• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Jum’at, 11 Juni 2021)

News Forex, Index & Komoditi (Jum’at, 11 Juni 2021)

Wall Street menguat, indeks S&P 500 ditutup di rekor tertinggi

Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan S&P 500 ditutup di atas rekor tertinggi sebelumnya yang dicapai 7 Mei, data ekonomi tampaknya mendukung pernyataan Federal Reserve bahwa gelombang peningkatan inflasi saat ini akan bersifat sementara.

Ketiga indeks utama saham AS menguat, dengan saham-saham megacaps terkemuka di pasar menempatkan Nasdaq di depan. Tetapi transportasi dan smallcaps yang sensitif secara ekonomi mengakhiri sesi di wilayah negatif.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 19,10 poin atau 0,06 persen, menjadi menetap di 34.466,24 poin. Indeks S&P 500 bertambah 19,63 poin atau 0,47 persen, menjadi ditutup pada 4.239,18 poin. Indeks Komposit Nasdaq terdongkrak 108,58 poin atau 0,78 persen, menjadi berakhir di 14.020,33 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor perawatan kesehatan meningkat 1,69 persen, memimpin keuntungan. Sementara itu, sektor keuangan tergelincir 1,12 persen, menjadikannya kelompok dengan kinerja terburuk.

Data indeks harga konsumen (IHK) Departemen Tenaga Kerja AS datang di atas konsensus dan menambah perdebatan tentang apakah lonjakan harga-harga saat ini dapat berubah menjadi inflasi jangka panjang, meskipun ada jaminan Fed bahwa inflasi bersifat sementara.

Tetapi pengamatan lebih dekat menunjukkan bahwa sebagian besar lonjakan harga-harga berasal dari barang-barang seperti komoditas dan tiket pesawat, dan oleh karena itu cenderung bersifat sementara.

"Awal minggu ini kami mengalami hari-hari pasar yang sangat membosankan karena kami semua memperhatikan laporan IHK ini," kata Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina. "Tetapi begitu orang melihat ke bawah permukaan, sebagian besar inflasi yang lebih tinggi disebabkan oleh pembukaan kembali, dan saham mengalami reli yang melegakan."

"Pasar menerimanya dengan tenang karena menyadari seluruh ekonomi tidak terlalu panas," tambah Detrick.

Sebuah komite DPR AS mengesahkan RUU pengeluaran infrastruktur senilai 547 miliar dolar AS yang menargetkan transportasi permukaan (pergerakan orang atau barang melalui jalan darat, kereta api, atau kapal laut, bukan dengan pesawat terbang), mengadopsi beberapa proposal Presiden Joe Biden sebagai bagian dari paket infrastrukturnya yang lebih luas senilai 2,3 triliun dolar AS.

Namun, sektor-sektor yang mendapat keuntungan dari belanja infrastruktur mengakhiri sesi lebih rendah. Sektor industri dan transportasi masing-masing turun 0,5 persen dan 0,7 persen.

Tetapi sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga turun paling banyak, merosot 1,1 persen karena pelemahan imbal hasil obligasi pemerintah AS membebani sektor ini.

GameStop Corp, saham yang paling terkait erat dengan fenomena "saham meme" yang didorong media sosial, anjlok 27,2 persen setelah pengecer videogame itu mengatakan akan menjual saham baru.

Saham lain yang telah diuntungkan dari reli kenaikan yang cepat, termasuk Clover Health Investments Corp, AMC Entertainment Holdings, Bed Bath & Beyond Inc dan GEO Group, juga anjlok antara 8,0 persen hingga 19 persen.

Pfizer Inc terangkat 2,2 persen di tengah berita bahwa Amerika Serikat akan membayar pembuat obat itu sekitar 3,5 miliar dolar AS untuk 500 juta dosis vaksin COVID-19 yang ingin disumbangkan ke 100 negara berpenghasilan terendah.

Biden: AS tidak cari konflik tapi siap respons jika Rusia lakukan kegiatan berbahaya

Amerika Serikat tidak menginginkan konflik dengan Rusia tapi berniat untuk menanggapi tindakan Moskow yang dianggap tidak bersahabat, Presiden Joe Biden mengatakan pada pertemuan dengan tentara Inggris pada Rabu (9/6).

Biden bilang, dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Jenewa, Swiss, minggu depan, "saya akan memberi tahu dia apa yang saya ingin dia tahu". "Kami tidak mencari konflik dengan Rusia," jelasnya, seperti dikutip TASS.

"Kami menginginkan hubungan yang stabil dan bisa diprediksi, tapi sikap saya sudah jelas: Amerika Serikat akan merespons dengan cara yang kuat dan bermakna jika Pemerintah Rusia terlibat dalam kegiatan berbahaya," kata Biden di RAF Mildenhall di Suffolk.

Pertemuan Biden dan Putin akan berlangsung pada 16 Juni di Jenewa. Menurut Kremlin, kedua pemimpin berencana membahas kondisi dan prospek untuk lebih membina hubungan Rusia-AS dan masalah stabilitas strategis.

Juga, isu-isu mendesak dalam agenda internasional, yang meliputi kerjasama dalam memerangi pandemi virus corona dan mengelola konflik regional. Ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama antara Putin dan Biden sejak Presiden AS itu menjabat.

Pencucian uang berkedok investasi kripto, kepolisian China ciduk 1.100 orang

Kementerian Keamanan Publik China mengumumkan, telah menangkap hingga 1.100 orang terkait kasus pencucian uang dengan kedok investasi mata uang kripto alias cryptocurrency.

Para pelaku, Kementerian Keamanan Publik China menyebutkan, menggunakan aset kripto untuk mencuci uang hasil penipuan via telepon dan internet.

Penangkapan ribuan orang ini menunjukkan keseriusan Pemerintah China dalam mengawasi perdagangan kripto.

Bulan lalu, tiga asosiasi industri di China melarang layanan keuangan dan pembayaran terkait kripto. Dewan Negara juga berjanji untuk menekan penambangan dan perdagangan Bitcoin.

Dilansir Reuters, pada Rabu (9/6), Kepolisian China menangkap lebih dari 170 kelompok kriminal yang terlibat dalam penggunaan kripto untuk mencuci uang.

Para pencuci uang tersebut meminta komisi 1,5% hingga 5% kepada klien kriminal mereka untuk mengubah hasil ilegal menjadi mata uang virtual melalui bursa kripto.

Asosiasi Pembayaran & Kliring China pada Rabu juga mengumumkan, jumlah kejahatan yang melibatkan penggunaan mata uang virtual sedang meningkat. Hal ini membuat pemerintah semakin tegas mengawasi peredaran dan penggunaan kripto.

"Karena cryptocurrency bersifat anonim, nyaman, dan bersifat global, mereka semakin dilirik untuk aktivitas pencucian uang lintas batas," ungkap Asosiasi Pembayaran & Kliring China.

Kripto jenis apapun telah menjadi alat pembayaran yang populer dalam aktivitas perjudian ilegal di berbagai negara.

Reuters mencatat, hampir 13% situs perjudian mendukung penggunaan mata uang virtual. Teknologi blockchain telah mempersulit pihak berwenang untuk melacak uang tersebut.

Harga barang grosir Jepang naik 4,9% yoy, tertinggi dalam 13 tahun terakhir

Harga barang grosir Jepang bulan Mei 2021 naik 4,9% secara tahunan (yoy). Ini menandai kenaikan terbesar dalam 13 tahun terakhir.

Kenaikan harga grosir tersebut menunjukkan bahwa biaya komoditas yang lebih tinggi dapat memukul perusahaan yang perlahan bangkit dari kesakitan akibat pandemi Covid-19.

Mengutip Reuters, kenaikan indeks harga barang perusahaan (CGPI) melebihi prediksi pasar yang memperkirakan naik 4,5% untuk mengikuti kenaikan 3,8% pada bulan April. Ini adalah peningkatan tahunan terbesar sejak September 2008.

"Naiknya harga komoditas yang mencerminkan pemulihan ekonomi global mendorong harga grosir untuk berbagai macam barang," kata Shigeru Shimizu, kepala divisi statistik harga Bank of Japan (BOJ), Kamis (10/6).

Sebagai informasi, harga minyak dan batubara melonjak 53,5% yoy di Mei. Sementara untuk harga logam bukan besi juga naik 41,6% yoy. Ini dampak dari permintaan yang kuatnya di AS dan China sehingga mendorong biaya bahan baku.

“Harga kayu juga naik 9,7% dan mencerminkan kekurangan bahan baku serta meningkatnya permintaan di seluruh dunia,” tambah Shimizu.

Kenaikan biaya akan memicu margin bagi banyak perusahaan termasuk pengecer yang masih belum pulih dari pembatasan keadaan darurat yang diterapkan untuk mencegah penyebaran pandemi.

Di sisi lain, perusahaan juga berhati-hati dalam membebankan biaya yang lebih tinggi kepada rumah tangga. Harga konsumen inti turun 0,1% pada April menandai penurunan sembilan bulan berturut-turut sebagai tanda permintaan domestik yang lamban dan membuat perusahaan enggan menaikkan harga.

Presiden Joe Biden cabut larangan terhadap TikTok dan WeChat

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, mencabut perintah eksekutif jaman Donald Trump terkait larangan terhadap aplikasi TikTok dan WeChat. Namun, Biden mengeluarkan perintah baru untuk meninjau kembali masalah keamanan yang bisa ditimbulkan oleh dua aplikasi tersebut.

Mengutip SCMP, perintah tersebut ditujukan kepada Departemen Perdagangan untuk menilai apakah ada potensi implikasi keamanan dan penggunaan data-data orang Amerika di aplikasi tersebut. Dalam perintah itu pula, Departemen Perdagangan diberi waktu hingga 6 bulan sebelum nantinya melaporkan rekomendasi atas peninjauan tersebut.

"Upaya berkelanjutan oleh musuh asing itu merupakan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa terhadap keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi Amerika Serikat," kata Biden dalam perintah tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan, inti dari perintah tersebut ialah bagaimana pemerintah mengambil langkah kuat untuk melindungi data sensitif orang Amerika dari pengumpulan dan pemanfaatan oleh musuh asing melalui aplikasi perangkat lunak yang terhubung.

Selain perintah larangan TikTok dan WeChat, Biden juga mencabut satu lagi perintah yang dikeluarkan Trump pada Januari terkait delapan aplikasi perangkat lunak komunikasi dan teknologi keuangan China lainnya.

Asal tahu saja, Trump dalam bulan-bulan terakhirnya memang banyak mengeluarkan perintah yang intinya melarang perusahaan China di AS. Saat itu, Trump beralasan bahwa hal tersebut dilakukan demi keamanan data nasional.

Dengan mencabut larangan tersebut, Biden bukan berarti tidak khawatir terhadap penggunaan data orang-orang Amerika. Hanya saja, pemerintahan Biden mengambil cara pendekatan berbeda dengan perusahaan-perusahaan aplikasi asal negeri China tersebut.

El Salvador resmi jadi negara pertama yang melegalkan bitcoin jadi alat pembayaran

El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Kepastian ini muncul setelah kongres menyetujui proposal Presiden Nayib Bukele untuk merangkul aset kripto tersebut.

Mengutip Reutes, ada 62 dari 84 suara anggota parlemen yang memilih mendukung langkah untuk membuat undang-undang untuk mengadopsi bitcoin. Namun, ada pula kekhawatiran tentang dampak potensial pada program El Salvador dengan International Monetary Fund (IMF) atawa Dana Moneter Internasional.

Sebelumnya, Bukele telah menyuarakan penggunaan bitcoin karena potensinya untuk membantu masyarakat Salvador yang tinggal di luar negeri guna mengirim uang kembali ke negaranya.

Sebagai informasi, El Salvador sangat bergantung pada uang yang dikirim kembali dari pekerja di luar negeri. Data Bank Dunia menunjukkan pengiriman uang ke negara itu mencapai hampir US$ 6 miliar atau sekitar seperlima dari PDB pada 2019 dan menjadi salah satu rasio tertinggi di dunia.

"Ini akan membawa inklusi keuangan, investasi, pariwisata, inovasi dan pembangunan ekonomi untuk negara kita," kata Bukele dalam sebuah tweetnya.

Bukele juga menyampaikan bahwa penggunaan bitcoin akan menjadi pilihan bagi individu dan tidak akan membawa risiko bagi pengguna. Sementara pemerintah menjamin konvertibilitas ke dolar AS pada saat transaksi melalui kepercayaan yang dibuat di bank pembangunan negara.

Berdasarkan undang-undang, bitcoin harus diterima oleh perusahaan saat ditawarkan sebagai pembayaran untuk barang dan jasa. Kontribusi pajak juga dapat dibayarkan dalam mata uang kripto. Penggunaannya sebagai alat pembayaran yang sah akan dimulai dalam 90 hari, dengan nilai tukar bitcoin-dolar yang ditetapkan oleh pasar.

Pendukung mata uang kripto memuji langkah itu sebagai melegitimasi aset yang muncul, tetapi dampaknya pada regulasi bitcoin, perpajakan atau adopsi di negara lain masih harus dilihat. Namun, tidak ada tanda-tanda langsung bahwa negara lain akan mengikuti sikap El Salvador terhadap bitcoin.

"Apakah ini menjadi yang pertama dalam apa yang menjadi tren dan kemudian menjadi bola salju, atau apakah ini akan menjadi blip, kita hanya akan tahu melalui sejarah," kata Brandon Thomas, mitra di Grayline Group.

Markas kontraktor militer AS di Irak kembali jadi sasaran roket

Pangkalan Udara Balad, Irak, pada Rabu (9/6) malam kembali menjadi sasaran roket yang diduga berasal dari militan yang didukung Iran.

Arab News melaporkan, tidak ada korban dalam serangan yang menargetkan pangkalan udara yang juga menjadi markas kontraktor militer AS di Irak tersebut.

Pangkalan Udara Balad yang terletak di Utara Baghdad saat ini digunakan oleh perusahaan AS Sallyport untuk mengawasi jet tempur F-16 yang diterbangkan oleh Angkatan Udara Irak dan telah berulang kali menjadi sasaran tembakan roket.

Tingginya intensitas serangan membuat perusahaan AS lain, Lockheed Martin, menarik stafnya dari pangkalan udara tersebut bulan lalu.

Dalam serangkaian serangan yang telah terjadi, setidaknya tiga subkontraktor asing dan satu subkontraktor Irak terluka dalam serangan di Balad.

Dilansir dari Reuters, roket juga menghantam dekat pangkalan militer di Bandara Internasional Baghdad. Setelah serangan itu, setidaknya satu roket menghantam pangkalan yang digunakan pesawat militer AS.

Laporan menyebutkan, serangan itu dilakukan dengan pesawat tak berawak, teknik yang semakin banyak digunakan oleh kelompok-kelompok pro-Iran.

AS telah secara rutin menyalahkan kelompok milisi yang didukung Iran terkait serangan semacam itu. Tidak hanya fasilitas militer, serangan juga kerap menargetkan kompleks kedutaan AS di Baghdad.

Pasukan AS sampai saat ini masih berada di Irak sebagai bagian dari koalisi militer yang dibentuk untuk memerangi kelompok ISIS. Pada 2017, pemerintah Irak bahkan menyatakan telah berhasil memenangkan perang tersebut.

Bagi AS, serangan roket yang kerap diluncurkan merupakan cara untuk menekan mereka agar segera menarik semua personelnya. Kelompok-kelompok pro-Iran menilai pasukan AS sebagai "kekuatan pendudukan".

PBB: Jumlah pekerja anak melonjak untuk pertama kalinya dalam dua dekade

PBB pada hari Kamis (10/6), merilis laporan terkait tingginya jumlah pekerja anak di seluruh dunia. Jumlah pekerja anak saat ini disebut mengalami kenaikan untuk pertama kalinya dalam dua dekade.

Laporan bersama yang dirilis oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan badan anak-anak PBB UNICEF, menunjukkan jumlah pekerja anak mencapai 160 juta pada awal 2020, bertambah 8,4 juta dalam empat tahun.

Dilansir Channel News Asia, kenaikan yang signifikan mulai terlihat menjelang pandemi. Hal ini membalikkan tren penurunan jumlah pekerja anak antara tahun 2000 hingga 2016.

Ketika krisis akibat Covid-19 mulai memburuk, hampir satu dari 10 anak di seluruh dunia kini berstatus sebagai pekerja anak. Anak-anak di kawasan sub-Sahara Afrika merasakan dampak terparah.

ILO dan UNICEF memperingatkan bahwa akan ada 50 juta anak lagi yang akan masuk kategori pekerja anak dalam dua tahun ke depan jika tidak ada tindakan serius untuk mengentaskan kemiskinan.

"Kami kehilangan pijakan dalam perjuangan untuk mengakhiri pekerja anak. Krisis Covid-19 membuat situasi yang buruk menjadi lebih buruk," kata kepala UNICEF Henrietta Fore.

Di tahun kedua lockdown, lanjut Fore, penutupan sekolah, gangguan ekonomi, dan anggaran nasional yang menyusut membuat banyak keluarga untuk membuat pilihan yang sulit dengan meminta anak-anaknya bekerja.

Anak laki-lagi lebih mungkin terkena dampak ini, terhitung ada 97 dari 160 juta anak telah berjuang menjadi pekerja anak pada awal tahun 2020.

Melakukan pekerjaan berbahaya

Laporan terbaru juga menunjukkan adanya peningkatan signifikan yang terlihat pada anak-anak usia 5 hingga 17 tahun yang melakukan pekerjaan berbahaya, yang bisa mempengaruhi perkembangan, pendidikan, atau kesehatan anak.

Beberapa pekerjaan tersebut umumnya ada sektor pertambangan yang berhubungan dengan mesin berat, dan bekerja lebih dari 43 jam seminggu, yang membuat mereka hampir tidak mungkin bisa bersekolah.

Sebanyak 79 juta anak dianggap melakukan pekerjaan berbahaya seperti itu pada awal 2020, naik 6,5 juta dari empat tahun sebelumnya.

Selain pekerjaan berbahaya seperti yang disebutkan sebelumnya, mayoritas pekerja anak juga terkonsentrasi di sektor pertanian, yang menyumbang 70% dari total global, atau 112 juta anak. Sisanya, sekitar 20% ada di sektor jasa dan sekitar 10% di industri lain.

Peningkatan terbesar dalam pekerja anak tercatat di kawasan sub-Sahara Afrika, yang memang dilanda krisis ekonomi dan sosial yang sangat ekstrem.

Laporan PBB menyebut hampir seperempat anak berusia 5 hingga 17 tahun di sub-Sahara Afrika sudah menjadi pekerja anak, berbanding dengan hanya 2,3% di Eropa dan Amerika Utara.

"Kita tidak bisa berdiam diri sementara generasi baru anak-anak berada dalam bahaya. Kita berada pada momen penting dan banyak bergantung pada bagaimana kita merespons," kata Ketua ILO Guy Ryder.

PBB akan berupaya menggerakkan semua badan terkait untuk mengatasi lonjakan pekerja anak di tengah pandemi Covid-19. Langkah yang terlambat disebut bisa membuat kondisi ini bertahan lama dan terus memburuk.

Kim Jong-un Mendadak Lebih Ramping usai Menghilang, Picu Spekulasi soal Kesehatannya

 Kim Jong-un , pemimpin Korea Utara (Korut) , terlihat lebih ramping dalam foto terbaru yang dirilis oleh media pemerintah pekan lalu. Penampilan sang diktator muda ini memicu spekulasi tentang kesehatannya setelah menghilang dari pandangan publik selama lebih dari sebulan.

NK News melaporkan para ahli yang mengikuti perkembangan Korea Utara dan para pemimpinnya mengatakan bahwa Kim Jong-un mungkin telah kehilangan banyak berat badan.

Laporan itu juga membandingkan foto-foto pemimpin Korea Utara dari November-Desember 2020, hingga April 2021, dan Juni 2021.

Pekan lalu, dia tampil di depan publik setelah sekitar satu bulan "menghilang". Pada 1 Juni, laporan media pemerintah mengatakan Korea Utara telah menciptakan posisi jabatan orang kedua setelah Kim Jong-un.

Terkait penampilan terbaru Kim Jong-un, analisis dalam laporan NK News mengatakan panjang tali melewati gesper pada jam tangan perusahaan Swiss yang dikenakan oleh Kim Jong-un dalam gambar terbarunya tampak lebih panjang, menunjukkan pergelangan tangan yang lebih ramping.

Vipin Narang, seorang profesor ilmu politik di Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengatakan jika dia sengaja menurunkan berat badan untuk menjadi lebih sehat maka “kemungkinan akan meningkatkan posisinya di dalam negeri."

Narang menjelaskan kepada NK News bahwa posisi stabil Kim Jong-un di dalam negeri berarti “lebih dapat diprediksi” untuk negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

“Jika [penurunan berat badan tiba-tiba] karena kondisi kesehatan, perebutan suksesi mungkin sudah terjadi di belakang layar, dan ketidakstabilan itu bisa menjadi masalah bagi dunia luar,” kata Narang.

“Apakah hanya sudut kamera atau Kim kehilangan banyak berat badan?," tulis dia di Twitter pada 6 Juni.

Kesehatan pemimpin Korea Utara telah menjadi perhatian besar di antara para ahli dan badan intelijen asing termasuk Badan Intelijen Nasional Korea Selatan atau NIS, karena ada beberapa contoh dia "menghilang" selama berminggu-minggu dari mata publik.

Sebelumnya, para ahli menilai bahwa dia berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Keluarganya dilaporkan memiliki riwayat masalah jantung juga. Pada November 2020, NIS dilaporkan memberi tahu anggota parlemen Korea Selatan bahwa mereka percaya Kim Jong-un memiliki berat sekitar 140 kilogram.

Sementara Mike Brodka, seorang perwira intelijen untuk Komando Operasi Khusus AS di Korea Selatan, mengatakan; "Di permukaan, penurunan berat badan yang nyata mungkin tidak berarti banyak, tetapi dapat memberikan petunjuk untuk informasi lain yang dicari oleh para kolektor intelijen."

"Penting bagi intelijen untuk melihat berbagai sumber informasi dan indikator dari peristiwa terkait untuk mencoba dan menjawab situasi nyata di Pyongyang," katanya seperti dikutip The Independent, Kamis (10/6/2021).

“Ini mungkin masalah sederhana dari perubahan gaya hidup sehat atau masalah yang lebih kompleks. Saat ini, kami tidak tahu, tetapi itu menimbulkan pertanyaan yang cukup serius sehingga kami harus memperhatikan peristiwa selama beberapa bulan ke depan untuk mengetahuinya," ujarnya.

Namun, Tom Fowdy, seorang analis yang berfokus pada Korea Utara dan China, mengatakan; “Spekulasi kesehatan Kim Jong-un dan kebocoran Laboratorium Wuhan adalah tema yang serupa dari wacana media.”

Dia men-tweet bahwa keduanya berkembang pada imajinasi publik dari "Fantasi Komunis" yang misterius yang secara dramatis memikirkan segalanya dengan mencari motivasi atau tindakan gelap.

“Ini mengingatkan pada tema Perang Dingin Amerika, kecurigaan, infiltrasi, ketidakpercayaan, dengan setiap hal yang jinak dikhianati sebagai plot politik dan jahat di suatu hari sampai-sampai akal sehat hilang sebagai rasa penilaian atau analisis. Pasti selalu ada sesuatu yang 'lebih'," kata Fowdy.

Sejak muncul kembali pekan lalu, Kim Jong-un terlihat memegang kendali penuh. Pada 8 Juni, media pemerintah melaporkan bahwa dia mengadakan pertemuan politik, membahas solusi untuk masalah ekonomi negara dan akan menghadiri rapat paripurna partai akhir pekan ini.

Leif-Eric Easley, yang merupakan profesor studi internasional di Ewha Womans University di Seoul, mengatakan pemimpin Korea Utara menggunakan pertemuan tingkat tinggi pemerintah untuk tampil sebagai komandan dalam mengelola tantangan sosial dan ekonomi Korea Utara sambil menyebarkan kesalahan dan tanggung jawab di kalangan pejabat senior.

“Kim mengadakan pertemuan ini juga untuk sementara menghilangkan desas-desus tentang kesehatan yang buruk, setelah dia pergi berminggu-minggu tanpa tampil di depan umum. Pengamat internasional berspekulasi tentang perencanaan suksesi mengingat kemungkinan 'Sekretaris Pertama' baru ditunjuk di bawah posisi utama Kim sebagai 'Sekretaris Jenderal' Partai Buruh. Tapi apa yang sebenarnya dilakukan Kim adalah mencoba mengembangkan institusi pemerintahan,” katanya.

Pengakuan Menggetarkan Seorang Rabi Soal Yahudi dan Zionis hingga Palestina

Yahudi dan gerakan Zionisme bukanlah hal yang sama. Keduanya ada perbedaan masing-masing. Seperti Apa?

Pengakuan rabi Yahudi dan aktivis anti-Zionisme yang disampaikan pada acara konferensi internasional 'Freedom and Right of Return Palestine and 60 Years of Ethnic Cleansing' pada 2008 lalu, sebagaimana dikutip dari dokumentasi Harian Republika, cukup mengejutkan.

Zahra, aktivis Neturai Karta International, Dovid Weiss mengatakan seharusnya Israel sadar bahwa ajaran Yahudi tidak mengajarkan untuk mengambil alih wilayah itu.

"Hal ini membuktikan terdapat perbedaan antara gerakan zionisme Israel dan Yahudi," katanya. Aharon Cohen, yang juga aktivis Neturai Karta International mengatakan, ajaran Yahudi amat mengecam tindakan invasi yang dilakukan Israel. Menurut dia, saat ini terdapat beberapa golongan dalam agama Yahudi.

Pertama, Yahudi-Ortodoks, yaitu sekelompok Yahudi yang tidak mementingkan akhlak dengan menjajah Palestina dan mengklaim bahwa tanah Palestina milik mereka. Kedua, penganut Yahudi yang meyakini pendirian negara apa pun di dunia, di atas negara lain merupakan tindakan yang dilarang.

"Kelompok Zionis itu termasuk pada kelompok yang menghendaki pendudukan di Palestina," ujarnya.

Dalam ajaran Yahudi, menurut Cohen, menyadari perlu adanya hak kembali bagi bangsa Palestina. Akan tetapi, lanjutnya, kaum zionis tetap bersikeras untuk melakukan pendudukan terhadap wilayah Palestina. Kelompok ini menurut Cohen merupakan kelompok minorita yang berasal dari kalangan awam, atau bukan rohaniawan Yahudi.

Masalah yang dihadapi zionis saat ini, menurut Cohen, adalah pertentangan antara kelompok zionis yang menghendaki pendudukan tanah Palestina, dan kelompok yang anti-zionisme yang tidak menghendaki pendudukan itu.

Sebelumnya, tutur Cohen, penganut Yahudi hidup berdampingan secara damai dengan bangsa Palestina. Akan tetapi, dengan adanya tekanan oleh zionis terhadap bangsa Palestina, terjadilah konflik antardua bangsa itu.

"Bahkan, ketika Inggris menyatakan akan membantu zionis Israel dalam pendudukan itu, teradi perdebatan di kalangan parlemen Inggris antara pro dan kontra terhadap dukungan ini," ungkapnya.

Untuk penyelesaian konflik yang berkepanjangan itu, menurut Cohen, perundingan masih bisa diteruskan.

"Rakyat Palestina harus terus berjuang perjuangkan hak-hak mereka," tegasnya.

Rabi Aharon Cohen dan Rabi Yisroel Dovid Weiss dari Neturai Karta Internasional, sebuah organisasi Yahudi anti zionisme.

Baik Cohen maupun Weiss mengatakan zionisme bukanlah bagian dari umat Yahudi karena pandangannya mengenai institusi negara. Weiss bahkan mewanti-wanti agar dengan tegas dibedakan zionisme dengan ajaran Yahudi.

Cohen mengatakan sebuah dosa besar bagi bangsa Yahudi mendirikan sebuah intitusi negara karena hal itu berarti mengingkari takdir Tuhan. Menjadi takdir bangsa Yahudi untuk tinggal dimanapun berada.

Sementara Weiss mengatakan tindak kekerasan bukanlah solusi ampuh menuju perdamaian. Weiss juga menekankan betapa Muslim, Kristen, dan Yahudi hidup rukun berdampingan di tanah Palestina sebelum zionis Israel merampas semua kehidupan indah mereka.

Sebagian besar pembicara juga berpandangan sekarang lah saatnya Palestina merdeka dan berhak menentukan nasibnya sendiri.

Seperti dikatakan Cohen, entitas Israel harus secepatnya dibubarkan secara damai disusul dengan referendum oleh rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri. Namun Cohen memperingatkan jalan itu tidak akan mudah tetapi harus dilalui demi kemerdekaan dan masa depan bangsa Palestina.