• Blog
  • Penyebab Harga Minyak yang Anjlok 1,7 Persen

Penyebab Harga Minyak yang Anjlok 1,7 Persen

 

News Forex, Index &  Komoditi

( Senin, 10 Agustus  2020 )

Penyebab Harga Minyak yang Anjlok 1,7 Persen

Harga minyak mentah mengalami tekanan akibat perseteruan Amerika Serikat dan China, serta belum jelasnya rencana stimulus AS.

Pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2020), harga minyak WTI kontrak September 2020 turun 1,74 persen atau 0,73 poin menjadi US$41,22 per barel. Adapun, harga minyak Brent kontrak Oktober 2020 terkoreksi 1,53 persen atau 0,69 poin menuju US$44,4 per barel.

Mengutip Bloomberg, harga minyak turun seiring dengan kekhawatiran atas ketegangan baru antara AS dan China. Selain itu, ada prospek yang suram untuk bantuan lebih lanjut dari Washington menimbulkan krisis ekonomi.

Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan terhadap perusahaan teknologi China dan sanksi baru terhadap pejabat China, sehingga semakin memicu ketegangan antar negara.

Sementara itu, putaran lain negosiasi dengan Partai Demokrat tentang rencana bantuan virus berakhir tanpa kesepakatan apa pun, menunjukkan jalan panjang untuk pemulihan permintaan.

"Setidaknya untuk saat ini sentimen menghalangi arah menuju bullish. Selain itu, permintaan terhadap dolar AS meningkat dan melemahkan harga komoditas," kata Tariq Zahir, anggota pengelola program makro global di Tyche Capital Advisors LLC.

Indeks Spot Dolar Bloomberg naik sebanyak 0,8% pada hari Jumat, mengurangi daya tarik untuk komoditas yang dihargai dalam dolar.

Minyak mentah sedang menguji batas atas setelah mencapai tertinggi lima bulan pada pekan ini. Hal ini terjadi di tengah penurunan persediaan di AS. Jumlah rig minyak aktif di AS merosot ke level terendah 15 tahun.

Namun, prospek pemulihan dalam konsumsi minyak menahan laju harga, dengan impor minyak mentah ke China menyusut pada Juli.

"Pedagang mengambil pendekatan menunggu dan melihat," kata Andrew Lebow, mitra senior di Commodity Research Group. "Ada banyak kekuatan penyeimbang yang cukup besar di pasar."

Sementara itu, OPEC + mengembalikan pasokan ke pasar bulan ini karena mengurangi rekor pembatasan produksi.Menteri Perminyakan Irak Ihsan Abdul Jabbar berjanji bahwa Irak akan memangkas produksi tambahan 400.000 barel per hari pada bulan Agustus dan September, di atas komitmen sebelumnya untuk memangkas 850.000 barel per hari setiap bulan.

“Pasar kemungkinan akan tetap dalam kondisi sideways, berombak sampai kita melihat apa yang sebenarnya dilakukan OPEC + dalam program ekspor mereka untuk Agustus,” kata Tom Finlon dari GF International.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dolar AS Menguat, Yuan Beranjak Turun Pasca Larangan TikTok & WeChat

Dolar Amerika Serikat semakin menguat dan yuan beranjak turun pada Jumat (07/08) petang setelah Presiden AS Donald Trump mengambil tindakan untuk melarang transaksi dua aplikasi seluler populer asal Cina ini.

Indeks dolar AS menguat 0,23% ke 92,977 menurut data Investing.com sampai pukul 14.10 WIB. EUR/USD melemah 0,28% di 1,1842 dan GBP/USD turun 0,19% ke 1,3121. USD/JPY naik tipis 0,01% di 105,56.

Sementara rupiah kian melemah 0,41% ke 14.645,0 per dolar AS hingga pukul 14.12 WIB.

Mengutip laporan yang dilansir Reuters Jumat (07/08) petang, tren kenaikan greenback ini muncul sebelum pengumuman data gaji pekerja non sektor pertanian Amerika Serikat pada Jumat (07/08) malam, yang diperkirakan akan menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja.

Trump pada Kamis menerbitkan perintah eksekutif yang melarang transaksi dengan ByteDance, perusahaan Cina yang memiliki aplikasi berbagi video TikTok, dan mengatakan aplikasi tersebut merupakan ancaman bagi keamanan nasional.

Trump juga mengatakan ia akan melarang transaksi dengan perusahaan Cina lainnya, Tencent Holdings Ltd, yang memiliki aplikasi perpesanan WeChat.

Larangan tersebut, yang akan dimulai dalam 45 hari, menandai eskalasi perselisihan terkait ambisi Cina di sektor teknologi.

 

 

Angka Pengangguran AS Turun, Indeks Dolar Menguat

Indeks dolar AS menguat pada akhir perdagangan kemarin. Dolar menguat karena pelaku pasar mencerna laporan pekerjaan Juli yang baru dirilis.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,68% menjadi 93,4360, dilansir dari Xinhua, Sabtu (8/8/2020).

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1781 dari USD1,1873 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3051 dari USD1,3149 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7149 dari USD0,7234.

Dolar AS dibeli 105,94 yen Jepang, lebih tinggi dari 105,57 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9133 franc Swiss dari 0,9103 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3385 dolar Kanada dari 1,3289 dolar Kanada.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan, pengusaha AS menambahkan 1,8 juta pekerjaan pada Juli, dan tingkat pengangguran turun menjadi 10,2% di tengah upaya pembukaan kembali. Kedua angka tersebut lebih baik dari ekspektasi pasar.

 

 

Dituduh mendukung huru-hara, raja media Hong Kong ditangkap

Pendukung huru-hara Hong Kong Jimmy Lai Chee Ying ditangkap atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong karena dianggap berkolusi dengan kekuatan asing.

Beberapa sumber yang dekat dengan Kepolisian Hong Kong, Senin pagi, memastikan penangkapan aktivis itu, yang juga pendiri tabloid gaya hidup di Hong Kong Apple Daily, menurut laporan media resmi China.

Peristiwa itu merupakan yang pertama kalinya raja media lokal ditangkap atas tuduhan pelanggaran UU Nasional Hong Kong.

Undang-undang tersebut diberlakukan per 30 Juni 2020 dengan empat jenis tindak pidana di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), yakni pemisahan diri, subversi atas kekuasaan negara, kegiatan terorisme, dan berkolusi dengan kekuatan asing untuk membahayakan keamanan nasional.

Lai beberapa kali ditangkap pada tahun-tahun sebelumnya atas tuduhan terlibat perkumpulan yang melanggar hukum dan mengintimidasi jurnalis, melanggar perintah polisi, dan bentrok dengan polisi.

Namun, pria tersebut juga beberapa kali mendapatkan jaminan dengan disertai larangan melakukan perjalanan ke luar negeri.

Lai dapat dijatuhi hukuman maksimal, penjara seumur hidup, karena menurut undang-undang tersebut pelaku pidana utama akan menghadapi hukuman berat.

Media lokal di Hong Kong juga melaporkan bahwa selain Lai, enam orang lainnya termasuk dua putranya juga telah ditangkap karena dianggap berkolusi dengan kekuatan asing.

Lai juga dituduh melakukan penipuan.

 

 

Beirut rusuh, dua menteri Lebanon mundur

Polisi Lebanon menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang melemparkan batu dan memblokir jalan dekat gedung parlemen di Beirut pada Minggu (9/8), pada hari kedua demonstrasi anti pemerintah pascaledakan.

Sementara itu, dua menteri Lebanon telah menyatakan mundur.

Kobaran api muncul di pintu masuk ke Alun-alun Parlemen ketika para demonstran berupaya merangsek masuk ke lokasi yang dikelilingi dengan pagar betis, menurut gambar yang ditayangkan televisi.

Para pengunjuk rasa juga membobol kantor kementerian perumahan dan transportasi.

Polisi antikerusuhan, dengan mengenakan rompi antipeluru dan memegang pentungan, bentrok dengan para demonstran ketika ribuan orang berkumpul di Alun-alun parlemen dan dekat Lapangan Syuhada, kata koresponden Reuters.

Dua menteri kabinet mengundurkan diri di tengah kejatuhan politik karena ledakan di pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8) serta krisis ekonomi yang mendera Lebanon selama berbulan-bulan.

Kedua menteri itu mundur dengan alasan bahwa pemerintah tidak melakukan reformasi.

Menteri Lingkungan Damianos Kattar mundur dari jabatannya pada Minggu. Pemerintah kehilangan banyak kesempatan untuk melakukan reformasi, kata Kattar dalam pernyataan.

Kepergian Kattar mengikuti langkah Menteri Informasi Manal Abdel Samad, yang pada Minggu menyatakan mengundurkan diri pascaledakan.

Pada Sabtu (8/8), kemarahan memuncak di beberapa lokasi di pusat kota Beirut. Jumlah pengunjuk rasa merupakan yang terbesar sejak Oktober ketika ribuan orang turun ke jalan untuk menuntut korupsi diakhiri, juga tata kelola pemerintahan yang buruk.

Sekitar 10.000 orang pada Sabtu berkumpul di Lapangan Syuhada, yang berubah menjadi tempat bentrokan antara polisi dan para demonstran, yang berusaha mendobrak pagar pembatas di sepanjang jalan menuju gedung parlemen.

Beberapa demonstran menyerbu kantor-kantor kementerian serta gedung Asosiasi Bank Lebanon.

Satu polisi tewas dan Palang Merah menyebutkan lebih dari 170 orang cedera dalam bentrokan itu.

Ledakan lebih dari 2.000 ton amonium nitrat di pelabuhan Beirut pada Selasa menewaskan 158 orang dan melukai lebih dari 6.000 lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ribuan Jiwa Melayang, Kematian Akibat Corona di Brasil Kian Dianggap Normal

Lima bulan setelah kasus pertama, negara pimpinan Presiden Jair Bolsonaro itu telah mencatatkan 100 ribu lebih kematian pada Sabtu (8/8/2020).

Keputusan pembukaan kembali sektor perekonomian lebih awal juga disebut tak sesuai dengan rekomendasi para ahli kesehatan.

Miguel Lago, direktur eksekutif Institut Studi Kebijakan Kesehatan Brasil, yang menasihati pejabat kesehatan masyarakat, menyebut pemerintah Brasil tak mampu menangani pandemi ini.

"Ketidakmampuan administratif merusak kesempatan kami untuk memberikan tanggapan yang baik terhadap Covid," kata Miguel.

Brasil menangani pandemi virus Corona di bawah menteri kesehatan sementara, Eduardo Pazuello, seorang jenderal militer yang berkarier di bidang logistik.

Dua menteri kesehatan sebelumnya, yang berlatar belakang dokter, telah lebih dulu keluar karena perbedaan pandangan dengan Bolsonaro tentang tindakan jarak sosial dan penggunaan hydroxychloroquine.

 

 

Apa yang Benar-benar Rakyat Lebanon Inginkan? Ini Jawabannya!

Polisi antihuru-hara Lebanon menembakkan gas air mata saat demonstran berupaya menerobos pagar untuk masuk ke gedung parlemen di Beirut pada, Sabtu (8/8/2020) kemarin. Demonstran mengecam cara pemerintah menangani ledakan yang menghancurkan kota Beirut tersebut.

Sekitar 5.000 orang berkumpur di Lapangan Martir di pusat kota. Beberapa demonstran melemparkan batu ke arah polisi.

 “Polisi menembakkan gas air mata saat demonstran berupaya menerobos pagar penghalang jalan menuju gedung parlemen,” ungkap saksi mata jurnalis Reuters.

Demonstran meneriakkan “rakyat ingin turunkan rezim” dan membawa spanduk bertulis “Pergi, kamu semua pembunuh”.

“Kami ingin masa depan dengan martabat, kami tidak ingin darah korban ledakan itu sia-sia,” kata Rose Sirour, salah satu demonstran.

Ledakan pada Selasa (4/8/2020) merupakan yang terbesar dalam sejarah Beirut dan menewaskan 158 orang dan melukai 6.000 orang lainnya. Sebanyak 21 orang masih dilaporkan hilang.

Pemerintah berjanji menangkap mereka yang bertanggung jawab atas kejadian itu. Beberapa warga memprotes pemerintah yang dianggap korup selama beberapa bulan terakhir.

“Kami tidak percaya pada pemerintah kami. Saya ingin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil alih Lebanon,” kata mahasiswa universitas Celine Dibo saat dia membersihkan darah di dinding gedung apartemennya.

Beberapa orang mengaku tidak terkejut saat Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi tempat tinggalnya pekan ini sementara para pemimpin Lebanon tidak melakukannya.

 “Kami tinggal di ground zero. Saya harap negara lain akan mengambil alih kami. Para pemimpin kami sekumpulan orang korup,” ujar psikolog Maryse Hayek, 48, yang rumah orangtuanya hancur akibat ledakan.

Partai Kataeb Lebanon menarik tiga anggota parlemennya dari parlemen sebagai bentuk penentangan pada pemerintah.

 

 

Pentagon Siap Pindahkan Tentara AS ke Perbatasan Rusia

Kepala Pentagon atau Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper mengatakan kritik terhadap pengurangan jumlah pasukan Amerika di Jerman tidak beralasan. Dia lantas menguraikan alasan memindahkan pasukan Amerika lebih dekat ke perbatasan Rusia.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Esper mengatakan bahwa personel militer yang meninggalkan Jerman akan dimanfaatkan dengan lebih baik begitu mereka ditempatkan di sepanjang perbatasan Rusia.

"Kami memindahkan banyak pasukan lebih jauh ke timur, lebih dekat ke perbatasan Rusia, untuk menghalau mereka (Rusia)," katanya menguraikan alasan memindahkan pasukan Amerika lebih dekat ke perbatasan negeri Vladimir Putin tersebut.

"Memindahkan pasukan ke timur logis, karena perbatasan telah bergeser seiring pertumbuhan aliansi," paparnya, yang dilansir Senin (10/8/2020).

Dia juga menuduh Jerman tidak membayar "bagian yang adil" untuk pertahanannya, dan mencatat bahwa sekutu NATO itu masih menjadi penerima terbesar pasukan AS.

“Ini adalah keamanan kolektif, ini tentang tanggung jawab kolektif kita untuk melawan Rusia,” kata Esper.

Pentagon berencana menarik sepertiga dari total pasukannya yang ditempatkan di Jerman. Pasukan Amerika akan ditempatkan kembali di negara-negara NATO lainnya, termasuk Polandia.

Esper mengatakan Rumania dan negara-negara Baltik juga dapat menerima dukungan pasukan AS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bantuan Sebesar 120 Ton Milik Arab Saudi Tiba di Lebanon

Arab Saudi telah mengirim gelombang bantuan pertamanya ke Lebanon. Dua pesawat yang mengangkut 120 ton obat-obatan, bantuan medis, tenda, dan makanan tiba di Beirut pada Sabtu (8/8/2020).

Kedua pesawat yang mengangkut bantuan itu bertolak dari Bandara Internasional Raja Khalid pada Jumat (7/8/2020). Mereka tiba di Bandara Internasional Rafik Hariri keesokan harinya. Bantuan tersebut pun akan segera didistribusikan kepada warga yang terdampak ledakan Beirut.

"Pemerintah Saudi akan mengirimkan bantuan kemanusiaan darurat melalui King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief) dalam sebuah tindakan solidaritas dengan persaudaraan rakyat Lebanon saat mereka menghadapi akibat dari bencana yang menyakitkan ini," kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam sebuah pernyataan, dilaporkan Saudi Press Agency.

Supervisor-Jenderal KSRelief Dr. Abdullah Al-Rabeeah mengatakan bantuan tersebut merupakan perpanjangan dari peran kemanusiaan perintis yang dimainkan Saudi. Riyadh akan berdiri dengan negara saudara dan sahabat saat mereka menghadapi berbagai krisis serta bencana.

Ledakan di Beirut berasal dari sebuah gudang berisi 2.750 ton amonium nitrat, bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi pupuk dan bahan peledak. Presiden Lebanon Michel Aoun menyebut amonium nitrat telah berada di gudang tersebut selama enam tahun.

Tak ada langkah pengamanan yang diterapkan setelah bahan kimia itu disita. Pemerintah telah berjanji menyelidiki masalah itu dan menyeret para pihak yang bertanggung jawab. Ledakan di Beirut menyebabkan 158 orang tewas dan lebih dari 6.000 lainnya terluka.

 

 

Ada Kemungkinan Campur Tangan Asing dalam Ledakan Lebanon

Presiden Lebanon pada Jumat (7/8/2020) mengatakan penyebab ledakan besar di pelabuhan ibu kotaBeirut belum diumumkan, tanpa mengesampingkan kemungkinan adanya campur tangan asing.

Presiden Michel Aoun mengatakan dalam konferensi pers di istana presiden bahwa dirinya meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memberikan gambar ledakan itu melalui satelit.

Dia menambahkan bahwa jika gambar seperti itu tak tersedia di Prancis, dia akan meminta dari negara lain, tanpa menyebutkannya.

Aoun mengatakan penyelidikan atas ledakan itu akan melibatkan petugas pelabuhan dan tidak ada perlindungan hukum bagi siapa pun yang terbukti bertanggung jawab.

Kebakaran di sebuah gudang pada Selasa di Pelabuhan Beirut menyebabkan ledakan besar yang menewaskan sedikitnya 154 orang tewas dan melukai sekitar 5.000 lainnya serta menyebabkan kerusakan material besar-besaran di beberapa lingkungan ibu kota.

Pemerintah Lebanon mengumumkan pembentukan komite investigasi untuk menyelidiki insiden maut itu dalam kurun waktu lima hari. Ledakan itu mengguncang Lebanon saat negara itu mengalami krisis ekonomi terparah, termasuk penurunan drastis nilai pound Lebanon terhadap dolar AS.

 

 

Demonstrasi Lebanon Memburuk, Puluhan Luka dan Seorang Tewas

Satu polisi tewas dan 142 orang lainnya terluka akibat bentrokan selama aksi protes di Beirut, beberapa hari pascaledakan dahsyat yang mengguncang Ibu Kota Beirut, menurut laporan LBCI TV.

Para pengunjuk rasa, yang menuntut perbaikan sistem politik Lebanon, berupaya memaksa masuk ke gedung parlemen sehingga memicu pasukan keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah pasukan keamanan dan berusaha menyingkirkan kawat berduri agar dapat mendekati gedung parlemen.

Massa berhasil membobol kantor Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ekonomi. Dua ledakan besar mengguncang Pelabuhan Beirut sekitar pukul 16.10 setempat pada Selasa (4/8/2020), menggetarkan bangunan di seluruh ibu kota. Sedikitnya 158 tewas dan 6.000 orang lainnya terluka akibat ledakan tersebut.

Informasi awal mengungkapkan bahwa amonium nitrat yang ditimbun sejak 2014 di gudang Pelabuhan Beirut kemungkinan menjadi penyebab ledakan mematikan tersebut.

 

 

Rusia, China, Iran Mau Trump Jadi Presiden AS Sekali Saja

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump percaya bahwa dia adalah orang terakhir yang Rusia dan China ingin lihat sebagai presiden AS. Trump kembali maju dalam pemilihan Presiden AS yang dijadwalkan berlangsung 3 November mendatang.

"Orang terakhir yang ingin dilihat Rusia di kantor (Presiden AS) adalah Donald Trump, karena tidak ada yang lebih tangguh di Rusia daripada saya," kata Trump, seperti dilansir Tass pada Minggu (9/8/2020).

Ketika diminta untuk mengomentari laporan dugaan campur tangan asing ke dalam pemungutan suara AS, Trump mengatakan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan akan hal ini.

"Kami akan melihat itu lebih dekat," ucapnya.

Pernyataan itu muncul tidak lama setelah adanya laporan oleh Direktur Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional (NCSC), William Evanina. Evanina mengatakan, Rusia berusaha untuk menjelekan lawan Trump, Joe Biden.

"China dan Iran, pada saat yang sama, enggan melihat Trump terpilih kembali," ucapnya.

Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa menjelang pemilihan Presiden AS, semakin banyak laporan paranoid tentang dugaan campur tangan Rusia akan muncul. "Mereka pasti tidak ada hubungannya dengan kebenaran," ujarnya.

 

 

Gawat, China Mau Kirim Senjata ke Iran, AS Peringatkan...

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo memperingatkan kemungkinan China mengirim senjata ke Iran. Pompeo mengatakan, jika China mempersenjatai dan membiayai Iran, itu akan mengguncang Timur Tengah.

"Masuknya China ke Iran akan mengguncang Timur Tengah," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (9/8/2020).

"Iran tetap menjadi negara sponsor teror terbesar di dunia dan untuk memiliki akses ke sistem persenjataan dan perdagangan serta uang yang mengalir dari Partai Komunis China hanya menambah risiko untuk wilayah itu," sambungnya.

Tengah pekan ini, Pompeo mengatakan, AS akan memperkenalkan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran. Embargo senjata terhadap Iran akan berakhir bulan Oktober mendatang.

Pompeo mengatakan, tindakan itu sangat masuk akal dan bersumpah dengan satu atau lain cara, AS akan melakukan hal yang benar, yakni mencegah Iran untuk mendapatkan senjata.

Dia mengatakan, akan ada negara-negara yang berbaris untuk menjual senjata Iran yang akan mengguncang Timur Tengah dan menempatkan Israel, Eropa dalam risiko, serta mempertaruhkan nyawa warga AS.

"Misi DK PBB adalah untuk memastikan perdamaian dan keamanan internasional. DK PBB akan melecehkan misi itu jika mengizinkan sejumlah negara sponsor terorisme untuk membeli dan menjual senjata secara bebas," ujarnya.

 

 

Update Corona Global: Capai 20 Juta Kasus, AS Tertinggi

Kasus Covid-19 di seluruh dunia hingga Senin (10/8) mencapai 20.005.7171. Data statistik Worldometers mencatat sekitar 12.883.999 diantaranya dinyatakan sembuh dan angka kematian akibat virus corona mencapai 733.285.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan infeksi virus corona tertinggi di dunia yakni sebanyak 5.197.083, bertambah 45.488 kasus dalam tempo 24 jam. Tak hanya itu, angka kematian di AS juga masih berada di urutan pertama yakni sebanyak 165.565 korban jiwa.

Penambahan kasus corona tertinggi dunia pada akhir pekan lalu terjadi di India, yakni sebanyak 62.117. Dengan begitu hingga saat ini India memiliki 2.214.137 kasus dan 44.466 kematian.

Brasil berada di peringkat kedua kasus corona tertinggi dunia setelah Amerika Serikat. Per Minggu (9/8) Brasil mencatat 3.035.582 kasus, bertambah 22.213 dengan 815.986 diantaranya merupakan kasus aktif.

Sementara itu, data statistik John Hopkins University hingga saat ini mencatat kasus corona global masih berjumlah (9/8) dengan 728.693 kematian.

Seperti halnya data Worldometers, JHU juga mencatat AS, Brasil, dan India sebagai tiga negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia.

Data JHU mencatat kasus Covid-19 di AS mencapai 5.040.904 dan 162.912 kematian. Di urutan kedua ditempati Brasil dengan 3.012.412 kasus dan 100.477 kematian.

Berdasarkan jajak pendapat, sebagian besar warga AS tidak puas dengan penanganan krisis pandemi Covid-19 oleh Presiden Donald Trump. Hal ini berpotensi membuat Trump kehilangan kepercayaan publik pada pemilu November mendatang.

Menanggapi hal ini, Trump pun menandatangani kebijakan eksekutig untuk memperpanjang bantuan keuangan bagi warga AS yang terdampak pandemi.

"Kami sudah melakukannya, dan kami akan menyelamatkan pekerjaan Amerika, dan memberikan bantuan kepada pekerja Amerika," kata Trump pada konferensi pers di klub golf di Bedminster, New Jersey, Sabtu, ketika ia tengah menghabiskan akhir pekan, seperti dikutip AFP.