• Blog
  • Wall Street berakhir beragam, Indeks Dow Jones melonjak 357,96 poin

Wall Street berakhir beragam, Indeks Dow Jones melonjak 357,96 poin

News Forex, Index &  Komoditi

( Selasa, 11 Agustus  2020 )

Dolar AS Naik 0,2%, Investor Fokus Stimulus Fiskal AS

 Dolar Amerika Serikat (AS) naik terhadap mata uang utama seperti euro dan franc Swiss. Hal tersebut karena investor fokus pada rencana stimulus fiskal Amerika Serikat (AS) dan menanti hasil pembicaraan perdagangan antara AS-China minggu ini.

Greenback naik ke level tertinggi dalam minggu ini terhadap euro dan mata uang Swiss. Indeks dolar naik 0,2% menjadi 93,56.

Euro turun 0,3% terhadap dolar ke level USD1,1746, sedangkan mata uang AS ini naik 0,3% terhadap franc Swiss ke USD0,9152. Terhadap yen, dolar sedikit melemab pada 105,93 yen.

Indeks dolar mendapat sentimen positif setelah pembicaraan mengenai stimulus fiskal yang pernah gagal akan kembali dibahas di Washington. Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif, di mana isinya memulihkan pembayaran pengangguran yang ditingkatkan kepada jutaan orang Amerika yang menganggur.

Meski demikian, Kepala Strategi Scotiabank Shaun Osborne memprediksi dolar akan tetap lemah dalam jangka menengah tetapi tidak dalam. Dia melihat kemungkinan koreksi jangka pendek atau setidaknya moderasi.

"Kami pikir latar belakang fundamental yang telah memberikan dukungan untuk dolar AS dalam dua tahun terakhir berubah lebih buruk dan investor akan terus mencari prospek ekonomi yang lebih baik atau keuntungan di pasar non-dolar AS dalam beberapa bulan mendatang," tulis Osborne, dilansir dari CNBC, Selasa (11/8/2020).

Penguatan dolar pada akhir pekan lalu karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China, dengan AS menjatuhkan sanksi kepada pejabat tinggi Hong Kong dan China. Ini terus mendorong investor menuju dolar safe-haven pada perdagangan Senin.

Sementara itu, pejabat senior AS dan China akan bertemu melalui telekonferensi pada Sabtu untuk meninjau implementasi kesepakatan perdagangan Fase 1 dan kemungkinan akan saling menyampaikan keluhan.

 

 

Wall Street berakhir beragam, Indeks Dow Jones melonjak 357,96 poin

Indeks-indeks utama Wall Street beragam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor merotasi saham-saham yang terkait teknologi sementara mengamati perkembangan tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) stimulus fiskal di Amerika Serikat di tengah krisis COVID-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 357,96 poin atau 1,30 persen menjadi ditutup di 27.791,44 poin. Indeks S&P 500 naik 9,19 poin atau 0,27 persen, menjadi berakhir di 3.360,47. Sementara itu Indeks Komposit Nasdaq ditutup tergelincir 42,63 poin atau 0,39 persen menjadi 10.968,36 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor energi melonjak 3,08 persen, melampaui sektor-sektor lainnya. Sedangkan sektor layanan komunikasi turun 0,46 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (8/8/2020) menandatangani serangkaian perintah eksekutif untuk memperpanjang bantuan ekonomi COVID-19 tertentu setelah negosiasi antara anggota parlemen Republik dan Demokrat gagal.

Salah satu dari empat perintah presiden akan memperpanjang tunjangan pengangguran tambahan hingga akhir tahun pada besaran yang dikurangi menjadi sebesar 400 dolar AS per minggu, bukan 600 dolar yang disetujui oleh Kongres pada akhir Maret, yang berlaku hingga akhir Juli.

Langkah itu memicu kritik dari Demokrat, yang mungkin menantang legalitas tindakan eksekutif presiden.

Kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Amerika Serikat mencapai lebih dari 5,07 juta dan kematian melampaui 163.000 pada Senin sore (10/8/2020), menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.

Pasar ekuitas AS naik untuk pekan yang berakhir Jumat (7/8/2020) yang membuat Indeks Dow Jones melonjak 3,8 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq keduanya naik 2,5 persen.

 

 

Pembatasan Transaksi ke Huawei Bikin Perusahaan Amerika Ini Rugi

Pembatasan penjualan komponen teknologi yang terjadi atas perintah Donald Trump dan jajarannya menguntungkan pesaing perusahaan chip berbasis di Amerika Serikat (AS), Qualcomm.

Mengutip laporan Reuters, Senin (10/8/2020), akibat pembatasan penjualan itu, AS telah menguntungkan pesaing asing Qualcomm; memberi mereka pasar bernilai 8 miliar dolar AS per tahun (hampir Rp118 triliun).

Bahkan, laporan Wall Street Journal menyebut, " Qualcomm Inc (NASDAQ:QCOM) melobi pemerintah AS untuk mencabut pembatasan penjualan ke Huawei."

Sekadar informasi, AS telah membatasi penjualan teknologi AS ke perusahaan yang masuk ke Daftar Hitam Departemen Perdagangan AS. Nah, Huawei termasuk salah satu perusahaan yang tercatat di daftar tersebut.

WSJ mengutip presentasi oleh Qualcomm yang menyatakan, "perusahaan sedang melobi (pemerintah AS) untuk menjual chip ke Huawei untuk produk HP 5G Huawei."

Qualcomm tak segera membalas permintaan berkomentar.

Namun, bulan lalu, perusahaan itu menyelesaikan sengketa lisensi; membuatnya memiliki peluang mengejar ketertinggalan senilai 1,8 miliar dolar AS pada kuartal IV 2020.

 

 

Pascaledakan, pemerintah Lebanon bubar dan PM mengundurkan diri

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab pada Senin (10/8) mengundurkan diri dan membubarkan pemerintahannya setelah masyarakat menggelar rangkaian aksi protes menuntut otoritas setempat bertanggung jawab atas ledakan yang menghancurkan Kota Beirut.

Diab, lewat pidatonya, juga menyebut ledakan itu dan aksi kemarahan warga merupakan buah dari korupsi yang telah mendarah daging di Lebanon.

Ledakan yang disebabkan oleh lebih dari 2.000 ton amonium nitrat di gudang pelabuhan pada 4 Agustus menyebabkan 163 orang tewas dan lebih dari 6.000 warga luka-luka, serta merusak sebagian besar bangunan di Beirut, ibu kota Lebanon.

Insiden itu memperburuk krisis ekonomi dan politik yang telah terjadi selama berbulan-bulan di Lebanon.

"Hari ini kami mengikuti kehendak masyarakat yang menuntut tanggung jawab otoritas terkait terhadap bencana ini, (mereka) yang memilih untuk bersembunyi selama tujuh tahun, (dan kami akan mengikuti) keinginan mereka yang menuntut perubahan," kata PM Diab saat mengumumkan pengunduran dirinya.

Presiden Lebanon Michel Aoun menerima pengunduran diri pemerintahan Diab, tetapi ia meminta pihak tersebut untuk sementara ini menjadi pelaksana tugas sampai kabinet baru terbentuk, demikian isi pengumuman otoritas setempat sebagaimana disiarkan lewat televisi.

Pemerintahan Diab terbentuk pada Januari dan ia mendapat dukungan dari kelompok Hezbollah di Iran.

Jelang pengunduran diri PM Diab, aksi protes massa di Kota Beirut memasuki hari ketiga. Beberapa pengunjuk rasa melempar batu ke aparat keamanan yang berjaga di pintu masuk depan gedung parlemen.

Aparat pun membalas dengan melempar gas air mata.

Bagi banyak warga Lebanon, ledakan itu jadi peristiwa terakhir yang menyulut kesabaran rakyat, mengingat mereka menghadapi krisis yang disebabkan oleh terpuruknya sektor ekonomi, korupsi, dan tata kelola pemerintahan yang buruk. Rangkaian kekecewaan itu yang akhirnya mendorong warga turun ke jalan menuntut perubahan hingga ke akar.

"Seluruh rezim harus berubah. Tidak ada artinya ada pemerintahan baru (jika rezim tak berubah)," kata seorang insinyur asal Beirut, Joe Haddad. "Kami menuntut segera ada pemilihan umum," terang dia.

Sistem pemerintahan di Lebanon mewajibkan Presiden Aoun untuk berdiskusi dengan parlemen sebelum menentukan perdana menteri yang akan menggantikan Diab. Ia diwajibkan untuk mengusulkan calon perdana menteri dan mengumpulkan dukungan dari anggota parlemen.

Sebagian besar masyarakat telah lama menuntut pemerintahan yang dipimpin PM Diab dibubarkan. Sejumlah menterinya mundur lebih dulu pada akhir minggu lalu sampai Senin.

Sementara sisanya, termasuk menteri keuangan, berencana mengikuti langkah tersebut, kata beberapa sumber di kalangan kementerian dan pengamat politik.

Diab pada Sabtu (8/8) mengatakan ia meminta pemilihan parlemen diselenggarakan lebih cepat.

Akuntabilitas

Presiden Aoun mengatakan bahan peledak itu disimpan dalam kondisi yang tidak aman selama bertahun-tahun di pelabuhan. Ia juga menjelaskan pihaknya akan mendalami beberapa kemungkinan sebab ledakan, di antaranya kecelakaan, kelalaian, atau pengaruh dari luar.

Kabinet memutuskan menyerahkan penyelidikan itu ke Dewan Yudisial, kata kantor berita resmi NNA dan seorang sumber di kementerian. Dewan Yudisial merupakan lembaga peradilan tertinggi di Lebanon yang vonisnya tidak dapat naik banding.

Dewan Yudisial biasanya menangani kasus keamanan tingkat tinggi.

Sementara itu, masyarakat Lebanon masih berjuang untuk menghadapi luasnya dampak dari ledakan yang menghancurkan keseluruhan wilayah kota.

"Ekonomi telah terpuruk dan saat ini saya tidak mampu lagi mencari uang," kata Eli Abi Hanna, seorang warga setempat yang rumah dan bengkel mobilnya hancur akibat ledakan. "Lebih mudah mencari uang saat perang sipil. Para politisi dan krisis ekonomi telah merusak segalanya," kata dia.

Pihak militer pada Senin mengumumkan lima jasad telah ditemukan dari reruntuhan sehingga total korban tewas mencapai 163. Upaya penyelamatan dan pencarian masih berlanjut sampai saat ini.

Aksi protes anti pemerintah selama dua hari terakhir merupakan unjuk rasa terbesar sejak Oktober tahun lalu. Saat itu, para demonstran kecewa karena mereka meyakini korupsi yang masif, tata kelola pemerintahan buruk, dan rendahnya tingkat akuntabilitas jadi biang krisis ekonomi di Lebanon.

Sebuah pertemuan dari lembaga-lembaga donor internasional pada Minggu berjanji akan mengumpulkan dana kurang lebih 253 juta euro (sekitar Rp4,36 triliun) untuk membiayai bantuan kemanusiaan langsung. Namun, negara-negara asing yang memberi dana menuntut pemerintah setempat transparan saat menggunakan bantuan tersebut.

Beberapa warga ragu rezim akan berubah, mengingat sistem politik sektarian telah mendominasi di Lebanon sejak berakhirnya konflik pada 1975-1990.

"Tidak akan ada yang berhasil, orang-orang (di pemerintahan) masih sama. Ini merupakan jaringan mafia," kata Antoinette Baaklini, seorang pegawai perusahaan listrik yang kantornya hancur akibat ledakan.

 

 

 

 

China umumkan sanksi 11 anggota parlemen AS terkait Hong Kong

Pemerintah China, Senin, mengumumkan sanksi terhadap 11 anggota parlemen dan individu asal Amerika Serikat, termasuk senator Marco Rubio dan Ted Cruz.

Sanksi tersebut sebagai tindakan balasan atas sanksi AS terhadap pejabat China dan Pemerintah Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) setelah pemberlakuan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong.

Kementerian Luar Negeri AS dan Kementerian Keuangan AS pada Jumat (7/8) telah menjatuhkan sanksi terhadap para pejabat China termasuk Kepala Eksekutif HKSAR Carrie Lam berupa larangan berkunjung ke negara adidaya itu.

"China dengan tegas menentang dan mengutuk campur tangan dalam urusan Hong Kong - yang merupakan urusan dalam negeri China karena hal itu pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar hubungan internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Zhao Lijian.

Dalam menanggapi sanksi itu, China memberikan sanksi serupa terhadap 11 anggota parlemen AS dan pimpinan lembaga nonpemerintahan yang dianggap bersikap buruk dalam kaitannya dengan Hong Kong.

Di antara yang terkena sanksi ada nama beberapa senator, yakni Marco Rubio, Ted Cruz, Josh Hawley, Tom Cotton, Pat Toomey, dan Chris Smith.

Beberapa nama dari NGO, seperti Carl Greshman (Ketua National Endowment for Democracy), Derek Mitchell (Ketua National Democratic Institute), Daniel Twining (Ketua International Republican Institute), Kenneth Roth (Direktur Eksekutif Human Right Watch), dan Michael Abramowitz (Ketua Freedom House) juga masuk dalam daftar sanksi.

Sebelumnya, kepolisian Hong Kong menangkap aktivis dan raja media Hong Kong Jimmy Lai atas tuduhan menyokong aksi huru-hara.

 

 

 

 

Senator AS desak pemerintah hapus bea masuk produk makanan Eropa

Kelompok senator Amerika Serikat (AS) meminta Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) untuk menghapuskan bea masuk 25 persen yang diterapkan untuk produk makanan dan minuman Uni Eropa (EU) sejak Oktober 2019, menurut surat yang dilihat Reuters, Senin.

Tujuh senator Partai Republik dan enam senator Partai Demokrat, dalam surat bertanggal 7 Agustus 2020 tersebut, menuliskan "restoran, pedagang eceran, pedagang grosir, importir, dan distributor mengalami kesulitan ekonomi yang parah akibat tingginya bea masuk produk makanan dan minuman dari Eropa."

Ke-13 senator itu memperingatkan bahwa permintaan terhadap produk-produk ini telah menurun, sehingga importir dan distributor harus menumpuk produk yang banyaknya setara untuk beberapa bulan, kebanyakan tidak tahan lama, di gudang dan tempat transit.

Pihak USTR belum memberikan tanggapan untuk persoalan tersebut.

AS pada tahun lalu memenangkan perselisihan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menjatuhkan bea masuk hingga 7,5 miliar dolar AS (sekitar Rp110 triliun) terhadap produk EU.

Bea masuk yang dijatuhkan AS, sebagai aksi balasan atas subsidi EU untuk pesawat besar, berlaku untuk minuman anggur Prancis, keju Italia, dan wiski Skotlandia, juga produk-produk lain seperti kue kering, yogurt, buah zaitun, sosis dan kopi.

Bulan lalu, perusahaan dirgantara multinasional Eropa -- Airbus -- menyebut pihaknya akan meningkatkan pengembalian pinjaman kepada Prancis dan Spanyol sebagai upaya "terakhir" untuk membalikkan kebijakan bea masuk AS dan mendesak Amerika Serikat untuk menyelesaikan perselisihan dagang yang telah berlangsung selama 16 tahun atas miliaran dolar subsidi pesawat.

Sebelum desakan senator, ada permintaan dari Dewan Minuman Beralkohol AS yang dikeluarkan bulan lalu agar pemerintah menghentikan penerapan bea untuk produk minuman keras dari EU maupun AS sendiri karena perusahaan terkait sudah cukup menderita.

Dewan itu mencatat bahwa impor wiski Skotlandia di AS turun hingga 33 persen dalam kurun Oktober 2019 hingga Mei 2020, yang berarti penurunan sebesar 378 juta dolar AS (setara Rp5,5 triliun) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

 

 

Saham Hong Kong "rebound", Indeks Hang Seng melonjak 284,61 poin

Saham-saham Hong Kong dibuka naik tajam pada Selasa pagi, rebound dari kerugian tiga hari berturut-turut, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) terangkat 1,17 persen atau 284,61 poin, menjadi diperdagangkan di 24.662,04 poin. Indeks Hang Seng melemah 0,63 persen atau 154,19 poin menjadi 24.377,43 poin pada Senin (10/8/2020), penurunan hari ketiga beruntun, dengan dengan nilai transaksi mencapai 135,28 miliar dolar Hong Kong (sekitar 17,46 miliar dolar AS).

 

 

Saham Tokyo dibuka melambung, ditopang harapan stimulus ekonomi AS

Saham-saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada perdagangan Selasa pagi, setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mempertahankan bantuan tunjangan pengangguran, penangguhan pajak gaji sementara, dan keringanan pinjaman mahasiswa.

Pasar saham global juga terus mengamati negosiasi antara anggota parlemen tentang paket stimulus AS yang cukup besar terkait Virus Corona yang masih menemui jalan buntu.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) bertambah 210,98 poin atau 0,94 persen, dari tingkat penutupan Jumat (7/8/2020), menjadi diperdagangkan di 22.540,92 poin.

Sementara itu Indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo meningkat 18,83 poin atau 1,22 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.565,57 poin.

Saham-saham perusahaan yang berhubungan dengan real estate, pertambangan, serta besi dan baja, merupakan yang paling banyak memperoleh keuntungan pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Pasar saham Tokyo ditutup pada Senin (10/8/2020) untuk hari libur nasional.

 

 

 

 

Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Dievakuasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendadak dievakuasi dari Gedung Putih di tengah konferensi pers pada Senin (10/8). Hal itu dilakukan setelah adanya penembakan di luar Gedung Putih.

"Ada penembakan di luar Gedung Putih dan tampaknya terkendali dengan sangat baik. Saya ingin berterima kasih kepada Dinas Rahasia karena melakukan pekerjaan mereka yang selalu cepat dan sangat efektif," kata Trump saat kembali ke ruang konferensi pers.

Namun, tak lama setelah ia kembali ke hadapan media, Dinas Rahasia AS menuliskan cuitan lewat Twitter. Dalam cuitannya, Dinas Rahasia mengonfirmasi ada penembakan di dekat Gedung Putih.

"Dinas Rahasia dapat mengonfirmasi telah ada seorang petugas yang terlibat penembakan di 17th Street dan Pennsylvania Avenue. Petugas penegak hukum ada di tempat kejadian," tulis Dinas Rahasia AS dalam cuitannya.

Trump tidak mengucapkan kata-kata ketika petugas keamanan masuk ke ruangan dan memintanya untuk meninggalkan area tersebut.

"Keluarlah," kata seorang agen.

"Oh," ujar Trump tak lama sebelum meninggalkan ruangan.

Ketika kembali ke hadapan media, Trump mengatakan telah dibawa ke Oval Office saat dievakuasi.

"Saya merasa sangat aman dengan pengawalan Agen Rahasia. Mereka orang-orang hebat. Mereka yang terbaik dari yang terbaik. Mereka sangat terlatih," kata Trump di hadapan media.

"Mereka hanya ingin saya menyelamatkan diri sebentar untuk memastikan bahwa semuanya terkendali di luar (Gedung Putih)," kata Trump.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan ada penembak yang melepaskan tembakan di sana. Penembak telah ditahan oleh pihak kepolisian.

Dilansir dari CNN, insiden penembakan itu terjadi tepat di luar halaman Gedung Putih dekat Lafayette Square. Trump memastikan kepada petugas keamanan tidak ada fasilitas di Gedung Putih yang dirusak oleh pelaku.

"Saya bertanya apakah ada pengrusakan yang dilakukan pelaku. Saya tidak berpikir orang itu melanggar apa pun," katanya.

 

 

Trump Setuju Pengangguran AS Dapat Bansos Rp5,8 Juta

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melakukan manuver menjelang pemilihan presiden dengan meneken aturan yang membolehkan pengangguran di negara itu mendapatkan dana bantuan sosial.

Seperti dilansir CNN, Senin (10/8), Trump menjanjikan bahwa kelompok masyarakat yang menganggur akan mendapatkan bansos, walaupun negara bagian tempat mereka tinggal tidak mau membayar sebagian anggaran itu.

Dalam memorandum yang diteken pada Minggu (9/8), Trump menyatakan para pengangguran itu

Dia menetapkan pemerintah negara bagian harus menanggung sekitar 25 persen dari dana bansos itu, atau sekitar US$100 (sekitar Rp1,4 juta).

Akan tetapi, sejumlah negara bagian keberatan dengan rencana itu karena mereka saat ini sedang memfokuskan penggunaan anggaran untuk menghadapi pandemi virus corona. Namun, Trump menyatakan pemerintah federal bersedia menanggung seluruh anggaran bansos, asal gubernur yang bersangkutan menyampaikan permintaan secara langsung.

"Kita mempunyai sistem di mana kami bisa menanggung 100 persen, atau menanggung 75 persen dan 25 persen lagi ditanggung pemerintah negara bagian, tergantung mereka," kata Trump dari resor di New Jersey.

Memorandum yang disampaikan Trump adalah salah satu dari empat usulan yang dijalankan sepihak, setelah pemerintah dan Dewan Perwakilan yang dikuasai Partai Demokrat tidak menemukan kata sepakat dalam hal paket stimulus.

Usulan Trump diperkirakan akan sulit dijalankan. Sebab, jika pemerintah negara bagian tidak mempunyai pos anggaran itu, maka kemungkinan para pengangguran itu hanya menerima tunjangan seperti biasa.

Keputusan Trump langsung dikritik Ketua Dewan Perwakilan, Nancy Pelosi, dan pemimpin fraksi Demokrat di Senat, Chuck Schumer.

"Kami kecewa karena ketimbang mencari jalan keluar bagi warga AS, presiden malah memutuskan tinggal di resor golf mewah hanya untuk mengumumkan kebijakan yang lemah dan sempit, serta memangkas tunjangan pengangguran yang dibutuhkan oleh jutaan penduduk, serta membahayakan jaminan kesehatan dan jaminan sosial," kata Pelosi.

 

 

Resesi Singapura Makin Parah, Ekonomi Minus 13,2%

Ekonomi Singapura sepertinya kian dalam masuk ke jurang resesi. Dalam pembaruan terkini pada angka produk domestik bruto (PDB), ekonomi Singapura ternyata lebih buruk dari perkiraan awal resmi yang dirilis bulan lalu.

Secara basis kuartalan (QtQ), ekonomi mengalami kontraksi sebesar 42,9% pada kuartal kedua II 2020 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Pada perkiraan awal, ekonomi menyusut 41,2% pada kuartal II dibandingkan sebelumnya.

Angka terbaru ini mengirim negara kota di Asia Tenggara itu masuk ke dalam resesi teknis. Hal ini ditegaskan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, Selasa (11/8/2020).
"Secara tahunan/year-on-year (YoY), ekonomi menyusut 13,2% pada kuartal yang berakhir 30 Juni," ujar kementerian lag dikutip dari CNBC International. "Itu lebih buruk dari perkiraan sebelumnya yaitu kontraksi 12,6% dari tahun ke tahun."
Kementerian juga merevisi perkiraan setahun penuhnya untuk ekonomi Singapura. Ekonomi diperkirakan akan mencatat kontraksi antara 5% sampai 7% pada 2020.
Buruknya kinerja ekonomi Singapura terjadi setelah negara itu melakukan penguncian (lockdown) yang disebut "circuit breaker" pada awal April. Ini dilakukan guna membendung penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Pada saat circuit breaker berlaku, kegiatan ekonomi dan pariwisata Singapura terganggu. Namun demikian, mulai awal Juni lalu pemerintah telah melonggarkan aturan tersebut dan sebagian besar kegiatan ekonomi mulai pulih perlahan.
Meski ekonominya terkontraksi,akibat langkah penguncian ketat itu, negara tetangga Indonesia ini berhasil menekan penyebaran wabah Covid-19 yang ada. Hingga hari ini, dari Worldometers, Singapura  memiliki 55.292 kasus corona, 27 orang meninggal dunia dan 49.609 lainnya sembuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengadilan Italia: Jerusalem Bukan Ibu Kota Israel!

Pengadilan Italia menyatakan negaranya tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota dari negara Israel.

Menyadur Middle East Monitor, keputusan ini diumumkan Pengadilan Roma pada Rabu (5/8) atas kasus antara dua organisasi pro-Palestina Italia melawan perusahaan penyiaran publik Italia RAI.

Pemerintah Italia memutuskan untuk mendukung organiasasi Assciazione Palestines in Italia dan Associzoone benefica di soldarieta con il popolo Palestinese dalam kasus konten televisi yang menyebut Yerusalem merupakan ibu kota dari Israel.

Kasus ini bermula ketika pihak acara TV populer di Italia L'Eredita mengoreksi jabatan kontestan tentang pertanyaan "apa ibu kota Israel."

Kontestan yang saat itu menjawab Tel Aviv dinyatakan salah. Pihak acara kuis yang mengudara di saluran RAI ini memberitahu jawaban yang benar adalah Yerusalem.

Kejadian langsung memicu debat publik di Italia. Pasalnya, kebijakan luar negeri Italia disebutkan tetap konsisten dengan hukum internasional yang tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hingga pada 5 Juni, pembawa acara program tersebut, Flavio Insinna mencoba memberikan pernyataan yang ia tujukan untuk meredam kontroversi.

"Ada pandangan yang berbeda tentang masalah tersebut," ujar Insinna.

Mendengar pernyataan Insinna, dua organisasi prp Palestina yang berbasis di Italia memutuskan untuk membawa kasus ini ke meja hijau.

Setelah berunding, hakim Tribunale Roma, Cecilia Prates menyampaikan putusan yang menyebut, "Negara Italia tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel."

"Sudah diketahui secara umum bahwa pada 21 Desember 2017, Italia mendukung Resolusi Majelias Umum PBB yang menolak keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," ujar Cecilia.

Juga diketahui bahwa PBB sendiri, sambung Cecilia, beberapa kali mengeluarkan pendapatnya mengutuk pendudukan Israel di wilayah Palestina dan Yerusalem Timur.

Serta, menyangkal validitas hukum apa pun atas keputusan Israel untuk mengubah Yerusalem menjadi ibu kotanya.

"Resolusi PBB harus dianggap sebagai hukum konvensional yang berlaku dalam sistem hukum kita," kata hakim dalam putusannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kehadiran Tokoh AS di Taiwan Benar-benar Bikin China Meradang

Menteri Kesehatan Amerika Serikat (AS), Alex Azar bertemu dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen untuk membahas penanganan pandemi virus corona. Kunjungan delegasi AS ini membuat Tiongkok semakin marah dan mengutuk pertemuan tersebut.

Dikutip dari Channel New Asia, Menteri Kesehatan Alex Azar tiba di Taipei pada Minggu (9/8/2020).

Kunjungan ini akan berlangsung selama tiga hari untuk mempromosikan nilai-nilai demokrasi bersama serta keberhasilan Taiwan dalam menjinakkan virus corona.

Kunjungan Azar dilakukan ketika hubungan antara AS-Tiongkok sedang kacau. Kedua belah pihak berselisih karena berbagai masalah mulai dari perdagangan, militer dan keamanan, serta pandemi.

Tiongkok menegaskan bahwa Taiwan adalah wilayahnya sendiri dan berjanji untuk merebutnya kembali suatu hari. Kunjungan delegasi AS digambarkan sebagai ancaman bagi 'perdamaian dan stabilitas'.

Azar pagi ini telah bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen pada Senin (10/8/2020) dengan menganjurkan pulau itu diakui sebagai negara yang berdaulat.

"Tanggapan Taiwan terhadap Covid-19 menjadi salah satu yang paling sukses di dunia, dan itu merupakan penghargaan atas sifat terbuka, transparan, demokratis dari masyarakat dan budaya Taiwan," kata Azar kepada Tsai.

Tsai berterima kasih kepada AS karena mendukung upayanya untuk menjadi bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lembaga kesehatan dunia yang dibekukan oleh Beijing.

"Pertimbangan politik tidak boleh didahulukan daripada hak atas kesehatan," kata Tsai.

Dia menyebut penolakan Beijing untuk mengizinkan Taiwan bergabung 'sangat disesalkan'.

Azar menepis kritikan Tiongkok ketika ditanya tentang kemarahan Beijing atas kunjungan resminya ke Taiwan.

"Pesan yang saya bawa dari pemerintah AS adalah salah satu penegasan kembali kemitraan mendalam yang dimiliki Amerika Serikat dengan Taiwan dalam hal keamanan, perdagangan, perawatan kesehatan, dan nilai-nilai demokrasi yang sama, kebebasan ekonomi dan kebebasan," katanya kepada wartawan, sebelum bertemu dengan Tsai.

Azar sebelumnya mengkritik tanggapan Beijing terhadap virus corona, yang dimulai di Wuhan, Tiongkok.

Taiwan sukses mengalahkan virus corona berkat program pelacakan yang diasah dengan baik serta kontrol perbatasan dengan tegas.

Di bawah Presiden AS Donald Trump, hubungan dengan Taiwan telah menghangat dan telah menyetujui sejumlah penjualan militer besar, termasuk jet tempur F-16.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Chicago Rusuh, Kawasan Pertokoan Dijarah

Kota Chicago, Illinois, Amerika Serikat, dilaporkan dilanda kerusuhan dan baku tembak di kawasan pertokoan di pusat kota.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (10/8), kerusuhan terjadi kawasan pusat perbelanjaan Magnificent Mile dan sejumlah daerah lain di tengah kota.

Menurut juru bicara Kepolisian Chicago, Tom Ahern, polisi tidak mengetahui apa yang memicu kerusuhan. Namun, dia mengatakan petugas kepolisian di lapangan mengaku mendengar suara tembakan dan kemudian balas menembak.

Kerusuhan itu terjadi selepas tengah malam. Sejumlah coretan di dinding yang menyatakan slogan anti-polisi terlihat di lokasi.

Beberapa jam sebelumnya penduduk di daerah Englewood dilaporkan mengamuk setelah seorang polisi menembak seorang warga sipil pada Minggu.

Di sepanjang kawasan Magnificent Mile, terlihat kerumunan massa yang merusak dan sejumlah bangunan pertokoan dan menjarah isinya. Massa juga melempari mobil polisi.

Anggota kepolisian setempat mencoba menenangkan dan membubarkan massa yang berkumpul di tengah kota.

Perjalanan kereta dan bus ke pusat kota Chicago untuk sementara dihentikan. Jembatan di sungai Chicago juga diangkat untuk mengisolasi kota dan menutup akses dari dan menuju pusat kota.

Kepolisian Negara Bagian Illinois juga menutup jalan bebas hambatan yang menuju pusat kota Chicago.

Menurut laporan polisi, mereka menerima laporan pada pukul 14.30 waktu setempat tentang seseorang yang membawa senjata dan membahayakan. Mereka lantas menemukan orang itu di sebuah gang dan memintanya menyerahkan senjata.

Akan tetapi, orang itu kabur dan menembaki polisi. Polisi lantas menembaknya dan berhasil melukai pelaku, dan menyita sebuah senjata api.

Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit. Tiga petugas kepolisian yang menghadapi pelaku juga dibawa ke rumah sakit.

Setelah satu jam berlalu, lokasi kejadian sudah ramai dikerumuni massa. Mereka mengaku mendapat informasi polisi menembak seorang bocah.

Usai diberi penjelasan kejadian sebenarnya, massa lantas membubarkan diri.

Chicago adalah salah satu kota yang menjadi saksi bisu demonstrasi besar selepas kematian seorang warga kulit hitam, George Floyd, yang meninggal diduga akibat kekerasan polisi pada 25 Mei lalu. Kawasan pusat bisnis Chicago bahkan sempat ditutup selama beberapa hari untuk menghindari penjarahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kasus Corona Global Tembus 20 Juta Orang

Jumlah kasus virus corona global telah melebihi 20 juta pada Senin (10/8/2020) menurut perhitungan Reuters. Amerika Serikat (AS), Brasil dan India mencatat lebih dari setengah dari total kasus infeksi.

Penyakit itu telah menginfeksi empat kali lipat dari jumlah rata-rata orang yang terjangkit penyakit influenza paling parah per tahunnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jumlah korban meninggal Covid-19, lebih dari 728.000 dari angka tertinggi kematian tahunan dari flu.

Data Reuters berdasarkan laporan berbagai negara itu menunjukkan penyakit itu mengalami akselerasi.

Membutuhkan waktu hampir enam bulan untuk mencapai 10 juta kasus setelah infeksi pertama di Wuhan, China, pada awal Januari. Kini hanya membutuhkan 43 hari untuk meningkat dua kali lipat mencapai 20 juta kasus.

Para pakar yakin data resmi itu lebih rendah dibandingkan tingkat infeksi dan kematian sesungguhnya, terutama di negara-negara dengan kapasitas tes terbatas.

AS bertanggung jawab untuk sekitar 5 juta kasus, Brasil 3 juta dan India 2 juta. Rusia dan Afrika Selatan keluar dari urutan 10 besar.

“Pandemi mengalami peningkatan pesat di Amerika Latin dengan sekitar 28% kasus dunia dan lebih dari 30% kematian,” ungkap data Reuters.

Gelombang pertama virus itu belum mencapai puncaknya di beberapa negara dan meningkatnya kembali kasus membuat banyak negara memiliki langkah berbeda.

Beberapa negara menerapkan kembali langkah kesehatan yang ketat dan negara lain tetap melonggarkan pembatasan.

Para pakar memperkirakan dilema tentang bagaimana melaksanakan sekolah, kerja dan hidup sosial dalam jangka panjang, serta penerapan pembatasan hingga vaksin ditemukan.

Dalam perlombaan vaksin, telah ada lebih dari 150 kandidat vaksin yang dikembangkan dan dites di penjuru dunia dengan 25 vaksin telah dalam tahap tas klinis manusia.