• Blog
  • News  Forex, Index & Komoditi (Senin, 21 Maret 2022)

News  Forex, Index & Komoditi (Senin, 21 Maret 2022)

Wall Street ditutup naik, pembicaraan Biden-Xi berakhir tanpa kejutan

Tiga indeks utama Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan dorongan terbesar dari saham teknologi yang baru-baru ini terpukul, setelah pembicaraan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping mengenai krisis Ukraina berakhir tanpa kejutan besar.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 274,17 poin atau 0,80 persen, menjadi menetap di 34.754,93 poin. Indeks S&P 500 menguat 51,45 poin atau 1,17 persen, menjadi berakhir di 4.463,12 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 279,06 poin atau 2,05 persen, menjadi ditutup pada 13.893,84 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi dan konsumen nonprimer masing-masing terdongkrak 2,19 persen dan 2,18 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu sektor utilitas tergelincir 0,9 persen, merupakan satu-satunya kelompok yang menurun.
Tiga indeks utama Wall Street membual persentase kenaikan mingguan terbesar sejak awal November 2020 dengan S&P naik 6,2 persen, sementara Indeks Dow Jones naik 5,5 persen dan Indeks Nasdaq melonjak 8,2 persen.

Investor juga merasa lega dengan melambatnya kenaikan harga minyak ketika mereka terus mencerna kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada Rabu (16/3/2022) dan rencana agresifnya untuk kenaikan lebih lanjut yang bertujuan memerangi inflasi yang melonjak.

Presiden AS Joe Biden memperingatkan Pemimpin China Xi Jinping selama panggilan telepon bahwa akan ada "konsekuensi" jika Beijing memberikan dukungan material untuk invasi Rusia ke Ukraina, kata Gedung Putih. Kedua belah pihak menekankan perlunya solusi diplomatik untuk krisis tersebut.

Sementara Xi meminta negara-negara NATO untuk mengadakan dialog dengan Moskow, dia tidak menyalahkan Rusia atas invasi tersebut.

"Pembacaan dari pertemuan itu seperti yang diperkirakan," kata Kepala Strategi Pasar National Securities, Art Hogan, di New York mengenai pembicaraan Xi dan Biden. Dia mengatakan bahwa sejak pembicaraan Rusia-Ukraina berlanjut, investor cenderung optimis.

"Mengenai Rusia, Ukraina, pasar lebih positif pada berita dari front diplomatik daripada negatif pada eskalasi."

Hogan juga mengutip harga minyak yang lebih tenang dan kelegaan bahwa berita Fed yang sangat dinanti akhirnya keluar.

"Alih-alih memiliki ketakutan dan keraguan tentang apa yang mungkin dilakukan The Fed, kami memiliki peta jalan yang jelas untuk kebijakan moneter," katanya.

Selain tindakan Fed yang kurang berat dari yang diharapkan, Kepala Strategi Interactive Brokers, Steve Sosnick, di Greenwich, Connecticut, mengatakan investor diyakinkan bahwa harga minyak mentah AS tidak terlalu jauh di atas 100 dolar AS pada Jumat (18/3/2022) setelah baru-baru ini melampaui 130 dolar AS.

"Setidaknya untuk minggu ini minyak telah menemukan levelnya. Itu positif bagi pasar karena kenaikan harga minyak membebani pikiran konsumen sebagai indikator inflasi," kata Sosnick. "Apakah pasar menyukai minyak sekitar 100 dolar AS? Tidak. Tapi apakah lebih bahagia harganya sekitar 100 dolar AS daripada naik 20 dolar AS setiap hari? Tentu saja."

Investor juga memantau dampak dari triple witching Jumat (18/3/2022), di mana investor melepas posisi di kontrak berjangka dan opsi sebelum berakhir, yang dapat menyebabkan volatilitas dan volume perdagangan.

Moderna Inc ditutup melonjak 6,3 persen setelah produsen obat itu mengajukan permintaan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk mengizinkan booster kedua vaksin COVID-19-nya.

Saham Boeing Co ditutup naik 1,4 persen setelah laporan pembuat pesawat itu mendekati pesanan penting dari Delta Air Lines hingga 100 pesawat jet 737 MAX 10.

Tetapi saham perusahaan pengiriman AS FedEx Corp merosot hampir 4,0 persen setelah laporan pendapatan kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan.

Biden Lakukan Pembicaraan dengan Xi Jinping

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan berbicara dengan Presiden China Xi Jinping pukul 09.00 waktu setempat  pada Jumat (18/3/2022). Gedung Putih mengatakan pembicaraan kedua kepala negara ini untuk menjaga jalur komunikasi antara Washington dan Beijing.

"Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga jalur komunikasi terbuka antara Amerika Serikat dan (Republik Rakyat China),” kata pernyataan Gedung Putih.

Menurut Gedung Putih, bahasan lain yang akan muncul dalam pembicaraan Biden dan Xi termasuk tentang kondisi perang di Ukraina. Masalah itu tidak dipungkiri menjadi topik yang membawa perhatian dunia, termasuk kedua negara.

"Kedua pemimpin akan membahas pengelolaan persaingan antara kedua negara serta perang Rusia melawan Ukraina dan masalah lain yang menjadi perhatian bersama," ujar Gedung Putih.

AS telah mengumumkan paket 800 juta dolar dalam bantuan militer baru ke Kiev pada pekan ini. Tindakan ini, menurut Menteri Luar Negeri Antony Blinken, mempertimbangkan kekhawatiran Beijing untuk membantu Moskow secara langsung dengan peralatan militer untuk digunakan di Kiev.

China telah menolak untuk mengutuk tindakan Rusia di Ukraina atau menyebutnya sebagai invasi. Meski, Beijing mengakui kedaulatan Kiev tetapi Moskow memiliki masalah keamanan yang sah yang harus ditangani.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri China bertemu dengan duta besar Rusia untuk China pada pekan ini. Menurut Kementerian Luar Negeri China pada Jumat, Keduanya bertukar pandangan tentang kontra-terorisme dan kerja sama keamanan.

Kemenhan Rusia Endus Rencana Jahat, Amerika Disebut Mau Sebarkan Wabah Menular

Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (17/3/2022) menuduh Amerika Serikat (AS) mengembangkan penyakit menular di biolab di Ukraina. Pengembangan tersebut bertujuan untuk menyebarkannya ke Rusia sebagai wabah alami.

Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia dan Biologi Rusia, Igor Kirillov, mempresentasikan dokumen pada konferensi pers di Moskow.

Menurut  dokumen itu, AS telah melakukan eksperimen virus di Ukraina dalam kerangka proyek P-382, P-444 dan P-568. Salah satu pengawas penelitian ini adalah kepala Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan ( DTRA) di kedutaan AS di Kiev, Joanna Wintrall.

Selama percobaan, enam keluarga virus dipilih, termasuk virus corona dan tiga jenis bakteri patogen. Di antaranya patogen wabah, brucellosis dan leptospirosis.

Kirillov mengatakan, patogen ini dipilih karena mereka memiliki fokus alami baik di wilayah Ukraina dan Rusia. Penggunaannya dapat disamarkan sebagai wabah penyakit alami. Selain itu, patogen dan virus ini resisten terhadap obat dan memiliki tingkat penyebaran yang cepat dari hewan ke manusia.

Kirillov mengingat bahwa pada 2018, penduduk wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina menghadapi wabah tuberkulosis yang disebabkan oleh jenis baru yang resisten. Lebih dari 70 orang terinfeksi secara bersamaan di pemukiman Peski, dan hampir semua kasus menyebabkan hasil fatal yang cepat.

Kirillov kemudian mengingat wabah dirofilariasis yaitu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk di kota Kherson Ukraina pada Februari 2018.

Wabah terjadi pada waktu yang tidak normal karena nyamuk biasanya tidak muncul pada bulan tersebut. Perwakilan Pentagon melakukan kunjungan ke kota Kherson pada April 2019. Dalam kunjungan itu, mereka melihat hasil penyelidikan epidemiologis dan menyalin dokumentasi medis.

"Ini mungkin mengindikasikan infeksi yang disengaja, atau kebocoran patogen yang tidak disengaja dari salah satu laboratorium biologi Ukraina," kata Kirillov, dilansir Anadolu Agency, Jumat (18/3).

Pada 10 Maret, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah memperoleh dokumen yang menunjukkan bahwa laboratorium biologi yang disponsori AS di Ukraina melakukan eksperimen dengan sampel virus corona yang ditularkan oleh kelelawar.

Catatan yang ditemukan oleh Rusia menegaskan bahwa, biolab ini menyelidiki transmisi patogen oleh burung liar yang bepergian antara Ukraina dan Rusia, serta negara-negara perbatasan lainnya.

Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik, Victoria Nuland mengkonfirmasi, ada fasilitas penelitian biologi yang dipimpin AS di Ukraina. Dia mengatakan, Kiev dan Washington sekarang berupaya untuk mencegah material yang terkumpul di laboratorium tersebut agar tidak jatuh ke tangan pasukan Rusia.

Kremlin Kasih Respons Keras Atas Tuduhan Amerika, Putin Lagi-lagi Terselamatkan

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Kamis (17/3/2022) bahwa Presiden AS Joe Biden, sebagai pemimpin negara yang telah "membom orang di seluruh dunia" selama bertahun-tahun dan menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki, tidak berhak menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kejahatan perang.

Berbicara pada konferensi pers di Moskow, Peskov mengatakan pernyataan Biden "tidak dapat diterima dan tidak dapat dimaafkan."

"Dan yang paling penting, kepala negara (AS) yang telah membom orang di seluruh dunia selama bertahun-tahun, yang menjatuhkan bom nuklir di negara yang sudah dikalahkan, maksud saya Hiroshima dan Nagasaki, tidak berhak untuk membuat pernyataan seperti itu," katanya.

Menanggapi pertanyaan wartawan pada Rabu (16/3/2022), Biden mengatakan dia menganggap Putin "penjahat perang."

Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai 24 Februari, telah menarik kecaman internasional, menyebabkan sanksi keuangan di Moskow, dan mendorong eksodus perusahaan global dari Rusia.

Setidaknya 726 warga sipil telah tewas dan 1.174 terluka di Ukraina sejak awal perang. Lebih dari 3,1 juta pengungsi telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, menurut PBB.

Makin Serius, JP Morgan dan HSBC Mulai Buka Layanan Perbankan di Metaverse

Perbankan global main mantap membuka layanan perbankan di metaverse. JP Morgan muncul sebagai bank pertama yang membuka ruang tunggu di dunia virtual berbasis blockchain Decentraland pada hari Selasa lalu.

Di ruang virtual ini, nasabah dapat membeli sebidang tanah virtual dengan token yang tidak dapat dipertukarkan, atau NFT. Selain itu, dapat melakukan pembelian lain menggunakan mata uang kripto mengutip Euronews pada Jumat (18/3).

Sebelum nasabah mencapai lounge virtual yang disebut Onyx Lounge,  nasabah akan disambut oleh seekor harimau dan avatar dari CEO JP Morgan Jamie Dimon.

Metaverse kemungkinan akan menyusup ke setiap sektor dalam beberapa cara di tahun-tahun mendatang, dengan peluang pasar diperkirakan lebih dari US$ 1 triliun dalam pendapatan tahunan.

"Kami akan memainkan peran utama dalam metaverse dan dapat membantu mengatasi masalah di dunia maya yang saat ini ditangani dalam kehidupan nyata. Seperti memvalidasi akun dan pencegahan penipuan," ujar manajemen JP Morgan.

Minat terhadap metaverse melonjak Oktober lalu setelah Facebook mengumumkan perubahan namanya menjadi Meta untuk mencerminkan fokusnya pada dunia virtual. Kini di dunia maya ini, pengguna akan dapat bekerja dan bersosialisasi.

Metaverse, yang sudah ada terutama dalam game, dapat memberikan potensi iklan besar-besaran, yang sudah coba dimanfaatkan oleh perusahaan seperti Nike dengan produk dan etalase toko berbasis NFT.

Laporan JP Morgan juga mencatat bahwa antara Juni dan Desember tahun lalu, harga rata-rata tanah virtual berlipat ganda dari US$ 6.000 menjadi US$ 12.000 . Itu juga memperkirakan bahwa pengeluaran iklan dalam game akan mencapai US$ 18,4 miliar  per tahun pada tahun 2027.

 “Ekonomi kepemilikan demokratis ini ditambah dengan kemungkinan interoperabilitas, dapat membuka peluang ekonomi yang sangat besar, di mana barang dan layanan digital tidak lagi terikat pada platform atau merek game tunggal,” kata laporan itu.

Tak mau ketinggalan, HSBC juga telah membeli sebidang real estat virtual di ruang permainan online yang disebut The Sandbox dengan jumlah yang tidak diungkapkan. Ini sebagai langkah bank masuk ke metaverse karena menyusutkan jaringan cabang Inggrisnya.

Dorongan digital akan memungkinkan HSBC untuk terlibat dengan penggemar olahraga, e-sport, dan game melalui wilayahnya di The Sandbox, ruang virtual yang mayoritas dimiliki oleh Animoca Brands yang berbasis di Hong Kong.

Usahanya ke dunia maya datang ketika pemberi pinjaman yang berbasis di Inggris memangkas jejaknya di dunia nyata, mengumumkan pada hari Selasa akan memangkas 69 cabang lagi di Inggris saat pelanggannya pindah online.

HSBC adalah bank global kedua yang berinvestasi dalam platform metaverse populer setelah JPMorgan. Pengguna di lingkungan metaverse seperti Animoca's The Sandbox dapat membeli tanah, berjalan-jalan sebagai avatar, bermain game, dan bertemu teman.

HSBC berharap dapat menciptakan pengalaman merek yang inovatif bagi pelanggan baru dan yang sudah ada, di dunia maya.

Uni Eropa Ingatkan Investor Kripto Berisiko Kehilangan Semua Uang Mereka

Pengawas sekuritas, perbankan dan asuransi Uni Eropa menyebut para investor kripto berisiko kehilangan semua uang mereka dan bahkan bisa menjadi korban penipuan.

"Investor menghadapi kemungkinan yang sangat nyata kehilangan semua uang yang diinvestasikan jika mereka membeli aset ini," kata tiga otoritas Uni Eropa dalam sebuah pernyataan resmi dikutip dari Reuters, Jumat (18/3).

Hal ini menandai adanya peningkatan peringatan secara langsung terkait aset kripto. Terlebih, para investor tidak mendapatkan perlindungan secara hukum maupun pemberian kompensasi karena tidak diatur dalam undang - undang layanan keuangan.

Regulator semakin khawatir bahwa lebih banyak investor membeli 17.000 aset kripto yang berbeda, termasuk bitcoin dan eter, yang merupakan 60% dari pasar, tanpa sepenuhnya menyadari risikonya.

"Konsumen harus waspada terhadap risiko iklan yang menyesatkan, termasuk melalui media sosial dan influencer. Konsumen harus sangat waspada terhadap pengembalian cepat atau tingginya imbal hasil yang dijanjikan," kata otoritas.

Selain itu, investor juga harus menyadari dampak yang ditimbulkan dari konsumsi energi untuk memproduksi beberapa aset kripto tinggi, termasuk dampak kerusakan lingkungan.

Kembali Gempur Kota Lyiv, Pasukan Rusia Makin Dekat dengan Polandia

Walikota Lyiv, Andriy Sadovy, pada hari Jumat (18/3) melaporkan bahwa rudal Rusia telah menghantam daerah dekat bandara kota. Namun, Sadovy memastikan bandara tidak terkena dampaknya.

Dikutip dari Reuters, saat ini pihak berwenang masih mengamati situasi dan akan segera melaporkan keadaan pastinya secepat mungkin.

Sementara itu, kanal televisi Ukraina 24 melaporkan setidaknya sudah ada tiga ledakan yang terdengar di kota itu.

Serangan Rusia ke kota Lyiv semakin menjadi-jadi sejak pekan lalu. Militer Rusia menembakkan rudal di dekat Lviv dan menghantam pangkalan militer besar di dekat perbatasan Polandia. Insiden itu disebut telah menewaskan puluhan orang.

Kota penting bagi Ukraina

Lyiv merupakan salah satu kota penting yang terletak sekitar 70 km dari perbatasan dengan Polandia. Dekatnya lokasi ini membuat Lyiv seolah menjadi pintu masuk menuju NATO.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai, Lyiv telah menjadi titik kumpul bagi para pengungsi yang hendak meninggalkan negara menuju Polandia atau negara lainnya.

Mengutip CNN, Lyiv telah menampung lebih dari 200.000 orang terlantar. Lyiv sendiri adalah kota yang berpenduduk lebih dari 700.000 jiwa. Gelombang pengungsi membuat kota ini semakin padat.

Kota ini juga telah menjadi tempat singgah sementara bagi banyak organisasi media dan kedutaan yang terpaksa lari dari ibu kota Kyiv.

Dari aspek militer, Lyiv juga berfungsi sebagai rute pasokan senjata penting ke militer Ukraina. Kerasnya perlawanan militer di kota ini juga telah dianggap berhasil menggagalkan rencana Rusia untuk melakukan invasi cepat.

Lyiv juga memiliki arti penting dari aspek budaya. Di kota ini terdapat kawasan kota tua yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Pemerintah Ukraina juga terus berusaha melindungi Museum Nasional di Lyiv yang menampung koleksi seni abad pertengahan yang suci dan manuskrip keagamaan yang langka.

Italia akan Cabut Kebijakan Pembatasan Covid-19 pada 31 Maret

Pemerintah Italia mengumumkan rencana untuk menghapus pembatasan akibat pandemi Covid-19, setelah lebih dari dua tahun penyakit itu pertama kali melanda negara tersebut, meskipun kasusnya masih meningkat.

Saat ini, banyak negara Eropa telah menghapus pembatasan Covid-19 mereka secara lebih agresif, dengan Prancis memilih untuk mencabut sebagian besar pembatasannya pada awal minggu ini.

Kabinet mengatakan sertifikat kesehatan Covid-19 tidak lagi diperlukan untuk mendapatkan akses ke beragam layanan, termasuk restoran, pusat kebugaran, dan transportasi umum, mulai 1 Mei.

Sementara, persyaratan bahwa siapa pun yang berusia di atas 50 tahun harus divaksinasi untuk memasuki tempat kerja mereka akan berakhir pada 1 April.

Keadaan darurat, yang memungkinkan otoritas publik untuk melewati birokrasi dan memberlakukan aturan melalui keputusan, akan berakhir pada 31 Maret. Mulai tanggal itu, dewan pakar yang memberi nasihat kepada pemerintah tentang Covid-19 akan dibubarkan.

"Ini adalah langkah-langkah penting yang menghapus hampir semua pembatasan yang membatasi kami," kata Perdana Menteri Mario Draghi dikutip dari Reuters, Jumat (18/3).

Italia adalah negara Barat pertama yang dilumpuhkan oleh penyakit ini dan sejauh ini telah mencatat 157.442 kematian, penghitungan tertinggi kedelapan di dunia.

Namun, penurunan infeksi baru-baru ini berakhir dengan tiba-tiba, dengan kasus meningkat pesat sejak awal bulan, seperti yang terjadi di banyak negara Eropa lainnya.

Draghi memperingatkan bahwa pemerintah akan memberlakukan kembali pembatasan jika perlu, tetapi menyatakan keyakinannya pada vaksinasi, dengan mengatakan bahwa mereka telah menyelamatkan sekitar 80.000 nyawa pada 2021

Hampir 84% orang Italia telah menerima dua dosis vaksin yang direkomendasikan, sementara hampir 65% orang telah menerima suntikan ketiga.

Menteri Kesehatan Roberto Speranza mengatakan tidak ada bukti saat ini yang menunjukkan bahwa dosis keempat diperlukan, tetapi mengatakan pemerintah tetap mempertimbangkan untuk memberikannya kepada orang tua.

PBB Melaporkan Ratusan Warga Sipil Telah Kehilangan Nyawa Akibat Invasi Rusia

Di hadapan Dewan Keamanan, Kepala Urusan Politik PBB Rosemary DiCarlo pada hari Kamis (17/3) melaporkan bahwa sudah ada lebih dari 700 warga sipil yang tewas di Ukraina sejak invasi Rusia dimulai. Termasuk di antaranya adalah 52 anak-anak.

DiCarlo menyebutkan jumlah aslinya bisa jauh lebih tinggi dari data yang diterima PBB. Ia juga menyoroti penggunaan senjata dengan jangkauan luas di daerah permukiman warga sipil.

"Sebagian besar korban ini disebabkan oleh penggunaan senjata peledak yang memiliki jangkauan luas. Ratusan bangunan tempat tinggal telah hancu, begitu pula rumah sakit dan sekolah," ungkap DiCarlo, seperti dikutip New York Times.

Secara rinci, DiCarlo melaporkan adanya 726 kematian, termasuk 52 anak-anak, dan 1.174 orang terluka, termasuk 63 anak-anak. Semuanya tercatat pada periode 24 Februari sampai 15 Maret.

Tanpa menyebutkan siapa yang bersalah, DiCarlo meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh atas tragedi ini.

"Besarnya korban sipil, dan penghancuran infrastruktur sipil di Ukraina tidak dapat disangkal. Kondisi ini menuntut penyelidikan dan pertanggungjawaban yang menyeluruh," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memverifikasi adanya 42 serangan terhadap layanan kesehatan di Ukraina. Serangkaian serangan tersebut diketahui telah menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk petugas kesehatan.

Mengutip hukum humatinertinternasional, Tedros menyadarkan Dewan Keamanan bahwa tindakan tersebut adalah sebuah pelanggaran.

"Dalam konflik apa pun, serangan terhadap layanan kesehatan merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional," ungkap Tedros.

Hingga saat ini Rusia masih membantah telah menyerang warga sipil dalam apa yang disebutnya sebagai operasi militer khusus di Ukraina. Rusia mengatakan selalu menghindari target sipil dan hanya menargetkan infrastruktur militer Ukraina.

Kremlin: Biden Tak Pantas Menyebut Putin Sebagai Penjahat Perang

Kantor pemerintahan Rusia mengecam klaim Presiden AS Joe Biden yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai penjahat perang. Menurut Kremlin, ucapan tersebut tidak pantas diucapkan oleh negara yang telah membunuh warga sipil dalam konflik di seluruh dunia.

Biden pada hari Rabu (16/3) menyebut Putin sebagai penjahat perang ketika seorang wartawan bertanya di Gedung Putih. Sebelumnya, Biden sempat menjawab "tidak" untuk pertanyaan yang sama.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa pernyataan Biden benar-benar tidak dapat diterima dan tidak dapat dimaafkan, mengingat AS sejauh ini juga sudah terlibat dalam banyak perang yang menewaskan warga sipil.

"Hal utama adalah bahwa kepala negara yang telah bertahun-tahun membom orang di seluruh dunia. Presiden negara seperti itu tidak memiliki hak untuk membuat pernyataan seperti itu," ungkap Peskov, seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, Peskov menyinggung AS yang telah mengebom Jepang pada tahun 1945 hingga menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki. Sekitar 200.000 orang tewas seketika oleh bom dan banyak lagi yang meninggal karena penyakit radiasi.

Sementara itu, invasi Rusia ke Ukraina telah menewaskan ribuan orang dan membuat lebih dari 3 juta orang mengungsi. Invasi ini menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas antara Rusia dan AS sebagai dua kekuatan nuklir terbesar dunia.

Pada hari Kamis (17/3), Rusia mengatakan pihaknya telah memiliki kekuatan untuk menjadi negara adidaya. Kremlin juga menuduh Barat memicu plot Russophobia liar untuk menghancurkan Rusia.

Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, mengatakan AS telah memicu Russophobia yang sangat menjijikkan hanya demi membuat Rusia bertekuk lutut di hadapan para sekutu Barat.

"Itu tidak akan berhasil.  Rusia memiliki kekuatan untuk menempatkan semua musuh kita yang kurang ajar di tempat mereka," kata Medvedev.

Presiden Putin terus menegaskan bahwa operasi militer khususnya di Ukraina sangat diperlukan karena negara tersebut bisa digunakan AS untuk mengancam Rusia. Putin bahkan melihat adanya potensi genosida terhadap orang-orang berbahasa Rusia yang tinggal di Ukraina.

Di lain pihak, Ukraina terus berjuang mempertahankan kedaulatannya dan merasa klaim genosida Putin adalah omong kosong. Negara Barat pun menilai klaim Putin sebagai sesuatu yang fiktif.

Slovakia Siap Pasok Rudal S-300 ke Ukraina, Asal NATO Menggantinya

Menteri Pertahanan Slovakia Jaroslav Nad mengatakan, negaranya bersedia memberikan sistem rudal pertahanan udara S-300 kepada Ukraina jika NATO menemukan penggantinya.

Sebelumnya, Ukraina mengimbau negara-negara Barat untuk memasok sistem pertahanan udara untuk membantu mengusir serangan militer Rusia yang saat ini masuk minggu keempat.

“Kami telah berdiskusi dengan AS, Ukraina, dan juga sekutu lainnya tentang kemungkinan untuk menyebarkan, mengirim, atau memberikan S-300 ke Ukraina dan kami bersedia untuk melakukannya,” kata Nad, Kamis (17/3).

"Tapi, bersedia melakukannya segera ketika kami memiliki pengganti yang tepat," ujarnya dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, yang berbicara bersama Nad dalam konferensi pers, menolak mengatakan, apakah Amerika Serikat mungkin bersedia untuk menggantikan S-300 Slovakia.

"Saya tidak punya pengumuman untuk Anda sore ini. Ini adalah hal-hal yang akan terus kami kerjakan dengan semua sekutu kami. Dan tentu saja, ini bukan hanya masalah AS, ini masalah NATO," kata Austin, tanpa menjelaskan lebih lanjut. .

Presiden AS Joe Biden pada Rabu (16/3) mengumumkan bantuan keamanan tambahan sebesar US$800 juta, termasuk senjata untuk menjatuhkan pesawat dan menghancurkan tank Rusia.

Tetapi, sistem pertahanan udara milik Slovakia sangat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy cari.

Slovakia, anggota NATO, memiliki satu baterai sistem pertahanan udara S-300, yang diwarisi dari era Soviet setelah pecahnya Cekoslowakia pada 1993 silam.

Nad mengharapkan bisa mendapatkan pertahanan rudal Patriot sebagai bagian dari kelompok pertempuran NATO, yang baru saja disetujui untuk dikerahkan di negara itu sebagai bagian dari bala bantuan pakta pertahanan itu di sisi Timur Eropa.

Tetapi, Slovakia tidak melihat itu cukup, mengingat rudal Patriot tersebut tidak akan menjadi sistem mereka dan tidak jelas berapa lama akan berbasis di negaranya. Slovakia berbagi perbatasan sepanjang 98 km dengan Ukraina.