• Blog
  • News  Forex, Index & Komoditi (Senin, 13 September 2021)

News  Forex, Index & Komoditi (Senin, 13 September 2021)

Wall Street ditutup turun, investor pertimbangkan inflasi lebih tinggi

Saham-saham Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor mempertimbangkan tanda-tanda inflasi yang lebih tinggi, sementara saham Apple Inc jatuh menyusul putusan pengadilan yang tidak menguntungkan terkait dengan toko aplikasinya.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 271,66 poin atau 0,78 persen, menjadi menetap di 34.607,72 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 34,70 poin atau 0,77 persen, menjadi ditutup pada 4.458,58 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 132,76 poin atau 0,87 persen, menjadi berakhir di 15.115,49 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan saham sektor utilitas dan real estat masing-masing merosot 1,38 persen dan 1,23 persen, memimpin kerugian.

Untuk minggu ini, indeks S&P 500 kehilangan 1,7 persen, indeks Dow merosot 2,15 persen dan Nasdaq jatuh 1,61. Jumat (10/9/2021) adalah pertama kalinya sejak Februari, S&P 500 turun lima hari berturut-turut.

Data menunjukkan harga-harga produsen AS naik dengan kuat pada Agustus, mengarah ke kenaikan tahunan terbesar dalam hampir 11 tahun dan data menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi kemungkinan akan bertahan karena pandemi menekan rantai pasokan.

Sentimen juga mendapat pukulan dari komentar Presiden Federal Reserve Bank Cleveland, Loretta Mester bahwa dia masih ingin bank sentral mulai mengurangi pembelian aset tahun ini meskipun laporan pekerjaan Agustus lemah.

Indeks S&P 500 telah meningkat melonjak 19 persen pada tahun ini, didukung kebijakan bank sentral yang dovish dan optimisme pembukaan kembali.

Namun, Wall Street telah bergerak menyamping dalam beberapa sesi terakhir karena investor mencerna indikasi peningkatan inflasi dan kekhawatiran tentang dampak varian Delta pada pemulihan ekonomi. Investor juga tidak yakin tentang kapan Federal Reserve dapat mulai mengurangi langkah-langkah besar yang diberlakukan tahun lalu untuk melindungi ekonomi dari pandemi.

“Pasar sedang beristirahat,” kata Greg Bassuk, CEO AXS Investments. “Investor mencari beberapa berita atau informasi yang terlalu besar yang melampaui ekspektasi, sesuatu yang jauh lebih besar, positif atau negatif, yang akan memberi investor visibilitas yang lebih baik tentang bagaimana keadaan akan mencari keseimbangan tahun ini.”

Saham Apple anjlok 3,3 persen setelah hakim menjatuhkan bagian inti dari aturan App Store-nya, menguntungkan pembuat aplikasi. Penurunannya berkontribusi lebih besar daripada saham lainnya terhadap penurunan Nasdaq dan S&P 500.

Saham pembuat aplikasi menguat, dengan Spotify Technology naik 0,7 persen, serta Activision Blizzard dan Electronic Arts keduanya terangkat sekitar 2,0 persen.

Tiga indeks utama AS mendapat dukungan lebih awal dari berita pembicaraan telepon antara Presiden AS Joe Biden dan pemimpin China Xi Jinping yang dianggap sebagai tanda positif, yang dapat mencairkan hubungan antara dua mitra dagang terpenting dunia itu.

Didi Global yang tercatat di AS jatuh 5,0 persen setelah pejabat pemerintah China mengatakan kepada perusahaan pengiriman dan transportasi daring terkemuka untuk meningkatkan cara mereka mendistribusikan pendapatan dan memastikan waktu istirahat bagi pekerja.

Grocer Kroger Co merosot hampir 8,0 persen setelah perusahaan mengatakan gangguan rantai pasokan global, biaya pengiriman, diskon dan pemborosan akan memukul margin keuntungannya.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,0 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,2 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Bursa Asia cenderung melemah pada awal perdagangan Senin (13/9)

Bursa Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada awal pekan ini. Senin (13/9) pukul 8.15 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,21% ke 30.311.

Hang Seng turun 1,50% ke 25.804. Taiex tergerus 0,14% ke 17.450.

Kospi turun 0,07% 3.123. Straits Times turun 0,33% ke 3.088. FTSE Bursa Malaysia melemah 0,34% ke 1.570.

Bank-bank sentral dunia mulai membuka rencana pengurangan stimulus. Federal Reserve mengungkapkan niat tapering off di tahun ini.

Bank of Japan mulai merencanakan normalisasi kebijakan setelah stimulus yang berlangsung lama. Pada rapat bulan Maret, Bank of Japan mengumumkan tidak akan menetapkan program pembelian aset berisiko lagi. "Dengan langkah tersebut, BoJ menyusun strategi untuk akhirnya menormalisasi kebijakan moneter," ungkap sumber Reuters yang mengetahui rencana kebijakan bank sentral.

Rilis data terbaru menunjukkan inflasi wholesale Jepang berada di sekitar level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Kenaikan impor bahan baku terus menanjak di tengah peningkatan permintaan global.

Corporate goods price index yang mengukur harga yang ditetapkan korporasi untuk barang dan jasa, naik 5,5% secara tahunan di bulan Agustus. Data yang dirilis Bank of Japan ini menunjukkan kenaikan enam bulan berturut-turut setelah melesat 5,6% di bulan Juli.

"Seiring dengan pemulihan ekonomi global karena adanya vaksinasi, inflasi wholesale terus meningkat meski ada ketidakpastian di tengah kenaikan kasus corona," kata Shigeru Shimizu, kepala divisi statistik harga Bank of Japan seperti dikutip Reuters.

Berbicara 90 menit via telepon, Joe Biden dan Xi Jinping sepakat menghindari konflik

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping pada Jumat (10/9) mengadakan diskusi singkat melalui telepon. Dalam obrolannya, kedua pemimpin sepakat untuk menghindari konflik.

Melansir Reuters, pernyataan dari Gedung Putih menyebutkan, Biden dan Xi melakukan diskusi yang luas dan strategis, termasuk membahas bidang-bidang dengan kepentingan dan nilai-nilai kedua negara berseberangan.

Pada dasarnya, obrolan mereka selama 90 menit berfokus pada masalah ekonomi, perubahan iklim, dan Covid-19. Ini juga menjadi pembicaraan pertama kedua pemimpin dalam tujuh bulan terakhir.

Biden dan Xi juga membahas tanggungjawab kedua negara untuk memastikan agar persaingan AS dan China di berbagai sektor tidak berujung pada konflik yang bisa saja berdampak pada negara lain.

"Presiden Biden menggarisbawahi kepentingan abadi Amerika Serikat dalam perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik. Kedua pemimpin membahas tanggungjawab kedua negara untuk memastikan persaingan tidak mengarah ke konflik," kata pernyataan Gedung Putih.

Media Pemerintah China mengabarkan, Xi telah menyampaikan pandangannya kepada Biden terkait sejumlah kebijakan AS yang menimbulkan kesulitan pada hubungan kedua negara. Untuk mengatasi itu, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan komunikasi di masa mendatang.

Diskusi dua kepala negara adidaya ini menyebabkan mata uang Asia dan pasar saham menguat pada Jumat. Investor berspekulasi, obrolan kali ini bisa mendorong hubungan dua negara ekonomi terkuat ini ke arah yang lebih baik.

Obrolan antara Biden dan Xi sebelumnya berlangsung pada Februari lalu. Saat itu, kedua pihak menghasilkan sedikit kemajuan dalam banyak masalah, mulai dari hak asasi manusia hingga transparansi mengenai asal-usul Covid-19.

Sayangnya, berbulan-bulan setelah itu hubungan keduanya kembali menjauh. AS dan China kerap menyerang satu sama lain melalui sanksi yang diberikan kepada pejabat masing-masing.

Kedua negara juga kerap bertukar kritik, masing-masing menganggap kubu seberang tidak menegakkan kewajiban internasional mereka.

Hong Kong memperketat IPO melalui skema SPAC

Hong Kong berencana untuk membatasi akses bagi investor ritel untuk membeli dan memperdagangkan saham dari perusahaan yang didirikan melalui skema perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC).

SPAC merupakan perusahaan cangkang yang didirikan secara khusus untuk menggalang dana melalui penawaran umum perdana (IPO) di pasar modal.

Menurut pemberitaan Bloomberg, Jumat (10/9), pemerintah Hong Kong hanya mengizinkan investor profesional dengan aset lebih dari HK$ 8 juta atau setara US$ 1 juta untuk berpartisipasi di pasar primer dan sekunder.

Hong Kong berencana untuk mengeluarkan skema investasi SPAC sebagai bagian konsultasi publik pada bulan ini. Sementara itu, basis investor yang lebih luas lebih disukai, sebagian besar pelaku pasar yang bertemu dengan pihak berwenang menyetujui batasan tersebut karena dapat mengurangi risiko pada fase awal dan memastikan awal yang mulus untuk memungkinkan ekspansi di kemudian hari.

Masih ada pertanyaan apakah SPAC harus memenuhi persyaratan kapitalisasi pasar yang sama seperti perusahaan utama, yang saat ini ditetapkan minimal HK$500 juta atau senilai US$64 juta.

Pekan lalu, Singapura juga mengusulkan ambang batas sebesar S$ 150 juta atau senilai US$ 112 juta, memotong setengah dari rencana semula. Peninjauan mendatang untuk mengetahui tanggapan publik terkait kebutuhan kapitalisasi pasar.

Rencana itu masih bisa berubah karena regulator sedang melakukan peninjauan pada akhir pada draf aturan tersebut. SPAC menjadi produk investasi terpanas di keuangan global awal tahun ini, memicu hiruk-pikuk penerbitan tetapi juga meningkatkan pengawasan dari regulator.

Hong Kong, sekarang mengejar ketinggalan, telah menekankan pentingnya melindungi investor. Media resmi di China juga telah menyuarakan keprihatinannya, menyebut SPAC sebagai permainan bagi investor biasa.

“Kami selalu mencari cara untuk meningkatkan kerangka kerja bursa kami untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara memberikan perlindungan investor yang tepat, kualitas pasar, dan daya tarik pasar,” kata juru bicara Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd.

“HKEX terus mengevaluasi kelayakan kerangka SPAC di Hong Kong, dan kami berharap dapat berkonsultasi dengan pasar mengenai hal ini pada waktunya.”

Investor profesional adalah individu yang memiliki portofolio minimal senilai HK$8 juta, termasuk saham, obligasi, deposito bank, dan uang tunai. Mereka dianggap lebih paham dan dapat mengantisipasi risiko produk investasi yang lebih kompleks dan memiliki tingkat perlindungan lebih kuat dari ritel.

COVID-19 kian mengamuk, Singapura catat rekor kasus tertinggi sejak Juni 2020

Seorang pria 62 tahun meninggal akibat COVID-19, menyusul jumlah kasus harian yang ditularkan secara lokal mencapai rekor tertinggi baru, Kementerian Kesehatan mengatakan pada Kamis (9/9).

Pria warga negara Singapura itu meninggal karena komplikasi COVID-19 pada Senin (6/9). Dikenal sebagai Kasus 65636, laki-laki tersebut belum divaksinasi dan memiliki riwayat kanker juga bronkiektasis.

Mengutip Channel News Asia, Singapura melaporkan 450 kasus baru COVID-19 yang ditularkan secara lokal pada Kamis, termasuk 108 manula yang berusia di atas 60 tahun.

Dari 450 kasus yang ditularkan secara lokal, 419 berada di komunitas yang merupakan rekor harian baru sejak Juni tahun lalu dan 31 adalah penghuni asrama, menurut data Laporan Situasi Kementerian Kesehatan Singapura.

Ada juga tujuh kasus COVID-19 impor pada Kamis, menjadikan infeksi harian di Singapura menjadi 457.

Singapura mengidentifikasi dua kluster besar baru di Hu Lee Impex dan Sembcorp Marine Tuas Boulevard Yard.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan, sedang "memantau dengan cermat" sembilan kluster besar lainnya, termasuk lima yang terkait dengan transit terminal bus di Toa Payoh, Tampines, Boon Lay, Punggol, dan Jurong East.

Saat ini, ada 664 pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di rumahsakit. Sebanyak 26 di antaranya sakit parah dan membutuhkan suplementasi oksigen, dan tujuh dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif.

"Selama 28 hari terakhir, persentase yang tidak divaksinasi yang sakit parah atau meninggal adalah 5,2 persen. Sedangkan untuk yang divaksinasi lengkap adalah 0,8 persen," kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Tegang dengan China, Taiwan Tugaskan Kapal Perang 'Pembunuh Kapal Induk'

 Di tengah ketegangan dengan China yang terus memanas, Taiwan resmi menugaskan kapal perang buatan dalam negeri yang diklaim sebagai "pembunuh kapal induk".

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengawasi langsung commissioning kapal perang baru kelas Tuo Chiang tersebut, pada hari Kamis.

Penugasan kapal perang itu merupakan bagian dari rencana Taipei untuk meningkatkan kapasitas pertahanannya di tengah meningkatnya ketegangan dengan China.

"Kapal ini membuktikan bahwa di jalan untuk menjadi mandiri dalam pertahanan nasional, tidak peduli kesulitan apa pun yang muncul, kita dapat mengatasinya satu per satu," kata Presiden Tsai saat pidato di sebuah pangkalan Angkatan Laut di Su'ao, di pantai timur pulau itu, seperti dikutip Defense News, Jumat (10/9/2021).

Kapal perang "pembunuh kapal induk" ini dibangun oleh perusahaan Taiwan, Lung Teh Shipbuilding Company. Itu dirancang untuk memiliki kemampuan pertahanan udara dan dapat membawa rudal anti-kapal.

Ini adalah yang pertama dari enam jenisnya yang akan ditugaskan oleh Angkatan Laut Taiwan.

Tsai telah menjadikan peningkatan industri pertahanan domestik Taiwan sebagai prioritas. Dia telah mendorong industri penerbangan militer dengan produksi jet latih baru dan menyerukan pengembangan sistem yang lebih canggih dengan menggunakan industri teknologi tinggi di pulau itu.

Selain itu, Taiwan memproduksi kapal selam sendiri setelah empat tahun penelitian dan pembuatan desain. Taipei memutuskan untuk membangun sendiri peralatan tempurnya setelah Beijing berhasil mencegahnya membeli peralatan semacam itu dari luar negeri dalam beberapa tahun terakhir melalui taktik ancaman ekonomi dan diplomatik.

China mengeklaim Taiwan adalah bagian dari wilayah nasionalnya, meskipun keduanya telah berfungsi secara independen sejak perang saudara pada tahun 1949. China secara terbuka mengatakan pihaknya mencari “penyatuan kembali secara damai” dengan Taiwan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mencatat penugasan kapal perang oleh Tsai, dengan mengatakan “tidak ada jalan keluar bagi pasukan separatis Taiwan untuk menggunakan sarana militer untuk menghadapi (China) daratan.”

Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan telah menghadapi peningkatan pelecehan dari China, yang telah mengirim jet-jet tempur terbang ke pulau itu hampir setiap hari.

Pada hari Minggu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengirim 19 pesawat militer, termasuk pembom berkemampuan nuklir, ke bagian barat daya zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Pada bulan Agustus, PLA melakukan latihan serangan langsung dengan pasukan jet tempur, pesawat anti-kapal selam dan kapal perang.

AS Puji Taliban karena Bantu Banyak Warga AS Tinggalkan Kabul

 Amerika Serikat (AS) memuji Taliban sebagai pihak "kooperatif" dan "profesional". Pujian dilontarkan Gedung Putih setelah mereka membantu ratusan orang warga AS, warga asing lainnya dan warga Afghanistan sekutu Amerika meninggalkan Kabul, Afghanistan, pada Kamis.

“Taliban telah bekerja sama dalam memfasilitasi keberangkatan warga negara Amerika dan penduduk tetap yang sah dengan penerbangan charter dari Bandara Internasional Hamid Karzai (HKIA)," bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional (NSC) Gedung Putih, yang disampaikan juru bicaranya Emily Horne.

"Mereka telah menunjukkan fleksibilitas, dan mereka telah bersikap bisnis dan profesional dalam berurusan dengan mereka dalam upaya ini. Ini adalah langkah pertama yang positif,” imbuh Emily Horne.

Sebuah penerbangan dengan hampir 200 penumpang, termasuk warga AS dan Inggris serta warga Afghanistan yang berisiko, mendarat di Doha Kamis malam setelah dihalangi oleh Taliban.

Ada kontras tajam antara bahasa yang digunakan dalam pernyataan NSC dan komentar yang dibuat oleh diplomat tinggi AS sehari sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengungkapkan bahwa Taliban menahan penerbangan charter dari keberangkatan dan meminta kelompok itu untuk segera mengizinkan mereka pergi.

“Sampai sekarang, Taliban tidak mengizinkan penerbangan charter untuk berangkat. Mereka mengeklaim bahwa beberapa penumpang tidak memiliki dokumen yang diperlukan,” kata Blinken saat konferensi pers bersama dengan mitranya dari Jerman.

Namun Gedung Putih mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan melanjutkan upaya untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dan tertib bagi warga Amerika, penduduk tetap yang sah, dan warga Afghanistan yang bekerja untuk kami dan ingin meninggalkan Afghanistan.

“Karena ada ancaman teroris yang sedang berlangsung terhadap operasi semacam ini, kami tidak akan membagikan rincian upaya ini sebelum orang-orang keluar dengan aman dari negara ini,”lanjut pernyataan NSC.

Gedung Putih juga berterima kasih kepada Qatar karena membantu memfasilitasi keselamatan penerbangan charter.

Kemudian pada Kamis, Blinken juga menyuarakan pendapat yang berbeda dan berterima kasih kepada Taliban.

“Tim kami di Doha serta Perwakilan Khusus Zalmay Khalilzad telah melakukan kontak rutin dengan para pejabat Taliban dalam beberapa hari terakhir, dan kami telah menekankan bahwa langkah-langkah tambahan seperti ini akan dilihat secara positif oleh komunitas internasional,” katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (10/9/2021).

Pangeran Saudi: AS Harusnya Tak Tarik Rudal Patriot dari Arab Saudi

 Pangeran senior Arab Saudi , Turki Al-Faisal, mengatakan Amerika Serikat (AS) seharusnya tidak menarik sistem pertahanan rudal Patriot dari wilayah kerajaan. Penarikan senjata pertahanan itu membuatnya bertanya-tanya tentang komitmen Washington kepada Riyadh.

Pangeran Turki Al-Faisal menyampaikan hal itu dalam wawancaranya dengan CNBC, yang dilansir Jumat (10/9/2021).

Dia menanggapi pertanyaan tentang apa yang dibutuhkan Timur Tengah dari AS setelah pengambilalihan kekuasaan Afghanistan oleh Taliban.

 “Saya pikir kita perlu diyakinkan tentang komitmen Amerika,” katanya.

“Sepertinya, misalnya, tidak menarik rudal Patriot dari Arab Saudi pada saat Arab Saudi menjadi korban serangan rudal dan serangan pesawat tak berawak—tidak hanya dari Yaman, tetapi dari Iran,” lanjut mantan kepala intelijen Arab Saudi itu.

AS meningkatkan kehadiran militernya di Arab Saudi pada 2019, mengerahkan dua baterai artileri rudal Patriot menyusul serangan terhadap fasilitas minyak negara itu. Washington menyalahkan Iran atas serangan itu, meskipun Teheran telah membantah tuduhan tersebut.
Pada bulan Juni tahun ini, beberapa media melaporkan bahwa Pentagon memutuskan untuk menarik aset pertahanan udara dari Timur Tengah, termasuk beberapa baterai rudal Patriot dari Arab Saudi.
"Menarik rudal Patriot dari kerajaan itu tidak menunjukkan niat Amerika yang dinyatakan akan membantu Arab Saudi mempertahankan diri dari musuh luar,” kata Pangeran Turki Al-Faisal.

Dia berharap AS akan memberikan jaminan komitmennya untuk mengerahkan “apa pun yang diperlukan” untuk menolong Arab Saudi.

Pangeran Turki Al-Faisal mengatakan Arab Saudi akan lebih memilih bantuan AS, tetapi juga mencari “dukungan lain” untuk meningkatkan pertahanan udaranya terhadap serangan dari Iran dan Houthi di Yaman.

Kerajaan itu mengatakan telah mencegat rudal-rudal balistik dan drone bersenjata yang ditembakkan Houthi dari pada hari Sabtu pekan lalu.

Sebuah koalisi militer Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi melakukan intervensi dalam perang saudara Yaman pada tahun 2015 dan terus berjuang dalam apa yang dilihat sebagai perang proksi dengan Iran.

Turki Al-Faisal mengatakan AS harus secara serius mempertimbangkan untuk menunjukkan dukungan untuk Timur Tengah sekarang, terutama setelah penarikan tentara AS yang kacau dari Afghanistan dan krisis yang sedang berlangsung di Kabul.

Frederick Kempe, presiden Atlantic Council, menulis dalam sebuah opini di CNBC bahwa situasi di Afghanistan mengancam narasi Presiden AS Joe Biden bahwa Washington adalah “sekali lagi sekutu dan mitra yang dapat diandalkan, menyusul ketidakpastian yang tumbuh di antara mereka selama administrasi Trump."

Biden dikritik karena penanganan Washington atas penarikan tentaranya dari Afghanistan, tetapi tetap membela keputusannya.

Pangeran Turki Al-Faisal mengatakan di luar Arab Saudi, negara-negara Teluk lainnya “sama-sama rentan” dan AS harus mempertimbangkan untuk meyakinkan Timur Tengah bahwa Washington dapat diandalkan.

Utusan PBB Minta Taliban Diberi Kesempatan

Utusan khusus PBB untuk Afghanistan, Deborah Lyons, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa Taliban harus diberikan kesempatan di saat kelompok tersebut berupaya untuk mengambil alih kembali pemerintahan negara.

“Sebuah modus vivendi harus ditemukan dan dengan cepat, yang memungkinkan uang mengalir ke Afghanistan untuk mencegah kehancuran total ekonomi dan tatanan sosial,” ujar Lyons kepada Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pernyataan dilansir Gandhara, Jumat (10/9).

Jika dana tidak dicairkan, kemerosotan ekonomi yang parah di Afghanistan dapat terjadi. Pada akhirnya, hal ini membuat jutaan orang dapat jatuh ke dalam kemiskinan dan kelaparan sehingga dapat menghasilkan gelombang besar pengungsi dari negara Asia Selatan itu.

“Perekonomian harus dapat berjalan hingga beberapa bulan ke depan, memberi Taliban kesempatan untuk menunjukkan fleksibilitas dan keinginan tulus untuk melakukan hal-hal yang berbeda kali ini, terutama dari perspektif hak asasi manusia, gender, dan kontra-terorisme," jelas Lyons.

Situasi ekonomi Afghanistan selama ini tidak stabil akibat kekeringan dan berbagai krisis kemanusiaan lainnya, bahkan sebelum Taliban resmi menggulingkan pemerintah yang didukung negara-negara Barat di Ibu Kota Kabul. Pada awal tahun ini, setengah dari populasi negara atau lebih dari 18 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Dukungan negara-negara asing selama ini menyediakan lebih dari 75 persen anggaran Afghanistan. Namun, sumbangan ini terhenti ketika Taliban mengambil alih.

Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk membekukan sebagian besar aset bank sentral Afghanistan senilai 10 miliar dolar AS. Dana Moneter Internasional (IMF) juga memblokir Taliban dari mengakses sekitar  440 juta dolar AS cadangan darurat baru.

"Taliban mencari legitimasi dan dukungan internasional. Pesan kami sederhana: legitimasi dan dukungan apa pun harus diperoleh," kata diplomat senior AS Jeffrey DeLaurentis kepada Dewan Keamanan PBB.

Banyak negara yang saat ini telah menunggu untuk melihat Taliban menepati janji dalam membentuk pemerintahan lebih moderat dan inklusif, serta komitmen dalam menghargai hak-hak perempuan. Sebelumnya, kelompok itu memberlakukan aturan yang dinilai tidak menjunjung tinggi hak asasi manusia pada 1996 hingga 2001.

Awal pekan ini, Taliban mengumumkan sejumlah pejabat pemerintahan yang terdiri dari militan veteran. Banyak di antaranya yang memiliki hubungan dekat dengan aturan kelompok itu sebelumnya, di mana hak asasi manusia dan perempuan tidak dipenuhi dan hukuman keras diberikan, sebagai bentuk interpretasi ekstrem dari hukum Islam.

Afghanistan Terima Bantuan Kemanusiaan dari Lima Negara

Afghanistan pada Kamis (9/9) menerima bantuan kemanusiaan, seperti makanan dan obat-obatan, dari lima negara.

Negara yang dilanda perang selama 20 tahun itu sekarang berada dalam krisis ekonomi yang parah, dan kemiskinan dapat terlihat di mana-mana di ibu kota Kabul di mana orang-orang bahkan mengemis sepotong roti untuk bertahan hidup.

Menurut Abdul Hadi Hamdarda, seorang pejabat Bandara Internasional Hamid Karzai, empat pesawat dari Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Pakistan tiba di Kabul untuk memasok makanan dan obat-obatan ke pemerintahan sementara Taliban yang baru dibentuk.

Afghanistan juga menerima bantuan dari negara tetangga Turkmenistan melalui jalan darat, kata Hamdarda. Ratusan orang tidur di taman Shahr-e-Nau, beberapa di tenda plastik, karena mereka tidak punya cukup uang untuk pulang. Mereka tiba di Kabul pada Agustus ketika Taliban menguasai ibu kota provinsi.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, yang sekarang menjabat sebagai menteri kebudayaan dan informasi, mengumumkan pemerintahan sementara Afghanistan pada Senin, bersamaan dengan pengumuman pembentukan Kementerian Pengungsi.

Jutaan orang Afghanistan menjadi pengungsi di berbagai belahan dunia, dan mayoritas bermigrasi ke negara tetangga Pakistan, Iran, Tajikistan, dan Turki selama konflik 43 tahun, yang dimulai dengan kerusuhan politik pada 1978 dan diikuti oleh invasi Uni Soviet tahun selanjutnya.

Menyusul serangan 11 September pada 2001, AS menggulingkan pemerintah Taliban dan berperang dengan para pejuang Taliban selama dua dekade hingga kesepakatan damai Doha tahun lalu.

Ditekan regulator, saham emiten gim di China anjlok

Nilai pasar emiten gim di China turun lebih dari US$ 60 miliar seiring kekhawatiran investor terhadap bisnis gim yang makin ditekan regulator. Mengutip Bloomberg, saham Tencent turun 8% dan Netease anjlok 11%.

Regulator China telah memanggil eksekutif industri untuk menginstruksikan untuk menghentikan fokus mendulang keuntungan. Juga mencegah kecandunan bermain gim bagi anak di bawah umur.

Regulator juga mengatakan China akan memperlambat persetujuan untuk semua gim online baru.

Merespons arahan pemerintah, para investor bergegas melepas saham teknologi China terutama emiten gim. Sebelumnya, investor sudah gelisah karena kampanye pemerintah selama berbulan-bulan untuk mengendalikan industri dari e-commerce dan ride-hailing hingga media sosial.

Pemerintahan Xi Jinping melancarkan kampanye serentak untuk mengekang kecanduan di kalangan anak di bawah umur. Juga ingin mengurangi pengeluaran konsumsi yang meningkat untuk barang-barang virtual.

Ia mendorong kaum muda ke hiburan yang lebih produktif. Pemerintah baru minggu lalu merilis peraturan baru untuk industri ini, termasuk membatasi jumlah waktu anak-anak untuk bermain video gim hingga tiga jam seminggu.

Penundaan pemberian izin kepada gim gim baru ini menandai tindakan keras ke industri gim. Ini akan memukul keberlangsungan usaha para pengembang gim secara langsung.

Sebenarnya pembekuan lisensi gim juga pernah terjadi pada 2018 lalu, selama 10 bulan. Tujuannya juga sama guna memerangi kecanduan dan miopia di kalangan anak-anak. Akibatnya, laba Tencent turun untuk pertama kalinya dalam satu dekade kala itu. Bahkan, kebijakan itu membuat Tencent kehilangan nilai pasar sekitar US$ 200 miliar.

Pada hari Kamis (9/9), Tencent memperpanjang kerugian dalam perdagangan sore di Hong Kong menjadi 8,5% lebih rendah, penurunan tertajam sejak Juli. Netease anjlok 11%.
Sedangkan sagan Prosus NV, sebagai pengendali Tencent, turun 5,2% di Amsterdam sementara induknya Naspers Ltd turun 7,8% di Johannesburg.

Sementara itu, gima berjudul League of Legends Mobile milik Tencent yang ditunggu-tunggu tidak akan diluncurkan pada 15 September seperti yang diantisipasi sebelumnya. Perusahaan berdalih adanya peningkatan pengalaman bermain gim.

Secara lebih luas, kampanye Beijing untuk mengendalikan industri internet raksasanya mendekati bulan ke-11, cobaan berat yang dimulai ketika regulator menggagalkan rekor IPO Jack Ma's Ant Group Co. Sebelumnya, pemerintah meluncurkan penyelidikan ke Alibaba Group Holding Ltd. Sedangkan Tencent didukung raksasa pengiriman makanan Meituan dan Didi Global Inc.