• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Rabu, 2 Juni 2021)

News Forex, Index & Komoditi (Rabu, 2 Juni 2021)

Wall St beragam, indeks S&P turun tertekan sektor perawatan kesehatan

Indeks-indeks utama Wall Street beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan S&P 500 merosot ketika penurunan sektor perawatan kesehatan dan teknologi diimbangi oleh keuntungan energi dan keuangan, karena investor mempertimbangkan data ekonomi AS terbaru untuk tanda-tanda rebound dan kenaikan inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 45,86 poin atau 0,13 persen, menjadi ditutup pada 34.575,31 poin. Indeks S&P 500 turun 2,07 poin atau 0,05 persen, menjadi menetap di 4.202,04 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 12,26 poin atau 0,09 persen, menjadi ditutup di 13.736,48 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi melonjak 3,93 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan tergelincir 1,64 persen, merupakan kelompok dengan kinerja paling buruk.
Sektor keuangan S&P 500 mencapai rekor tertinggi, sementara perkiraan pertumbuhan permintaan bahan bakar mendorong harga minyak dan membantu mengangkat sektor energi 3,93 persen, kenaikan satu hari terbesar dalam hampir empat bulan.

Sektor teknologi jatuh, sementara sektor perawatan kesehatan terseret oleh perkiraan laba yang lemah dari Abbott Laboratories.

Data menunjukkan aktivitas manufaktur AS meningkat pada Mei karena permintaan yang terpendam dalam ekonomi yang dibuka kembali mendorong pesanan. Namun, pekerjaan yang belum selesai menumpuk karena kekurangan bahan baku dan tenaga kerja.

"Orang-orang kembali dari liburan akhir pekan dengan keyakinan bahwa ekonomi pulih dengan baik dan bahwa setiap inflasi yang mungkin kita lihat dalam tenaga kerja dan biaya lainnya bersifat sementara," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia, dikutip dari Reuters.

Seiring dengan kenaikan tajam untuk keuangan dan energi, indeks Russell 2000 berkapitalisasi kecil naik 1,1 persen pada Selasa (1/6/2021), menggarisbawahi kekuatan untuk segmen pasar saham yang diperkirakan akan berkembang dengan baik dalam ekonomi yang berkembang.

Sementara S&P 500 tetap kurang dari 1,0 persen dari rekor tertinggi setelah empat bulan berturut-turut naik, investor khawatir tentang apakah kenaikan inflasi dapat menekan harga-harga ekuitas.

"Kami memiliki masalah rantai pasokan, penundaan, kenaikan harga, tekanan harga secara umum, kami memiliki pengusaha yang mengatakan mereka mengalami kesulitan mencari tenaga kerja," kata Kristina Hooper, kepala strategi pasar global di Invesco di New York.

"Jadi ini adalah mikrokosmos dari apa yang sudah kita dengar dan lihat dalam ekonomi secara keseluruhan dan ini hanya pengingat bahwa inflasi tetap menjadi perhatian."

Pasar saham pada Jumat (28/5/2021) menepis lonjakan angka inflasi utama untuk April menyusul jaminan dari pejabat Federal Reserve bahwa kebijakan moneter ultra-longgar bank sentral akan tetap berlaku.

Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari dan Wakil Ketua Fed untuk pengawasan Randal Quarles pada Selasa (1/6/2021) menegaskan kembali pandangan bahwa harga yang lebih tinggi akan bersifat sementara.

Fokus minggu ini adalah pada sejumlah data ekonomi, yang berpuncak pada daftar gaji (payrolls) AS yang akan dirilis pada Jumat (4/6/2021).

Saham Abbott Labs anjlok 9,3 persen setelah perusahaan memangkas perkiraan laba setahun penuh 2021, mengutip ekspektasi penurunan tajam pendapatan dari tes COVID-19 karena lebih banyak orang Amerika yang divaksinasi. Saham pembuat tes lainnya juga jatuh.

Mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Rabu (2/6) pagi

Bursa Asia bervariasi pada perdagangan Rabu (2/6) pagi, dengan mayoritas indeks menguat. Pukul 08.28 WIB, indeks Nikkei 225 menguat  12,61 poin atau 0,04% ke 28.827,06, Hang Seng melemah 53,36 poin atau 0,18% ke 29.414,64.

Taiex naik 76,69 poin atau 0,45% ke 17.241,30, Kospi naik 8,28 poin atau 0,26% ke 3.230,92, ASX 200 naik 44,63 poin atau 0,62% ke 7.187,20, Straits Times turun 9,07 poin atau 0,29% ke 3.177,37 dan FTSE Malaysia naik 5,07 poin atau 0,32% ke 1.590,97.

Pergerakan bursa Asia mengekor arah pergerakan Wall Street yang juga ditutup mixed pada perdagangan Selasa (1/6), dengan indeks Dow Jones naik di tengah penurunan S&P 500 dan Nasdaq Composite.

Meski begitu, mayoritas indeks di Asia bergerak naik karena investor menimbang data ekonomi AS terbaru dan tanda-tanda rebound ekonomi dan peningkatan inflasi.

"Indeks pasar ekuitas utama mungkin telah menyelesaikan hari secara kasar tidak berubah, tetapi tidak melihat lebih jauh dari pasar energi dan minyak untuk bukti bahwa pembukaan kembali perdagangan masih hidup dan sehat," kata Elyse Ausenbaugh, ahli strategi pasar global dan JPMorgan Private Bank seperti dikutip Reuters.

Saham energi berada di antara saham-saham dengan kinerja terbaik selama sesi karena aliansi OPEC+ setuju untuk menaikkan produksi pada bulan Juli dan memberikan perkiraan bullish. Minyak mentah berjangka AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Investor menyambut tanda-tanda membaiknya ekonomi menjelang seminggu yang dikemas dengan data utama yang mereka harapkan dapat menyoroti pemulihan ekonomi, kata para analis.

Aktivitas manufaktur AS meningkat pada bulan Mei, kata Institute for Supply Management (ISM) pada hari Selasa, karena indeks aktivitas pabrik nasionalnya meningkat ke angka 61,2 bulan lalu dari 60,7 pada bulan April. Permintaan terpendam di tengah pembukaan kembali ekonomi telah meningkatkan pesanan, tetapi pekerjaan yang belum selesai menumpuk karena kekurangan bahan baku dan tenaga kerja.

Zoom proyeksikan pendapatan kuartal II bisa capai US$ 990 juta

Zoom Video Communications Inc memperkirakan pendapatan kuartal ini di atas perkiraan. Hal ini dikarenakan peningkatan adopsi model kerja hibrida oleh perusahaan yang dinilai akan mendorong permintaan stabil untuk alat konferensi videonya.

Mengutip Reuters, perusahaan yang berbasis di San Jose, California ini memperkirakan pendapatan kuartal ini di kisaran US$ 985 juta hingga US$ 990 juta, di atas perkiraan Wall Street sebesar US$ 931,8 juta. 
Perkiraan tersebut sekaligus meredakan beberapa kekhawatiran beberapa analis.

Perlu diketahui, bisnis Zoom memang mencuat setahun terakhir akibat pandemi di saat banyak perkantoran dan sekolah yang mengalihkan aktivitasnya ke virtual. Tetapi dengan upaya vaksinasi yang cepat dan kehidupan yang perlahan kembali normal, para analis skeptis terhadap keberlanjutan pertumbuhan Zoom, terutama dengan saingannya Microsoft, Cisco, dan Google.

"Sejauh mana Zoom dapat bersaing secara berkelanjutan dengan perusahaan-perusahaan seperti Cisco dan Microsoft masih harus dilihat selama beberapa kuartal ke depan saat kami mulai memasuki kuartal yang sebanding dengan COVID," kata analis senior di Third Bridge Joe McCormack seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/6).

Pada kuartal pertama yang lalu, biaya yang dikeluarkan perusahaan melonjak 155% menjadi US$ 265 juta. Sementara itu, Zoom juga membukukan laba yang disesuaikan sebesar US$ 1,32 per saham pada pendapatan yang hampir meningkat tiga kali lipat menjadi US$ 956,2 juta.

Lonjakan jumlah pengguna gratis di platform Zoom telah menyebabkan biaya yang lebih tinggi bagi perusahaan, yang mengoperasikan beberapa pusat datanya sendiri.

Saat ini, Zoom mengalihkan fokus pada produk panggilan cloud Zoom Phone yang berusia dua tahun dan produk hosting konferensi Zoom Rooms. Ini dikarenakan pemain besar seperti Facebook dan Google juga meningkatkan produk video mereka.

Rekor baru matahari buatan China: Pertahankan 120 juta derajat celcius dalam 2 menit

Sejumlah media China telah melaporkan bahwa para peneliti yang bekerja pada proyek fusi nuklir telah berhasil menahan plasma 120 juta derajat Celcius selama hampir dua menit.

Melansir harian China Global Times, matahari buatan sebagai proyek fusi nuklir China diketahui juga berhasil mempertahankan plasma pada 160 juta derajat Celcius selama 20 detik.

Kali ini, meski tidak terlalu lama secara absolut, adalah catatan baru dalam pencarian fusi nuklir. Menurut seorang profesor fisika dari Universitas Sains dan Teknologi Selatan di Shenzhen, langkah selanjutnya adalah mempertahankan suhu ini selama seminggu.

RT News melaporkan, reaktor fusi nuklir China pertama kali menjadi berita utama pada tahun 2019 ketika Beijing mengatakan akan segera mulai beroperasi. Reaktor — HL-2M Tokamak — pertama kali dinyalakan akhir tahun lalu, dan pencapaian pertamanya adalah mempertahankan suhu 100 juta derajat Celcius selama 100 menit.

Fusi nuklir telah menjadi semacam batu filsuf zaman modern. Proses ini sangat menjanjikan untuk pembangkitan energi, tetapi membuatnya bekerja terbukti merupakan tantangan karena meskipun proses fusi itu sendiri dimungkinkan, ia menghabiskan lebih banyak energi daripada yang dilepaskan, yang merupakan kebalikan dari tujuannya.

Rusia juga baru-baru ini melaporkan berita fusi nuklir. Awal bulan ini, media pemerintah mengatakan tokamak T-15MD telah ditenagai untuk pertama kalinya.

China dan Rusia juga sama-sama anggota tim internasional yang membangun proyek fusi nuklir ITER di Eropa. Pembangunan tokamak ITER dimulai tahun lalu di Prancis selatan.

Jika fusi nuklir tercapai, keunggulannya akan sangat besar. Di antara keunggulan teknologi tersebut adalah energi ultrapowerful yang murah untuk diproduksi, bebas emisi, dan hampir tak terbatas. Fusi nuklir juga tidak meninggalkan limbah radioaktif, yang membuatnya sedekat mungkin dengan sumber energi yang sempurna.

Partai Penguasa Korut Buat Jabatan 'Orang Kedua' di Bawah Kim Jong-un

 Partai penguasa Korea Utara (Korut) telah mengubah aturannya untuk membuat de facto orang kedua di bawah pemimpin Kim Jong-un saat ia berupaya mengubah politik dalam negeri. Demikian laporan kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap.

Mengutip sumber tak dikenal yang akrab dengan Korut , badan tersebut mengatakan pemegang jabatan baru "sekretaris pertama" akan memimpin pertemuan atas nama Kim Jong-un.

Kim memperkuat kekuasaannya di kongres Partai Pekerja Korea (WPK) pada Januari, ketika ia terpilih sebagai sekretaris jenderalnya, mengambil gelar terakhir yang dipegang oleh mendiang ayahnya Kim Jong-il.

Sekarang Kim menginginkan peran yang lebih besar dalam pemerintahan untuk partai tersebut, dibandingkan dengan pemerintahan ayahnya yang lebih berpusat pada militer.

"Istilah 'politik yang mengutamakan militer', kata kunci utama di era Kim Jong-il, diketahui telah dihapus dari kata pengantar peraturan partai," katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1/6/2021).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan peraturan partai baru dipublikasikan di Korut setelah pertemuan Januari. Tetapi kementerian yang bertanggung jawab atas hubungan dengan negara tetangga itu mengatakan tidak dapat mengungkapkan rinciannya.

Kim Jong-un sendiri telah menggunakan sebutan "sekretaris pertama" dari tahun 2012 hingga 2016.

"Jabatan baru, yang paling senior dari tujuh sekretaris partai, kemungkinan akan diambil oleh Jo Yong-won, yang merupakan anggota dari lima presidium politbiro," tulis Yonhap.

Jo, yang dianggap sebagai salah satu pembantu terdekat Kim, terlihat oleh para analis pada pertemuan bulan Januari lalu memegang posisi nomor 3 pemerintah, setelah Kim dan Choe Ryong-hae, ketua Komite Tetap Majelis Rakyat Tertinggi.

"Ini tampaknya menjadi tren yang lebih luas dari Korea Utara yang mendelegasikan dan mendistribusikan kembali beberapa tugas Kim Jong-un kepada orang lain, belum tentu kekuatannya, dan merampingkan struktur kepemimpinan partai," kata Rachel Minyoung Lee, seorang pengamat di North38, program pemantau Korut yang berbasis di AS.

Perubahan itu kemungkinan akan memengaruhi profil publik Kim dan bagaimana panduan kepemimpinan diberikan kepada publik, katanya, seraya menambahkan bahwa Jo telah mengambil peran dalam memimpin sesi-sesi partai.

Kim Jong-un telah memegang kekuasaan hampir absolut dalam sistem dinasti Korut sejak mengambil alih setelah kematian ayahnya pada tahun 2011.

Tahun lalu seorang anggota parlemen Korsel mengatakan badan intelijen negara itu percaya bahwa saudara perempuan Kim, Kim Yo-jong, menjabat sebagai "pemimpin kedua secara de facto" tetapi belum tentu ditunjuk sebagai penggantinya.

WHO berharap ada perjanjian internasional khusus untuk menghadapi ancaman pandemi

Petinggi WHO pada hari Senin (31/5), kembali mengungkapkan harapan besarnya terkait pembentukan perjanjian internasional khusus yang mengatur segala persiapan untuk menghadapi ancaman pandemi di masa mendatang.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, mengatakan saat ini WHO menghadapi tantangan serius untuk memberikan tanggapan berkelanjutan terhadap pandemi Covid-19.

Tedros berharap setelah ini ada sebuah perjanjian internasional, yang disepakati seluruh anggota WHO, yang di dalamnya mengatur segala strategi dan persiapan jika suatu saat masalah kesehatan global kembali datang.

Dalam pertemuan tingkat menteri, para menteri kesehatan setuju untuk mempelajari rekomendasi WHO tersebut, dengan harapan bisa memperkuat kapasitas WHO dan negara-negara dalam menahan virus baru.

Setelah ini para menteri dari 194 negara anggota WHO akan bertemu mulai 29 November untuk memutuskan apakah akan melancarkan negosiasi tentang perjanjian pandemi.

"Satu rekomendasi yang saya yakini akan sangat memperkuat WHO dan keamanan kesehatan global adalah rekomendasi untuk perjanjian tentang kesiapsiagaan dan respons pandemi," ungkap Tedros, seperti dikutip Reuters.

WHO sebagai induk organisasi kesehatan dunia, telah menjadi acuan utama terkait respons dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang melanda sejak awal tahun lalu.

Beragam kegagalan serta keterlambatan dalam merespons pandemi setahun belakangan menunjukkan pentingnya pedoman khusus terkait pencegahan pandemi yang disepakati secara global.

Direktur program darurat WHO, Mike Ryan, menyambut baik usulan tersebut. Ia menyoroti fakta bahwa saat ini patogen berada di atas angin dan bisa muncul lebih sering di bumi.

Untuk mencapai perjanjian internasional semacam ini, WHO diprediksi akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tidak hanya menyusun kesepakatan, WHO juga harus berjuang menyatukan pemikiran 194 negara anggota yang memiliki masalah nasional masing-masing.

Perjanjian semacam ini sebelumnya pernah dibentuk WHO pada tahun 2003 melalui Konvensi WHO tentang Pengendalian Tembakau.

Perjanjian tembakau tersebut merupakan perjanjian kesehatan masyarakat pertama di dunia, dan baru berhasil disepakati setelah melalui fase negosiasi selama empat tahun.

Bersiap hadapi ancaman AS dan NATO, Rusia segera bentuk 20 unit militer baru

Sadar akan kehadiran NATO yang semakin intens di sekitar wilayahnya, pemerintah Rusia berencana membangun hingga 20 unit militer baru sebagai bentuk pencegahan.

Dilansir dari Sputnik News, Kementerian Pertahanan Rusia akan membentuk sekitar 20 formasi dan unit militer baru di Distrik Militer Barat pada akhir tahun ini.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, pada hari Senin (31/5), mengatakan bahwa tindakan ini merupakan bentuk pencegahan atas aktivitas negara Barat yang dinilai menghancurkan sistem keamanan global.

"Tindakan Barat memaksa kami untuk mengambil tindakan pencegahan yang memadai. Kami terus meningkatkan komposisi tempur pasukan kamu. Pada akhir tahun, sekitar 20 formasi dan unit militer baru akan dibentuk di Distrik Militer Barat," ungkap Shoigu dalam pertemuan industri pertahanan.

Shoigu menambahkan, pasukan Rusia di Distrik Militer Barat juga akan menerima sekitar 2.000 unit peralatan tempur.

Dalam rangka menghadapi aktivitas AS dan NATO, Shoigu menekankan bahwa militer Rusia terus meningkatkan pelatihan personel dan pengoperasian badan pengawas.

Aliansi NATO yang dimotori AS meningkatkan aktivitasnya di sekitar wilayah Rusia dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak konflik di Krimea kembali memanas.

Di Laut Baltik dan Laut Hitam, aliansi negara Barat tersebut kerap hadir melakukan latihan militer intens. Pesawat tempur hingga kapal perang dengan rudal jelajah pun kerap terlihat mendekati perbatasan Rusia.

Menteri Shoigu mengakui bahwa intensitas penerbangan pesawat pembom strategis Angkatan Udara AS di Eropa telah meningkat 14 kali lipat dalam tujuh tahun terakhir.

"Kapal perang NATO dengan rudal jelajah sering memasuki Laut Baltik. Di saat yang sama, NATO dan AS terus memperluas daerah latihan dan operasi militer di dekat perbatasan Rusia," kata Shoigu.

Pesawat-pesawat Pembom B-52H AS Terbang di Atas 30 Negara NATO

 Beberapa pesawat pembom strategis jarak jauh B-52H Stratofortress Amerika Serikat (AS) terbang di atas 30 negara NATO di Eropa dan Amerika Utara. Manuver itu merupakan misi untuk Memorial Day.

Beberapa pesawat B-52H Stratofortress—yang dikerahkan ke Pangkalan Udara Moron, Spanyol, dijadwalkan terbang dengan pesawat tempur dari lebih dari 20 sekutu NATO. Demikian pengumuman Angkatan Udara AS di Eropa-Angkatan Udara Afrika (USAFE-AFAFRICA) dalam sebuah pernyataan.

Ini adalah kedua kalinya satuan tugas pembom yang dikerahkan ke Eropa melakukan misi seperti itu sejak AS mulai mengerahkan pembom ke wilayah tersebut pada tahun 2018. Misi itu disebut "Operation Allied Sky".

“Misi hari ini adalah demonstrasi luar biasa dari superioritas udara NATO,” kata Jenderal Jeff Harrigian, komandan USAFE-AFAFRICA, dalam pernyataan hari Senin yang dilansir Star and Stripes, Selasa (1/6/2021).

B-52H adalah pesawat pembom delapan mesin Angkatan Udara AS yang berbasis di Pangkalan Angkatan Udara Barksdale. Beberapa pesawat itu tiba di Pangkalan Udara Moron dua minggu lalu.

Empat B-52 dari Sayap Bom Kedua dan lebih dari 200 personel dikerahkan untuk tugas pemberitahuan singkat. Hal itu disampaikan Mayor Angkatan Udara Marisa King, direktur operasi Gugus Tugas Pembom ke-96.

Pada hari Senin, pesawat pembom berat jarak jauh dijadwalkan melakukan pengisian bahan bakar udara dan penerbangan integrasi dengan pesawat tempur dari beberapa sekutu NATO di Eropa, dari Turki ke Norwegia.

Pesawat KC-135 Stratotanker yang berbasis di RAF Mildenhall, Inggris, diharapkan untuk mendukung misi tersebut, yang juga mencakup kaki Amerika Utara di atas AS dan Kanada, didukung oleh pesawat dari negara-negara tersebut.

Terakhir kali pesawat-pesawat pembom AS melakukan penerbangan di atas 30 negara sekutu NATO adalah pada bulan Agustus, dan upaya itu melibatkan enam B-52 dari Pangkalan Angkatan Udara Minot. Saat itu, sekitar 80 jet tempur melakukan pengawalan di berbagai tahap.



Sejak 2018, pesawat-pesawat pembom AS yang dikerahkan ke Eropa telah mengambil bagian dalam lebih dari 200 serangan mendadak dengan sekutu dan mitra, terutama sebagai respons pencegah terhadap kebangkitan militer Rusia.

Awal pekan lalu, pesawat pembom yang berbasis di Barksdale bekerja dengan jet tempur Gripen Hungaria, Eurofighters Italia dan F-16 dari Yunani, Rumania dan Bulgaria selama pelatihan target simulasi di wilayah Laut Hitam.

Para pembom kemudian terbang dengan RAF Eurofighter Typhoons dan Hellenic F-16 di atas Laut Mediterania timur sebelum melakukan latihan kontra-maritim dengan pesawat P-8A Poseidon dari Skuadron Patroli 40 Eropa-Afrika Angkatan Laut AS.

Rotasi pesawat pembom terjadi saat aliansi tersebut melakukan serangkaian latihan skala besar di seluruh Eropa yang melibatkan ribuan tentara. Ini juga mengikuti pengerahan ribuan tentara Rusia bulan lalu ke daerah perbatasan di sepanjang Ukraina, yang menimbulkan kekhawatiran di antara sekutu NATO.

“Misi pembom menunjukkan kredibilitas pasukan kami untuk mengatasi lingkungan keamanan global yang lebih beragam dan tidak pasti dibandingkan pada waktu lain dalam sejarah kami,” kata Harrigian dalam pernyataan hari Senin.

Italia berikan izin bersyarat dalam kesepakatan Vodafone dan Huawei

Unit Vodafone Italia telah mengantongi izin bersyarat dari pemerintah untuk menggunakan peralatan yang dibuat oleh Huawei China dalam akses jaringan 5G-nya.

Perlu diketahui, pemerintah Italia dapat memblokir atau memberlakukan persyaratan sulit dalam kesepakatan yang melibatkan vendor di luar negara-negara Uni Eropa.

Aturan tersebut telah digunakan tiga kali sejak 2012 untuk memblokir kepentingan asing di industri yang dianggap vital secara strategis.

Mengutip dari Reuters, Selasa I91/6), pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mario Draghi telah mengesahkan kesepakatan antara Vodafone dan Huawei pada 20 Mei lalu

Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah memberlakukan serangkaian aturan termasuk pembatasan intervensi jarak jauh oleh Huawei untuk memperbaiki gangguan teknis dan ambang keamanan yang sangat tinggi.

Amerika Serikat (AS) sebenarnya juga telah melobi Italia dan sekutu Eropa lainnya untuk menghindari penggunaan peralatan Huawei di jaringan telekomunikasi generasi berikutnya serta mengamati dengan cermat saingannya ZTE.

AS mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut dapat menimbulkan risiko keamanan. Huawei dan ZTE membantah keras tudingan tersebut.

Dalam setahun terakhir, Italia juga telah memiliki sikap yang lebih keras terhadap Huawei. Namun, pemerintah tidak melarang Huawei sepenuhnya untuk infrastruktur 5G.

Di bawah Perdana Menteri sebelumnya Giuseppe Conte, Roma mencegah grup telekomunikasi Fastweb pada Oktober untuk menandatangani kesepakatan dengan Huawei terkait pasokan peralatan untuk jaringan inti 5G-nya, tempat di mana data-data sensitif diproses.

China dilaporkan sedang menyiapkan seri helikopter siluman baru

Militer China dikabarkan akan segera mendapatkan layanan baru dari unit helikopter siluman yang saat ini tengah dikerjakan. Pengamat militer menilai, helikopter ini merupakan bentuk modifikasi helikopter Z-20.

Kepada Global Times, para analis pada hari Senin (31/5), menilai helikopter siluman baru akan sulit untuk dideteksi di radar, sensor inframerah, hingga penglihatan dan pendengaran manusia.

Sebelum ini, sejumlah media asing mengklaim desain helikopter baru China meniru teknologi AS. Namun para ahli menyangkal tuduhan tersebut.

Sebuah model helikopter sempat dipamerkan di fasilitas AVIC China Helicopter Research and Development Institute di Jingdezhen. Pada 19 Mei lalu, model tersebut ditampilkan dalam liputan di kanal Jiangxi Television.

Pengamat militer mencatat bahwa model tersebut kemungkinan mewakili jenis helikopter baru yang memiliki fitur siluman di badan pesawat, rotor dan desain knalpotnya.

Fu Qianshao, seorang ahli penerbangan militer China, kepada Global Times menjelaskan bahwa ia sepakat bahwa model helikopter baru merupakan pengembangan dari helikopter Z-20 yang saat ini sudah ada.

Model tersebut menurutnya bisa menjadi proyek penelitian lanjutan untuk helikopter siluman masa depan China.

"Model ini menampilkan banyak karakteristik siluman, termasuk desain aerodinamis pengurangan penampang radar yang dapat menyulitkan pendeteksian pada sistem radar, desain pada rotornya yang bertujuan untuk mengurangi kebisingan," ungkap Fu.

Laporan Jiangxi Television juga mengindikasikan kemampuan lepas landas dan pendaratan vertikal. Model baru ini memiliki dua set sayap yang mampu berputar ke atas dan total enam rotor pada setiap set sayap.

Dituding mencuri konsep helikopter Black Hawk AS

Situs berita AS thedrive.com, sebelum ini menyebut bahwa China mendapatkan teknologi diluman melalui agen spionase dan data berasal dari helikopter siluman Black Hawk AS yang mengambil bagian dalam serangan Bin Laden dan jatuh di Pakistan.

Fu tegas menyangkal tuduhan tersebut dan mengungkapkan bahwa industri penerbangan China telah memasuki fase inovasi dalam pengembangan pesawat canggih, dan dapat mengembangkan pesawat semacam itu secara mandiri.

Ia juga melihat banyak desain yang berbeda jika membandingkan model helikopter siluman baru China dengan Black Hawk milik AS. Sebelum ini jet tempur J-20 China juga disebut meniru desain F-22 AS, namun nyatanya banyak perbedaan yang ditemukan.