• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Senin, 7 Juni 2021)

News Forex, Index & Komoditi (Senin, 7 Juni 2021)

Wall Street ditutup naik, terkerek redamnya kekhawatiran inflasi AS

Wall Street naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dipimpin oleh saham sektor teknologi, setelah laporan pekerjaan bulanan AS yang lebih rendah dari perkiraan meredakan kekhawatiran investor bahwa Federal Reserve (Fed) mungkin akan segera mengendalikan stimulus moneter.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 179,35 poin atau 0,52 persen, menjadi menetap di 34.756,39 poin. Indeks S&P 500 menambahkan 37,04 poin atau 0,88 persen, menjadi berakhir di 4.229,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 199,98 poin atau 1,47 persen, menjadi 13.814,49 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi terdongkrak 1,92 persen, memimpin kenaikan ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah. Sementara itu sektor utilitas merosot 0,15 persen, menjadikannya sebagai kelompok berkinerja terburuk.

Ketiga indeks menguat untuk minggu ini, dengan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Pengusaha-pengusaha AS meningkatkan perekrutan pada Mei dan menaikkan upah saat mereka bersaing untuk mendapatkan pekerja. Tetapi peningkatan data penggajian (payrolls) nonpertanian 559.000 pekerjaan berada di bawah perkiraan 650.000 oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Investor khawatir bahwa laporan pekerjaan yang kuat yang menunjukkan kenaikan inflasi dapat mendorong The Fed menarik kembali stimulus yang diberlakukan selama pandemi.

"Ini menjaga tekanan dari The Fed dan akan memungkinkan mereka untuk mempertahankan kebijakan suku bunga rendah mereka lebih lama dan mengambil lebih banyak sikap menunggu dan melihat," kata Kepala Investasi Cresset Capital Management, Jack Ablin.

“Peluang untuk mempertahankan suku bunga rendah adalah kabar baik bagi para pengambil risiko.”

Saham teknologi dan saham pertumbuhan lainnya dipandang sangat rentan jika inflasi menaikkan imbal hasil obligasi dan lebih banyak mendiskon nilai arus kas masa depan.

"Ini hanya perdagangan risk-on (pengambilan risiko) karena pasar percaya suku bunga akan tetap lebih rendah lebih lama," kata Manajer Portofolio Senior Dakota Wealth, Robert Pavlik.

Sementara itu perjalanan liar untuk apa yang disebut "saham meme" menarik perhatian investor, dengan saham AMC Entertainment Holdings anjlok 6,7 persen, tetapi melonjak lebih dari 80 persen untuk minggu ini.

Perusahaan SPAC (special purpose acquisition company atau perusahaan cangkang) Pershing Square Tontine Holdings yang dikendalikan miliarder William Ackman jatuh 11,9 persen setelah diberitakan dalam pembicaraan untuk membeli 10 persen Universal Music Group.

Pekan depan, investor akan mengawasi Washington untuk mencari petunjuk tentang apakah reli saham perusahaan yang akan mendapat manfaat dari rencana infrastruktur senilai 1,7 triliun dolar AS yang diusulkan Presiden Joe Biden memiliki lebih banyak ruang untuk berlari.

G7 sepakat untuk mengenakan pajak pada perusahaan seperti Google, Apple, dan Amazon minimal 15 %

Negara-negara G7 mencapai kesepakatan penting pada Sabtu untuk mengejar perpajakan global yang lebih tinggi pada bisnis multinasional seperti Google, Apple, dan Amazon. Negara-negara kaya ini menyetujui dukungan tarif pajak perusahaan global minimal 15% dan pajak yang lebih besar di negara tempat mereka menjual barang dan jasa.

"Para menteri keuangan G7 telah mencapai kesepakatan bersejarah untuk mereformasi sistem pajak global agar sesuai dengan era digital global," kata menteri keuangan Inggris Rishi Sunak setelah memimpin pertemuan dua hari di London.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan, komitmen yang signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya ini akan mengakhiri perlombaan penurunan pajak secara global.

Kesepakatan yang direncanakan selama bertahun-tahun ini juga diharapkan untuk mengakhiri pajak layanan digital nasional yang dipungut oleh Inggris dan negara-negara Eropa lainnya yang menurut Amerika Serikat ditargetkan secara tidak adil kepada raksasa teknologi AS.

Namun, langkah-langkah tersebut pertama-tama perlu menemukan kesepakatan yang lebih luas pada pertemuan G20 yang akan berlangsung bulan depan di Venesia. “Ini rumit dan ini adalah langkah awal,” kata Sunak.

Para menteri G7 yang terdiri dari Inggris, AS, Jerman, Kanada, Jepang, Prancis, dan Italia ini juga setuju untuk mendorong perusahaan-perusahaan menyatakan dampak lingkungan mereka dengan cara yang lebih terstandar sehingga investor dapat memutuskan dengan lebih mudah apakah akan berinvestasi di perusahaan tersebut. Ini terutama menjadi usulan Inggris.

Negara-negara kaya telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menyepakati cara untuk meningkatkan lebih banyak pendapatan dari perusahaan multinasional besar seperti Google, Amazon, dan Facebook. Perusahaan-perusahaan ini sering membukukan keuntungan di yurisdiksi di mana mereka membayar pajak sedikit atau tidak membayar sama sekali.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden memberikan dorongan baru pada pembicaraan yang terhenti dengan mengusulkan tarif pajak perusahaan global minimum 15%, di atas tingkat di negara-negara seperti Irlandia tetapi di bawah tingkat terendah di G7.

Jerman dan Prancis juga menyambut baik kesepakatan tersebut, meskipun Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan dia akan memperjuangkan tarif pajak perusahaan minimum global yang lebih tinggi dari 15%, yang dia gambarkan sebagai titik awal.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz mengatakan, kesepakatan ini adalah berita buruk bagi surga pajak di seluruh dunia. "Perusahaan tidak akan lagi dalam posisi untuk menghindari kewajiban pajak mereka dengan membukukan keuntungan mereka di negara-negara dengan pajak terendah," tambah Scholz.

Menteri keuangan Irlandia Paschal Donohoe mengatakan setiap kesepakatan global juga perlu mempertimbangkan negara-negara yang lebih kecil.

Sunak mengatakan kesepakatan itu adalah hadiah besar bagi pembayar pajak. Tetapi masih terlalu dini untuk mengetahui berapa banyak uang yang akan dikumpulkan untuk Inggris.

Perjanjian tersebut tidak menjelaskan secara pasti bisnis mana yang akan dicakup oleh aturan, hanya mengacu pada perusahaan multinasional terbesar dan paling menguntungkan.

Negara-negara Eropa khawatir bahwa bisnis seperti Amazon bisa lolos karena melaporkan margin keuntungan yang lebih rendah daripada kebanyakan perusahaan teknologi terkenal lainnya.

Elon Musk berkicau ini, harga Bitcoin terjungkal

Harga Bitcoin melorot pada Jumat (4/6), setelah CEO Tesla Elon Musk mengeluarkan tweet samar yang mengisyaratkan perpisahan dengan kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia itu.

Komunitas kripto menganggapnya sebagai tanda Musk menjauhkan diri dari Bitcoin, yang menyebabkan harga kripto paling tua di muka Bumi itu jatuh.

Harga Bitcoin turun mencapai posisi terendah pada Jumat (4/6) di US$ 35.593,79 dan membalikkan reli Kamis (3/6) yang sempat menyentuh level US$ 39.200.

"Penembusan yang gagal bukanlah pertanda baik," kata CEO Delta Exchange Pankaj Balani kepada CoinDesk. "Kita bisa melihat penurunan yang lebih dalam jika kisaran baru-baru ini tembus ke bawah".

Harga Bitcoin terjungkal 35% bulan lalu setelah Tesla menghapus mata uang kripto itu sebagai alat pembayaran, dengan alasan masalah lingkungan. Langkah ini menghancurkan harapan untuk adopsi kripto secara luas oleh produsen mobil listrik tersebut.

Dan, kicauan terbaru Musk bisa semakin memperkuat ketakutan itu.

China Sebut AS Negara Gemar Menyadap Nomor 1 di Dunia

China menyebut Amerika Serikat sebagai negara penyadap nomor satu di dunia. Hal itu ditegaskan China setelah muncul laporan bahwa selain memata-matai musuh, Washington selama ini kerap melakukan spionase terhadap negara sekutunya di Eropa.

"Adalah hal yang tak bisa diterima jika AS memata-matai para sekutunya dan bahkan tidak bisa ditoleransi lagi jika (AS) memata-matai dunia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, dalam jumpa pers di Beijing pada Kamis (3/6).

Wang menuturkan AS "dikenal sebagai negara penyadap nomor satu di dunia dan kerap menggunakan berbagai metode untuk melakukan intelijen tersebut."

Wang bahkan menuding AS menyimpan perangkat mata-mata di hampir 100 kedutaan besar dan konsulatnya di Eropa.

Dikutip kantor berita Anadolu, pernyataan Wang itu muncul setelah media lokal Jerman pada awal pekan ini memaparkan bahwa intelijen Denmark membantu salah satu lembaga intel AS, Badan Keamanan Nasional (NSA), untuk memata-matai para pemimpin negara Eropa, termasuk Kanselir Jerman Angela Markel dan Presiden Frank-Walter Steinmeier.

Hal itu terungkap setelah wartawan Jerman mendapat akses laporan internal bagaimana Dinas Intelijen Pertahanan Denmark (FE) memberikan dukungan kepada NSA.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Denmark bekerja sama secara aktif dengan AS dalam memata-matai para pemimpin Jerman.

"AS menyadap sekutu Eropanya, seperti yang diungkapkan oleh media beberapa hari lalu, hanyalah puncak gunung es dari jaringan pencurian rahasia global yang besar, dan AS berutang penjelasan kepada komunitas internasional," kata Wang.

Dalam jumpa pers itu, Wang mengatakan Beijing juga mendesak Washington "segera menghentikan penyadapan skala besar dan pencurian rahasia."

"Dan berhenti menekan perusahaan negara lain dengan kedok keamanan nasional," ucap Wang.

Kegiatan spionase AS. ini bukan yang pertama kalinya terungkap. Pengungkapan bahwa Gedung Putih gemar melakukan mata-mata terhadap para sekutunya di Eropa pertama kali muncul pada 2013 silam.

Joe Biden melarang investasi di sejumlah perusahaan pertahanan dan teknologi China

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang melarang entitas AS berinvestasi di lusinan perusahaan China yang diduga terkait dengan sektor teknologi pertahanan atau pengawasan, sebuah langkah yang menurut pemerintahannya memperluas cakupan pelanggaran hukum perintah era Trump.

Mengutip Reuters, Jumat (4/6), pejabat senior administrasi kepada wartawan mengatakan, Departemen Keuangan akan menegakkan dan memperbarui daftar larangan baru secara bergulir dari sekitar 59 perusahaan, yang melarang pembelian atau penjualan sekuritas yang diperdagangkan secara publik di perusahaan target, dan menggantikan daftar sebelmnya dari Departemen Pertahanan.

Perintah tersebut mencegah investasi AS untuk mendukung kompleks industri militer China, serta program penelitian dan pengembangan militer, intelijen, dan keamanan, kata Biden dalam perintah tersebut.

"Selain itu, saya menemukan bahwa penggunaan teknologi pengawasan China di luar RRC dan pengembangan atau penggunaan teknologi pengawasan China untuk memfasilitasi penindasan atau pelanggaran hak asasi manusia yang serius merupakan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa," kata Biden.

Lembar fakta Gedung Putih tentang perintah itu mengatakan kebijakan itu akan berlaku untuk perusahaan-perusahaan yang terdaftar pada 2 Agustus.

Perusahaan-perusahaan besar China yang termasuk dalam daftar Departemen Pertahanan sebelumnya juga ditempatkan pada daftar yang diperbarui, termasuk Aviation Industry Corp of China (AVIC), China Mobile Communications Group, China National Offshore Oil Corp (CNOOC), Hangzhou Hikvision Digital Technology Co Ltd, Huawei Technologies Ltd dan Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC).

SMIC adalah kunci dari dorongan nasional China untuk meningkatkan sektor chip domestiknya.

"Kami sepenuhnya berharap bahwa dalam beberapa bulan ke depan ... kami akan menambahkan perusahaan tambahan ke pembatasan perintah eksekutif yang baru," kata salah satu pejabat senior.

Seorang pejabat kedua mengatakan kepada wartawan bahwa masuknya perusahaan teknologi pengawasan China memperluas cakupan perintah awal pemerintahan Trump tahun lalu, yang menurut Gedung Putih dirancang dengan ceroboh, membiarkannya terbuka untuk tantangan pengadilan.

Biden telah meninjau sejumlah aspek kebijakan AS terhadap China, dan pemerintahannya telah memperpanjang tenggat waktu untuk implementasi yang ditetapkan oleh perintah mantan Presiden Donald Trump saat menyusun kerangka kebijakan barunya.

Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian langkah Biden yang lebih luas untuk melawan China, termasuk memperkuat aliansi AS dan mengejar investasi domestik yang besar untuk meningkatkan daya saing ekonomi Amerika, di tengah hubungan yang semakin memburuk antara dua negara paling kuat di dunia.

Koordinator kebijakan Indo-Pasifik Biden Kurt Campbell mengatakan bulan lalu bahwa periode keterlibatan dengan China telah berakhir dan bahwa paradigma dominan dalam hubungan bilateral ke depan akan menjadi salah satu kompetisi.

Pejabat senior mengatakan Departemen Keuangan nanti akan memberikan panduan tentang apa arti ruang lingkup teknologi pengawasan, termasuk apakah perusahaan memfasilitasi "penindasan atau pelanggaran hak asasi manusia yang serius."

"Kami benar-benar ingin memastikan bahwa larangan di masa depan memiliki landasan hukum yang kuat. Jadi, daftar pertama kami benar-benar mencerminkan hal itu," kata seorang pejabat senior kedua.

Investor akan punya waktu untuk "melepaskan" investasi, kata pejabat ketiga.

Daftar baru ini memberikan sedikit kejutan bagi investor yang ingin melihat apakah mereka perlu melepas lebih banyak lagi saham dan obligasi China.

Tetapi beberapa perusahaan yang telah diidentifikasi sebelumnya, seperti Commercial Aircraft Corp of China (COMAC), yang mempelopori upaya China untuk bersaing dengan Boeing Co dan Airbus, serta dua perusahaan yang menentang larangan tersebut di pengadilan, Gowin Semiconductor Corp dan Luokung Technology Corp , tidak disertakan.

Pada bulan Mei, seorang hakim menandatangani perintah untuk menghapus penunjukan pada pembuat ponsel China Xiaomi, yang merupakan salah satu perusahaan teknologi China yang lebih terkenal yang ditargetkan pemerintahan Trump karena dugaan hubungan dengan militer China.

Stewart Baker, mantan pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri, mengatakan "rezim peraturan dan hukum yang mapan" di Departemen Keuangan menjadikannya tempat yang lebih baik daripada Departemen Pertahanan untuk menegakkan larangan tersebut.

"Ini mengikuti tradisi yang berkembang dari pemerintahan Biden yang datang dan mengatakan 'Trump pada prinsipnya benar dan salah dalam eksekusi, dan kami akan memperbaikinya,'" kata Baker.

Bill Gates-Warren Buffett bangun reaktor nuklir senilai Rp 14,32 triliun di Wyoming

Duo miliarder, Bill Gates dan Warren Buffett, akan membangun reaktor nuklir generasi berikutnya senilai US$ 1 miliar atau Rp 14,32 triliun (kurs Rp 14.300) di Wyoming. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Wyoming Mark Gordon pada hari Rabu (3/6/2021).

Melansir Reuters, perusahaan milik Gates (TerraPower) dan perusahaan listrik Buffett (PacifiCorp), mengatakan dalam siaran pers bahwa mereka telah memilih Wyoming untuk proyek reaktor pertama mereka, yang disebut Natrium, di lokasi pabrik batu bara tua.

TerraPower dan PacifiCorp mengatakan, lokasi yang tepat dari pabrik demonstrasi reaktor Natrium diperkirakan akan diumumkan pada akhir tahun.

Reaktor kecil yang maju, yang menggunakan bahan bakar yang berbeda dari reaktor tradisional, dianggap oleh sejumlah pihak sebagai teknologi bebas karbon kritis yang dapat melengkapi sumber daya intermiten seperti angin dan matahari karena negara berusaha untuk mengurangi emisi yang menyebabkan perubahan iklim.

"Ini adalah jalur tercepat dan terjelas kami untuk menjadi negatif karbon," kata Gubernur Wyoming Mark Gordon.

Dia menambahkan, "Tenaga nuklir jelas merupakan bagian dari strategi energi di Wyoming."

Informasi saja, Wyoming merupakan penghasil batu bara terbesar di Amerika.

Proyek ini memiliki reaktor cepat berpendingin natrium 345 megawatt dengan penyimpanan energi berbasis garam cair yang dapat meningkatkan output daya sistem hingga 500 MW selama permintaan daya puncak. TerraPower mengatakan tahun lalu bahwa pabrik akan menelan biaya sekitar US$ 1 miliar.

Mengutip Reuters, akhir tahun lalu, Departemen Energi AS memberikan TerraPower US$ 80 juta dalam pendanaan awal untuk mendemonstrasikan teknologi Natrium, dan departemen tersebut telah berkomitmen untuk mendanai tambahan di tahun-tahun mendatang sesuai dengan alokasi kongres.

Chris Levesque, presiden dan CEO TerraPower, mengatakan pabrik percontohan akan memakan waktu sekitar tujuh tahun untuk dibangun.

"Kami membutuhkan energi bersih semacam ini di jaringan pada 2030-an," katanya kepada wartawan.

Menurut sebuah laporan baru-baru ini, pakar tenaga nuklir telah memperingatkan bahwa reaktor canggih dapat memiliki risiko lebih tinggi daripada yang konvensional.Bahan bakar untuk banyak reaktor canggih harus diperkaya pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada bahan bakar konvensional, yang berarti rantai pasokan bahan bakar dapat menjadi target yang menarik bagi militan yang ingin membuat senjata nuklir mentah.

Levesque mengatakan bahwa pembangkit tersebut akan mengurangi risiko proliferasi karena mereka mengurangi limbah nuklir secara keseluruhan.

Selain membawa listrik bebas karbon secara online, Senator Wyoming John Barrasso mengatakan pembangunan proyek percontohan dapat mengangkat industri pertambangan uranium negara yang pernah aktif.

Rusia Sebut Latihan Militer NATO Kedok Selundupkan Senjata Canggih ke Ukraina

 - Rusiamenyerukan Misi Pemantauan Khusus Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE SMM) untuk memantau dengan cermat semua aspek yang terkait dengan latihan militerSea Breeze 2021 NATOyang melibatkan Ukraina. Hal itu diungkapkan Perwakilan Tetap Rusia untuk OSCE Alexander Lukashevich mengatakan pada pertemuan Dewan Tetap OSCE di Wina pada hari Kamis.

Lukashevich menyatakan bahwa menurut informasi yang tersedia, ada rencana untuk mengirimkan senjata dan amunisi canggih ke Ukraina dengan kedok latihan.

"Senjata-senjata itu nantinya dapat diserahkan kepada Angkatan Bersenjata Ukraina dan kelompok paramiliter nasionalis yang ditempatkan di dekat garis kontak di Donbass, seperti yang telah terjadi sebelumnya," tuding Lukashevich.

“Kami ingin menunjukkan bahwa upaya militerisasi Ukraina dan membanjiri negara dengan senjata tidak akan membantu membangun perdamaian di Donbass tetapi sebaliknya, itu akan mendorong orang-orang yang bermusuhan di Kiev untuk meningkatkan kegiatan militer di timur negara itu," imbuhnya.

"Kami menyerukan SMM untuk memantau dengan cermat semua aspek yang terkait dengan latihan ini," kata utusan Rusia itu seperti dikutip dari TASS, Jumat (4/6/2021).

Sebelumnya, pada 2 Juni, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa senjata canggih akan dikirim ke Ukraina dengan kedok latihan Sea Breeze 2021 yang dijadwalkan berlangsung antara 28 Juni dan 10 Juli.

Rusia dan Ukraian beberapa waktu lalu terlibat dalam ketegangan.Kyiv dan Moskow saling menyalahkan atas meningkatnya bentrokan di Donbass, tempat pasukan Ukraina bertempur melawan pasukan yang didukung Rusia dalam konflik yang menurut Kiev telah menewaskan 14.000 orang sejak 2014.

Ukraina, sekutu Baratnya, dan NATO menuduh Rusia melakukan peningkatan pasukan "provokatif" di perbatasan timur Ukraina dan di Crimea. Rusia pada gilirannya menuduh Amerika Serikat (AS) dan NATO melakukan "aktivitas provokatif" di kawasan Laut Hitam.

Namun ketegangan itu berakhir dengan ditariknya pasukan Rusia dari perbatasan dengan Ukraina.

Palestina: Netanyahu Mungkin Digulingkan, tapi Penerusnya Haus Darah dan Lebih Radikal

 Pemerintah Otoritas Palestinatidak menyambut nasib Perdana Menteri (PM) IsraelBenjamin Netanyahu yang sedang dicoba digulingkan oleh para rival politiknya. Alasannya, calon penggantinya, Naftali Bennett, terkenal haus darah dan lebih radikal.

Sosok Bennett dikenal karena pandangannya yang hawkish, termasuk tentang status Yerusalem dan pemukiman ilegal Yahudi Israel.Hal itu yang membuat para pejabat Palestina di Tepi Barat khawatir dan perdamaian justru lebih jauh dari yang diharapkan.

Untuk pertama kalinya dalam 12 tahun, Israel mungkin akan segera memiliki PM baru. Pada hari Rabu, hanya beberapa jam sebelum mandatnya ditetapkan berakhir, ketua Partai Yesh Atid, Yair Lapid, memberi tahu Presiden Reuven Rivlin yang akan lengser bahwa dia berhasil membentuk koalisi yang akan memaksa Benjamin Netanyahu untuk meninggalkan jabatannya.

Menurut kesepakatan yang dicapai dengan partai Yamina yang hawkish, orang yang akan memimpin Israel adalah Naftali Bennett, yang dikenal dengan pandangan sayap kanannya.

Lapid akan menjabat sebagai menteri luar negeri di pemerintahan baru hingga September 2023. Kemudian dia akan mengambil alih jabatan puncak, membiarkan rekannya mengelola Kementerian Dalam Negeri.

Bagi banyak orang di Israel, koalisi baru tersebut adalah alasan untuk merayakannya.Tapi bagi orang Palestina itu tidak banyak berubah. Dimitri Diliani, seorang anggota Garda Revolusi Fatah, mengatakan bahwa orang-orang Palestina memiliki sedikit harapan dari pemerintah Zionis Israel yang akan datang.

“Koalisi itu muncul sebagai hasil perjuangan antara dua kubu sayap kanan.Itu bukan perjuangan antara kelompok pro dan anti-perdamaian. Jadi bagi kami, mengganti satu pemerintahan rasis dengan yang lain tidak membuat banyak perbedaan. Meskipun kami mungkin senang melihat Netanyahu hengkang, kami tidak akan menyambut Bennett," katanya, seperti dikutip Sputniknews, Jumat (4/6/2021).

Keengganan untuk menerima Bennett dapat dimengerti.Platform politik Partai Yamina selalu menyarankan bahwa Yerusalem, yang disengketakan oleh orang-orang Yahudi dan Arab, akan menjadi milik Israel saja, tanpa pilihan untuk memisahkan kota itu.

Partai itu juga selalu berbicara menentang pembebasan tahanan Palestina yang dituduh melakukan kegiatan teror.

Partai Yamina telah bersumpah untuk melanjutkan pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat, yang dianggap sebagai tanah Yahudi oleh basis hawkish-nya, dan pada 2020 menolak rencana mantan Presiden AS Donald Trump yang ingin membagi wilayah antara Israel dan Palestina.

Jika sudah menduduki kantor Perdana Menteri Israel, Bennett tidak mungkin untuk memutar balik kebijakannya itu, terutama karena basis hawkish-nya tidak akan membiarkan dia mengambil rute itu.

Dia juga tidak diharapkan untuk berusaha mengakhiri konflik Israel-Palestina atau bekerja menuju solusi dua negara.

"Sama seperti Netanyahu, Bennett mewakili segala sesuatu yang anti-perdamaian. Inilah mengapa saya ragu apakah dia akan bekerja untuk mencapai tujuan itu. Dan jika dia didorong ke dinding, dia akan menarik diri dari pemerintahan itu dan menyerukan pemilu," ujar Diliani.

Diliani bukan satu-satunya orang yang berpikiran seperti itu.Media Israel dan analis politik juga telah memperingatkan bahwa koalisi—yang hanya bersatu dalam keinginannya untuk menggulingkan Netanyahu—tidak mungkin bertahan lama.

Juga tidak ada peluang ketika tiga partai dari blok tujuh anggota bersikap hawkish, dua berhaluan kiri dan dua lainnya berada di tengah.

Menurut Diliani, meskipun Yair Lapid yang liberal dan partai Yesh Atid-nya mungkin dapat menjembatani kesenjangan antara kedua pihak yang berseberangan, kemungkinan mereka akan tetap bertahan sangat kecil.

"Saya tidak melihat bagaimana pemerintah ini akan dapat bertahan.Bennett ingin menyenangkan para pendukung pemukimnya.Mansour Abbas [pemimpin Raam, sebuah partai Islam yang bergabung dengan koalisi] ingin menyenangkan orang-orang Palestina.Keduanya tidak bercampur dengan baik—seperti minyak dan air.Dan itu berarti bahwa pemerintah akan jatuh dan Yair Lapid [yang liberal] tidak akan memiliki kesempatan untuk menjadi PM Israel," paparnya.

Namun, bahkan jika dia melakukannya, masa jabatan Bennett menjanjikan sejumlah tantangan bagi Palestina, terutama ketika menyangkut permukiman ilegal Yahudi Israel. Diliani mengatakan masa depan menjanjikan banyak turbulensi dan ketidakpastian.

“Kami khawatir akan ada percepatan aktivitas pemukiman ilegal Israel.Akan ada lebih banyak sesak napas di Tepi Barat dan mungkin petualangan kriminal dan tidak diperhitungkan lainnya ke Gaza.Bennett haus darah dan rasis dan basisnya bahkan lebih radikal daripada Netanyahu," ujarnya.

Media China Klaim Barat Cemas dengan Kekuatan PKC

 Tepat pada peringatan 31 tahun aksi protes pro demokrasi di Lapangan Tiananmen, surat kabar yang dikelola pemerintah China menerbitkan editorial yang memuji kuatnya generasi kepemimpinan di pucuk pimpinan Partai Komunis China (PKC).

Editorial, yang diterbitkan sebagai prolog untuk serangkaian cerita yang dibangun hingga peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China pada bulan Juli, tidak secara eksplisit mengidentifikasi aksi protes tahun 1989. Aksi protes itu berujung dengan pertumpahan darah setelah tank-tank militer China masuk ke Lapangan Tiananmen di Beijing, menewaskan ribuan orang.

Sebaliknya, editor Global Times membuat referensi terselubung tentang dampak ideologi Barat pada akhir 1980-an dalam daftar panjang tantangan yang dihadapi Partai Komunis China. Daftar tersebut menceritakan peristiwa-peristiwa tertentu, mulai dari Perang Saudara China pada awal abad ke-20 hingga Revolusi Kebudayaan tahun 1960-an dan 1970-an.

“Hari ini, para ahli dan cendekiawan berusaha mencari tahu apa kunci Partai untuk mengatasi tantangan tersebut melalui pengambilan keputusan yang bijaksana dan koreksi diri, untuk mencegah keruntuhan dan kegagalan seperti partai komunis lainnya di beberapa negara bekas sosialis, dan membuat China negara yang kuat, sukses, dan percaya diri yang membuat Barat, yang dulunya memiliki keyakinan dan supremasi yang tak tergoyahkan, semakin cemas," tulis Global Times seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (4/6/2021).

Dalam editorialnya, Global Times mengatakan bahwa para ahli sejarah Partai dan politik Tiongkok menyimpulkan bahwa Partai Komunis China selalu dapat mengatasi krisis tersebut dan menemukan arah jalan yang benar (karena) selalu dapat menemukan kepemimpinan intinya yang tepat dan kuat untuk memastikan kemenangan melawan musuh dan mewujudkan koreksi diri.

Pembantaian di Lapangan Tiananmen memicu gelombang kemarahan global dan hubungan dingin dengan AS yang telah memanas sejak tahun 1970-an. Ketika pandemi, yang berasal dari kota Wuhan, mulai melanda dunia pada April tahun lalu, para pemimpin China diminta untuk bersiap menghadapi serangan global ala Tiananmen, lapor Reuters.

Partai Komunis China telah lama menindak setiap penyebutan aksi protes dan pembunuhan tahun 1989 itu.Pihak berwenang memantau penduduk asli China yang kerabatnya meninggal dalam pembantaian tersebut. Menurut Associated Press, beberapa kerabat ditahan atau dipaksa untuk menjauh dari rumah mereka selama peringatan sehingga mereka tidak menarik perhatian publik.

Pejabat partai melarang peringatan publik di daratan.Pihak berwenang juga telah melarang peringatan tahunan di wilayah China di Hong Kong dan Makau, mengancam tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap siapa pun yang berani berpartisipasi.Para pemimpin partai juga baru-baru ini menutup museum Tiananmen di Hong Kong tiga hari setelah dibuka.

Namun demikian, warga Hong Kong mungkin akan mengulangi peringatan Tragedi Tiananmen seperti tahun lalu. Peringatan ini menarik puluhan ribu peserta, tetapi juga mengakibatkan beberapa penangkapan dan hukuman terhadap aktivis pro-demokrasi.

Perkiraan masa lalu menyebutkan jumlah pengunjuk rasa yang tewas dalam pembantaian 1989 di suatu tempat antara beberapa ratus hingga lebih dari 1.000. Sebuah pernyataan China yang dirilis pada Juni 1989 memperkirakan bahwa hanya 200 warga sipil dan beberapa lusin personel keamanan yang tewas, lapor BBC.

Namun, kabel diplomatik rahasia yang baru-baru ini dirilis dari tanggal 5 Juni 1989 - ditulis oleh duta besar Inggris untuk China saat itu, Sir Alan Donald - menempatkan jumlah kematian mendekati setidaknya 10.000. Donald mengatakan jumlah itu diberikan oleh "seorang teman dekat" yang bertugas di Dewan Negara China, sebuah badan yang pada dasarnya berfungsi sebagai kabinet penguasa China.

Ubah Aturan, Kim Jong-un Dapat Diganti Adik Perempuannya Jika Kondisi Daurat

Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara(Korut) mengubah aturannya dalam sebuah kongres partai, yakni memasukkan jabatan sekretaris pertama tepat di bawah pemimpin negara itu Kim Jong-un. Seorang pakar mengatakan revisi aturan partai itu bisa menjadi peluang bagi adik perempuan sang penguasa, Kim Yo-jong, sebagai pengganti jika dalam kondisi darurat.

Posisi orang nomor dua Korut yang baru dibuat dalam aturan Partai Buruh sampai saat ini masih kosong.
Aturan partai yang direvisi menetapkan bahwa sekretaris pertama adalah wakil sekretaris jenderal Partai Buruh.

"Dalam keadaan darurat, termasuk yang menyangkut kesehatan pemimpin Kim, Kim Yo-jong kemungkinan akan mengambil posisi wakil ini dan bertindak sementara sebagai penerus sampai kekuasaan diserahkan kepada putra Kim Jong-un," kata pakar tentang Korea Utara yang juga mantan Menteri Unifikasi Korea Selatan, Lee Jong-seok, kepada wartawan hari Rabu.

Lee menunjukkan bahwa pemilihan sekretaris pertama tidak memerlukan pembukaan kongres partai dan dapat dengan mudah ditunjuk pada sidang pleno komite pusat.

"Artinya, jabatan itu bisa cepat dipilih jika pemimpinnya dalam keadaan darurat," katanya.

Menurut Lee, Jo Yong-won, seorang pembantu dekat Kim Jong-un yang dispekulasikan telah terpilih untuk jabatan itu, tidak mungkin mengambil posisi itu karena dia bukan bagian dari keluarga Kim atau garis keturunan Paekdu.

"Kami tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan Jo, tetapi pos wakil tampaknya lebih ditujukan untuk mengamankan stabilitas rezim untuk penerusnya," katanya seperti dikutip Yonhap.

Pada kongres partai Januari lalu, pemimpin Korut Kim Jong-un terpilih sebagai sekretaris jenderal partai.Kim Jong-un pernah memegang gelar sekretaris pertama dari 2012-2016 sebelum dia mengambil alih gelar"chairman" pada pertemuan kongres pada 2016.

Dukung Teori Kebocoran Laboratorium Wuhan, Eks Bos CDC Dapat Ancaman Pembunuhan

Mantan kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat(AS), Robert Redfield, mengungkapkan dirinya menerima ancaman pembunuhan karena mendukung teori bahwa virus Corona barupenyebab COVID-19berasal dari kebocoran laboratorium virologi di Wuhan, China.

Berbicara kepada Vanity Fair, Redfield mengatakan ancaman itu dimulai pada Maret setelah dia yakin virus itu berasal dari laboratorium.Pernyataan itu, yang dia tekankan pada saat itu hanyalah sebuah opini dan dia tidak memberikan bukti, muncul saat wawancara dengan CNN.

"Saya berpandangan bahwa saya masih berpikir bahwa etiologi yang paling mungkin dari patologi ini di Wuhan berasal dari laboratorium.Anda tahu, melarikan diri," kata Redfield kepada kepala koresponden medis jaringan itu, Sanjay Gupta.

"Orang lain tidak percaya itu. Tidak apa-apa.Ilmu pengetahuan pada akhirnya akan menemukannya," imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (4/6/2021).

Redfield, yang memimpin CDC di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump dari 2018 hingga 2021, mengatakan kepada Vanity Fair bahwa ia diduga menjadi sasaran pembunuhan dari rekan sesama ilmuwan atas pernyataannya itu.

"Saya diancam dan dikucilkan karena mengajukan hipotesis lain," katanya.

"Saya mengharapkannya dari politisi.Saya tidak mengharapkannya dari sains," imbuhnya.

Asal-usul virus COVID-19 telah menjadi topik yang diperdebatkan secara luas sejak dimulainya pandemi pada Maret 2020, menyebabkan meningkatnya ketegangan antara AS dan China.

Kemungkinan bahwa virus SARS-CoV-2 muncul dari laboratorium telah ditolak oleh para ilmuwan pada awal-awal wabah.Dugaan ini didengung-dengungkan oleh Trump.

Awal tahun ini, tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang pergi ke Wuhan untuk menyelidiki masalah ini mengatakan teori bahwa virus itu keluar karena kecelakaan laboratorium sangat tidak mungkin dan kemungkinan besar berasal dari kelelawar dan melompat ke manusia melalui inang hewan perantara.

Teori kebocoran laboratorium telah mendapatkan daya tarik dalam beberapa pekan terakhir di tengah laporan baru, termasuk satu dari Wall Street Journal tentang laporan intelijen AS yang menyebut tiga peneliti di Institut Virologi Wuhan jatuh sakit pada November 2019 dan dirawat di rumah sakit.

Presiden Joe Biden kemudian pada 26 Mei mengumumkan bahwa ia meminta komunitas intelijen untuk menggandakan upaya mereka mengumpulkan dan menganalisis informasi yang dapat membawa lebih dekat pada kesimpulan definitif tentang asal-usul COVID-19.

Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka AS, mengatakan kepada CNN pada hari Kamis bahwa ia masih percaya kemungkinan besar asal (COVID-19) adalah dari spesies hewan ke manusia.

"Tetapi saya tetap berpikiran terbuka bahwa jika ada kemungkinan berasal dari yang lain, mungkin ada alasan lain, itu bisa jadi kebocoran laboratorium," imbuhnya.

Trump pun menyinggung kembali tudingannya terkait hal ini lewat sebuah pernyataan.

"Sekarang semua orang, bahkan yang disebut 'musuh', mulai mengatakan bahwa Presiden Trump benar tentang Virus China yang berasal dari Lab Wuhan," katanya.