• Blog
  • News  Forex, Index & Komoditi (Rabu, 9 Maret 2022)

News  Forex, Index & Komoditi (Rabu, 9 Maret 2022)

Wall St ditutup turun di sesi sulit, saat AS larang impor minyak Rusia

Wall Street lebih rendah dalam perdagangan yang sulit pada akhir transaksi Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mempertimbangkan perkembangan cepat di sekitar krisis di Ukraina, karena Amerika Serikat melarang impor minyak Rusia dan energi lainnya atas invasi tersebut.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 184,74 poin atau 0,56 persen, menjadi menetap di 32.632,64 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 30,39 poin atau 0,72 persen, menjadi berakhir di 4.170,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 35,41 poin atau 0,28 persen, menjadi ditutup di 12.795,55 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor kebutuhan pokok konsumen dan perawatan kesehatan masing-masing jatuh 2,64 persen dan 2,11 persen, memimpin penurunan. Sektor energi dan konsumen noprimer masing-masing naik 1,39 persen dan 0,06 persen, hanya dua kelompok yang menguat.

Penurunan dipercepat ke akhir sesi naik-turun pada Selasa (8/3), sehari setelah penurunan tajam yang membuat Nasdaq yang padat teknologi mengkonfirmasi berada di pasar bearish. Indeks acuan S&P 500 turun untuk sesi keempat berturut-turut.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan larangan impor minyak Rusia dan energi lainnya, menggarisbawahi dukungan bipartisan yang kuat untuk langkah yang dia akui akan menaikkan harga energi AS, sementara Inggris mengatakan akan menghentikan impor minyak dan produk minyak Rusia pada akhir tahun 2022.

"Saya pikir itu hanya investor yang mencoba untuk menyelidiki apakah layak membeli penurunan dan kami mengalami penurunan yang sangat besar kemarin," kata Chuck Carlson, kepala eksekutif di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana. "Setiap kali pembelian tampaknya menjadi sedikit tidak terkendali, tampaknya ada penjual yang bersedia masuk."

“Bagi saya, ini adalah pasar pedagang dan orang-orang yang mencari momentum jangka pendek bergeser ke perdagangan,” kata Carlson.

Keuntungan dalam saham pertumbuhan megacap, seperti Tesla, Meta Platforms dan Alphabet membantu mengurangi kerugian untuk S&P 500.

Sektor energi, kinerja yang menonjol tahun ini, melanjutkan kenaikannya, menguat 1,4 persen.

Minyak mentah Brent mencapai 130 dolar AS per barel bersama dengan komoditas lainnya, memicu alarm atas lonjakan inflasi dan dampak pada pertumbuhan ekonomi global. Harga bensin AS mencapai rekor pada Selasa (8/3).

"Ada banyak ketidakpastian saat ini tentang apa dampaknya terhadap ekonomi AS," kata James Ragan, direktur penelitian manajemen kekayaan di D.A. Davidson. "Saya pikir kita akan melihat sedikit kemunduran di konsumen AS. Jelas, harga bensin akan membuat orang berhenti sejenak."

Pemerintah Ukraina menuduh pasukan Rusia menembaki koridor kemanusiaan. Moskow, yang menggambarkan tindakannya sebagai "operasi khusus", telah berjanji akan membukanya untuk membiarkan penduduk melarikan diri dari pelabuhan Mariupol yang terkepung.

Saham-saham telah berjuang karena kekhawatiran tentang krisis Rusia-Ukraina telah memperdalam aksi jual yang awalnya dipicu oleh kekhawatiran atas imbal hasil obligasi yang lebih tinggi karena Federal Reserve diperkirakan akan memperketat kebijakan moneter tahun ini untuk melawan inflasi.

Pada Senin (7/3), Nasdaq mengkonfirmasi berada di pasar bearish, jatuh lebih dari 20 persen dari rekor tertinggi, sementara indeks Dow Jones Industrial Average mengkonfirmasi dalam koreksi karena ditutup lebih dari 10 persen lebih rendah dari rekor puncaknya.

Dalam berita perusahaan, saham Caterpillar Inc melonjak 6,8 persen setelah Jefferies meningkatkan saham pembuat peralatan konstruksi itu menjadi "beli" dari "tahan" sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan prospek lebih banyak investasi.

Sekitar 19 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, terbesar dalam lebih dari setahun, dibandingkan dengan rata-rata harian 13,4 miliar selama 20 sesi terakhir.

Perang Masih Berlanjut, Rusia Beralih ke Mata Uang China

Perusahaan dan bank Rusia beralih ke mata uang China, yuan (juga dikenal sebagai renminbi), saat pintu ke sistem keuangan global berbasis dolar AS ditutup karena sanksi.

Melansir Axios, James Fok, penulis buku “Financial Cold War: A View of Sino-US Relations from the Financial Markets,” mengatakan bahwa sanksi terhadap Rusia secara bertahap membantu menginternasionalkan renminbi.

"Tapi itu tidak berarti renminbi akan tiba-tiba mulai menyaingi dolar dengan cara apa pun yang berarti. Untuk melakukannya, Anda memiliki banyak bagian lain yang harus jatuh pada tempatnya," kata Fok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Reuters, perusahaan-perusahaan Rusia bergegas ke bank-bank China untuk menanyakan tentang pembukaan rekening.

FESCO Transportation Group, sebuah perusahaan logistik Rusia, mengatakan kepada pelanggan pekan lalu bahwa mereka akan menerima pembayaran dalam yuan.

Setelah Visa dan Mastercard menangguhkan operasi mereka di Rusia, beberapa bank Rusia sedang mempertimbangkan untuk beralih ke UnionPay, sistem pembayaran kartu milik negara China.

Para pemimpin China telah berupaya menerapkan kebijakan yang bertujuan untuk menginternasionalkan yuan. Misalnya saja dengan mengadvokasi yuan untuk dimasukkan dalam keranjang hak penarikan khusus Dana Moneter Internasional pada tahun 2016.

Namun, dorongan China menuju internasionalisasi yuan selama dekade terakhir adalah setengah hati, dengan kurang dari 2% pembayaran global menggunakan yuan.

Beijing enggan untuk melepaskan kendali atas mata uang, dan tidak ingin menanggung potensi efek buruk dari memiliki mata uang yang dominan secara global.

Kontrol modal yang ketat dari pemerintah mempersulit pemindahan aset dari China, yang menghambat transaksi yuan internasional.

Terlepas dari minat Rusia, bank-bank China waspada terhadap risiko sanksi sekunder AS, yang berarti kemampuan pemerintah AS untuk menghukum perusahaan non-AS yang melakukan bisnis dengan entitas yang terkena sanksi.

"Sanksi pasti akan berarti bahwa Rusia pada akhirnya akan memegang lebih banyak renminbi," kata Fok.

Tetapi agar negara lain bersedia melakukan lebih banyak transaksi dalam yuan, pemerintah China perlu melonggarkan kontrol modal dan meningkatkan aturan hukum — atau perpecahan sistem keuangan global harus terjadi untuk membuat yuan tampak lebih menarik dibandingkan dolar.

"Banyak bidak di papan catur yang belum dipindahkan," kata Fok. "Lebih mungkin, itu akan dimainkan selama beberapa dekade."

Sebelumnya, Reuters memberitakan, bank asal China yang berkantor cabang di Moskow telah melihat lonjakan permintaan dari perusahaan-perusahaan Rusia yang ingin membuka rekening baru.

Menurut sumber Reuters yang tak mau namanya disebut, lonjakan itu terjadi ketika bisnis negara itu berjuang dengan sanksi internasional setelah invasi ke Ukraina.

"Selama beberapa hari terakhir, 200-300 perusahaan telah mendekati kami, ingin membuka rekening baru," kata orang yang bekerja di bank pemerintah China cabang Moskow dan memiliki pengetahuan langsung tentang operasinya, kepada Reuters.

Dia menolak disebutkan namanya atau banknya diidentifikasi karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Tidak jelas seberapa luas permintaan Rusia untuk rekening baru di bank-bank China, tetapi sumber bankir itu mengatakan kepada Reuters bahwa banyak perusahaan yang mencari rekening baru untuk melakukan bisnis dengan China. Dia memperkirakan transaksi yuan oleh perusahaan-perusahaan tersebut akan meningkat.

Pemerintah Barat menutup ekonomi Rusia dari sistem keuangan global, mendorong perusahaan internasional untuk menghentikan penjualan, memutuskan hubungan dan membuang investasi senilai puluhan miliar dolar.

McDonald's, Starbucks, Coke, dan Pepsi Setop Operasi di Rusia

McDonald's, PepsiCo, Coca-Cola, dan Starbucks bergabung dengan perusahaan AS lain yang menghentikan penjualan produk-produk mereka yang paling terkenal di Rusia pada Selasa (8/3/2022).

Melansir Reuters, Pepsi dan McDonald's adalah pionir perusahaan yang bekerja dengan Uni Soviet dan negara Rusia pasca-Soviet beberapa dekade lalu dan dipandang sebagai peningkatan hubungan internasional.

Keempat perusahaan memiliki operasi besar di Rusia.

McDonald's mengatakan akan terus membayar gaji kepada 62.000 karyawannya di Rusia karena menutup 847 restoran. Lokasi pertama yang dibuka di Rusia, di Lapangan Pushkin Moskow tengah pada tahun 1990, menjadi simbol kapitalisme Amerika yang berkembang saat Uni Soviet jatuh.

"Saya senang mereka datang dan membuat keputusan yang tepat," jelas Jeffrey Sonnenfeld, seorang profesor di Yale School of Management yang melacak sikap perusahaan-perusahaan besar di Rusia, mengatakan setelah langkah yang diambil oleh McDonald's.

"Ini adalah dampak yang sangat penting, dan itu simbolis sekaligus substantif," tambahnya.

Starbucks Corp juga menutup sementara ratusan toko. PepsiCo Inc akan menangguhkan semua iklan di Rusia dan menghentikan penjualan merek minumannya, sambil terus menjual kebutuhan pokok seperti susu dan makanan bayi. Saingan Coca-Cola Co mengatakan akan menangguhkan bisnisnya di sana.

Coca-Cola adalah minuman resmi Olimpiade 1980 di Moskow, meskipun Amerika Serikat memboikot acara tersebut sebagai protes atas invasi Soviet ke Afghanistan.

Sejumlah perusahaan lain juga telah menegur Rusia, dan Amazon.com Inc mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya akan berhenti menerima pelanggan baru untuk layanan cloud-nya di Rusia dan Ukraina.

Universal Music menangguhkan semua operasi di Rusia, dan layanan kencan online Bumble Inc akan menghapus aplikasinya dari toko-toko di Rusia dan Belarusia.

Sebelumnya, Royal Dutch Shell Plc berhenti membeli minyak dari Rusia dan mengatakan akan memutuskan hubungan ke negara itu sepenuhnya, saat Amerika Serikat meningkatkan kampanyenya untuk menghukum Moskow dengan melarang impor minyak dan energi Rusia.

Sementara itu, Moskow menyebut serangan yang dilakukan sebagai "operasi militer khusus" yang ditujukan bukan untuk menduduki wilayah tetapi menghancurkan kemampuan militer Ukraina.

Langkah Barat untuk mengisolasi Rusia secara ekonomi karena menyerang tetangganya telah memukul pasar komoditas dan energi global dengan keras, membuat harga-harga melonjak. Kejadian ini mengancam menggagalkan pemulihan ekonomi global yang baru pulih dari pandemi COVID-19.

Inggris juga mengatakan akan melarang impor minyak Rusia secara bertahap selama 2022, untuk memberi waktu kepada bisnis untuk menemukan sumber pasokan alternatif.

Partai Komunis Yakin Setelah Rusia, China Sasaran Berikutnya karena Amerika...

Meski dikecam negara-negara Barat, Rusia memiliki pendukung vokal di China. Partai Komunis China yang berkuasa memberitahu rakyatnya bahwa mereka juga bisa menjadi target Amerika Serikat (AS) selanjutnya.

"Bila Rusia hancur, kami berikutnya, ini sudah pasti, Amerika Serikat ingin menguasai dunia," kata pensiunan asal Beijing, Wang Yongchun.

Pernyataan ini mencerminkan sikap partai penguasa yang merupakan salah satu sekutu dekat Putin. Beijing menegaskan perang harus dihentikan tapi Amerika Serikat yang harus disalahkan.

Pemerintah Presiden Xi Jinping mencoba menjaga jarak dengan serangan Rusia ke Ukraina tapi menghindari mengkritik Moskow.

Pemerintah China juga telah menawarkan diri sebagai penengah dan mengecam sanksi-sanksi perdagangan dan keuangan terhadap Rusia.

Partai Komunis menguasai seluruh media China dan menyensor internet dengan ketat sehingga sulit untuk mengetahui dengan tepat opini publik. Tapi apa yang diizinkan pemerintah untuk dipublikasikan di internet dan media mengungkapkan apa yang dipikirkan publik.

Berdasarkan instruksi yang diunggah Beijing News pekan lalu media-media China diminta hanya mengunggah konten pro-Rusia dan menyensor pandangan anti-Rusia atau pro-Barat. Unggahan tersebut kemudian dihapus.

Di media sosial terdapat komentar yang memberi simpati untuk Ukraina dan mendukung Rusia. Tapi tidak ada yang mengkritik Moskow.

"Ketika perang dimulai bukankah anak-anak dan orang biasa yang menjadi umpan merium, yang meninggal adalah anak-anak dan orang biasa," kata unggah atas nama Da Ke Ming Yi di Weibo.

Surat yang ditandatangani lima profesor dari universitas ternama mengkritik Rusia karena menyerang tetangga yang lebih lemah muncul di media sosial sebelum dihapus lagi.

"Kami menentang perang tidak adil," kata pada akademisi termasuk dari Tsinghua University yang merupakan almamater banyak pejabat Partai Komunis.

Muncul komentar dari para nasionalis yang mengkritik akademisi itu karena tidak mengikuti posisi resmi partai yang netral.

Partai Komunis menggunakan buku ajar dan media untuk menanamkan nasionalisme. Pemerintah China menuduh AS mencoba menghalangi kebangkitkan China sebagai pemimpin di panggung inernasional.

Media pemerintah China menyalahkan AS dan Eropa atas perang di Ukraina. Sebab mereka gagal merespon tuntutan Rusia agar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melarang Ukraina menjadi bagian aliansi Barat tersebut.

Rusia Mengancam Batasi Pasokan Gas Ke Uni Eropa

Rusia mengancam akan memotong pasokan gas alam ke Eropa melalui pipa Nord Stream 1. Hal ini sebagai tanggapan terhadap sanksi yang dijatuhkan atas invansi ke Ukraina. Ancaman tersebut dikhawatirkan akan meningkatkan gejolak di pasar energi dan mendorong harga konsumsi menjadi lebih tinggi lagi.

Wakil Perdana Menteri Alexander Novak mengatakan, Rusia memiliki hak untuk mengambil tindakan yang mencerminkan sanksi yang dijatuhkan pada ekonomi Rusia "Tapi belum ada keputusan untuk mematikan Nord Stream 1, dan pipa saat ini beroperasi pada kapasitas secara penuhnya," kata Novak, dikutip dari Bloomberg, Selasa (8/3).

Komentar itu muncul setelah seharian muncul rumor di pasar gas Eropa. Akibatnya, harga gas pada satu titik melonjak hampir 80% di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Rusia.

Ketergantungan Eropa pada energi Rusia telah menjadi faktor kunci dalam upaya para pemimpin benua ini untuk menyepakati bagaimana menanggapi invasi Ukraina.

Bulan lalu, Berlin menangguhkan proyek pipa Nord Stream 2 senilai US$11 miliar, dan pejabat Uni Eropa mengatakan mereka sedang mengerjakan rencana yang dapat memotong kebutuhan impor blok itu dari Rusia hampir 80% tahun ini.

Tetapi banyak politisi Uni Eropa tetap waspada. Ini yang menjadi salah satu alasan mengapa Jerman menolak proposal larangan impor minyak.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa minyak dan gas Rusia dinilai sangat penting bagi ekonomi Eropa. Sekitar 40% gas impor gas di Uni Eropa dan seperempat minyaknya berasal dari Rusia.

Novak mengatakan bahwa Rusia memiliki pilihan lain untuk menjual minyaknya jika Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa melarang impor Rusia. Dia memperingatkan bahwa setiap langkah memiliki konsekuensi bagi pasar dunia karena harga sudah melonjak hingga $300 per barel atau lebih.

Bantuan Bank Dunia ke Ukraina Segera Cair, Ini Daftar Negara yang Ikut Menyumbang

Bank Dunia pada hari Senin (7/3) akhirnya menyetujui pemberian paket pinjaman dan hibah senilai US$ 723 juta ke Ukraina. Dana ini diharapkan bisa membantu Ukraina untuk menghadapi invasi Rusia.

Dilansir dari Reuters, paket tersebut terdiri dari pinjaman dasar Bank Dunia senilai US$ 350 juta yang ditambah jaminan dari Belanda dan Swedia senilai US$ 139 juta.

Ukraina juga dipastikan akan menerima dana hibah senilai US$ 134 juta yang diberikan oleh Inggris, Denmark, Latvia, Lituania dan Islandia. Dana itu disediakan para negara sebagai bagian dari dana perwalian yang akan terus menerima kontribusi hibah atas nama Ukraina.

Sementara itu, Jepang juga bersedia menyediakan pembiayaan paralel sebesar US$ 100 juta.

Seorang juru bicara Bank Dunia mengatakan bahwa dana itu diharapkan akan ditransfer ke pemerintah Ukraina dalam beberapa hari ke depan.

Bank Dunia mengatakan dukungan dalam program pencairan cepat ini akan membantu pemerintah Ukraina dalam menyediakan layanan publik penting, seperti membayar pekerja rumah sakit, mendanai pensiun dan melanjutkan program sosial lainnya.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan bahwa pihak bank akan berkomitmen untuk mengambil tindakan cepat demi membantu rakyat Ukraina yang menghadapi kekerasan dan gangguan ekstrim yang disebabkan oleh invasi Rusia.

"World Bank Group mendukung rakyat Ukraina dan kawasan. Ini adalah langkah pertama dari banyak langkah yang kami ambil untuk membantu mengatasi dampak ekonomi dan kemanusiaan yang luas dari krisis ini," ungkap Malpass.

Setelah ini, Bank Dunia akan fokus dalam menyelesaikan program dukungan lain untuk Ukraina dengan nilai mencapai US$ 3 miliar. Program ini diharapkan bisa selesai dalam beberapa bulan mendatang.

Negara-negara yang kini menampung pengungsi asal Ukraina juga akan mendapat perhatian lebih dari Bank Dunia. Diperkirakan ada 1,7 juta pengungsi, sebagian besar adalah wanita, anak-anak, dan orang tua, yang tersebar di sejumlah negara tetangga Ukraina.

Pasukan Ukraina Kembali Bunuh Jenderal Top Rusia di Dekat Kota Kharkiv

Intelijen militer Ukraina mengatakan, pasukan Ukraina telah membunuh seorang jenderal Rusia di dekat Kota Kharkiv yang terkepung, komandan senior negeri beruang merah kedua yang tewas dalam invasi.

Mayor Jenderal Vitaly Gerasimov, Wakil Komandan Pertama Pasukan Senjata Gabungan ke-41 Rusia, tewas pada Senin (7/3), menurut Kepala Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Jazeera.

Jenderal Rusia lainnya, Andrei Sukhovetsky, juga Wakil Komandan Pasukan Senjata Gabungan ke-41, tewas pada akhir Februari.

Ukraina mengeklaim, pasukannya telah membunuh lebih dari 11.000 tentara Rusia. Sementara Rusia hanya mengonfirmasi kematian sekitar 500 tentaranya. Hanya, tidak ada pihak yang mengungkapkan korban di muliter Ukraina.

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan, pasukan wajib militer dan cadangan tidak ambil bagian dalam operasi militer Rusia di Ukraina dan tidak akan bergabung.

"Saya ingin menekankan, wajib militer tidak dan tidak akan ambil bagian dalam permusuhan, dan tidak akan ada tambahan panggilan cadangan dari cadangan," katanya.

"Misi hanya dilakukan oleh pasukan profesional," tegas dia dalam pidato video dalam peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret, yang di-posting di situs Kremlin, seperti dikutip TASS.

Putin menyatakan keyakinannya, "mereka akan teguh dalam memberikan keamanan dan perdamaian bagi rakyat Rusia".

Dia berbicara kepada ibu, istri, saudara perempuan, tunangan, dan pacar tentara serta perwira Rusia, "yang sekarang berperang membela Rusia selama operasi militer khusus".

"Saya mengerti, bagaimana Anda mengkhawatirkan orang yang Anda cintai dan anggota keluarga," ungkapnya. "Anda bisa bangga pada mereka, sama seperti seluruh negara bangga pada mereka dan mengkhawatirkan mereka bersama-sama dengan Anda".

Hasil Sementara Perundingan Putaran Ketiga antara Rusia dan Ukraina

Perundingan putaran ketiga antara Rusia dan Ukraina telah selesai diadakan di Belarusia pada Senin (7/3) malam waktu setempat. Sayangnya, delegasi dua negara belum mencapai hasil yang diharapkan.

Delegasi Rusia dipimpin oleh orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin, Vladimir Medinsky. Sementara utusan Ukraina dipimpin oleh Mikhail Podolyak yang saat ini menjadi penasihat kantor kepresidenan Ukraina.

Dilansir dari TASS, kedua pihak mengakui tidak ada hasil untuk saat ini yang mungkin dapat memperbaiki situasi secara signifikan.

Kedua pihak pada akhirnya sepakat untuk melanjutkan negosiasi ke putaran-putaran berikutnya. Perundingan yang berlangsung sekitar tiga jam itu pun mencatat perubahan positif pada masalah koridor kemanusiaan, meskipun masih belum beroperasi pada hari Senin.

Mengaktifkan koridor kemanusiaan

Melansir TASS, Medinsky berharap koridor kemanusiaan untuk evakuasi warga sipil dari daerah permusuhan akan mulai berfungsi sebagaimana mestinya pada Selasa (8/3).

Utusan Rusia menyalahkan masalah dengan pembukaan koridor kemanusiaan pada komandan militer Ukraina yang dianggap tidak mematuhi perintah dari atasan mereka dan pihak berwenang terkait.

Sementara itu, melalui video yang dibagikan di Twitter, Podolyak mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menyetujui beberapa perubahan pada logistik yang akan membuat bantuan kepada warga sipil lebih efektif. Namun kepala delegasi Ukraina ini tidak mengungkapkan rinciannya.

Militer Rusia pada Senin pagi waktu setempat telah membuka koridor untuk warga sipil keluar dari Kiev, Kharkov, Sumy dan Mariupol. Sayangnya, evakuasi warga sipil terganggu karena Wakil Perdana Menteri Ukraina Irina Vereshchuk menolak opsi dari Rusia tersebut.

Rancangan perjanjian masih ditinjau

Dalam perundingan ketiga, delegasi Rusia telah membawa perjanjian, rancangan, dan proposal yang konkret dengan harapan bisa ditandatangani meskipun hanya satu protokol.

Namun, delegasi Ukraina masih mempertimbangkannya dan akan membawa rancangan tersebut untuk dipelajari terlebih dahulu.

Proposal perjanjian yang diajukan Rusia di dalamnya mencakup aspek politik, denazifikasi, penggunaan bahasa Rusia, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan status netral dan demiliterisasi. Rusia menegaskan bahwa sejumlah aspek tersebut tidak bisa dikonsultasikan lebih lanjut.

Sebelum ini, salah satu anggota delegasi Ukraina, David Akhramiya, mengatakan kedua negara akan mampu mencapai kompromi praktis pada semua masalah kecuali status Krimea dan Donbass. Pengakuan kedaulatan kedua wilayah disebut tidak bisa diterima oleh rakyat Ukraina.

Di lain pihak, Rusia berulang kali mengatakan bahwa pengakuan atas Republik Donetsk dan Lugansk serta kedaulatan Rusia atas Krimea dan Sevastopol adalah sikap tegas dan tidak bisa digoyahkan.

Berlanjut ke putaran keempat

Perundingan ketiga antara Rusia dan Ukraina dipastikan masih belum menemukan titik terang. Kedua negara sepakat untuk melanjutkannya ke putaran keempat.

Kedua pihak masih belum menyebutkan tanggal atau tempat tertentu. Namun, kemungkinan besar Belarusia masih akan menjadi tuan rumahnya. Putaran keempat juga diharapkan bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Rusia Jadi Negara Paling Banyak Terkena Sanksi di Dunia

Rusia telah menjadi negara yang paling banyak terkena sanksi di dunia karena perangnya terhadap Ukraina.

Moskow telah dikenai 2.778 sanksi baru hanya dalam waktu kurang dari dua minggu sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan ke Ukraina, sehingga totalnya menjadi 5.532, menurut database pemantau sanksi global Castellum.ai.

Sebagai perbandingan, Iran telah menghadapi 3.616 sanksi, diikuti oleh Suriah dan Korea Utara, dengan masing-masing 2.608 dan 2.077 sanksi. Venezuela, dengan 651 sanksi, Myanmar dengan 510 sanksi, dan Kuba dengan 208 sanksi termasuk di antara daftar negara yang paling banyak dikenai sanksi di dunia.

Negara dengan sanksi paling banyak terhadap Moskow adalah Swiss, dengan 568. Disusul Uni Eropa dengan 518 sanksi, Prancis dengan 512 sanksi, Kanada dengan 454 sanksi dan Australia dengan 413 sanksi. AS telah memberlakukan 243 sanksi terhadap Rusia sejauh ini. Sanksi tersebut mencakup 2.427 individu, 343 organisasi, enam kapal dan dua pesawat.

Putin mengatakan Sabtu bahwa sanksi Barat terhadap Rusia mirip dengan deklarasi perang. Perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menarik kecaman internasional, menyebabkan sanksi keuangan di Moskow, dan mendorong eksodus perusahaan global dari Rusia.

Barat juga telah memberlakukan pembatasan ekspor teknologi utama ke Rusia. Setidaknya 406 warga sipil tewas dan 801 lainnya terluka di Ukraina sejak awal perang, menurut data PBB. Tetapi badan internasional itu menyatakan kondisi di lapangan membuat mereka "sulit memverifikasi" jumlah sebenarnya dari korban sipil. Lebih dari 1,7 juta orang juga telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, kata Badan Pengungsi PBB.

Rusia Umumkan Gencatan Senjata di Beberapa Kota Ukraina Meski Ditolak

Rusia mengumumkan gencatan senjata terbaru untuk pembentukan koridor kemanusiaan guna mengevakuasi warga sipil dari kota-kota di Ukraina mulai Selasa (8/3/2022) pukul 10.00 waktu setempat meski ditolak Ukraina. Kota-kota tersebut termasuk Kiev, Kharkiv, Chernihiv, Sumy, dan Mariupol.

Warga sipil yang meninggalkan kota Kiev, Chernigov dan Kharkiv akan melakukan perjalanan ke Rusia, beberapa melalui Belarus. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah menolak proposal sebelumnya untuk mengevakuasi warga Ukraina ke dalam apa yang disebut sebagai "wilayah pendudukan" di Rusia dan Belarus.

Kendati begitu, orang-orang yang meninggalkan kota Sumy dan Mariupol akan diberikan pilihan jalan masing-masing ke Rusia atau ke kota-kota Ukraina Poltava dan Zaporizhia. Ukraina telah diberi waktu hingga pukul 3.00 pagi waktu Moskow untuk menyetujui persyaratan tersebut.

Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB sebelumnya bahwa Rusia telah merusak pengaturan untuk koridor kemanusiaan pada Selasa yang bersikeras bahwa semua rute akan melalui Rusia atau Belarus.

Perang Rusia di Ukraina dimulai pada 24 Februari yang telah menarik kecaman internasional, menyebabkan sanksi keuangan di Moskow. dan mendorong eksodus perusahaan global dari Rusia. Barat juga telah memberlakukan pembatasan ekspor yang menggigit pada teknologi utama yang sekarang dilarang dikirim ke Rusia.

Setidaknya 406 warga sipil telah tewas dan 801 lainnya terluka di Ukraina sejak awal perang. Namun badan internasional itu menyatakan bahwa kondisi di lapangan telah membuat sulit untuk memverifikasi jumlah sebenarnya dari korban sipil. Badan Pengungsi PBB mencatat, lebih dari 1,7 juta orang juga telah melarikan diri ke negara-negara tetangga.

Inggris Tolak Mudahkan Visa untuk Pengungsi Ukraina

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, Senin (7/3/2022), menolak seruan agar Inggris mempermudah pemberian visa bagi para pengungsi Ukraina yang pergi menghindari perang. Johnson mengatakan Inggris adalah negara yang murah hati tapi tetap perlu mengawasi siapa-siapa saja yang datang ke negaranya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ada lebih dari 1,5 juta orang yang sudah meninggalkan Ukraina sejak Rusia membombardir negara tetangganya itu. Menurut PBB, ratusan ribu orang membanjiri Polandia, Romania, Slovakia, dan negara-negara lainnya.

Inggris dikritik tidak berbuat cukup banyak dan jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangganya di Eropa dalam menangani krisis kemanusiaan terbesar di benua itu sejak Perang Dunia.

"Kami adalah negara yang sangat, sangat murah hati. Tapi yang kami inginkan adalah pengendalian dan kami ingin bisa melakukan pemeriksaan. Menurut saya, sikap itu masuk akal dengan melihat apa yang sedang berlangsung di Ukraina untuk memastikan bahwa kami punya kemampuan dasar untuk memeriksa siapa aja yang datang," katanya.

Pemerintah Inggris telah dihujani kecaman oleh kalangan lembaga amal, parlemen oposisi, serta Prancis karena bersikeras bahwa pengungsi harus punya visa. Karena sikap tersebut, sejumlah pengungsi Ukraina terjebak di Kota Calais, Prancis, dan tidak bisa masuk ke Inggris.

Uni Eropa, sementara itu, sudah sepakat untuk mengeluarkan izin tinggal sementara bagi para warga Ukraina yang pergi menyelamatkan diri dari invasi. Uni Eropa juga sepakat memberi para pengungsi kesempatan mendapatkan pekerjaan, fasilitas kesejahteraan sosial, dan perumahan untuk selama tiga tahun.

Inggris sendiri sudah mengumumkan skema visa bagi pengungsi yang sudah punya keluarga atau penanggung jawab di negara itu. Menurut laporan media pada akhir pekan, Inggris sejauh ini baru mengeluarkan sekitar 50 visa bagi warga Ukraina. Jumlah itu dibantah Johnson.

Kementerian dalam negeri Inggris kemudian mengatakan bahwa sudah 300 visa diterbitkan di bawah skema tersebut. Kemendagri juga mengatakan pihaknya menambah petugas untuk memenuhi peningkatan jumlah jadwal permohonan visa.

Prancis Khawatir Perang Rusia di Ukraina Meluas ke Eropa

Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly telah memperingatkan bahwa perang Rusia terhadap Ukraina dapat meluas ke Eropa.

“Perang ada di ambang pintu Eropa, jangan biarkan itu masuk,” kata Parly di Twitter pada Ahad (6/3/2022) saat mengunjungi sebuah pangkalan militer di kota Constanta, Laut Hitam, Rumania, tempat 500 tentara Prancis dikerahkan dalam pasukan NATO.

Di masa-masa yang tidak pasti ini, Prancis bertekad untuk memastikan keamanan Eropa, ujar dia.

Parly menekankan bahwa NATO tidak menimbulkan ancaman bagi Rusia, karena komitmen aliansi Barat kepada para anggotanya adalah “defensif, bukan ofensif.”

Prancis terus melakukan dialog dengan Rusia sejak Moskow melancarkan perang terhadap Ukraina, yang dipimpin oleh Presiden Emmanuel Macron, yang telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama empat kali sejak 24 Februari.

Dalam percakapan terakhir mereka pada Ahad (6/3/2022), Macron “menggarisbawahi kebutuhan mutlak untuk menghindari serangan apa pun terhadap integritas instalasi nuklir sipil Ukraina,” menurut pernyataan pemerintah Prancis.

Dia juga menegaskan kembali perlunya negosiasi dan kesepakatan yang sepenuhnya dapat diterima oleh Ukraina.

Putin bersikeras bahwa upaya untuk menyalahkan militer Rusia atas insiden baru-baru ini di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia adalah “bagian dari kampanye propaganda sinis.”

Menurut pernyataan Kremlin, Putin “menjelaskan secara rinci tentang provokasi yang dilakukan oleh nasionalis radikal Ukraina menggunakan kelompok sabotase di area” pembangkit nuklir.

Sedikitnya 364 warga sipil tewas dan 759 lainnya terluka di Ukraina sejak Rusia melancarkan perang, menurut angka PBB, dengan jumlah korban sebenarnya dikhawatirkan akan lebih tinggi. Lebih dari 1,7 juta orang telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga, menurut badan pengungsi PBB