini, selama periode hubungan yang lebih hangat di awal tahun 2000-an.

Namun, Moskow diskors tanpa batas waktu dari kelompok itu setelah aneksasi Krimea pada tahun 2014.

Presiden Ukraina Minta Warga Dunia Turun ke Jalan, Protes Invasi Rusia

Presiden Ukraina mengajukan permohonan yang berapi-api untuk protes jalanan secara global terhadap invasi Rusia yang sudah berlangsung selama sebulan.

Dan bagi para pemimpin yang berkumpul di Brussels, Belgia, untuk pertemuan darurat NATO pada Kamis (24/2), Presiden Ukraina meminta untuk mengirim persenjataan yang lebih canggih.

Dalam pidato televisi larut malam, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang tampak lelah memohon dalam bahasa Inggris, agar dunia membantu memastikan kelangsungan hidup bangsanya.

"Dunia harus menghentikan perang," katanya, seperti dikutip Channel News Asia.

"Datanglah dari kantor, rumah, sekolah, dan universitas Anda, datang atas nama perdamaian, datang dengan simbol Ukraina untuk mendukung Ukraina, untuk mendukung kebebasan, untuk mendukung kehidupan," ujar dia.

Berbicara kepada para pemimpin G7, NATO, dan Uni Eropa di Brussels, Zelenskyy menyerukan perubahan langkah dalam pengiriman senjata, termasuk jet tempur yang lebih canggih, sistem pertahanan rudal, tank, kendaraan lapis baja, dan rudal anti-kapal.

"Kebebasan harus dipersenjatai," ungkapnya dengan blak-blakan dengan seorang penjaga bersenjata lengkap berjaga-jaga di dekatnya.

Seruannya datang tepat satu bulan setelah tank Rusia meluncur di perbatasan, membawa konflik yang telah menewaskan ribuan warga sipil Ukraina, dan ribuan tentara di kedua sisi.

Lebih dari 10 juta orang Ukraina telah meninggalkan rumah mereka, karena kota-kota menghadapi pemboman Rusia yang berkelanjutan dari darat, laut, an udara.

Di Mariupol, kota pelabuhan Selatan Ukraina, saja, 100.000 orang terjebak tanpa makanan, air, atau listrik dan mengalami penembakan sengit oleh pasukan Rusia.

Pentagon: Pasukan Rusia di Ukraina Saat Ini Dalam Posisi Bertahan

Departemen Pertahanan AS alias Pentagon pada Rabu (23/3) menyebutkan, saat ini pasukan Rusia di Ukraina sedang dalam posisi bertahan. Menurut pantauan Pentagon, pasukan Rusia telah mundur 55 km ke Timur Kyiv dalam 24 jam terakhir.

Sebelumnya, pada Selasa (22/3), Pentagon melaporkan, pasukan Rusia masih berada sekitar 20 km dari pusat Kota Kyiv, ibu kota Ukraina.

Berbicara secara anonim, seorang pejabat Pentagon mengatakan, pasukan Rusia di Barat Laut Ukraina saat ini sedang mempersiapkan posisi bertahan. Ia memastikan, pasukan Rusia tidak mencoba untuk maju.

"Mereka pada dasarnya membangun posisi defensif. Jadi, bukan berarti mereka tidak maju. Mereka sebenarnya tidak mencoba untuk maju sekarang," kata pejabat itu, seperti dikutip The Straits Times.

Menurut perkiraan Pentagon, pasukan Rusia juga masih tertahan sekitar 10 km dari Chernihiv, Timur Laut Kyiv.

"Mereka berhenti, dan di beberapa tempat mereka menyerah. Mereka sebenarnya bergerak ke arah yang berlawanan, tetapi tidak banyak," lanjut pejabat itu.

Di Kharkiv yang ada di Timur Ukraina, pertempuran dilaporkan masih berlangsung sengit. Pentagon melihat pasukan Rusia masih berjarak 15 km hingga 20 km dari pusat kota dan menghadapi perlawanan yang sangat keras dari pasukan Ukraina.

Untuk sementara, Pentagon menilai, Rusia mulai fokus pada wilayah Donetsk dan Luhansk, dua wilayah separatis yang pro-Rusia.

Dari wilayah Selatan, Angkatan Laut Rusia dilaporkan masih menggunakan Pelabuhan Berdyansk di Laut Azov untuk pengisian bahan bakar. Pentagon juga belum melihat ada perubahan pada situasi di sekitar Kota Odessa yang menghadap ke Laut Hitam.

Awal pekan ini, beberapa rudal ditembakkan ke arah Odessa dari kapal perang Rusia di Laut Hitam. Di sekitar Odessa, Kota Kherson juga jadi wilayah yang terus diawasi.

Mengutip data dari citra satelit yang diambil oleh perusahaan Planet Labs selama enam hari, New York Times pada Selasa (22/3) melaporkan, Rusia telah menarik sebagian besar helikopternya dari bandara Kherson.

Kherson merupakan titik penting karena menjadi pusat pembuatan kapal. Lokasinya juga memiliki wilayah pantai yang menghadap langsung ke Laut Hitam dan Semenanjung Krimea.

Kota ini jadi salah satu kota besar pertama yang diserbu pasukan Rusia, meskipun sampai saat ini belum berhasil menguasainya secara penuh. Kontrol atas Kherson dianggap sangat penting untuk setiap upaya mendominasi wilayah Selatan Ukraina secara luas.

Korea Utara Tembak Rudal Balistik Antarbenua Baru, Mendarat di Zona Ekonomi Jepang

Sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara yang diduga ditembakkan pada Kamis (24/3) sore mendarat di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, di sebelah Barat pantai Utara negeri matahari terbit.

"Analisis kami saat ini menunjukkan, rudal balistik terbang selama 71 menit dan sekitar 15:44 waktu setempat, mendarat di perairan dalam Zona Ekonomi Eksklusif Jepang di Laut Jepang, sekitar 150 km Timur Semenanjung Oshima Hokkaido," kata Makoto Oniki, Menteri Pertahanan Jepang, seperti dikutip Channel News Asia.

“Mengingat rudal balistik kali ini terbang di ketinggian lebih dari 6.000 km, jauh lebih tinggi dari ICBM Hwasong-15 yang diluncurkan pada November 2017, yang hari ini diyakini sebagai ICBM baru,” ungkapnya.

Korea Selatan dan Amerika Serikat baru-baru ini memperingatkan, Korea Utara tampaknya bersiap untuk menguji coba rudal balistik antarbenua pada jarak penuh untuk pertama kalinya sejak 2017.

Pengujian semacam itu dihentikan sementara ketika Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memulai negosiasi tingkat tinggi dengan Presiden AS saat itu Donald Trump. Tetapi, pembicaraan tersebut gagal pada 2019 dan sejak itu diplomasi terhenti.

Sementara militer Korea Selatan mengatakan pada Kamis (24/3), mereka telah mendeteksi "proyektil tak dikenal yang diluncurkan ke Laut Timur" tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Kantor berita Yonhap melaporkan, proyektil itu adalah "rudal balistik jarak jauh yang dicurigai", mengutip Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.

Geser Dominasi Dolar AS, China dan Arab Saudi akan Gunakan Yuan untuk Perdagangan

Dominasi dolar Amerika (AS) akan mulai tergeser. Hal ini seiring dengan rencana China dan Arab Saudi akan menggunakan yuan untuk perdagangan minyak global.

Deutsche Welle (DW) melaporkan pada Rabu (23/3) bahwa Arab Saudi menjual sepertiga ekspor minyaknya ke China dan sejak awal tahun negara ini menggeser Rusia sebagai sumber minyak terbesar.

Transaksi minyak menggunakan yuan akan membantu menciptakan sistem tandingan dalam pembayaran internasional, di mana mata uang China ini akan sama pentingnya seperti dolar AS.

Kesepakatan dengan Arab Saudi  menjadi relevan di tengah invasi Rusia terhadap Ukraina. Pasalnya, Moskow bisa menghindari sanksi AS, jika mengadopsi yuan untuk transaksi luar negeri. China selama ini bersikeras netral. Namun, AS dan Eropa mencurigai Beijing secara diam-diam membantu Rusia.

Namun begitu, analis meyakini pengumuman Saudi untuk mengadopsi yYuan adalah peringatan terhadap negara barat.

Lembaga penelitian kebijakan luar negeri Eropa, EFCR, mencatat cara serupa pernah digunakan Saudi pada 2019 silam.

China sering digunakan sebagai alat tawar dalam hubungannya dengan Amerika Serikat. Contohnya, hanya beberapa bulan setelah pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi, putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman menggunakan lawatannya di Asia untuk mempengaruhi perdebatan di AS dan Eropa soal penjualan senjata ke negaranya.

Relasi antara Saudi dan Amerika Serikat mendingin sejak pemerintahan Joe Biden, terutama perihal kejahatan HAM di Yaman. Menyusul invasi Rusia, AS dan Eropa mencoba menjaring dukungan negara teluk untuk menambah produksi minyak. Tapi permintaan itu ditolak.

"Negara-negara teluk meyakini, daya tawar atau daya tekan Washington sudah banyak melemah dibandingkan dulu. Mereka khawatir Timur Tengah tidak lagi dianggap penting,"kata Cinzia Vianco, peneliti Timur Tengah di ECFR. "

Kekhawatiran itu menjadi celah masuk bagi China. Sejak beberapa tahun terakhir, Beijing perlahan mempererat hubungan dagang dengan Saudi. Pada 2020, Riyadh menjadi mitra dagang terbesar bagi China di kawasan teluk.

Negeri tirai bambu itu juga berperan penting dalam proyek modernisasi masa depan yang digulirkan bin Salman, Vision 2030. Proyek raksasa itu ingin menyiapkan Saudi menyambut berakhirnya era minyak, antara lain lewat pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, Rusia akan menggunakan rubel untuk transaksi penjualan gas ke negara-negara yang tidak ramah pada Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan harga gas Eropa melonjak di tengah kekhawatiran langkahnya pasokan sehingga memperburuk krisis energi di kawasan itu.

"Jika Anda menginginkan gas kami, belilah mata uang kami. Perubahan hanya akan mempengaruhi mata uang pembayaran, yang akan diubah menjadi rubel Rusia," katanya.

Gas Rusia menyumbang sekitar 40% dari total konsumsi Eropa. Impor gas Uni Eropa dari Rusia tahun ini berfluktuasi antara 200 juta hingga 800 juta euro atau setara US$ 880 juta per hari.

"Rusia akan terus, tentu saja, untuk memasok gas alam sesuai dengan volume dan harga, tetap dalam kontrak yang disepakati sebelumnya," kata Putin.

Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi berat terhadap Rusia sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Tetapi Eropa sangat bergantung pada gas Rusia sebagai pemanas dan pembangkit listrik, dan Uni Eropa terpecah mengenai apakah akan memberikan sanksi pada sektor energi Rusia.

Rubel melompat sebentar setelah pengumuman mengejutkan ke level tertinggi tiga minggu melewati 95 terhadap dolar. Ini memangkas kenaikan tetapi tetap jauh di bawah 100, ditutup pada 97,7 terhadap dolar, turun lebih dari 22% sejak 24 Februari.

Beri Dukungan Tambahan ke Ukraina, Inggris Siap Pasok 6.000 Rudal

Pemerintah Inggris menyetujui pemberian bantuan militer tambahan ke Ukraina. Reuters melaporkan, Inggris siap mengirim 6.000 rudal serta bantuan ekonomi senilai 25 juta pound.

Kantor Pemerintahan Inggris pada Rabu (23/3) mengatakan, Perdana Menteri Boris Johnson akan mengumumkan paket dukungan baru pada Kamis (24/3) di pertemuan para pemimpin NATO.

Sementara negara-negara G7 juga mulai menunjukkan kesediaannya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Ukraina ke tahap berikutnya.

"Inggris akan bekerja dengan sekutu kami untuk meningkatkan dukungan militer dan ekonomi ke Ukraina, memperkuat pertahanan mereka saat mereka membalikkan keadaan dalam pertarungan ini," kata Johnson.

Lebih lanjut, Johnson menyebutkan, komunitas internasional kini dapat menjaga api kebebasan tetap hidup di Ukraina, atau sebaliknya justru membuat api itu padam di seluruh Eropa dan dunia.

Mengutip Reuters, sebagai bagian dari paket bantuan, Inggris akan menyediakan 6.000 rudal dan 25 juta pound dukungan keuangan untuk militer Ukraina.

Paket tersebut juga akan termasuk dana senilai 4,1 juta pound untuk BBC World Service yang terus berusaha mendukung layanan bahasa Ukraina dan Rusia serta mengatasi disinformasi.

Di bawah komitmen bantuan baru yang disiapkan, Inggris berharap bisa menyediakan hingga 10.000 rudal. Sementara dana tambahan di atas 400 juta pound juga akan diusahakan untuk bantuan kemanusiaan dan ekonomi.

KTT NATO pada Kamis diprediksi akan melahirkan paket bantuan tambahan untuk Ukraina. Termasuk di antaranya adalah untuk membantu Ukraina agar terhindar dari ancaman kimia, biologi, radiologi, dan nuklir.