• Blog
  • News  Forex, Index  &  Komoditi (Rabu, 2 Maret 2022)

News  Forex, Index  &  Komoditi (Rabu, 2 Maret 2022)

Wall Street berakhir turun tajam saat krisis Ukraina tebar ketakutan

Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan saham-saham keuangan menanggung banyak kerugian untuk hari kedua berturut-turut karena krisis Rusia-Ukraina yang semakin dalam dan menimbulkan kecemasan di kalangan investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1,76 persen atau 597,65 poin, menjadi menetap di 33.294,95 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 1,55 persen atau 67,68 poin menjadi berakhir di 4.306,24 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 1,59 persen atau 218,94 poin, menjadi ditutup di 13.532,46 poin.

Sepuluh dari 11 indeks sektor utama S&P 500 menetap di zona merah, dengan sektor keuangan anjlok 3,7 persen memimpin kerugian.

Rusia memperingatkan penduduk Kyiv untuk meninggalkan rumah mereka dan menghujani kota Kharkiv ketika komandan Rusia mengintensifkan pemboman mereka di daerah perkotaan Ukraina dalam perubahan taktik setelah serangan enam hari mereka terhenti.

Konflik tersebut telah menarik pembalasan tajam dari Barat termasuk pemblokiran akses pemberi pinjaman Rusia tertentu ke sistem pembayaran internasional SWIFT.

"Investor berenang dalam ketakutan, dan mereka tidak tahu bagaimana memasukkan berita geopolitik ke dalam harga mereka," kata Mike Zigmont, kepala penelitian dan perdagangan di Harvest Volatility Management di New York. "Kami berurusan dengan respons investor emosional murni."

Wells Fargo anjlok 5,8 persen dan indeks bank yang lebih luas tergelincir 4,8 persen, karena imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun merosot ke posisi terendah lima minggu di tengah pelarian ke surat utang safe-haven.

Chevron Corp melonjak 4,0 persen menjadi ditutup pada level tertingginya setelah perusahaan menaikkan program pembelian kembali sahamnya dan memperkirakan arus kas operasi hingga tahun 2026, dan karena harga minyak melonjak.

Philadelphia Semiconductor Index merosot 3,6 persen, dengan Advanced Micro Devices jatuh 7,7 persen.

Pada catatan positif, data menunjukkan aktivitas manufaktur AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada Februari karena infeksi COVID-19 mereda, sementara pengeluaran konstruksi melonjak pada Januari.

"Mengingat fakta bahwa ekonomi AS mengalami percepatan, ketidakpastian akan relatif singkat dan tidak akan mengejutkan jika pasar menemukan pijakannya selama beberapa minggu ke depan ketika kejelasan dipulihkan," kata Jeff Schulze, ahli strategi investasi di ClearBridge Investments.

Target Corp melonjak 9,9 persen setelah pengecer besar itu memperkirakan penjualan 2022 dan laba di atas ekspektasi para analis.

Saham pertahanan menambah kenaikan baru-baru ini, dengan Lockheed Martin Corp dan Northrop Grumman reli lebih dari 3,0 persen.

Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik ke level tertinggi sejak 24 Februari.

Zoom Video Communications Inc jatuh 7,4 persen setelah memperkirakan pendapatan dan laba setahun penuh yang suram, menandakan pukulan dari persaingan ketat dan pendaftaran yang lebih rendah untuk platform intinya Meetings.

Perdagangan sedang sibuk. Volume transaksi di bursa AS mencapai 14,9 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,3 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Bank Dunia, IMF bantu Ukraina dalam beberapa minggu, bulan mendatang

Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (1/3) mengatakan mereka berlomba untuk memberikan miliaran dolar dana tambahan ke Ukraina dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, menambahkan perang di sana menciptakan "limpahan yang signifikan" ke negara-negara lain.

Ketua IMF Kristalina Georgieva dan Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan perang mendorong harga-harga komoditas lebih tinggi, yang berisiko memicu inflasi lebih lanjut, dan gangguan di pasar keuangan akan terus memburuk jika konflik terus berlanjut. Sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat, Eropa dan sekutu lainnya juga akan memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

Para pemimpin tersebut mengatakan bahwa mereka sangat terkejut dan sedih dengan perang tersebut, tetapi tidak secara eksplisit menyebut Rusia, yang merupakan pemegang saham di kedua institusi tersebut. Rusia memulai invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari dan angkatan bersenjatanya membombardir daerah perkotaan Ukraina.

"Orang-orang terbunuh, terluka, dan terpaksa melarikan diri, dan kerusakan besar terjadi pada infrastruktur fisik negara itu," kata Georgieva dan Malpass dalam sebuah pernyataan bersama. "Kami mendukung rakyat Ukraina melewati perkembangan yang mengerikan ini. Perang juga menciptakan dampak yang signifikan ke negara-negara lain."

IMF dan Bank Dunia secara mendesak meningkatkan pendanaan dan dukungan kebijakan untuk Ukraina, dan telah melakukan kontak harian dengan pihak berwenang mengenai langkah-langkah krisis, kata mereka.

Dewan IMF dapat mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk pembiayaan darurat melalui Instrumen Pembiayaan Cepat paling cepat minggu depan, kata mereka. Tambahan 2,2 miliar dolar AS tersedia sebelum akhir Juni di bawah pengaturan siaga.

Bank Dunia juga menyiapkan paket dukungan senilai 3 miliar dolar AS dalam beberapa bulan mendatang, kata mereka. Pendanaan itu akan dimulai dengan suntikan anggaran pencairan cepat setidaknya 350 juta dolar AS yang akan dipertimbangkan oleh dewan bank minggu ini, diikuti oleh 200 juta dolar AS untuk program kesehatan dan pendidikan.

Kedua lembaga mengatakan mereka juga menilai dampak ekonomi dan keuangan dari perang dan pengungsi di negara-negara lain di kawasan dan dunia. Mereka mengatakan bahwa mereka siap untuk memberikan dukungan kebijakan, teknis, dan keuangan yang ditingkatkan kepada tetangga Ukraina jika diperlukan. Lebih dari 660.000 orang telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara seperti Polandia, Rumania dan Hongaria sejak invasi dimulai, kata badan pengungsi PBB.

"Tindakan internasional yang terkoordinasi akan sangat penting untuk mengurangi risiko dan menavigasi periode berbahaya ke depan," kata lembaga tersebut.

Rusia hentikan serbuan investor saat sanksi hantam ekonomi

Rusia mengatakan pada Selasa (1/3)  menempatkan pembatasan sementara pada orang asing yang ingin keluar dari aset Rusia, karena mencoba membendung mundurnya investor yang didorong oleh sanksi Barat  yang dikenakan atas invasi ke Ukraina.

Aset-aset Rusia terjun bebas pada Selasa (1/3) dengan saham yang tercatat di London MSCI Russia ETF anjlok 33 persen mencapai rekor terendah baru dan pemberi pinjaman terbesar Rusia, Sberbank jatuh menjadi 21 sen dolar dari hanya di bawah 9 dolar AS sebelum invasi.

Para manajer uang utama, termasuk hedge fund Man Group dan manajer aset Inggris abrdn, telah memotong posisi mereka di Rusia bahkan ketika rubel merosot ke rekor terendah dan perdagangan pada obligasinya membeku.

Manajer aset papan atas BlackRock Inc mengatakan pada Selasa (1/3) bahwa pihaknya berkonsultasi dengan regulator, penyedia indeks dan pelaku pasar lainnya "untuk membantu memastikan klien kami dapat keluar dari posisi mereka di sekuritas Rusia" jika diizinkan.

"Pasti ada kemauan dari manajer aset dan penyedia acuan (benchmark) untuk menyingkirkan eksposur Rusia dalam portofolio dan indeks mereka," kata Kaspar Hense, manajer portofolio senior di Bluebay Asset Management di London.

"Pertanyaan besarnya adalah di mana pembeli muncul?"

Raiffeisen Bank International (RBI) Austria juga berencana meninggalkan Rusia, dua orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, sebuah langkah yang akan menjadikannya bank Eropa pertama yang melakukannya sejak invasi ke Ukraina - yang disebut Moskow sebagai "operasi khusus". RBI mengatakan tidak punya rencana untuk meninggalkan Rusia.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengumumkan negara itu akan menghentikan sementara investor asing dari menjual aset Rusia untuk memastikan mereka mengambil keputusan yang dipertimbangkan, tetapi tidak memberikan rincian.

Langkah Moskow untuk memberlakukan kontrol modal berarti bahwa sekuritas senilai miliaran dolar yang dipegang oleh orang asing di Rusia berisiko terjebak.

“Ini benar-benar seperti rollercoaster,” kata manajer hedge fund yang berbasis di London yang berinvestasi di perusahaan keuangan Eropa yang menolak disebutkan namanya, menambahkan bahwa dana tersebut telah mengurangi beberapa eksposur tidak langsung ke Rusia.

Manajer aset Inggris Liontrust telah menangguhkan transaksi dana Rusianya, sementara harga beberapa dana yang diperdagangkan di bursa paling populer yang berfokus di Rusia diperdagangkan dengan diskon ke nilai aset bersih mereka.

Lembaga pemeringkat Fitch telah mengidentifikasi 11 dana yang berfokus pada Rusia yang telah ditangguhkan, dengan total aset yang dikelola sebesar 4,4 miliar euro (4,9 miliar dolar AS) pada akhir Januari, kata seorang juru bicara melalui surat elektronik.

Dana-dana yang diperdagangkan di bursa yang tercatat di AS yang melacak saham Rusia telah berada di bawah tekanan jual yang kuat dalam beberapa hari terakhir, dengan ETF Vaneck Russia menukik 24 persen pada Selasa (1/2/2022).

Satu dana, Rusia 2x ETF Direxion, menarik perdagangan opsi setelah penerbitnya mengatakan akan menghentikan perdagangan pada 11 Maret karena meningkatnya volatilitas dan pembatasan pada sekuritas Rusia.

Dalam hitungan minggu, Rusia telah berubah dari taruhan yang menguntungkan karena lonjakan harga minyak ke pasar yang tidak dapat diinvestasikan dengan bank sentral dilumpuhkan oleh sanksi, bank-bank besar ditutup dari sistem pembayaran global SWIFT dan kontrol modal mencekik aliran uang.

Konvoi Besar Militer Rusia Berkumpul di Pinggiran Ibu Kota Ukraina, Siap Gempur Kyiv?

Sebuah konvoi besar militer Rusia berkumpul di pinggiran ibu kota Ukraina Selasa (1/3), kekhawatiran tumbuh negeri beruang merah akan meluncurkan serangan menghancurkan yang bertujuan untuk menguasai Kyiv dan kota-kota besar lainnya.

Gambar satelit menunjukkan penumpukan kendaraan lapis baja dan artileri yang panjang mulai 29 km Utara Kyiv, saat Moskow menentang tekanan global yang meningkat dan gelombang sanksi internasional yang telah menghancurkan ekonomi Rusia.

Pembicaraan gencatan senjata awal antara Moskow dan Kyiv pada Senin (28/2) gagal untuk mengamankan terobosan, dengan Rusia menembaki daerah pemukiman di kota terbesar kedua Ukraina Kharkiv dan daerah lain di negara itu setelah negosiasi.

Tentara Rusia telah berkumpul kembali dan mengumpulkan pasukannya selama 24 jam terakhir, "terutama untuk mengepung dan menguasai Kyiv dan kota-kota besar lainnya," tulis Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina di Facebook, seperti dikutip Channel News Asia.

Konvoi itu panjangnya lebih dari 65 km dan menutupi seluruh jalan dari dekat Bandara Antonov di luar Kyiv ke Kota Prybirsk, menurut perusahaan pencitraan satelit asal Amerika Serikat, Maxar.

"Beberapa kendaraan berjarak cukup jauh, sementara di bagian lain, peralatan dan unit militer melaju dua atau tiga kendaraan di jalan," sebut Maxar, seperti dilansir Channel News Asia.

Gambar-gambar satelit dari Maxar juga menunjukkan "penempatan pasukan darat tambahan dan unit helikopter serang" di Belarusia bagian Selatan, dekat perbatasan Ukraina.

Wali Kota Kharkiv Igor Terekhov mengungkapkan, kendaraan lapis baja dan militer Moskow ada "di mana-mana di sekitar kota". Pasukan Rusia membunuh beberapa warga sipil termasuk anak-anak pada Senin (28/2) malam, klaimnya.

Wali Kota Kherson Igor Kolykhayev juga menulis di Facebook, tentara Rusia telah mendirikan pos pemeriksaan di semua pintu masuk kota. Tetapi, dia menegaskan, Kherson "tetap Ukraina" dan "akan mampu melawan".

Italia Mengupayakan Pengiriman Bantuan Senjata dan Peralatan Militer ke Ukraina

Pemerintah Italia pada hari Senin (28/2) mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan senjata untuk Ukraina. Bukan cuma itu, Italia juga menawarkan bantuan kepada pengungsi yang melarikan diri dari invasi Rusia.

Dilansir dari Reuters, sebuah dekrit yang disusun oleh kabinet Perdana Menteri Mario Draghi menyebutkan bahwa Italia akan mengirimkan kendaraan, material, serta peralatan militer untuk pemerintah Ukraina.

Dekrit tersebut masih harus mendapat persetujuan dari parlemen sebelum bisa direalisasikan.

Keputusan itu juga menetapkan keadaan darurat hingga akhir tahun ini untuk membantu pengungsi Ukraina. Di dalamnya juga tertuang langkah-langkah yang bertujuan mengurangi ketergantungan Italia pada gas alam dari Rusia.

Italia sebenarnya telah berjuang menghadapi lonjakan biaya energi bahkan sebelum perang di Ukraina dimulai. Lonjakan biaya telah secara langsung merugikan perusahaan dan rumah tangga.

Sebagai tanggapan, pemerintah mengeluarkan kebijakan pengurangan konsumsi gas di pembangkit listrik melalui maksimalisasi produksi dari sumber lain, di atas kontribusi dari energi terbarukan.

Pemerintah Draghi akan mengalokasikan €10 juta (US$ 11,2 juta) untuk membangun fasilitas pengungsian yang layak. Anggaran itu juga akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas pusat penampungan hingga 16.000 tempat.

Kabinet juga akan menyiapkan €500.000 yang ditujukan untuk memungkinkan siswa, peneliti, dan guru Ukraina melanjutkan pekerjaan mereka di universitas dan institut seni Italia.

Italia baru mengambil langkah ini ketika perang Rusia dan Ukraina memasuki hari kelima. Di saat yang sama, pemerintah Rusia dan Ukraina juga telah bertemu di perbatasan Belarusia untuk membahas gencatan senjata.

Rusia Invasi Ukraina, Turki Larang Kapal Perang Lewati Selat Bosphorus & Dardanelles

Turki melarang kapal perang melewati Selat Bosphorus dan Dardanelles dalam upaya untuk mengurangi eskalasi krisis atas invasi Rusia ke Ukraina.

Langkah itu Turki lakukan pada Senin (28/2) setelah Ukraina meminta Ankara untuk mengaktifkan pakta internasional berusia 90 tahun dan mencegah transit kapal perang Rusia dari Mediterania ke Laut Hitam.

Selat Bosphorus dan Dardanelles menghubungkan Laut Aegea, Marmara, dan Laut Hitam. Laut Hitam menjadi pijakan Rusia melancarkan serangan di pantai Selatan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Senin (28/2), Ankara mengaktifkan Konvensi Montreux dan memperingatkan negara-negara Laut Hitam dan non-Laut Hitam untuk tidak mengirim kapal perang melalui perairan Turki.

Pakta 1936 memberi Turki hak untuk melarang kapal perang menggunakan Selat Dardanelles dan Bosporus selama masa perang.

“Kami telah memperingatkan kedua negara di kawasan itu dan di tempat lain untuk tidak mengirim kapal perang melalui Laut Hitam,” kata Cavusoglu, seperti dikutip Al Jazeera. “Kami menerapkan Konvensi Montreux”.

Tidak jelas seberapa besar dampak keputusan Turki menutup kedua selat itu terhadap konflik Rusia-Ukraina. Setidaknya, enam kapal perang dan sebuah kapal selam Rusia melewati selat tersebut bulan ini.

Konvoi besar militer Rusia di luar Kyiv

Pengumuman Cavusoglu datang tak lama setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pemerintahnya akan menggunakan "otoritas yang diberikan oleh Konvensi Montreux mengenai lalu lintas maritim di selat dengan cara yang akan mencegah krisis meningkat".

 “Kami tidak akan mengkompromikan kepentingan nasional kami,” tegasnya seperti dilansir Al Jazeera. “Tetapi, kami tidak akan mengabaikan keseimbangan regional dan global. Kami mengatakan, kami tidak akan menyerah baik Ukraina maupun Rusia”.

Sementara itu, sebuah konvoi besar militer Rusia berkumpul di pinggiran ibu kota Ukraina Selasa (1/3), kekhawatiran tumbuh negeri beruang merah akan meluncurkan serangan menghancurkan yang bertujuan untuk menguasai Kyiv dan kota-kota besar lainnya.

Gambar satelit menunjukkan penumpukan kendaraan lapis baja dan artileri yang panjang mulai 29 km Utara kota, saat Moskow menentang tekanan global yang meningkat dan gelombang sanksi internasional yang telah menghancurkan ekonomi Rusia.

Tentara Rusia telah berkumpul kembali dan mengumpulkan pasukannya selama 24 jam terakhir, "terutama untuk mengepung dan menguasai Kyiv dan kota-kota besar lainnya," tulis Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina di Facebook, seperti dikutip Channel News Asia.

Konvoi itu panjangnya lebih dari 65 km dan menutupi seluruh jalan dari dekat Bandara Antonov di luar Kyiv ke Kota Prybirsk, menurut perusahaan pencitraan satelit asal Amerika Serikat, Maxar.

"Beberapa kendaraan berjarak cukup jauh, sementara di bagian lain, peralatan dan unit militer melaju dua atau tiga kendaraan di jalan," sebut Maxar, seperti dilansir Channel News Asia.

Gambar-gambar satelit dari Maxar juga menunjukkan "penempatan pasukan darat tambahan dan unit helikopter serang" di Belarusia bagian Selatan, dekat perbatasan Ukraina.

Pembicaraan gencatan senjata awal antara Moskow dan Kyiv pada Senin (28/2) gagal untuk mengamankan terobosan, dengan Rusia menembaki daerah pemukiman di kota terbesar kedua Ukraina Kharkiv dan daerah lain di negara itu setelah negosiasi.

Disney dan Warner Bros Kompak Hentikan Perilisan Film di Rusia

Dua studio ternama Hollywood, Disney dan Warner Bros sepakat untuk menghentikan perilisan film-film mereka di Rusia sebagai respons atas invasi ke Ukraina.

Sebagai langkah awalnya, The Walt Disney Co. pada Senin (28/2) membatalkan perilisan film Turning Red di Rusia. Film ini diproduksi Pixar Animation Studios yang berada di bawah naungan Disney.

Dalam pernyataan resminya, Disney juga mengatakan, akan bekerja dengan mitra LSM mereka untuk memberikan bantuan mendesak dan kemanusiaan lainnya kepada para pengungsi Ukraina.

Disney saat ini masih belum membuat keputusan pasti tentang bisnisnya di masa depan. Keputusan akan diambil berdasarkan situasi yang berkembang.

Tak lama setelahnya, WarnerMedia mengumumkan, akan membatalkan perilisan film The Batman di Rusia yang dijadwalkan akan tayang di Rusia pada 3 Maret sebagai bagian dari peluncuran global.

WarnerMedia mengatakan, bakal terus memantau situasi sambil menunggu ada resolusi cepat dan damai dari konflik tersebut.

Selain dari Hollywood, Akademi Film Ukraina juga telah membuat petisi online yang menyerukan boikot internasional terhadap film-film dan industri film Rusia sebagai kecaman atas invasi.

Melansir Reuters, data Comscore mencatat, Rusia merupakan salah satu pasar paling penting bagi industri film Hollywood. Rusia menyumbang sekitar US$ 601 juta di box office pada 2021, atau sekitar 2,8% dari penjualan tiket di seluruh dunia.

Kepada The Hollywood Reporter, seorang petinggi studio film mengaku khawatir tidak bisa lagi merilis karyanya di Rusia akibat konflik. Terlebih lagi, setelah AS dan sekutu Eropanya memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

"Jika AS dan sekutunya ingin memisahkan Rusia dari seluruh dunia, lalu bagaimana kami akan merilis film kami di sana?" ungkap seorang eksekutif studio yang diwawancarai secara anonim.

Netflix Hentikan Siaran yang Dikelola Rusia

Di tengah invasi yang dilakukan Rusia, beberapa perusahaan global pun mengambil sikap. Salah satunya, Netflix Inc yang mengatakan bahwa dalam keadaan saat ini tidak memiliki rencana untuk menambahkan saluran yang dikelola negara ke layanan Rusia.

Seperti diketahui, regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mewajibkan layanan audiovisual dengan lebih dari 100.000 pelanggan di negara itu untuk mendistribusikan 20 saluran berita, olahraga, dan hiburan gratis yang dikelola negara.

Politico pertama kali melaporkan bahwa Netflix, yang meluncurkan layanannya di Rusia pada Oktober 2020, akan berada di bawah peraturan baru Rusia yang mewajibkan kepatuhan pada 1 Maret.

 “Mengingat situasi saat ini, kami tidak memiliki rencana untuk menambahkan saluran ini ke layanan kami,” kata juru bicara Netflix dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Selasa (1/3).

Juru bicara Netflix menolak mengomentari  apakah perusahaan telah mengadakan percakapan dengan regulator Rusia. Belum jelas bagaimana layanan akan terpengaruh oleh keputusan Netflix.

Sekadar informasi, Rusia adalah salah satu dari 190 negara yang menyediakan layanan Netflix.

Ini Sejarah Ukraina yang Penuh Gejolak Sejak Merdeka pada Tahun 1991

Pasukan Rusia menembakkan rudal ke beberapa kota Ukraina dan mendaratkan pasukan di pantai selatannya pada Kamis (24/2/2022), tepat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan apa yang disebutnya operasi militer khusus di Ukraina timur.

Mengutip informasi di Reuters, berikut adalah kronologi peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah politik Ukraina sejak memperoleh kemerdekaan dari Moskow pada 1991.

1991: Leonid Kravchuk, pemimpin republik Soviet Ukraina, mendeklarasikan kemerdekaan dari Moskow. Dalam referendum dan pemilihan presiden, Ukraina menyetujui kemerdekaan dan memilih presiden Kravchuk.

1994: Leonid Kuchma mengalahkan Kravchuk dalam pemilihan presiden yang dianggap sebagian besar bebas dan adil oleh para pengamat.

1999: Kuchma terpilih kembali dalam pemungutan suara yang penuh dengan ketidakberesan.

2004: Kandidat pro-Rusia Viktor Yanukovich dinyatakan sebagai presiden tetapi tuduhan kecurangan suara memicu protes dalam apa yang dikenal sebagai Revolusi Oranye, memaksa pemilihan ulang. Seorang mantan perdana menteri pro-Barat, Viktor Yuschenko, terpilih sebagai presiden.

2005: Yuschenko mengambil alih kekuasaan dengan janji untuk memimpin Ukraina keluar dari orbit Kremlin, menuju NATO dan Uni Eropa. Dia menunjuk mantan bos perusahaan energi Yulia Tymoshenko sebagai perdana menteri tetapi setelah pertempuran di kubu pro-Barat, dia dipecat.

2008: NATO menjanjikan Ukraina suatu hari akan bergabung dengan aliansi.

2010: Yanukovich mengalahkan Tymoshenko dalam pemilihan presiden. Rusia dan Ukraina mencapai kesepakatan harga gas sebagai imbalan untuk memperpanjang sewa untuk angkatan laut Rusia di pelabuhan Laut Hitam Ukraina.

2013: Pemerintah Yanukovich menangguhkan pembicaraan perdagangan dan asosiasi dengan Uni Eropa pada November dan memilih untuk menghidupkan kembali hubungan ekonomi dengan Moskow, yang memicu demonstrasi massal selama berbulan-bulan di Kyiv.

2014: Protes, sebagian besar terfokus di sekitar alun-alun Maidan Kyiv, berubah menjadi kekerasan. Puluhan pengunjuk rasa tewas.

Februari 2014: Parlemen memilih untuk menghapus Yanukovich, yang melarikan diri. Dalam beberapa hari, orang-orang bersenjata merebut parlemen di wilayah Ukraina Krimea dan mengibarkan bendera Rusia. Moskow mencaplok wilayah itu setelah referendum 16 Maret yang menunjukkan dukungan luar biasa di Krimea untuk bergabung dengan Federasi Rusia

April 2014: Separatis pro-Rusia di wilayah timur Donbass mendeklarasikan kemerdekaan. Pertempuran pecah, yang terus berlanjut secara sporadis hingga 2022, meskipun sering terjadi gencatan senjata.

Mei 2014: Pengusaha Petro Poroshenko memenangkan pemilihan presiden dengan agenda pro-Barat.

Juli: 2014: Sebuah rudal menjatuhkan pesawat penumpang MH17 dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, menewaskan 298 orang di dalamnya. Penyelidik melacak kembali senjata yang digunakan ke Rusia, yang menyangkal keterlibatannya.

2017: Perjanjian asosiasi antara Ukraina dan UE membuka pasar untuk perdagangan bebas barang dan jasa, dan perjalanan bebas visa ke UE untuk Ukraina.

2019: Sebuah gereja Ortodoks Ukraina yang baru memenangkan pengakuan resmi, membuat marah Kremlin

Mantan aktor komik Volodymyr Zelenskiy mengalahkan Poroshenko dalam pemilihan presiden April dengan janji untuk mengatasi korupsi dan mengakhiri perang di Ukraina timur. Partai Pelayan Rakyatnya memenangkan pemilihan parlemen bulan Juli.

Presiden AS Donald Trump meminta Zelenskiy pada bulan Juli untuk menyelidiki Joe Biden, saingannya dalam pemilihan presiden AS, dan putra Biden, Hunter, mengenai kemungkinan transaksi bisnis di Ukraina. Seruan itu mengarah pada upaya yang gagal untuk memakzulkan Trump.

Maret 2020: Ukraina melakukan penguncian pertama untuk mengekang COVID-19.

Juni 2020: IMF menyetujui bantuan senilai US$ 5 miliar untuk membantu Ukraina mencegah default selama resesi yang disebabkan oleh pandemi.

Januari 2021: Zelenskiy meminta Biden, yang sekarang menjadi presiden AS, untuk mengizinkan Ukraina bergabung dengan NATO.

Februari 2021: Pemerintah Zelenskiy menjatuhkan sanksi pada Viktor Medvedchuk, seorang pemimpin oposisi dan sekutu paling menonjol Kremlin di Ukraina.

Musim semi 2021: Rusia mengumpulkan pasukan di dekat perbatasan Ukraina dalam apa yang dikatakan sebagai latihan.

Oktober 2021: Ukraina menggunakan drone Bayraktar TB2 Turki untuk pertama kalinya di Ukraina timur, membuat marah Rusia.

Musim Gugur 2021: Rusia kembali mulai mengumpulkan pasukan di dekat Ukraina.

7 Desember 2021: Biden memperingatkan Rusia tentang sanksi ekonomi Barat jika menginvasi Ukraina.

17 Desember: Rusia mengajukan tuntutan keamanan terperinci termasuk jaminan yang mengikat secara hukum bahwa NATO akan menghentikan aktivitas militer apa pun di Eropa timur dan Ukraina.

14 Januari: Serangan siber yang memperingatkan warga Ukraina untuk "takut dan mengharapkan yang terburuk" menghantam situs web pemerintah Ukraina.

17 Januari: Pasukan Rusia mulai tiba di Belarus, di utara Ukraina, untuk latihan bersama.

24 Januari: NATO menempatkan pasukan dalam keadaan siaga dan memperkuat Eropa timur dengan lebih banyak kapal dan jet tempur.

26 Januari: Washington memberikan tanggapan tertulis terhadap tuntutan keamanan Rusia, mengulangi komitmen terhadap kebijakan "pintu terbuka" NATO sambil menawarkan diskusi "pragmatis" tentang keprihatinan Moskow.

28 Januari: Presiden Vladimir Putin mengatakan tuntutan keamanan utama Rusia belum ditanggapi.

2 Februari: Amerika Serikat mengatakan akan mengirim 3.000 tentara tambahan ke Polandia dan Rumania untuk membantu melindungi sekutu NATO di Eropa timur dari dampak krisis.

4 Februari: Putin, di Olimpiade Musim Dingin Beijing, memenangkan dukungan China atas permintaannya agar Ukraina tidak diizinkan bergabung dengan NATO.

7 Februari: Presiden Prancis Emmanuel Macron melihat beberapa harapan untuk resolusi diplomatik krisis setelah bertemu Putin di Kremlin. Macron kemudian mengunjungi Kyiv dan memuji Zelenskiy dan rakyat Ukraina.

9 Februari: Biden mengatakan "segalanya bisa menjadi gila dengan cepat" ketika Departemen Luar Negeri AS menyarankan orang Amerika di Ukraina untuk segera pergi. Negara-negara lain juga mendesak warganya untuk pergi.

14 Februari: Zelenskiy mendesak warga Ukraina untuk mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan secara serempak pada 16 Februari, tanggal yang menurut beberapa media Barat bisa diinvasi Rusia.

15 Februari: Rusia mengatakan beberapa pasukannya kembali ke pangkalan setelah latihan di dekat Ukraina dan mengejek peringatan Barat tentang invasi yang menjulang. Parlemen Rusia meminta Putin untuk mengakui sebagai dua wilayah memisahkan diri yang didukung Rusia di Ukraina timur.

18 Februari: Duta Besar AS untuk Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa Michael Carpenter mengatakan Rusia mungkin telah mengumpulkan antara 169.000-190.000 personel di dan dekat Ukraina.

19 Februari: Pasukan nuklir strategis Rusia mengadakan latihan yang diawasi oleh Putin.

21 Februari: Macron mengatakan Biden dan Putin pada prinsipnya telah menyetujui pertemuan puncak mengenai Ukraina.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Putin mengatakan Ukraina adalah bagian integral dari sejarah Rusia, tidak pernah memiliki sejarah kenegaraan asli, dikelola oleh kekuatan asing dan memiliki rezim boneka.

Putin menandatangani perjanjian untuk mengakui wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur sebagai wilayah merdeka dan memerintahkan pasukan Rusia untuk berjaga di sana.

22 Februari: AS, Inggris, dan sekutunya memberlakukan sanksi terhadap anggota parlemen Rusia, bank, dan aset lainnya. Jerman menghentikan sertifikasi final pipa Nord Stream 2 yang masih menunggu persetujuan.

Putin, dalam pidato televisi, menuntut Ukraina melakukan demiliterisasi dan mengatakan perjanjian damai Minsk atas republik-republik yang memisahkan diri tidak ada lagi, menyalahkan Kyiv karena melanggar kesepakatan itu.

23 Februari: Para pemimpin separatis yang didukung Rusia meminta bantuan Rusia dalam memukul mundur agresi dari tentara Ukraina.

24 Februari: Presiden Rusia Putin mengizinkan "operasi militer khusus" di Ukraina timur dan meminta pasukan Ukraina untuk meletakkan senjata mereka dalam pidato yang disiarkan televisi. Pasukan Rusia memulai serangan rudal dan artileri terhadap pasukan Ukraina dan pangkalan udara, menyerang daerah-daerah di kota-kota besar.