• Blog
  • News  Forex, Index & Komoditi (Rabu, 23 Maret 2022)

News  Forex, Index & Komoditi (Rabu, 23 Maret 2022)

Wall St menguat dipicu pernyataan ketua Fed, Nasdaq melonjak 270 poin

Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dipimpin oleh kenaikan dua persen di Nasdaq setelah pernyataan hawkish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell mendorong saham-saham teknologi dan pertumbuhan lebih tinggi, rebound dari kerugian baru-baru ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 254,47 poin atau 0,74 persen, menjadi menetap di 34.807,46 poin. Indeks S&P 500 menguat 50,43 poin atau 1,13 persen, menjadi berakhir di 4.511,61 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 270,36 poin atau 1,95 persen, menjadi ditutup di 14.108,82 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor konsumen nonprimer dan komunikasi masing-masing terangkat 2,45 persen dan 2,01 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor energi tergelincir 0,66 persen, merupakan satu-satunya kelompok yang menurun.​​​​​​​

Saham keuangan juga berada di antara yang berkinerja terbaik hari ini karena imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun naik menjadi 2,368 persen, dengan indeks bank S&P 500 terdongkrak 2,5 persen.

Federal Reserve pekan lalu menaikkan suku bunga dana federal sebesar seperempat poin persentase dari level mendekati nol, dan pejabat Fed tidak banyak berbuat untuk mengesampingkan ekspektasi pasar yang meningkat bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga setengah poin persentase pada Mei untuk menjinakkan inflasi.

Sementara biaya pinjaman yang lebih tinggi adalah negatif bagi konsumen dan banyak bisnis, mereka membantu untuk meningkatkan prospek keuntungan bagi bank.

Apple Inc, Microsoft Corp, Amazon.com Inc, Alphabet Inc dan Tesla Inc memberikan dorongan terbesar pada S&P 500 dan Nasdaq. Indeks teknologi S&P 500 naik 1,4 persen hari ini, tetapi tetap turun 10 persen untuk sejauh kuartal, di antara penurunan paling tajam dari sektor-sektor utama.

Dengan posisi terendah baru-baru ini, "Anda benar-benar menghapus para penjual," kata Jim Paulsen, kepala strategi investasi di Leuthold Group di Minneapolis. "Sekarang Anda melihat bahkan kepemimpinan lama sedikit terpental, memberi orang sedikit dukungan yang mungkin yang terburuk sudah berakhir."

"Di balik semua itu adalah bahwa data ekonomi dan pendapatan tetap cukup baik."

Saham Nike Inc terangkat 2,2 persen setelah perusahaan mengalahkan ekspektasi laba dan pendapatan kuartalan. Tesla Inc melonjak 7,9 persen karena pembuat mobil listrik itu mengirimkan mobil buatan Jerman pertamanya kepada pelanggan di pabrik Gruenheide.

Pada Senin (21/3), Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral harus bergerak "cepat" untuk menaikkan suku bunga. Ketika ditanya apa yang akan mencegah bank sentral menaikkan suku bunga setengah persen pada pertemuan kebijakan 3-4 Mei, dia menjawab: "Tidak ada." Powell dijadwalkan untuk berbicara lagi pada Rabu.

​​​​​​​"Komentar tersebut menegaskan bahwa The Fed saat ini dalam mode memerangi inflasi dan pasar merespons dengan tepat," Mark Haefele, kepala investasi di UBS Global Wealth Management, mengatakan Selasa (22/3/2022) dalam sebuah catatan.

Investor masih mencermati konflik Ukraina-Rusia, dengan pejabat Ukraina mengatakan kota pelabuhan Mariupol yang terkepung terus dibombardir saat pasukan Rusia menggandakan upaya mereka untuk merebutnya.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 12,14 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 14,5 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Bursa Asia: Nikkei Naik Hampir 2% Didukung Saham Softbank Melonjak Lebih 4%

Bursa saham Jepang memimpin kenaikan di pasar Asia-Pasifik selama perdagangan Rabu (23/3) pagi. Investor memantau pergerakan harga minyak dan terus menilai prospek kebijakan moneter Federal Reserve.

Indeks Nikkei 225 naik 1,82% karena saham SoftBank Group melonjak 4,96% dan indeks Topix naik 1,34%. Kospi Korea Selatan naik 0,94%.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,53%. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,27% lebih tinggi.

Investor memantau pergerakan di pasar minyak, dengan sumber mengatakan kepada CNBC bahwa Uni Eropa tidak mungkin memberlakukan embargo minyak langsung pada Rusia atas invasi ke Ukraina.

Di pagi hari jam perdagangan Asia, harga minyak mentah Brent turun 0,63% menjadi US$ 114,75 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,53% menjadi US$108,69 per barel.

Harga minyak telah tergelincir setelah naik dalam beberapa hari terakhir, meskipun Brent terus berada di atas US$ 100 per barel yang jatuh di bawah minggu lalu.

Semalam di Wall Street, S&P 500 naik 1,13% menjadi 4.511,61. Dow Jones Industrial Average naik 254,47 poin, atau 0,74%, menjadi 34.807,46. Nasdaq Composite melonjak 1,95% menjadi 14.108,82.

Pasar akan terus menilai prospek kebijakan Federal Reserve. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, awal pekan ini bahwa bank sentral akan mengambil tindakan keras terhadap inflasi.

Para pedagang sekarang bertaruh The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan minggu lalu.

Di tempat lain, indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 98,492 menyusul penurunan baru-baru ini dari atas 98,8.

Yen Jepang diperdagangkan pada 121,24 per dolar, lebih lemah dari level di bawah 120 yang terlihat terhadap greenback kemarin. Dolar Australia berada di $0,7466, sebagian besar mempertahankan kenaikan setelah kemarin naik dari sekitar $0,738.

Kim Jong Un Sampaikan Belasungkawa kepada Xi Jinping

Menurut media pemerintah KCNA, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengirim surat kepada Presiden China Xi Jinping untuk menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya pesawat China baru-baru ini.

Reuters memberitakan, saat ini pencarian korban sedang dilakukan di sekitar lereng berhutan lebat untuk mencari korban dan black box alias kotak hitam dari jet China Eastern Airlines setelah jatuh pada hari Senin di pegunungan Guangxi selatan dengan 132 orang di dalamnya.

Dalam sebuah pesan yang dikirim pada hari Senin, Kim menyatakan rasa simpati dan belasungkawa yang mendalam kepada Xi Jinping, para korban dan keluarga mereka yang berduka.

"Dia dengan tulus berharap bahwa warga China akan mampu melewati dampak setelah kecelakaan itu sedini mungkin dan anggota keluarga yang berduka akan mengatasi kesedihan dan menjalani kehidupan yang stabil," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebuah pesawat penumpang China Eastern Airlines yang membawa 132 orang jatuh di China selatan, tak lama setelah kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara.

Pesawat tersebut jatuh dari ketinggian ribuan meter dalam waktu kurang dari tiga menit.

Melansir Al Jazeera, tidak ada konfirmasi segera tentang jumlah korban, tetapi bencana itu memicu reaksi publik yang luar biasa cepat dari Xi Jinping.

Xi mengatakan dia "syok" dan memerintahkan penyelidikan segera atas penyebabnya. Pihak maskapai menyatakan belasungkawa yang mendalam untuk penumpang dan anggota awak yang tewas dalam kecelakaan pesawat.

Belum ada informasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Penyiar CCTV negara mengatakan kecelakaan itu menyebabkan kebakaran gunung yang kemudian padam.

Rusia akan Menggunakan Senjata Nuklir Jika Terjadi Hal Ini

Pejabat yang mengurusi tentang kebijakan keamanan Rusia menyatakan, negaranya hanya akan menggunakan senjata nuklir jika keberadaannya terancam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada CNN dalam sebuah wawancara pada hari Selasa (22/3/2022).

Pernyataan itu dirilis setelah hampir empat minggu lamanya Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina.  Sebelumnya, muncul kekhawatiran Barat bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina dapat meningkat menjadi perang nuklir.

Peskov mengeluarkan pernyataan dalam sebuah wawancara berbahasa Inggris ketika ditanya apakah dia yakin Presiden Vladimir Putin tidak akan menggunakan senjata nuklir.

“Kami memiliki konsep keamanan dalam negeri dan bersifat publik, Anda dapat membaca semua alasan penggunaan senjata nuklir. Jadi jika itu adalah ancaman eksistensial bagi negara kami, maka itu (arsenal nuklir) dapat digunakan sesuai dengan konsep kami,” ujarnya.

Dia menambahkan, "Tidak ada alasan lain yang disebutkan dalam teks itu."

Kantor berita Interfax melaporkan, Putin bulan lalu memerintahkan pasukan nuklir Rusia untuk siaga tinggi. Sejalan dengan perintah tersebut, kementerian pertahanan Rusia mengatakan pada 28 Februari bahwa pasukan rudal nuklirnya dan armada Utara dan Pasifik telah ditempatkan pada tugas tempur yang ditingkatkan.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan pada 14 Maret: "Prospek konflik nuklir, yang dulu tidak terpikirkan, sekarang kembali ke ranah kemungkinan."

Goldman Sach Prediksi The Fed akan Kerek Bunga 50 Basis Poin pada Mei dan Juni

Goldman Sachs memperkirakan The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 50 basis poin pada pertemuan bulan Mei dan Juni 2022 mendatang. Proyeksi ini menyusul pernyataan hawkish Ketua The Jerome Powell.

"The Fed harus bergerak "cepat" untuk menaikkan suku bunga dan mungkin "lebih agresif" untuk menjaga agar spiral harga tidak mengakar," kata Powell seperti dikutip Reuters, Senin (21/3).

Menurut analis Goldman dalam laporan yang diterbitkan Senin malam, pergeseran pernyataan Ketua The Fed dari 'tetap' pada Januari menjadi 'cepat' adalah sinyal bahwa suku bunga akan naik 50 bps pada pertemuan mendatang.

Analis Goldman juga memprediksi satu kenaikan suku bunga pada setiap pertemuan Fed pada paruh kedua tahun ini, dan tiga kenaikan pada tahun 2023. Namun, mereka tetap mempertahankan perkiraan untuk tingkat bunga Fed sebesar 3%-3,25%.

Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin untuk pertama kalinya sejak 2018.

Imbas Invasi Ukraina, S&P Global Ratings Tarik Peringkat Semua Perusahaan Rusia

Eropa telah melarang lembaga pemeringkat kredit teratas untuk melakukan pemeringkatan utang negara maupun perusahaan-perusahaan Rusia. Larangan tersebut sebagai bagian dari paket sanksi terbaru dari Uni Eropa.

Imbasnya, S&P Global Ratings akan menarik peringkat semua perusahaan asal Rusia sebelum 15 April 2022. Keputusan itu muncul beberapa Minggu setelah perusahaan induk S&P Global menangguhkan operasi di Rusia.

Lembaga pemeringkat ini bergabung dengan perusahaan global lain yang hengkang dari Rusia. S&P Global turut memboikot perusahaan - perusahaan Rusia setelah Uni Eropa melarang lembaga ini memberikan peringkat kredit kepada badan hukum, entitas atau badan yang didirikan di Rusia.

Sanksi Barat telah membekukan sebagian besar aset bank sentral Rusia senilai US$ 640 miliar. Kemudian melarang beberapa bank dari sistem pembayaran global SWIFT dan membuat rubel jatuh bebas.

Tak hanya S&P Global, Moody's dan Fitch juga menghentikan operasi di Rusia awal bulan ini. Ketiganya akan mengambil risiko kehilangan lisensi mereka untuk beroperasi di Uni Eropa jika melanggar larangan tersebut.

Ketiganya juga menarik beberapa peringkat terhadap perusahaan-perusahaan Rusia yang telah dikenai sanksi terberat AS yakni Office of Foreign Assets Control (OFAC). Langkah Uni Eropa akan memaksa lusinan lain perusahaan Rusia diperlakukan serupa.

S&P Global menolak mengomentari pengumuman Komisi Eropa ketika ditanya oleh Reuters. Sementara Moody's tidak menanggapi email atau panggilan.

Hanya Fitch yang merespon. "Mematuhi semua peraturan yang relevan untuk lembaga pemeringkat kredit," katanya.

Langkah-langkah lain dalam paket sanksi baru Uni Eropa termasuk larangan impor produk baja Rusia yang saat ini di bawah tindakan pengamanan Uni Eropa. Larangan itu diperkirakan akan menghilangkan pendapatan ekspor Rusia hingga sebsar 3,3 miliar euro atau US$ 330,15 juta.

Ada juga larangan ekspor barang-barang mewah seperti mobil mewah dan perhiasan. Termasuk, peningkatan jumlah orang kaya yang dikenai sanksi karena memiliki hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Biden: Rusia Susun Rencana Serangan Siber ke AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin (21/3/2022), mengatakan, Rusia sedang "menjajaki opsi" untuk melakukan serangan siber terhadap infrastruktur penting AS. Langkah ini diambil sebagai pembalasan atas sanksi Barat terhadap Moskow.

Biden mengatakan, ada perkembangan intelijen yang menunjukkan bahwa Kremlin secara aktif merencanakan serangan potensial. Biden mendesak perusahaan AS untuk tetap waspada.

"Anda memiliki kekuatan, kapasitas, dan tanggung jawab untuk memperkuat keamanan siber dan ketahanan layanan, serta teknologi penting yang diandalkan orang Amerika. Kami membutuhkan semua orang untuk melakukan bagian mereka untuk menghadapi salah satu ancaman yang menentukan di zaman kita, kewaspadaan dan urgensi Anda hari ini dapat mencegah atau mengurangi serangan besok," ujar Biden, dilansir Anadolu Agency, Selasa (22/3/2022).

Wakil Penasihat Keamanan Nasional untuk Siber dan Teknologi Baru, Anne Neuberger, mengatakan, pemerintah telah mendeteksi "aktivitas persiapan" untuk serangan siber yang telah dibagikan dalam konteks rahasia dengan perusahaan swasta. Rencana serangan itu termasuk upaya untuk memindai situs web dan mencari kerentanan.

Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari. Putin melancarkan operasi militer menyusul permintaan bantuan dari para pemimpin di Donbass.

Putin mengatakan, Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina. Satu-satunya tujuan dari operasi militer itu adalah demiliterisasi dan denazifikasi di Ukraina. Putin menuduh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, mengabaikan permintaan Rusia untuk mencegah Ukraina bergabung dengan NATO dan menawarkan jaminan keamanan kepada Moskow.

Kementerian Pertahanan telah berulang kali mengatakan, tentara Rusia menghindari menyerang kota-kota, dan target utamanya adalah infrastruktur militer. Rusia mengklaim, operasi militer tersebut tidak membahayakan penduduk sipil.

Operasi militer khusus tersebut mendorong AS, Uni Eropa, dan negara lainnya menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia. Selain itu, sebagian besar perusahaan global hengkang dari Rusia.

Presiden Ukraina Kembali Tawarkan Putin untuk Bertemu

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali mengajukan usulan atau tawaran untuk menggelar pertemuan antara dia dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut Zelensky, pembicaraannya secara langsung dengan Putin dibutuhkan untuk mengakhiri konflik yang melibatkan kedua negara.

Zelensky mengungkapkan, dia siap mengikuti pertemuan dalam format apapun guna membahas konflik yang sudah berlangsung hampir satu bulan di negaranya. Dia pun membuka diri untuk mendiskusikan status Krimea dan negara bagian Ukraina yang didukung Rusia di Donbas “Pada pertemuan pertama dengan presiden Rusia, saya siap mengangkat masalah ini,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan media regional Ukraina, Suspline, Senin (21/3/2022).

Dia berjanji tidak akan ada banding atau pidato sejarah jika pertemuan dengan Putin dapat terlaksana. “Saya akan membahas semua masalah dengan dia (Putin) secara sangat rinci,” ucapnya.

Zelensky menekankan, pertemuan antara dia dan Putin dibutuhkan guna mengakhiri pertempuran yang kini tengah berlangsung. “Saya yakin, tanpa pertemuan ini, tidak mungkin untuk sepenuhnya memahami apa yang mereka siap untuk menghentikan perang,” ujarnya.

Dia mengisyaratkan harapan besar agar pertemuannya dengan Putin dapat terealisasi. “Jika saya memiliki kesempatan ini dan Rusia memiliki keinginan, kami akan menjawab semua pertanyaan,” kata Zelensky.

Kendati demikian, Zelensky menyadari bahwa pertemuan dengan Putin tidak akan secara instan menyelesaikan semua masalah yang melibatkan kedua negara. “Tapi ada kemungkinan, sebagian dari kita bisa, setidaknya untuk menghentikan perang,” ucapnya.

Pemerintah Rusia telah mengatakan, sejauh ini belum ada kemajuan signifikan dalam pembicaraan damai dengan Ukraina. Rusia menuding Kiev menghentikan negosiasi dengan membuat proposal yang tidak dapat diterima Moskow.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengungkapkan, sebelum ada kemajuan signifikan dalam pembicaraan damai, tidak ada dasar untuk menggelar pertemuan antara Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky. “Bagi kami untuk berbicara tentang pertemuan antara kedua presiden, pekerjaan rumah harus dilakukan. Pembicaraan harus diadakan dan hasilnya disepakati. Sejauh ini belum ada kemajuan yang signifikan,” ucapnya kepada awak media, Senin (21/3/2022).

Menurut Peskov, delegasi Rusia lebih menunjukkan kesediaan untuk memajukan proses pembicaraan menuju kesepakatan dibandingkan tim negosiator Ukraina. “Mereka (negara-negara) yang dapat menggunakan pengaruh mereka atas Kiev untuk membuatnya lebih akomodatif dan konstruktif pada pembicaraan ini,” ujarnya.

Dilabeli Sebagai Ekstremis, Rusia Melarang Operasi Facebook dan Instagram

Pengadilan Rusia pada hari Senin (21/3) resmi melarang operasi Facebook dan Instagram di negaranya. Kedua media sosial tersebut bahkan dilabeli sebagai "ekstremis" karena dianggap mempromosikan gerakan yang melawan pemerintah Rusia.

Sejak awal Maret, Facebook dan Twitter sudah tidak bisa lagi diakses di Rusia. Sementara itu, Instagram juga telah diblokir di Rusia sejak seminggu yang lalu.

Dilansir dari Channel News Asia, pengadilan distrik Tverskoi, Moskow, menyetujui permintaan dari jaksa untuk melarang dua platform media sosial karena melakukan tindakan ekstremis. Beruntung, layanan Meta lainnya, yaitu WhatsApp, tidak akan dilarang karena tidak digunakan untuk menampilkan pernyataan publik.

Selama persidangan hari Senin, Layanan Keamanan Federal (FSB) Rusia tegas menuduh Meta telah berusaha melawan kepentingan negara dan tentara selama konflik dengan Ukraina berlangsung.

"Kegiatan layanan Meta ditujukan terhadap Rusia dan angkatan bersenjatanya. Kami meminta pengadilan melarang kegiatan Meta dan mewajibkan untuk segera melaksanakan putusan ini," kata perwakilan FSB, Igor Kovalevsky.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Meta di pengadilan mengatakan bahwa perusahaan sekarang telah mengubah kebijakannya setelah memicu perdebatan di publik. Meta juga mengakui bahwa Russophobia dan seruan kekerasan terhadap warga Rusia tidak dapat diterima.

Para ahli saat ini belum bisa memastikan apakah menggunakan dua media sosial tersebut di Rusia adalah tindakan yang ilegal.

Sementara itu, lembaga Net Freedoms Project  (NFP) mengatakan orang Rusia dapat menggunakan media sosial Meta dengan lebih berhati-hati untuk saat ini. Menurut NFP, orang Rusia tidak dapat dituntut hanya karena menggunakan media sosial.

Rusia mulai mengawasi aktivitas di media sosial setelah Komite Investigasi Rusia mengatakan pihaknya meluncurkan penyelidikan terkait adanya seruan untuk pembunuhan warga negara Rusia oleh karyawan perusahaan Meta.

Facebook dan Instagram banyak digunakan di Rusia. Instagram bahkan disebut sebagai platform media sosial paling populer di kalangan anak muda Rusia.

Instagram juga banyak digunakan oleh bisnis kecil Rusia untuk  beriklan, memproses penjualan, dan berkomunikasi dengan klien.

NASA Konfirmasi Setidaknya Ada 5.000 Exoplanet di Luar Tata Surya

NASA konfirmasi setidaknya ada 5.000 exoplanet di luar tata surya. Adakah planet layak huni seperti di tata surya kita?

Semesta memang begitu luas, sampai-sampai masih ada milyaran planet di luar sana yang mungkin belum kita ketahui. Planet-planet yang berada di luar tata surya inilah yang disebut sebagai exoplanet.

Seperti yang kita ketahui, di tata surya sendiri terdapat sistem planet yang tersusun dari 8 planet yang sebagian besar orang sudah mengenalnya. Mulai dari planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus yang paling jauh dari matahari.

Nah, menurut Anda, apakah masih ada planet lain di semesta yang jauh di luar sana?

Jawabannya ada, mengutip dari CNET (22/03/2022), baru-baru ini NASA mengkonfirmasi terkait temuan terbarunya ini. Setidaknya ada 5.000 exoplanet yang telah dikonfirmasi berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

Temuannya ini dikonfirmasi pada hari Senin (21/03/2022) sebagai bentuk perayaan atas pencapaian terbarunya ini. Temuan terbarunya yakni 65 planet yang terletak di luar tata surya sudah dimuat dalam NASA Exoplanet Archive.

Ini bukan hanya angka," kata pemimpin ilmu Exoplanet Archive, Jessie Christiansen dalam sebuah pernyataan.

"Masing-masing dari mereka adalah dunia baru, planet baru. Saya senang dengan setiap planet karena kita tidak tahu apa-apa tentang mereka." tambahnya, seperti yang dikutip dari CNET.

Berbicara tentang exoplanet, pertama kali dikonfirmasi pada awal tahun 1990-an, tentu saja ini menjadi penemuan yang mengesankan karena temuannya ini berkembang begitu pesat. Pada Juni 2019 lalu, NASA mengumumkan jumlah expolanet telah mencapai angka 4.000.

NASA akhirnya berhasil menemukan setidaknya seribu lagi dalam jarak kurang dari tiga tahun.

Penemuan mengenai jumlah exoplanet yang mencapai 5.000 ini juga tak lepas dari data yang telah dikumpulkan oleh misi seperti Teleskop Luar Angkasa Kepler yang saat ini sudah pensiun. Dan juga Satelit Surve Transit Exoplanet (TESS) yang saat ini beroperasi untuk menemukan planet yang jaraknya jauh.

Penelitian terkait exoplanet ini bukan hanya mencari keberadaan mereka saja, tetapi mencari tanda-tanda bahwa beberapa planet mungkin layak huni.

"Menurut pemikiran saya, tidak dapat dihindari bahwa kita akan menemukan semacam kehidupan di suatu tempat, kemungkinan besar dari jenis primitif", ujar astronom Alexander Wolszczan, sang penulis utama studi terbosan tentang planet ekstrasurya pertama yang dikonfirmasi dari tiga dekade lalu.

Para astronom masih belum menemukan secara pasti kembaran Bumi atau yang plek ketiplek dengan planet yang kita huni ini. Tetapi kebanyakan exoplanet yang ditemukan karakteristiknya seperti dunia berbatu hingga raksasa gas yang lebih besar dari Jupiter.

Angka 5.000 untuk exoplanet yang telah ditemukan sudah mengesankan. Namun NASA menambahkan bahwa galaksi kita ini kemungkinan memiliki ratusan miliar planet.

Bagaimana menurut Anda? Mungkin kita telah mengenal 8 planet yang eksis di tata surya, tetapi masih ada ribuan bahkan miliaran planet lagi di luar sana yang disebut sebagai exoplanet.

Menyadari Ancaman Rusia, Uni Eropa Susun Aturan Baru untuk Memperkuat Diri

Uni Eropa pada hari Senin (21/3) menyetujui rancangan strategi pertahanan baru yang akan membuat blok ini memiliki kemampuan bertindak lebih baik secara militer. Salah satu hal yang disetujui adalah pembentukan pasukan reaksi cepat beranggotakan 5.000 tentara.

Rencana tersebut sebenarnya sudah dibahas selama dua tahun terakhir. Kali ini para pemimpin negara Eropa akhirnya memiliki suara yang bulat menyusul adanya ancaman nyata dari Rusia.

"Ini bukan jawaban untuk perang Ukraina, tetapi ini adalah bagian dari jawaban itu," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borell, seperti dikutip The Straits Times.

Borell mengatakan bahwa para pemimpin negara bekerja lebih keras di saat-saat terakhir sebelum strategi pertahanan baru disetujui. Ia menyebut mayoritas negara menyadari Eropa akan menghadapi tantangan yang begitu besar.

Para pemimpin Uni Eropa menggambarkan serangan Rusia di Ukraina sebagai peringatan agar 27 anggotanya mengambil pendekatan yang lebih tegas terhadap keamanan mereka.

Pembentukan pasukan reaksi cepat

Dalam pernyataan resminya, Uni Eropa menegaskan bahwa strategi baru ini dirancang untuk menjadikan blok tersebut sebagai penyedia keamanan yang lebih kuat dan lebih mampu.

"Lingkungan keamanan yang lebih tidak bersahabat mengharuskan kita untuk membuat lompatan kuantum ke depan dan meningkatkan kapasitas dan kemauan kita untuk bertindak, memperkuat ketahanan kita, dan berinvestasi lebih banyak dan lebih baik dalam kemampuan pertahanan kita," ungkap Uni Eropa.

Inti dari strategi pertahanan baru ini adalah pembentukan pasukan reaksi cepat di bawah program EU Rapid Deployment Capacity dan diharapkan terealisasi pada tahun 2025. Pasukan khusus yang berisi 5.000 tentara ini disiapkan untuk dapat dikirim ke lingkungan yang tidak bersahabat.

Pasukan reaksi cepat itu akan memiliki komponen darat, udara dan laut. Fungsi pasukan di lapangan juga akan beragam, mulai dari penyerbuan, penguatan atau sebagai kekuatan cadangan untuk mengamankan jalan keluar.

Para pemimpin Uni Eropa telah berjanji untuk secara signifikan meningkatkan anggaran pertahanan mereka secara menyeluruh sebagai respons atas invasi Rusia ke Ukraina.

Namun, strategi pertahanan baru tidak merinci apakah akan merasakan dampak dari peningkatan anggaran pertahanan para anggota.