• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Rabu,16 Juni 2021)

News Forex, Index & Komoditi (Rabu,16 Juni 2021)

News Forex, Index & Komoditi

( Kamis, 17 Juni 2021 )

Wall Street merosot, Fed proyeksikan kenaikan suku bunga untuk 2023

Tiga indeks utama Wall Street semuanya merosot pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah para pejabat Federal Reserve AS membuat investor bingung dengan indikasi bahwa bank sentral dapat mulai menaikkan suku bunga pada 2023, setahun lebih awal dari yang diperkirakan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 265,66 poin atau 0,77 persen, menjadi menetap di 34.033,67 poin. Indeks S&P 500 berkurang 22,89 poin atau 0,54 persen, menjadi berakhir di 4.223,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 33,17 poin atau 0,24 persen, menjadi ditutup pada 14.039,68 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas tergelincir 1,49 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor consumer discretionary terangkat 0,16 persen, merupakan satu-satunya kelompok yang mencatat kenaikan.

Proyeksi baru melihat mayoritas 11 dari 18 pejabat bank sentral AS mencatat setidaknya dua seperempat poin persen kenaikan suku bunga untuk tahun 2023. Para pejabat juga berjanji untuk mempertahankan kebijakan yang mendukung untuk saat ini guna mendorong pemulihan pekerjaan yang sedang berlangsung.

The Fed mengutip prospek ekonomi yang membaik, dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan diperkirakan mencapai 7,0 persen tahun ini. Namun, investor terkejut mengetahui para pejabat sedang mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih awal dari 2024.

"Pada awalnya, plot titik yang memproyeksikan dua kenaikan pada tahun 2023 lebih hawkish dari yang diharapkan, dan pasar bereaksi seperti itu," kata Daniel Ahn, kepala ekonom AS di BNP Paribas.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan naik di tengah berita Fed, sementara indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik ke puncak enam minggu.

Dengan inflasi yang meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan dan ekonomi bangkit kembali dengan cepat, pasar telah mencari petunjuk kapan Fed dapat mengubah kebijakan yang diberlakukan tahun lalu untuk memerangi dampak ekonomi dari pandemi, termasuk program pembelian obligasi besar-besaran.

The Fed mengulangi janjinya untuk menunggu "kemajuan lebih lanjut yang substansial" sebelum mulai beralih ke kebijakan yang disesuaikan dengan ekonomi dibuka penuh. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek mendekati nol dan mengatakan akan terus membeli obligasi 120 miliar dolar AS setiap bulan untuk mendorong pemulihan ekonomi.

“Ketua Powell sudah memberi isyarat, sementara komite belum siap untuk tapering (pengurangan pembelian obligasi), sekarang sudah ada di pikiran komite. Mereka telah menghentikan ungkapan 'berpikir tentang memikirkan tentang tapering', dan kami berharap bahwa dalam beberapa pertemuan berikutnya, komite kemungkinan akan secara resmi memulai diskusi tentang tapering,”kata Ahn dari BNP.

 

 

 

Bursa Asia ikut memerah pagi ini, tersengat sinyal kenaikan suku bunga The Fed

Bursa saham di Asia-Pasifik merosot pada perdagangan Kamis (17/6) pagi. Investor mengamati reaksi pasar setelah Federal Reserve AS pada Rabu menaikkan jadwal kenaikan suku bunga.

Melansir CNBC, di Jepang, Nikkei 225 turun 0,33% di awal perdagangan dan indeks Topix duduk di bawah garis datar. Kospi Korea Selatan turun 0,62%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,14%. Data pekerjaan Australia untuk bulan Mei akan dirilis hari ini.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,54% lebih rendah.

The Fed pada hari Rabu mengemukakan kerangka waktu menaikkan suku bunga, dengan apa yang disebut dot plot ekspektasi anggota individu menunjuk ke dua kenaikan pada tahun 2023.

"'dot plot' Fed baru yang menunjukkan bahwa anggota median FOMC sekarang memperkirakan dua kenaikan suku bunga Fed pada 2023, versus tidak sama sekali dalam iterasi Maret, mewakili kejutan hawkish dari pertemuan Fed Juni," Ray Attrill, head of foreign exchange strategy National Australia Bank, tulis dalam sebuah catatan.

Semalam, Dow Jones Industrial Average turun 265,66 poin menjadi 34.033,67, S&P 500 tergelincir 0,54% menjadi 4.223,70, dan Nasdaq Composite turun 0,24% menjadi 14.039,68.

Mata uang dan minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 91,428 dibandingkan dengan level di bawah 90,5 yang terlihat awal pekan ini.

Yen Jepang diperdagangkan pada 110,75 per dolar menyusul pelemahan tajam baru-baru ini dari bawah 110 terhadap greenback. Dolar Australia berpindah tangan pada US$0,761, lebih rendah dari level di atas US$0,77 yang terlihat di awal minggu.

Harga minyak lebih rendah di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan minyak mentah Brent turun 0,71% menjadi US$73,86 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tergelincir 0,75% menjadi US$71,61 per barel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ilmuwan China di lab Wuhan pernah bereksperimen membuat virus corona hibrida

Sekelompok ilmuwan China di laboratorium kota Wuhan, dilaporkan pernah melakukan eksperimen menciptakan virus corona hibrida baru. Mereka adalah Dr Shi Zhengli dan rekan-rekannya.

Shi adalah pakar virus corona kelelawar. Beberapa ilmuwan mengatakan, dia bisa memimpin eksperimen peningkatan kekuatan virus (Gain of Function/GOF) untuk mempelajari efeknya dengan lebih baik pada inang.

Menurut New York Times, pada 2017 Shi dan rekan-rekannya di lab Wuhan menerbitkan laporan tentang percobaan menciptakan virus corona hibrida baru.

Caranya dengan mencampur dan mencocokkan bagian dari beberapa virus yang sudah ada, termasuk setidaknya satu yang hampir menular ke manusia, untuk mempelajari kemampuan mereka dalam menginfeksi dan bereplikasi di sel manusia.

Namun dalam e-mail ke surat kabar itu, Shi berkata eksperimennya berbeda dari percobaan peningkatan kekuatan, karena mereka tidak berusaha membuat virus lebih berbahaya. Sebaliknya, mereka mencoba memahami bagaimana virus dapat menular antar-spesies.

“Laboratorium saya tidak pernah melakukan atau bekerja sama dalam melakukan eksperimen GOF yang meningkatkan virulensi virus,” katanya.

Ia juga membantah virus corona berasal dari kebocoran lab itu, dengan menyebut tak ada bukti yang mengarah ke sana.

"Bagaimana saya bisa memberi bukti untuk sesuatu yang tidak ada buktinya?" kata Dr Shi Zhengli kepada New York Times. "Saya tidak tahu bagaimana dunia menjadi seperti ini, terus-menerus menyalahkan ilmuwan yang tidak bersalah," lanjutnya dikutip dari AFP, Selasa (15/6/2021).

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bulan lalu memerintahkan badan-badan intelijen untuk menyelidiki asal mula pandemi, termasuk teori kebocoran laboratorium. Hipotesis kebocoran sebelumnya telah dilontarkan pandemi Covid-19 berlangsung, termasuk oleh pendahulu Biden, Donald Trump, tetapi kerap dipandang sebagai teori konspirasi.

Namun baru-baru ini teori itu mencuat lagi setelah adanya laporan, tiga peneliti dari Institut Virologi Wuhan jatuh sakit pada 2019 setelah mengunjungi goa kelelawar di provinsi Yunnan, China barat daya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WHO: Kasus Covid-19 global turun 12% dalam seminggu terakhir

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (16/6) merilis laporan mingguan yang menunjukkan penurunan jumlah kasus infeksi Covid-19 dalam sepekan terakhir.

Dilansir TASS, WHO melaporkan, ada lebih dari 2,6 juta kasus infeksi baru dan lebih dari 72.000 kematian tercatat di seluruh dunia dalam seminggu terakhir.

"Jumlah kasus dan kematian global terus menurun selama seminggu terakhir (7-13 Juni 2021), dengan lebih dari 2,6 juta kasus mingguan baru dan lebih dari 72.000 kematian, masing-masing turun 12% dan 2%, dibanding minggu sebelumnya," tulis WHO dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan Covid-19.

Hingga 13 Juni, total 175.333.154 kasus infeksi dan 3.793.230 kematian terkait Covid-19 telah dilaporkan dari seluruh dunia.

Laporan WHO juga menunjukkan, ada penurunan jumlah kasus di lima dari enam wilayah WHO, termasuk Asia Tenggara yang turun 27% dan Eropa yang turun 13%. Di waktu yang sama, peningkatan justru terjadi di Afrika sebesar 44%.

Angka kematian akibat Covid-19 tercatat naik di Afrika sebesar 20% dan di Asia Tenggara sebesar 12%. Sementara tingkat kematian di Eropa berhasil turun 17%, dan di Amerika Utara dan Selatan turun 7%.

Dalam tujuh hari terakhir, lebih dari 332.000 orang tertular infeksi di Eropa dan lebih dari 7.000 pasien meninggal. Jumlah kasus di Amerika Utara dan Selatan meningkat lebih dari 1,1 juta pada waktu yang sama, diiringi peningkatan angka kematian sebesar 31.000.

Di Asia Tenggara yang mencakup India, catatan WHO menunjukkan, ada lebih dari 763.000 kasus baru dan lebih dari 26.000 pasien Covid-19 meninggal dalam seminggu.

India masih jadi negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia selama seminggu terakhir, dengan lebih dari 613.000 kasus. Diikuti oleh Brasil dengan lebih dari 454.000 kasus, Argentina dengan lebih dari 177.000 kasus, Kolombia dengan lebih dari 176.000, dan Amerika Serikat dengan lebih dari 105.000 kasus.

Menurut WHO, beberapa jenis virus corona baru dengan status VOC (variant of concern) terus menyebar ke seluruh dunia.

Beberapa di antaranya yang telah berhasil diidentifikasi adalah varian Alpha yang pertama kali terdeteksi di Inggris, varian Gamma yang pertama kali muncul di Brasil, dan yang terbaru varian Delta yang pertama kali ditemukan di India.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dilihat sebagai ancaman, China: NATO selalu memfitnah kami

Seolah muak dengan segala tuduhan negara-negara barat, China pada hari Selasa (15/6) meminta NATO berhenti membesar-besarkan beragam teori yang melihat China sebagai ancaman dunia.

Teguran China ini menyusul keluarnya komunike NATO dalam pertemuan puncak hari Senin (14/6). NATO sepakat mengambil sikap tegas terhadap China dan segala menuvernya di kawasan.

Dilansir dari Reuters, salah satu poin dari komunike NATO menyebut bahwa ambisi dan perilaku keras China menghadirkan tantangan sistemik bagi tatanan internasional berbasis aturan dan bidang yang relevan dengan keamanan aliansi.

Presiden AS Joe Biden yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mendesak mitranya untuk melawan otoritarianisme China dan kekuatan militer yang meningkat.

Komunike baru NATO secara umum menunjukkan perubahan fokus dari alliansi yang awalnya berdiri untuk mempertahankan Eropa dari Uni Soviet selama Perang Dingin.

Merespons hal tersebut, China menganggap NATO sudah berlebihan dalam melihat aktivitas China. Pemerintah China bahkan melihat adanya mental Perang Dingin dari negara-negara NATO.

"Pernyataan NATO memfitnah perkembangan damai China, salah menilai situasi internasional, dan menunjukkan mentalitas Perang Dingin," tulis perwakilan China untuk Eropa dalam website resminya.

China menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan tantangan sistemik kepada siapa pun. Tapi, jika ada yang ingin menunjukkan tantangan sistemik kepada mereka, mereka tidak akan tinggal diam.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan AS dan Eropa memiliki kepentingan yang berbeda. Ia percaya ada beberapa negara Eropa yang tidak akan mengikuti AS dalam kampanye perang anti-China.

Dalam sepekan terakhir, China telah menjadi bahasan utama dalam dua pertemuan kelompok negara-negara besar. Pertama dalam KTT G7, dan yang kedua dalam pertemuan NATO. Keduanya sama-sama dimotori oleh AS.

KTT G7 di Inggris akhir pekan lalu dengan keras memarahi China atas pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, menyerukan Hong Kong untuk menjaga otonomi tingkat tinggi dan menuntut penyelidikan penuh tentang asal-usul virus corona di China.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

China: Kami tidak pernah tolerir upaya intervensi serampangan dalam masalah Taiwan!

China pada Rabu (16 Juni) menyatakan, tidak mentolerir campur tangan pasukan asing dalam masalah Taiwan dan harus membuat tanggapan keras terhadap tindakan "kolusi" seperti itu.

Pernyataan itu muncul setelah Taiwan melaporkan serangan udara terbesar China hingga saat ini.

Dua puluh delapan pesawat Angkatan Udara China, termasuk jet tempur dan pembom berkemampuan nuklir, memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan pada Selasa (15 Juni).

Insiden itu terjadi setelah para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu (13 Juni) yang memarahi China atas serangkaian masalah serta menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

China mengutuk pernyataan bersama pemimpin G7 itu dan menyebutnya sebagai "fitnah".

Ditanya pada konferensi pers apakah kegiatan militer di Taiwan tersebut terkait dengan pernyataan G7, Ma Xiaoguang, juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, mengatakan, Pemerintah Taiwan yang harus disalahkan atas ketegangan tersebut.

Beijing percaya, pemerintah pulau itu bekerja dengan negara-negara asing untuk mencari kemerdekaan formal.

"Kami tidak akan pernah mentolerir upaya untuk mencari kemerdekaan atau intervensi serampangan dalam masalah Taiwan oleh pasukan asing, jadi kami perlu membuat tanggapan yang kuat terhadap tindakan kolusi ini," tegas Ma, seperti dikutip Reuters.

Kirim pesan ke Amerika Serikat

Taiwan telah mengeluh selama beberapa bulan terakhir tentang misi berulang dari Angkatan Udara China di dekat pulau itu, yang terkonsentrasi di bagian Barat Daya zona pertahanan udaranya di dekat Kepulauan Pratas yang dikuasai Taipe.

Namun, kali ini pesawat militer China tidak hanya terbang di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas, juga di sekitar bagian Selatan Taiwan di dekat ujung bawah pulau itu, menurut Kementerian Pertahanan Taiwan.

Penerbangan tersebut terjadi pada hari yang sama Angkatan Laut AS mengatakan, sekelompok kapal induk telah memasuki Laut China Selatan yang disengketakan.

Seorang pejabat senior yang akrab dengan perencanaan keamanan Taiwan mengatakan kepada Reuters, para pejabat percaya China mengirim pesan ke Amerika Serikat ketika kelompok kapal induk itu berlayar melalui Selat Bashi, yang memisahkan Taiwan dari Filipina dan mengarah ke Laut China Selatan.

"Ini intimidasi strategis militer AS. Mereka ingin Amerika Serikat memperhatikan kemampuan mereka dan menahan perilaku mereka," katanya

Taiwan perlu secara khusus memperhatikan fakta bahwa militer China telah mulai melakukan latihan di ADIZ Tenggara Taiwan, pejabat itu menambahkan.

"Ini sampai tingkat tertentu menargetkan penempatan kami di timur dan meningkatkan tekanan pertahanan udara di sekitar ADIZ kami", kata sumber itu.

Pantai Timur Taiwan adalah rumah bagi dua pangkalan udara utama untuk memberikan perlindungan jika terjadi serangan China.

 

 

China Desak NATO Setop Besar-besarkan Ancaman Tiongkok

Misi China untuk Uni Eropa mendesak NATO berhenti membesar-besarkan "teori ancaman China" setelah para pemimpin aliansi itu menyebut Beijing tantangan sistemik.

Para pemimpin NATO pada Senin (14/6) mengambil sikap tegas terhadap China dalam sebuah komunike pada pertemuan puncak pertama Presiden Amerika Serikat Joe Biden dengan aliansi tersebut.

"Pernyataan NATO memfitnah upaya damai China, salah menilai situasi internasional, dan menunjukkan mentalitas Perang Dingin," kata China dalam tanggapan yang diposting di situs web misi tersebut, Selasa (15/6).

"Kami tidak akan menimbulkan 'tantangan sistemik' kepada siapa pun, tetapi jika ada yang ingin mengajukan 'tantangan sistemik' kepada kami, kami tidak akan diam," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Para pemimpin NATO menyebut ambisi dan perilaku China menimbulkan tantangan sistemik bagi tatanan internasional.

Joe Biden mendesak para pemimpin NATO untuk melawan otoritarianisme China dan kekuatan militer yang meningkat.

Hal itu merupakan perubahan fokus aliansi yang diciptakan untuk mempertahankan Eropa dari Uni Soviet selama Perang Dingin.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian, mengatakan Amerika Serikat dan Eropa memiliki kepentingan berbeda, dan beberapa negara Eropa tidak akan melibatkan diri pada kereta perang anti-China Amerika Serikat.

Para pemimpin kelompok G7 sebelumnya juga mengecam China atas sejumlah masalah termasuk pelanggaran HAM di Xinjiang, dan isu Hong Kong.

Dalam pertemuan di Inggris akhir pekan laku, G7 juga menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan mendesak penyelidikan penuh tentang asal-usul virus corona di China.

Kedutaan Besar China di London menentang keras pernyataan negara G7 itu dan menyebutnya sebagai.

 

 

 

Erdogan Bertemu Biden, Yakin Masalah Turki-AS Bisa Selesai

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di sela-sela KTT NATO di Brussels, Belgia, Senin (15/6).

Erdogan menyebut pertemuan tatap muka pertamanya setelah Biden menjabat itu cukup sukses.

"Kami percaya tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dalam hubungan Turki-AS," kata Erdogan.

Hubungan dua sekutu NATO itu memburuk setelah Turki membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

AS dan negara-negara anggota NATO khawatir sistem radar dalam S-400 dapat melacak jet tempur F-35 sehingga nantinya akan sulit menghindari senjata Rusia.

Erdogan mengumumkan tidak ada kemajuan dalam sengketa S-400.

Tahu lalu Washington memberlakukan sanksi pada badan pengadaan militer Turki atas pembelian itu.

Akuisisi atas sistem pertahanan udara S-400 Rusia juga memaksa AS menghapus Turki dari program pembelian jet tempur F-35.

"Mengenai masalah S-400, saya memberi tahu (Biden) tentang hal yang sama," kata Erdogan.

Dalam kesempatan itu Erdogan juga menyinggung kembali penghapusan Turki dalam pembelian F-35. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa Turki masih berupaya membeli jet tempur itu.

"Saya mengangkat masalah F-35," kata Erdogan. "Saya memberi tahu dia langkah bersama apa yang bisa kita ambil di industri pertahanan."

Turki dilaporkan telah merekrut kantor advokat internasional untuk membantu membujuk Amerika Serikat mau kembali menjual jet tempur F-35.

 

 

 

 

 

 

 

AL Rusia Gelar Latihan Terbesar Sejak Perang Dingin Dekat Hawaii

 Angkatan Laut (AL) Rusia sedang melakukan apa yang para pejabat Moskow sebut sebagai latihan terbesarnya di Samudra Pasifik sejak berakhirnya Perang Dingin . Latihan itu,sekitar 300-500 mil sebelah barat Hawaii, dilakukan tepat sebelum pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden , atau yang pertama sejak Biden menjabat pada Januari lalu.

Latihan tersebut mencakup kapal permukaan, pesawat anti-kapal selam dan pembom jarak jauh.

Pejabat pertahanan AS mengatakan bahwa pada hari Minggu, AS mengirim pesawat F-22 dari Hawaii sebagai respons atas penerbangan pembom Rusia, tetapi pembom tersebut tidak memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara dan tidak dicegat.

Pada saat yang sama, para pejabat mengatakan kelompok tempur kapal induk AS yang dipimpin oleh USS Vinson beroperasi sekitar 200 mil sebelah timur Hawaii, melakukan latihan sertifikasi kelompok tempur. Latihan itu telah direncanakan tetapi dipindahkan lebih dekat ke Hawaii sebagai tanggapan atas latihan Rusia.

"Komando Indo-Pasifik AS sedang memantau kapal-kapal Rusia yang beroperasi di perairan internasional di Pasifik Barat," kata juru bicara Komando Indo-Pasifik AS Kapten Mike Kafka kepada CBS News dalam sebuah pernyataan.

“Kami beroperasi sesuai dengan hukum laut dan udara internasional untuk memastikan bahwa semua negara dapat melakukan hal yang sama tanpa rasa takut atau melawan dan untuk mengamankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Karena Rusia beroperasi di kawasan itu, itu diharapkan untuk melakukannya sesuai dengan hukum internasional," sambungnya seperti dikutip dari CBS News, Rabu (16/6/2021).

Awal tahun ini, Rusia menumpuk puluhan ribu tentara di perbatasan dengan Ukraina sebagai bagian dari apa yang disebutnya latihan sebelum mengurangi pasukan pada akhir April setelah satu bulan penumpukan. Pentagon meminta Rusia untuk lebih transparan tentang pergerakan pasukan selama penumpukan tersebut.

Setelah bertemu dengan para pemimpin NATO pada hari Senin, Biden mengindikasikan dalam konferensi pers bahwa dia akan membahas transparansi perilaku Rusia dalam pertemuannya dengan Putin.

"Saya berbagi dengan sekutu kami bahwa saya akan menyampaikan kepada Presiden Putin: Bahwa saya tidak mencari konflik dengan Rusia, tetapi bahwa kami akan menanggapi jika Rusia melanjutkan kegiatan berbahaya dan bahwa kami tidak akan gagal untuk membela Aliansi Transatlantik atau berdiri untuk nilai-nilai demokrasi," kata Biden.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biden Galang Dukungan G7 dan NATO, China: Amerika Serikat Sakit

 China menyebut Amerika Serikat (AS) sangat sakit dan membutuhkan obat. Itu dikatakan setelah Presiden Joe Biden menggalang dukungan dari sekutunya di KTT G7 dan NATO minggu ini serta secara resmi mengangkat Beijing dalam kalkulus keamanan Barat.

"Lewatlah sudah hari-hari ketika satu negara atau sekelompok negara mendikte dunia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada konferensi pers harian Selasa (15/6/2021), seperti dinukil dari Newsweek.

Zhao menuduh G7 mendistorsi fakta setelah pertemuan puncak selama tiga hari di Inggris berakhir pada hari Minggu dengan sebuah komunike yang mengecam China beberapa kali untuk kebijakannya di Xinjiang dan Hong Kong, serta untuk praktik perdagangan dan standar teknologinya.

Dokumen itu juga menyebutkan secara historis perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, topik yang sangat sensitif terhadap kepemimpinan China.

"Komunike tersebut berusaha untuk dengan seenaknya mencoreng China dan secara terang-terangan mencampuri urusan dalam negerinya," kata Zhao, yang dengan tegas menyatakan Beijing menentang pernyataan bersama oleh "beberapa negara."

"Amerika Serikat sakit, sangat sakit," kata Zhao dalam kritik paling keras China terhadap pemerintahan Biden hingga saat ini.

"Kelompok Tujuh harus memeriksa denyut nadi Amerika dan meresepkan obat," imbuhnya.

Pernyataan Zhao tentang Washington yang "sakit" disensor dari berita berbahasa Inggris yang dirilis oleh CGTN, cabang internasional dari stasiun televisi China CCTV.

Kata-katanya menggemakan tanggapan berapi-api yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar China di London pada hari Senin. Seorang juru bicara kantor tersebut mencela upaya G7 untuk membangun "klik" anti-China, yang katanya sengaja menabur konfrontasi dan perpecahan.

Pemerintah China juga menolak pertemuan puncak Biden dengan para pemimpin NATO, di mana komunike pada hari Senin mencakup penyebutan China sebanyak 10 kali yang digambarkan sebagai menghadirkan tantangan sistemik terhadap tatanan internasional berbasis aturan dan area yang relevan dengan keamanan aliansi keamanan itu.

Deklarasi Biden tentang komitmen AS terhadap NATO menghasilkan pernyataan tegas yang ditujukan ke Rusia, sementara para pemimpin aliansi itu juga menyuarakan keprihatinan tentang "kebijakan koersif" China, persenjataan nuklirnya yang berkembang, dan sifat "buram" dari ambisi modernisasi militernya.

"Kami melihat perilaku pemaksaan, misalnya di Laut China Selatan, dan kami juga tahu bahwa China tidak memiliki nilai-nilai yang sama dengan kami," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Brussel.

"Kita perlu merespons bersama sebagai aliansi," tambahnya.

Pada hari Selasa, Misi China untuk Uni Eropa menuduh NATO menyemburkan mentalitas Perang Dingin dan memainkan politik blok.

"Kami akan mengikuti dengan cermat penyesuaian strategis NATO dan penyesuaian kebijakannya terhadap China," kata sebuah pernyataan di situs webnya.

"China tidak akan menghadirkan 'tantangan sistemik' kepada siapa pun, tetapi kami tidak akan duduk dan tidak melakukan apa-apa jika 'tantangan sistemik' mendekati kami," pernyataan itu menegaskan.

 

 

 

Kim Jong-un Akui Korea Utara Hadapi Situasi Pangan 'Tegang'

 Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengakui situasi pangan di negaranya sedang “tegang”. Dia jelas membunyikan alarm di negara yang pernah menderita kelaparan dahsyat pada 1990-an saat ratusan ribu orang meninggal dunia.

Negara miskin itu telah lama berada dalam serangkaian sanksi internasional terkait senjata nuklir dan program rudal balistiknya.

Korut telah lama berjuang untuk mencari makan sendiri dan menderita kekurangan pangan kronis.

Apalagi pada tahun lalu pandemi virus corona dan serangkaian badai musim panas serta banjir menambah lebih banyak tekanan pada ekonomi yang lesu.
“Pada rapat pleno komite pusat Partai Buruh Korea Utara yang berkuasa, Kim mengatakan ekonomi membaik tahun ini, dengan output industri tumbuh 25% dari tahun sebelumnya,” ungkap laporan kantor berita resmi KCNA.

“Tetapi ada serangkaian penyimpangan karena sejumlah tantangan,” tutur pemimpin Korea Utara itu.

“Situasi pangan masyarakat sekarang semakin tegang karena sektor pertanian gagal memenuhi rencana produksi biji-bijian karena kerusakan akibat topan tahun lalu,” ungkap Kim.

Serangkaian badai musim panas lalu memicu banjir yang menghancurkan ribuan rumah dan menggenangi lahan pertanian.

Kim menyerukan langkah-langkah meminimalkan dampak bencana alam seperti itu, dengan mengatakan memastikan panen yang baik adalah "prioritas utama".

“Rapat pleno itu juga membahas sifat berkepanjangan dari pandemi virus corona,” papar laporan KCNA.

Pyongyang memiliki infrastruktur medis yang buruk dan kekurangan obat-obatan penting. Pengamat mengatakan wabah virus corona mendatangkan malapetaka di negara yang terisolasi itu.

Korea Utara memberlakukan penguncian ketat ketika menutup perbatasannya pada Januari tahun lalu untuk menghentikan penyebaran virus dari negara tetangga China, tempat virus itu pertama kali muncul sebelum melanda dunia.

Korut telah lama bersikeras bahwa mereka tidak memiliki kasus virus corona. Klaim itu diragukan oleh para analis. Namun tetap saja, Korea Utara telah membayar harga ekonomi yang sangat besar untuk blokade tersebut.

Perdagangan dengan China, jalur kehidupan ekonomi Korea Utara, telah melambat, sementara semua pekerjaan bantuan internasional menghadapi pembatasan ketat.

“Dampak pandemi kemungkinan besar memperburuk situasi kemanusiaan di Korea Utara, dengan sekitar 10,6 juta orang membutuhkan bantuan,” papar juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Dalam pengakuan lain tentang kesulitan Korea Utara, Kim pada April mengatakan kepada warga untuk bekerja keras untuk "situasi terburuk yang pernah ada."

Kelaparan nasional yang diderita Korea Utara pada 1990-an menewaskan ratusan ribu orang setelah jatuhnya Uni Soviet membuat Korut tanpa dukungan utama.

 

 

 

China Luncurkan Misi Antariksa Berawak, Bangun Stasiun Luar Angkasa Tianhe

 China akan mengirim tiga astronot ke orbit pada Kamis (17/6) dalam misi awak pertamanya dalam hampir lima tahun.

Peluncuran misi antariksa itu bagian dari rencana ambisius menyelesaikan pembangunan stasiun luar angkasa pada akhir tahun depan.

“China diperkirakan meluncurkan pesawat ruang angkasa berawak Shenzhou-12 pada pukul 09:22 waktu setempat pada 17 Juni di Jiuquan, provinsi Gansu barat laut,” ungkap seorang pejabat di badan Antariksa Berawak China pada Rabu (16/6).

“Para astronot tersebut adalah Nie Haisheng, 56, Liu Boming, 54, dan Tang Hongbo, 45,” papar Ji Qiming, asisten direktur di China Manned Space Agency, dalam konferensi pers di Jiuquan.

Nie, warga asli provinsi Hubei tengah dan mantan pilot angkatan udara itu akan memimpin misi tersebut. Dia akan menjadi astronot China tertua yang pergi ke luar angkasa.

Shenzhou-12 yang berarti “Kapal Ilahi” akan menjadi misi ketiga dari 11 misi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan stasiun luar angkasa China pada akhir tahun 2022.

China memulai pembangunan stasiun antariksa tersebut pada April dengan peluncuran Tianhe, modul pertama dan terbesar dari tiga modul.

Awak Shenzhou-12 akan tinggal di Tianhe (Harmoni Surga), silinder dengan panjang 16,6 meter dan diameter 4,2 meter, selama tiga bulan.

Shenzhou-12 akan menjadi perjalanan luar angkasa ketiga Nie, setelah misi Shenzhou-6 pada 2005 dan misi Shenzhou-10 pada 2013.

Ini akan menjadi misi kedua Liu ke luar angkasa dan yang pertama bagi Tang.

Astronot China selama ini memang memiliki profil internasional yang relatif rendah, tidak seperti rekan-rekan mereka dari negara-negara Barat.

Undang-undang Amerika Serikat (AS) yang melarang NASA bekerja sama dengan China berarti para astronot China tidak boleh mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Saat ini ISS sudah berusia lebih dari dua dekade dan telah dikunjungi lebih dari 240 astronot pria dan wanita dari berbagai negara.

ISS dapat dinonaktifkan pada 2024 jika proyek tersebut tidak menerima dana baru. Itu artinya, China dapat menjadi operator satu-satunya stasiun luar angkasa di orbit Bumi.

“Setelah selesainya stasiun luar angkasa China, dalam waktu dekat, kita akan melihat astronot China dan asing bersama-sama berpartisipasi dalam penerbangan stasiun luar angkasa China,” papar Ji.

Peluncuran luar angkasa China menarik perhatian internasional yang intens bulan lalu setelah sisa-sisa roket yang membawa modul Tianhe ke luar angkasa jatuh kembali ke Bumi tanpa perkiraan resmi tentang lokasi pendaratan yang dipastikan sampai menit-menit terakhir.

“Kami bersedia melakukan pertukaran dan kerja sama internasional yang lebih luas dengan negara lain dalam masalah puing-puing dari pesawat ruang angkasa dan di luar angkasa,” ujar Ji.

Astronot cadangan untuk misi pada Kamis adalah Zhai Zhigang, 54, Wang Yaping, 41 dan Ye Guangfu, 40.

Misi penerbangan awak terakhir China adalah pada 2016 ketika dua pria bernama Chen Dong dan Jing Haipeng, dikirim melalui pesawat ruang angkasa Shenzhou-11 ke Tiangong-2, prototipe stasiun ruang angkasa tempat mereka kemudian tinggal selama sekitar satu bulan.