• Blog
  • News  Forex, Index & Komoditi (Senin, 7 Maret 2022)

News  Forex, Index & Komoditi (Senin, 7 Maret 2022)

Wall Street jatuh, kekhawatiran Ukraina lampaui data pekerjaan kuat

Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena perang di Ukraina membayangi percepatan pertumbuhan lapangan kerja di  Amerika, bulan lalu yang menunjukkan kekuatan dalam ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 0,53 persen atau 79,86 poin, menjadi menetap di 33.614,80 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 0,79 persen atau 34,62 poin, menjadi berakhir pada 4.328,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 1,66 persen atau 224,50 poin, menjadi ditutup di 13.313,44 poin.

Sebagian besar dari 11 sektor utama S&P utama turun, dengan sektor keuangan memimpin kerugian. Bank memperpanjang kemerosotan baru-baru ini karena investor khawatir tentang bagaimana sanksi Barat terhadap Moskow dapat mempengaruhi sistem keuangan internasional.

Ekuitas secara global melemah, dengan aset-aset safe-haven dalam permintaan setelah pasukan Rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dalam apa yang disebut Washington sebagai serangan sembrono yang berisiko menimbulkan bencana.

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja yang diawasi ketat menunjukkan pekerjaan tumbuh lebih dari yang diharapkan 678.000 pada bulan lalu dan tingkat pengangguran turun menjadi 3,8 persen, terendah sejak Februari 2020.

"Tiga atau empat minggu yang lalu, kami akan berpikir bahwa ini adalah angka yang sangat penting. Tetapi mengingat latar belakang dan keseluruhan peristiwa yang terjadi di Eropa, ternyata tidak," kata Zachary Hill, kepala manajemen portofolio di Horizon Investments di Charlotte.

"Potensi eskalasi dalam perang panas, potensi dampak pertumbuhan di Eropa dan secara lebih luas, dan efek tak terduga pada saluran komoditas dan inflasi menghabiskan semua waktu dan energi investor," kata Hill.

Amazon.com Inc, Apple Inc, pemilik Google-Alphabet Inc dan Microsoft Corp semuanya kehilangan pijakan.

Krisis di Ukraina mendorong saham-saham energi lebih tinggi karena harga minyak mentah dan komoditas lainnya menguat didukung sanksi terhadap Rusia, produsen minyak utama. Sektor energi S&P 500 menambah keuntungan dari awal pekan ini.

Saham-saham pertumbuhan yang bernilai tinggi telah menghadapi beban aksi jual baru-baru ini.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan minggu ini dia akan mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan kebijakan bank sentral 15-16 Maret dan akan "bersiap untuk bergerak lebih agresif" nanti jika inflasi tidak mereda secepat yang diharapkan.

Melonjaknya harga-harga komoditas telah meningkatkan kekhawatiran akan inflasi yang lebih besar, yang dapat mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih agresif.

Bursa Asia Melorot Pada Awal Perdagangan Hari Ini

Bursa Asia kompak melorot pada perdagangan Senin (7/3) pagi. Pukul 08.22 WIB, indeks Nikkei 225 turun 777,74 poin atau 2,99% ke 25.206,70, Hang Seng turun 596,39 poin atau 2,72% ke 21.308,90, Taiex turun 346,09 poin atau 1,98% ke 17.376,30, Kospi turun 53,64 poin atau 1,98% ke 2.659,82, ASX 200 turun 51,43 poin atau 0,72% ke 7.059,40, Straits Times turun 7,61 poin atau 0,23% ke 3.220,24, dan FTSE Malaysia turun 24,36 poin atau 1,44% ke 1.671,72.

Bursa Asia melemah menyusul penundaan pembicaraan Iran memicu kejutan stagflasi utama bagi pasar dunia.

Mengutip Reuters, koreksi harga saham di bursa Asia dipicu oleh kenaikan harga komoditas, termasuk minyak sebagai imbas ketegangan di Rusia. Setelah naik 21% minggu lalu, minyak mentah Brent lebih didorong oleh risiko larangan minyak Rusia oleh Amerika Serikat dan Eropa.

"Jika Barat memotong sebagian besar ekspor energi Rusia, itu akan menjadi kejutan besar bagi pasar global," kata kepala ekonom BofA Ethan Harris seperti dikutip Reuters.

Dia memperkirakan hilangnya 5 juta barel Rusia dapat membuat harga minyak berlipat ganda menjadi $200 per barel dan menurunkan pertumbuhan ekonomi secara global.

Dan bukan hanya minyak, dengan harga komoditas yang memiliki awal terkuat sejak tahun 1915, kata BofA. Di antara banyak penggerak minggu lalu, nikel naik 19%, aluminium 15%, seng 12%, dan tembaga 8%, sementara gandum berjangka melonjak 60% dan jagung 15%.

Itu hanya akan menambah denyut inflasi global dengan data harga konsumen AS minggu ini diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan tahunan di stratosfer 7,9%, dan ukuran inti di 6,4%.

CEO Tesla: Saatnya naikkan produksi minyak

CEO perusahaan mobil listrik Tesla ELon Musk mengingatkan bahwa sekarang saatnya para produsen minyak meningkatkan produksinya untuk mengatasi kurangnya pasokan akibat invasi Rusia ke Ukrania.

"Benci untuk mengatakannya, tetapi kita perlu segera meningkatkan produksi minyak & gas. Saat yang luar biasa menuntut tindakan yang luar biasa," kata Musk melalui cuitannya di Twitter, dikutip Senin.

Musk mengatakan, kondisi akibat konflik Rusia-Ukraina jelas berdampak buruk bagi Tesla, namun solusi energi berkelanjutan tidak dapat bereaksi instan untuk menutupi ekspor minyak dan gas Rusia yang terhenti.

Elon Musk juga mengatakan bahwa Eropa harus memulai kembali pembangkit listrik tenaga nuklir yang tidak aktif dan meningkatkan output daya yang sudah ada.

"Ini *penting* bagi keamanan nasional dan internasional," kata Musk menggarisbawahi rentannya krisis energi akibat konflik antarnegara.

Menurut Musk, alasan bahwa nuklir berisiko tinggi adalah keliru. "Bagi mereka yang (secara keliru) menganggap ini sebagai risiko radiasi, pilih lokasi yang menurut Anda paling buruk. Saya akan bepergian ke sana & makan makanan lokal (dan muncul) di TV."

"Saya melakukan ini di Jepang bertahun-tahun yang lalu, tak lama setelah Fukushima. Risiko radiasi jauh, jauh lebih rendah daripada yang diyakini kebanyakan orang," terangnya.

Musk menegaskan bahwa nuklir jauh lebih baik untuk pemanasan global daripada membakar hidrokarbon untuk energi.

Harga minyak melonjak ke level tertinggi sejak 2008 pada Kamis pekan lalu (3/3) sebelum berbalik arah karena pasar terbebani oleh gangguan pasokan dari Rusia dan kemungkinan kesepakatan nuklir Iran.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, patokan minyak AS, diperdagangkan pada 116,57 dolar per barel, harga terakhir terlihat pada 22 September 2008. Patokan internasional minyak mentah Brent mencapai 119,84 dolar, level tertinggi sejak Mei 2012.

Rusia: Ukraina akan Meledakkan Reaktor Nuklirnya dan Menuduh Rusia Sebagai Pelaku

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Senin (7/3), menyebut pasukan Ukraina akan segera meledakkan reaktor nuklir yang ada di Pusat Penelitian Nasional Institut Fisika dan Teknologi Kharkov.

Dalam pernyataan resminya, pihak kementerian menduga nantinya Ukraina akan menuduh Angkatan Bersenjata Rusia meluncurkan serangan rudal pada sistem nuklir eksperimental tersebut.

"Pasukan Keamanan Ukraina bersama dengan gerilyawan batalyon Azov sedang merencanakan provokasi dengan kemungkinan kontaminasi radioaktif di daerah dekat kota Kharkov. Militer Ukraina dan militan batalion Azov berencana meledakkan reaktor dan menuduh Angkatan Bersenjata Rusia," ungkap Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip TASS.

Sebagai tambahan, kementerian juga melaporkan bahwa pada hari Minggu (6/3) sejumlah jurnalis asing telah tiba di Kharkov dan membuat berita yang menuduh Rusia menciptakan bencana lingkungan.

Rusia menguasai PLTN terbesar di Ukraina dan Eropa

Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina dilaporkan terbakar pada hari Jumat (4/3) setelah digempur serangan oleh pasukan Rusia. PLTN tersebut juga merupakan yang terbesar di Eropa dari jenisnya.

Dmytro Orlov, Walikota Energodar yang merupakan tempat di mana PLTN berada, mengatakan telah terjadi pertempuran sengit antara pasukan lokal dan pasukan Rusia. Ia menambahkan ada korban tanpa memberikan rincian.

"Sebagai akibat dari penembakan musuh yang terus menerus terhadap bangunan dan unit pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia terbakar," kata Orlov dalam pesannya di media sosial, seperti dikutip Reuters.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada hari Minggu melaporkan bahwa pasukan Rusia kini telah menempatkan staf khusus untuk menjalankan PLTN Zaporizhzhia.

PLTN Zaporizhzhia kini disebut ada di bawah kendali penuh pasukan Rusia dan jalur komunikasinya ke dunia luar telah dibatasi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Jumat menuduh Rusia sedang berusaha melakukan teror nuklir dan mengulangi bencana Chernobyl.

"Tidak ada negara lain selain Rusia yang pernah menembaki unit tenaga nuklir. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kita. Dalam sejarah umat manusia. Negara teroris sekarang menggunakan teror nuklir," ungkap Zelensky

Vladimir Putin Ancam Ukraina Mungkin Kehilangan Kenegaraannya

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah pertemuan pada hari Sabtu (5/3/2022) memperingatkan bahwa Ukraina mungkin kehilangan status kenegaraannya jika mereka terus melakukan apa yang mereka lakukan.

"Kepemimpinan saat ini perlu memahami bahwa jika mereka terus melakukan apa yang mereka lakukan, mereka mempertaruhkan masa depan negara Ukraina," kata Putin di Moskow, menurut The New York Times.

"Jika itu terjadi, mereka yang harus disalahkan untuk itu," tambah Putin.

Melansir Reuters, Putin juga mengatakan pada hari Sabtu bahwa sanksi Barat terhadap Rusia mirip dengan deklarasi perang dan memperingatkan bahwa setiap upaya untuk memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina akan menyebabkan konsekuensi bencana bagi dunia.

Putin menegaskan kembali bahwa tujuannya adalah untuk membela komunitas berbahasa Rusia melalui "demiliterisasi dan de-Nazifikasi" negara tersebut sehingga bekas tetangga Soviet Rusia menjadi netral dan tidak lagi mengancam Rusia.

Ukraina dan negara-negara Barat telah menolak ini sebagai dalih tak berdasar untuk invasi yang ia luncurkan pada 24 Februari dan telah memberlakukan berbagai sanksi yang bertujuan untuk mengisolasi Moskow.

"Sanksi yang dikenakan ini mirip dengan deklarasi perang, tetapi syukurlah tidak sampai ke sana," kata Putin, berbicara kepada sekelompok pramugari di pusat pelatihan Aeroflot dekat Moskow.

Dia mengatakan setiap upaya oleh kekuatan lain untuk memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina akan dianggap oleh Rusia sebagai langkah ke dalam konflik militer. Langkah seperti itu katanya akan memiliki konsekuensi bencana bagi Eropa dan dunia.

Aliansi militer NATO telah menolak permintaan Kyiv untuk zona larangan terbang, dengan alasan hal itu akan meningkatkan perang di luar Ukraina menjadi konflik yang jauh lebih luas, yang berpotensi mengadu Amerika Serikat melawan Rusia.

Ukraina telah merdeka selama lebih dari 30 tahun setelah runtuhnya Uni Soviet.

Invasi Rusia ke negara berdaulat telah banyak dikecam oleh masyarakat internasional, dan Ukraina telah menyerukan untuk dimasukkan dalam aliansi militer NATO. Sedangkan Rusia telah menuntut agar Ukraina tidak diizinkan masuk NATO.

Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani aplikasi keanggotaan Uni Eropa ketika negara bekas Uni Soviet itu berusaha untuk bergabung dengan blok tersebut.

"Tujuan kami adalah untuk bersama dengan semua orang Eropa dan, yang paling penting, berada pada pijakan yang sama," kata presiden Ukraina dalam pidato video, The New York Times melaporkan. "Saya yakin itu adil. Saya yakin itu mungkin."

Presiden Ukraina Menuduh Rusia Sedang Berusaha Mengulangi Bencana Chernobyl

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia sedang berusaha melakukan teror nuklir dan mengulangi bencana Chernobyl setelah menyerbu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia pada hari Jumat (4/3).

Zelensky kini mengajak para pemimpin dunia untuk mencegah kehancuran Eropa, mengingat PLTN Zaporizhzhia merupakan PLTN terbesar di Eropa.

"Tidak ada negara lain selain Rusia yang pernah menembaki unit tenaga nuklir. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kita. Dalam sejarah umat manusia. Negara teroris sekarang menggunakan teror nuklir," ungkap Zelensky melalui pesan video yang dirilis kantor kepresidenan hari Jumat.

Dilansir dari The Straits Times, PLTN Zaporizhzhia memasok sekitar 40% tenaga nuklir di Ukraina. Situs di kota tersebut secara keseluruhan menampung 6 dari 15 reaktor nuklir yang dimiliki Ukraina.

Zelensky merasa Rusia memang sengaja menyerang situs nuklir dengan unit tank yang dilengkapi dengan sensor termal, sehingga tahu betul titik mana yang harus menjadi sasaran.

"Jika ada ledakan, itu adalah akhir dari segalanya. Akhir dari Eropa. Hanya tindakan Eropa segera yang dapat menghentikan pasukan Rusia," lanjut Zelensky.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan bahwa peralatan dan bagian penting dari PLTN tidak terpengaruh dan tingkat radiasi masih ada di level normal.

Presiden AS Joe Biden telah mengecam langkah Rusia yang menembaki pembangkit listrik nuklir. Dalam dialognya dengan Zelensky melalui telepon, Biden meminta Rusia mengizinkan layanan darurat untuk menjaga PLTN.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin telah bertindak sembrono dan membahayakan seluruh Eropa karena sengaja menyerbu pusat nuklir terbesar di Eropa.

Putin Bersikeras, Operasi Militer Rusia di Ukraina Berjalan Sesuai Rencana

Presiden Vladimir Putin bersikeras, operasi militer Rusia di Ukraina berjalan sesuai rencana, meskipun intelijen Barat menunjukkan, invasi Rusia berada di belakang jadwal.

"Semua tujuan yang ditetapkan sedang diselesaikan atau dicapai dengan sukses," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi, Kamis (3/3), seperti dikutip Sky News.

Dia juga menegaskan kembali klaimnya bahwa Rusia memerangi neo-Nazi. “Sekarang di wilayah Ukraina, tentara dan perwira kami berjuang untuk Rusia, untuk kehidupan yang damai bagi warga Donbass," ujar Putin.

"Untuk denazifikasi dan demiliterisasi Ukraina, sehingga kami tidak bisa diancam oleh anti-Rusia di perbatasan negara kami yang telah dibuat Barat selama bertahun-tahun," tegasnya.

Putin menyebutkan, orang Ukraina dan Rusia adalah "satu". Tetapi, menurut dia, orang Ukraina telah "diancam dan dicuci otaknya".

Sebelumnya, Putin mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron, Rusia “berniat untuk melanjutkan perang tanpa kompromi melawan gerilyawan kelompok bersenjata nasionalis”, menurut akun Kremlin.

Sementara Presiden Prancis menduga, yang terburuk akan datang di Ukraina, setelah melakukan pembicaraan via telepon selama 90 menit dengan Putin yang tampaknya berniat merebut "seluruh" negara itu.

"Dugaan Presiden (Macron) adalah yang terburuk akan datang, mengingat apa yang Presiden Putin katakan kepadanya," kata seorang pembantu senior Presiden Prancis tanpa menyebut nama kepada wartawan, Kamis (3/3), seperti dikutip Channel News Asia.

"Tidak ada apa pun dalam apa yang Presiden Putin katakan kepada kami yang bisa meyakinkan kami. Dia (Putin) menunjukkan tekad yang besar untuk melanjutkan operasi (militer di Ukraina)," ungkapnya.

Dia menambahkan, Putin "ingin menguasai seluruh Ukraina. Dia akan, dengan kata-katanya sendiri, melakukan operasinya untuk menghancurkan Ukraina sampai akhir".

"Anda bisa memahami sejauh mana kata-kata ini mengejutkan dan tidak dapat diterima, dan Presiden (Macron) mengatakan kepadanya bahwa itu bohong," ujar pembantu senior Presiden Prancis itu.

Biden Bertemu Pemimpin Finlandia Bahas Perang Rusia vs Ukraina

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Finlandia Sauli Niinistö di Gedung Putih pada Jumat ketika invasi Rusia ke Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran baru oleh tetangga-tetangga Vladimir Putin di Eropa lainnya.

Pembicaraan itu dilakukan saat invasi lebih dari seminggu yang dilakukan presiden Rusia ke Ukraina telah memicu diskusi di Finlandia mengenai aliansi yang lebih erat dengan NATO, yang sudah bekerja sama tetapi bukan anggota. Biden dan Niinistö telah berbicara satu sama lain dua kali dalam beberapa bulan terakhir.

Finlandia secara tradisional waspada terhadap Rusia, mengingat perbatasan bersama negara Nordik sepanjang 833 mil (1340 km) dan sejarah dua perang antara tahun 1939 dan 1944 yang merugikan wilayah Finlandia.

Tetapi Finlandia, anggota Uni Eropa yang merupakan bagian dari kerajaan Swedia sampai tahun 1809 dan kemudian berada di bawah kendali Rusia sampai memperoleh kemerdekaan pada tahun 1917, juga berusaha untuk menjaga hubungan persahabatan dengan Moskow.

Rusia tidak ingin Finlandia bergabung dengan NATO, tetapi Niinistö mengatakan negara itu tetap memiliki hak untuk mengajukan keanggotaan. Pemerintah Ukraina mempertahankan haknya untuk melakukannya juga sebelum invasi Rusia.

Biden dan Niinistö "akan membahas hubungan pertahanan AS-Finlandia, yang sangat kuat dan pada kenyataannya melengkapi kemitraan erat Finlandia dengan NATO," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan saat meninjau kunjungan tersebut.

Publik Finlandia semakin menyukai gagasan untuk bergabung dengan NATO. Sebuah jajak pendapat oleh penyiar publik Yle Senin lalu mengatakan 53% dukungan Finlandia untuk bergabung, dibandingkan dengan 28% ketika surat kabar Helsingin Sanomat mengajukan pertanyaan pada akhir Januari.

Pemerintah Finlandia telah berusaha untuk menenangkan kampanye untuk bergabung dengan blok pertahanan yang dipimpin AS. Niinistö mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa orang harus "tetap tenang dan menilai dengan hati-hati dampak dari perubahan yang telah terjadi dan yang mungkin masih terjadi."

Finlandia bergabung dengan negara-negara lain pada hari Kamis dalam memboikot pertemuan Dewan Arktik yang direncanakan akan diselenggarakan oleh Rusia pada bulan Mei

ICC Mengirim Tim Penyelidik ke Ukraina untuk Mencari Indikasi Kejahatan Perang

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada hari Kamis (3/3) telah memberangkatkan tim penyelidik ke Ukraina untuk mencari indikasi kejahatan perang.

Kepada Reuters, Ketua Jaksa ICC Karim Khan menegaskan bahwa pihaknya akan melihat apakah ada bukti kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan tindakan genosida yang dilakukan oleh semua pihak dalam konflik.

Tim penuntutan awal yang dikirim pada hari Kamis terdiri dari penyelidik, pengacara, dan orang-orang dengan pengalaman khusus dalam perencanaan operasional.

"Setiap pihak yang menargetkan, secara langsung menargetkan, warga sipil atau objek sipil melakukan kejahatan di bawah Statuta Roma dan di bawah hukum humaniter internasional," ungkap Khan.

Sejak Rusia memulai invasinya ke Ukraina pada 24 Februari lalu, ratusan tentara dan sipil dari kedua belah pihak dilaporkan telah tewas.

Khan menegaskan bahwa hukum perang akan terus berlaku dan semua pihak yang terlibat dalam perang harus bertindak sesuai dengan hukum tersebut.

"Hukum perang terus berlaku dan kami memiliki yurisdiksi yang jelas. Ini adalah pengingat bagi semua faksi, kepada semua pihak yang berkonflik, bahwa mereka harus bertindak sesuai dengan hukum perang," kata Khan.

Khan menjelaskan, ICC juga akan memeriksa kemungkinan kejahatan dalam konflik yang berasal dari pendudukan Rusia di semenanjung Krimea pada tahun 2014 dan kegiatan separatis pro-Rusia di Donbass. ICC mengatakan memiliki alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa pelanggaran terjadi di Ukraina.

Menurut laporan tahunan jaksa di tahun 2020, penyelidikan awal menemukan adanya dugaan pembunuhan dan penyiksaan di Krimea, serta serangan terhadap warga sipil, penyiksaan, pembunuhan dan pemerkosaan di Ukraina timur.