• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Jum’at, 17 September 2021)

News Forex, Index & Komoditi (Jum’at, 17 September 2021)

 

Wall Street beragam, kenaikan "yield" obligasi imbangi data ritel kuat

Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah mengimbangi penguatan tak terduga data penjualan ritel yang menggarisbawahi kekuatan pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 63,07 poin atau 0,18 persen, menjadi menetap di 34.751,32 poin. Indeks S&P 500 berkurang 6,95 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 4.473,75 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 20,39 poin atau 0,13 persen menjadi 15.181,92 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor material dan energi masing-masing merosot 1,09 persen dan 1,06 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor consumer discretionary menguat 0,44 persen, merupakan kelompok berkinerja terbaik.

Tiga indeks utama menghabiskan sebagian besar hari di wilayah negatif karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan saham-saham teknologi terkemuka di pasar, dan dolar yang meningkat membebani saham-saham berorientasi ekspor.

Amazon.com Inc, didukung oleh penjualan daring yang kuat dalam laporan Departemen Perdagangan, membantu mendorong Nasdaq ke wilayah positif.

"Melihat hari ini, jelas kami mendapat berita positif dari penjualan ritel dan sepertinya perlambatan besar-besaran dalam ekonomi tidak terwujud seperti yang diperkirakan banyak orang," kata Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

"Ini adalah pengingat yang bagus bahwa ekonomi masih mengambil dua langkah maju untuk setiap langkah mundur bahkan di tengah kekhawatiran COVID," tambah Detrick.

Saham-saham transportasi dan microchip yang sensitif secara ekonomi termasuk di antara yang terbaik.

Data yang dirilis sebelum bel pembukaan menunjukkan lonjakan tak terduga dalam penjualan ritel karena pembeli melewati Badai Ida dan varian Delta COVID-19, bukti ketahanan konsumen, yang berkontribusi sekitar 70 persen terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

"Sekali lagi, ini menunjukkan konsumen AS terus berbelanja dan terus membantu pertumbuhan ekonomi ini," kata Detrick.

Perusahaan pakaian Gap Inc terangkat 1,6 persen. Platform pasar daring Etsy Inc dan perusahaan aksesori mewah Tapestry Inc masing-masing melonjak 3,1 persen dan 1,9 persen.

Ford Motor Co menguat 1,4 persen setelah mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi model pikap listrik F-150.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 9,37 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,44 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

China bentuk tim lintas-lembaga untuk tindak perilaku buruk sekuritas

China membentuk tim lintas-lembaga yang dipimpin oleh pengawas sekuritas negara itu untuk mengoordinasikan upaya penumpasan terhadap kegiatan ilegal di pasar modal.

Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC) mengatakan pada Kamis (16/9/2021) bahwa pihaknya baru-baru ini mengadakan pertemuan pertama dengan anggota tim lainnya, termasuk departemen propaganda negara itu, mahkamah agung, kejaksaan tertinggi, polisi, kementerian kehakiman dan kementerian keuangan.

Menindak perilaku buruk sekuritas sangat penting untuk membangun pasar modal yang terbuka, transparan dan bersemangat yang melayani pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi, kata CSRC dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

China berusaha untuk menyalurkan lebih banyak tabungan rumah tangga ke dalam ekuitas dan obligasi buat mendanai inovasi dan ekspansi ekonomi di tengah ketegangan China-AS yang masih berlangsung dan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan domestik.
CSRC mengatakan tim yang baru dibentuk akan mendorong koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah, dan berbagai wilayah di China, untuk mengatur pasar modal dengan lebih baik.

Tim ini juga akan meningkatkan hukuman pelanggaran termasuk book-cooking (trik akuntansi untuk membuat hasil keuangan perusahaan terlihat lebih baik dari yang sebenarnya), manipulasi pasar dan perdagangan orang dalam dengan "toleransi nol", sambil meningkatkan sistem China untuk melindungi kepentingan investor individu.

China: Aliansi baru AS mengintensifkan perlombaan senjata

China pada Kamis (16/9) mengecam aliansi baru AS dengan Australia dan Inggris, di mana Canberra akan memperoleh teknologi kapal selam nuklir, sebagai ancaman "sangat tidak bertanggungjawab" terhadap stabilitas regional.

Perjanjian itu "sangat merusak perdamaian dan stabilitas regional dan mengintensifkan perlombaan senjata," juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan dalam konferensi pers reguler, seperti dikutip Channel News Asia.

Sekutu Barat tidak menyebut China ketika mengungkapkan kesepakatan kapal selam nuklir tersebut pada Rabu (16/9), tetapi niat mereka jelas, dengan masing-masing mengacu pada masalah keamanan regional.

Pengumuman itu muncul ketika Australia telah meningkatkan pengeluaran pertahanan dengan waspada terhadap China yang meningkat pesat dan lebih tegas.

Aliansi tersebut dipandang sebagai upaya untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan militer China yang berkembang di kawasan Asia-Pasifik.

"Ekspor teknologi kapal selam nuklir yang sangat sensitif oleh Amerika Serikat dan Inggris ke Australia sekali lagi membuktikan, bahwa mereka menggunakan ekspor nuklir sebagai alat permainan geopolitik dan mengadopsi standar ganda, yang sangat tidak bertanggungjawab," kata Zhao.

Dia menambahkan, kesepakatan itu memberi negara-negara kawasan "alasan untuk mempertanyakan ketulusan Australia dalam mematuhi komitmen non-proliferasi nuklirnya".

China pun mendesak sekutu Barat untuk "meninggalkan pemikiran zero-sum Perang Dingin mereka yang sudah ketinggalan zaman" atau mengambil risiko "menembak kaki mereka sendiri".

Qatar lanjutkan bantuan ke ribuan keluarga di Gaza

Qatar melanjutkan distribusi bantuannya ke Jalur Gaza yang terkepung untuk pertama kalinya sejak eskalasi kekerasan pada Mei antara Israel dan Hamas, kelompok Palestina yang memerintah wilayah tersebut.

Kantor berita resmi pemerintah yang dikelola Hamas mengatakan uang itu sedang dicairkan melalui supermarket, toko penukaran uang dan toko ritel lainnya dalam proses yang akan berlanjut selama beberapa hari mendatang. Kantor utusan Qatar untuk Gaza, Mohammed el-Amadi, mengkonfirmasi pada hari Rabu bahwa pembayaran telah dimulai kembali. PBB mengatakan dana itu berjumlah US$ 40 juta.

Youmna al-Sayed dari Al Jazeera, melaporkan dari Gaza, mengatakan bantuan itu akan dikirimkan dalam jumlah 320 shekel (sekitar US$ 100) dan “tidak dalam dolar seperti dulu”. Qatar telah menyumbangkan ratusan juta dolar ke Gaza sejak serangan Israel di Jalur Gaza pada 2014.

Sebelum eskalasi terbaru dalam kekerasan antara Israel dan Hamas, diplomat Qatar mengirimkan jutaan dolar tunai dengan membawa koper melalui penyeberangan perbatasan Beit Hanoun, juga disebut Erez oleh Israel, yang mengontrol penyeberangan. Kebijakan tersebut telah memicu kontroversi di dalam Israel.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett telah berjanji untuk mengakhiri pengiriman tersebut sejak menjadi perdana menteri pada bulan Juni. Bantuan Qatar sebelumnya diberikan kepada sekitar ribuan keluarga miskin dan untuk membayar gaji pegawai negeri sipil di pemerintahan Gaza. Bantuan untuk keluarga telah dilanjutkan, tetapi belum ada kesepakatan tentang bantuan untuk gaji pemerintah Hamas.

Setelah pertempuran baru antara Israel dan Hamas pada bulan Mei, Amerika Serikat berjanji untuk bekerja dengan Otoritas Palestina yang diakui secara internasional untuk membangun kembali Gaza. Namun PA, yang mengelola beberapa bagian Tepi Barat yang diduduki Israel, menarik diri dari perjanjian bantuan tersebut.

Akibatnya, PBB mengumumkan pada hari Senin bahwa dana Qatar akan didistribusikan melalui mekanisme yang sama yang digunakan lembaga-lembaganya di wilayah tersebut.

UNICEF menyerukan agar sekolah dibuka kembali di negara-negara yang dilanda pandemi

Badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa UNICEF mendesak otoritas pendidikan untuk membuka kembali sekolah sesegera mungkin di negara-negara yang terkena pandemi Covid-19. UNICEF menyebut, jutaan siswa masih tidak diizinkan untuk kembali ke ruang kelas selama 18 bulan.

Sekolah di sekitar 17 negara tetap ditutup sepenuhnya. Sementara sekolah di 39 negara tetap ditutup sebagian, menurut laporan yang dirilis oleh UNICEF pada hari Kamis.

Di antara mereka yang "hampir sepenuhnya ditutup" adalah sekolah yang biasanya dihadiri oleh hampir 77 juta siswa di Filipina, Bangladesh, Venezuela, Arab Saudi, Panama, dan Kuwait.

Hampir sepertiga dari angka ini dicatat oleh Filipina. Negara kepulauan ini memerangi salah satu wabah virus corona terburuk di Asia dan di mana tahun ajaran baru dimulai minggu ini.

"Krisis pendidikan masih ada di sini, dan setiap hari ruang kelas tetap gelap, kehancuran semakin parah," kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore. Murid dari enam negara mewakili lebih dari setengah dari 131 juta siswa di seluruh dunia yang telah melewatkan lebih dari tiga perempat dari pembelajaran langsung mereka, kata UNICEF.

Laporan UNICEF menyebut, guru harus diprioritaskan untuk vaksin Covid-19, setelah petugas kesehatan dan mereka yang paling berisiko, untuk melindungi mereka dari penularan komunitas.

Siswa mungkin lebih aman di rumah, tetapi ketersediaan komputer, ponsel, dan internet, serta kualitas pendidikan yang tidak merata, adalah salah satu tantangan yang harus dihadapi. Di Filipina, beberapa anak dipaksa naik ke atap hanya untuk mendapatkan sinyal internet.

Pada bulan Juni, Presiden Rodrigo Duterte menolak proposal untuk mengizinkan kelas tatap muka dilanjutkan di beberapa daerah. "Saya tidak bisa bertaruh pada kesehatan anak-anak," kata Duterte ketika itu.

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada bulan April, Bank Pembangunan Asia memperkirakan penutupan sekolah yang berlangsung lebih dari satu tahun dapat memangkas pendapatan di masa depan di antara para siswa di kawasan itu sebanyak US$ 1,25 triliun, atau setara dengan 5,4% dari PDB pada tahun 2020.

UNICEF dan mitranya menutup saluran digital mereka selama 18 jam pada hari Kamis untuk menarik perhatian pada krisis dan 18 bulan pembelajaran yang hilang.

"Ini adalah krisis yang tidak akan kami biarkan dunia abaikan," kata Fore dari UNICEF. "Saluran kami diam, tetapi pesan kami keras: Setiap komunitas, di mana pun harus membuka kembali sekolah sesegera mungkin," pungkas Fore.

Ancaman China makin kuat, Taiwan tambah anggaran pertahanan US$ 8,69 miliar

Taiwan mengajukan belanja tambahan NT$ 240 miliar atau US$ 8,69 miliar untuk pertahanan selama lima tahun ke depan pada Kamis (16/9), termasuk untuk pembelian rudal baru, menyusul ancaman kuat dari China.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah menjadikan modernisasi angkatan bersenjata Taiwan dan meningkatkan pengeluaran pertahanan sebagai prioritas, terutama ketika China meningkatkan tekanan militer dan diplomatiknya.

“Komunis China terus berinvestasi besar-besaran dalam anggaran pertahanan nasional, kekuatan militernya telah berkembang pesat, dan telah sering mengirim pesawat tempur dan kapal perang untuk menyerang dan mengganggu laut dan wilayah udara kita,” kata Kementerian Pertahanan Taiwan dalam sebuah pernyataan setelah rapat kabinet, seperti dikutip Reuters.

"Dalam menghadapi ancaman kuat dari musuh, militer secara aktif terlibat dalam pembangunan militer dan pekerjaan persiapan, dan sangat mendesak untuk mendapatkan senjata dan peralatan produksi massal yang matang dan cepat dalam waktu singkat," sebut Kementerian Pertahanan Taiwan.

Wakil Menteri Pertahanan Taiwan Wang Shin-lung mengatakan kepada wartawan, semua senjata baru akan dibuat di dalam negeri, karena Taiwan meningkatkan kecakapan produksinya, meskipun Amerika Serikat (AS) mungkin akan tetap menjadi penyedia suku cadang dan teknologi yang penting.

Taiwan sangat ingin menunjukkan, bahwa mereka bisa mempertahankan diri, terutama di tengah pertanyaan tentang apakah AS akan membantunya jika China menyerang.

"Hanya jika kami memastikan keamanan kami dan menunjukkan tekad, komunitas internasional akan berpikir baik tentang kami," kata juru bicara Kabinet Taiwan Lo Ping-cheng. "Orang lain hanya akan membantu kami jika kami membantu diri kami sendiri".

Senjata yang ingin Taiwan beli dengan tambahan anggaran pertahanan itu termasuk rudal jelajah dan kapal perang baru, Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkapkan.

Taiwan telah menguji rudal jarak jauh baru di lepas pantai Selatan dan Timurnya. Meskipun belum memberikan perincian, diplomat dan ahli militer Taiwan mengatakan, rudal itu kemungkinan bisa mencapai target jauh ke China.

Pengumuman belanja tambahan untuk pertahanan itu muncul saat Taiwan berada di tengah-tengah latihan militer tahunan bertajuk Han Kuang, mensimulasikan menangkis serangan China.

Tanggapi pakta pertahanan AS dkk, China: Mereka punya mental Perang Dingin

China merespons cukup keras terkait dibentuknya kemitraan tiga arah antara Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia yang fokus pada sektor pertahanan. Kedutaan China di Washington bahkan menyebut ketiga negara memiliki mental Perang Dingin yang berbahaya.

Juru bicara kedutaan China Liu Pengyu mengatakan bahwa tidak sepantasnya ketiga negara tersebut membentuk blok eksklusif yang bisa merugikan pihak lain.

Pihak China bahkan dengan tegas menyebut AS dan sekutunya masih memiliki mental Perang Dingin.

"Negara-negara itu tidak boleh membangun blok eksklusif yang menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga. Secara khusus, mereka harus melepaskan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis mereka," ungkap Liu, seperti dikutip Reuters.

AS, Inggris, dan Australia pada hari Rabu (15/9) mengumumkan telah membentuk kemitraan baru bernama AUKUS yang fokus di bidang pertahanan dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Salah satu program utama yang telah diumumkan adalah untuk membantu Australia dalam memperoleh kapal selam nuklir. Meski tidak menyinggung China dalam pengumumannya, pakta pertahanan ini memang bisa dilihat sebagai upaya untuk menyaingi pengaruh militer China di kawasan tersebut.

Selain kapal selam nuklir, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa negaranya juga akan memperoleh rudal jarak jauh Tomahawk dari AS. Menurut Morrison, kehadiran rudal Tomahawk ini akan meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh Australia.

Kemitraan AUKUS diumumkan langsung pembentukannya oleh Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison secara virtual.

Pengadaan kapal selam nuklir untuk Australia akan menjadi fokus utama bagi AUKUS untuk saat ini. PM Morrison mengatakan kapal selam akan dibangun di Adelaide di negara bagian Australia Selatan.

Dalam pengumuman virtual tiga arah dari masing-masing ibu kota negara, para pemimpin menekankan Australia tidak akan menurunkan senjata nuklir tetapi menggunakan sistem propulsi nuklir untuk kapal. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga diri dari ancaman di masa depan.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melakukan perombakan kabinet

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah menunjuk menteri luar negeri wanita pertama partainya dalam perombakan kabinet, menggantikan menteri yang telah menuai kritik dengan tujuan yang dinyatakan untuk mengatasi ketidaksetaraan ekonomi setelah COVID-19.

Mengakhiri ketidaksetaraan regional adalah kunci agenda yang ditetapkan pada 2019 ketika Johnson memenangkan mayoritas parlemen Partai Konservatif terbesar sejak Margaret Thatcher. Tetapi masalah ini telah dikalahkan oleh COVID-19 dan berita utama tentang kesalahan kementerian.

Penggantian Dominic Raab dengan mantan menteri perdagangan Liz Truss di kantor luar negeri pada hari Rabu menggarisbawahi alasan di balik perombakan, memindahkan mereka yang kesalahannya telah menghantam pemerintah dan mempromosikan mereka yang telah menghindari krisis.

"Kami tahu publik juga ingin kami memenuhi prioritas mereka, dan itulah mengapa perdana menteri ingin memastikan kami memiliki tim yang tepat untuk itu," kata juru bicara Johnson kepada wartawan.

Sebuah sumber di kantor Johnson mengatakan pemimpin Inggris itu akan menunjuk menteri "dengan fokus pada penyatuan dan peningkatan level seluruh negeri". Menteri Keuangan Rishi Sunak tetap menjabat.

Truss, favorit di Partai Konservatif, pindah ke kementerian luar negeri dari kementerian perdagangan di mana dia telah menyelesaikan sejumlah kesepakatan perdagangan sejak Inggris meninggalkan Uni Eropa. Anne-Marie Trevelyan pindah ke perdagangan setelah menjadi menteri iklim.

Selandia Baru Larang Kapal Selam Nuklir Australia Masuk

Kapal selam bertenaga nuklir Australia tidak akan diizinkan memasuki perairan Selandia Baru menurut kebijakan zona bebas nuklir.

Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Kamis (16/9) mengatakan hal itu saat menanggapi rencana Amerika Serikat dan Inggris untuk memberi Australia teknologi dan kemampuan mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir berdasarkan kemitraan keamanan di antara ketiga negara tersebut. Kemitraan itu diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden, PM Inggris Boris Johnson dan PM Australia Scott Morrison secara virtual pada Rabu dan dipandang banyak kalangan sebagai perlawanan terhadap pengaruh China di Indo-Pasifik.

"Saya membahas pengaturan (tentang larangan) itu dengan Perdana Menteri Morrison tadi malam," kata Ardern dalam konferensi pers.

"Saya senang mengetahui adanya perhatian ke wilayah kami dari para mitra yang bekerja erat dengan kami. Ini (Indo-Pasifik) adalah wilayah yang diperebutkan dan ada peran yang bisa dimainkan orang lain yang tertarik dengan wilayah kami. Tetapi lensa yang akan kami pakai untuk melihat hal ini adalah stabilitas (kawasan)," kata dia.

Ardern mengatakan kapal selam bertenaga nuklir tidak akan diizinkan beroperasi di perairan Selandia Baru berdasarkan kebijakan zona bebas nuklir pada 1984.

"Tentu saja mereka tidak bisa masuk ke perairan internal kami. Tidak ada kapal yang sebagian atau seluruhnya bertenaga nuklir dapat memasuki perbatasan internal kami," katanya.

Ardern mengatakan kelompok baru Indo-Pasifik itu tidak mengubah hubungan keamanan dan intelijen dalam Five Eyes, kelompok intelijen pascaperang yang beranggotakan Selandia Baru, AS, Inggris, Australia, dan Kanada.

"Ini bukan pengaturan tingkat perjanjian. Ini tidak mengubah hubungan kami yang sudah ada termasuk Five Eyes atau kemitraan erat kami dengan Australia dalam bidang pertahanan," kata dia.

Ardern, yang menjabat PM untuk kedua kalinya, tampaknya condong pada kebijakan luar negeri yang lebih independen dan tidak loyal pada blok besar mana pun. Pernyataan Menteri Luar Negeri Nanaia Mahuta bahwa dirinya tidak nyaman dengan perluasan peran di Five Eyes telah mengundang kritik dari sekutu Barat yang mengatakan bahwa Selandia Baru enggan mengkritik China karena hubungan perdagangan mereka. China adalah mitra dagang terbesar Selandia Baru.

1.093 Orang Tewas Selama Kudeta Militer Myanmar

Jumlah korban tewas selama kudeta militer di Myanmar kini berjumlah 1.093 orang. Hal itu berdasarkan laporan kelompok masyarakat sipil.

Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mengungkapkan terdapat penambahan empat korban tewas asal Magway, Bago, Sagaing, dan Yangon. Salah satu tambahan korban tewas adalah Naing Linn, anggota eksekutif partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Menurut AAPP, polisi junta menembak Naing Linn berkali-kali di rumahnya di Kotapraja Salin, Magway, pada 14 September, kemudian korban tewas saat tiba di rumah sakit. Korban lainnya juga merupakan anggota Partai NLD, Than Aye (60), yang ditangkap di Kotapraja Waw, Bago, pada 13 September dan tewas pada hari yang sama karena penyiksaan saat interogasi.

“Jenazahnya dikremasi oleh junta teroris pada 14 September, tanpa memberi tahu keluarga,” ungkap AAPP dalam keterangannya, Rabu malam (15/9).

Pasukan junta menyerbu Desa Kyaukse, Kotapraja Kalay, Sagaing, pada 14 September, kemudian membakar dua rumah, dan membunuh Thaung Myinty yang berlindung di biara desa. AAPP juga melaporkan militer Myanmar menembak warga bernama Thet Lwin Oo hingga tewas di Kotapraja Twantay, Yangon, pada 14 September.

Militer menangkap Thet Lwin Oo di rumahnya atas tuduhan tergabung dalam Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF), sayap bersenjata pemerintah bayangan Myanmar. AAPP mengatakan korban Thet Lwin Oo ditembak ketika melarikan diri dari militer Myanmar.

Data AAPP menunjukkan 6.533 orang masih ditahan hingga 15 September dan 275 orang dijatuhi hukuman secara langsung. Myanmar diguncang kudeta sejak 1 Februari di mana militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi. Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Keluar Afghanistan, AS Hadapi Ketidakpercayaan Sekutu

Dengan hilangnya pengaruh global AS, beberapa sekutunya mungkin mencari dukungan pihak lain, bahkan membentuk aliansi baru di luar hegemoni tradisional Washington.

Beberapa sekutu AS mungkin mencari dukungan pihak lain

Dunia menyaksikan dengan ngeri ketika Taliban menyapu Afghanistan dan merebut ibu kota Kabul, disusul faksi yang mengumumkan pemerintahan sementara pada 7 September adalah bukti lain bahwa penarikan militer Amerika Serikat yang cacat.

Memang, banyak mitra dan sekutu AS yang secara tradisional mengandalkan dukungan militer dan keamanan Amerika mungkin merasa tidak nyaman dan merasa bahwa dukungan Amerika tidak selalu menjamin. Dengan hilangnya pengaruh global AS, beberapa sekutunya mungkin mencari dukungan pihak lain, bahkan membentuk aliansi baru di luar hegemoni tradisional Washington.

Sementara itu, dominasi China dan Rusia yang tumbuh di Timur Tengah dan daerah sekitarnya dapat meningkat, karena kedua negara adidaya tersebut berusaha untuk mengisi kekosongan yang terus berkembang yang ditinggalkan Washington.

Mengenai penarikan AS dari Afghanistan, salah satu mitra Amerika yang dapat menghadapi konsekuensi langsung adalah Pakistan.

Washington sering mendorong Pakistan untuk berbuat lebih banyak guna menengahi perjanjian damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan yang sekarang tergusur, meskipun Islamabad menegaskan bahwa Pakistan telah kehabisan pengaruhnya atas Taliban.

Keretakan jelas meningkat sebelum penarikan penuh Washington.

Lebih jauh lagi, sementara NATO telah menyatakan bahwa Pakistan memiliki “tanggung jawab khusus” untuk memastikan bahwa Taliban memenuhi komitmen internasionalnya.

Menteri Hak Asasi Manusia Pakistan Shireen Mazari menegaskan bahwa negaranya “tidak akan lagi menerima kambing hitam atas kegagalan yang lain."

Dengan sentimen yang memburuk antara AS dan Pakistan mengenai masa depan politik Afghanistan, Islamabad mungkin merasa semakin terasing oleh Washington, menjadi contoh peringatan tentang bagaimana sekutu Amerika mungkin merasa ditinggalkan.

Menggeser keseimbangan kekuatan Timur Tengah

Beberapa sekutu AS mungkin mencari dukungan pihak lain

Sementara tetangga Afghanistan mungkin merasa rentan, pengaruh Washington yang menurun di Timur Tengah dapat memaksa sekutu regionalnya untuk menilai kembali sikap mereka.

AS telah merencanakan untuk menarik diri dari Irak pada akhir tahun 2021. Meskipun AS telah mendukung pemerintah Irak saat ini, Baghdad mungkin juga merasa terekspos, jika Washington gagal mengambil pelajaran dari penarikannya dari Afghanistan.

Lebih penting lagi bagi Washington, hubungannya dengan sekutu Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) bisa gagal, terutama jika mereka terus menganggap kebijakan AS tidak dapat diandalkan, atau bahkan berbahaya.

UEA telah lama bersiap untuk menjauh dari lingkup pengaruh Washington. Hal ini ditunjukkan dengan pemulihan hubungan dengan Iran sejak awal 2020, karena masalah keamanannya sendiri setelah posisi mantan Presiden AS Donald Trump yang meningkat terhadap Teheran.

Kasus selanjutnya adalah poros Abu Dhabi terhadap China dan Rusia, menyusul ekspansi kedua kekuatan di Timur Tengah, di tengah berkurangnya pengaruh Washington. Bahkan Arab Saudi telah melakukan pemanasan terhadap Moskow dan Beijing karena mereka telah memperluas kekuasaan mereka sendiri di Teluk.

Selain itu, upaya Abu Dhabi baru-baru ini untuk memperbaiki hubungan dengan Turki mungkin merupakan konsekuensi lain dari negara-negara yang berusaha untuk beralih dari mengandalkan dukungan AS, setidaknya sebagian.

Bukan kebetulan bahwa penguasa de facto Emirat dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammad bin Zayed menelepon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 31 Agustus menyusul kerusuhan di Afghanistan, yang oleh pengamat dipuji sebagai langkah positif dalam hubungan kedua negara.

Indikasi yang jelas dari pengaruh dan kekhawatiran AS yang menurun atas kemampuannya untuk bertindak sebagai penjamin keamanan dunia mendorong Abu Dhabi untuk mengambil sikap yang lebih mendamaikan terhadap Ankara.

Turki bisa dibilang menerima investasi Emirati sebelum pemulihan hubungan, jadi sebagian besar inisiatif dan posisi pragmatis Abu Dhabi sendiri yang membuatnya mengejar komunikasi yang lebih bersahabat dengan Ankara.

Pemulihan hubungan Turki dan UEA bisa menjadi mikrokosmos tentang bagaimana berbagai negara dapat mengambil alih perdamaian ke tangan mereka sendiri.

Memang, karena Ankara dan Abu Dhabi telah menyatakan keinginan untuk meningkatkan investasi bilateral dan hubungan ekonomi, hubungan semacam itu dapat memungkinkan mereka untuk mencapai landasan yang lebih sama di berbagai bidang seperti Libya dan Suriah, di mana mereka sebelumnya menghadapi ketegangan, dan di mana Washington berjuang untuk mencapainya. menegaskan kepemimpinan.

Sebuah keretakan dalam NATO?

Bahkan NATO mungkin menghadapi perpecahan internal setelah kehancuran Afghanistan. Lagi pula, banyak sekutu NATO merasa pemerintahan Joe Biden tidak bekerja sama dengan baik dengan sekutunya mengenai rencana penarikannya itu.

Salah satu contoh utama adalah bagaimana negara-negara Eropa menyerukan agar Washington memperpanjang rencana penarikan 31 Agustus, yang akan memberi pemerintah tersebut lebih banyak waktu untuk mengevakuasi warga negara mereka sendiri.

Namun, AS menolak dan melanjutkan rencana awalnya. Washington dan sekutu Eropanya di NATO memang bisa mengalami keretakan yang lebih luas.

Jika perselisihan di dalam NATO berkembang lebih jauh, ini akan menjadi keuntungan besar bagi Rusia, karena Rusia sering mencoba mengeksploitasi wilayah di mana NATO dianggap terpecah. Di antaranya adalah Libya, di mana Rusia berusaha memperluas pengaruhnya di “halaman belakang” Eropa.

Ukraina adalah sekutu AS lainnya yang selanjutnya dapat merasa terisolasi setelah penarikan AS, meskipun sebelumnya bergantung pada NATO.

Angkatan bersenjata dan keamanan Ukraina telah menerima investasi yang signifikan dibandingkan dengan Afghanistan. Selama kunjungan Zelensky ke Gedung Putih pada 1 September, Biden meyakinkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa Washington akan memberikan dukungan “kuat” ke Ukraina untuk melawan “agresi Rusia”.

Namun, mengingat peristiwa di Afghanistan dan bahwa Biden goyah sanksi pada pipa Nord Stream 2 Rusia melalui Ukraina ke Jerman, di mana Zelenksy mengatakan dia "terkejut" dan "kecewa," mungkin ada keraguan di Kyiv mengenai apakah dukungan Washington dapat terus berlanjut dan menjadi solusi yang andal.