• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Selasa, 14 September 2021)

News Forex, Index & Komoditi (Selasa, 14 September 2021)

Wall Street bervariasi, Indeks S&P 500 setop kerugian beruntun 5 hari

Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), dengan Indeks S&P 500 menghentikan penurunan beruntun lima hari karena investor fokus pada potensi kenaikan pajak perusahaan dan data-data ekonomi penting yang akan datang.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 261,91 poin atau 0,76 persen, menjadi menetap di 34.869,63 poin. Indeks S&P 500 ditutup menguat 10,15 poin atau 0,23 persen, menjadi 4.468,73 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergerus 9,91 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir di 15.105,58 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona warna hijau, dengan sektor energi melonjak 2,94 persen, memimpin keuntungan. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan tergelincir 0,61 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Investor lebih menyukai value stocks (saham yang dinilai memiliki harga terlalu rendah dibanding dengan kinerja keuangannya) daripada saham pertumbuhan (growth stocks), karena saham akan mendapatkan keuntungan paling banyak dari kebangkitan ekonomi menikmati persentase keuntungan terbesar.

"Mungkin tidak banyak kejutan positif yang datang bulan ini," kata Kepala Strategi Investasi SoFi, Liz Young, di New York. “Kami mengalami periode volatilitas lagi di mana saya pikir rotasi dapat kembali ke (saham) siklikal dan perdagangan dibuka kembali, ketika imbal hasil obligasi 10-tahun perlahan-lahan bergerak lebih tinggi hingga akhir tahun.”

Pelaku pasar fokus pada kemungkinan pengesahan paket anggaran 3,5 triliun dolar Presiden AS Joe Biden, yang diharapkan mencakup usulan kenaikan tarif pajak perusahaan menjadi 26,5 persen dari 21 persen.

Analis Goldman Sachs memperkirakan tarif pajak perusahaan akan meningkat menjadi 25 persen dan diloloskannya sekitar setengah dari usulan kenaikan tarif pajak atas pendapatan di luar negeri, yang mereka perkirakan akan mengurangi laba S&P 500 sebesar 5 persen pada 2022.

Departemen Tenaga Kerja akan merilis data indeks harga konsumen pada Selasa waktu setempat, yang dapat menjelaskan lebih lanjut gelombang inflasi saat ini dan apakah itu sementara seperti yang ditekankan The Fed.

"Saya tidak melihat inflasi turun kembali di bawah 2 persen ketika sebelum pandemi," tambah Young. “Bahkan jika beberapa dari kekuatan sementara itu melemah, kita akan tetap berada pada tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya.”

Indikator utama lainnya yang akan dirilis minggu ini termasuk penjualan ritel dan sentimen konsumen, yang dapat menjelaskan seberapa besar lonjakan permintaan yang didorong oleh keterlibatan kembali ekonomi yang telah diredam oleh varian Delta COVID-19 yang sangat menular.

Saham pembuat vaksin Moderna dan Pfizer Inc masing-masing anjlok 6,6 persen dan 2,2 persen, setelah para ahli mengatakan suntikan booster COVID tidak diperlukan secara luas.

Coinbase Global Inc mengumumkan rencana untuk mengumpulkan sekitar 1,5 miliar dolar AS melalui penawaran surat utang yang ditujukan untuk mendanai pengembangan produk dan akuisisi potensial. Saham flatform perdagangan mata uang kripto itu jatuh 2,2 persen.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,30 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,29 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

China rombak sektor industri, terutama industri teknologi dan otomotif

Pemerintah China tampaknya sedang berfokus membenahi industri di negara tersebut. Terbaru, ada industri teknologi dan industri otomotif yang saat ini mencuri perhatian regulator China untuk dibenahi

Pertama, pemerintah China saat ini berusaha memecah Alipay Ant Group Co. dan membuat aplikasi terpisah untuk bisnis pinjamannya. Regulator berencana untuk membagi bisnis pinjaman Ant yang sangat menguntungkan, Huabei dan Jiebei untuk menjadi aplikasi independen.

Menurut laporan Financial Times, Ant tidak akan menjadi satu-satunya pemberi pinjaman online China yang terpengaruh oleh aturan baru tersebut.

Berdasarkan rencana tersebut, Ant juga akan menyerahkan data penggunanya yang selama ini digunakan untuk mendasari keputusan pinjamannya ke usaha patungan penilaian kredit baru dan sebagian akan dimiliki oleh negara. Ant dan Zhejiang Tourism Investment Group Co Ltd masing-masing akan memiliki 35% dari usaha tersebut.

Sementara itu, erusahaan-perusahaan yang didukung pemerintah akan mengambil saham yang cukup besar dalam usaha patungan Ant untuk pertama kalinya. Misalnya, Hangzhou Finance and Investment Group dan Zhejiang Electronic Port, yang masing-masing akan memegang kurang lebih sekitar 5% saham.

Regulator pun sebelumnya juga telah mengatakan kepada Ant agar kembali ke akarnya sebagai penyedia layanan pembayaran dan mereformasi bisnis pinjamannya pada bulan Desember lalu, beberapa minggu setelah pembatalan penawaran umum perdana di menit-menit terakhir.

Pada bulan April, regulator China dengan tegas meminta Ant untuk melakukan perombakan bisnis secara menyeluruh. Termasuk mengubah Ant menjadi perusahaan induk keuangan, dan mengubah dua bisnis pinjaman mikro yang menguntungkan Jiebei dan Huabei, menjadi perusahaan pembiayaan konsumen baru.

Langkah tersebut dilakukan regulator China yang merupakan bagian dari tindakan keras yang mencakup masalah antimonopoli dan privasi, data pengguna, dan mata uang kripto.

Di sektor otomotif, Menteri Industri dan Teknologi Informasi China Xiao Yaqing menyebutkan, pihaknya akan mendorong konsolidasi terhadap industri kendaraan listrik (EV) mengingat saat ini negara tersebut memiliki terlalu banyak produsen EV.

Xiao juga mengatakan bahwa kementerian sedang mempercepat solusi alternatif untuk mengatasi kekurangan pasokan chip otomatis.

Kekurangan chip global yang berkepanjangan telah mempengaruhi produsen mobil besar, termasuk Ford Motor, Honda Motor, dan Volkswagen, memaksa banyak orang untuk menganggur atau mengurangi produksi.

Asal tahu saja, regulator pasar China pekan lalu juga telah mendenda tiga perusahaan penjualan chip mobil karena menaikkan harga. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu produksi mobil di pasar kendaraan terbesar di dunia itu.

AS: Uji coba rudal Korea Utara menimbulkan ancaman bagi negara tetangga

Militer Amerika Serikat atau AS mengatakan pada Minggu (12 September), uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara selama akhir pekan menimbulkan "ancaman" bagi negara tetangga dan sekitarnya.

"Kegiatan ini menyoroti fokus berkelanjutan Korea Utara pada pengembangan program militernya dan ancaman yang ditimbulkan terhadap tetangganya dan komunitas internasional," kata Komando Indo-Pasifik AS dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Channel News Asia.

Media pemerintah Korea Utara sebelumnya melaporkan, negara itu telah melakukan uji coba "rudal jelajah jarak jauh" baru pada Sabtu dan Minggu, di tengah kebuntuan panjang dengan Amerika Serikat mengenai program nuklirnya.

Rudal tersebut menempuh jalur penerbangan 1.500 km, termasuk pola angka delapan, di atas Korea Utara dan perairan teritorialnya untuk mencapai target mereka, menurut KCNA.

Laporan KCNA menyebutkan, rudal itu sebagai "senjata strategis yang sangat penting", dan uji coba tersebut berhasil dan memberi Korea Utara "alat pencegahan lain yang efektif" terhadap "pasukan musuh".

Pernyataan Komando Indo-Pasifik AS mengatakan, Amerika Serikat akan "terus memantau situasi dan berkonsultasi erat dengan sekutu dan mitra kami".

Ini menegaskan kembali "komitmen Amerika Serikat untuk pertahanan" tetangga Korea Utara, yakni Korea Selatan dan Jepang "tetap kuat".

Peluncuran yang KCNA laporkan adalah yang pertama sejak Maret lalu oleh Korea Utara, yang belum melakukan uji coba nuklir atau peluncuran rudal balistik antarbenua sejak 2017.

ADNOC Drilling targetkan valuasi melonjak ke US$ 10 miliar usai gelar IPO

Rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) dari anak usaha raksasa minyak Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) tinggal selangkah lagi. Terbaru, ADNOC Driling menetapkan harga IPO di level 2,3 dirham atau setara US$ 0,6262 per saham dan membuat valuasi perusahaan melonjak jadi US$ 10 miliar.

Dalam aksi korporasi ini, ADNCO Drilling bakal melepas 7,5% saham. Perusahaan diproyeksi bakal mendapatkan dana segar hingga US$ 750 juta. Jumlah ini lebih tinggi dari proyeksi awal.

Dalam prospektus yang dikeluarkan perusahaan terlihat bawah ADNOC akan menjual minimal 1,2 miliar saham dalam IPO ini. Tetapi ADNOC berhak untuk meningkatkan ukuran penawaran kapan saja sebelum akhir periode penawaran.

Penilaian ekuitas serupa dengan yang terjadi pada tahun 2018 ketika ADNOC menjual 5% saham di ADNOC Drilling kepada Baker Hughes.

IPO ini merupakan aksi go publik kedua dari unit usaha ADNOC, setelah pada tahun 2017 menggelar IPO untuk ADNOC Distribution. Asal tahu saja, ADNOC Distribution merupakan operator pompa bensin dan toko serba ada terbesar di Uni Emirat Arab.

IPO unit usaha ini merupakan langkah terbaru dari raksasa minyak di kawasan Teluk seperti ADNOC dan Saudi Aramco untuk mengumpulkan uang tunai dari investor asing,  saat mereka mencoba mendiversifikasi sumber pendapatan yang selama ini bergantung pada minyak mentah.

Sekedar mengingatkan, Saudi Aramco telah menggelar IPO pada akhir 2019 silam dan mengumpulkan US$ 29,4 miliar, dan menjadikannya IPO terbesar di dunia.

Harga penawaran ditentukan oleh ADNOC dan ADNOC Drilling, mengikuti indikasi permintaan awal yang kuat dari investor lokal dan internasional, kata ADNOC.

Periode pemesanan dibuka pada hari Minggu dan akan ditutup pada 23 September untuk investor ritel di kawasan UEA, Sementara pada 26 September untuk investor institusi domestik dan internasional yang memenuhi syarat.

ADNOC Drilling diperkirakan akan terdaftar di Bursa Efek Abu Dhabi (ADX) pada 3 Oktober mendatang.

Korea Utara menguji rudal jelajah baru, berpotensi membawa hulu ledak nuklir

Korea Utara dilaporkan telah berhasil melakukan uji coba rudal jelajah jarak jauh terbarunya pada hari Senin (13/9). Uji coba kali ini jelas sangat mengejutkan di tengah terhambatnya pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Kantor berita Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa rudal-rudal tersebut melakukan perjalanan selama 7.580 detik di sepanjang orbit penerbangan oval dan pola berbentuk angka 8 di udara di atas perairan Korea Utara, sebelum akhirnya menghantam target yang berjarak 1.500 km.

Lebih lanjut, KCNA mengatakan bahwa pengembangan rudal jarak jauh, yang merupakan senjata strategis, telah dilakukan sesuai dengan penelitian ilmiah dan proses pengembangan sistem senjata yang andal selama dua tahun terakhir.

"Tes rinci bagian rudal, skor tes dorongan mesin, berbagai tes penerbangan, tes kontrol dan bimbingan, tes kekuatan hulu ledak, dll dilakukan dengan sukses," tulis KCNA, seperti dikutip Yonhap.

Pak Jong Chon, anggota Presidium politbiro Partai Buruh, dilaporkan menyaksikan langsung uji coba kali ini bersama dengan pejabat lainnya. Namun, KCNA melaporkan bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak hadir.

Berpotensi membawa hulu ledak nuklir

Melansir Yonhap, para ahli militer mengatakan rudal baru milik Korea Utara ini mirip dengan rudal jarak jauh Tomahawk milik AS dan rudal jelajah Hyunmoo-3C Korea Selatan.

Meski tidak memiliki jangkauan sejauh rudal balistik, rudal jelajah sejenis ini masih sangat mengancam karena terbang dalam garis yang relatif lurus dan pada ketinggian rendah, membuatnya lebih sulit untuk dideteksi. Rudal jelajah juga dapat membawa hulu ledak nuklir

Jeffrey Lewis, seorang peneliti rudal di James Martin Center for Nonproliferation Studies, mengatakan rudal jelajah serangan darat jarak menengah merupakan kemampuan yang cukup serius bagi Korea Utara.

"Ini adalah sistem lain yang dirancang untuk terbang di bawah radar pertahanan rudal atau di sekitarnya," kata Lewis di Twitter, seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, rudal jelajah dan rudal balistik jarak pendek yang dapat dipersenjatai dengan bom konvensional atau nuklir sangat mengganggu kestabilan jika terjadi konflik karena tidak jelas jenis hulu ledak yang mereka bawa.

China akan konsolidasikan industri kendaraan listrik yang penuh sesak

Menteri Industri dan Teknologi Informasi China Xiao Yaqing menyebutkan bahwa pihaknya akan mendorong konsolidasi terhadap industri kendaraan listrik (EV) mengingat saat ini negara tersebut memiliki terlalu banyak produsen EV.

Selain itu, Xiao Yaqing juga mengatakan China akan meningkatkan jaringan pengisian dan mengembangkan penjualan EV di pasar pedesaan.

Mengutip Reuters, promosi pemerintah terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi polusi memang telah mendorong produsen mobil listrik seperti Nio Inc, Xpeng Inc dan BYD Co Ltd untuk memperluas kapasitas produksi di China.

Xiao mengatakan kementerian sedang mempercepat solusi alternatif untuk mengatasi kekurangan pasokan chip otomatis.

Kekurangan chip global yang berkepanjangan telah mempengaruhi produsen mobil besar, termasuk Ford Motor, Honda Motor, dan Volkswagen, memaksa banyak orang untuk menganggur atau mengurangi produksi.

Asal tahu saja, regulator pasar China pekan lalu juga telah mendenda tiga perusahaan penjualan chip mobil karena menaikkan harga. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu produksi mobil di pasar kendaraan terbesar di dunia itu.

Calon PM Jepang Fumio Kishida berjanji akan memperkuat pertahanan negara

Fumio Kishida, kandidat Perdana Menteri Jepang, berjanji akan meningkatkan kemampuan pertahanan negara jika nantinya terpilih. Secara khusus, Kishida bahkan akan menjadikan China sebagai fokus utama kebijakannya.

Kishida saat ini merupakan anggota parlemen, sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Riset Kebijakan Partai Demokrat Liberal (LDP).

Pada Agustus lalu, Kishida mengumumkan pencalonan dirinya untuk menjadi ketua partai. Jika menang, ia akan otomatis menjadi Perdana Menteri Jepang yang baru menggantikan Yoshihide Suga yang memutuskan mengundurkan diri.

Sempat menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri di era Shinzo Abe, Kishida menitikberatkan kebijakannya pada masalah pertahanan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas China di kawasan.

"Lingkungan keamanan di sekitar Jepang semakin ketat. Kita perlu berusaha untuk memastikan keamanan maritim melalui langkah-langkah seperti memperkuat kemampuan penjaga pantai dan memungkinkan mereka untuk bekerja dengan Pasukan Bela Diri (SDF)," ungkap Kishida dalam konferensi pers Senin (13/9), seperti dikutip Reuters.

Secara tegas Kishida mengatakan, kemampuan untuk menyerang target musuh adalah salah satu pilihan Jepang di masa mendatang. Kebijakan ini cukup agresif jika mengingat komitmen Jepang untuk menjadi negara pasif sejak Perang Dunia II berakhir.

Belum cukup sampai di situ Kishida, menambahkan, dia tidak akan menahan pengeluaran pertahanan di bawah 1% dari produk domestik bruto Jepang jika hal itu memang diperlukan untuk melindungi warga negara.

Di luar masalah pertahanan dan keamanan, Kishida juga menekankan pentingnya melindungi hak asasi manusia, demokrasi dan kebebasan. Jika terpilih, ia akan menunjuk seorang pembantu perdana menteri untuk memantau perlakuan China terhadap etnis minoritas Uyghur.

"Melalui kerjasama dengan negara-negara di mana Jepang memiliki nilai-nilai universal, saya akan mengangkat tinggi-tinggi obor kebebasan dan demokrasi," lanjut Kishida.

Untuk mewujudkan tekadnya itu, Kishida masih harus bersaing dengan beberapa calon lainnya. Saat ini, Taro Kono, menteri yang membidangi masalah vaksinasi, masih jadi unggulan pertama.

Kono dipilih oleh 33% responden dalam survei akhir pekan oleh harian Asahi, diikuti oleh 16% untuk mantan menteri pertahanan Shigeru Ishiba, dan 14% untuk Kishida.

Jajak pendapat serupa oleh harian bisnis Nikkei juga menempatkan Kono di atas dengan 27% suara, unggul dari Ishiba dengan 17% suara dan Kishida yang hanya mendapat 14%.

Meskipun begitu, sampai saat ini baru Kono dan Kishida saja dalam survei tersebut yang telah mengumumkan pencalonannya. Ishiba yang juga diunggulkan nyatanya belum mendeklarasikan apapun.

Selain mereka berdua, mantan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Sanae Takaichi juga telah mengumumkan pencalonannya dan berpeluang menjadi perdana menteri wanita pertama untuk Jepang.

Trump sebut Rusia dan China bisa merekayasa sisa senjata AS di Afghanistan

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali angkat bicara mengenai penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Kali ini, Trump menyoroti banyaknya sisa persenjataan AS yang nantinya bisa saja dimanfaatkan China dan Rusia.

Trump jadi salah satu tokoh yang cukup rajin mengkritik kebijakan Presiden AS Joe Biden untuk menarik seluruh pasukan AS dari Afghanistan. Menurutnya, langkah tersebut adalah awal mula dari kekacauan baru di Afghanistan, bahkan di AS.

Kali ini Trump memusatkan perhatiannya pada peralatan militer AS yang banyak tertinggal di sana. Trump khawatir China dan Rusia akan datang dan merekayasa beragam peralatan militer buatan AS tersebut.

"Saya jamin bahwa China dan Rusia sudah memiliki helikopter Apache kita dan mereka membongkarnya untuk mengetahui dengan tepat bagaimana mereka dibuat. Mereka memisahkannya sehingga mereka bisa membuat peralatan yang sama persis," kata Trump dalam wawancaranya dalam program Full Measure, seperti dikutip Sputnik News.

Trump sangat percaya bahwa China dan Rusia sangat mahir dalam merekayasa peralatan militer buatan negara. Meninggalkan peralatan militer kepada mereka dianggap Trump sebagai sesuatu yang memalukan.

Kekhawatiran Trump ini didasarkan pada dekatnya China dan Rusia dengan Taliban belakangan ini. Kedua negara rival AS tersebut telah berulang kali menunjukkan perhatian lebih kepada Afghanistan yang kini dikuasai Taliban.

Bukan tidak mungkin jika dalam waktu dekat keduanya akan datang untuk melakukan pembicaraan resmi dengan petinggi Taliban.

Lebih lanjut, Trump juga meragukan gagasan bahwa perang AS di Afghanistan telah berakhir. Trump juga meragukan latar belakang orang-orang Afghanistan yang dievakuasi ke AS. Orang-orang dengan latar belakang tidak jelas ini dinilai bisa menjadi masalah baru di AS.

"Mereka belum tentu penerjemah, mereka adalah orang-orang yang terburu-buru naik ke pesawat. Mereka akan menjadi teroris karena mereka sangat kuat dan sangat energik saat naik ke pesawat," lanjut Trump.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memperkirakan setidaknya ada 170 buah perlengkapan militer yang ditinggalkan AS di Afghanistan. Menurut Kepala Jenderal CENTCOM Kenneth McKenzie, sebagian besar di antaranya telah didemiliterisasi atau dibuat tidak dapat dioperasikan.

Melansir USA Today, setidaknya terdapat 70 kendaraan tahan ranjau, 27 mobil Humvee, dan 73 pesawat. Namun Jenderal McKenzie meyakinkan bahwa seluruh pesawat tidak akan bisa diterbangkan lagi.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, sejumlah besar peralatan militer telah disita oleh Taliban. Para pejabat militer juga sangat meragukan bahwa Taliban akan mengembalikannya kepada AS.

Menlu Qatar Bertolak ke Kabul, Temui Pemerintahan Sementara Taliban

 Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdurrahman Al-Thani dilaporkan mengunjungi Kabul untuk melakukan pertemuan dengan para pejabat dari pemerintahan sementara Taliban. Sheikh Mohammed menjadi pejabat tinggi pemerintah pertama yang bertemu dengan pemerintahan sementara Taliban di Afghanistan.

Juru bicara Taliban, Suhail Shaeen mengatakan, Sheikh Mohammed melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri sementara Afghanistan, Mullah Hassan Akhund dan sejumlah menteri di pemerintahan baru.

"Pertemuan itu fokus pada hubungan bilateral, bantuan kemanusiaan, pembangunan ekonomi dan interaksi dengan dunia," katanya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (13/9/2021).

Shaheen mengatakan, para pemimpin Taliban berterima kasih kepada pemerintah Qatar karena mendukung rakyat Afghanistan di masa krisis seperti sekarang.

Pertemuan itu juga dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Qatar. Di mana, Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan pertemuan tersebut membahas cara-cara mempromosikan perdamaian di Afghanistan dan perkembangan terbaru mengenai pengoperasian Bandara Kabul, dan memastikan kebebasan lintas dan perjalanan untuk semua orang.

"Kedua belah pihak menekankan pentingnya upaya bersama untuk memerangi organisasi teroris yang mengancam stabilitas Afghanistan," kata Kementerian Luar Negeri Qatar.

 

 “Menteri Luar negeri mendesak para pejabat Afghanistan untuk melibatkan semua pihak di Afghanistan dalam rekonsiliasi nasional,” sambungnya.

Kementerian itu menambahkan bahwa dalam kunjungan tersebut, Sheikh Mohammed juga melakukan pertemuan dengan Abdullah Abdullah, seorang pejabat senior di pemerintahan Afghanistan sebelumnya dan mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai.

Korut Desak AS Dihukum atas Pelanggaran HAM Berat di Afghanistan

Korea Utara (Korut) menyatakan, Amerika Serikat (AS) harus dihukum atas dugaan pelanggaran HAM berat di Afghanistan. Foto/REUTERS

PYONGYANG - Korea Utara (Korut) menyatakan, Amerika Serikat (AS) harus dihukum atas dugaan pelanggaran HAM berat di Afghanistan. Korut menyebut, AS melakukan sejumlah tindakan manusiawi saat melakukan operasi militer di Afghanistan.

Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan, perang yang dipimpin AS di Afghanistan merupakan pelanggaran berat HAM dan menimbulkan sejumlah kejahatan tidak manusiawi yang tidak boleh dibiarkan tidak terjawab.

Pyongyang mengindikasikan bahwa operasi 'kontra-terorisme' pimpinan AS selama dua dekade di Afghanistan berakhir dengan pelarian pasukan AS yang tergesa-gesa.

“Pada saat ini, dunia menyuarakan tuntutan agar pasukan AS harus diadili dengan segala cara atas kekejaman pemusnah massal yang dilakukan terhadap orang-orang yang tidak bersalah di negara ini dan agar keputusan tegas dibuat terhadap para penjahat,” kata kementerian itu, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (14/9/2021).

Dalam pernyataannya, kementerian itu mengulangi pernyataan baru-baru ini oleh para pejabat di Iran dan China mengenai pendudukan AS dan kejahatan terhadap warga sipil, termasuk kematian, dan cedera yang disebabkan oleh serangan pesawat tak berawak AS dan tindakan kekerasan lainnya.

"AS harus dibawa ke pengadilan dengan segala cara atas kejahatannya membunuh orang tak bersalah di berbagai belahan dunia di balik tabir hakim HAM,” ujar kementerian itu.

Mereka menambahkan bahwa semua tempat yang “diinjak-injak” oleh pasukan AS direduksi menjadi tanah tandus.

Dunia Sambut Seruan PBB untuk Bantu Afghanistan

 Janji dan sumbangan dari negara-negara di seluruh dunia mengalir menyambut seruan PBB untuk memberikan bantuan kemanusiaan segera kepada rakyat Afghanistan .

Pada konferensi yang diadakan pada Senin di Jenewa dan dihadiri Arab News, PBB meminta masyarakat internasional menyumbangkan USD606 juta dalam “seruan kilat” untuk membantu warga Afghanistan.

Saat ini Afghanistan membutuhkan bantuan ekonomi dan keuangan yang mendesak untuk mengimbangi situasi kemanusiaan yang mengerikan di negara itu, setelah Taliban mengambil kendali bulan lalu.

PBB meminta masyarakat internasional menyumbang dengan murah hati untuk membantu sekitar 18 juta orang di Afghanistan. Bantuan juga untuk para pengungsi Afghanistan di negara-negara tetangga, berupa makanan, tempat tinggal dan obat-obatan.

Perwakilan dari negara-negara Eropa, Jepang, Australia dan Amerika Serikat (AS) menjanjikan beberapa ratus juta dolar dalam bentuk sumbangan tunai segera.

Negara-negara lain di Timur Tengah berjanji membantu PBB memfasilitasi pekerjaannya di Afghanistan dan menyumbangkan persediaan kemanusiaan, obat-obatan dan bahan makanan.

Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) masing-masing menjanjikan USD50 juta di samping sumbangan kemanusiaan lainnya.

Menteri luar negeri Pakistan menekankan kesiapan negaranya menyediakan logistik dan bantuan untuk misi PBB, sambil mengacu pada peran bersejarah Pakistan dalam melindungi 3 juta pengungsi Afghanistan yang masih berada di negara itu sekarang.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membuka acara tersebut dengan seruan untuk meningkatkan upaya membantu kaum miskin, anak perempuan dan wanita dewasa, yang mewakili segmen masyarakat Afghanistan yang paling rentan.

Dia juga meminta Taliban memastikan bantuan dikirimkan kepada mereka yang membutuhkannya, dan menjaga operasi kemanusiaan PBB di Afghanistan.

Guterres mengatakan Afghanistan menghadapi salah satu krisis terburuk bahkan sebelum Taliban mengambil alih karena kemiskinan.

Dia mendesak pemerintah Taliban bekerja sama dengan PBB di negara itu dan memastikan keselamatan staf dan pekerja bantuan. “Bahkan sebelum peristiwa dramatis dalam beberapa pekan terakhir, warga Afghanistan mengalami salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia,” ujar dia.

“Hari ini, satu dari tiga orang Afghanistan tidak tahu dari mana makanan mereka berikutnya akan datang. Tingkat kemiskinan meningkat dan layanan publik dasar hampir runtuh,” papar dia.

Dia menambahkan, “Banyak orang bisa kehabisan makanan pada akhir bulan ini, tepat saat musim dingin mendekat.”
Dia mengatakan PBB telah mengalokasikan USD20 juta dari Dana Tanggap Darurat untuk mendukung operasi kemanusiaan di Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menjanjikan bantuan sebesar USD100 juta.

Maas menambahkan, “Taliban akan dinilai dengan perbuatan bukan kata-kata. Afghanistan tidak boleh menjadi basis terorisme.”

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan negaranya menggandakan bantuannya ke Afghanistan, dan Taliban harus menghormati komitmen terhadap keragaman.

Perwakilan AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan kepada hadirin selama konferensi bahwa, "Kata-kata tidak cukup baik, dan kita harus melihat tindakan."

Thomas-Greenfield mengatakan negaranya menyumbangkan USD64 juta lagi dalam permohonan bantuan kilat di atas USD300 juta yang telah dijanjikan AS pada tahun fiskal saat ini.

Sekjen PBB untuk urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat Martin Griffiths mendesak masyarakat internasional maju membantu rakyat Afghanistan.

Dia menambahkan PBB berkomitmen melindungi hak-hak perempuan dan hak-hak minoritas, serta kebebasan berekspresi di Afganistan.

Griffiths mengadakan pembicaraan langsung dengan Taliban pekan lalu di mana dia memperoleh kesepakatan yang ditandatangani dari mereka untuk membantu PBB menjalankan misinya di Afghanistan.