• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Kamis, 3 Juni 2021)

News Forex, Index & Komoditi (Kamis, 3 Juni 2021)

Wall Street naik tipis jelang data ekonomi utama, saham AMC melonjak

Indeks-indeks utama Wall Street membukukan kenaikan tipis pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menjelang data ekonomi utama AS yang akan dirilis akhir pekan ini ketika investor mempertimbangkan kekhawatiran inflasi dan lonjakan baru dalam apa yang disebut "saham meme."

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 25,07 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir di 34.600,38 poin. Indeks S&P 500 menguat 6,08 poin atau 0,14 persen, menjadi menetap pada 4.208,12 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 19,85 poin atau 0,14 persen, menjadi 13.756,33 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor energi terdongkrak 1,74 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor material tergelincir 0,94 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Indeks acuan S&P 500 naik sekitar 12 persen tahun ini, dan sekitar 1,0 persen dari rekor tertingginya, saat investor mengantisipasi rebound ekonomi dari pandemi virus corona.

Sektor energi S&P 500, kelompok berkinerja terbaik tahun ini, memperpanjang kenaikannya karena harga minyak didorong lebih tinggi. Sementara penurunan 3,0 persen pada saham Tesla Inc menyeret indeks S&P 500 dan Komposit Nasdaq.

Laporan pengangguran mingguan dan data gaji swasta Mei pada Kamis waktu setempat akan diikuti oleh angka pekerjaan bulanan pada Jumat (4/6/2021), dengan investor mencari tanda-tanda rebound ekonomi dan kenaikan inflasi.

"Kami menantikan laporan ketenagakerjaan Jumat (4/6/2021) dan mengantisipasi bahwa itu akan jauh lebih baik daripada laporan bulan lalu," kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management di Chicago.

Indeks acuan S&P 500 naik sekitar 12 persen tahun ini, dan sekitar 1,0 persen dari rekor tertingginya, saat investor mengantisipasi rebound ekonomi dari pandemi virus corona.

"Setelah awal tercepat dalam sejarah menuju pasar bullish, kami telah melihat ekspektasi meningkat sedikit sehingga lebih sulit untuk mengejutkan pasar," kata Keith Lerner, kepala strategi pasar di Truist Advisory Services di Atlanta.

"Setelah kami melakukan pergerakan besar selama enam atau tujuh minggu terakhir, pasar berada dalam kisaran perdagangan sempit dan Anda mengkonsolidasikan keuntungan itu."

Kekhawatiran tentang apakah inflasi dapat mendorong tindakan Federal Reserve, telah menyita pasar dalam beberapa pekan terakhir.

Pemulihan ekonomi AS mengalami percepatan dalam beberapa pekan terakhir bahkan ketika daftar panjang masalah rantai pasokan, kesulitan perekrutan, dan kenaikan harga mengalir di seluruh negeri, kata pejabat Fed dalam tinjauan terbaru mereka tentang kondisi ekonomi.

Presiden Fed Bank Philadelphia, Patrick Harker mengatakan bahwa ketika ekonomi AS terus pulih dari krisis virus corona dan pasar tenaga kerja rebound, mungkin sudah waktunya bagi pembuat kebijakan Fed untuk mulai memikirkan cara terbaik buat memperlambat laju pembelian asetnya.

Sementara itu saham AMC Entertainment Holdings melejit 95,2 persen, memimpin lonjakan sekelompok saham yang disukai oleh investor ritel di forum seperti WallStreetBets Reddit.

AS sebut G7 diperkirakan bakal dukung proposal pajak minimum global

Para menteri keuangan dari negara-negara demokrasi kaya G7 diperkirakan akan mendukung Proposal Washington untuk pajak minimum perusahaan global yang ambisius ketika mereka bertemu di London akhir pekan ini, kata seorang pejabat Departemen Keuangan AS, Rabu (2/6/2021).

Pejabat itu mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui surel, Departemen Keuangan mengharapkan pertemuan G7 pada Jumat (4/6/2021) dan Sabtu (5/6/2021) memberikan momentum untuk memajukan negosiasi pajak perusahaan global menuju pertemuan keuangan G20 yang lebih luas pada Juli di Italia.

Departemen Keuangan AS pada Mei mengusulkan pajak minimum perusahaan global sedikitnya 15 persen untuk mencoba mengakhiri spiral penurunan tarif pajak perusahaan dan mencegah perusahaan multinasional dari mengalihkan keuntungan ke negara-negara tax-haven atau surga pajak.

Minimum yang diusulkan lebih rendah dari proposal Pemerintahan Biden sendiri untuk menaikkan tarif pajak perusahaan domestik menjadi 28 persen dan mengenakan pajak minimum 21 persen atas keuntungan luar negeri yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan AS.

Wakil Menteri Keuangan Wally Adeyemo mengatakan kepada Reuters pada akhir Mei bahwa ia mengharapkan dukungan kuat dari negara-negara G7 untuk proposal pajak minimum AS, menambahkan ini akan membantu memperkuat dukungan untuk rencana pajak Biden di antara anggota parlemen AS.

Sejumlah pejabat G7 lainnya telah meningkatkan harapan untuk pertemuan para menteri keuangan di London, pertemuan tatap muka pertama kelompok itu sejak pandemi COVID-19 mengubahnya menjadi virtual pada tahun lalu.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara bahwa dia mengharapkan kelompok tersebut untuk membuat "kemajuan yang signifikan" dalam masalah pajak perusahaan, yang mencakup masalah yang lebih sulit dalam menyepakati cara mengenakan pajak pada perusahaan layanan digital global besar seperti Facebook, Amazon.com, Google Apple Inc dan Microsoft.

Sejumlah negara telah memberlakukan pajak layanan digital sepihak yang menargetkan perusahaan-perusahaan ini, yang telah menarik ancaman tarif pembalasan dari Amerika Serikat.

Amerika Serikat telah bersikeras bahwa setiap rezim pajak untuk perusahaan-perusahaan ini tidak mendiskriminasi perusahaan-perusahaan AS dan semua pajak layanan digital individu dilarang. AS malah mengusulkan penargetan 100 perusahaan terbesar dan paling menguntungkan teratas untuk membayar lebih banyak pajak di negara-negara tempat mereka melakukan bisnis, terlepas dari klasifikasi industri dan model bisnis mereka.

Menteri keuangan Inggris Rishi Sunak juga mengatakan kepada Reuters pada Rabu (2/6/2021) bahwa rencana AS untuk menargetkan 100 perusahaan teratas dapat berhasil, tetapi bersikeras bahwa perusahaan teknologi besar harus menjadi bagian dari kelompok ini dan membayar lebih banyak pajak di tempat mereka beroperasi.

Media China: Negara Harus Siap Perang Nuklir dengan AS

 Editor surat kabar yang dikelola pemerintah China , Global Times, Hu Xijin, meanggap peningkatan program nuklir Beijing sebagai hal yang vital untuk "pencegahan strategis" negara itu terhadap Amerika Serikat (AS).

Protes di Hong Kong, Taiwan, pandemi COVID-19 dan tuduhan China terlibat dalam genosida terhadap Muslim Uighur membuat hubungan dengan AS semakin memanas. Dengan Beijing sebagai salah satu perhatian utama Amerika, Presiden Joe Biden telah berusaha untuk memberikan nada tegas, sementara China melihat banyak tindakan dan komentar Amerika sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya.

Retorika dan manuver militer yang semakin konfrontatif yang keluar dari kedua negara telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi perang.

"Kita harus siap untuk pertarungan sengit antara China dan AS," tulis Hu dalam editorialnya untuk Global Times.

"Jumlah hulu ledak nuklir China harus mencapai jumlah yang membuat elit AS menggigil jika mereka menerima gagasan untuk terlibat dalam konfrontasi militer dengan China," imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Rabu (2/6/2021).

Hu bahkan menganjurkan untuk secara cepat meningkatkan jumlah hulu ledak nuklir DF-41, rudal balistik antarbenua, dan rudal strategis yang memiliki kemampuan jarak jauh.

Dalam opininya, Hu menulis bahwa membangun persenjataan nuklir China adalah penting karena pertahanan strategis Amerika terhadap China menjadi semakin intensif.

"Memiliki penumpukan militer itu adalah batu penjuru pencegahan strategis China terhadap AS," menurut Hu.

Ia kemudian memposting komentar yang sama di Weibo, platform media sosial buatan China.

China dan AS telah terlibat perdebatan tentang berbagai masalah, termasuk pandemi COVID-19. Tulisan Hu datang satu hari setelah Joe Biden mengumumkan dia menginstruksikan Komunitas Intelijen untuk "menggandakan" upaya mereka mengidentifikasi asal usul COVID-19, termasuk membuat daftar pertanyaan yang harus dijawab China.

Komunitas Intelijen AS tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa COVID-19 berasal dari laboratorium, sebuah gagasan yang ditolak keras oleh China sebagai motivasi politik dan anti-sains. Para pejabat China juga berusaha untuk mengalihkan kesalahan ke Fort Detrick Amerika Serikat , dengan tidak mengutip bukti, dan menuduh Biden memicu konfrontasi serta menabur perpecahan dengan penyelidikan intelijen.

Sebelum Biden memicu kemarahan China atas dorongannya untuk penyelidikan tentang asal usul virus Corona baru, ketegangan meningkat di atas kapal perang Amerika yang berlayar melalui Selat Taiwan. Militer Amerika menyatakan bahwa transit kapal itu sejalan dengan tatanan internasional dan menunjukkan komitmen Washington terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. China, bagaimanapun, melihatnya sebagai ancaman terhadap kendalinya atas Taiwan dan menuduh AS membahayakan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.

Ini Penyebab Jatuhnya Teknologi Sensitif AS ke Tangan China

 Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) gagal melakukan tugasnya untuk melindungi keamanan dan menjauhkan teknologi sensitif dari tangan militer China . Demikian laporan penasihat Kongres AS yang dilihat oleh Reuters.

Laporan Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China, yang akan diterbitkan pada hari Selasa waktu setempat, mengatakan Departemen Perdagangan lambat membuat daftar teknologi sensitif yang harus diteliti sebelum diekspor ke China.

"Keterlambatan dalam mengembangkan daftar teknologi yang muncul dan mendasar, seperti yang disyaratkan oleh undang-undang 2018, dapat memperburuk risiko keamanan nasional," bunyi laporan itu.

"Departemen Perdagangan, yang dipercayakan untuk memperkuat undang-undang kontrol ekspor AS, sampai saat ini, gagal menjalankan tanggung jawabnya," kata laporan berjudul "Bisnis yang Belum Selesai: Kontrol Ekspor dan Reformasi Investasi Asing," seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/6/2021).

Laporan tersebut juga mempertanyakan apakah penundaan lebih dari dua tahun dalam mengembangkan daftar tersebut harus diselidiki oleh inspektur jenderal Departemen Perdagangan. Laporan itu juga menanyakan apakah wewenang untuk menegakkan kontrol ekspor harus didelegasikan ke lembaga lain.

Laporan itu juga mencatat beberapa tindakan oleh Commerce.

Departemen telah mengusulkan untuk mengatur perangkat lunak untuk pengeditan gen, yang dapat mempermudah pengembangan senjata biologis, tetapi aturan tersebut belum final. Departemen ini juga merilis aturan sementara tentang citra geospasial yang melibatkan jaringan saraf AI.

"Teknologi pengawasan canggih juga mendapat perhatian, termasuk pada kontrol ekspor untuk mempromosikan hak asasi manusia, mengingat penggunaannya di Xinjiang untuk penahanan minoritas Muslim Uighur. Tetapi departemen tersebut masih tidak mengontrol jenis perangkat lunak pengawasan canggih yang lebih baru," kata laporan itu.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Perdagangan AS menolak untuk secara langsung menanggapi kurangnya daftar, tetapi mencatat telah menerbitkan empat aturan tentang kontrol pada teknologi yang muncul dan lebih banyak lagi yang tertunda.

Departemen Perdagangan AS juga mengatakan telah memperluas aturan pengguna akhir militer dan menambahkan perusahaan ke daftar entitasnya, yang membatasi pemasok AS untuk menjual ke perusahaan seperti Huawei Technologies dan Hangzhou Hikvision.

Pada tahun 2018, Kongres AS memperketat kebijakan ekspor AS dan proses penyaringan investasi asing sebagai tanggapan atas upaya entitas China untuk mendapatkan teknologi AS yang sensitif dan menggunakan inovasi sipil untuk militer.

Kongres meloloskan Undang-Undang Reformasi Kontrol Ekspor tahun 2018 untuk mempersulit ekspor teknologi utama ke musuh seperti China.

Undang-undang tersebut mengarahkan Departemen Perdagangan untuk bekerja dengan lembaga lain untuk mengidentifikasi teknologi yang muncul, atau mutakhir, dan apa yang disebut teknologi dasar yang penting untuk membuat barang-barang utama seperti semikonduktor, yang harus dikendalikan.

Pada November 2018, departemen tersebut menerbitkan 45 contoh teknologi baru, termasuk pengenalan wajah dan suara, tetapi tidak ada daftar yang diselesaikan. Dan departemen itu belum mengusulkan daftar teknologi dasar, alih-alih meminta masukan pada bulan Agustus tentang cara menentukan kategori.

Komisi AS-China dibentuk oleh Kongres dua dekade lalu untuk melaporkan implikasi keamanan nasional dari perdagangan dengan China. Sekarang diketuai oleh Carolyn Bartholomew, yang ditunjuk oleh Ketua DPR Nancy Pelosi.

Xi Jinping: China harus memiliki kemampuan komunikasi internasional yang lebih baik

 Presiden China Xi Jinping menekankan pentingnya kemampuan komunikasi internasional negara agar semua pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat global.

Hadir dalam pertemuan Partai Komunis hari Selasa (1/6), Xi mengatakan China harus meningkatkan kemampuannya untuk menyebarkan pesannya secara global, demi menunjukkan posisi China yang benar, multi-dimensi, dan komprehensif.

"China perlu mengembangkan kemampuan komunikasi internasional. Itu juga membantu orang asing memahami Partai Komunis China dan caranya berjuang untuk kebahagiaan rakyat China," ungkap Xi, seperti dikutip dari Reuters.

Xi berharap ke depannya China bisa menciptakan tim profesional agar bisa mengadopsi metode komunikasi yang tepat untuk berbagai wilayah.

Sang presiden juga menekankan upaya untuk memperkenalkan budaya China ke luar negeri dan berusaha untuk membentuk citra China yang dapat diandalkan, terpuji dan terhormat.

Menurut Xi, China memiliki kemampuan serta tanggung jawab untuk memainkan peran yang lebih besar dalam urusan global dan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk bersama-sama menyelesaikan masalah kemanusiaan dengan negara lain.

Oleh karena itu, penting bagi China untuk bisa menyampaikan pesannya dengan baik kepada komunitas internasional tanpa ada kesalahpahaman.

Menolak disebut mengincar hegemoni

Menyinggung tuduhan mengejar hegemoni, Xi menuturkan multilateralisme harus dipromosikan sementara unilateralisme dan hegemonisme harus ditentang agar tatanan internasional yang adil bisa muncul.

"Hegemonisme harus ditentang agar masyarakat internasional bisa dibimbing membentuk tatanan internasional yang lebih adil dan merata dan membentuk jenis hubungan internasional baru," ungkap Xi, dilansir dari Xinhua.

Xi Jinping berulang kali menegaskan bahwa China sama sekali tidak mengejar hegemoni. Semua kebijakan luar negeri China adalah demi kesejahteraan rakyatnya.

Kekhawatiran akan hegemoni China hanya muncul di kalangan negara Barat yang memiliki ketakutan berlebihan atas manuver politik luar negeri China, terutama di kawasan Asia Timur.

Setelah ini Xi berharap akan ada program khusus di mana para ahli komunikasi internasional China melakukan pertukaran ilmu dengan pakar dari luar negeri untuk mempelajari teorinya dan memahami hukumnya dengan lebih baik.

Tujuan akhirnya, mereka dapat meningkatkan daya tarik dan efektivitas komunikasi internasional China dan memperbesar lingkaran pertemanan yang memahami arah kebijakan luar negeri China.

Pejabat tinggi AS dan China adakan pembicaraan ekonomi, ini yang dibahas

Wakil Perdana Menteri China Liu He bertukar pandangan dengan Menteri Keuangan AS Janet Yellen tentang masalah "keprihatinan" bersama, dalam pertemuan secara virtual.

Pembicaraan itu merupakan pertemuan pejabat tinggi ekonomi dan perdagangan China dan AS pertama di bawah kepemimpinan Joe Biden.

Liu, yang telah memimpin negosiasi perdagangan China dalam pembicaraan perdagangan China-AS sejak mantan Presiden AS Donald Trump melakukan perang dagang dengan Beijing, mengadakan pertukaran "terus terang" yang sama dengan Perwakilan Dagang AS Katherine Tai pada 26 Mei lalu.

Pembicaraan tingkat tinggi antara AS dan China tentang perdagangan dan ekonomi tersebut terjadi di tengah aksi pemerintah AS mengkritik Beijing atas pelanggaran hak asasi manusia dan AS berupaya menggalang negara-negara kaya lainnya merapatkan barisan melawan China.

"Menteri Keuangan Yellen membahas rencana pemerintahan Biden-Harris untuk mendukung pemulihan ekonomi yang kuat dan pentingnya bekerja sama di bidang-bidang yang menjadi kepentingan AS, sementara pada saat yang sama terus terang menangani masalah yang menjadi perhatian," kata Departemen Keuangan AS dalam sebuah singkat.

Dalam panggilan video Liu dengan Yellen pada hari Rabu, kedua belah pihak melakukan pertukaran ekstensif mengenai situasi ekonomi makro dan kerja sama bilateral dan multilateral, kantor berita resmi Xinhua melaporkan.

"Kedua belah pihak percaya bahwa hubungan ekonomi China-AS sangat penting," kata Xinhua.

Mereka juga "secara terbuka bertukar pandangan tentang masalah yang menjadi perhatian bersama, dan menyatakan kesediaan untuk menjaga komunikasi." Namun tidak ada rincian yang diberikan tentang masalah yang dibahas.

Kepala Keamanan Rusia: Moskow Akan Gunakan Kekuatan Lawan Musuh

 Hanya dua minggu setelah Presiden Vladimir Putin mengungkapkan bahwa negara itu akan “menghancurkan gigi” setiap agresor, sekretaris Dewan Keamanan Rusia mengeluarkan peringatan keras untuk tindakan tidak bersahabat terhadap Moskow.

Berbicara kepada surat kabar Rossiyskaya Gazeta dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Senin, Nikolay Patrushev mengungkapkan bahwa revisi strategi keamanan nasional negara itu berarti Moskow sekarang bersedia menggunakan kekuatan nyata dan bukan hanya sanksi ekonomi.

“Versi baru dari Strategi Keamanan Nasional menekankan keinginan Rusia untuk meningkatkan prediktabilitas, kepercayaan, dan keamanan di lingkup internasional,” Patrushev menjelaskan.

“Pada saat yang sama, ia mencatat legitimasi tindakan simetris dan asimetris untuk menekan dan mencegah tindakan tidak bersahabat yang mengancam kedaulatan dan integritas teritorial Rusia,” imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (2/6/2021).

Secara khusus, dia mencatat apa yang dia sebut metode paksaan yang kuat, yang akan muncul setelah kegagalan langkah-langkah ekonomi khusus.

Selain taktik baru dalam menghadapi ancaman dari negara lain, strategi keamanan baru yang disampaikan kepada presiden juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing Rusia secara internasional dan menciptakan kondisi untuk pertumbuhan ekonomi pada tingkat di atas tingkat dunia. Secara khusus, ia mencatat bahwa ekonomi negara harus tahan terhadap tekanan sanksi.

“Kondisi penting untuk memastikan keamanan ekonomi adalah ketergantungan pada potensi internal dan solusi independen untuk masalah yang dihadapi Rusia dengan tetap menjaga keterbukaan untuk kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara lain,” jelasnya.

Namun, terlepas dari ancaman tersebut, Patrushev juga menyatakan bahwa Rusia dan musuh utama Baratnya, Amerika Serikat (AS), mampu mencapai solusi yang dapat diterima bersama, terlepas dari ketegangan baru-baru ini. Secara khusus, sekretaris Dewan Keamanan Rusia itu mencatat diskusi positif dengan Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional AS. Putin dijadwalkan bertemu dengan mitranya dari Amerika Joe Biden pada akhir bulan ini, di Jenewa, Swiss.

Rusia biasanya merespon secara simetris terhadap gerakan musuh asing, seringkali dengan cara saling balas. Namun Moskow baru-baru ini menunjukkan kesediaannya untuk melakukan tindakan asimetris. Pada bulan April, setelah Republik Ceko mengusir 18 diplomat Rusia, Kremlin memutuskan untuk mengusir 20 orang Ceko. Dua hari kemudian, pada pidato tahunan Putin di Majelis Federal, dia memperingatkan negara-negara asing bahwa siapa pun yang mengancam keamanan nasional Rusia akan menyesali tindakan mereka seperti mereka tidak pernah menyesali apa pun sebelumnya, menjanjikan tanggapan asimetris, cepat, dan keras. 

Bank Dunia: Krisis ekonomi Lebanon adalah salah satu krisis terburuk dalam 150 tahun

Krisis ekonomi yang dihadapi Lebanon dalam beberapa tahun terakhir diakui Bank Dunia sebagai salah satu yang terburuk dalam 150 tahun.

Pada hari Selasa (1/6), Bank Dunia mengungkap bahwa sejak akhir 2019 Lebanon telah menghadapi tantangan yang rumit, termasuk krisis ekonomi dan keuangan. Belum lagi serangan pandemi Covid-19 hingga ledakan di pelabuhan Beirut tahun lalu yang dianggap jadi salah satu ledakan non-nuklir terbesar dalam sejarah.

"Krisis ekonomi dan keuangan kemungkinan akan menempati peringkat 10 besar, mungkin 3 teratas, dalam daftar krisis paling parah secara global sejak pertengahan abad kesembilan belas," ungkap Bank Dunia dalam laporannya, seperti dilansir AP.

Dalam laporannya hari Selasa, Bank Dunia mengatakan PDB Lebanon diproyeksikan berkontraksi 9,5% pada 2021, setelah menyusut 20,3% pada 2020 dan 6,7% tahun sebelumnya.

PDB Lebanon anjlok dari hampir US$ 55 miliar di tahun 2018, menjadi sekitar US$ 33 miliar pada 2020. Sementara PDB per kapita turun sekitar 40% dalam hitungan dolar.

"Penyusutan brutal seperti itu biasanya dikaitkan dengan konflik atau perang,” tulis Bank Dunia.

Saat ini puluhan ribu orang telah kehilangan pekerjaan, banyak di antaranya memutuskan meninggalkan negara itu untuk mencari peluang di luar negeri. Hampir setengah dari 5 juta penduduk Lebanon hidup dalam kemiskinan.

Perwakilan Bank Dunia akan mengunjungi Lebanon

Laporan tersebut dirilis dua hari sebelum wakil presiden Bank Dunia untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Ferid Belhaj dan direktur eksekutifnya, Merza Hussain Hasan, dijadwalkan tiba di Lebanon untuk bertemu dengan para pejabat Lebanon.

Dilansir dari AP, perwakilan Bank Dunia diagendakan untuk mendesak pemimpin Lebanon agar segera mengatasi krisis ekonomi serta politik yang melanda.

Pada Maret 2020, Lebanon gagal membayar utangnya, merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah negara itu. Kegagalan ini disebabkan oleh mata uang lokal kehilangan lebih dari 85% nilainya.

Selama beberapa dekade, Lebanon seperti dikuasai sosok elit politik yang sama. Banyak dari mereka adalah mantan panglima perang dan komandan milisi dari perang saudara. Korupsi jadi hal lumrah dan telah meluas selama beberapa dekade terakhir, mendorong Lebanon mendekati kebangkrutan.

Krisis telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir di tengah perebutan kekuasaan antara presiden dan perdana menteri baru yang menunda pembentukan pemerintahan baru.

Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri beberapa hari setelah ledakan di pelabuhan Beirut bulan Agustus lalu. Sejak saat itu, Lebanon berjalan tanpa pemerintahan yang lengkap.

Saad Hariri yang ditunjuk sebagai perdana menteri baru hingga saat ini masih belum menyusun pemerintahannya karena beberapa pertentangan dengan sang presiden, Michel Aoun.

"Lebanon menghadapi penipisan sumber daya yang berbahaya, termasuk sumber daya manusia. Hanya pemerintah yang berpikiran reformatif yang bisa membawa Lebanon menuju pemulihan ekonomi dan keuangan," ungkap Saroj Kumar Jha, direktur regional Bank Dunia.

Bank Dunia menilai, kelambanan dalam mengambil kebijakan serta tidak adanya pemerintahan yang berfungsi penuh mengancam kondisi sosial ekonomi yang memang sudah dalam keadaan sangat buruk. 

Antony Blinken Kini Desak Amerika Tengah Bantu Atasi Masalah Imigran

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken meminta negara-negara Amerika Tengah lebih banyak membantu menahan gelombang imigran ilegal. Dalam kunjungannya ke kawasan tersebut, Blinken juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kesehatan demokrasi dan hak asasi manusia setempat.

Di konferensi pers gabungan dengan Presiden Kosta Rika Carlos Alvarado, Blinken mengatakan AS ingin mendengar dari rekan-rekannya di kawasan mengenai komitmen mereka dalam mengelola tekanan imigrasi.

"Pemerintah yang baik sangat penting dalam menghadapi tentangan dan memanfaatkan peluang saat ini, tetapi kini kami melihat di banyak bagian di kawasan ini demokrasi dan hak asasi manusia dilanggar," kata Blinken, Rabu (2/6/2021).

Blinken menyebutkan mengikisnya independensi lembaga yudisial, tekanan pada media dan organisasi non-pemerintah independen dan gerakan anti-korupsi menunjukkan poin-poin yang ia maksud. Ia mencatat Amerika juga mengalami kemundurannya sendiri.

Sejak menjabat bulan Januari lalu, Presiden Joe Biden ditekan untuk mengurangi lonjakan gelombang imigran tanpa dokumen yang masuk melalui perbatasan AS-Meksiko. Blinken mengatakan kerja sama regional dalam mengatasi isu itu sangat penting dibandingkan sebelumnya.

Dalam pertemuan itu, Blinken juga berbicara dengan pemimpin-pemimpin negara Amerika Tengah dan Meksiko. Sebagian besar imigran yang berusaha masuk dari perbatasan dengan Meksiko dari tiga negara Amerika Tengah yakni Guatemala, Honduras dan El Salvador.

Washington menjanjikan bantuan bila tiga negara itu berkomitmen memperbaiki pemerintahan mereka. Janji tersebut diselimuti kekhawatiran mengenai suap, kronisme, tanda-tanda otoritarianisme dan upaya menghalangi hakim-hakim yang memiliki rekam jejak korupsi ditunjuk.

Amerika membantu negara-negara miskin untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan vaksin. Blinken mengatakan pekan depan atau pekan berikutnya pemerintah AS akan menetapkan rencana mengenai bagaimana mendistribusikan jutaan dosis vaksin.

Naftali Bennett, Jagoan Baru Rakyat Israel Lagi Jalankan Misi untuk Tendang Netanyahu

Setelah 15 tahun menjabat dan menjalankan empat pemilihan yang menemui jalan buntu, perdana menteri terlama Israel, Benjamin Netanyahu, dapat digulingkan oleh koalisi partai-partai oposisi. Kelompok baru dipersatukan oleh sedikit di luar keinginan untuk menggantikan Netanyahu.

Meskipun masih harus dikonfirmasi oleh parlemen Israel, kesepakatan di atas meja akan membuat mantan anak didik Netanyahu, Naftali Bennett, menjadi perdana menteri Israel berikutnya. Setidaknya untuk waktu yang tetap, menurut ketentuan tawar-menawar yang terbentuk, sebelum diserahkan kepada Yair Lapid, seorang politisi sentris.

Meskipun partai Bennett tertinggal jauh di belakang Netanyahu dan Lapid dalam pemilihan terakhir, dorongan yang meningkat untuk menggulingkan Netanyahu di berbagai tempat. Dorongan lain seperti posisi Israel yang berada di tengah kebuntuan politik, telah memungkinkannya muncul sebagai perantara kekuatan utama.

Dilansir The Washington Post, Rabu (2/6/2021), inilah yang perlu diketahui tentang Bennett, seorang jutawan teknologi yang berubah menjadi anggota parlemen agama sayap kanan, yang merupakan pendukung setia permukiman Israel dan penentang negara Palestina.

Siapa Naftali Bennett?

Bennett, 49, lahir di Haifa, Israel, dari imigran Yahudi Amerika. Dia menghabiskan beberapa waktu di AS sebagai seorang anak dan seperti Netanyahu berbicara fasih, bahasa Inggris beraksen AS. Dia adalah seorang Yahudi religius Ortodoks modern.

Jika dia menjadi perdana menteri, Bennett akan menjadi kepala pemerintahan agama pertama Israel. Dia saat ini tinggal di kota kaya Raanana, pinggiran Tel Aviv, bersama istri dan empat anaknya.

Bennett adalah seorang perwira di unit komando elit selama dinas militernya, yang diwajibkan bagi sebagian besar warga Israel Yahudi. Pada 1996, saat bertugas di Lebanon selatan, yang kemudian diduduki militer Israel, ia dan unitnya ditembaki di dekat desa Kafr Qana di Lebanon. Saat mereka mencoba mundur, serangan artileri Israel menewaskan 102 warga sipil Lebanon yang berlindung di fasilitas PBB –sebuah insiden yang dikenal sebagai pembantaian Qana.

Bennett kemudian bekerja di industri teknologi dan belajar hukum di Universitas Ibrani di Yerusalem. Pada tahun 1999, ia telah membangun start-up sendiri, sebuah perusahaan perangkat lunak, dan pindah ke New York. Pada tahun 2005, ia menjual perusahaannya, yang memproduksi perangkat lunak anti-penipuan, ke sebuah perusahaan keamanan AS seharga $145 juta, menurut Reuters.

Bagaimana dia bangkit dalam politik Israel?

Bennett memasuki politik Israel pada 2006 dan menjabat sebagai bantuan senior untuk Netanyahu hingga 2008. Dia adalah generasi yang lebih muda dari Netanyahu, 71, dan dilaporkan meninggalkan hubungan yang sulit dengan mentor politiknya.

Setelah meninggalkan pemerintahan, Bennett mengepalai Dewan Yesha, gerakan pemukim utama Israel di Tepi Barat yang diduduki, yang direbut Israel pada 1967 dan juga diklaim oleh Palestina.

Pada 2013 ia telah memasuki kembali politik Israel sebagai pemimpin partai sayap kanan Rumah Yahudi yang sedang berjuang. Bennett mengubah Rumah Yahudi sebagai partai pro-pemukim dan membuat seruan untuk mencaplok Tepi Barat, yang akan ilegal menurut hukum internasional, bagian penting dari platformnya. Bennett kemudian menjabat sebagai menteri pertahanan, menteri pendidikan dan menteri ekonomi di pemerintahan Netanyahu.

Pada tahun 2018, Bennett bekerja sama dengan Ayelet Shaked, penghasut politik sayap kanan Israel lainnya, untuk membentuk partai Kanan Baru. Partai tersebut awalnya tidak melewati ambang batas pemilihan untuk memasuki parlemen Israel dalam pemilihan 2019 –yang pertama dari empat pemilihan yang menemui jalan buntu yang dilakukan Israel dalam dua tahun terakhir.

Namun, dalam pemilihan terakhir pada bulan Maret, partai Bennett Yamina, yang merupakan bagian dari New Right, mengamankan enam dari 120 kursi yang tersedia —cukup untuk memasuki parlemen dan, di negara bagian Israel saat ini, cukup untuk Bennett bahkan menjadi perdana menteri.

Apa kebijakannya?

Meskipun dia tidak tinggal di pemukiman Tepi Barat, Bennett telah menjadikan pencaplokan sebagian wilayah Palestina sebagai bagian inti dari program politiknya. Seperti banyak politisi top lainnya di Israel, Bennett mengambil garis keras terhadap Iran dan mendukung kebijakan ekonomi liberal.

Dia juga dikenal karena retorika anti-Palestina yang membara. Pada 2015 ia menyebut prospek negara Palestina sebagai "bunuh diri" bagi Israel dan pada 2014 memperingatkan warga Arab Israel agar tidak menjadi "kolom kelima." Dalam pernyataan kontroversial lainnya pada 2013, Bennett mengatakan bahwa “teroris Palestina harus dibunuh, bukan dibebaskan.”

Bennett telah menyatakan dukungan untuk peningkatan kontrol Yahudi atas kompleks Temple Mount, yang dikenal oleh Muslim sebagai Suaka Mulia, di Kota Tua Yerusalem yang diperebutkan. Polisi Israel yang menyerang warga Palestina yang salat di Masjid al-Aqsa bulan lalu sebagian memicu gelombang kerusuhan dan perang 11 hari Israel dengan Hamas di Jalur Gaza.

Apa pengaruhnya sebagai perdana menteri?

Dalam waktu dekat, para analis memperkirakan bahwa pandangan paling ideologis Bennett akan dibatasi oleh kendala kesepakatan campuran pemerintah di atas meja. Dia tidak mungkin untuk mendorong maju dengan rencana pencaplokannya, yang mungkin akan menghadapi tentangan dari Presiden Biden dan dari sekutu baru Israel di Teluk Persia.

Tetapi jika Bennett memangku jabatan tertinggi Israel, kenaikannya akan memperkuat kebangkitan generasi politisi sayap kanan Israel berikutnya.

Sejauh ini, dia tampaknya mengambil sikap yang agak mendamaikan.

“Pada tahun-tahun berikutnya kita perlu mengesampingkan politik dan isu-isu seperti pencaplokan atau negara Palestina, dan fokus untuk mendapatkan kendali atas pandemi virus corona, menyembuhkan ekonomi dan memperbaiki keretakan internal,” kata Bennett kepada Radio Tentara Israel pada November.

Israel, bagaimanapun, sangat terpolarisasi di sepanjang garis pro dan anti-Netanyahu. Sejak Bennett membuat pengumumannya pada hari Minggu, pengunjuk rasa telah berkumpul di luar rumahnya, dan polisi telah meningkatkan keamanannya menyusul meningkatnya ancaman terhadapnya.