• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Senin,19 Juli 2021)

News Forex, Index & Komoditi (Senin,19 Juli 2021)

Wall Street ditutup lebih rendah, investor khawatir varian Delta COVID

Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), terseret penurunan saham Amazon, Apple dan saham teknologi kelas berat lainnya, sementara investor khawatir tentang peningkatan kasus virus corona terkait dengan varian Delta yang sangat menular.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 299,17 poin atau 0,86 persen, menjadi menetap di 34.687,85 poin. Indeks S&P 500 berkurang 32,87 poin atau 0,75 persen, menjadi berakhir pada 4.327,16 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup merosot 115,90 poin atau 0,80 persen, menjadi 14.427,24 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor energi merosot 2,77 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor utilitas menguat 0,99 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Untuk minggu ini, indeks S&P 500 turun sekitar 1,0 persen, indeks Dow Jones kehilangan 0,5 persen dan indeks Nasdaq merosot 1,9 persen, merupakan penurunan mingguan pertama mereka dalam empat minggu terakhir.

Pada Kamis (15/7/2021), pemerintah daerah Los Angeles mengatakan akan menerapkan kembali kewajiban memakai masker akhir pekan ini. Pada Jumat (16/7/2021), pejabat kesehatan masyarakat mengatakan kasus virus corona AS melonjak 70 persen dari minggu sebelumnya, dengan kematian naik 26 persen.

Perusahaan operator kapal pesiar Carnival Corp dan Norwegian Cruise Line keduanya anjlok sekitar 5,0 persen.

“COVID mulai mempengaruhi pasar, ironisnya, untuk pertama kalinya sejak musim panas lalu, ketika pembukaan kembali perdagangan dimulai,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

Amazon dan Apple turun lebih dari 1,0 persen. Nvidia kehilangan 4,2 persen, dan ketiga perusahaan tersebut berkontribusi lebih besar dari yang lain terhadap penurunan S&P 500 dan Nasdaq. Indeks sektor teknologi S&P 500 kehilangan hampir 1,0 persen dan turun untuk sesi kedua setelah mencapai rekor tertinggi pada Rabu (14/7/2021).

Indeks utilitas menguat 1,0 persen, sedangkan indeks real estat naik tipis 0,1 persen dan menyentuh rekor intraday tertinggi.

Minggu ini, investor menyeimbangkan kekhawatiran tentang lonjakan inflasi baru-baru ini dengan jaminan dari Ketua Fed Jerome Powell bahwa lonjakan harga-harga bersifat sementara.

Musim laporan keuangan kuartal kedua meningkat minggu depan, dengan laporan dari perusahaan termasuk Netflix, Johnson & Johnson, Verizon Communications, AT&T dan Intel.

Analis rata-rata memperkirakan pertumbuhan 72 persen dalam laba per saham untuk perusahaan S&P 500, menurut perkiraan data IBES dari Refinitiv.

Dengan S&P 500 naik sekitar 15 persen sepanjang tahun ini, investor akan melihat perkiraan perusahaan yang kuat untuk membenarkan valuasi atau penilaian setinggi langit.

"Sulit bagi pasar untuk mendapatkan keuntungan di sini dari harga yang sudah tinggi ini," kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments di New Vernon, New Jersey.

Indeks sektor energi S&P 500 merosot hampir 3,0 persen dan mengakhiri minggu ini 8,0 persen lebih rendah, karena investor khawatir tentang ekspektasi lebih banyak pasokan dan peningkatan kasus virus corona yang meningkatkan kekhawatiran permintaan.

Data dari Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan ritel rebound 0,6 persen bulan lalu ketika pengeluaran beralih kembali ke bidang jasa-jasa, memperkuat ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi mengalami percepatan pada kuartal kedua.

Moderna Inc melonjak 10,3 persen ke rekor tertinggi setelah S&P Dow Jones Indices mengatakan produsen obat itu akan bergabung dengan indeks S&P 500 pada awal perdagangan pada 21 Juli, menggantikan Alexion Pharmaceuticals.

Cintas Corp meningkat 4,6 persen setelah pialang menaikkan target harga pada saham penyedia layanan bisnis tersebut menyusul hasil kuartal keempatnya.

Didi Global Inc jatuh 3,2 persen setelah China mengirim pejabat negara dari setidaknya tujuh departemen ke raksasa perusahaan ride-hailing tersebut untuk tinjauan keamanan siber.

WHO buka lagi kemungkinan kebocoran laboratorium di Wuhan memicu wabah corona

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak  Pemerintah China agar lebih kooperatif selama investigasi terkait asal-usul wabah corona. Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta Beijing lebih transparan dan membuka akses data.

Dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss, Tedros mengaku pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya kebocoran laboratorium yang memicu wabah corona di Wuhan pada Januari 2019. Menurutnya, bantahan terkait tuduhan tersebut bersifat "prematur.”

Pernyataan Tedros bergeser dari haluan kebijakan WHO yang selama ini cendrung menghindari konfrontasi dengan Beijing. Dia mengimbau agar China bersikap lebih kooperatif dalam penyelidikan. "Kami berharap akan ada kerjasama yang lebih baik untuk mengungkap apa yang terjadi,” kata dia, mengutip dw.com, Jumat (17/7).

Sejak beberapa bulan terakhir, WHO menghadapi tekanan berganda untuk mengupayakan investigasi yang lebih dalam terhadap asal-usul wabah corona. Pada Januari tim ahli internasional menyambangi Wuhan untuk mengumpulkan data.

Namun menurut Tedros, tantangan terbesar dalam fase pertama investigasi adalah akses terhadap data mentah. "Data mentahnya tidak dibagikan,” kata dia.

"Sekarang kami sudah mendesain studi fase kedua dan kami meminta Cina untuk bersikap lebih transparan, terbuka dan kooperatif, terutama menyangkut data mentah seperti yang kami minta di masa awal pandemi,” lanjutnya.

Para pemimpin APEC berjanji perluas pembagian dan pembuatan vaksin COVID-19

Para pemimpin Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC, termasuk Presiden AS Joe Biden, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping, pada Jumat (16 Juli) berjanji untuk bekerja memperluas pembagian dan pembuatan vaksin COVID-19 untuk memerangi pandemi global.

Dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan virtual APEC yang diketuai Selandia Baru, para pemimpin, yang berjuang untuk menjinakkan wabah yang telah diperburuk oleh varian Delta, mengatakan, mereka akan mendorong transfer sukarela teknologi produksi vaksin "dengan persyaratan yang disepakati bersama".

“Pandemi terus berdampak buruk pada masyarakat dan ekonomi di kawasan kami,” kata para pemimpin APEC dalam pernyataan bersama, seperti dikutip Reuters. “Kedaruratan kesehatan ini hanya akan kita atasi dengan mempercepat pemerataan akses terhadap vaksin COVID-19 yang aman, efektif, terjamin mutunya, dan terjangkau”.

Para pemimpin APEC bertemu secara virtual untuk membahas tindakan kolektif untuk menavigasi pandemi COVID-19 dan dampak ekonominya.

Pertemuan tersebut menyoroti kekhawatiran yang berkembang seputar COVID-19 yang berkecamuk di kawasan Asia-Pasifik ketika negara-negara termasuk Indonesia, Thailand, dan Australia menghadapi gelombang infeksi baru.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menekankan pentingnya kelompok ekonomi beranggota 21 negara itu bekerjasama untuk menavigasi jalan keluar dari pandemi saat berbicara dengan Biden lewat sambungan telepon menjelang pertemuan APEC.

Sementara Putin mengatakan kepada para pemimpun APEC, hambatan global untuk produksi dan pengiriman vaksin perlu dihilangkan.

Kasus pertama Covid-19 di wisma atlet Olimpiade Tokyo ditemukan

Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang akan dimulai minggu depan terus di bayang-bayangi kasus Covid-19. Terbaru, seseorang yang berada di wisma atlet Olimpiade Tokyo telah dites positif Covid-19.

Sabtu (17/7), CEO Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 Toshiro Muto membenarkan bahwa ada seorang pengunjung dari luar negeri yang terlibat dalam penyenggaraan Olimpiade dinyatakan positif Covid-19. Namun, Muto tidak mengungkapkan kewarganegaraan orang tersebut dengan alasan masalah privasi.

Ketua panitia penyelenggaraan Olimpiade Tokyo, Seike Hashimoto menambahkan, pihaknya mengerti terhadap kekhawatiran terkait penyebaran kasus Covid-19 di wisma atlet. Namun dia memastikan bahwa semua orang yang berada di sana aman.

Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020, yang sempat ditunda selama satu tahun karena pandemi global, sebagian besar diadakan tanpa penonton dan di bawah aturan karantina yang ketat.

Para atlet baru mulai berdatangan untuk Olimpiade yang berlangsung 23 Juli hingga 8 Agustus.

Publik Jepang cenderung dingin menyambut penyelenggaraan Olimpiade ini. Mengingat akan diadakan di tengah kebangkitan infeksi virus corona baru dan kekhawatiran bahwa masuknya pengunjung asing dapat mengubah Olimpiade Tokyo menjadi acara penyebar super, yang pada gilirannya dapat menambah tekanan pada sistem kesehatan di Jepang yang sudah terbenam.

Taklukan Taiwan, Pasukan China mungkin menyerang dari beberapa arah sekaligus

Selama bertahun-tahun, para arsitek perencana pertahanan Taiwan berasumsi bahwa ketika China memutuskan menginvasi pulau tersebut, maka kekuatan utama Tiongkok akan berlayar melintasi Selat Taiwan sepanjang 100 mil dan menyerang pantai-pantai di barat daya Taiwan.

Namun pemikiran itu kemudian berubah ketika Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China tumbuh lebih kuat. Seorang peneliti di Institut Penelitian Keamanan dan Pertahanan Nasional di Taipei, Su Tzun-yun, memperingatkan mengenai apa yang disebut Taipei Times, sebagai operasi amfibi multi-cabang.

Artinya, dengan kekuatannya yang besar, sangat mungkin bagi PLA menyerang Taiwan dari berbagai sudut. Bila PLA menyerang dari banyak arah, bisa menyulitkan pasukan Taiwan mengatur pertahanan yang efektif.

Memang ada alasan kuat bagi PLA menyerang Taiwan dari barat daya. Karena di situlah pantai yang paling mudah diakses oleh PLA. Namun kondisi pasukan amfibi China yang belum sempurna saat ini menjadi pertimbangan lain.

Mengutip ulasan David Axe,  seorang jurnalis, penulis, dan pembuat film yang berbasis di Columbia, Carolina Selatan yang diterbitkan di Forbes pada 12 Juni 2021, ia mengatakan, untuk mengangkut pasukannya menyeberang Selat, Angkatan Laut PLA selama beberapa dekade mengandalkan pengiriman gaya komersial.

Armada ad hco ini hanya dapat mengangkat 10.000 tentara sekaligus dan akan berjuang untuk mendaratkan pasukan dengan cepat saat diserang.

Pada tahun 1999, analis The Brookings Institution Bates Gill dan Michael O'Hanlon menyebut kemungkinan invasi amfibi China ke Taiwan sebagai ancaman kosong.

Namun selang 20 tahun kemudian, situasinya telah berubah. PLAN sedang membangun armada sekitar delapan dermaga pendaratan Tipe 071 modern dan tiga kapal serbu dek besar Tipe 075, bersama-sama mewakili salah satu kekuatan amfibi terbesar di dunia.

11 kapal ini saja dapat mengangkut 25.000 marinir dan mendaratkan mereka melalui helikopter dan hovercraft. Dan memungkinkan ada tambahan sejumlah transportasi lain dan Cina dapat membentuk beberapa kelompok amfibi, masing-masing mampu mengangkat ribuan pasukan.

“China memiliki berbagai pilihan untuk kampanye militer melawan Taiwan, dari blokade udara dan laut hingga invasi amfibi skala penuh untuk merebut dan menduduki beberapa atau seluruh Taiwan atau pulau-pulau lepas pantainya,” Kantor Menteri Pertahanan AS menyimpulkan dalam penilaian 2020 tentang militer China.

Dokumen operasi mata-mata Rusia dukung kemenangan Trump bocor, begini peran Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan secara pribadi mengizinkan operasi agen mata-mata Rusia untuk mendukung Donald Trump menjadi Presiden AS pada 2016.

Dukungan itu disampaikan selama sesi tertutup dewan keamanan nasional Rusia digelar, menurut dokumen yang diklaim milik Kremlin yang bocor, seperti dilansir The Guardian.

Dalam dokumen tersebut dituliskan, pertemuan kunci berlangsung pada 22 Januari 2016 antara Putin, kepala mata-mata Rusia dan semua menteri senior hadir dalam pertemuan itu.

Mereka sepakat, bahwa menempatkan Trump di gedung putih akan membantu mengamankan tujuan strategis Moskow seperti antara lain menimbulkan kekacauan sosial di Amerika Serikat (AS) dan melemahkan posisi negosiasi presiden AS.

Tiga agen mata-amta Rusia diperintahkan menemukan cara praktis mendukung Trump. Hal itu terlihat dalam sebuah dekrit yang tampaknya dibubuhi tanda tangan Putin.

Pada waktu itu, di AS, Trump berada di posisi terdepan dalam perlombaan nominasi capres dari Partai Republik. Sebuah laporan yang disiapkan oleh Departemen Ahli di bawah Putin merekomendasikan Moskow menggunakan semua kekuatan yang mungkin untuk memastikan kemenangan Trump.

Badan-badan intelijen Barat diketahui telah mengetahui dokumen-dokumen tersebut selama beberapa bulan dan telah memeriksanya dengan cermat. Koran-koran, yang dilihat oleh Guardian, tampaknya mewakili kebocoran serius dan sangat tidak biasa dari dalam Kremlin.

The Guardian telah menunjukkan dokumen-dokumen itu kepada para ahli independen yang mengatakan bahwa dokumen-dokumen itu tampak asli. Detail insidental dianggap akurat. Nada dan dorongan keseluruhan dikatakan konsisten dengan pemikiran keamanan Kremlin.

Kremlin menanggapi dengan acuh. Juru bicara Putin Dmitri Peskov mengatakan gagasan bahwa para pemimpin Rusia telah bertemu dan setuju untuk mendukung Trump pada pertemuan pada awal 2016 adalah “fiksi bubur kertas yang hebat” ketika dihubungi oleh Guardian pada Kamis pagi.

Laporan – “No 32-04 \ vd” – diklasifikasikan sebagai rahasia. Dikatakan Trump adalah kandidat paling menjanjikan dari sudut pandang Kremlin. Kata dalam bahasa Rusia adalah perspektivny.

Ada penilaian psikologis singkat tentang Trump, yang digambarkan sebagai individu yang impulsif, tidak stabil secara mental, dan tidak seimbang yang menderita kompleks inferioritas.

Mark Zuckerberg menjual sahamnya di Facebook setiap hari kerja sejak November

Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, ternyata telah menjual sebagian sahamnya di Facebook sejak November 2020 lalu. Penjualan saham ini dilakukan setiap hari kerja hingga mengurangi 9,4 juta sahamnya senilai US$ 2,8 miliar dalam setahun terakhir.

Zuckerberg, 37 tahun, telah mengurangi jumlah sahamnya di Facebook dari sebelumnya mencapai 28% saat IPO pada Mei 2021 kini menjadi sekitar 14% saja menurut Forbes.

Ia telah mengantongi uang sebesar US$ 2,1 miliar dari hasil penjualan sahamnya itu setahun terakhir dan sekitar US$ 200 juta dari hasil penjualan baru-baru ini setelah dipotong pajak.

Forbes memperkirakan, Zuckerberg dan organisasi filantropisnya, Chan Zuckerberg Initiative, yang ia dirikan bersama istrinya pada 2015, telah menjual lebih dari 132 juta saham Facebook senilai hampir US$ 15 miliar sejak 2012.

Zuckerberg mulai secara teratur menjual saham Facebook-nya pada tahun 2016 setelah dia dan istrinya menulis surat kepada putri mereka Maxima yang berjanji untuk memberikan 99% saham mereka selama hidup mereka untuk pendidikan dan penyembuhan penyakit.

Pada tahun 2018, CEO Facebook tersebut menjual saham senilai US$ 5,3 miliar sebagian besar melalui CZI. Kemudian, pada November 2019, Zuckerberg tiba-tiba berhenti menjual saham Facebook.

Zuckerberg, yang memiliki kekayaan US$ 127 miliar menjadikannya orang terkaya kelima di dunia, kembali menjual sahamnya pada 9 November 2020.

Forbes melaporkan bahwa sekitar 90% dari penjualan tersebut dilakukan oleh CZI - di mana total sekitar US$ 11 miliar saham telah terjual. Kelompok advokasi politik CZI menjual 103.000 saham Facebook yang tersisa akhir tahun lalu.

Menurut Forbes, sekitar 98% dari perkiraan kekayaan Zuckerberg masih disimpan di saham Facebook - bersama dengan portofolio real estat senilai US$ 200 juta.

Zuckerberg memiliki properti di Palo Alto dan Lake Tahoe, California, serta Hawaii di mana ia membeli 700 hektar di pulau Kauai seharga US$ 100 juta pada tahun 2014. Pada bulan Mei, ia membeli 600 hektar lagi seharga US$ 53 juta, Mansion Global melaporkan.

Harga saham Facebook terus melonjak meskipun skandal terus-menerus terjadi sejak pembentukannya. Saham di perusahaan diperdagangkan pada US$ 347,63 ketika pasar tutup pada hari Rabu.

Regulator China mengirim tim untuk meninjau keamanan siber Didi Global Inc

Administrasi Ruang Siber China (CAC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pejabat dari tujuh departemen regulator Cina mengirim tim untuk melakukan tinjauan keamanan siber terhadap raksasa ride hailing Didi Global Inc.

Mengutip Reuters, Jumat (16/7), menurut pernyataan tersebut, regulator yang dimaksud termasuk CAC, Kementerian Keamanan Publik, Kementerian Keamanan Negara, Kementerian Transportasi, Kementerian Sumber Daya Alam, Administrasi Perpajakan Negara dan Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar.

CAC tidak memberikan rincian lebih lanjut dalam pernyataannya, tetapi keterlibatan beberapa lembaga pemerintah menunjukkan tekanan regulasi yang lebih berat pada perusahaan berusia sembilan tahun itu.

CAC meluncurkan penyelidikan keamanan siber ke Didi hanya dua hari setelah mengumpulkan US$ 4,4 miliar dari penawaran umum perdana di New York, dengan alasan perlunya melindungi keamanan nasional dan kepentingan publik.

Didi tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan baru CAC.

WHO: China hambat penyelidikan asal usul Covid-19

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Kamis (15/7/2021) bahwa penyelidikan asal-usul pandemi Covid-19 di China terhambat oleh kurangnya data mentah pada hari-hari pertama penyebaran di sana. WHO pun mendesak agar China lebih transparan terkait masalah ini.

Seperti yang diketahui, sebuah tim yang dipimpin WHO menghabiskan empat minggu di sekitar pusat kota Wuhan di mana para peneliti China mengatakan dalam laporan bersama pada bulan Maret bahwa virus itu mungkin telah ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain.

Laporan tersebut menyebutkan, penularan melalui insiden laboratorium dianggap sebagai jalur yang sangat tidak mungkin. Akan tetapi, banyak negara termasuk Amerika Serikat dan beberapa ilmuwan tidak puas dengan hasil tersebut.

"Kami meminta China untuk transparan dan terbuka serta bekerja sama," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers, Kamis, seperti yang dilansir Reuters.

"Kami berutang kepada jutaan orang yang menderita dan jutaan orang yang meninggal untuk mengetahui apa yang terjadi," katanya.

Sementara, China menyebut teori virus mungkin telah lolos dari laboratorium Wuhan "tidak masuk akal" dan berulang kali mengatakan bahwa "mempolitisasi" masalah ini akan menghambat penyelidikan.

Menurut pakar darurat WHO Mike Ryan, Tedros dijadwalkan akan memberi penjelasan singkat kepada 194 negara anggota WHO pada hari Jumat mengenai studi fase kedua yang diusulkan.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan rekan-rekan China kami dalam proses itu dan direktur jenderal akan menguraikan langkah-langkah untuk negara-negara anggota pada pertemuan hari Jumat," katanya kepada wartawan.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, yang mengadakan pembicaraan dengan Tedros pada hari Kamis, mendesak China untuk memungkinkan penyelidikan tentang asal-usul pandemi Covid-19 berlanjut, dengan mengatakan lebih banyak informasi diperlukan.

Spahn, berbicara selama kunjungan ke markas besar WHO di Jenewa, juga mengumumkan sumbangan 260 juta euro (US$ 307 juta) untuk program ACT-Accelerator WHO, yang bertujuan untuk memastikan seluruh dunia, termasuk negara-negara miskin, menerima vaksin dan tes Covid-19.

Xiaomi berambisi menggusur Samsung

Setelah sukses menggeser Apple sebagai produsen ponsel pintar dengan penjua;an terbesar kedua secara global, Xiaomi berambisi merebut posisi Samsung sebagai produsen ponsel pintar nomor wahid di dunia.

Berdasarkan laporan firma riset Canalys, Xiaomi berada di peringkat dua global melampaui Apple dengan pangsa pasar 17% dan pertumbuhan penjua;an 83% yoy pada kuartal kedua 2021. Laporan yang sama menyebut bahwa tujuan Xiaomi yang baru adalah menggantikan Samsung yang berada di peringkat paling atas.

Xiaomi mengalami transformasi model bisnis dari penantang menjadi petahana melalui konsolidasi dengan mitra pada saluran penjualan serta manajemen yang lebih rapi.

Dalam surat kepada seluruh karyawan, pendiri dan CEO Xiaomi Lei Jun menegaskan bahwa menjadi nomor dua secara global merupakan tonggak sejarah penting dalam perjalanan Xiaomi.

"Xiaomi akan memperkuat kemampuan utamanya untuk memastikan diri sebagai brand smartphone kedua terbesar di dunia," kata Xiaomi dalam keterangan resmi, Jumat (16/7).

Pada kuartal IV 2020, pengiriman Xiaomi global mencapai 43,4 juta unit atau tumbuh 31,5% YoY, melampaui Apple untuk pertama kalinya. Apple harus puas kembali ke peringkat tiga dunia.

Sementara pada kuartal I 2021, Apple naik ke peringkat kedua dengan pangsa pasar 15%, ditempel ketat oleh Xiaomi dengan pangsa pasar 14%. Pada periode tersebut pengiriman smartphone Xiaomi mencapai 49,4 juta unit dengan pertumbuhan 69,1% yoy.

Sejak Xiaomi meluncurkan smartphone flagship pertamanya, seri Mi 10, sejumlah inovasi di teknologi penting telah dilakukan seperti layar, pencitraan, pengisian daya, manufaktur pintar, dan lainnya.

Selain itu, Xiaomi melakukan berbagai investasi untuk menembus pasar premium dengan menghadirkan teknologi yang lebih maju kepada konsumen dan memandu arah industri.

Xiaomi menjadi pihak pertama yang menghadirkan teknologi terdepan dalam industri ke pasar. Dalam teknologi kamera, Xiaomi memperkenalkan kamera 108MP dengan sensor GN2 serta teknologi liquid lens yang inovatif.

Dalam hal teknologi layar, Xiaomi menjadi perintis dalam mengembangkan teknologi kamera bawah layar generasi ketiga. Xiaomi juga menjadi pemimpin dalam hal pengisian baterai, mewujudkan pengisian daya menggunakan kabel hingga 200W dan pengisian daya nirkabel 120 W untuk pertama kalinya.

Sebagai informasi, fase pertama dari pabrik pintar Xiaomi telah beroperasi. Lini produksinya berjalan otomatis dan mampu merakit jutaan smartphone high-end setiap tahun, tempat tersebut juga menghubungkan laboratorium besar yang memungkinkan Xiaomi untuk meneliti material dan teknologi baru, sekaligus menguji proses produksi yang menggunakan teknologi canggih.

Inovasi merupakan bagian dari budaya Xiaomi, untuk itu investasi sebesar 10 miliar yuan untuk riset dan pengembangan pada tahun 2020, tahun ini angka tersebut diharapkan naik 30%-40%.

Pada awal tahun 2021, Xiaomi mengumumkan rencana perekrutan teknisi terbesar dalam sejarah perusahaan yakni 5.000 teknisi dalam setahun yang akan menempati 20% porsi dari total karyawan. Pada saat yang sama, Xiaomi juga meluncurkan sejumlah inisiatif untuk memberi insentif atas inovasi yang dihasilkan oleh karyawan.

Ekspansi global dari Xiaomi begitu pula dengan transformasi saluran ritel menjadi pendorong utama sebagai produsen smartphone nomor dua dunia. Menurut data terbaru dari Canalys, Xiaomi berekspansi secara agresif di pasar internasional, mencapai 300% yoy di pasar Amerika Latin, lebih dari 150% yoy di Afrika, dan lebih dari 50% yoy di Eropa Barat.

Korea Selatan kembangkan sistem pertahanan anti roket seperti Iron Dome milik Israel

Korea Selatan sedang mengembangkan artileri baru dan sistem pertahanan roket jarak pendek yang meniru Iron Dome Israel. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan perangkat militer lebih lanjut di semenanjung yang masih memanas.

Pemerintah Korea Selatan mengatakan bulan lalu bahwa mereka berencana untuk menghabiskan sekitar US$ 2,5 miliar untuk penelitian dan pengembangan serta menyebarkan sistem baru pada tahun 2035.

Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, dan sejak itu Utara dan Selatan telah membangun pasukan dan persenjataan di sepanjang zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara.

Korea Utara juga dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik, meskipun sistem pertahanan Korea Selatan yang dibayangkan tidak akan mampu bertahan melawan senjata-senjata itu, ia akan dapat menargetkan artileri dan roket jarak pendek.

Korea Utara diperkirakan memiliki 10.000 artileri, termasuk peluncur roket, yang digali di utara DMZ, kurang dari 100 kilometer (62 mil) dari wilayah Seoul dan 25 juta penduduknya, setengah dari populasi Korea Selatan.

Sistem baru Korea Selatan ditujukan untuk mempertahankan ibukota Korea Selatan, fasilitas intinya, serta infrastruktur militer dan keamanan utama dari potensi pemboman Korea Utara, menggunakan rudal pencegat.

Tetapi sistem pencegat artileri Korea Selatan harus jauh lebih mampu daripada sistem Israel.

“Iron Dome menghadapi roket yang ditembakkan oleh kelompok militan, seperti Hamas dan pasukan tidak teratur secara sporadis,” kata Kolonel Suh Yong-won, juru bicara Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) pada bulan Juni.

“Beberapa bagian dari sistem akan memiliki kesamaan, tetapi apa yang akan kami bangun dirancang untuk mencegat artileri jarak jauh oleh Korea Utara, yang membutuhkan tingkat teknologi yang lebih tinggi mengingat situasi keamanan saat ini,” tambahnya.

Itu sebabnya, katanya, sistem Korea Selatan diperkirakan lebih mahal daripada sistem Israel.

Kremlin Bereaksi Keras, Bantah Putin Izinkan Operasi Menangkan Trump

 Kremlin bereaksi keras terhadap serangkaian klaim, yang didukung oleh sumber anonim dan tidak dapat diverifikasi, bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pejabat keamanannya untuk mendukung kampanye Donald Trump untuk menjadi presiden Amerika Serikat (AS).

"Ini benar-benar fiksi," kata Dmitry Peskov, juru bicara Putin mengecam laporan tersebut,dalam komentar yang dibuat secara eksklusif untuk Russia Today pada Kamis malam.

“Sebenarnya, itu benar-benar omong kosong. Tentu saja, ini adalah ciri dari publikasi yang benar-benar berkualitas rendah. Entah surat kabar itu mencoba meningkatkan popularitasnya atau tetap berpegang pada garis Russophobic yang fanatik,” sambungnya seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di Rusia itu, Jumat (16/7/2021).

Artikel tersebut, yang ditulis oleh jurnalis Inggris Luke Harding dan dua staf lainnya di outlet tersebut, mengklaim bahwa Putin secara pribadi telah mengizinkan operasi agen mata-mata rahasia untuk mendukung Donald Trump yang “tidak stabil secara mental” dalam pemilihan presiden AS 2016 lalu, selama sesi tertutup Dewan Keamanan Nasional Rusia.

Artikel itu konon didasarkan pada apa yang dinilai sebagai dokumen Kremlin yang bocor.

Menurut artikel itu, pejabat tinggi Kremlin sepakat bahwa mendorong Trump ke Gedung Putih akan membantu mengamankan tujuan strategis Moskow, di antaranya mendorong “kekacauan sosial” di AS dan melemahnya posisi negosiasi presiden Amerika. Ini terlepas dari keadaan hubungan yang sering retak antara kedua negara dan pengenaan sanksi selama masa presiden dari Partai Republik itu berkuasa di Gedung Putih.

“Tentu semua ini tidak sesuai dan tidak mungkin berdasarkan kebenaran. Itu pada dasarnya tidak benar,” tegas Peskov.

“Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjelek-jelekkan Rusia dan Putin, yang The Guardian suka lakukan dari waktu ke waktu, atau ini adalah upaya putus asa untuk menarik beberapa pembaca baru dengan menerbitkan kisah semacam itu,” ia menambahkan.

Masa kepresidenan Trump diganggu oleh serangkaian tuduhan "Gerbang Rusia", dengan lawan sering bersikeras bahwa dia bersekutu dengan Kremlin, atau bahkan bahwa dia adalah "agen tidur" Rusia. Terlepas dari klaim tersebut, tidak ada bukti yang jelas tentang pengaruh yang tidak semestinya yang pernah disajikan, yang menghubungkannya dengan Moskow, dan banyak penyelidikan gagal.

"Gerbang Rusia" sendiri berasal dari artikel yang juga ditulis oleh Harding.

Pada bulan Mei, salah satu diplomat top Rusia mengatakan kepada Russia Today bahwa hubungan dengan Washington sebenarnya telah mencair sejak Trump meninggalkan jabatannya pada awal tahun, karena kembalinya ke prediktabilitas.

“Kita tahu bahwa banyak tokoh dalam pemerintahan saat ini memang profesional dengan pengalaman diplomatik yang besar...Kadang-kadang kita kekurangan ini dengan pemerintahan Trump, beberapa tokoh sedikit eksentrik atau terlalu politis dan sangat sulit untuk memahami apa yang sebenarnya mereka kejar,” ujar Deputi Perwakilan Tetap PBB, Dmitry Polyanskiy.