• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Senin, 15 November 2021)

News Forex, Index & Komoditi (Senin, 15 November 2021)

Wall Street berakhir lebih tinggi didorong reli teknologi besar

Saham-saham Wall Street berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan saham-saham pertumbuhan terkemuka atau teknologi besar di pasar memulai kenaikan indeks karena investor mengabaikan data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 179,08 poin atau 0,5 persen, menjadi menetap di 36.100,31 poin. Indeks S&P 500 menguat 33,58 poin atau 0,72 persen, menjadi berakhir di 4.682,85 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 156,68 poin atau 1,00 persen, menjadi ditutup di 15.860,96 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan teknologi masing-masing meningkat 1,68 persen dan 1,19 persen, memimpin kenaikan. Namun, kelompok energi turun 0,30 persen mewakili persentase kerugian terbesar.

Terlepas dari kenaikan mereka, ketiga indeks utama saham AS mengakhiri sesi di bawah penutupan Jumat lalu (5/11/2021), mengakhiri kenaikan mingguan lima pekan berturut-turut.

Investor lebih menyukai saham-saham pertumbuhan (growth stocks) daripada saham yang dipersepsikan murah karena harganya di bawah nilai intrinsiknya (value stocks) dengan saham teknologi megacap yang dipimpin oleh Apple Inc dan Microsoft Corp menjadi pengangkat indeks-indeks acuan.

Data awal sentimen konsumen dari Universitas Michigan untuk November secara tak terduga turun ke level terendah 10 tahun, dan laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan lowongan pekerjaan hampir tidak beranjak dari rekor tertinggi bahkan ketika pekerja berhenti dalam jumlah rekor.

"Pasar melayang lebih tinggi hari ini meskipun laporan sentimen konsumen sangat lemah, karena inflasi tampaknya lebih merugikan konsumen daripada keuntungan perusahaan," kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York.

Suasana suram konsumen dapat mengkhawatirkan pengecer ketika musim belanja liburan semakin dekat, dan kemungkinan akan menarik pengawasan intensif terhadap laporan pendapatan ritel yang akan datang.

Walmart Inc, Target Corp, Home Depot Inc dan Macy's Inc termasuk di antara pengecer terkenal yang diperkirakan akan melaporkan keuangan mereka minggu depan.

"Investor akan fokus pada panduan dari pengecer untuk menentukan apakah inflasi akan mengurangi margin keuntungan atau apahak biaya-biaya dapat dilewati," tambah Carter.

Hasil ritel akan menandai hari-hari terakhir dari musim laporan keuangan kuartal ketiga yang sebagian besar optimis. Pada Jumat (12/11/2021), 459 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangannya. Dari jumlah tersebut, 80 persen menghasilkan laba yang mengalahkan konsensus, menurut Refinitiv.

Saham Johnson & Johnson terdongkrak 1,2 persen setelah raksasa perawatan kesehatan itu mengumumkan pemisahan menjadi dua perusahaan, membagi segmen perawatan kesehatan konsumennya dari bisnis farmasi/perangkat medisnya.

Tesla Inc jatuh 2,8 persen di tengah berita bahwa CEO Elon Musk telah menjual saham tambahan 700 juta dolar AS di bab berikutnya dari kisah yang dimulai dengan jajak pendapat Twitter Musk yang terkenal tentang apakah ia harus melepas saham di perusahaan yang ia dirikan.

Pembuat mobil listrik saingannya Rivian Automotive Inc melonjak 5,7 persen, mencatat kenaikan ketiga berturut-turut dalam beberapa hari sebagai perusahaan publik.

Saham Alibaba Group Holding yang tercatat di AS tergelincir 0,6 persen menyusul laporan raksasa e-commerce yang menunjukkan penjualan Singles Day paling lambat yang pernah ada.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,32 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,94 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Menlu AS Antony Blinken beri jaminan membela Jepang bila diancam China

Menteri luar negeri Jepang, Yoshimasa Hayashi, mengatakan pada Sabtu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meyakinkannya melalui panggilan telepon bahwa komitmen AS untuk membela Jepang, termasuk pulau-pulau selatan yang diklaim oleh China, tidak tergoyahkan.

Hubungan Jepang dengan China telah terganggu oleh sengketa wilayah atas sekelompok pulau yang dikelola Jepang di Laut China Timur, yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China, serta warisan agresi militer Jepang di masa lalu.

"Menlu Blinken menyatakan bahwa komitmen AS untuk membela Jepang, termasuk penerapan Pasal 5 Perjanjian Keamanan Jepang-AS untuk kepulauan Senkaku, tidak tergoyahkan," kata Hayashi kepada wartawan seperti dilansir Reuters, Sabtu (13/11).

Pasal 5 perjanjian itu mengatakan masing-masing pihak mengakui serangan bersenjata di wilayah-wilayah di bawah pemerintahan Jepang akan berbahaya bagi perdamaian dan keamanannya, dan akan bertindak untuk menghadapi bahaya bersama.

Hayashi mengatakan dia dan Blinken memiliki pandangan yang sama bahwa perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan itu penting.

Ketegangan lintas selat telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan Taiwan mengeluh selama satu tahun atau lebih tentang misi berulang oleh angkatan udara China di dekat pulau yang memiliki pemerintahan sendiri yang diklaim Beijing sebagai miliknya.

Hayashi dan Blinken sangat menentang upaya sepihak China untuk mengubah status quo di Laut China Timur dan Selatan, dan menyepakati kerja sama yang erat antara kedua sekutu dalam menanggapi isu-isu mengenai China, kata Kementerian Luar Negeri Jepang dalam sebuah pernyataan tertulis.

Biden dan Xi Jinping akan mengadakan pertemuan virtual pada hari Senin

Presiden AS Joe Biden akan mengadakan pertemuan virtual dengan pemimpin China Xi Jinping Senin, Gedung Putih mengatakan, pembicaraan yang diharapkan Washington akan menciptakan stabilitas di tengah meningkatnya ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Ini diharapkan menjadi pertemuan paling ekstensif para pemimpin di bawah pemerintahan Biden dan menjadi lanjutan dari komunikasi lewat telepon antara keduanya pada 9 September.

Washington dan Beijing telah berdebat tentang masalah-masalah mulai dari asal mula pandemi COVID-19 hingga perluasan persenjataan nuklir China. Para pejabat AS percaya keterlibatan langsung dengan Xi adalah cara terbaik untuk mencegah hubungan yang meningkat ke arah konflik.

"Kedua pemimpin akan membahas cara untuk mengelola kompetisi secara bertanggung jawab ... serta cara bekerja sama di mana kepentingan kita selaras," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan.

Beijing juga ingin menghindari konfrontasi karena Xi menghadapi tahun yang penting di depan dengan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin China dan Kongres Partai Komunis utama di mana ia berupaya mengamankan masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kementerian luar negeri China mengatakan pada hari Sabtu para pemimpin akan bertukar pandangan tentang hubungan bilateral dan isu-isu kepentingan bersama dalam KTT, yang akan berlangsung pada Selasa pagi.

Seorang pejabat senior AS mengatakan Biden akan menjelaskan bahwa dia menyambut persaingan ketat dengan China, tetapi tidak menginginkan konflik, dan mengecilkan kemungkinan daftar panjang hasil yang sering dikaitkan dengan pertemuan tingkat atas. "Ini bukan tentang mencari kiriman atau hasil tertentu," kata pejabat itu.

"Saat kami bersaing dengan RRC, Presiden Biden mengharapkan Presiden Xi dan RRC untuk bermain sesuai aturan dan dia akan menyampaikan hal itu sepanjang pertemuan," tambahnya.

10 Negara Eropa hadapi situasi Covid-19 dengan kekhawatiran tertinggi

Pusat Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) memasukkan 10 negara di Eropa menghadapi situasi Covid-19 dengan "kekhawatiran yang sangat tinggi", memperingatkan pandemi bisa semakin memburuk di seluruh benua.

Mengutip Channel News Asia, dalam penilaian risiko mingguannya, ECDC memasukkan Belgia, Bulgaria, Kroasia, Republik Cek, Estonia, Yunani, Hongaria, Belanda, Polandia, dan Slovenia dalam kategori kekhawatiran tertinggi.

Berbicara tentang situasi yang memburuk di Eropa, Dr Michael Ryan, Kepala Kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan,  “terus terang, beberapa negara berada dalam situasi yang sulit sekarang".

"Sehingga, mereka akan merasa sulit untuk tidak menerapkan tindakan pembatasan, setidaknya untuk waktu yang singkat, untuk mengurangi intensitas penularan,” katanya, Jumat (12/11), seperti dilansir Channel News Asia.

Eropa menghadapi penurunan tajam dalam situasi epidemi, terutama di Jerman serta  Eropa Tengah dan Timur. Orang yang tidak divaksinasi adalah yang paling terpengaruh.

Belanda negara pertama

Belanda menjadi negara pertama di Eropa Barat yang memilih untuk mengunci sebagian kegiatan masyarakat di tengah musim dingin tahun ini.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengumumkan, setidaknya tiga minggu tindakan penguncian yang menargetkan restoran, toko, dan event olahraga untuk mengekang rekor lonjakan infeksi virus corona.

Mengumumkan penguncian sebagian aktivitas di negaranya, Rutte mengatakan, krisis membutuhkan "pukulan keras beberapa minggu karena virus ada di mana-mana, di seluruh negeri, di semua sektor dan segala usia".

Kasus telah melonjak sejak Pemerintah Belanda mencabut sebagian besar tindakan pembatasan Covid-19 kurang dari dua bulan lalu pada 25 September, mencapai tingkat rekor tertinggi lebih dari 16.000 infeksi pada Kamis (11/11) dan Jumat (12/11).

"Untungnya, sebagian besar telah divaksinasi, jika tidak, penderitaan di rumahsakit tidak akan terhitung saat ini," kata Rutte, seperti dikutip Channel News Asia.

Bar, restoran, kafe, dan supermarket harus tutup pada pukul 20:00 selama tiga minggu ke depan mulai Sabtu (13/11). Sementara toko-toko yang tidak penting harus tutup pada pukul 18:00.

Pergerakan orang-orang akan dibatasi dengan hanya membolehkan empat tamu di rumah, dan disarankan untuk bekerja di rumah.

Acara publik juga akan dibatalkan, sementara pertandingan sepak bola termasuk kualifikasi Piala Dunia kandang Belanda dengan Norwegia minggu depan harus dimainkan secara tertutup. Tapi, sekolah akan tetap buka.

Jumlah pekerja di raksasa teknologi China turun, tapi di industri semikonduktor naik

Setelah akhir-akhir ini raksasa teknologi China mendapat tindakan keras dari Pemerintah China, pertumbuhan pekerja di sektor tersebut mengalami penyusutan.

Menurunnya jumlah pekerja di perusahaan teknologi tersebut didorong juga oleh upah karyawan yang tetap stagnan.

Jika melihat data dari 51job.com, peluang kerja untuk lulusan baru di perusahaan-perusahaan internet ini juga tercatat 15% lebih rendah pada Oktober 2021 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Adapun, tindakan keras yang melanda sektor swasta ini telah membuat banyak pekerja muda China berlomba untuk menjadi pegawai negeri.

Bukan tanpa alasan, bekerja menjadi pegawai negeri dinilai memiliki keamanan kerja yang lebih tinggi meskipun upahnya terbilang lebih rendah.

Hanya saja, pekerja swasta di industri semi konduktor justru meningkat. Alasannya, kekurangan chip global mendorong kebutuhan akan kapasitas yang lebih besar.

Dari data 51job.com, industri ini telah mendatangkan 65% lebih banyak karyawan baru pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari data tersebut, perekrutan terbanyak berasal dari operator manufaktur sebesar 6,4%, lalu ada insinyur penjualan dengan 5,9% dan insinyur kontrol kualitas 3,4%. Sementara itu untuk teknisi semikonduktor masih kecil sebesar 1,1%.

Asal tahu saja, industri semikonduktor telah terlindungi dari efek terburuk akibat tindakan keras terhadap sektor teknologi. Karena, ada juga dorongan China untuk swasembada teknologi mengingat adana perang teknologi antara China dan AS.

Sekadar mengingatkan, Beijing telah bertindak keras terhadap raksasa teknologi China diawali dengan pembatalan penawaran perdana Ant Group dan meluncurkan penyelidikan antimonopoli terhadap afiliasi Ant dan Alibaba Group Holding.

Korea Selatan memulai uji coba kontrol untuk taksi terbang

Korea Selatan melangkah cukup cepat dalam pengembangan sistem kendaraan mobilitas udara perkotaan (UAM), alias taksi terbang. Pada Kamis (11/11), sistem kontrol untuk kendaraan masa depan ini mulai didemonstrasikan.

Dilansir dari Reuters, taksi terbang ini nantinya diharapkan akan berfungsi sebagai taksi antara bandara utama dan pusat Kota Seoul segera setelah 2025. Pemanfaatannya disebut mampu memotong waktu perjalanan hingga dua pertiga.

"UAM diharapkan menjadi salah satu alat transportasi umum yang digunakan warga dalam kehidupan sehari-hari.Maka mutlak perlu dilakukan uji coba layanan ini di berbagai lingkungan," kata Menteri Perhubungan Noh Hyeong-ouk yang hadir dalam uji coba pada Kamis.

Korea Selatan tahun lalu telah mengumumkan peta jalan untuk memulai perjalanan udara perkotaan komersial pada 2025.

Kementerian Perhubungan Korea Selatan memperkirakan, layanan tersebut dapat memangkas waktu perjalanan untuk jarak antara 30-50km dari satu jam dengan mobil menjadi 20 menit melalui udara.

Perjalanan dari Bandara Internasional Incheon ke pusat Kota Seoul diperkirakan menelan biaya sekitar 110.000 won atau sekitar Rp 1,3 juta ketika mulai beroperasi tahun 2025 mendatang.

Tarifnya diperkirakan akan turun secara perlahan menjadi hanya 20.000 won, sekitar Rp 240 ribu, per perjalanan pada 2035 ketika semua infrastrukturnya telah matang.

Unit yang diuji coba kali ini diproduksi oleh Volocopter Jerman. Pilot berhasil menerbangkannya di Bandara Gimpo Seoul untuk menguji dan menunjukkan kontrol dan koordinasinya.

Secara umum, taksi terbang buatan Jerman ini didukung oleh rotor seperti helikopter untuk lepas landas dan pendaratan vertikal.

Dalam pernyataannya, Kementerian Perhubungan Korea Selatan menyebutkan, sistem kontrol lalu lintas udara yang mengelola penerbangan domestik dan internasional di bandara juga dapat memantau dan mengelola pesawat UAM.

Selain unit buatan Jerman, desainer Korea Selatan juga memamerkan model pesawat drone mereka sendiri. Sebuah purwarupa dengan skala penuh diharapkan sudah bisa menjalani uji terbang tahun depan.

Berbeda dengan buatan Jerman yang hanya memiliki dua kursi, perancang Korea Selatan bertujuan untuk mengembangkan taksi terbang dengan lima kursi di dalamnya.

Diplomat Rusia: Moskow Tidak Akan Serang Ukraina Kecuali Diprovokasi

 Wakil Duta Besar Rusiauntuk PBBmengatakan Moskow tidak akan menyerang Ukrainakecuali jika diprovokasi terlebih dahulu oleh tetangganya itu atau pihak lain. Ia kemudian mengutip apa yang disebutnya sebagai banyak ancaman dari Ukraina dan tindakan provokatif oleh kapal perang Amerika Serikat(AS) di Laut Hitam.

“Tidak pernah direncanakan, tidak pernah dilakukan, dan tidak akan pernah melakukannya kecuali kita diprovokasi oleh Ukraina, atau oleh pihak lain dan kedaulatan nasional Rusia terancam," jawab Polyansky ketika ditanya apakah Rusia berencana menyerang Ukraina.

“Ada banyak ancaman yang datang dari Ukraina,” Polyansky dengan cepat menambahkan."Dan jangan lupa bahwa kapal perang Amerika di sekitar Laut Hitam bertindak sangat dekat," sambungnya.

“Jadi, setiap hari adalah hari yang sangat sulit untuk menghindari bentrokan langsung di Laut Hitam.Kami memperingatkan rekan-rekan Amerika kami bahwa ini adalah provokasi nyata,” tegasnya kepada wartawan di markas besar PBB seperti dikutip dari AP, Jumat (12/11/2021).

Pernyataan itu dilontarkan Dmitry Polyansky merespons pertanyaan tentang penumpukan pasukan di sepanjang perbatasan Rusia dengan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Ukraina pekan lalu mengatakan bahwa sekitar 90.000 tentara Rusia ditempatkan tidak jauh dari perbatasan dan di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di timur Ukraina.Dikatakan secara khusus bahwa unit Angkatan Darat ke-41 Rusia tetap berada di Yelnya, sekitar 260 kilometer utara perbatasan Ukraina.

“Kami memiliki hak untuk mengkonsentrasikan pasukan kami di mana pun kami mau,” kata Polyansky.“Ini bukan wilayah Ukraina.Ini adalah wilayah Rusia,” tegasnya.

“Tetapi jika Anda membaca ancaman yang diucapkan di Ukraina terhadap Rusia, terhadap integritas teritorial Rusia, maka Anda akan memahami bahwa tindakan pencegahan tertentu adalah langkah logis dalam situasi seperti itu,” pungkasnya.

Keberadaan pasukan tentara Rusia telah meningkatkan tekanan dari AS dan jaminan dari Menteri Luar Negeri Antony Blinken kepada Menteri Luar Negeri Ukraina terkait komitmen Washington untuk keamanan dan integritas teritorial Ukraina cukup kuat dan tidak akan berubah.

Blinken mengatakan AS tidak mengetahui niat Rusia tetapi mengatakan "buku pedoman" Moskow di masa lalu untuk menciptakan provokasi di sepanjang perbatasannya guna membenarkan intervensi militer.

“Kami tidak memiliki kejelasan tentang niat Moskow, tetapi kami tahu pedomannya,” katanya.

“Jika ada provokasi yang kami lihat, itu berasal dari Rusia, dan setiap eskalasi Rusia di sepanjang perbatasan akan dipandang dengan keprihatinan serius,” imbuhnya.

Rusia telah memberikan dukungan terhadap pemberontakan separatis di timur Ukraina yang meletus tak lama setelah pencaplokan Semenanjung Crimea oleh Moskow pada tahun 2014 dan telah menyebabkan lebih dari 14.000 kematian. Namun Rusia telah berulang kali membantah kehadiran pasukannya di Ukraina timur.

Rusia Kontra dengan Negara Barat Soal Krisis Imigran Belarus

Rusia berselisih dengan negara-negara Barat anggota Dewan Keamanan PBB mengenai krisis imigran di perbatasan Belarusia-Polandia.Utusan Rusia untuk PBB mengindikasi rekan-rekannya di Eropa memiliki 'kecenderungan masokis'. Estonia, Prancis, Irlandia, Norwegia, Amerika Serikat (AS), dan Inggris membahas krisis imigran selama pertemuan tertutup 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB.

"Kami mengutuk instrumentalisasi manusia yang hidup dan sehat dipertaruhkan untuk tujuan politik oleh Belarusia dengan tujuan mengganggu stabilitas negara-negara tetangga dan perbatasan eksternal Uni Eropa dan memecah perhatian dari meningkatnya pelanggaran hak asasi manusia mereka sendiri," kata para anggota Dewan Keamanan PBB itu, Kamis (11/11).

Mereka menegaskan pendekatan Belarusia tidak dapat diterima dan menuduh Presiden Alexander Lukashenko mengancam stabilitas kawasan.Negara-negara itu mendorong 'tanggapan keras internasional' untuk meminta pertanggung jawaban Belarusia dan berjanji 'mendiskusikan langkah selanjutnya yang dapat diambil'.

Uni Eropa mengatakan Belarusia mendorong ribuan orang dari negara-negara yang hancur oleh perang untuk menyeberang ke Polandia dan negara-negara tetangganya yang lain. Hal itu dilakukan sebagai bentuk balasan atas sanksi-sanksi Uni Eropa yang diterapkan atas pelanggaran hak asasi manusia.

Belarusia memperingatkan krisis tersebut dapat mengarah pada konfrontasi militer. Sementara Lithuania, Estonia, dan Latvia mengatakan Belarusia adalah ancaman serius bagi keamanan Eropa.

Menjelang rapat Dewan Keamanan PBB, Deputi Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy mengatakan ia yakin negara-negara Barat di Dewan Keamanan 'memiliki semacam kecenderungan masokis'. "Sebab mengangkat isu ini, yang merupakan aib total bagi Uni Eropa di depan kami, akan menjadi sangat berani," katanya.

Saat ditanya apakah Rusia atau Belarusia membantu menggerakkan imigran ke perbatasan Polandia. Polyanskiy menjawab sama sekali tidak. Ia menambahkan hal itu bukan masalah yang perlu diatasi Dewan Keamanan. Rusia memiliki hak veto sehingga bisa melindungi Belarusia dari setiap sanksi PBB.

"Kami akan tetap bersatu dan bertekad melindungi Uni Eropa melawan operasi hibrid yang dilakukan pihak berwenang Belarusia," kata Estonia, Prancis, Irlandia, Norwegia, AS, dan Inggris dalam pernyataan mereka.

Resolusi Partai Komunis China Mantapkan Posisi Xi Jinping

Komunike yang diterbitkan oleh kantor berita pemerintah China Xinhua pada Kamis (11/11), menyatakan Partai Komunis China (CCP) telah mengadopsi resolusi penting tentang prestasi besar dan pengalaman bersejarah negara tersebut. Komunike ini menjadi langkah yang diharapkan akan semakin memperkuat kekuasaan Presiden Xi Jinping.

Keputusan itu menjadi resolusi sejarah ketiga yang dikeluarkan oleh PKC dalam 100 tahun keberadaannya.Dua lainnya ditetapkan pada 1945 dan 1981, masing-masing memperkuat supremasi Mao Zedong dan Deng Xiaoping.

Resolusi ini adalah cara bagi Xi untuk menyusun otoritasnya di masa sekarang dan memproyeksikan kekuatan dan pengaruhnya pada masa depan. Komunike tersebut menyatakan di bawah Xi, Partai Komunis telah menyelesaikan banyak masalah sulit yang sudah lama menjadi agenda tetapi tidak pernah diselesaikan.

"Mencapai banyak hal yang diinginkan tetapi tidak pernah dilakukan," ujar komunike dikutip dari CNN.

Dalam komunike ini berjanji untuk dengan tegas menjunjung tinggi posisi inti Xi di Komite Sentral dan di Partai Komunis secara keseluruhan.Kemudian menjunjung tinggi otoritas Komite Sentral dan kepemimpinannya yang terpusat dan terpadu untuk memastikan bahwa semua anggota Partai bertindak serempak.

Resolusi itu disahkan selama pleno keenam Komite Sentral ke-19 PKC.Kegiatan ini merupakan sebuah pertemuan empat hari di balik pintu tertutup di Beijing yang mempertemukan para pemimpin tertinggi negara itu.

Pada 2018, sebagian besar anggota parlemen China mengubah aturan untuk menghapus batas masa jabatan presiden.Langkah ini membuka jalan bagi Xi untuk berpotensi memerintah seumur hidup.

Xi telah berhasil membangun teori politik eponimnya sendiri dan menuliskannya ke dalam konstitusi partai, suatu tindakan yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi Mao dan Deng. Dengan mengeluarkan resolusinya sendiri, Xi berusaha untuk lebih memantapkan statusnya sebagai pemimpin yang menjulang tinggi di tingkat yang sama dengan dua pendahulu yang sama.

Resolusi Mao pada 1945 menetapkannya sebagai otoritas yang tak tertandingi di dalam partai, setelah kampanye perbaikan selama tiga tahun yang secara brutal membersihkan lawan-lawan politik dan ideologisnya.Sedangkan resolusi Deng pada 1981, mengakui kesalahan Mao dalam meluncurkan Revolusi Kebudayaan.

Putusan itu menyimpulkan bahwa kontribusi Mao pada revolusi China jauh melebihi kesalahannya.Dengan mengakui dan beranjak dari kesalahan masa lalu, Deng mampu mengantarkan era baru reformasi.

Dalam kepemimpinan Xi, Cina telah mengadopsi kebijakan domestik yang lebih otokratis sambil menjadi semakin konfrontatif di luar negeri.Dia telah sangat mempererat cengkeramannya terhadap 95 juta anggota Partai, menekankan kesetiaan mutlak dari pejabat senior serta pangkat dan arsip.

Masa jabatan lima tahun kedua Xi sebagai pemimpin Partai berakhir tahun depan. Namun, dia diperkirakan akan mencari masa jabatan ketiga yang hampir belum pernah terjadi sebelumnya dan seterusnya pada Kongres Partai ke-20 pada akhir 2022.

Menunggu Kabar Baik dari Konferensi Iklim PBB

Jelang penutupan konferensi iklim PBB (COP26) di Glasgow, Skotlandia, delegasi mengintensifkan upaya mencapai kesepakatan untuk mengurangi pemanasan global. Pembicaraan akhir akan fokus pada anggaran untuk membantu negara berkembang mengatasi dampak terburuk perubahan iklim.

Draf pertama kesepakatan COP26 yang dirilis Rabu (10/11) secara implisit mengakui bahwa komitmen yang ada saat ini tidak cukup untuk mencegah bencana iklim. Namun, belakangan muncul kejutan bahwa dua pembuang emisi karbon terbesar di dunia, China dan Amerika Serikat, bersepakat untuk meningkatkan kerja sama mengatasi perubahan iklim.

Kesepakatan itu mendorong harapan bahwa negara-negara peserta COP26 bisa memperkuat komitmen kolektif mereka pada Jumat (12/11). Draf baru diharapkan muncul beberapa jam ke depan.

"Pembiayaan iklim" atau bantuan bagi negara-negara miskin yang rentan terhadap banjir, kekeringan, dan kenaikan permukaan laut akibat pemanasan global adakan menjadi fokus pembicaraan. Ketua konferensi asal Inggris, Alok Sharma, mengatakan kesimpulan dalam draf terbaru menunjukkan kemajuan "signifikan", tapi "kita belum sampai ke sana".

"Saya ingin menyampaikan pentingnya meningkatkan upaya pada hari ini agar kita mencapai apa yang kita perlukan untuk mewujudkan hasil substanstif tentang pembiayaan," kata dia.

Negara-negara berkembang menginginkan aturan lebih tegas mulai 2025 dan seterusnya. Negara-negara kaya gagal memenuhi janji 12 tahun lalu untuk memberikan 100 miliar dolar AS (Rp 1,4 kuadriliun) per tahun hingga 2020 untuk membantu menekan emisi dan mengatasi dampak kenaikan suhu.

Draf pada Rabu itu hanya "mendesak" negara-negara maju untuk "segera menambah" bantuan bagi negara-negara lebih miskin untuk beradaptasi dengan perubahan iklim. Drat itu juga menyerukan lebih banyak pembiayaan melalui hibah, bukan pinjaman yang menambah beban utang.

Target 100 miliar dolar yang meleset diharapkan tercapai tiga tahun kemudian. Janji dana sebesar itu, yang dianggap banyak pihak masih jauh dari memadai, dibagi menjadi dua bagian, yaitu untuk "mitigasi" dan "adaptasi".